SATRIO PININGIT, Dipercaya, Ditunggu atau Ditertawakan?

250px-piningitPenulis: Wage Rahardjo – Di kalangan masyarakat Jawa, Satrio Piningit (Satria Piningit atau Ratu Adil) adalah nama yang tentu saja tidak asing lagi atau tidak berlebihan kalau disebut  fenomenal, tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh zaman.  Tanda-tanda kemunculan Sang Ratu Adil yang digandang-gandangkan akan menjadikan negeri ini menjadi mercusuar dunia ini sudah sangtat dekat yaitu diawali dengan beragam bencana, kekacauan dan huru hara. 

Kita break sejenak untuk memberikan kesempatan pada sebagian pembaca yang linglung, bingung dan garuk garuk kepala kagak ngerti topik: “Ini lagi ngomongin apa sih? Siapa itu Satrio Piningit? Koq heboh sekali?”

Ramalan Jayabaya

Membahas tentang Satria Piningit, mau tidak mau harus diawali dari kisah tentang Jayabaya. Beliau adalah raja Kediri, Jawa Timur 1135-1157 AD, yang sangat terkenal dengan tepat mampu meramal atau memprediksi kedatangan dari balatentara Jepang.  Pada salah satu kitab karangannya yang berjudul “Pralembang Joyobhoyo”,  salah satu baitnya menyebutkan :

  • “Orang Jawa akan diperintah oleh orang kulit putih selama 3 abad dan oleh kerdil kuning untuk masa hidup tanaman jagung sebelum kembalinya Ratu Adil:…..”

Ramalan ini ternyata 99% benar yaitu dengan penjajahan Belanda (orang kulit putih) dan Jepang (orang kerdil berkulit kuning).  Jadi tidak bisa dibantah lagi bahwa Jayabaya adalah seorang raja sekaligus peramal ulung.

Sekarang kita memasuki topik utamanya. Jayabaya meramalkan bahwa Satrio Piningit akan menjadi Pemimpin Besar Nusantara. Sang Kesatria Tersembunyi (Piningit) ini adalah keturunan Raja Majapahit, ia adalah seorang raja cerdas, jujur dan berprilaku lurus atau benar.  Menurut Jayabaya, dalam perjalanan hidup Satrio Piningit, ia selalu mengalami kesengsaraan, selalu dipermalukan, sial, dan “kesapar” (miskin). Oleh karena itu, ia mendapat julukan “Satrio Wiragung” (The Ksatria Agung). Banyak orang Jawa percaya nubuat (ramalan) ini.

Ia akan menegakkan keadilan di Nusantara dan bergelar “Ratu Adil” (bahasa Indonesia: Raja Keadilan, dalam bahasa Jawa, “Ratu” berarti “Raja” atau “Ratu “). Satrio Piningit tidak akan menjabat sebagai Kepala Negara, tidak akan dipilih dari pemilihan tapi memimpin lewat sebuah revolusi besar-besaran. Satrio Piningit tidak hanya akan memerintah Jawa atau Nusantara tapi juga memerintah dunia. Dan yang paling menarik adalah ramalan tentang kedatanganya yang didahului oleh bencana (alam) yang besar.

Kutipan beberapa ayat tentang Satrio Piningit

  • Bait 140:  Polahe wong Jowo koyo gabah den interi, endi sing bener endi sing sejati, poro topo podho ora wani, podho wedi ngajarake piwulang adi, salah-salah anemahi pati.Terjemahan: Perilaku orang Jawa seperti butiran-butiran padi diatas nampan yang diputar (bulir-bulir padi yg berlarian kesana-kemari saling bertabrakan), mana yang benar mana yang sejati, para pertapa tidak ada yang berani, semua takut mengajarkan ajaran baik, salah-salah bisa mati.
  • Bait 141: Banjir bandang ono ngendi-endi, gunung njeblug tan anjarwani, tan angimpeni. Gehtinge kepathi-pati marang pandhita kang oleh pati geni, margo wedi kapiyak wadine sopo siro sing sayekti. Terjemahan: Banjir bandang terjadi dimana-mana, gunung meletus tak terduga, tanpa memberi isyarat sebelumnya. Bencinya sangat mendalam terhadap pendeta (orang pintar/waskita) yg menjalani tirakat tingkat tinggi, karena takut terbongkar rahasia siapa dirinya yang sejati(sebenarnya).
  • Bait 159: Selet-selete yen mbhesuk ngancik tutuping Tahun, sinungkalan dhewo wolu, angasto manggalaning ratu, Bakal ono dhewo ngejawantah, apengawak manungsa, apasuryo pindho Bethoro Kresno, awatak Bolodhewo, agegaman Trisulo wedho, jinejer wolak-waliking Zaman, wong nyilih ambhalekake, wong Utang ambhayar , Utang Nyawa bhayar nyowo, Utang wirang nyaur wirang. Terjemahan: Selambat-lambatnya nanti menginjak tutup tahun, (sinungkalan dhewo wolu, angasto manggalaning ratu = dipimpin 8 dewa, menjabat panglimanya raja = bisa berarti tahun sesuai condro sengkolo). Akan ada dewa menjelma kedunia, berbadan manusia, bermuka seperti Bethara Krisna, berwatak Baladewa, bersenjata Trisula Wedha, sejajar dg terbaliknya zaman, orang pinjam akan mengembalikan, orang hutang akan menyahur, Hutang nyawa bayar nyawa, hutang malu nyahur malu
  • Bait 161: Dunungane ono sikil redhi Lawu sisih wetan, wetane bengawan banyu, adhedukuh pindho Radhen Gatotkoco, Arupa pagupon DORO tundho Tigo, KOYO manungsa angleledho. Terjemahan: Tempatnya di kaki gunung Lawu sebelah timur, sebelah timurnya sungai (Bengawan) air, berumah seperti Raden Gatotkaca, berupa rumah merpati bertingkat tiga, seperti manusia yang menggoda.

