SATRIO PININGIT, Dipercaya, Ditunggu atau Ditertawakan?

250px-piningitPenulis: Wage Rahardjo – Di kalangan masyarakat Jawa, Satrio Piningit (Satria Piningit atau Ratu Adil) adalah nama yang tentu saja tidak asing lagi atau tidak berlebihan kalau disebut  fenomenal, tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh zaman.  Tanda-tanda kemunculan Sang Ratu Adil yang digandang-gandangkan akan mennjadikan negeri ini menjadi mercusuar dunia ini sudah sangtat dekat yaitu diawali dengan beragam bencana, kekacauan dan huru hara. 

Kita break sejenak untuk memberikan kesempatan pada sebagian pembaca yang linglung, bingung dan garuk garuk kepala kagak ngerti topik: “Ini lagi ngomongin apa sih? Siapa itu Satrio Piningit? Koq heboh sekali?”

Ramalan Jayabaya

Membahas tentang Satria Piningit, mau tidak mau harus diawali dari kisah tentang Jayabaya. Kenapa? Ya tentu saja karena Jayabaya adalah sang penulis, pelontar ide awal atau orang yang meramal kedatangan Satria Piningit. Siapa itu Jayabaya? Beliau adalah raja Kediri, Jawa Timur 1135-1157 AD, yang sangat terkenal dengan tepat mampu meramal atau memprediksi kedatangan dari balatentara Jepang.  Pada salah satu kitab karangannya yang berjudul “Pralembang Joyobhoyo”,  salah satu baitnya menyebutkan :

“Orang Jawa akan diperintah oleh orang kulit putih selama 3 abad dan oleh kerdil kuning untuk masa hidup tanaman jagung sebelum kembalinya Ratu Adil:…..”

Ramalan ini ternyata 99% benar yaitu dengan penjajahan Belanda dan Jepang.  Jadi tidak bisa dibantah lagi bahwa Jayabaya adalah seorang raja sekaligus peramal ulung.

Sekarang kita memasuki topik utamanya. Jayabaya meramalkan bahwa Satrio Piningit akan menjadi Pemimpin Besar Nusantara. Sang Kesatria Tersembunyi (Piningit) ini adalah keturunan Raja Majapahit, ia adalah seorang raja cerdas, jujur dan berprilaku lurus atau benar.  Menurut Jayabaya, dalam perjalanan hidup Satrio Piningit, ia selalu mengalami kesengsaraan, selalu dipermalukan, sial, dan “kesapar” (miskin). Oleh karena itu, ia mendapat julukan “Satrio Wiragung” (The Ksatria Agung). Banyak orang Jawa percaya nubuat (ramalan) ini.

Ia akan menegakkan keadilan di Nusantara dan bergelar “Ratu Adil” (bahasa Indonesia: Raja Keadilan, dalam bahasa Jawa, “Ratu” berarti “Raja” atau “Ratu “). Satrio Piningit tidak akan menjabat sebagai Kepala Negara, tidak akan dipilih dari pemilihan tapi memimpin lewat sebuah revolusi besar-besaran. Satrio Piningit tidak hanya akan memerintah Jawa atau Nusantara tapi juga memerintah dunia. Dan yang paling menarik adalah ramalan tentang kedatanganya yang didahului oleh bencana (alam) yang besar.

Kutipan beberapa ayat tentang Satrio Piningit

  • Bait 140:  Polahe wong Jowo koyo gabah den interi, endi sing bener endi sing sejati, poro topo podho ora wani, podho wedi ngajarake piwulang adi, salah-salah anemahi pati

Terjemahan: Perilaku orang Jawa seperti butiran-butiran padi diatas nampan yang diputar (bulir-bulir padi yg berlarian kesana-kemari saling bertabrakan), mana yang benar mana yang sejati, para pertapa tidak ada yang berani, semua takut mengajarkan ajaran baik, salah-salah bisa mati.

  • Bait 141: Banjir bandang ono ngendi-endi, gunung njeblug tan anjarwani, tan angimpeni. Gehtinge kepathi-pati marang pandhita kang oleh pati geni, margo wedi kapiyak wadine sopo siro sing sayekti.

