SAD RIPU, Enam Musuh Dalam Diri

wayang1Penulis: Wage Rahardjo. Mendengar kata MUSUH umumnya kebanyakan orang akan menerjemahkan sebagai suatu ancaman  yang berasal dari luar. Kamus KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) pun memberikan penjelasan yang kurang lebih sama, yaitu musuh selalu berhubungan dengan pihak luar, entah orang, kelompok, organisasi, ideologi dst. Bagi sebagian umat beragama bahkan tidak jarang menempatkan agama lain sebagai musuh. DUh !!

Nah, sekarang yang menjadi pertanyaan adalah “Bagaimana dengan musuh yang berasal dari dalam diri?”  Bagian ini sepertinya nyaris terlupakan atau bahkan mungkin tidak diketahui. Maklum saja karena ajaran semacam ini tidak lumrah diajarakan atau tepatnya “kurang laku untuk dijual”. Kasusnya tidak jauh beda dengan “Mengenal diri sendiri, instropeksi diri, menyenangkan diri sendiri ataupun menertawakan diri sendiri”.

Kepercayaan lain mungkin mengenal istilah  SETAN yang artinya kurang lebih mahluk jahat, tokang goda yang tugasnya adalaha menjerumuskan manusia ke jalan neraka.  Ya, setan atau Sad Ripu menurut saya  intinya  adalah sama saja. Bedanya, kepercayaan pada setan lebih mengarah ke pihak luar, sedangkan ajaran Sad Ripu lebih mengarah ke instropeksi diri. Kembali ke topik yaitu tentang musuh dalam diri, berikut ini adalah  6 musuh yang dimaksud:

  1. Kebodohan : Tidak mau belajar, Selalu merasa diri paling benar, merasa diri paling baik, merasa diri paling disayang Tuhan, merasa diri akan masuk surga dll. Orang yang merasa pintar tidak akan pernah mau belajar.
  2. Kemalasan : Malas berpikir, malas berusaha, malas bekerja dll
  3. Lupa waktu : tdak bisa membagi waktu, tidak tahu prioritas mana yang harus didahulukan. Contohnya ya simbah, suka lupa waktu karena asik update blog dan status FB sampai pagi.  Wakakakkkk……
  4. Besar pasak daripada tiang : Tidak bisa menyeimbangkan pendapatan dan pengeluaran
  5. Fanatisme sempit :  Benci tidak ketulungan pada kepercayaan lain, alergi setiap mendengar nama agama lain, gatal dan tidak tahan untuk membantah ajaran agama/kepercayaan lain. Lha, beragama itu sebaiknya dilakukan dengan damai dan hati senang, bukan?
  6. Mengumbar kemarahan : dan kalau sudah marah cendrung berprilaku seperti anak kecil. Contohnya marah sambil  guling-guling   Ha…ha…ha….
  • :) Lho, menurutku, ajaran Sad Ripu itu ndak seperti itu Mbah?

Ha…ha…ha…., benar benar. Yang di atas itu versi siMbah, dan dibawah ini adalah versi aslinya. SAD RIPU  (sad=6, ripu=musuh) :

  1. Nafsu Indria (Kama),
  2. Serakah (Lobha),
  3. Pemarah (Krodha),
  4. Mabuk karena minuman keras (Mada),
  5. Bingung dan Angkuh (Moha),
  6. Dengki dan iri hati (Matsarya)

Kemudian penjelasan tentang Mabuk adalah : Mabuk karena keturunan (Kulina), mabuk karena kekayaan (Dhana), mabuk karena wajah (Surupa), mabuk karena ilmu (Guna), mabuk karena usia muda (Yowana) dan mabuk karena miras (Sura)

  • :)  Bukankah Sad Ripu adalah ajaran agama Hindu?

Emang kenapa kalau Ya? Jujur, siMbah kagak peduli agama apa. Asal bagus ya diambil, kalau tidak cocok ya ditendang. Lagi pula ajaran di atas adalah tentang moral dan jauh dari unsur dogma. Kalau tidak suka dengan versi Hindu ya bisa bikin versi sendiri. Yang penting intinya adalah musuh dalam diri.

Penutup

Menganggap orang/kelompok/agama lain sebagi musuh yang harus dilenyapkan adalah suatu kekeliruan. Sesungghuhnya musuh terbesar adalah diri sendiri. Musuh terbesar adalah kebodohan, ego dan fanatisem sempit yang  bersemayam dalam diri. Itualah Setan Asli versi blog ini, sisanya ya cuma setan abal2.

Kalau sudah menganggap diri sendiri sebagai musuh maka kasus kekerasan seperti menyerang orang atau kelompok lain otamatis tidak akan ada lagi. Musuh bukan untuk diperangi tapi untuk disadarkan dan dikasihi, seperti halnya kita menyadarkan atau mengasihi diri  sendiri…….

About these ads

62 comments on “SAD RIPU, Enam Musuh Dalam Diri

  1. RIMD says:

    Tulisan yang mencerahkan kang Wager.
    Terimakasih.

    Reply wage: sama2 Kang

  2. dewi says:

    Thanks mbah, I like your posting, biasanya orang berbuat baik dengan sambal agama, ini adalah ajaran moral tanpa embel-embel agama atau surga dan neraka, ajaran moral sad ripu adalah kecerdasan spiritual yang seharusnya ada di setiap hati manusianya… Bravo mbah!…

  3. madakaripura says:

    To be considered that the GOD has not specified religion or has not one of the relegion what we have. Also the GOD has not stayed in special home visually.
    Debating between spiritual from personall experinces and logically book oriented is much defferent. It will be never ending….. that is colourfull of live.
    from the GOD. therefore , be free..be yourself..be tolerance…be harmony… finally be Indonesian….

  4. unknown says:

    Kalau di Bali… ini jadi pelajaran sekolah mulai dari SD

  5. KK says:

    Musuh bukan untuk diperangi tapi untuk disadarkan dan dikasihi, seperti halnya kita menyadarkan atau mengasihi diri sendiri…
    =====================================================
    Jika diibaratkan dengan “domba”, mereka itu bukanlah “musuh”, melainkan hanya “domba tersesat” yang perlu digiring pulang (diselamatkan). Maklumlah… si domba sedang berada di tengah hutan yang banyak srigalanya. Beruntung jika si domba menurut, namun jika si dombanya nakal alias tidak mau diselamatkan (bukannya menurut eh malah mau menyeruduk). Padahal si domba udah dirayu dengan segala macam dedaunan kesukannya, tapi si domba tetep aja ngeyel. Lantas apa yang harus kita lakukan Mbah…? Kita paksa pulang (dengan kekerasan), atau kita biarkan si domba dimakan srigala? Maklumlah… Jika kita paksa nanti dianggap jahat, namun jika dibiarkan kita malah dianggap tidak peduli. Gimana dong Mbah?

