SATRIO PININGIT, Dipercaya, Ditunggu atau Ditertawakan?


250px-piningitPenulis: Wage RahardjoDi kalangan masyarakat Jawa, Satrio Piningit (Satria Piningit atau Ratu Adil) adalah nama yang tentu saja tidak asing lagi atau tidak berlebihan kalau disebut  fenomenal, tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh zaman.  Tanda-tanda kemunculan Sang Ratu Adil yang digandang-gandangkan akan mennjadikan negeri ini menjadi mercusuar dunia ini sudah sangtat dekat yaitu diawali dengan beragam bencana, kekacauan dan huru hara. 

Kita break sejenak untuk memberikan kesempatan pada sebagian pembaca yang linglung, bingung dan garuk garuk kepala kagak ngerti topik: “Ini lagi ngomongin apa sih? Siapa itu Satrio Piningit? Koq heboh sekali?”

Ramalan Jayabaya

Membahas tentang Satria Piningit, mau tidak mau harus diawali dari kisah tentang Jayabaya. Kenapa? Ya tentu saja karena Jayabaya adalah sang penulis, pelontar ide awal atau orang yang meramal kedatangan Satria Piningit. Siapa itu Jayabaya? Beliau adalah raja Kediri, Jawa Timur 1135-1157 AD, yang sangat terkenal dengan tepat mampu meramal atau memprediksi kedatangan dari balatentara Jepang.  Pada salah satu kitab karangannya yang berjudul “Pralembang Joyobhoyo”,  salah satu baitnya menyebutkan :

“Orang Jawa akan diperintah oleh orang kulit putih selama 3 abad dan oleh kerdil kuning untuk masa hidup tanaman jagung sebelum kembalinya Ratu Adil:…..”

Ramalan ini ternyata 99% benar yaitu dengan penjajahan Belanda dan Jepang.  Jadi tidak bisa dibantah lagi bahwa Jayabaya adalah seorang raja sekaligus peramal ulung.

Sekarang kita memasuki topik utamanya. Jayabaya meramalkan bahwa Satrio Piningit akan menjadi Pemimpin Besar Nusantara. Sang Kesatria Tersembunyi (Piningit) ini adalah keturunan Raja Majapahit, ia adalah seorang raja cerdas, jujur dan berprilaku lurus atau benar.  Menurut Jayabaya, dalam perjalanan hidup Satrio Piningit, ia selalu mengalami kesengsaraan, selalu dipermalukan, sial, dan “kesapar” (miskin). Oleh karena itu, ia mendapat julukan “Satrio Wiragung” (The Ksatria Agung). Banyak orang Jawa percaya nubuat (ramalan) ini.

Ia akan menegakkan keadilan di Nusantara dan bergelar “Ratu Adil” (bahasa Indonesia: Raja Keadilan, dalam bahasa Jawa, “Ratu” berarti “Raja” atau “Ratu “). Satrio Piningit tidak akan menjabat sebagai Kepala Negara, tidak akan dipilih dari pemilihan tapi memimpin lewat sebuah revolusi besar-besaran. Satrio Piningit tidak hanya akan memerintah Jawa atau Nusantara tapi juga memerintah dunia. Dan yang paling menarik adalah ramalan tentang kedatanganya yang didahului oleh bencana (alam) yang besar.

Kutipan beberapa ayat tentang Satrio Piningit

  • Bait 140:  Polahe wong Jowo koyo gabah den interi, endi sing bener endi sing sejati, poro topo podho ora wani, podho wedi ngajarake piwulang adi, salah-salah anemahi pati

Terjemahan: Perilaku orang Jawa seperti butiran-butiran padi diatas nampan yang diputar (bulir-bulir padi yg berlarian kesana-kemari saling bertabrakan), mana yang benar mana yang sejati, para pertapa tidak ada yang berani, semua takut mengajarkan ajaran baik, salah-salah bisa mati.

  • Bait 141: Banjir bandang ono ngendi-endi, gunung njeblug tan anjarwani, tan angimpeni. Gehtinge kepathi-pati marang pandhita kang oleh pati geni, margo wedi kapiyak wadine sopo siro sing sayekti.