[Catatan: Semua data diatas sumbernya diambil dan diringkas dari Wikipedia (Eng). Diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan menggunakan google translate. Terjemahan direvisi dan dikoreksi oleh Kang Simpang SmP]

APAKAH ANDA PERCAYA ?

Setelah membaca penjelasan dan bait-bait ramalan di atas, pertanyaan menarik yang muncul kemudian adalah “Bagamana tanggapan Anda? Apakah Anda percaya terhadap ramalan tentang kehadiran Satrio Piningit?” Jawabannya tentu saja ada 2 yaitu antara kelompok yang percaya dan tidak percaya (maaf, kelompok tengah, ragu-ragu, antara percaya dan tidak, diabaikan dulu)

Bagi mereka yang tidak percaya sepertinya sudah sangat jelas. Tidak percaya ya tidak percaya. Wajar khan? Ngapain percaya pada mitos atau ramalan kagak jelas semacam itu?” Setiap orang bebas untuk percaya dan juga sebaliknya bebas untuk tidak percaya.

“Aku tidak percaya mitos semacam itu Mbah, tapi aku mutlak percaya pada Messiah”. Itu sih sama saja alias cuma “beda tongkrongan” doang.  Orang Buddha percaya pada ramalan kedatangan    Maitreya, orang Hindu percaya pada ramalan kedatangan Kalki Avatar dst adalah sama saja. Semua agama pada dasarnya memiliki kepercayaan atau ramalan tentang kehadirian “Super Hero atau Sang Penyelamat” di masa depan.

  • Percaya,  terus ngapa-in?

Nah, sekarang bagi kelompok yang percaya. Lalu apa? Apakah kepercayaan cukup hanya diteriakkan dengan kata “aku pecaya!!” .  Nah, itulah POINT terpenting dari tulisan yang hendak saya sampaikan. [iklan Dongengbudaya: Topik mudah dibuat susah, topik susah tambah susah]. 

Kepercayaan hendaknya disertai dengan tindakan positif bukan kepercayaan pasif yang hanya diteriakkan ataupun pasif menunggu pasrah (kedatangan sang tokoh). Menunggu? menunggu sampai kapan?  Bukan hal aneh sepertinya kalau dalam situasi menunggu tanpa kepastian ini sering dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang memanfaatkannya untuk kepentingan politik dan kekuasaan.

Menunggu sambil baca buku!  Benar ! Nah, inilah inti dan pesan utama dari tulisan ini yaitu kepercayaan itu haruslah bernilai positif. Menunggu sambil belajar atau baca buku, jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan bengong menunggu. Berikut adalah lanjutannya :

  1. Percaya dengan cara bersih-bersih
    Hah?!?! Apa hubungannya? Ya, jelas ada toh. Pemimpin datang ya harus disambut khan? Apa Sampean tidak malu saat Sang Tokoh pujaan kita datang, disambut dengan sampah berserakan? Kalaupun Satrio Piningit batal datang, setidaknya lingkungan jadi bersih bukan? Nah, inilah namanya kepercayaan yang positif versi dongbud.
  2. Percaya dengan mulai cara hidup tertib
    Satria Piningit muncul, suasana pasti heboh, ingin salaman, ingin foto, menyampaikan keluhan dll. Kalau semua orang berebutan mirip seperti pasar hewan, ya susah. Jadi sikap tertib adalah mutlak perlu. Hidup tertib harus dibiasakan mulai sekarang, sekalian latihan sebelum Satria Piningit datang. Contohnya ya tertib saat antri, tertib berlalu lintas dll. Walaupun pemimpinnya hebat setengah dewa, tapi kalau rakyatnya tidak bisa hidup tertib ya percuma juga. Sebelum datang, Satria Piningit sudah pusing duluan.
  3. Percaya dengan cara belajar, rajin baca buku, ilmu sains, ekonomi, sosial, logika dll
    Tujuannya ya agar tidak mudah ditipu dengan cerita hoax, klenik, debat kusir dll. Nah, bagian ini juga tidak kalah pentingnya. Semua orang mendambakan negaranya maju, sejahtera, jadi mercusuar dunia dll, namun sampai sekarang saya belum pernah dengar ada negara bisa maju dengan mengandalkan ilmu klenik. Basic atau landasan dasar dari kemajuan salah satunya adalah kuatnya pondasi pendidikan dari warganya, baik itu pendidikan formal ataupun pendidikan non formal.