    • lesungpipi3t says:

      Bang KK..
      Ya emang tidak baik memaksakan kehendak, bang KK jg pasti tau kan?
      klo sudah diajak pulang atau sudah dirayu baik-baik tp tetap aja “sidomba” tidak mau ya mungkin bukan di ajak pulang ke rumah sebenarnya menurut “sidomba” atau malah yang tersesat itu yang ngajak pulang ?? walhasil si domba jg kekeuh dong mempertahankan jalannya ??

    • KK says:

      Jika diibaratkan dengan “pengembala domba”, mereka itu bukanlah “musuh”, melainkan hanya “pengembala tersesat” yang perlu dikasih petunjuk jalan (diselamatkan). Maklumlah… si pengembala tersesat sedang berada di tengah hutan yang banyak srigalanya. Beruntung jika si pengembala tersesat mau menurut, namun jika si pengembala tersesat itu nakal alias tidak mau diselamatkan (bukannya menurut eh malah ngajak berantem). Padahal si pengembala tersesat udah dikasih tau jalan pulang dengan cara baik-baik, tapi si pengembala tersesat tetep aja ngeyel. Lantas apa yang harus kita lakukan Pi3t…? Kita paksa pulang (dengan kekerasan), atau kita biarkan si pengembala tersesat dimakan srigala berbulu domba? Maklumlah… Jika kita paksa nanti dianggap jahat, namun jika dibiarkan kita malah dianggap tidak peduli. Gimana dong Pi3t…?

      Kamu tahu kan “ketidakpedulian” adalah salah satu musuh dalam diri.

    • lesungpipi3t says:

      weleh.. kok mbulet..
      lah klo “penggembalanya” tersesat masa Bang KK nanya ke saya ? terus klo saya suruh bang kk ni nanya ke “yang ngasih peta” bagaimana ? ntar bang kk bilang pula “yang ngasih peta tersesat”

      kepedulian terhadap apa dulu ni ? klo mengenai kepercayaan selama tidak menggangu saya,keluarga besar saya, saya memang tidak peduli. klo tetangga saya, teman saya barangkali jg keluarga saya masih kelaparan jelas saya peduli..

    • KK says:

      Ok Clear… :D

    • lesungpipi3t says:

      oke deh bang.. :)

    • wager says:

      Bang KK,

      Menurut saya, sekali menurut saya nih, menganalogikan musuh sebagai ternak adalah pola pikir yang kurang elok. Menurut saya, sekali lagi menurut saya nih, dengan analogi seperti di atas, berarti dari awal kita sudah memposisikan diri dalam kondisi yang lebih tinggi, lebih berkuasa dan lebih benar.

      Jadi tindakan apapun yang kita lakukan pada si ternak otomatis akan menjadi benar.

      Apa yang terjadi kalau senadainya pihak lawan juga menggunakan analogi yang sama, menempatkan diri alias MERASA DIRI sebagai pengembala dan menganggap pihak musuhnya sebagai domba tersesat? Jawabannya sepertinya menjadi jelas bukan? Itulah sebabnya konflik agama sangat susah untuk didamaikan.

    • KK says:

      ======================================================
      Menurut saya, sekali menurut saya nih, menganalogikan musuh sebagai ternak adalah pola pikir yang kurang elok. Menurut saya, sekali lagi menurut saya nih, dengan analogi seperti di atas, berarti dari awal kita sudah memposisikan diri dalam kondisi yang lebih tinggi, lebih berkuasa dan lebih benar.

      Jadi tindakan apapun yang kita lakukan pada si ternak otomatis akan menjadi benar.
      ======================================================

      Masa sih mbah… :D

      http://id.wikipedia.org/wiki/Perumpamaan_domba_yang_hilang

      =======================================================
      Apa yang terjadi kalau senadainya pihak lawan juga menggunakan analogi yang sama, menempatkan diri alias MERASA DIRI sebagai pengembala dan menganggap pihak musuhnya sebagai domba tersesat? Jawabannya sepertinya menjadi jelas bukan? Itulah sebabnya konflik agama sangat susah untuk didamaikan.
      =======================================================
      Clear ya Mbah… :D

    • wager says:

      Bang KK yang baik,

      Komentar saya tidak ada urusannya dengan ajaran Kristen jadi link tautannya menjadi mubazir. Mau nyebut pengikutnya dengan domba, kelinci atau kutu, itu urusan intern mereka. Mereka menggunakan analogi ternak untuk “keluarga” mereka sendiri. Sedangkan kita disini sedang membahas topik tentang musuh (external) sehingga di bagian komentar sepertinya saya menulis (dengan jelas):

      “menganalogikan MUSUH sebagai ternak adalah……….”

      Entahlah, menurut saya sih sepertinya cukup jelas…….

    • KK says:

      Ok deh Mbah Clear… :D

  6. madakaripura says:

    Science, Biology, economy… are universal view that every body already accepted almost without unnecessary debating. Only to find the GOD that many peoples on the world believes from the history or holy book oriented, it will made fanatic. Therefore be open mind….. explore yourself with patient….and without anything. It will be get clearly view……….

  7. widji says:

    Salam hormat….salam damai bahagia……

    Semoga Mas Wage sehat selalu……juga semua rekan dan porosepuh……

    Ikut nyimak…….nuwun

    • wager says:

      Duh, guru besar sekaligus sahabat saya, Kang Widji datang berkunjung nih. [cium kaki, lotus feet]. Mudah2an tahun depan kita bisa bertemu Kang…….

  8. RIMD says:

    Selamat malam dan salam, kang Wager dan para hadirin.
    Setelah mengamati adanya persepsi yang berbeda tentang kata “musuh”… mungkin perlu dibahas definisi “musuh” dan “cara mensikapinya”. Secara umum, arti musuh adalah lawan yang harus diperangi, dikalahkan atau dilenyapkan.

    Tidak semua orang sama cara menghadapinya, ada yang menghadapinya secara frontal dengan kekuatan, ada yang secara sembunyi bergerilya dan adapula dengan cara kooperatif mencari kesepakatan bersama… win-win solusi.

    Nhah.. kalau jenis tipe terakhir ini (kooperatif)… maka sikapnya seperti berikut… sekali-kali bolehlah dilepas Nafsu Indria (Kama), sekali kali ngikut Serakah (Lobha)… mumpung ada kesempatan toh belum tentu ada lagi kesempatan seperti ini. yaahh… bolehlah kadang-kadang jadi Pemarah (Krodha)… abis dia yg mulai duluan sih. Sesekali Mabuk karena minuman keras (Mada)… maklum lagi bete, sumpeg. Yaahh… masih manusiawilah kalau Bingung… toh tak ada manusia yang sempurna dan Angkuh (Moha) soalnya disepelein sih, wajarlah terkadang Dengki dan iri hati (Matsarya)…. soalnya… dia ladi ..dia lagi… sesekali gantian dooong.
    Dan mensikapi “musuh” versi simbah:,,, hehe.. silahkan dilanjutkan…. pokoknya toleransi dan kooperatif….. hohoho. runyam.
    Maap… lagi bete.