Terjemahan: Banjir bandang terjadi dimana-mana, gunung meletus tak terduga, tanpa memberi isyarat sebelumnya. Bencinya sangat mendalam terhadap pendeta (orang pintar/waskita) yg menjalani tirakat tingkat tinggi, karena takut terbongkar rahasia siapa dirinya yang sejati(sebenarnya).

  • Bait 159: Selet-selete yen mbhesuk ngancik tutuping Tahun, sinungkalan dhewo wolu, angasto manggalaning ratu, Bakal ono dhewo ngejawantah, apengawak manungsa, apasuryo pindho Bethoro Kresno, awatak Bolodhewo, agegaman Trisulo wedho, jinejer wolak-waliking Zaman, wong nyilih ambhalekake, wong Utang ambhayar , Utang Nyawa bhayar nyowo, Utang wirang nyaur wirang.

Terjemahan: Selambat-lambatnya nanti menginjak tutup tahun, (sinungkalan dhewo wolu, angasto manggalaning ratu = dipimpin 8 dewa, menjabat panglimanya raja = bisa berarti tahun sesuai condro sengkolo). Akan ada dewa menjelma kedunia, berbadan manusia, bermuka seperti Bethara Krisna, berwatak Baladewa, bersenjata Trisula Wedha, sejajar dg terbaliknya zaman, orang pinjam akan mengembalikan, orang hutang akan menyahur, Hutang nyawa bayar nyawa, hutang malu nyahur malu

  • Bait 161: Dunungane ono sikil redhi Lawu sisih wetan, wetane bengawan banyu, adhedukuh pindho Radhen Gatotkoco, Arupa pagupon DORO tundho Tigo, KOYO manungsa angleledho.

Terjemahan: Tempatnya di kaki gunung Lawu sebelah timur, sebelah timurnya sungai (Bengawan) air, berumah seperti Raden Gatotkaca, berupa rumah merpati bertingkat tiga, seperti manusia yang menggoda.

[Catatan: Semua data diatas sumbernya diambil dan diringkas dari Wikipedia (Eng). Diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan menggunakan google translate. Terjemahan direvisi dan dikoreksi oleh Kang Simpang SmP]

APAKAH ANDA PERCAYA ?

Apakah Anda percaya terhadap ramalan tentang kehadiran Satrio Piningit? Jawabannya tentu saja ada 2 yaitu antara kelompok yang percaya dan tidak percaya (kelompok tengah, ragu-ragu, antara percaya dan tidak, diabaikan dulu)

Bagi mereka yang tidak percaya sepertinya sudah sangat jelas. Tidak percaya ya tidak percaya. Wajar khan? Ngapain percaya pada mitos atau ramalan kagak jelas semacam itu?” Setiap orang bebas untuk percaya dan juga sebaliknya bebas untuk tidak percaya.

“Aku tidak percaya mitos semacam itu Mbah, tapi aku mutlak percaya pada Messiah”. Itu sih sama saja alias cuma “beda tongkrongan” doang.  Orang Buddha percaya pada ramalan kedatangan    Maitreya, orang Hindu percaya pada ramalan kedatangan Kalki Avatar dst adalah sama saja. Semua agama pada dasarnya memiliki kepercayaan atau ramalan tentang kehadirian “Super Hero atau Sang Penyelamat” di masa depan.

  • Percaya,  terus ngapa-in?

Nah, sekarang bagi kelompok yang percaya. Lalu apa? Apakah kepercayaan cukup hanya diteriakkan dengan kata “aku pecaya!!” .  Nah, itulah POINT terpenting dari tulisan yang hendak saya sampaikan. [iklan Dongengbudaya: Topik mudah dibuat susah, topik susah tambah susah]. 

Kepercayaan hendaknya disertai dengan tindakan positif bukan kepercayaan pasif yang hanya diteriakkan ataupun pasif menunggu pasrah (kedatangan sang tokoh). Menunggu? menunggu sampai kapan?  Bukan hal aneh sepertinya kalau dalam situasi menunggu tanpa kepastian ini sering dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang memanfaatkannya untuk kepentingan politik dan kekuasaan.

