Catur Marga: Banyak Jalan Menuju “Tuhan”

600px-img25

“Banyak Jalan Menuju Roma”, pepatah tua yang sudah sering kita dengar atau bahkan mungkin juga sering kita gunakan.  Pepatah sederhana tapi mengandung filosofi yang sangat dalam, fleksiel dan bisa digunakan untuk menjelaskan, menasehati, memotivasi ataupun menganalogikan beragam hal.

Nah, sekarang bagaimana dengan relegi atau ketuhanan? Situasinya menjadi sedikit berbeda, pepatah banyak jalan menuju roma nyaris tidak bisa digunakan, terlebih lagi untuk golongan fanatik atau radikal.  Sembahyang contohnya, adalah harga mati dan begitu juga dengan tata caranya. Tanpa sembahyang, jalan menuju ketuhanan nyaris tidak mungkin.

Nah, kali ini saya mencoba menuliskan ajaran Catur Marga (kadang juga disebut Catur Yoga), yang cukup unik dan rada liberal yang intinya : Ada banyak jalan menuju Tuhan dan sembahyang adalah salah satunya. Tidak sembahyang  bukan orang jahat yang  tidak berTuhan dan  rajin sembahyang bukan berarti orang baik yang berTuhan.  Berikut uraiannya lebih lengkap :

Catatan : tulisan ini tidak perlu dipercaya bagi yang tidak percaya daj juga tidak perlu diimani bagi yang sudah beriman. Tulisan ini tidak mengajak Anda untuk percaya atau mengimani tapi sekedar tulisan penambah wawasan yang mencoba menjelasakan tentang keragaman kepercayaan. wage

1. Bhakti Marga / Bhakti Yoga

Bhakti artinya berbakti alias sembahyang atau ibadah. Ini adalah merupakan cara yang paling umum sekaligus cara termudah untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Wajar kalau akhirnya hampir semua agama mengajarkan atau bahkan mewajibkan umatnya untuk melakukan ritual ini, lengkap dengan tata caranya yang sudah baku.

2. Karma Marga / Karma Yoga

Karma artinya perbuatan, tingkah laku, pekerajaan ataupun aksi. Ini artinya, dengan melakukan perbuatan baik atau bekerja dengan penuh dedikasi pada pekerjaanya sebetulnya adalah sama mulianya dengan sembahyang.  Pekerjaan atau perbuatan yang dimaksud tentu saja perbuatan baik.  Mereka yang sukses pada pekerjaanya akan mendapatkan banyak materi dan dengan materi yang lebih banyak berarti memiliki kemampuan lebih banyak untuk berderma, memperbaiki fasilitas publik, menyediakan lapangan pekerjaan ataupun sumbangan untuk bencana.

3. Jnana Marga / Jnana Yoga

Jnana artinya pengetahuan. Jadi dengan belajar dan mencari pengetahuan seseorang akan bisa mendekatkan diri pada Penciptanya. Jadi belajar keras mempelajari ilmu dan pengetahuan baru, menurut ajaran  Catur Marga adalah sama mulianya dengan sembahyang.

Jadi mereka yang haus dengan pengetahuan, berkutat dengan buku dan penelitian adalah merupakan orang orang yang sedang mencari Tuhan namun dengan cara yang berbeda. Para peneliti hebat dan termasyur dengan penemuannya yang telah mengubah dunia menjadi lebih baik, adalah contoh dari orang yang telah menjalankan Jnana Marga. Berkat jasa merekalah blog ini saya buat. Apakah saya adalah orang picik dan tidak bisa menerima kenyataan?

4. Yoga Marga / Raja Yoga

Yoga artinya meditasi. Untuk terjemahan yang lebih mudah adalah perenungan diri,  melatih  pikiran dan tubuh ke arah yang positif. Jadi hakekat dari Yoga dan sembahyang adalah sama. Bedanya, sembahyang bisa dilakukan oleh siapa saja dengan mudah sedangkan meditasi memerlukan latihan.

  • :)Tapi Mbah, bukankah dengan sembahyang dan diikuti dengan  prilaku santun, kerja keras dan belajar akan menjadi semakin lengkap?