  9. RIMD says:

    Kenyataan secara riel saat menghadapi musuh maka sikap/cara yang ditempuh tergantung kekuatan musuhnya. Bila menghadapi musuh “cecere/cemen” maka sikap yg diambil adalah melawan dengan tegas/keras dan gagah berani.

    Bila musuh lebih besar dan kuat maka sikap yang diambil adalah gerilya (melawan dengan tegas/keras tapi tak berani frontal… tidak gagah berani alias sembunyi-sembunyi) maklumlah… untuk menghemat sumberdaya. Bila musuh sangat besar dan sangat kuat serta sangat agresif maka sikapnya adalah kooperatif… wajarlah… bila terlihat/dinilai melawan.. pasti dibasmi dengan segera tak ada tempat buat sembunyi.

    Contoh konkrit menghadapi “lawan mabuk/mada”.. bila lawannya berupa minuman keras (miras oplosan diwarung)… itu lawan cemen… bisa bertindak tegas dan gagah berani bilang “no way”…. tetapi bila lawannya “bir” yang ditawarkan oleh relasi bisnis… ini adalah lawan yang besar dan kuat… apalagi bila “bos” yg menawari “red wine” yg sesloki harganya Rp 500 rb … wah… ini lawan superberat… ;roll:

    • wager says:

      Tulisan komentar yang sangat menarik, relistis dan cerdas. Tafsir yang bebas dan lepas apa adanya. Saya betul2 menikmati membacanya, terlebih lagi paragraf yang terakhir:

      “apalagi bila “bos” yg menawari “red wine” yg sesloki harganya Rp 500 rb … wah… ini lawan superberat… ;roll:”.

      Wakakakkkkk……komentar genius yang pas dengan kenyataan serta diramu dengan selera humor yang segar.

  10. unknown says:

    Mungkin perlu ditegaskan lagi kalau yg dimaksud musuh mada itu adalah mabuk…bukan minumannya. jadi kalaupun minum bersloki2 tapi gak mabuk… maka dia bisa dikatakan berhasil melawan musuhnya. Tapi kalau minum setetes sudah mabuk… apalagi kalau baru denger namanya aja udah mabuk dan ngamuk2 bawa pentungan… ya inilah musuh yg sebenarnya

  11. widji says:

    Salam hormat Mas Wage….sedoyo rekan dan porosepuh….

    Manusia ibarat tokoh / para wayang….para wayang yang dibeber digelar ( hidup dalam kesadaran ) dipakeliran ketika dimainkan sang dalang atau dijadikan menjadi satu dan diuwel uwel dalam kotak…..tidak berdaya alias mati pingsan atau tidur pules……

    Dalam keadaan tidak hidup tanpa kesadaran maka manusia ora biso opo opo tur ora ngerti ono opo opo karena tidak ada keinginan / karep atau nafsu apapun……sing ono mung urip sejati , urip yang tidak bisa dianalisa dan diduga dengan ilmu apapun….

    Hidup kita sebagai millik Sang Empu semua keinginan dan ciptaan ….hidup yang tentunya berasakl dari sumbernya dan manusia mengatakan dan menduga bahwa sumber hidup itu adalah TUHAN…… ….
    Hidup yang tidak kita minta sebelumnya dan ujug ujug bedunduk kita lahir dan ada dari rahim Ibu kita tercinta….. kenapa kita ada dan kenapa kemudian kita nanti dikatakan sudah mati ( dimatikan )……semua ini pasti tidak kita ketahui sebabnya…..

    Tuhan yang tidak terdeteksi ….tidak tersentuh ….tidak ternalar ….tidak terjangkau…tidak teranalogi…..tidak bisa dikatakan sebagai ini dan itu dan bagaimana DIA sebenarnya.??…..DIA yang bersifat tanpa batas dan bernama yang tidak berhingga atau bahkan tidak bernama…….

    Para wayang yang sedang dimainkan sebagai contoh dari sifat manusia yang sempurna lengkap ( jangkep ) sebagai mahluk yang sempurna …..ada sifat buruk dan sifat baik……
    Kita sebagai manusia yang berwujud ada wadag dan ada ….. berisi sifat sifat yang antagonis berlawanan maka kita yang belajar ingin hidup benar dan ingin sebagai manusia benar maka pasti dan tentu tahu siapa musuh dan siapa teman dalam hidup sehari hari…..

    Musuh kita sebenarnya adalah sifat kita yang buruk karena sifat itu yang mengakibatkan manusia lain menderita dan teman kita sebenarnya adalah sifat baik yaitu sifat yang saling menjaga antar sesama……

    Maka akan menjadi hal yang tidak masuk akal dan kebohongan semata bila ada pelajaran bahwa musuh kita adalah manusia lain yang tidak sepaham sealiran sejalan dan lebih menyedihkan dan miris bila perkataan dan tuduhan itu berasal dari Tuhan / pencipta alam semesta dan isinya……

    • widji says:

      Kejujuran dan welas asih adalah sifat AGUNG yang sangat sulit kita jalankan….

      Banyak manusia disekitar kita yang bersifat buruk dan juga baik dan semua sifat sifat itu kita juga punya…..

      Hanya manusia berakhlak mulia yang mampu untuk bisa menjadi pemaaf ….mereka memusuhi kita karena banyak alasan dan sebab ….musuh musuh itu yang selalu kita biarkan dan tidak dibalas dengan sebab dan alasan diri kita ingin menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bernorma dari pada mereka lalu kita berharap nantinya mereka bisa sadar atas salahnya dan mau dan tidak malu untuk mengakui bahwa dirinya telah salah dan kita mau dan juga mampu memaafkan…..bila mereka tetap sebagai manusia ” mbelgedes ” dan tukang resek maka biar karmanya sendiri yang berbalik dan mencengkeram diri dan hidupnya……siap sedia menerima nerakanya sendiri……Neraka sebagai bangunan yang amat sangat tidak elok dan amat sangat tidak nyaman…..