Menunggu sambil baca buku!  Benar ! Nah, inilah inti dan pesan utama dari tulisan ini yaitu kepercayaan itu haruslah bernilai positif. Menunggu sambil belajar atau baca buku, jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan bengong menunggu. Berikut adalah lanjutannya :

  1. Percaya dengan cara bersih-bersih
    Untuk apa? Ya, tentu saja untuk menyambut kedatangan sang Piningit. Lha, katanya percaya? Apa Sampean tidak malu saat Sang Tokoh pujaan kita datang namun disambut dengan sampah berserakan? Kalaupun Satrio Piningit batal datang, setidaknya lingkungan jadi bersih bukan? Nah, inilah namanya kepercayaan yang positif.
  2. Percaya dengan mulai cara hidup tertib
    Walaupun pemimpinnya hebat setengah dewa, tapi kalau rakyatnya tidak bisa hidup tertib ya percuma juga. Apakah untuk hidup tertib harus menunggu kedatangan atau perintah pemimpin?
  3. Percaya dengan cara belajar ilmu sains, ekonomi, sosial, logika dll
    Tujuannya ya agar tidak mudah ditipu dengan cerita hoax, klenik, debat kusir dll. Saya belum pernah dengar ada negara bisa maju dengan mengandalkan ilmu klenik..

Opini Penutup

Kesimpulannya sepertinya sama tidak jauh beda dengan kesimpulan di topik-topik  lainnya.

Yang terpenting bukanlah apa yang saya percayai, tapi sejauh mana kepercayaan itu bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar atau minimal memberikan manfaat bagi diri sendiri. Kalau cuma sebatas jawab “Aku percaya” atau sebaliknya “Aku tidak percaya” ya hanya akan menjadi debat kusir…..

Demikianlah sekilas tulisan tentang Satrio Piningit bagian 1 ini. Kalau ada yang salah dan tidak berkenan, mohon dimaafkan.

[end]

Gambar hanya sekedar ilustrasi
Sumber image : krishna.com

Referensi  :  http://id.wikipedia.org/wiki/Ramalan_Jayabaya,
http://en.wikipedia.org/wiki/Satrio_Piningit,
http://sabdalangit.wordpress.com/2008/09/11/ratu-adil-kian-dekat-sekali/
http://leadershipprincipal.wordpress.com/2012/10/07/satrio-piningit-special-posting/

About these ads

About O-O

Berusaha membangunkan Macan Indonesia
This entry was posted in Satrio Piningit and tagged . Bookmark the permalink.

428 Responses to SATRIO PININGIT, Dipercaya, Ditunggu atau Ditertawakan?

  1. js says:

    Salam Mas Balanedewa…JDD…sedoyo sedulur……

    Hanya sedikit kata yang ada dalam hati ini ketika berbicara soal PSK….yakni ” kasihan ” dan perlu mendapat pertolongan dengan segera….
    PSK sebagai seseorang / banyak orang yang bertahan dan terus ingin HIDUP. …..hidup seperti manusia juga….

    Kita semua juga para PSK ( Pesakitan sakit Kronis ) sama dengan manusia yang lain , benar benar mencari nafkah dengan cara bermacam demi HIDUP……hidup diri kita dan anggota keluarga / anak istri atau orang tua , saudara dan lain lain….

    Semoga para PSK bukan sebagai seseorang yang selalu hidup senang karena mudah dapat uang lalu mencari kesenangan duniawi / hura hura….beli ini beli itu bahkan pecandu narkoba…..

    Di negeri ini….maka apa dan siapa yang sebenarnya sebagai ” Pelacur “….melacurkan diri tetapi bukan dengan menyewakan onderdil / kelamin….akibat dari itu mengakibatkan Negeri ini seperti manusia yang terkena penyakit kronis / aids….” nglimpruk ” loyo , kusut , kusem seperti gombal amoh…..