Opini Penutup

Kesimpulannya sepertinya sama tidak jauh beda dengan kesimpulan di topik-topik  lainnya.

Yang terpenting bukanlah apa yang saya percayai, tapi sejauh mana kepercayaan itu bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar atau minimal memberikan manfaat bagi diri sendiri. Kalau cuma sebatas jawab “Aku percaya” atau sebaliknya “Aku tidak percaya” ya hanya akan menjadi debat kusir…..

Demikianlah sekilas tulisan tentang Satrio Piningit bagian 1 ini. Tulisan lain untuk topik yang sama bisa dibaca di katagori : Seri Satria Piningit. Kalau ada yang salah dan tidak berkenan, mohon dimaafkan.

[end]

wager.png

Gambar hanya sekedar ilustrasi
Sumber image : krishna.com

Referensi  :


| Go to Top | Halaman Depan | Tulis Komentar |


About these ads

532 comments on “SATRIO PININGIT, Dipercaya, Ditunggu atau Ditertawakan?

  1. "Permisi Numpang Lewat" says:

    salam buat rekan2 semua……

    lepas dari ….benar …..atau …… tidak benar ……..mau menghargai …..atau…..tidak menghargai……..itu urusan pribadi masing2 ….saya kira, kita sebagai manusia yang berbudaya…..berbangsa dan bernegara……marilah kita….bisa menghargai pendapat orang 2 yang ada disekitar kita….klu kita belum bisa menghargai…..seyogyanyalah kita belajar menghargai.

    kedatangan orang2 yg bakal jadi pemimpin …….sejak dulu sebelumnya juga diramalkan …… terutama oleh kaum non muslim……..

    nabi Yusuf As sebelum menjadi nabi …..yg terlebih dahulu mengetahui adalah ayahnda sendiri…..setelah nabi yusuf As menceriterakan mimpinya kepada ayahndanya…..yaitu mimpi tentang bintang ………

    Rosullullah sendiri pada saat diajak oleh pamannya ….beliau sebelumnya sudah diramal….bahwa paman beliau disuruh menjaga rosullullah dengan baik2….karena beliau bakal menjadi pemimpin besar kelak.

    marilah kita belajar bersosialisasi …….yang baik…..perbedaan pendapat adalah rahmatt bagi kita…..kita menghargai orng lain agar orang lain juga ” bisa ” menghargai kita.

    temen2 semua ……dengan tidak mengurangi rasa hormat saya…….saya maaf sebelumnya jika ..ada kata atau ucapan kurang kurang berkenan di hati temen2 semua

    wasalam….

  2. dodi says:

    Dalam sebulan ini aq sdh menyusun strategi guna kebangkitanku mengambil hak ku juga melaksanakan tugas hidupku bagi bumi indonesia jg dunia,doakanlah aku supaya apa yg diamanahkan dipundaku terlaksana sebagai mana mestinya,amin yarobbalalamin

  3. Paman Dalbo says:

    Nuwun sewu..
    @ Rama Wijaya
    Dan perlu anda ketahui Dewa memiliki Nafsu sedangkan Malaikat tidak memiliki nafsu. Jadi sudah jelas antara Dewa dan Malaikat berbeda.
    ———————————-
    Paman merasakan ada sebuah pesan yg hendak di sampaikan dg tulisan di atas, namun paman belum jelas betul apa pesan sdr Rama sebetulnya, kalau boleh paman bertanya dua hal saja.

    1. Sdr Rama wijaya sendiri termasuk yg mana, yg memiliki nafsu atau yg tidak memiliki nafsu?
    2. Bagai mana dg Tuhan, Beliau memiliki nafsu atau tidak memiliki nafsu?

    Oh ya just incase kl jawaban yg nmr 2, Tuhan tidak memiliki nafsu, lalu untuk apa kita menyembah2 dan memuji mujinya?

    @ Sdr Dodi, Paman ikut ber do’a semoga strategi dan harapan anda akan bisa bermanfaat bagi kehidupan.

    Asah asih asuh

    PD>

  4. Rama Wijaya says:

    Paman Dalbo yang terhormat

    Kedudukan Dewa, antara Manusia dan Hewan

    Tuhan menciptakan jawata ( para dewa ), setelah diciptakannya manusia sedangkan spesies jawata, terdiri jin, setan, peri,perayangan, dsb.

