Penulis  : Kang Simpang Smp /  http://leadershipprincipal.wordpress.com

Warning: Berbahaya bisa membuat penonton kesurupan! Resiko ditanggung sendiri! Hanya untuk diketahui dan tidak untuk dipraktekkan. Tulisan ini hanya sekedar berbagi pengalaman jadi sekali lagi bukan untuk dipraktekkan.

Cara Membuat : Membuat alat permainan “magis” yang berupa boneka sederhana terdiri dari 1 buah keranjang kecil dari bahan lidi, 1 gayung kecil /irus dari batok kelapa , sepotong/ seruas bambu (untuk engsel berputar boneka), 2 buah ranting kayu kecil untuk lengan bahu dan untuk tangan yg diikat kapur tulis atau spidol di ujungnya, 1 anak kunci kuno yang berlubang diujungnya lalu dirangkai spt gambar disamping.

Bahan pendukung lainnya: papan tulis atau white board, sebuah baju yg dipakaikan ke boneka, secangkir kopi dan setangkai incense (dupa atau hio).

Cara memainkan:

Boneka yg sudah berpakaian ditaruh ditelapak tangan kiri dan tangan kanan kita memegang batang Hio yg telah dinyalakan kemudian batang hio berasap tadi diputar-putar mengelilingi kepala boneka yg telah dikalungi anak kunci sambil mengucap: jaelangkung-jaelangkung…. Disini ada pesta kecil…harap datang …(bacaan ini terus diulang-ulang sambil mutar hio diatas kepala boneka sampai “jaelangkung” datang masuk ke boneka yg ditandai boneka mendadak jadi berat yg sebelumnya hanya 2-3 ons jadi 3-5 kg).

Setelah jaelangkung datang… kita mengucapkan selamat dating dan memperkenalkan nama diri kita dulu sambil menyalami tangan jaelangkung (ranting kayu dg kapur/spidol diujungnya) dan memperkenalkan penonton yg ada dalam ruangan permainan (penonton harus menyebut namanya sambil menyalami boneka yg kita perlakukan seperti kalau kita kedatangan tamu) selanjutnya kita minta jaelangkung menulis namanya di papan tulis…..selanjutnya kita bebas menanyakan sesuatu pada jaelangkung tersebut… sambil jangan lupa untuk mempersilahkan jaelangkungnya untuk minum kopi yg telah disediakan.

Setelah permainan selesai maka kita berkata: acara pesta kecil sudah selesai…kami persilahkan anda meninggalkan tempat dan kami mengucapkan banyak terima kasih atas kedatangan anda. .. selanjutnya jaelangkung akan pergi meninggalkan boneka yg ditandai boneka tersebut menjadi ringan seperti sediakala. Apabila kita memperlakukan jaelangkung tersebut spt tamu maka biasanya dia akan pergi tanpa minta yg aneh-aneh seperti minta diantar pulang dll.

Dampak permainan magis tersebut bila diadakan dalam rumah/kamar yang sama dan sering dilakukan maka rumah/kamar tersebut akan bersuasana magis/angker… yang terkadang membuat barang-barang dalam kamar tersebut bergerak sendiri…. Mungkin roh yang pernah masuk ke dalam boneka jaelangkung tersebut sering mampir kesitu dan mengharap bisa ngobrol lagi dg kita. Anehnya, roh yang datang masuk ke boneka jaelangkung adalah roh yang saat meninggalnya akibat kecelakaan atau mati terbunuh, permainan jaelangkung ini saya akhiri sampai kini karena saat permainan terakhir yang datang hanya menulis pesan pendek:

“Jangan mempermainkan roh dan terus pergi….”

Ini yg membuat saya sadar bahwa permainan ini bisa dianggap melecehkan kaum roh yg masih penasaran (mungkin yg masuk terakhir tsb adalah pengawasnya roh atau malaikat?..tak tahulah.)

PS: Dulu sewaktu muda dan sering melakukan permainan ini, saya sudah punya sedikit bekal ilmu “segoro geni” yg bisa membakar jin-syetan-brekasaan.

………………………………… o O o …………………………………

Catatan dari Dongeng Budaya

Topik kali ini terasa sedikit berbeda dengan topik topik sebelumnya. Setelah lama menutup pintu rapat rapat terhadap tema dunia klenik, mistik dan supernatural, maka hari ini topik semacam itu dibuka dan diberikan ruang untuk diskusi. Sebagai tulisan awal bersama ini ditampilkan tulisan tentang  tentang Jelangkung, sumbangan dari Kang Simpang Smp.

:mrgreen: Lho?! Ini khan topik sesat dan juga berbahaya Mbah? Bisa kesurupan lho!

Berbahaya atau jinak, sesat ataupun waras adalah tergantung pemahaman dan penerimaan tiap orang. Kalau ngomong tentang sesat, menyebut orang lain sesat jauh lebih menyesatkan bukan? Ngomong-ngomong tentang bahaya, main korek api dan petasan jauh lebih berbahaya. Saat kecil bermain petasan kecil, setelah besar main petasan besar. Nah, bahaya khan? Kemudian ngomong ngomong tentang kesurupan tampaknya dengan media apapun seseorang bisa kesurupan. Jadi tidak perlu mengkambing hitamkan Jelangkung atau boneka kayu, ditendang juga tersungkur.

Bagi yang percaya silakan berdiskusi, bagi yang tidak tahu atau ingin tahu silakan bertanya. Yang jelas, misi blog ini adalah “Makan gak makan Percaya gak percaya tetap  rukun”.  Anggap saja tulisan ini sebagai bagian dari sejarah budaya atau permainan anak anak masa lalu.

About these ads