Terjemahan: Banjir bandang terjadi dimana-mana, gunung meletus tak terduga, tanpa memberi isyarat sebelumnya. Bencinya sangat mendalam terhadap pendeta (orang pintar/waskita) yg menjalani tirakat tingkat tinggi, karena takut terbongkar rahasia siapa dirinya yang sejati(sebenarnya).

  • Bait 159: Selet-selete yen mbhesuk ngancik tutuping Tahun, sinungkalan dhewo wolu, angasto manggalaning ratu, Bakal ono dhewo ngejawantah, apengawak manungsa, apasuryo pindho Bethoro Kresno, awatak Bolodhewo, agegaman Trisulo wedho, jinejer wolak-waliking Zaman, wong nyilih ambhalekake, wong Utang ambhayar , Utang Nyawa bhayar nyowo, Utang wirang nyaur wirang.

Terjemahan: Selambat-lambatnya nanti menginjak tutup tahun, (sinungkalan dhewo wolu, angasto manggalaning ratu = dipimpin 8 dewa, menjabat panglimanya raja = bisa berarti tahun sesuai condro sengkolo). Akan ada dewa menjelma kedunia, berbadan manusia, bermuka seperti Bethara Krisna, berwatak Baladewa, bersenjata Trisula Wedha, sejajar dg terbaliknya zaman, orang pinjam akan mengembalikan, orang hutang akan menyahur, Hutang nyawa bayar nyawa, hutang malu nyahur malu

  • Bait 161: Dunungane ono sikil redhi Lawu sisih wetan, wetane bengawan banyu, adhedukuh pindho Radhen Gatotkoco, Arupa pagupon DORO tundho Tigo, KOYO manungsa angleledho.

Terjemahan: Tempatnya di kaki gunung Lawu sebelah timur, sebelah timurnya sungai (Bengawan) air, berumah seperti Raden Gatotkaca, berupa rumah merpati bertingkat tiga, seperti manusia yang menggoda.

[Catatan: Semua data diatas sumbernya diambil dan diringkas dari Wikipedia (Eng). Diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan menggunakan google translate. Terjemahan direvisi dan dikoreksi oleh Kang Simpang SmP]

APAKAH ANDA PERCAYA ?

Apakah Anda percaya terhadap ramalan tentang kehadiran Satrio Piningit? Jawabannya tentu saja ada 2 yaitu antara kelompok yang percaya dan tidak percaya (kelompok tengah, ragu-ragu, antara percaya dan tidak, diabaikan dulu)

Bagi mereka yang tidak percaya sepertinya sudah sangat jelas. Tidak percaya ya tidak percaya. Wajar khan? Ngapain percaya pada mitos atau ramalan kagak jelas semacam itu?” Setiap orang bebas untuk percaya dan juga sebaliknya bebas untuk tidak percaya.

“Aku tidak percaya mitos semacam itu Mbah, tapi aku mutlak percaya pada Messiah”. Itu sih sama saja alias cuma “beda tongkrongan” doang.  Orang Buddha percaya pada ramalan kedatangan    Maitreya, orang Hindu percaya pada ramalan kedatangan Kalki Avatar dst adalah sama saja. Semua agama pada dasarnya memiliki kepercayaan atau ramalan tentang kehadirian “Super Hero atau Sang Penyelamat” di masa depan.

  • Percaya,  terus ngapa-in?

Nah, sekarang bagi kelompok yang percaya. Lalu apa? Apakah kepercayaan cukup hanya diteriakkan dengan kata “aku pecaya!!” .  Nah, itulah POINT terpenting dari tulisan yang hendak saya sampaikan. [iklan Dongengbudaya: Topik mudah dibuat susah, topik susah tambah susah]. 

Kepercayaan hendaknya disertai dengan tindakan positif bukan kepercayaan pasif yang hanya diteriakkan ataupun pasif menunggu pasrah (kedatangan sang tokoh). Menunggu? menunggu sampai kapan?  Bukan hal aneh sepertinya kalau dalam situasi menunggu tanpa kepastian ini sering dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang memanfaatkannya untuk kepentingan politik dan kekuasaan.

