Apakah Tuhan itu Ada ?


Pertanyaan ini sepertinya terlalu mudah untuk Anda dijawab bukan? Saya percaya bahwa sebagian besar dari pembaca adalah orang yang beragama jadi tentu tidak akan sinting mengatakan Tuhan tidak ada. Namun apa yang akan anda lakukan kalau ada orang yang mengatakan tidak percaya?

Ribuan tahun lalu, Epicurus (341 BCE – 270 BCE) seorang filosofer dari Yunani pernah mengemukakan pendapat terkenal yang mempertanyakan tentang  kekuasaan Tuhan. Sampai sekarang potongan dari pemikirannya itu masih sering dikutip oleh banyak orang, tidak terkecuali oleh mereka yang awam filsafat seperti saya sekalipun. Berikut adalah cuplikannya :

“Tuhan mau menghapuskan kejahatan, tetapi tidak mampu. Mampu, tetapi tidak mau atau ia tidak mampu dan tidak mau.

Jikalau ia mau, tetapi tidak mampu, berarti ia lemah, hal yang tidak mungkin terjadi pada Tuhan. Jika ia mampu tapi tidak mau, berarti dia jahat. Jika tidak mau dan juga tidak mampu berarti ia jahat dan juga sekaligus lemah. Jadi satu satunya hipotesis yang paling tepat adalah dia mau dan mampu.

Namun kalau Tuhan mau dan mampu, dari mana kejahatan itu berasal? Kalau mampu mengapa Tuhan tidak menghapuskannya?”. Epicurus

Tentu saja, pertanyaan dan logika pemikir dari Epicurus tergolong kurang ajar  dan berani pada masa itu.  Dari catatan di masa Epicurus dan sampai sekarang, pertanyaan tentang Tuhan ini selalu memunculkan kontrofersi dan perdebatan sengit:

  • Benarkah Tuhan itu ada?
  • Bagaimana membuktikan bahwa Tuhan itu ada?
  • Siapa yang menciptakan Tuhan ?
  • Dan berbagai pertanyaan rusuh lainnya

Berbagai analogi jawaban menarik dikemukakan. Analogi tukang jam, analogi tukang cukur, analogi rakit, analogi angin topan yang bertiup di rongsokan besi tua yang akhirnya membentuk pesawat terbang dll. Intinya adalah mencoba menjelaskan bahwa  segala sesuatu tidak terjadi dengan sendirinya, pasti ada yang membuatnya yaitu Tuhan. [Untuk detail cerita silakan lakukan google search]

Scince dan agama

Sain dan agama adalah dua bidang ilmu yang terpisah. Agama adalah dogma dan kepercayaan yang mutlak harus dipercayai kebenarannya, sedangkan sains adalah kebalikannya, bebas untuk `disangkal atau didebat`. Beragam teori atau pengetahuan lama akan gugur atau direvisi ulang kalau ditemukan bukti atau penjelasan baru. Tuhan sampai saat ini tidak bisa diuji ataupun dibuktikan menurut sains sehingga Tuhan dianggap tidak ada. Tuhan bisa jadi Maha Kuasa dan ada dimana mana, tapi  di semua buku dan pelajaran sains, Tuhan sampai saat ini praktis tidak boleh ada.

Tuhan dan Agama

Tuhan dan agama selama ini dianggap ibarat satu paket yang tidak dipisahkan. Membicarakan tentang agama berarti juga membahas tentang Tuhan dan sebaliknya. Tapi bagi yang pernah mempelajari agama Buddha mungkin akan menyangkalnya.  Apa nama Tuhan dalam agama Buddha? Saya yakin siapapun pasti tidak akan bisa menjawabnya. Buddha adalah ajaran tentang prilaku bukan ajaran tentang Tuhan.

Tuhan dan Filsafat

Hampir sebagian besar orang terlebih lagi golongan pelajar pasti mengenal nama Karl Marx. Bagi mereka yang mempelajari ilmu jiwa pasti tahu Sigmund Freud, Kemudian bagi penggemar filsafat pasti akrab dengan nama Nietzsche dan Paul Sartre. Kesemua nama tersebut adalah ilmuwan yang terang terangan mengingkari keberadaan Tuhan. (Link selengkapnya ada disini)

Bagi kalangan agama, nama nama tersebut di atas mungkin sangat dibenci namun bagi dunia pendidikan, khususnya filsafat maka buku dan pemikiran para tokoh tersebut adalah wajib untuk dipelajari. Mereka adalah para pemikir besar pada jamannya.

