Sekapur Sirih

toleransi

Setiap orang memiliki opini, pendapat, kepercayaan, agama atau idiologi yang berbeda. Maaf kalau opini kami tidak sama dengan Anda dan kamipun mencoba maklum dengan opini Anda yang berbeda. Terlepas dari segala perbedaan yang ada, kenapa kita tidak mencoba berkumpul bersama dalam gelak dan tawa dengan naungan payung nasionalisme atau humanisme? 

Setiap orang dibesarkan dalam lingkungan keluarga, masyarakat, budaya dan pendidikan yang berbeda. Walaupun dengan memeluk agama yang sama sekalipun perbedaan tetap tidak akan bisa dihindari. Jadi mau atau tidak mau, suka ataupun tidak suka, setiap orang harus belajar untuk menerimanya.

Di blog abal-abal ini, Anda mungkin akan disuguhi dengan opini, pola pikir ataupun KEPERCAYAAN KOPLAK yang mungkin bertolak belakang dengan opini Anda. Sejauh mana Anda bisa memahami atau mentoleransinya? Jawabannya kembali ke diri masing-masing. Apakah Anda cukup toleran dan mampu membaca dengan gelak dan tawa atau sebaliknya, fanatik buta sehingga Anda kejang-kejang membacanya……

Setiap orang tidak bisa memilih tempat kelahiran, suku, ras ataupun keluarga. Saya dibesarkan di  keluarga yang ber-agama ANIMISME. Agama apaan tuh? Nah, lewat blog abal-abal ini saya mencoba sedikit menuliskannya sehingga kita bisa saling mengenal atau bertoleransi. Tentu saja, bagi mereka yang FANATIK, reaksinya hanya satu yaitu penolakan dan menyalahkan.

Perbedaan tentang Tuhan, perbedaan tentang agama dan kepercayaan adalah urusan privat yang tidak seharusnya dijadikan bahan untuk dipermasalahkan ataupun didebat. Hidup terlalu singkat kalau hanya dihabiskan untuk berdebat, terlebih lagi berdebat tentang kepercayaan.

Perbedaan, terlebih lagi dalam hal agama kalau dicari-cari, sampai peyot-pun kita tidak akan pernah selesai. Menurut saya, Tuhan tidaklah bodoh, konyol dan berkacamata kuda, tiap hari duduk ongkang-ongkang kaki sambil tersenyum menyeringai kegirangan melihat umatNya baku hantam berdebat tentang dogma agama.

toleransi2

Terkadang dalam kasus tertentu, perbedaan tidak bisa dipahami. Lupakanlah, carilah topik lain yang lebih menarik dan memiliki lebih banyak kesamaan. Hidup terlalu sayang kalau dilewatkan hanya untuk berkonflik ria jual beli makian.

Setiap orang dilahirkan dalam kondisi polos, tanpa kebencian dan intoleransi. Jadi dari manakah kebencian itu muncul?

………….oooOooo……………

Siapa lagi yang bisa merubah seseorang, kecuali dirinya sendiri? Yang memberi semangat? Yang menjadi guru? Bahkan yang menjadi si-pelaku? Orang di luar sana hanya bisa memberi arahan, support, masukkan, atau justru gunjingan..

Bersahabatlah pada diri sendiri, bila dia mau berubah lebih baik.. Musuhilah diri sendiri, bila dia selalu memberontak dari hati nurani… (Nurkahuripan)

.

copyright@dongengbudaya

koplak wager

.

Komentar, tanggapan, saran dll silakan ditulis di Warung Kopi atau  halaman khusus lainnya

.

.