Sekte dan Aliran SESAT, Siapa Takut?


tdgdrerAliran sesat adalah sesuatu yang menakitkan. Kalau dipikir-pikir sepertinya rada susah untuk dipahami, kenapa ya  sekte sesat itu bisa berkembang? Sudah jelas jelas sesat masih juga ada orang tolol yang mau bergabung.  Brainwash atau karena cuci otak? Entahlah.  Yang jelas, aliran sesat  muncul di beberapa tempat dengan berbagai jenis, merek dan kadar kesesatan, mulai dari yang sedikit sesat, 1/4 sesat, 1/2 sesat sampai yang 100 % sesat, mengaku nabi, bertemu malaikat, menerima wahyu bahkan ada yang sampai mengaku bertemu tuhan segala. Duh !

Omong-omong tentang aliran sesat, di tahun 80-90an, masyarakat Indonesia pernah dihebohkan dengan munculnya agama Salamullah, alias  Kerajaan Tuhan Eden. Pendirinya, Lia memanggil dirinya Imam Mahdi, yang menurut kepercayaan yang lazim, akan muncul di dunia sebelum hari kiamat untuk membawa keamanan dan keadilan di dunia. Selain itu, dia juga memanggilnya Bunda Maria, ibu kepada Yesus Kristus. Lia mengatakan bahawa anaknya, Ahmad Mukti, adalah Yesus Kristus.

Di negara barat, agama, aliran atau sekte sesat perkembangannya jauh lebih mengerikan.  Hal ini tidak lepas dari arus kebebasan beragama yang diberlakukan di negara meraka. Hasilnya, agama sesat tersebut memakan korban jiwa yang mencengangkan:

  1. Sekte agama Peoples Temple, Guyana yang pada tanggal 18 November 1978 para pengikutnya melakukan  bunuh diri masal. Jumlah korban yang meninggal adalah 909 orang meninggal, termasuk didalamnya 303 anak anak. Mayat berserakan  di banyak lokasi. Anak dan ibu dalam posisi berpelukan. Duh !
  2. Tanggal 17 March 2000, ajaran sesat kembali menarik perhatian dengan bunuh diri massal yang dilakukan oleh jemaat Movement for the Restoration of the Ten Commandments of God di Uganda, Afrika yang menewaskan 778 orang.
  3. Di negara Jepang, pada tanggal 20 March 1995, sekelompok aliran sesat yang bernama Aum Shinrikyo menyerang stasiun kereta api bawah tanah di kota Tokyo dengan meledakkan gas beracun. Serangan ini dilakukan disaat jam sibuk (rush hour) sehingga merengut banyak korban dan kepanikan yang luar biasa.
  • Duh, ngeri sekali Mbah. Kita harus waspada nih !
  • :mrgreen: Ngeri apaan, bagi Mbah biasa saja tuh……
  • Hah?! Koq malah dianggap biasa?

Sekte Sesat?! Ah, bisa saja tuh….

Dalam kebanyakan kasus, sesat atau tidak sesat adalah lebih banyak merupakan KONFLIK INTERNAL suatu agama dan nyaris tidak ada hubungannya bagi umat agama lain. Sekte Kristen Jehovah’s Witnesses contohnya, yang ajarannya dianggap sesat dan berbahaya karena “menolak” konsep Trinitas. Apakah bagi Anda yang beragama lain menganggap sekte ini berbahaya, merusak akidah Anda sehingga harus diwasapadai? Sepertinya tidak bukan?

Anda pernah mendengar kata Hare Krishna? Ini adalah salah satu sekte Hindu yang keberadaannya menimbulkan polemik pada masyarakat Bali. Akhirnya Departemen agamapun turun tangan dengan membekukan aktifitasnya  dan sampai sekarang (sepertinya) pembekuan ini tidak dicabut. Kasus yang relatif jarang terjadi pada komunitas Hindu sehingga kasus ini menjadi unik dan langka serta hanya terjadi di Indonesia saja. Apakah ribut ribut yang terjadi pada sekte Hindu ini ada pengaruhnya bagi Anda? Jawabannya jelas tidak, bukan? Bahkan bagi mereka yang lebih radikal, akan berkomentar lebih santai: “Sekte apaan tuh, bukankah agama Hindu itu secara keseluruhan sudah sesat?” -  Nah, lho?

Menurut Oxford English Dictionary, agama sesat  (Cult) artinya pandangan atau doktrin teologis atau keagamaan yang dianggap berlawanan atau bertentangan dengan sistem keagamaan ortodoks atau ajaran yang benar. Kemudian menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sesat artinya adalah salah (keliru), berbuat yang tidak senonoh; menyimpang (dari kebenaran tentang agama). Dalam ilmu sosiologi, ajaran sesat merujuk kepada kumpulan manusia yang menganut sesuatu kepercayaan dan amalan yang bertentangan dengan norma masyarakat umum.