Tentu saja bagus, tapi untuk hidup damai kadang tidak diperlukan banyak ilmu atau kitab tebal tebal cukup dengan senyum saja. Kadang kita telah merasa diri telah menjadi orang baik dan murah senyum tapi sebetulnya adalah menyeringai.  Masyarakat Jepang tidak memerlukan teori agama yang muluk muluk tapi cukup kerja keras saja. Masyarakat jaman dulu di nusantara juga tidak punya ilmu yang nyelimet untuk hidup damai tapi cukup dengan 3 kata yaitu asah, asih dan asuh.

  • Mbah, apakah ajaran Catur Marga ini adalah merupakan ajaran agama Hindu? Hiiii, ogah ah Mbah icon-palu

Benar. ajarannya berasal dari hinduisme. Namun bagi mereka yang berjiwa bebas sepertinya bukanlah masalah besar. Dalam konteks ke-Tuhan-an, menurut opini saya, sumber ajaran adalah tidak terlalu penting untuk dipersoalkan. Kebaikan bisa datang dari segala arah.

REVISI 27 Oktober 2012 : Catur Marga bukanlah ajaran berjenjang atau berurutan, yang artinya harus diawali dari  jalan 1 terus lanjut ke jalan 2 dst. Catur Marga juga bukan berarti pilihan berganda, harus dipilih satu saja dan tidak boleh 2. Ajaran ini hanyalah sebatas uraian atau penjelasan saja bahwa ada banyak jalan untuk mencapai kebenaran (Tuhan).

wage-sign-rahardjo

Credit: Free images from acobox.com

Advertisements

17 thoughts on “Catur Marga: Banyak Jalan Menuju “Tuhan”

  1. Apa penempuhan melalui satu jalan saja cukup mbah?….atau harus lengkap ke empat-empatnya? Kalau harus semuanya, urutannya bagaimana?…..Dibabar juga tentang Raja Yoganya dong mbah….hehe

    1. Kang Mo yang baik,

      Pertanyaan yang cerdas sehingga membuat simbah kelimpungan. Yang jelas, Catur Marga bukanlah pilihan berganda seperti formulir bank yang harus dicentang salah satu dari 4 kotak yang ada. Juga tidak sama dengan pilih istri. Jadi mau pilih satu, 2 atau semuanya bukanlah keharusan.

      Itinya ajaran Catur Yoga ini hanya menjelasakan bahwa ada banyak jalan menuju Tuhan. Hidup adalah merupakan persembahyangan terus menerus, bekerja, belajar, berbicara, berjalan dsat.

      Raja Yoga artinya kurang lebih meditasi. Bahasa yang lebih mudah adalah berfikir atau perenungan diri. Bahasa Jawanya mungkin “Who am I”.

      wage

  2. Raja Yoga artinya kurang lebih meditasi. Bahasa yang lebih mudah adalah berfikir atau perenungan diri. Bahasa Jawanya mungkin “Who am I”.
    ===================
    Mbah.

    Meditasi ala Oom Buddha nggak ada hubungannya dengan Tuhan – apa seh definisi Tuhan ? Tuhan nampaknya … tidak relevan dalam ajaran Oom yg arif ini …

    Dan, meditasi sering mengandaikan tidak … berpikir.Yang bermeditasi hanya mengamati pikiran2 yg berkelebat di kepala saja.

    Tapi,mungkin ada bermacam-macam(cara untuk)meditasi.

    1. Apa sih definisi Tuhan?
      ———————-
      Ah, Kang Bala, udah tahu koq nanya lagi? Ini khan pertanyaan untuk anak kecil. Emang Akang perlu jawaban?

      Tapi,mungkin ada bermacam-macam(cara untuk)meditasi.
      ——————-
      Nah, sudah jelas bukan

    2. Definisinya, seperti … meditasi, bermacam-macam ? 🙂

      Reply Wage :Iya Kang, definisinya adalah….bermacam macam.(khan blog abal2) 😆

  3. Marga atau jalan menuju tuhan itu hanya sebuah alat atau cara. Seperti halnya agama yang ada di muka bumi ini, hanya jalan/marga.
    Ketika kita akan mendaki sebuah gunung, dari arah yang berbeda dan dari jalan yang berbeda puncak gunung akan kelihatan berbeda.
    Tetapi ketika kita sudah sampai pada puncaknya, ternyata semuanya sama.
    Begitu pula halnya agama, setelah akhirnya kita menyatu denganNya agama manapun adalah sama, hanya jalan.

  4. terimakasih mbah.
    kalo mau share topik ini di fb gimana caranya?