  2. Pingback: Rhoma Irama Calon Presiden (?) : Otak-Atik Ramalan Notonogoro | Dongeng Budaya

  3. jenggot uban says:

    Iseng iseng lihat tanda jempol,
    Tulisan ini dapat:jemol dengan perbandingan
    12 – 2
    Jadi kurang 1 klik lagi agar jadi 12-12 .

    CATATAN : Jangan sungkan klik jempol bawah karena tidak akan tercatat alias orang yang klik tidak akan ketahuan. Klik jempol kebawah juga berarti jujur.

    • o-o says:

      Tak perlu kuatir bila ngeklik jempol terbalik.. tidak menggigit kok… wakkkkk.

    • jenggot uban says:

      Wakakakkk….benar Kang. Tdk akan menggigit. Saya malah senang, karena itu artinya orangnya peduli dan menuntut kualitas artikel yang lebih bermutu. Jempol kebalik juga membantu orang agar tidak gila dan stress.

  4. Anonymous says:

    Menarik sekali artikelnya, mas. Tapi sayangnya…setelah melihat ciri-ciri Satrio Piningit tersebut, saya semakin yakin kalau ia bukanlah juru selamat, melainkan sebaliknya: penipu ulung nomor satu sejagat umat manusia yaitu…DAJJAL. dari trisula, julukan ‘piningit’ (tersembunyi), penguasaan lewat revolusi besar-besaran, sampai ke sifat ke’dewa’annya. Terutama di bagian: “Gehtinge kepathi-pati marang pandhita kang oleh pati geni, margo wedi kapiyak wadine sopo siro sing sayekti.”

    Menggelikan. Heran, kenapa seseorang bercirikan Dajjal diramalkan akan menjadi Juru Selamat/Ratu Adil Indonesia? Apa ini negara benar-benar negara celaka? Hahaha. Yah, saya harap penafsiran saya salah. :)

    • wagerrr says:

      Komentar yang bagus Mas. Saya tidak akrab dengan konsep juru selamat atau dajjal, jadi bagian ini saya tidak bisa berkomentar banyak. Saya lebih tertarik dengan ulasan kepemimpinannya.

      Di negara tertentu, pemimpin diihasilkan lewat proses pendidikan dan pengalaman. Sedangkan di negara lain, pemimpin ditunggu jatuh dari langit.

      Di negara lain, pergantian pemimpin selalu mulus dan “melahirkan” pemimpin berkualitas, sedangkan di belahan dunia lain, pergantian pemimpin cendrung melahirkan perpecahan dan kadang didahului dengan huru-hara.

      Di negara tertentu mereka mencetak atau menciptakan pemimpin, sedangkan di negara lain masyarakatnya menunggu pemimpin.

    • SUARA says:

      He he he
      Dajjal ndak usah dibawa bawa kalo bicara Satriyo Piningit…

      Konteks SP positif banget…
      Cita cita :
      membawa kebaikkan kemuliaan, kejayaan.
      Membangun Aura Asa.
      Menghidupkan aura positif untuk situasi terkini.
      Menghidupkan hati tentang optimismax

      Utk Anonymous on :
      ( tapi jangan pingsan lo..kalau tau siapa dajjal ….ha ha ha )
      Gampang lo…siapa dajjal ?
      just for anonymous on :
      sebuah knowledge tentang dajjal.
      Knowledge dajjal dari mana, tentu dari rangkaian kalimat, sumber kalimat itu dari mana? Dari tulisan, sumber tulisan itulah didapat dari mana ……..
      dari buku, atau dari tong sampah, atau dari ceritera orang ‘negatif ‘. Atau is dam comunity..because causa prima negatifed name : dajjal.
      sumber nya dajjal ….ya..asal usul knowledge itu sendiri.
      Negative mainstream.
      Kata dajjal sumber konflik dunia.
      Hapus aja kosa kata dajjal didunia dan alam semesta.
      …biar tahu aja.