  12. KK says:

    @widji

    Maka akan menjadi hal yang tidak masuk akal dan kebohongan semata bila ada pelajaran bahwa musuh kita adalah manusia lain yang tidak sepaham sealiran sejalan dan lebih menyedihkan dan miris bila perkataan dan tuduhan itu berasal dari Tuhan / pencipta alam semesta dan isinya……
    =======================================================
    Inilah yang harus diluruskan…. Sebenarnya “musuh sejati” manusia adalah “setan”, yaitu sifat yang mengajak kepada kemungkaran. Sedangkan “manusia yang bersifat setan” bukanlah “musuh” yang harus diperangi, namun hanya sebagai …………….. yang perlu arahan pulang.
    ========================================================
    bila mereka tetap sebagai manusia ” mbelgedes ” dan tukang resek maka biar karmanya sendiri yang berbalik dan mencengkeram diri dan hidupnya……siap sedia menerima nerakanya sendiri……Neraka sebagai bangunan yang amat sangat tidak elok dan amat sangat tidak nyaman…..
    ========================================================
    Kesempunaan cinta di dunia itu karena ada kelembutan dan kekerasan. Sungguh tidak indah jika cinta tanpa kelembutan dan tidak nikmat tanpa kekerasan. Merasakan keindahan tentu dengan kelembutan, namun merasakan kenikmatan tidak bisa tanpa kekerasan. Dan ridha terhadap kesempurnaan cinta itulah yang dinamakan dengan cinta sejati.

    Manusia yang mempunyai kepedulian sejati tentu tidak menginginkan saudaranya dalam kesusahan. Bukankah semua manusia itu bersaudara, dan karenayalah kita harus mempunyai kepedulian kepada saudara kita.

    Kekerasan jangan melulu diantikan sesuatu yang negatif, namun juga bisa diartikan dengan cinta. Kekerasan juga jangan diartikan hanya dengan memukul atau menciderai, namun juga bisa diartikan dengan aturan atau sistem. Ketika Tuhan memberikan kita musibah, dengan diberi sakit misalnya, itu adalah “sistem kekerasan” dari Tuhan yang bertujuan agar kita dapat merasakan nikmatnya sehat. Masih banyak contoh lain yang bisa kita gali bersama…

    Di dalam keluarga pun, kita mempunyai aturan sendiri. Seorang ayah yang mencintai anaknya tidak akan membiarkan sang anak bermain dengan sesuatu yang bisa membahayakan dirinya, dan dalam menyikapi prilaku anaknya setiap ayah tentu mempunyai cara berbeda dalam menetapkan aturan. Dari yang paling lembut hingga yang paling keras, tergantung bagaimana sikap seorang anak terhadap aturan yang diberlakukan. Jika kita memahami kalau aturan yang dibuat adalah karena cinta seorang ayah kepada anaknya, apakah pantas kita membeci sang ayah yang lebih tau kondisi anaknya sendiri dari pada kita?

    Begitupun dalam kehidupan bernegara, semua aturan tentu harus dari Tuhan (bukan dari hasil pemikiran manusia yang kerap keliru), Bukankah Tuhan sendiri yang lebih tahu kondisi ciptaan-Nya daripada kita yang hanya sebatas ciptaan. Lantas dari mana kita tahu aturan yang diberlakukan oleh Tuhan. Jawabnya tentu dari Firman Tuhan… lantas Firman Tuhan dari kitab suci yang mana? Inilah yang harus kita gali bersama…

    Contoh:
    Dalam Islam ada aturan berhijab untuk wanita… apakah aturan ini merugikan orang lain dan bertentangan dengan Firman Tuhan di kitab suci lain?
    Jika ya apa saja itu…

    Dalam Islam ada aturan untuk tidak molimo (madat, madon, main, minum, maling)… pakah aturan ini merugikan orang lain dan bertentangan dengan Firman Tuhan di kitab suci lain?
    Jika ya apa saja itu…

    Begitupun dengan Firman Tuhan di kitab suci lain? Jika memang ada yang merugikan orang lain dan bertentangan dengan Firman Tuhan di kitab suci lain? silakan dikemukanan disini dengan menyebutkan ayatnya.

    Nah… Dari semua itu kita tentu akan dapat mengetahui aturan yang tidak merugikan orang lain dan benar-benar berasal dari Tuhan. Dengan demikian kita bisa menerapkan aturan yang benar-benar berasal dari Tuhan dan bisa diterima oleh oleh semua pihak yang percaya Tuhan.

  13. madakaripura says:

    whatever the name and number of enemy………
    there are 2 kind enemies, from externally and internally of human life.
    most importance and dangerous to be considered is internally enemy from human life.
    Internally enemy has 2 kind, active enemy and inactive enemy.
    Active enemies is most dangerous enemy but not absolutely dangerous also sometime help for human life it self.
    Active enemies has already famous the identified name….!!!!!!
    The active enemies that make human life uncontrolled minutely behavior and sometime overacting, over judgement to other…over confidence of the truth….and bring….. Fentungan… for other… no honestly..
    But shall be deeply reviewed for such kind of colorful of live….why such kind of behavior occured in our country.. …??

  14. Bala(ne)dewa says:

    ‘Setiap orang berhak menjadi utusan bagi dirinya sendiri.’ (Sabdalangit)
    ————————————————————
    Setiap orang berhak menjadi utusan bagi dirinya sendiri. Dus, tidak perlu harus dari kitab2 …kuno dengan bahasa yang tidak kita pahami. Agama sering seperti kecap; semua nomor satu. Pilih lah yang anda sukai. Dan, dengarkan hati nurani. Tanpa nurani, ya … agama mbelgedes.

    • KK says:

      @Bala(ne)dewa
      Setiap orang berhak menjadi utusan bagi dirinya sendiri. Dus, tidak perlu harus dari kitab2 …kuno dengan bahasa yang tidak kita pahami. Agama sering seperti kecap; semua nomor satu. Pilih lah yang anda sukai. Dan, dengarkan hati nurani. Tanpa nurani, ya … agama mbelgedes.
      ———————————————————————————
      Apa benar Sabdalangit tidak pakai agama dan kitab? Apa benar Sabdalangit tidak jualan kecap? Silakan beberkan bukti kebenaran yang anda ketahui! :D

    • ss says:

      A never ending question, pertanyaan yang tak pernah berakhir :

      Apakah benar Tuhan mendiktekan kitab pada orang ?
      Apakah Tuhan hanya paham satu bahasa ?
      Apakah nabi tidak jualan kecap ?
      Apakah Tuhan tidak jualan kecap ?
      Apakah Tuhan punya agama ?

  15. Copas says:

    The active enemies that make human life uncontrolled minutely behavior and sometime overacting, over judgement to other…over confidence of the truth….and bring….. Fentungan… for other… no honestly..