Menunggu sambil baca buku!  Benar ! Nah, inilah inti dan pesan utama dari tulisan ini yaitu kepercayaan itu haruslah bernilai positif. Menunggu sambil belajar atau baca buku, jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan bengong menunggu. Berikut adalah lanjutannya :

  1. Percaya dengan cara bersih-bersih
    Hah?!?! Apa hubungannya? Ya, jelas ada toh. Pemimpin datang ya harus disambut khan? Apa Sampean tidak malu saat Sang Tokoh pujaan kita datang, disambut dengan sampah berserakan? Kalaupun Satrio Piningit batal datang, setidaknya lingkungan jadi bersih bukan? Nah, inilah namanya kepercayaan yang positif versi dongbud.
  2. Percaya dengan mulai cara hidup tertib
    Pemimpin besar datang, semua orang pasti ingin salaman, ingin foto, ingin dapat berkah, dapat sumbangan sembako dll. Nah, dengan hidup tertib maka situasi menjadi lebih enak dilihat, adil dan merata (semua dapat bagian). Jadi tidak ada orang yang pingsan atau tewas karena berebutan. Walaupun pemimpinnya hebat setengah dewa, tapi kalau rakyatnya tidak bisa hidup tertib ya percuma juga. Hidup tertib harus dibiasakan sejak dini.
  3. Percaya dengan cara belajar ilmu sains, ekonomi, sosial, logika dll
    Tujuannya ya agar tidak mudah ditipu dengan cerita hoax, klenik, debat kusir dll. Saya belum pernah dengar ada negara bisa maju dengan mengandalkan ilmu klenik.

Opini Penutup

Kesimpulannya sepertinya sama tidak jauh beda dengan kesimpulan di topik-topik  lainnya.

Yang terpenting bukanlah apa yang saya percayai, tapi sejauh mana kepercayaan itu bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar atau minimal memberikan manfaat bagi diri sendiri. Kalau cuma sebatas jawab “Aku percaya” atau sebaliknya “Aku tidak percaya” ya hanya akan menjadi debat kusir…..

Demikianlah sekilas tulisan tentang Satrio Piningit bagian 1 ini. Kalau ada yang salah dan tidak berkenan, mohon dimaafkan.

[end]

Gambar hanya sekedar ilustrasi
Sumber image : krishna.com

Referensi  :  http://id.wikipedia.org/wiki/Ramalan_Jayabaya,
http://en.wikipedia.org/wiki/Satrio_Piningit,
http://sabdalangit.wordpress.com/2008/09/11/ratu-adil-kian-dekat-sekali/
http://leadershipprincipal.wordpress.com/2012/10/07/satrio-piningit-special-posting/

About these ads

469 comments on “SATRIO PININGIT, Dipercaya, Ditunggu atau Ditertawakan?

  1. Paman Dalbo says:

    Nuwun sewu..
    @PERMISI NUMPANG LEWAT…
    Sangat setuju sekal, hendaknya komen2 di fokuskan pada Topik tulisan biar gak keluar Rel, sehingga mencapai sasaran dan hasil, sehingga tidk sia sia lah semua apa yg penulis coba sampaikan. kan semua sdh di sediakan ruang masing2, atau mungkin ini salah satu kelemahan blog abal2 ya? mungkin bisa usulkan ke Si Mbah untuk buat kolom/ruang curhat gitu?

    Asah asih asuh
    PD:

  2. kukuruyuk says:

    What’s Dongeng Budaya?
    Dongeng Budaya adalah blog abal-abal, menulis topik apa saja yang penting hati senang. Yang baca senang, yang nulis juga senang. Yang baca marah, yang nulis tambah senang. Siapakah yang bisa membuat diri kita senang?
    ===================================
    @ Permisi Numpang Lewat,

    Tidak percuma nama anda ‘Permisi Numpang Lewat’. Tidak semua orang berkualitas seperti anda. Kalau yang nulis senang, kan sudah cukup ?! Yang baca marah ? Jawabnya lihat di atas. Kan itu ada di dinding blog ini,kalau anda belum tahu.