Tuhan dan Teori Kentut

Tidak sengaja saya menemukan tulisan menarik dan nyeleneh tentang Tuhan disini.  Menurut penulisnya Tuhan dianggap memiliki banyak persamaan dengan kentut.  Perbandingan yang keterlaluan tentu saja tapi sebelum berkomentar, ada baiknya dibaca dulu penjelasan ringkasannya sebagai berikut :

Tuhan ADA tapi tidak terlihat, Kentut juga.  Tuhan, tidak bisa diraba, tapi bisa dirasakan kehadiriannnya. Kentut juga. Namun jelas ketut tidak sama dengan  Tuhan bukan? Alasannya karena kentut keberadaannya adalah sangat jelas, dari suara atau bau. Kentut juga juga jelas sumber keluarnya yaitu lewat lubang, sedangkan Tuhan adalah serba TIDAK JELAS !

Lho, apanya yang tidak jelas? Bukankah keberadaan dan sumber Tuhan adalah jelas? Kalau anda berpendapat seperti di atas, “Keberadaan Tuhan adalah jelas, nyata dan ada” berarti anda sama bodohnya dengan saya, telah terjebak oleh jawaban anda sendiri.

Tuhan haruslah tidak jelas ! Kalau jelas berarti bukan Tuhan tapi Kentut !

Sudah sangat sering saya membaca komentar atau pendapat seseorang sbb: “Saya sangat yakin Tuhan itu ada. Saya tidak melihatnya tapi bisa MERASAKANNYA”.  Hmmm…. merasakannya? Dengan indra apa yang dipakai untuk merasakan Tuhan?   Orang yang bijak berkata “Tuhan ada di hati”.  Ha…ha…ha… Nah, semakin tidak jelas aja.  Isi dompet bisa dilihat tapi isi hati?

Tuhan dan Kentut seakan merupakan sindiran bagi sebagian orang yang sering berdebat tentang Tuhan. Perdebatan yang tidak ada gunanya, ibarat orang memperebutkan kentut. Percaya ya sudah, tidak percaya ya juga udah.

Opini Penutup :

:mrgreen: Jadi kesimpulannya Tuhan itu ada atau tidak?

Tulisan ini tidak akan membuat kesimpulan apapun.  Semuanya diserahkan ke pembaca. Pertanyaan tentang Tuhan, sifatnya adalah personal jadi tidak penting untuk ditanyakan dan juga sekaligus tidak penting untuk dijawab (dengan kata kata).   PRILAKU adalah merupakan jawaban yang paling jujur dan universal. Pertanyaan tentang Tuhan, saya lebih setuju dengan model jawaban ala pendeta Zen yang menjawab sebagai berikut  :

“Jika kukatakan ya, kamu akan berpikir bahwa kamu mengerti tanpa berusaha memahami.  Jika kukatakan tidak, aku terpaksa membantah fakta yang sudah dipahami orang banyak dengan baik.”. ZEN

Kepercayaan terhadap Tuhan TIDAK otomatis membuat seseorang menjadi baik, demikian juga sebaliknya, orang yang tidak percaya pada Tuhan bukan otomatis berarti orang jahat.  Perbuatan baik ataupun  jahat bisa dilakukan oleh siapa saja.


Referensi :

About these ads

About jenggot uban

dongengbudaya [blog abal-abal] : menertawakan diri sendiri
This entry was posted in Atheisme and tagged . Bookmark the permalink.

17 Responses to Apakah Tuhan itu Ada ?

  1. Dalbo says:

    Nuwun sewu…
    Mbah, salut mabah..setuju..kalau begitu lebih baik memperbaiki kualitas Kentut sendiri dan memahami esensinya….

    Dalbo with Love.

    :) Ya benar, kualitas kentut harus terus diperbaiki agar nanti tidak malu-malu in di tempat orang banyak.

  2. Dalbo says:

    Nueun sewu….
    ……dan satu lagi mbah, baru saya lakukan investigasi dan experimennt yg hasilnya menyimpulkan, bahwa ternyata “Kentut” lebih jelas asal usulnya, kalau orang jawa bilang jelas sngkan paraning dumadi…..

    Dalbo with loughter….

    :) Jawab : Syukurlah kalau sudah paham dan mulai detik ini Padepokan Mbah ini sudah layak diwariskan ke Sampean

    • Dalbo says:

      Ha.ha ha..jangan mbah…lha wong sih banyak sing ngantri, lagian mbah nanti mau kabur kemana…

      :) Jawab : Hah ?! Kabur? Emang Mbah maling jemuran, pake kabur segala. Cuma sumpek aja, jadi sekali kali khan perlu turun gunung.

  3. BUDI DUMADI says:

    Mbah Mau tanya aja,,, Kentutnya itu berbau bau sekali atau tidak Ya…he.he.he bisaaa ajah Mbah ini..
    Tapi Mbah ini ada benarnya tentang TUHAN tergantung dari individualnya Masing2 Loch…..Kalau Percaya ya bagus nda pun ya Sekarep Dewenya Org tsb……Salam

    :) reply : he..he..sekarep dewe

    • Guess who ? says:

      Berbicara mengenai tuhan itu seperti … menangkap angin !