    Catatan admin
    SOLVED, (pertanyaan ini diajukan saat blog berformat domain berbayar. Sekarang blog dipindah ke wordpress jadi otomatis memiliki fasilitas share botton)

  5. Marga atau jalan menuju tuhan itu hanya sebuah alat atau cara. Seperti halnya agama yang ada di muka bumi ini, hanya jalan/marga.
    ————————–
    Tapi kalau caranya antara lain dengan … membuat orang lain jadi harus … mengungsi ? (Kalau tidak ngungsi, dipukuli sampai babak belur ! ) Kasihan orang lain , yang berbeda jalan … 😦

  6. Ini khan pertanyaan untuk anak kecil.
    =======================
    Anak kecil itu biasanya ‘lugu’,polos. Anak kecil juga biasanya tidak … jahat,suka bermain,dan tidak suka membeda-bedakan. Seorang yg arif, konon anak Allah, pernah bilang,’Tidak seorangpun akan masuk surga kalau dia tidak seperti anak-anak …’ Anak2 itu sering mengajarkan kearifan pada orang dewasa. Salah satu penyair Inggris yg terkenal,Oom William Wordsworth, pernah bilang di salah satu puisinya, ‘Anak adalah bapaknya orang dewasa’ .Oh ya,tontonan yang amat populer di seluruh dunia adalah dua puluh dua orang dalam dua grup yang menendang karet bundar kesana kemari untuk ditendang kearah … gawang. Persis seperti anak2 kecil ! 😛 Nah lhoo 😎

    1. Terima kasih Kang Woang atas penjelasannya. Jadi malu dan ngaca diri bahwa selama ini lupa belajar pada anak anak.

      Pertanyaan tentang tuhan akan damai kalau ditanyakan oleh anak2, tapi kalau orang dewasa yang bertanya maka akan cendrung ramai. Orang dewasa kadang bertanya tanpa memerlukan jawaban. Itulah sebabnya simbah cendrung berkelit kalau ditanya tentang tuhan. Kata tuhan di atas sepertinya tidak labih dari hiasan doang. tuhan bisa diganti dengan kata kedamainan, hati senang dll. Jadi pertanyaan tentang tuhan adalah tidak berguna untuk topik ini.

      Jadi apa yang berguna pada topik ini? Jawabannya ada pada kata kunci “banyak jalan”. Setiap orang hendaknya berusaha untuk menghargai mereka yang menempuh JALAN yang berbeda.

      Tapi kalau toh pertanyaan tentang tuhan harus dijawab maka mbah menyarankan untuk membaca definisi tuhan versi kamus bahasa yang bisa dilihat di bagian menu INFO bagian atas. Sub(2) tuhan adalah sesuatu yang dianggap sebagai tuhan, jadi bisa patung, batu kasar, batu berkilat, arah, bangunan, piligram, pikiran, nurani atau apa saja asal membuat hati senang, yang lain harus belajar tidak protes.

      Sekali lagi topik ini membahas tentang Catur Marga, topik bahasan tentang tuhan dibahas di topik lain seperti “tuhan menurut buddha”, sejarah tuhan dll. Jadi kalau dicampur jadi tidak nyambung …..

      Tapi dibahas disini juga bisa, khan blog abal2, asal hati senang. Simbah hanya berusaha mengarahkan saja. (huhhh..tersengal2 kelelahan)

      Tendang bola karet? ya, asal hati senang…..

  7. I am extremely inspired along with your writing skills as neatly as with the format in your blog.
    Is that this a paid subject matter or did you modify it yourself?
    Either way stay up the nice quality writing, it’s rare to look a great blog like
    this one these days..

  8. When someone writes an piece of writing he/she keeps
    the idea of a user in his/her brain that how a user can know it.
    Thus that’s why this article is great. Thanks!

  9. Menarik sekali membaca uraian tentang catur marga disini. Saya ingin bercerita sedikit tentang orang Bali. Di Bali tidak banyak orang yang memahami agama, Kalau anda tanya apakah mereka pernah membaca kitab suci agama mereka pasti sebagian besar menjawab tidak pernah.

    Bahkan untuk sembahyang orang jarang sekali, praktek keagamaan dibali paling banyak adalah berupa upacara dipura-pura itupun tidak setiap hari.