  3. kukuruyuk says:

    Mbah,

    Nampaknya UUD – misi ? – Dongeng Budaya perlu dirombak ? Pembicaraan tidak boleh keluar rel, komen jangan banyak-banyak, cukup se minggu atau se bulan se kali Begitu kah ??

  4. dodi says:

    jika saudara saudara paham akan suatu ilmu sesungguhnya alam ghoib itu hakikatnya nyata dan “kita”sebenarnya sedang hidup di alam Ghaib.

  5. Dongeng Budaya says:

    @ ALL,
    Pada dasarnya, semua orang senang melihat hal bersih, sejuk, damai dst. Dalam hal diskusi juga kurang lebih sama. Idealnya, pembahasan suatu diskusi adalah sesuai dengan topik yang dibahas. Namun dalam kasus, situasi atau tempat tertentu, diskusi diluar topik, OOT atau out of topic kadang tidak bisa dihindari, baik dengan sengaja ataupun tidak sengaja.

    Blog abal2 ini tidak bisa melarang anggota untuk OOT, karena aturannya belum ada. Sampai saat ini blog ini hanya memiliki aturan tentang SPAM:

    http://dongengbudaya.wordpress.com/info/panduan/menulis-komentar/

    Jadi apa yang harus kita lakukan kalau ada rekan yang OOT? Jawabannya kembali ada pada diri sendiri. Setiap orang wajib bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Benar atau salah, wajar atau tidak wajar, OOT ataupun tidak, semuanya dikembalikan pada diri masing masing. OOT boleh2 saja asal tidak kelewatan atau berlebihan, Namun apa batasan dari kata “berlebihan” sekali lagi dikembalikan pada diri kita masing masing.

    Terkadang kita juga harus instropeksi diri bahwa sesorang menjadi OOT kadang disebabkan karena komentar kita sendiri yang memberi celah diskusi menjadi OOT. Nah, dengan menanggapi komentar OOT maka diskusi menjadi semakin panjang dan OOT.

    Maaf kalau solusinya rada belagu dan tidak menyelesaikan masalah. Maklum saja, karena blog ini adalah blog abal2.

    salam

  6. :: wage says:

    @ PERMISI NUMPANG LEWAT,
    Jujur, saya senang membaca koementarnya Mas. Sepertinya Mas memiliki pandangan yang sejalan dengan saya dalam menyikapi topik dunia gaib. Fokus utama pembahasannya adalah asas manfaat, menyikapi fenomena cerita gaib dengan lebih natural alias biasa2 saja karena menganggap sebagai bagian dari kehidupan sehari hati.

    Yang jelas bahasan seperti ilmu kebal senjata, bisa terbang, komunikasi jarak jauh tanpa telephone kalau cuma untuk dibanggakan adalah tidak berguna. Sedangkan kalau didiskusikan untuk mencari asas manfaat untuk kehidupan orang banyak akan jauh lebih bagus. Hanya sekedar pendapat.

    Bahasan tentang topik Satria Piningit yang saya tulis di atas mungkin merupakan gambaran dari sikap saya terhadap fonomena dunia gaib, ramalan dan sejenisnya. Jadi bahasannya bukan percaya atau tidak yang jelas2 (saya anggap) tidak akan merangsang otak untuk berpikir, tapi bagaimana mendayagunakannya. Inilah salah satu misi dari dongengbudaya.
    [wr]

  7. "Permisi Numpang Lewat" says:

    Selamat pagi dan Salam buat rekan2 semua…..

    ( SP ) sepakat ..arti singkatannya “satrio Piningit ”
    ( SP ) versi “SOEKARNO” kalau tidak salah ” mungkin” ” Sepuluh Pemuda” hehehehehe….otak atik kayaknya matuk…hehehehehe……seandainya bisa lebih jumlah pemudanya…..wah tambahh siipplah…….
    klu tidak salah ada pidado “soekarno”

    ” berikan aku “sepuluh Pemuda “……untuk membangun negeri ini menuju yg lebih baik.