      SATRIYO PININGIT
      sebuah hal yang mulia utk negeri kita.
      Tdk usah berdebat, jelas positif, kita yakini PASTI ADA…..
      Karena mutlak jelas ada kemuliaan, kejayaan dari definisi istilah Satriyo Piningit.
      Tugas kita yang cinta Indonesia, Hanya satu :
      yakin,
      YAKIN.
      Satriyo Piningit Jadi muncul di bumi Indonesia…
      Membawa kemakmuran, kemuliaan, kewibawaan, kedamaian, perdamaian, kesejukkan, di tanah air Negeri kita tercinta, Indonesia

      Ok lah …
      open mind,
      open ur heart,
      positif think, smart intelektuality…
      our hope together,.wake up strong Indonesia Tercinta.

  5. Anonymous says:

    Satrio Piningit Sama Ratu Adil I2 Beda..
    Satrio Piningit I2 Laki” Sdangkn Ratu Adil I2 Wanita
    Dan Satrio Piningit Maupun Ratu Adil I2 Punya Tanda Gaib Yg Berbeda ,,.
    Gak Da Hbunganya Dgn Dhajjal Kalo Anda Pingin Lbh Jelaz Mengenai Ratu Adil Dan Satrio Piningit Silahkan Hub Sy

    • dewi says:

      @ kang Ades,

      congratulation…. emmuuach!!…

      saya sudha mampir, maunya menyapa tetapi ruang komentar belum di buka, ya udha saya ucapkan selamat dari sini saja ya :) ….

      semoga tambah sukses, semakin getol menulis di blog pribadi tentang wangsit siliwangi… dan juga asmara dalam hati… xixixixixi…

  6. ALKITAB YESAYA 53 says:

    Hamba TUHAN Yang Menderita
    53:1 Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?
    52:13Sesungguhnya, hamba-Ku pasti berhasil, Satria Piningit ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
    52:14 Seperti banyak orang akan tertegun melihat Satria Piningit–begitu buruk rupa, bukan seperti manusia lagi, dan tampak bukan seperti anak manusia lagi—
    52:15 demikianlah Satria Piningit membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja mengatupkan mulut melihat Satria Piningit; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.
    53:2 Sebagai taruk Satria Piningit tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai Tunas dari tanah kering. Satria Piningit tidak tampan dan semarakpun tidak ada sehingga manusia memandang Satria Piningit, dan rupapun tidak, sehingga wanita menginginkan Satria Piningit.
    53:3 Satria Piningit dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; Satria Piningit sangat dihina, sehingga orang menutup muka terhadap Satria Piningit dan bagi manusiapun Satria Piningit tidak masuk hitungan.
    53:4 Tetapi sesungguhnya, penyakit manusialah yang ditanggung Satria Piningit, dan kesengsaraan manusia yang dipikul Satria Piningit, padahal manusia mengira Satria Piningit kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
    53:5 Tetapi Satria Piningit tertikam oleh karena pemberontakan manusia, Satria Piningit diremukkan oleh karena kejahatan manusia; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi manusia ditimpakan kepada Satria Piningit, dan oleh bilur-bilurnya manusia menjadi sembuh.
    53:6 Manusia sekalian sesat seperti srigala, masing-masing mengambil jalan sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepada Satria Piningit kejahatan manusia sekalian.
    53:7 Satria Piningit dianiaya, tetapi Satria Piningit membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulut seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulu, Satria Piningit tidak membuka mulut.
    53:8 Sesudah penahanan dan penghukuman Satria Piningit terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkan? Sungguh, Satria Piningit terputus dari negeri orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku Satria Piningit kena tulah.
    53:9 Orang menempatkan hidupnya di antara orang fasik, dan dalam hidupnya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun Satria Piningit tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulut Satria Piningit.
    53:10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan Satria Piningit dengan kesakitan.Apabila Satria Piningit serahkan diri sebagai korban penebus salah, Satria Piningit melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN terlaksana olehnya.
    53:11 Sesudah kesusahan jiwa, Satria Piningit melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka Satria Piningit pikul.
    53:12 Sebab itu Aku membagikan kepada Satria Piningit orang besar sebagai rampasan, dan Satria Piningit memperoleh orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena Satria Piningit telah serahkan nyawanya ke dalam maut dan karena Satria Piningit terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun Satria Piningit menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak

Mail, website dan/atau nama boleh dikosongkan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s