      Reply : tepatnya angin surga, kadang angin sepoi sepoi, atau bisa juga angin topan

    • Guess who ? says:

      Tambahan : angin mamiri

    • Wisnu Tiang Jawi says:

      tp klo dah masuk angin jdnya malah repot! kudu dikeluarkan tu si angin,,,,,xixixi

  4. Anonymous says:

    Tuhan sampai saat ini tidak bisa diuji ataupun dibuktikan menurut sains sehingga Tuhan dianggap tidak ada.
    ———————–
    dgn sains/penelitian diketahui bahwa tubuh manusia adalah sistem fisik/hardware,
    sementara pikiran, kepercayaan, keyakinan, perasaan, hati nurani manusia, dsbnya…maupun mengenai tuhan…dpt diklasifikasikan sebagai softwarenya.

    maka jelas, tuhan…ADA, berbasis/berwujud data/software pada otak/cpu manusia,..
    atau scr kasarnya tuhan adalah salah satu produksi/peliharaan krn adanya sistem fisik (tidak semua* ) manusia,

    * oleh kerana itulah wajar saja jika ada orang yg tidak pernah mengetahui tentang tuhan, maupun yg mengatakan si tuhan telah dibunuhnya (deleted). :mrgreen:

    duluan telor atau ayam..eh..hardware atau sofware ?
    scr praktikal, software tidak mungkin ada jika tiada hardware.
    lah bagaimana caranya biar ada website online (yg dibuat dgn kode misalnya php)..jika komputer (fisik/hardware) tidak pernah diproduksi. {15}

    lantas bagaimana hardware/fisik dan hukum/karakteristiknya bisa ada…
    well,…melalui metode ilmiah pula lah, hingga saat ini manusia masih sedang berusaha mengkonsepkan (yg diistilahkan)…theory of everything.
    ,,(^_^),,

  5. Bayu Angora says:

    “In the beginning Man created God; and in the image of Man created he him.”
    ~ Jethro Tull

    “There is no god higher than truth.”
    ~ Mahatma Gandhi

    Thank God, I`m an atheist. :)

    Reply wage:
    Thank God, I`m an atheist.
    Ha..ha…komentar mantap.

  6. Sang Hidup,
    Wajah Abadi yang tersembunyi dibalik setiap wajah manusia
    Dalam pertemuan denganNya
    Dalam relasi dengan setiap wajah yang datang dan pergi
    Manusia sanggup mengakui bahwa dunia memiliki arti
    Ini bukan sekedar bukti, namun uraian dari kenyataan yang kita hayati

    • ♪ wager says:

      @ Mas Tomy Arjunanto,
      Merupakah suatu kehormatan besar bagi blog ini telah dikunjungi orang bijak seperti Mas Tomy. Saya telah banyak membaca komentar Mas di blog tetangga dan juga sempat beberapa kali berkunjung di blog Mas Tomy. Jadi sekali lagi saya merasa sangat senang dengan kunjungan Mas.

      Bagi rekan lain yang berminat membaca karya tulis Mas Tomy, silakan klik link berikut:
      http://tomyarjunanto.wordpress.com/

      salam. wage

  7. aris says:

    salam senja mbah..
    dari isi tulisan ini, saya cuma tertarik sama perbandingan tuhan dan kentut, bukan kepada ada atau tidaknya tuhan..hehe

    • ♪ wageя says:

      Salam selalu Mas Aris,
      Santai aja. Ambillah bagian yang dianggap menarik dan abaikan sisanya. Sebagian besar rekan disini nyaris kagak peduli dengan topik tulisan. Yang terpenting adalah ada tempat kumpul yang nyaman dan artikel hanyalah sarana yang sebetulnya kagak penting2 amat. salam

    • aris says:

      betul mbah, saya malah suka ketawa sendiri kalo ada yang suka komen marah2 atau terlalu menganggap serius sebuah judul tanpa baca isinya dulu..lah wong isinya abal2 kok di tanggep serius..wuedan tenan yo mbah..hehe

    • :: wager says:

      @ Mas Aris,
      Komentar marah-marah ?
      Ya dicuekin aja Mas.
      salam

  8. sruduk says:

    embeeekkk…. :D
    mentertawai diri sendiri…. bukan mentertawai orang (komen) lain… :)
    salam embek.

    • :: wager says:

      @ Mas Sruduk,
      Terima kasih telah mengingatkan. Menertawakan komentar rekan lain memang kurang bijak dan agar selaras dengan tema blog yaitu menertawakan diri sendiri maka menertawakan komentar rekan lain yang marah2 sebisa mungkin akan diubah menjadi prihatin atau cuek.

      Selengkapnya menjadi “Komentar marah2, ya dicuekin aja……”
      salam

Mail, website dan/atau nama boleh dikosongkan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s