    Mungkin artinya……(SP) bukan satu orang tapi “beberapa pemuda” yg mempunyai sifat seperti ( SP ) yg sering di perbincangkan orang…..keterkaitan logika tersebut …bisa kita lihat di candi borobudur…berapa sich jumlah “arca” yg ditutupin dengan stupa….sepertinya ada gambaran seperti ” struktur organisasi ” wahhh ngaco kali gue yach….hehe …jadi pusing sendiri gue…… maaf sering aku contohkan ” borobudur” karena …isu(SP) banyak keterkaitannya dgn Borobudur dan kalau di “bali ” mereka membuat semacam situs budaya ” GWK” alias “garuda wisnu kencana” kebetulan saya pernah mengunjungi ” GWK” secara tidak sengaja dikarenakan ” tuntutan kurikulum pendidikan.

    janganlah kita bercerai beraii….dalam kebersamaan visi dan misi kedepan ” Menbangun negeri Republik Indonesia lebih baik ….demi generasi penerus kita nantinya…..

    Semangat untuk … Berani untuk Maju dan Bersatu …kita contoh keteladanan “Soekarno”
    Tak tik strategi dan kharisma ….kita contoh keteladanan dari ” Soeharto ”

    dari kedua “tokoh” tersebut …kita bisaa mengambil yg baik2nya aja sedangkan “yg kurang baik” sejogyanya kita tinnggalkan, bisa juga kita mengambil dari ketauladanan dari tokoh yg kita yakinin baik dan benar.

  8. Rama Wijaya says:

    Bila anda yang merasa paham dan mengerti alam gaib . . .siapakah yang menjadi raja di alam gaib seluruh dunia?

  9. Raiky says:

    SATRIO PININGIT TELAH MUNCUL. Baca di artikel ini http://raiky-sky.blogspot.com/2012/10/satrio-piningit-telah-muncul.html
    Tulisan ini dipersembahkan khusus bagi mereka yang ingin memahami kebenaran tentang misteri: Satrio Piningit, Imam Mahdi, Dajjal, Yesus Kristus, anti kristus, nabi Isa, Almasih dan Ratu Adil. Tulisan ini juga mengungkap misteri: Sabdo Palon Nayo Genggong, Nyi Roro Kidul, mahluk ruang angkasa, (UFO), leluhur bangsa israil dan benua atlantis

  10. NN666 says:

    ” Semua agama bumi (hindu, budha, Kong Hu Chu dan sebagainya) memuja dewa-dewa. Semua agama bumi menjadikan air sebagai sarana untuk menyampaikan sesajian, sesembahan atau tolak bala yang dilarutkan ke air baik sungai maupun laut. Semua itu ditujukan kepada nabi Hidir karena nabi Hidir adalah dewa Maha Tinggi dari semua dewa-dewa yang dikenal manusia. Nabi Hidir adalah peletak dasar semua ajaran agama bumi. Karena Satrio Piningit adalah putera nabi Hidir maka Satrio Piningit disebut juga sebagai anak dewa berwujud manusia. Wujud manusianya disebabkan karena dia dikandung dan dilahirkan oleh perempuan Jawa yang pernah tinggal di Kelurahan Sambung Jawa Kota Makassar setengah abad silam.”

    ”””””””””””””””””””””””””””””””””””””
    “Satrio Piningit bersaksi dan membenarkan bahwa Yesus Kristus atau nabi Isa ada di rumah bapa di syurga. Ternyata mereka hanya satu. Manusia di bumi mengenal dia dengan dua nama. Ternyata di syurga dia menggunakan nama barunya yaitu malaikat Jibril (Gabriel).”
    ———————————————
    “Satrio Piningit adalah orang yang membawa tugas untuk membuktikan kebenaran Muhammad yaitu kebenaran Alqur’an.”
    ———————————————–
    Saya : Yang diatas itu cuplikan dari artikel SP raiky-sky.blogspot

    Koreksi : Agama Buddha TIDAK memuja dewa-dewa.
    Hmmm, garuk2 kepala : SP agalah anak Nabi /Dewa Khidir dan ibunya perempuan Jawa. Anak Dewa yang turun ke bumi untuk membuktikan kebenaran Muhammad, yaitu Alquran. Sejak kapan Islam dan Alquran ada hubungannya dengan … Dewa yang mengawini gadis Jawa ? Dewa mata keranjang kah ?
    Yesus itu Nabi Gabriel, Nabi Gabriel itu Yesus.