    Dikisahkan pada serat sasangka jati bahwa terciptanya mahluk halus sebangsa lelembut , jin , peri perayangan itu berasal dari kekuatan anasir api yang terbakar disaat terjadinya jagad raya ini.
    Adapun jiwa dari mahluk halus tersebut adalah kuasanya pangeran atau bisa disebut sebagai salah satu pangeran. Yakni bayangannya sukma kawekas . jadi bukan pribadi dari sukma kawekas itu sendiri melainkan dari halusnya anasir api .
    Karena itulah anasir tersebut tidak nampak didepan mata sebab ia tidak memiliki busana yang lain lagi. Akan tetapi tetap bisa hidup jadi penguasanya adalah Tuhan Yang Maha Esa . dalam bahasa lain yang menjadi jiwa jawata itu tidak memakai roh suci, juga tanpa panuntun, sukma sejati. Hanya berdasar kepada sifat penguasanya Tuhan saja. Lantaran itulah kekuasaannya lebih besar ketimbang kuasanya manusia, yang jauh dengan Pangeran dan diri sendiri.
    Tapi sejatinya manusia yang dekat dengan Pangeran dapat dipastikan ilmu yang dikuasai akan lebih banyak ketimbang para jawata. Dalam cerita pewayanganpun dapat dilihat beberapa contoh bahwa manusia bisa mengalahkan para dewa . misalnya tokoh semar. Kresna , wisanggeni bahkan tokoh raksasa spt Rahwana atau Niwata kawaca penah mengalahkan Dewa di Kahyangan .
    Adapun perbedaan mendasar antara jawata dan manusia serta mahluk hidup lain spt hewan dan tumbuhan .
    Jawata atau bangsa lelembut jasad dan tubuhnya tidak bisa rusak meski hanya secuil atawa patah .sedangkan manusia dan tumbuhan adalah bisa rusak.
    Akan tetapi soal tataran, umur bisa dikatakan sama , yakni sama sama ada batasnya . tapi bangsa jawata pada tataran usia lebih panjang dibanding manusia, hewan maupun tumbuhan . umur dari jawata dan sejenisnya bisa ribuan tahun tetapi sejatinya manusia bisa lebih panjang umurnya, bukan secara fisik ( jasad) namun ruhnya manusia lebih unggul sebab jiwa manusia itu bersifat langggeng. Sedangkan jiwa para jawata tidak abadi.

    Jiwa beragam

    Hanya saja kekuasaan gusti kan murbeng dumadi ( Tuhan ) diberikan yang menjadi jiwa para dewata itu sangatlah beragam. Yang besar tentu saja mempunyai kekuasan yang besar pula sedang yang kecil mempunyai kekuasan yang kecil pula. Sedangkan kuaasa Tuhan yang diberikan jadi jiwanya para dewata tadi, karena tidak tetutupi kekuatannya jagad besar yaitu kekuatan makan, minum, tidur atau sahwat. Oleh karena itu para jawata tadi bisa menerima dan mengembangkan kuasanya Pangeran yang indah indah seperti mahluk kamayan dan sejenisnya . dlam arti bisa menuruti apa yg menjadi keinginannya , kemudian soal berpindahnya kekuasaan yang menjadi jiwanya para jawata , semuanya itu lagi lagi beragam garis batasnya diibaratkan roda yang dilemparkan terus menggelinding kalau kekuatan yang melindungi tadi sudah habis , ini bisa diartikan kuasanya jawata yang diberikan pangeran kepadanya bisa jadi akan habis. Jadi para jawata yang rusak itu adalah jiwanya sedangkan raganya akan kembali ke anasir api. Ini sngat beda dengan titahnya manusia atau hewan yang rusak badannya tapi jiwanya tetap langgeng kembali pada Pangeran lagi.

    Catatan : jiwanya para jawata( Dewa) wujudnya hanyalah kekuatan belaka simpulnya kekuatan yang dipindahkan dari kekuatan tangan untuk melemparkan roda dan seberapa besar kekuatan berputarnya roda, begitulah kekuatan dan umurnya para jawata

    demikianlah Paman Dalbo. mohon maaf kalau ada kekeliruan.

  5. Paman Dalbo says:

    Nuwunsewu..
    @ sdr Rama wijaya..
    Tidak ada yg keliru apa yg tertulis kan di atas, dan Paman ucapkan terima kasih sdh mau berbagi,
    ada beberapa yg kalo boleh Paman tambah sedikit.
    Dewa, berasal dr bahasa Sanskerta ” Div”, yang artinya Cahaya” mungkin kalau dlm khasana Islam hampir sama dg bahan baku Malaikat, tapi tenteu saja konsep kedewataan begitu berbeda dg konsep ke Malaikatan atau kenabian.

    Semar, dlm pewayangan Jawa (memang adanya cuma di Jawa) bukanlah manusia biasa, melainkan Dewa kang ngejawantah, sama halnya dg Krisna, yg titisan wisnu , Semar adalah derivasi dari Hayang wesesa.
    mungkin sebagai pelengkap sdr Rama bisa kaji lagi melalui kitab2 wedaran al: kitab kondo, kitab Paramayoga, Sang wiku,

    Asah asih asuh,
    PD

  6. Rama Wijaya says:

    Paman Dalbo terima kasih atas pencerahannya.