    Tapi kenapa di Bali damai? tentu saja tidak juga… orang bali sudah didoktrin tentang karma phala. Jadi menurut saya orang bali lebih banyak yang mengambil jalan KARMA marga dan jarang yang menekuni JNANA marga.

    Perlu diketahui agama hindu di Bali adalah hasil percampuran berbagai sekte HINDU termasuk ajaran BUDHA. Oleh karena itu agam dibali disebut agama HINDU SIWA BUDHA.

    Dengan kemajuan jaman banyak juga orang bali yang berbuat jahat ini tidak bisa saya pungkiri tapi sejauh ini masih wajar2 saja tidak sampai menjurus ke kejahatan kejam kemanusiaan atau kekerasan terhadap kelompok lain karena memang tokoh2 agam di Bali jarang yang mendoktrin pengikutnya dengan ajaran2 kekerasan. Paling mereka mengajarkan cinta kasih dan memaafkan.

    Tapi ada jeleknya karena orang bali terkesan lemah dan bukan tidak mungkin ada orang yang memnafaatkan kebaikkannya.

  10. Substansinya memang pengakuan akan banyak jalan, dimana setiap jalan sama2 diakui sebagai absah dan sama-sama unggul sebagai jalan menuju “Tuhan”. Landasannya adalah, salah satunya sloka Bhagavad Gita pilihan mbah admin.
    (Bhagawadgita, 4:11)
    Ye yathā mām prapadyante
    tāms tathaiva bhajāmy aham,
    mama vartmānuvartante
    manusyāh pārtha sarvaśah

    Dengan JALAN apapun seseorang menyerahkan diri kepada-Ku,
    Aku menganugerahi mereka sesuai dengan penyerahan dirinya itu.
    Semua orang menempuh jalan-Ku dengan berbagai cara, wahai putera Prtha.

    Pengakuan akan setiap jalan adalah pengakuan akan adanya kecenderungan/samskara yang berbeda dari setiap manusia, dimana setiap kecenderungan manusia ini adalah hasil dari tindakan-tindakannya/karma wasana. Ada kecenderungan utama dari tiap2 orang atau berbagai kombinasi kecenderungan, sehingga memang seseorang tidak harus memilih salah satu saja lalu tidak melakukan yang lain, bisa saja seseorang menjalankan beberapa atau semuanya dengan proporsi yang berbeda-beda. Contohnya, dalam hal Karma Yoga, merupakan jalan tindakan “tanpa” pementingan diri. Seorang yang berkecenderungan aktif dalam tindakan, bekerja iklas, kegiatan sosial dan untuk kepentingan umum, tanpa terikat dengan motif2 yang mementingkan dirinya sendiri, maka ia akan bebas dari “ikatan” kerja, hasil pasti datang, tapi seseorang yang bebas dari pamrih/keterikatan akan rupa dan bentuk dari hasil2 tindakannya, akan berjalan kearah pemenuhan/realisasi diri sejatinya. Dari sisi Hinduisme, orang spt ini diakui sebagai orang yang berbudi baik/memiliki sifat “dharma”, dan yang berjalan menuju kebenaran sejati, meskipun dia tdk suka beribadah atau tdk bisa baca kitab suci, atau tidak menguasai ilmu agama. Jalan pembebasannya adalah jalan karma yoga. Atau tdk mutlak dia hanya menjalankan karma yoga saja sbg kecenderungan pribadinya, bisa saja dia juga menyukai kegiatan meditasi, atau penekun pengetahuan. Tapi di “tempat” lain, bisa saja dia dianggap tidak tahu agama, masih sesat karena tidak sembahyang dg cara tertentu atau karena tidak menyembah tuhan yang benar.
    Maka, dalam Hinduisme menurut ajaran Catur Yoga, ilmuwan seperti Einstein, Bohr, Hawking dll, filosof spt Plato, Socrates dll, adalah seorang jnani (penempuh jnana yoga), penyair Tagore, Gibran, dll, rohaniwan dan pelayan umat yang tulus, adalah Pecinta Tuhan penempuh Bhakti Yoga, para volunteer kemanusiaan dan alam adlh penempuh Karma Yoga, penekun meditasi-tapa-semadhi adalah Penekun Raja yoga. Semua memperoleh jalannya menuju “Tuhan”. Svami Vivekananda mengatakan: “tidak ada yang disebut salah, yang ada adalah berjalan dari kebenaran yang lebih rendah menuju kebenaran yang lebih tinggi”.

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s