    Kesimpulan : Artikel di atas cuma A) dagelan yg tidak lucu B) tulisan orang yg tidak punya kerjaan ,iseng C) A & B .

  11. Dodi says:

    yang menjadi Raja dia Alam Ghoib menurut dasar keyakinanku yg mantap hanya lah Alloh swt.tdk ada yang lain!

  12. "Permisi Numpang Lewat" says:

    Selamat pagi dan Salam buat rekan2 semua………..

    obrolan pagiiiii sambil minum tehhh hangat enakkkk tenannnnn………

    temen2….siapa aja….terutama buat para calon Satrio Piningit….seyogyanyalah sekarang sudah mulai bekerja….kami rakyat “jelata” udah banyak mengeluarkan “air mata” dan udah banyak mengeluarkan “uneg” khok sampean2 ini masih enak2an aja ….. ngobrol diwarung kopi.

    nunggu apa lagi…..jokowi udah bekerja…mana yang lainnya…….sampean nunggu wangsit apa lagi…jelas tanda2nya udah ada…..tanda apa lagi yang kalian tunggu…….atau kalian masih menunggu “pelantikan” , atau menunggu ” dana pelantikan” diserahkan…….hehehehe……

    berbuatlah apa yg bisa kalian buat……klu tidak bisa……bersuaralah apa yg kalian bisa suarakan……jangan bersuara “cuman menakut2in yg mendengar” dengan bersuara yg bermanfaat sedikitnya bisa memberi harapan bagi yg menangis dan kecewa…………………….

    burungpun tahu klu dia tidak bisa memberikan apa2 kepada kita “kecuali” hanya suara dan hanya suara yg amat merdu…..bagaimana bisa menyenangkan para pendengar, dengan kicauan2nya yg amat “merdu” sehingga bisa melupakan duka dan rasa kecewa para pendengarnya……..

    terus …bagaimana dengan kitaaa………

    hehehehe….enak tenan wedang teh iki… yooo….Alhamdulillahhi robill Alaminnn….

    salam……

  13. "Permisi Numpang Lewat" says:

    salammm….
    buat mas wage….buat blog khusus untuk diskusi serius…..tempat bercerita dan berdiskusi masalah apa aja…..yg temanya ” menata dan membangun bangsa dan negara indonesia……..bisa dilihat segala penjuru sudut pandang.

    yg bisa didiskusikan antara lain :

    * politik
    * partai
    * sistem birokrasi
    *perikehidupan dan perikemanusiaan
    * pembangunan infrastruktur
    * pendayagunaan aset2
    *penataan ruang dan wilayah dlllllll…sebagainya…
    saya akan luangkan waktu untuk diskusi2 yg berasas ” manfaat”

    sekian dulu salammm”>…buat mas wage.

  14. kun faya count says:

    Yang jelas SP itu setan dan Iblis menurut orang orang yang kotor di zaman edan ini.

  15. Rama Wijaya says:

    dari banyak pendapat yang terdapat di internet , mereka semua jiplakan dari ramalan atau sebuah kitab dan bukan hasil terawangan atau petunjuk gaib. tentang adanya ” Satria piningit” , hasil dari ramalan begitu di yakini bahwa satria piningit adalah begini dan begitu orangnya. . . . aaah cape deh sama aja berebut pepesan kosong . Kalau memang ada kita lihat saja nanti mungkin pendapat ramalan ada yang benar meski tidak 100% persis tatapi hanya mendekati 60%. kita tunggu aja kebenarannya Dewa berbadan manusia itu kebenarannya. Dan perlu anda ketahui Dewa memiliki Nafsu sedangkan Malaikat tidak memiliki nafsu. Jadi sudah jelas antara Dewa dan Malaikat berbeda.