  16. Bala(ne)dewa says:

    Vickynisasi itu artinya apa ya? (Wager)
    ————————————————-z
    JAKARTA, KOMPAS.com — Hanya dalam semalam, nama Vicky Prasetyo langsung menjadi fenomena internet di Indonesia. Semua gara-gara potongan wawancara berdurasi hampir 1 menit yang diunggah ke Youtube dan hingga Selasa (10/9/2013) ini sudah ditonton sedikitnya 618.745 kali. Saat itu, Vicky diwawancara terkait pertunangannya dengan penyanyi dangdut Zaskia Shinta yang punya nama panggung Zaskia Gotik alias goyang itik.
    Yang membuat video itu menyedot penonton adalah gaya berbahasa Vicky yang gado-gado, mencampurkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Kedua bahasa itu tidak dipergunakan dengan kaidah yang baku sehingga akhirnya terkesan sok pintar. Pada saat yang sama, ia tidak mengerti dengan apa yang dia omongkan.
    Dalam satu menit itu, Vicky melontarkan istilah yang unik, tetapi janggal, seperti kontroversi hati, konspirasi kemakmuran, harmonisisasi, statusisasi kemakmuran, dan labil ekonomi. Penggunaan bahasa Inggris juga terdengar janggal, seperti menyebut usianya “twenty nine my age”.

    Video tersebut menyebar luas di media sosial, dibicarakan di Facebook, Twitter, dan di forum seperti Kaskus. Dalam dua hari ini, Vicky Prasetyo tercatat telah disebut 7.500 kali. Tidak hanya pengguna Twitter biasa, para kesohor pun ikut berkomentar mengenai gaya bahasa yang dipakai Vicky, seperti Julia Perez melalui akun @juliaperrez dan gitaris Satriyo Yudi Wahono yang lebih dikenal dengan nama Piyu.
    Gaya bahasa Vicky lantas ditiru di Twitter dalam konteks candaan. Melalui akun @marischkaprue, bloger wisata Marischka Prudence pun berkicau, ”Statusisasi perut lapar jam segini itu pasti karna konspirasi kemakmuran indomie deh..”.
    Budayawan Goenawan Mohamad membuat istilah ”vickinisasi” untuk fenomena ini dan memandangnya sebagai puncak gunung es dari gejala kemalasan berbahasa, baik menelaah maupun menerjemahkan kata asing.
    ”Saya senang cara bicara Vicky dicemooh ramai-ramai. Supaya orang tak lagi omong asal bunyi dan menulis tanpa berpikir,” ujarnya melalui akun @gm_gm.
    Penyair Sitok Srengenge melalui akun @1srengenge menulis, ”Akhirnya saya sempat lihat wawancara Vicky. Hehe bahasanya tak jauh beda dg banyak pejabat yg sok intelek tp amburadul.”
    Sutradara Iman Brotoseno menyebut gaya bahasa seperti Vicky sudah lama diterapkan di dunia politik. Misalnya ada reinstall Indonesia atau Restorasi Indonesia.
    Sebelum mengolok-olok gaya bahasa Vicky, ada baiknya kita berkaca bahwa gaya berbahasa seperti itu kerap dijumpai dalam diri pejabat publik kita. Barangkali merekalah pengikut sindrom ”vickinisasi” itu. (Didit Putra Erlangga Rahardjo)

    • wager says:

      Terima kasih Kang Bala. Sekarang jadi sedikit ngerti. Jadi malu nih, ketahuan kagak punya TV dan malas baca berita…….. Miss world dan test perawan aja tahunya dari teman………

  17. Bala(ne)dewa says:

    Dengan puisi ini aku bersaksi:
    Bahwa hati nurani ini mesti dibakar
    Tidak bisa menjadi abu
    .Hati nurani senantiasa bisa bersemi
    Meski sudah ditebang putus di batang ( WS Rendra )
    ———————————————————–

  18. dewi says:

    @ RIMD, Widjie, Baldew, Wager, Lespi3t, Madakaripura, SS, Copas,

    Terima kasih atas pencerahannya…

    @ KK,

    Agama itu seharusnya di ajarkan ketika kita berusia 17 th ke atas, bukan mendoktrinasikan pada anak2, itu juga bentuk kekerasan secara halus lho, anak2 cukup di ajarkan kasih sayang dan budi pekerti, itu yg essensial.

    Maaf mas KK, njenengan mengatakan itu hanya berdasarkan kitab, namun itu tidak sinkron dalam kehidupan sehari2, banyak lho contohnya anak2 (maaf) lulusan pondok pesantren malah tingkahnya jauh dari sifat2 cerminan kitabnya, misal kita tahu di berita, anak nyolong uang jajan/ sendal di hakimi di pesantrennya situ atau bahkan di masjidnya, apakah anda bisa menjelaskan gejala apa semua itu?… tolong jawab yg realita, jangan hanya kata2nya saja…

    Wanita pakai hijab itu memang urusan individual, apalagi ini jamannya trend mode busana, tetapi menjadi pongah jika dia tidak bisa menempatkan kode busananya, apalagi ini di dukung budaya arabisasi yang sistematik lho, bahkan sampai penetrasi ke pakaian adat asli nusantara!…

    Generasi kita sekarang saja malah terkesan ‘melecehkan’ makna rambut yg di gelung, terutama remaja putri setelah melihat pengajian ustad felix yg dalam salah satu hadistnya hendaknya para perempuan menghijab/ menutup kepalanya namun tidak sampai seperti menyerupai punguk onta atau yg bisa di intrpretasikan gelungan rambut yg besar yg terbuntal… coba njenengan klarifikasikan, apa iya rambut itu di permasalahkan karena juga termasuk bisa membuat syahwat lelaki muncul?… bukankah ini termasuk kategori pelabelan ‘kekerasan’ secara halus kepada perempuan yg di kemas dalam kitabnya?… tolong jangan katakan bahwa itu Tuhan yg berbicara. Tuhannya siapa??… Tuhannya orang samawi…

    Mengapa anda tak bisa mengharmosisasikan mental, ragawi dan jiwa anda dengan segala keluhuran budi pekerti dan welas asih nusantara?… sedang anda lahir, hidup, mencari makan di sini, tetapi otak anda malah selalu arab minded?!!…

    • bebek arab says:

      Semua aturan harus seperti dalam kitab padang pasir…..

      Kitab itu bila alau dibaca dengan teliti dengan hati nurani…..sepertinya itu bukan kata kata Tuhan….tapi hanya kata kata manusia yang berambisi memilik segala yang diinginkan dan membasmi semua musuih musuh yang menghalangi…..

    • bebek arab says:

      sangat jadi aneh bila Tuhan dalam kitab menyuruh memerangi manusia ….kalau perlu bunuh dengan potong leher…..kalau membantah maka manusia itu dilaknat dan diancam masuk neraka…. berperang….bumi hanguskan dan rampas .harta musuh dan nikahi para janda yang ditinggal suaminya….para suami yang terbantai ……tuhan kok malah mengobarkan nafsu angkara…..hanya sifat iblis yang mampu dan pantas berbuat itu….