Dari definisi di atas tampak jelas bahwa, istilah sesat akan berubah seiring dengan waktu dan tempat. Beberapa abad lalu agama Kristen dianggap sesat oleh orang Romawi sampai akhirnya dianggap menjadi agama resmi alias tidak lagi dianggap sesat. Kemudian diawal kemunculannya agama Kristen Protestan dianggap sesat oleh golongan Katolik. Syiah mungkin sesat di beberapa negara tapi di Iran dianggap waras.

Sekte sesat di negara sekuler

Lain padang lain belalang. Berita tentang sekte sesat yang umumnya selalu disambut heboh dan gonjang ganjing di suatu nagara tokratis, cendrung dianggap wajar di negara sekuler.  Jadi mendirikan agama baru, mengklaim diri sebagai nabi, menyembah Blackberry ataupun menyembah Sandal Jepit adalah dianggap sah sah saja bagi mereka. Jadi untuk kasus Lia Eden  kalau seandainya muncul  di negara liberal, maka dipastikan nyaris tidak akan ada orang yang menanggapi. Sepanjang para pengikutnya tertib, tidak ribut, berisik atau menganggu ketertiban umum, tentu tidak ada alasan untuk melarangnya.

  • :) Bingung nih Mbah. Bagaimana dengan sekte sesat yang memakan korban besar seperti contoh di atas? Bukankah ini artinya berbahaya dan harus dilarang?

Itu sudah termasuk kriminal. Agama atau sekte hanya akan dilarang kalau ajarannya berindikasi melakukan tindakan kriminal. Jadi yang dilarang bukan karena memuja Sandal Jepit, tapi karena menjepit atau mencuri sandal orang.

OPINI PENUTUP

  1. Sesat hanyalah sekedar istilah atau label. Label ini umumnya lebih banyak ditujukan pada kelompok saingannya. Label ini menjadi resmi dan mengikat karena disahkan oleh negara. Syah atau Ahmadiah mungkin sesat di Indonesia tapi tidak untuk negara lain. Jadi apa itu sesat? Jawabannya tergantung tempat, negara atau orang yang Anda tanya.
  2. Sesat sebetulnya bukanlah masalah besar, asal tidak rusuh, rasis dan kriminal. Saat saya pergi ke luar negeri, terlebih lagi ke negara barat, saya akan dikelilingi oleh orang-orang sesat.  Apakah mereka menakutkan, sepertinya tidak.
  3. Semua agama “besar” yang ada sekarang, di awal kemunculannya juga bisa dikatagorikan sebagai aliran sesat. Setelah berkembang dan dianut banyak orang maka dianggap tidak lagi sesat. Jadi sesat atau tidak sesat, tergantung banyak-banyakan orang atau pengikut doang…..

Aliran sesat? Siapa takut.

Sumber foto : Wikipedia
Keterangan foto atas: parade topeng, sumber wikipedia.
(gambar depan hanya sekedar ilustrasi, tidak ada hubungannya dengan isi)

Referensi:

About these ads

About jenggot uban

dongengbudaya [blog abal-abal] : menertawakan diri sendiri
This entry was posted in Serba Sesat. Bookmark the permalink.

27 Responses to Sekte dan Aliran SESAT, Siapa Takut?

  1. Pandawa Lima says:

    Ajaran Sesat….sebuah kata sakti yang mampu menggerakkan massa untuk menghancurkan suatu komunitas oleh komunitas lain mengatas namakan ‘Kebenaran’…..
    Sebagai pembenaran tindakan anarkis karena dianggap tidak sealiran dgn ajaran agama mainstream yg dianggap sudah mapan…
    Ironis……

  2. deloy says:

    Maaf ada yg tau gk tuhan agamanya apa???

    • dongbud says:

      Kata “Sesat” kadang tidak lebih dari sekedar istilah/label dari kelompok (sekte agama) yang satu yang ditujukan pada sekte lainnya. Syah atau Ahmadiah mungkin sesat di Indonesia tapi tidak untuk negara lain. Jadi apa itu sesat? Jawabannya kadang menjadi kabur, tergantung tempat, waktu dan sudut pandang seseeorang/kelompok/negara.

      Apa tuhan agama sesat tersebut? Ya, jawabnya kembali ke bagian atas. Bagi sebagian orang/negara tuhan batu ataupun tuhan sandal jepit tidaklah berbahaya sepanjang pengikutnya berprilaku tertib.

      (Artikel direvesi pada bagian penutup/kesimpulan)

Mail, website dan/atau nama boleh dikosongkan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s