  7. Anonymous says:

    saya percaya , karna menurut saya satria piningit itu sama seperti imam mahdi , dan didalam agam islam , tanda-tanda kiamat itu salah satunya turunlah imam mahdi sebagai khalifah (pemimpin semua manusia )

  8. dodi says:

    Assalamualaikum wr wb..paman wage,,tolong donk hapus semua komentarku,,terima kasih wasalam.

  9. Rama Wijaya says:

    sungguh aneh . . . ada yang ngaku satria piningit sinisihan wahyu . . . merasa tersaingi ha ha ha sehingga mengeluarkan dalil dalil al Quran . . . dia merasa paling benar . . . kalau jadi presiden bisa jadi kacau negara ini. . . . .

  10. es panas says:

    Selamat datang SP ….di Negeri NKRI yang sedang morat marit…..dibutuhkan ekstra kerja keras dalam segala bidang. @

    Rakyat kecil yang paling bawah dan kurang perawatan dan kesejahteraan mohon di prioritaskan… mereka juga ingin hidup tidak selalu susah disetiap harinya@

    Selamat datang SP…selamat bekerja dan berkarya…kita semua menunggu Anda@…

    SP…God Bless You !!!

  11. dev cambrontak says:

    percaya atau tidak saya kira bukan sebuah masalah. mau di tunggu ataupun di tertawakan itupun bukan masalah,yg terpenting adalah adil makmur gemah ripah loh jinawi segera tercipta dibumi indonesia ini,mungkin dengan doa dan kita kembalikan kepada tuhan sang pencipta semesta raya tentang apa yg telah dan yang akan terjadi di negeri ini.namun tdk sy pungkiri sebagai orang sunda sy juga percaya dengan kisah padjadjaran yg sangat erat hubungannya dengan satria pininggit.karena dalam ajaran kasundaan yg saya ketahui seuweu siwi siliwangi saling asah saling asuh saling asih hingga wangi tercium diseluruh negeri.mulih kajati mulang ka asal sampurna sajatina sanksaka merah putih.

  12. anterajaya says:

    sesungguhnya, perjalanan semua negara adalah kepentingan rakyatnya. suatu negeri ditakuti oleh negeri lain ketika kondisi rakyatnya serta kemampuan rakyatnnya jauh diatas kemampuan rakyat negeri lain dengan perbandingan dilihat teknologi, income-perkapita, pembangunan negerinya, dan sebainya. Indonesia memang sangat prihatin sejak merdeka sampai sekarang dengan model “sopan-santun” kita semakin heboh korupsi dan ulah berbagai pejabat dinegeri ini, kondisi separah ini diharapkan kehadiran satria piningit sebagai pemimpin yang maha-penuh-naluri kebangsaan sebagai pelaku penyelesai indonesia yang sedang mendung dan meratap.

  13. Ratu Adil - 666 says:

    Supaya tdk ngelantur keluar dari topik terlalu jauh, maka mari kembali ke Jangka Jayabaya utk referensi sbb:
    Bait 140
    tingkah laku org Jawa sprti gabah ditampi
    mana yg benar mana yg asli
    para pertapa semua tak berani
    takut menyampaikan ajaran benar
    salah-salah dpt menemui ajal.
    Demokrasi, sekulerisme, kapitalisme, liberalisme, neoliberalisme, HAM, pluralisme, moderatisme, nasionalisme adlh kemusyrikan2. Inilah anggur hawa nafsu cabul Amerika Serikat yg akan membuat AS binasa. Juga tlh diterapkan di sini -

  14. Adam Bandawasa says:

    SELAMAT DATANG PARA RATU ADIL

    Ratu Adil diberi kemampuan ilmu yang tidak bisa ditiru oleh siapapun.
    Suatu saat akan banyak orang yang mengaku Ratu Adil.
    Tidak masalah dan jangan terlalu repot.
    TIDAK PERLU DIKRITIK DAN DIPERMALUKAN.
    SIAPA TAHU DIA BENAR RATU ADIL?

    Dari sekian banyak yang muncul mengaku sebagai Ratu Adil,
    SUATU SAAT AKAN PERGI DENGAN SENDIRINYA.
    Malu akan obsesi dan kebohongannya karena tidak mampu
    mewujudkan KELUHUNGAN ILMU sebagai bukti bahwa dirinya
    RATU ADIL YANG SAH DALAM KETETAPAN RABBULALAMIN.

    Ratu Adil yang asli TIDAK BISA DITIRU OLEH SIAPAPUN,
    karena Ratu Adil yang asli MEMILIKI KEMAMPUAN BISA TERBANG,
    BADANGNYA BISA MELAYANG DI UDARA
    TIDAK TERPENGARUH GRAFITASI BUMI.