    • bebek arab says:

      Apakah Tuhan yang mereka ( manusia padang pasir ) sembah benar benar sebagai Tuhan YME / Pencipta Alam ??…..

      Apa Tuhan sudah pikun pelupa……waktu awalnya menciptakan mahluk dengan sifat welas asih kasih sayang seperti sifat Ibu, lalu di abad 5 M sesama manusia seperti diadu domba…disuruh berperang….jangan jangan Tuhan mereka sedang kesurupan dan berubah bersifat bengis……atau jangan jangan itu bukan Tuhan Sejati……hanya tuhan ciptaan dari manusia yang berambisi menguasai dunia….

  19. KK says:

    Agama itu seharusnya di ajarkan ketika kita berusia 17 th ke atas, bukan mendoktrinasikan pada anak2, itu juga bentuk kekerasan secara halus lho, anak2 cukup di ajarkan kasih sayang dan budi pekerti, itu yg essensial.
    ——————————————————————————————
    Kasih sayang dan budi pekerti adalah bagian dari ajaran agama. :D
    ——————————————————————————————
    Maaf mas KK, njenengan mengatakan itu hanya berdasarkan kitab, namun itu tidak sinkron dalam kehidupan sehari2, banyak lho contohnya anak2 (maaf) lulusan pondok pesantren malah tingkahnya jauh dari sifat2 cerminan kitabnya, misal kita tahu di berita, anak nyolong uang jajan/ sendal di hakimi di pesantrennya situ atau bahkan di masjidnya, apakah anda bisa menjelaskan gejala apa semua itu?… tolong jawab yg realita, jangan hanya kata2nya saja…
    ——————————————————————————————
    Pesantren yang mana? Maklumlah, sistem pendidikan di pesantren kan juga sangat beragam. Bisa jadi sistem pendidikannya yang salah atau memang si anak yang tidak mau mengamalkan ajaran agama. Atau malah sistem di luar pesantren yang mempengaruhinya jadi seperti itu. :D
    ——————————————————————————————
    Generasi kita sekarang saja malah terkesan ‘melecehkan’ makna rambut yg di gelung, terutama remaja putri setelah melihat pengajian ustad felix yg dalam salah satu hadistnya hendaknya para perempuan menghijab/ menutup kepalanya namun tidak sampai seperti menyerupai punguk onta atau yg bisa di intrpretasikan gelungan rambut yg besar yg terbuntal… coba njenengan klarifikasikan, apa iya rambut itu di permasalahkan karena juga termasuk bisa membuat syahwat lelaki muncul?… bukankah ini termasuk kategori pelabelan ‘kekerasan’ secara halus kepada perempuan yg di kemas dalam kitabnya?… tolong jangan katakan bahwa itu Tuhan yg berbicara. Tuhannya siapa??… Tuhannya orang samawi…
    ——————————————————————————————
    Saya dan Ustad Felix pun sebetulnya masih mempunyai beberapa perbedaan pendapat. Namun begitu, saya berusaha untuk berbaik sangka kepada beliau. Mengenai perkara itu sebaiknya kamu tanyakan langsung kepada beliau, sebab apa yang saya pahami bisa saja berbeda dengan yang beliau pahami.

    Pandangan saya pribadi mengenai rabut sebagai berikut:
    Jika rambut kamu seperti itu jelas saya tidak terangsang, namun jika Sandra Dewi seperti itu, bisa jadi saya terangsang. Maklumlah… wajah dan rambut itu saling terkait alias satu paket. Bayangkan jika Sandra Dewi gundul… apa lagi jika Sandra Dewi pake cadar, tentu akan sangat sulit bagi saya untuk berimajinasi. :D

    Contoh kasus:
    ketika melihat cewek dari belakang… pertama kali pria akan melihat rambutnya, kemudian pinggangnya, kemudian bokongnya, kemudian menilai kecantikan berdasarkan visual data yang didapatnya. Namun begitu melihat wajahnya, si pria yang semula bergairah bisa langsung males lantaran wajah tidak sesuai dengan fantasi awal ketika dia melihat dari belakang. Jika wajah sesuai dengan fantasi awal maka fantasinya pun bisa berkembang lebih liar dan secara otomatis gairahnya pun akan semakin liar pula.

    ketika melihat cewek dari depan… pertama kali cowok akan melihat wajah dan rambutnya, kemudian dada dan pinggangnya, kemudian menilai kecantikan berdasarkan visual data yang didapatnya itu. Secantik apapun cewek, cowok bisa langsung males ketika melihat bagian dada dan pinggang yang tidak sesuai dengan seleranya. Jika bagian dada dan pinggang sesuai dengan seleranya maka fantasinya pun bisa berkembang lebih liar dan secara otomatis gairahnya pun akan semakin liar pula.

    Kemampuan pengendalian gairah pada setiap pria tentu saja berbeda. Dan karena adanya perbedaan kemampuan inilah, maka tindak pencegahan perlu dilakukan. Caranya yaitu dengan menggunakan hijab yang sempurna.

    Ketika melihat seorang cewek berhijab sempurna, dari arah manapun cowok akan sulit sekali untuk menilai. Jangankan untuk bisa berfantasi, tertarik saja tidak. Nah… Jika kamu secantik Sandra Dewi apa kamu senang tubuh kamu dijadikan objek fantasi liar seorang pria?
    ————————————————————————————–
    Mengapa anda tak bisa mengharmosisasikan mental, ragawi dan jiwa anda dengan segala keluhuran budi pekerti dan welas asih nusantara?… sedang anda lahir, hidup, mencari makan di sini, tetapi otak anda malah selalu arab minded?!!…
    ————————————————————————————-
    Saya bisa mengharmosisasikan mental, ragawi dan jiwa saya dengan segala keluhuran budi pekerti dan welas asih yang Tuhan ridhai dari belahan dunia manapun. Semua manusia itu bersaudara, manusia bebas untuk lahir, hidup, dan mencari makan dimanapun dia mau, tidak dibatasi oleh wilayah dan kewarganegaraan, semuanya satu dalam naungan pemerintahan yang Tuhan ridhai.

