Mengapa di Dunia Ada Banyak Agama ?


Warning: Opini ngawur. Jangan dibaca.

Tanya: Mbah, Kenapa di dunia ini ada banyak Agama? Coba kalau Tuhan hanya menciptakan satu agama tunggal, pasti dunia ini akan aman sentosa Mhah.

Jawab: Sh, itu pertanyaan gampang Nak. Jawabannya ada pada suara kokok ayam. Sampean  tahu suara kokok ayam?  Pasti tahulah yaitu “Kukuruyuk” bukan? Jawaban yang tentu saja tidak salah. Tapi tahukah anda bahwa tiap negara atau bahkan tiap daerah memiliki suara kokok ayam yang berbeda.

Orang Sunda dengan yakin mengatakan suara ayam adalah  “kongkorongok”, Jepang: kokekokko. Jerman: kikeriki, Swedia: kuckeliku  Norwegia: kykkelikiii. Polandia: kukuryku.  Romania: cucurigu. Spanyol: kikirikí, Inggris : cock-a-doodle-do. Suara ayam dimanapun adalah sama saja tapi pendengaran dan terjemahan tiap orang adalah berbeda.

:) Lha, terus apa hubungannya dengan agama Mbah ?

Menurut pendapat Mbah, suara kokok ayam ini adalah merupakan cara mudah  untuk menjelaskan tentang keberagaman agama. Ayamnya sama tapi tiruan bunyinya beragam.

Wahyu menurut pendapat siMbah adalah tidak ubahnya seperti suara kokok ayam, yang kemudian diterjemahkan, ditulis atau dibukukan menjadi sebuah ajaran yang kelak disebut dengan agama. Orang yang menerjemahkan suara kokok ayam tersebut disebut Nabi dan bukunya disebut kitab suci.

Sampean mungkin keberatan atau tidak senang kalau “suara Tuhan” dianalogikan dengan suara kokok ayam bukan? Gampang. ganti saja kata “kokok ayam” dengan kata lain misalnya “suara alam” atau “nyanyian alam”.  Jadi namanya juga nyanyian alam, ibarat seorang seniman atau musisi, tentu akan menerjemahnya menjadi musik yang berbeda satu sama lain bukan?

Tanya : Terus kalau sekte atau aliran agama itu gimana Mbah? Kenapa dalam satu agama bisa ada banyak sekte, padahal kitab sucinya sama.

Jawab : Kitab suci umumnya ditulis dalam bentuk prosa, puitis, bahasa sastra yang indah dan penuh makna kiasan sehingga untuk memahaminya perlu ditafsirkan atau diterjemahkan. Apa daya, para Nabi sudah meninggal, sehingga tafsiran kitab suci dilakukan oleh penerusnya. Penafsiran tiap orang berbeda dan inilah yang membuat munculnya banyak sekte dan aliran.

Setiap agama pasti memiliki banyak sekte, ada yang libral, ada juga yang ortodox. Kalau kitab suci ditafsirkan oleh kelompok orang yang bijak maka terjemahannya menjadi bijak, kalau ditafsirkan oleh golongan preman mana terjemahannya menjadi radikal.

“Bagi saya konflik atas nama agama adalah merupakan suatu kebodohan. Mereka sedang sibuk saling cakar memperebutkan kebenaran, persis seperti orang yang bertengkar tentang suara kokok ayam”. Mbah Wage

About these ads