    Untuk Para Ratu Adil yang sekarang berdatangan,
    SEMOGA SEMUANYA PADA BISA TERBANG MELAYANG DI UDARA,
    AGAR ANDA SEMUA DIAKUI SEBAGAI RATU ADIL.

    Sayangnya yang sekarang pada ngaku sebagai Ratu Adil
    TIDAK DIBERI KESAKTIAN OLEH SANG MAHA PENCIPTA
    dan siap UNTUK BERGUGURAN DI KOMPETISI RATU ADIL.

    Mengagetkan……………….!

    Terima kasih.

  15. Ratu Adil - 666 says:

    akibatnya negeri Indonesia sejak proklamasi 1945 sampai skrg telah menumpuk dosa bertimbun sampai ke langit. Goro2 adlh perwujudan sunatullah / hukum alam kota / negeri yg banyak dosanya dibinasakan Tuhan. Negeri Indonesia akan binasa krn dosa yg dibuatnya, tdk ada pertapa / ulama / tokoh yg mengabarkannya secara lantang. Sebaliknya tanpa ragu2 & tedeng aling2 Satrio Piningit mengabarkannya. Termasuk bakal penggantinya Pajajaran Baru: Daulah Khilafah Islam dgn resiko menemui ajal he he he….!!!

  16. Rama Wijaya says:

    TERJEMAHAN BEBAS RAMALAN SABDA PALON NAYA GENGGONG YANG DULU DILARANG TANPA ALASAN YANG JELAS,

    1. Ingatlah kepada kisah lama yang ditulis didalam buku babad tentang Negara Mojopahit. Waktu itu Sang Prabu Brawijaya mengadakan pertemuan dengan Orang yang bergelar Sunan Kalijaga didampingi oleh punakawannya yang bernama Sabda Palon Naya Genggong. > (Cuplikan Serat Babad Majapahit, Darmagandul yang sempat dilarang zaman ORBA ketakutan dan pendiskriminasian etnis yang tidak boleh mempelajari Budaya Cina oleh Penjajah Dajjal yang ingin terus bercokol di negeri ini).
    2. Prabu Brawijaya berkata lemah-lembut kepada punakawannya,”Sabda Palon sekarang saya sudah menjadi Islam. Bagaimanakah kamu lebih baik ikut Islam sekali, sebuah Agama suci dan baik”. > (Pada bait ini sebuah fakta kebohongan terjadi sejak 500 tahun yang lalu, Islam ajarannya baik tapi oknumnya memanfaatkan untuk menggempur yang lainnya dengan cara mudah sekali mengadu domba sesama, menyesatkan yang lain dan merasa paling benar dimuka bumi sampai detik ini. Tapi bagi yang tidak melakukan pemaksaan dan kekerasan serta pengrusakan apapun alasannya ya….jangan sewot atau mencak-mencak kebakaran jenggot).
    3. Sabda Palon berkata kasar, ”Hamba tidak mau masuk Islam Sang Prabu, sebab saya ini raja serta pembesar Dah Hyang setanah Jawa. Saya ini yang membantu anak cucu serta para Raja di tanah Jawa. Sudah digaris kita harus berpisah”. > (Ini kekukuhan orang Jawa yang masih mempertahankan adat dan budayanya, jaman sekarang mengucapkan hal seperti ini seperti “tidak mau masuk Islam” pasti akan disingkirkan, disesatkan dan dieliminasi, sayang seribu sayang Nusantara yang begitu beragam baik adat, budaya serta keyakinan akan dijadikan satu yakni budaya Arab disetir Dajjal. Lihat berita Nusantara TV, Koran dan lain-lain.)
    4. Berpisah dengan sang Prabu kembali keasal mula saya. Namun Sang Prabu kami mohon dicatat. Kelak setelah lima ratus tahun saya akan menganti Agama Buda lagi, saya sebar seluruh tanah Jawa. > (Ajaran Buda maksudnya ajaran Budi pekerti, tapi tidak ada salahnya memahami ajaran Siwa Buda atau istilahnya kejawen, apapun menurut orang yang tidak senang/aneh yang sampai detik ini banyak diterapkan termasuk di Bali karena Bali adalah Majapahit yang dikenal daripada Indonesia oleh dunia yakni percaya adanya leluhur, kita ada dengan perantara leluhur, sebelum semua menghadap kepada Tuhan YME/Alloh SWT melalui Muhammad SAW/Allah melalui Yesusnya/Ida Hyang Widi Wasa/ Thian atau apapun sebutannya. Kita mengenal Agama yang dibawa oleh penjajah karena Orang tua kita, ingat !!. Jadi tidak ada salahnya kita mengenal leluhur dulu, Nama Tuhan terlalu suci untuk kita sebut dengan mulut yang banyak busuknya ini, sedikit-sedikit membawa nama Tuhan seakan-akan Tuhan yang menyuruh, renungkan!!)