  20. Bala(ne)dewa says:

    Semua manusia itu bersaudara, manusia bebas untuk lahir, hidup, dan mencari makan dimanapun dia mau, tidak dibatasi oleh wilayah dan kewarganegaraan, semuanya satu dalam naungan pemerintahan yang Tuhan ridhai.(KK)
    =———————————–
    Pasal 1
    Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan. ———————————————–

    Pasal 18
    Setiap orang berhak atas kebebasan pikiran, hati nurani dan agama; dalam hal ini termasuk kebebasan berganti agama atau kepercayaan, dengan kebebasan untuk menyatakan agama atau kepercayaannya dengan cara mengajarkannya, melakukannya, beribadat dan mentaatinya, baik sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain, di muka umum maupun sendiri.
    Pasal 19
    Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat; dalam hal ini termasuk kebebasan menganut pendapat tanpa mendapat gangguan, dan untuk mencari, menerima dan menyampaikan keterangan-keterangan dan pendapat dengan cara apa pun dan dengan tidak memandang batas-batas. (Deklarasi hak-hak asasi manusia,PBB )
    —————————————-
    @ Saudara KK,Jeng Dewi,Mas JS,Oom Wager, saudara sekalian yang saya hormati,

    Betul itu yang dikatakan saudara KK bahwa semua manusia … bersaudara. Oom Wage, saya MOHON DENGAN SANGAT blog abal2 ini ikut mengsukseskan ‘misi’ yang amat sangat bagus ini !

    Ada … ribuan agama di dunia ini – tidak cuma Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Buddha,Konghucu. Ada yang percaya Tuhan itu cuma satu, ada yang percaya adanya banyak dewa2, ada yang percaya Tuhan itu MUNGKIN ada tapi tidak relevan, ada yang sama sekali tidak percaya Tuhan itu ada,dll. Oh, ada juga agama DIY – agama bikinan sendiri, sah2 saja, karena kita BERHAK menjadi utusan untuk diri kita sendiri – kalau bukan untuk orang lain.
    Tidak masalah. Agama sering bersifat amat sangat pribadi. Cocok kalau didiskusikan dengan yang se ‘iman’ atau se aliran, cemplang kalau didiskusikan dengan yang berlainan iman atau aliran.

    Yang pokok adalah kita semua bersaudara, seperti kata saudara KK. Atau seperti dikatakan PASAL 1 : kita semua mempunyai martabat dan hak2 yang sama, dikaruniai akal dan HATI NURANI, dan hendaknya bergaul dengan semangat persaudaraan. Tidak masalah anda beragama Islam Katholik Kristen Hindu Buddha Konghucu Kejawen, campuran dari cem macem agama , atau tidak beragama sama sekali. Oh ya ‘agama’ Buddha adalah semacam way of life – jalan hidup, bukan agama seperti Islam Katholik Kristen – ada kitab suci dan nabi2 nya.
    [Lho, apa kitab suci ‘agama’ Buddha ? Ya hati (nurani) kita. ]

    Salam Bhinneka Tunggal Ika

  21. wager says:

    Semua manusia adalah bersaudara…….

    Saya sih setuju sekali. Misi yang berat namun bukan tidak mungkin. Berat gimana sih? Penyebabnya adalah karena tidak semua orang berpikiran seperti Kang Bala, yaitu memiliki spirit persaudaraan yang luas tanpa dibatasi oleh banyak sekat seperti agama, suku, berTuhan atau tidak dll.

    Kebanyakan orang kita (sepertinya) masih terikat oleh batasan persaudaraan yang sempit, saudara seiman, saudara se-suku dst. Bingung, bukankah kita adalah saudara sebangsa dan setanah air?

    Bang KK juga memiliki definis persaudaraan yang sangat ideal, yaitu tanpa dibatasi oleh wilayah atau negara. (Jadi ingat HTI dan lagi imagine-nya John Lennon nih) Duh saya sih senang sekali andai ini bisa tewujud. Asik, tidak pusing lagi dengan urusan visa kerja, schengen visa dll. Tapi apakah ini mungkin? Hmmmmm………

    Dong-bud adalah blog agama?
    — Ya.
    Agama apa?
    — Agama apa saya yang penting kumpul dan hati senang

  22. Bala(ne)dewa says:

    Kebanyakan orang kita (sepertinya) masih terikat oleh batasan persaudaraan yang sempit, saudara seiman, saudara se-suku dst. Bingung, bukankah kita adalah saudara sebangsa dan setanah air? (Wager)
    ——————————————
    Oom Wager (-:

    Ada cem macem teori mengenai asal usul manusia. (Teori) agama : manusia pertama kali diciptakan oleh Tuhan , Adam dan Hawa ( versi Abrahamik.) Tapi teori … ilmiah mengatakan manusia …. TIDAK tiba2 menjadi manusia , tapi melalui proses evolusi. Nenek moyang kita sama dengan nenek moyang ….chimpanse dan gorilla.

    Duluu kala, nenek moyang kita lahir di tempat yang sama, benua Afrika. Duluuu kala kita adalah …. satu, sebelum ber ,,,, transmigrasi ke tempat2 / benua2 lain. Warna kulit – hitam,putih,coklat,kuning,dll – itu sebenarnya kan cuma karena reaksi kulit kita dengan iklim. Yang terlalu banyak kena matahari jadi hitam manis – seperti saya. Yang kekurangan sinar matahari jadi putih. Baladewa itu putih. Adiknya, Kresna, hitam manis.

    Manusia yang sehat,konon, adalah yang selalu berpikir …positif…

    Di zaman Majapahit dulu kalau ada orang yang bilang pada suatu hari manusia bisa terbang ke bulan, pasti akan ditertawakan, atau dianggap lurang waras. Nah lhooo …

  23. Bala(ne)dewa says:

    Ingin berkontribusi terhadap kemajuan bangsa lewat blog. Lha, bukankah ini namanya bego? (Wager)
    ————————————————–
    Menurut saya gak lah … Kontribusi ya melalui orang per orang, sedikit2 lama2 kan jadi rakit, eh, bukit ..(-: Menurut Oom Buddha, NIAT lah yang amat penting. Nah, niat Oom Wager sudah … bagus dan benar , lepas dari bego tidaknya …(-: Banzai !

  24. Paman Dalbo says:

    Nuwun…
    Sedikit usul sj, ada nggak ya dlm bhs Indonesia yg mewakili kata ” RUMONGSO” karena kata merasa itu kok kurang pas sekali misal merasa benar, walo maksudnya rumongso benar pdhl tdk benar,
    dlm bhs inggris merasa adlh feel, jdi bukan lgi asumming tpi ya memang merasa.
    @ kang Balanedewe, suwun infonya ttg vickynisasi, trs tetang Paman punya situwasi sama sperti mbah Wage yaitu kagak punya tv, anyway,,Paman sering mendapati istilah2 yg di pakai di Indonesia namun salah kaprah, dan istilah2 ini jelas di ambil dr bhs asing namun salah pengartianya, contoh kata Artis yg asal katanya dari Artist, dlm bhs ingrris ini artinya seniman seperti iwan fals, afandi, mbah wage dll, namun kenyataanya istilah artis malah di pake untuk lebel bintang2 sinetron dan sekitarnya.
    Nah apakah kesalahan2 ini akan menjadi benar bila sudah di amini berjama’ah dan di imani, ini bru di wilayah istilah/bahasa sj , sebenarnya banyak sekali kesalahan2 dlm wilayah sikap dan prilaku yg salah tpi sdh di amini dan di imani berjama’ah.