  16. "Permisi Numpang Lewat" says:

    salam buat rekan2 semua……

    lepas dari ….benar …..atau …… tidak benar ……..mau menghargai …..atau…..tidak menghargai……..itu urusan pribadi masing2 ….saya kira, kita sebagai manusia yang berbudaya…..berbangsa dan bernegara……marilah kita….bisa menghargai pendapat orang 2 yang ada disekitar kita….klu kita belum bisa menghargai…..seyogyanyalah kita belajar menghargai.

    kedatangan orang2 yg bakal jadi pemimpin …….sejak dulu sebelumnya juga diramalkan …… terutama oleh kaum non muslim……..

    nabi Yusuf As sebelum menjadi nabi …..yg terlebih dahulu mengetahui adalah ayahnda sendiri…..setelah nabi yusuf As menceriterakan mimpinya kepada ayahndanya…..yaitu mimpi tentang bintang ………

    Rosullullah sendiri pada saat diajak oleh pamannya ….beliau sebelumnya sudah diramal….bahwa paman beliau disuruh menjaga rosullullah dengan baik2….karena beliau bakal menjadi pemimpin besar kelak.

    marilah kita belajar bersosialisasi …….yang baik…..perbedaan pendapat adalah rahmatt bagi kita…..kita menghargai orng lain agar orang lain juga ” bisa ” menghargai kita.

    temen2 semua ……dengan tidak mengurangi rasa hormat saya…….saya maaf sebelumnya jika ..ada kata atau ucapan kurang kurang berkenan di hati temen2 semua

    wasalam….

  17. dodi says:

    Dalam sebulan ini aq sdh menyusun strategi guna kebangkitanku mengambil hak ku juga melaksanakan tugas hidupku bagi bumi indonesia jg dunia,doakanlah aku supaya apa yg diamanahkan dipundaku terlaksana sebagai mana mestinya,amin yarobbalalamin

  18. Paman Dalbo says:

    Nuwun sewu..
    @ Rama Wijaya
    Dan perlu anda ketahui Dewa memiliki Nafsu sedangkan Malaikat tidak memiliki nafsu. Jadi sudah jelas antara Dewa dan Malaikat berbeda.
    ———————————-
    Paman merasakan ada sebuah pesan yg hendak di sampaikan dg tulisan di atas, namun paman belum jelas betul apa pesan sdr Rama sebetulnya, kalau boleh paman bertanya dua hal saja.

    1. Sdr Rama wijaya sendiri termasuk yg mana, yg memiliki nafsu atau yg tidak memiliki nafsu?
    2. Bagai mana dg Tuhan, Beliau memiliki nafsu atau tidak memiliki nafsu?

    Oh ya just incase kl jawaban yg nmr 2, Tuhan tidak memiliki nafsu, lalu untuk apa kita menyembah2 dan memuji mujinya?

    @ Sdr Dodi, Paman ikut ber do’a semoga strategi dan harapan anda akan bisa bermanfaat bagi kehidupan.

    Asah asih asuh

    PD>

  19. Rama Wijaya says:

    Paman Dalbo yang terhormat

    Kedudukan Dewa, antara Manusia dan Hewan

    Tuhan menciptakan jawata ( para dewa ), setelah diciptakannya manusia sedangkan spesies jawata, terdiri jin, setan, peri,perayangan, dsb.

    Dikisahkan pada serat sasangka jati bahwa terciptanya mahluk halus sebangsa lelembut , jin , peri perayangan itu berasal dari kekuatan anasir api yang terbakar disaat terjadinya jagad raya ini.
    Adapun jiwa dari mahluk halus tersebut adalah kuasanya pangeran atau bisa disebut sebagai salah satu pangeran. Yakni bayangannya sukma kawekas . jadi bukan pribadi dari sukma kawekas itu sendiri melainkan dari halusnya anasir api .
    Karena itulah anasir tersebut tidak nampak didepan mata sebab ia tidak memiliki busana yang lain lagi. Akan tetapi tetap bisa hidup jadi penguasanya adalah Tuhan Yang Maha Esa . dalam bahasa lain yang menjadi jiwa jawata itu tidak memakai roh suci, juga tanpa panuntun, sukma sejati. Hanya berdasar kepada sifat penguasanya Tuhan saja. Lantaran itulah kekuasaannya lebih besar ketimbang kuasanya manusia, yang jauh dengan Pangeran dan diri sendiri.
    Tapi sejatinya manusia yang dekat dengan Pangeran dapat dipastikan ilmu yang dikuasai akan lebih banyak ketimbang para jawata. Dalam cerita pewayanganpun dapat dilihat beberapa contoh bahwa manusia bisa mengalahkan para dewa . misalnya tokoh semar. Kresna , wisanggeni bahkan tokoh raksasa spt Rahwana atau Niwata kawaca penah mengalahkan Dewa di Kahyangan .
    Adapun perbedaan mendasar antara jawata dan manusia serta mahluk hidup lain spt hewan dan tumbuhan .
    Jawata atau bangsa lelembut jasad dan tubuhnya tidak bisa rusak meski hanya secuil atawa patah .sedangkan manusia dan tumbuhan adalah bisa rusak.
    Akan tetapi soal tataran, umur bisa dikatakan sama , yakni sama sama ada batasnya . tapi bangsa jawata pada tataran usia lebih panjang dibanding manusia, hewan maupun tumbuhan . umur dari jawata dan sejenisnya bisa ribuan tahun tetapi sejatinya manusia bisa lebih panjang umurnya, bukan secara fisik ( jasad) namun ruhnya manusia lebih unggul sebab jiwa manusia itu bersifat langggeng. Sedangkan jiwa para jawata tidak abadi.