  17. Ratu Adil - 666 says:

    Mengaku bisa terbang lantas minta disebut Ratu Adil? Ho ho ho hu hu hu ha ha ha hue he he he….. Sangat memalukan sekali. Nabi Muhammad SAW tdk bisa terbang toh diakui sebagai org paling adil di dunia. Bisa terbang justru mengingatkan pada Siti Syirik, penyihir yg terbang dgn sapunya itu he he he… Tidak ada kriteria dlm Jangka Jayabaya & Uga Wangsit Siliwangi Ratu Adil bisa terbang. Kalau menipu publik yg canggih mas, jangan kelas kacangan gini, malu-maluin saja he he he….!!!

  18. Ratu Adil - 666 says:

    Yg harus dimengerti dalam memahami agama adalah ajaran kitab sucinya. Sesuai dengan waktu turun & masa berlakunya. Hindu ada di masa Atlantis, kemudian Budha, Yahudi, Kristen & Islam. Oleh krn itu dlm Islam Al Qur’an dipakai utk menguji keotentikan kitab2 suci sebelumnya. Al Qur’an sbgai kebenaran yg hak / sah berlaku saat ini tentu mempunyai kaitan benang merah dgn kitab2 suci sebelumnya yg berasal dari Tuhan yg sama. Keotentikan kitab2 suci terdahulu terganggu krn ada manusia kawan2 syaithan yg merubahnya

  19. Samaritan Kafiroen says:

    Kitab suci : Dibisikkan pada SATU orang saja, tidak ada SAKSI. Di kitab suci Tuhan tidak pernah bilang bumi itu bulat, malah dikatakan bumi di … bentangkan. Nampaknya Tuhan kurang paham ciptaan Nya sendiri ? Bukti bahwa kitab suci dikarang oleh manusia yg tidak tahu bahwa bumi itu bundar seperi bola. Ngapusi nih ye …

  20. Samaritan Kafiroen says:

    Dalam kitab suci matahari (dikatakan) terbit di Timur. Yang menulis kitab suci waktu itu tidak paham/tahu bahwa matahari tetap di tempatnya, BUMI lah yang mengelilingi matahari. Diperlukan seorang Galileo yang membuktikan itu. Salah satu lagi bukti yang menulis kitab suci kurang …pinter

  21. Ratu Adil - 666 says:

    He he he melihat namanya saja sebenarnya komentar diatas tdk perlu dianggap krn jelas org kafir yg tdk percaya kitab suci. Galileo dihukum mati karena diadili berdasar Injil yg sdh kadaluwarsa. Jika majelis hakimnya mengadili berdasar Al Qur’an yg saat itu tahun 1500 an sdh ada pasti selamat. Masalahnya manusianya yg salah menggunakan barang kadaluwarsa he he he… Dan menurut Al Qur’an org kafir itu bodoh & baru saja terbukti 1000 % he he he….!

  22. setan pocong says:

    Hhmmm….Saya jelas setan karena nama saya setan pocong……kenapa mbulet soal agama…bikin ribut , bikin telinga saya yang sudah disumpal kapas atau tanah jadi gatal…debat yang tidak ada arti , hanya omong doang , tanpa bukti nyata dalam berbuat baik terhadap sesama…

    Agama tidak penting bila nurani dan budi luhur naluri welas asihnya dipakai….saya jadi setan karena fanatik agama, jadi setan karena membunuh lawan bicara dalam argumen kebenaran agama dan bertuhan. awalnya debat….terus berlanjut sampai mblenger ngomong. debat kusir kata banyak orang , karena emosi maka saya kepruk kursi salah satu dari mereka dan mati karena dia mengolok ngolok agama saya yaitu islam dan saya akhirnya juga dikepruk oleh bolo bolonya….koit deh saya….lha kok saya jadi setan pocong …mangkel..jengkel ..kecewa karena menurut saya perbuatan saya adalah jihad dan seharusnya saya mati sahid , lha kok saya tidak dibela Allah , tidak masuk surga karena membela agama paling gress suci dan benar , saya malah dimarahi malaikat bahkan dikatakan sangat goblog dan tidak berakal….waaah…malah tambah ngenes hati saya….

  23. Rama Wijaya says:

    @ mas yang mengaku Satria Piningit sinisihan wahyu saya tahu anda ada di blog ini dan para sepuh semua yang ada di blog abal abal ini
    bunyi kidung itu 2 naga sebagai berikut :
    Dene besuk nuli ana,
    Tekane kang Tunjung Putih,
    Semune Pudhak kasunsang
    Bumi Mekah dennya lair,
    Iku kang angratoni,
    Jagad kabeh ingkang mengku,
    Juluk Ratu Amisan,
    Sirep musibating bumi,
    Wong nakoda melu manjing ing samuwan.
    Prabu tusing waliyullah,
    Kedhatone pan kekalih,
    Ing Mekah ingkang satunggal,
    Tanah Jawi kang sawiji,
    Prenahe iku kaki,
    Parek lan Gunung Perahu,
    Sakulone tempuran,
    Balane samya jrih asih,
    Iya iku ratu rinenggeng sajagad.
    (Jayabaya Musabar).