    Semoga bisa di tetima, suwun

    PD

    • wageR says:

      Terima kasih Paman atas saran dan koreksinya. Jadi penggunaan kata “merasa diri” di atas kurang tepat ya? Jadi baiknya diganti dengan kata apa ya? “Mengaku diri”, “menganggap diri” atau “menyebut diri” mungkin sedikit lebih tepat?

      Kalimatnya akan menjadi:

      “Menyebut diri” juga termasuk katagori kebodohan. Menyebut diri benar, menyebut diri orang baik, mernyebut diri disayang Tuhan, menyebut diri akan masuk surga dll. Orang yang menyebut diri pintar tidak akan pernah mau belajar…… dst.

      Koq malah jadi aneh ya? Mungkin karena belum terbiasa kali ya?

      Terjemahan bahasa asing ke Indonesia memang kadang aneh atau salah. Kalau Paman mengambil contoh bahasa Inggris, saya mencoba mengambil contoh bahasa Jepang, Salah satunya kata Samurai sering diartikan sebagai senjata sejenis pedang dari jepang, padahal arti sebenarnya dari kata samurai adalah nama orangnya (semacam pendekar atau prajurit jaman dulu). Sedangkan nama senjatanya adalah Katana. Jadi kalimat seperti “50 Anggota Brimob Serang Markas Sabhara Bawa Samurai” akan menjadi sangat aneh.

      Terjemanan artis menurut Paman adalah benar, namun yang salah adalah saat nama saya Paman sejajarkan dengan tokoh seperti Iwan Fals atau mendiang seniman besar Affandi. Saya bukan artis namun pedagang merangkap penyelundup dan pelacur seni………wakakakkk…….

      salam

    • RIMD says:

      Selamat malam kang Wager, kang Bala(ne)dewa, Paman Dalbo.
      Kata “rumongso” memang tidak ada kata Indonesia yang “pas”, penggunaan kata “rumongso” ini yang paling sering digunakan adalah “ojo rumongso-biso ning kudu biso-rumongso”… bila di Indonesiakan “jangan merasa-diri bisa (sok bisa) tetapi harus bisa merasa-diri (tahu diri).
      Salam.

    • RIMD says:

      Sebenarnya, saya kurang pas dengan petuah tersebut diatas…. “ojo rumongso-biso” ini adalah petuah yang membuat orang “tidak percaya-diri” … mungkin sebaiknya spt berikut: “ojo karumangsan biso ning kudu biso rumongso”… karumangsan = kegeden rumongso= overconfidence. Boso meduro: Don’t underestimate that will make you overconfidence.
      Bila kurang tepat, harap maklum… ilmu boso jowo & meduro setengah matang.

    • RIMD says:

      Atau… kebalik.. barangkali.
      Don’t overconfidence that will make you underestimate. :roll: binun :lol:

  25. dewi says:

    @ KK,

    Saya koreksi ya, agama itu sebagian kecil dari tata krama dan budi pekerti, jangan di balik, bahwa budi pekerti itu adalah sebagian kecil dari agama.

    Agama samawi lahir baru abad ke berapa toh, dan mengapa ia di jadikan alat agama? apa kepentingannya? kenyataannya agama itu kecil sekali spiritualnya, tapi lebih banyak muatan politiknya, termasuk politik adu domba juga ada di dalamnya, wis gak usah selak.

    Mengenai pesantren itu, saya rasa anda tidak realistis, hanya bercita2 pasti baik kalau lulusan pondok, tanpa melihat isi perihal isu kekerasan yg sudha karatan di dalamnya. kapan mau di bersihkan karat mentalnya, kalau tidak ada niatan untuk berubah.

    Tentang rambut si dewi dan dewi sandra itu njenengan sudah cukup paham, bahwa pandangan pria itu subyektif, kalau ia think positive maka wanita itu indah bak bunga, kalau ia primitive maka wanita itu tak ubahnya di samakan dengan makanan/ permen, ketika tidak di bungkus brukut maka akan di kerubuti lalat/ pikiran liar.

    Permasalahannya adalah bagaimana pendapat subyektif itu bisa di tempatkan sebagai superioritas yg mengatasnamakan Tuhan?!!…

    Tolong cerdaslah sedikit dalam berkoment.

    • KK says:

      @Dewi
      Suka-suka kamu aja lah, Wi. …….. ama ……… emang rada susah nyambung. :D

    • K O says:

      yang kagak bisa disambung ato yang tidak mau disambung dengan benar itu sebenarnya siapa ?? he he he…..menurut pengamatagn saya Jeng Dewi itu sangat cerdas dan galak….wakakakakakak…..siap meng KO lawan..

    • K O says:

      Saya koreksi ya, agama itu sebagian kecil dari tata krama dan budi pekerti, jangan di balik, bahwa budi pekerti itu adalah sebagian kecil dari agama.

      —————————————————————————————————————–

      Agama sebagai sebagian kecil dari budi pekerti , tata krama atau hasil dari pola pikir,,agama dan kitabnya hanya hasil karya tulis manusia,,,.supaya tampak lebih hebat maka ada lebel ” buatan Tuhan “…..

      Inti dari ajaran kebenaran sesunggunya hanya dan bersumber dari hati nurani,,,hati nurani tidak mampu untuk adu domba, perang , bohong atau kedonyan dan berambisi ingin jadi pemimpin dan menguasai dunia…..

    • KK says:

      @Dewi

      Maafkan segala kata-kataku yang tidak berkenan ya, Wi. Sungguh semua itu karena ……………….. ku padamu. Jika kau berbaik sangka padaku, silakan isi dengan kata-kata yang kamu anggap baik. Namun jika tidak, sungguh aku tak punya kuasa untuk itu.
      ————————————————————————————————————
      @KO

      Inti dari ajaran kebenaran sesunggunya hanya dan bersumber dari hati nurani,,,hati nurani tidak mampu untuk adu domba, perang , bohong atau kedonyan dan berambisi ingin jadi pemimpin dan menguasai dunia…..
      ————————————————————————————————————-
      Nurani memang tidak pernah berbohong, tapi dia bisa diam membisu. Ketika dia terdiam, tentu bukan dia yang bicara.

BLOG KOMUNITAS WARGA ABAL-ABAL. Tidak ada paksaan untuk membaca dan juga tidak ada paksaan untuk berkomentar.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s