    Jiwa beragam

    Hanya saja kekuasaan gusti kan murbeng dumadi ( Tuhan ) diberikan yang menjadi jiwa para dewata itu sangatlah beragam. Yang besar tentu saja mempunyai kekuasan yang besar pula sedang yang kecil mempunyai kekuasan yang kecil pula. Sedangkan kuaasa Tuhan yang diberikan jadi jiwanya para dewata tadi, karena tidak tetutupi kekuatannya jagad besar yaitu kekuatan makan, minum, tidur atau sahwat. Oleh karena itu para jawata tadi bisa menerima dan mengembangkan kuasanya Pangeran yang indah indah seperti mahluk kamayan dan sejenisnya . dlam arti bisa menuruti apa yg menjadi keinginannya , kemudian soal berpindahnya kekuasaan yang menjadi jiwanya para jawata , semuanya itu lagi lagi beragam garis batasnya diibaratkan roda yang dilemparkan terus menggelinding kalau kekuatan yang melindungi tadi sudah habis , ini bisa diartikan kuasanya jawata yang diberikan pangeran kepadanya bisa jadi akan habis. Jadi para jawata yang rusak itu adalah jiwanya sedangkan raganya akan kembali ke anasir api. Ini sngat beda dengan titahnya manusia atau hewan yang rusak badannya tapi jiwanya tetap langgeng kembali pada Pangeran lagi.

    Catatan : jiwanya para jawata( Dewa) wujudnya hanyalah kekuatan belaka simpulnya kekuatan yang dipindahkan dari kekuatan tangan untuk melemparkan roda dan seberapa besar kekuatan berputarnya roda, begitulah kekuatan dan umurnya para jawata

    demikianlah Paman Dalbo. mohon maaf kalau ada kekeliruan.

  20. Paman Dalbo says:

    Nuwunsewu..
    @ sdr Rama wijaya..
    Tidak ada yg keliru apa yg tertulis kan di atas, dan Paman ucapkan terima kasih sdh mau berbagi,
    ada beberapa yg kalo boleh Paman tambah sedikit.
    Dewa, berasal dr bahasa Sanskerta ” Div”, yang artinya Cahaya” mungkin kalau dlm khasana Islam hampir sama dg bahan baku Malaikat, tapi tenteu saja konsep kedewataan begitu berbeda dg konsep ke Malaikatan atau kenabian.

    Semar, dlm pewayangan Jawa (memang adanya cuma di Jawa) bukanlah manusia biasa, melainkan Dewa kang ngejawantah, sama halnya dg Krisna, yg titisan wisnu , Semar adalah derivasi dari Hayang wesesa.
    mungkin sebagai pelengkap sdr Rama bisa kaji lagi melalui kitab2 wedaran al: kitab kondo, kitab Paramayoga, Sang wiku,

    Asah asih asuh,
    PD

Mail, website dan nama bisa di-kosong-kan. Komentarlah dengan hati senang bukan dengan hati terpaksa apalagi dengan hati kotor.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s