    Terjemahannya kira-kira :
    Kemudian aku datang
    Tunjung Putih
    Pudak Kasunsang
    Lahir di bumi Mekah
    Menjadi raja di dunia,
    Bergelar Ratu Amisan,
    Redalah kesengsaraan di bumi,
    Nahkoda ikut ke dalam persidangan.
    Raja keturunan waliyullah,
    Berkeraton dua,
    Satu di Mekah,

    Dan di pulau Jawa yang satunya,
    Letaknya dekat dengan Gunung Perahu,
    Sebelah barat tempuran,
    Dicintai pasukannya,
    Memang raja yang terkenal di dunia.

    Kutipan kidung 2 naga itu menunjukan bahya satria piningit bukan dari Gunung Lawu tapi dari Gunung Perahu . . . Gunung Perahu ada banyak tapi yang baru saya tahu spt : Tangkuban Perahu jawa barat, Gunung Pinang ( Gunung Perahu ) di Kramat Watu Banten, G. Watu Perahu di Bayat Klaten, G. Perahu di Kendal, G . Perahu dieng, . . . mungkin di jawa timur juga ada.
    nah cuma itu yang saya ketahui. tapi saya tinggal di Klaten tidak berada ditempat itu jadi saya bukan SP.
    Dulu saya memang tinggal di dekat Gunung Pinang ( Perahu) dari Prapatan jalan banten arah sebelah barat. Tapi bukan kali tempuran.
    Saya bukan SP jadi jangan ambil pusing bila anda adalah SP silahkan saja jadi pemimpin . Kalau saya tidak mau jadi pemimpin / presiden . . .pusing mikirin Negara.
    Dan saya memiliki kemampuan spiritual sejak masih SMP sering nolong orang yang kesusahan seperti kena penyakit.
    Pedoman saya hanya satu ” Ingin jadi orang yang berguna bagi orang lain ”
    Nah bagi anda yang merasa dirinya SP teruskan perjuangan lakukan yang terbaik demi kepentingan orang lain.
    Dan Kalau anda mau tahu yang sebenarnya . . . dulu sebelum SBY jadi presiden pernah mengutus ajudannya seperti Mayor Istanto, mayor Bagio dan Mayor Makmun untuk datang ketempat saya di Banten minta di back up serta minta di do’akan agar SBY jadi presiden lalu saya kirim 4 orang anak murid saya ke Cikeas untuk melindungi SBY sedangkan saya dari rumah karena tidak bisa meninggalkan Banten. Saya sempat mengatakan ke ajudan SBY bahwa SBY akan menang di atas 54% dan pada waktu menjelang pemilihan saya tirakat melakukan Shalat Hajat sebanyak 50 rekaat.
    Saya dulu seorang karyawan dengan gaji lumayan besar di pt Krakatau Steel tapi saya termaksa harus keluar karena bila tidak keluar maka Gunung Krakatau akan di ledakkan oleh Para Dewa.
    Demi menyelamatkan Jutaan manusia maka saya mengundurkan diri dari perusahaan meskipun saya pada saat itu akan di berikan jabatan jadi kepala bagian
    Dan sekarang pekerjaan saya sehari hari hanya menolong orang yang sedang kesusahan padahal saya sendiri kesusahan tetapi Allah Maha Adil dan saya yakin tidak akan mati kelaparan demi menolong orang lain tanpa harus memberikan tarif seperti paranormal di negeri ini.
    Naah begitulah . . . mohon maaf terpaksa saya ceritakan pengalaman saya sedikit . . . soalnya saya di berondong terus dengan dalil dan ramalan melalui FB . . . pusing . . . itu sama saja mengingatkan saya masih di Pondok Pesantren . . .

  24. Mbalelono says:

    Masalahnya manusianya yg salah menggunakan barang kadaluwarsa he he he… Dan menurut Al Qur’an org kafir itu bodoh & baru saja terbukti 1000 % he he he….!

  25. Mbalelono says:

    Lha iya, orang-orang yang berpedoman Al Quran itu pinter sekali, bisa mengirim orang ke bulan, ke planet Mars, bisa bikin mobil-mobil seperti Mercedes.BMW, bisa membuat/menemukan satelit,radio,tv,telepon,pesawat terbang, komputer,internet. Oh ya teknologi yg sekarang kita pakai untuk diskusi SP dan hal2 yg gaib adalah teknologi yg berdasarkan Quran. Hebat bat bat … Einstein itu menemukan teori relativitasnya juga berdasarkan Quran. Thomas Edison menemukan listrik karena Quran. Wright bersaudara bikin pesawat juga karena inspirasi Quran. Jerman,Jepang,Singapura,Korea Selatan,Taiwan, China : ekonomi mereka maju pesat karena inspirasi dari Quran…. He hehehehe …

Komentarlah dengan hati senang. Tidak ada paksaan untuk membaca dan juga tidak ada paksaan untuk berkomentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s