Mengapa Kita Harus Sembahyang atau Ibadah ?

Penulis: Wage Rahadjo. Dalam kehidupan beragama, ibadah atau sembahyang adalah salah satu pilar penting yang wajib untuk dilakukan. Namun apakah dengan dengan sembahyang bisa menjamin pelakunya menjadi super baik? Kalau dilihat dari maraknya kasus korupsi, kekerasan agama dll sepertinya sembahyang model di atas sama sekali kagak berguna.

  • 🙂 Ah, jangan gitu dong Mbah. Itu  namnya oknum. Yang jelas Sembahyang adalah perintah Tuhan jadi hukumnya adalah wajib !!

Perintah Tuhan? Mungkin saja Nak, cuma maaf, siMbah adalah manusia sesat jadi cendrung membangkang dan tidak percaya. Emang Tuhan gila hormat?  Emang Tuhan lagi kagak ada kerjaan dengan menciptakan manusia kemudian memaksa ciptaannya agar menyembahnya? Apalagi cara nyembahnya ada tata caranya yang kalau salah tidak akan dikobul. Ini mah menurut siMbah sama dengan Sinetron. Wakakakkkk……..

  • 🙂 Duh, kualat dong! Apa Mbah mau melawan perintah Tuhan?

Ah itu kan akal akalan orang tua jaman dulu saja. Kalau dibilang dari Tuhan  khan semua pada takut dan langsung percaya. Apalagi kalau ditambahi bumbu surga dan hadiah bidadari mulus, dijamin semua orang pada mau. Coba kalau dibilang “Ini perintah Gundorwo dan imbalannya dapat hadiah gadis Kuntilanak, mana dijual?

“Sembahyang ada perintah Tuhan, ada tata caranya, harus dipelajari dengan benar. Kalau rajin ibadah akan dapat sorga dan bidadari mulus.!” Weleh, ini sih cacoknya dipakai  untuk keponakan siMbah yang sedang puber.

  • :mrgreen: Lha,  kemarin aku lihat Mbah juga sembahyang. Jadi kalau kagak berguna untuk apa Mbah sembahyang?

Yang bilang kagak berguna siapa? Di tulisan ini Mbah hanya mempertanyakan motivasinya. Sembahyang karena perintah Tuhan, berbuat baik karena perintah Tuhan, menolong orang karena perintah Tuhan.dst. Motivasi seperti di atas menurut mbah adalah sudah tidak effektif atau malah bisa jadi berbahaya. Nanti jangan jangan perang dan kerusuhan juga karena perintah Tuhan. Jadi untuk apa ibadah? Berikut adalah versi abal-abal dari  siMbah:

Sembahyang adalah wujud kerendahan hati

Sembahyang adalah bentuk pengakuan ketidaksempurnaan diri, rasa syukur atapun ungkapan kerinduan diri pada penciptanya. Dengan sembahyang maka jiwa menjadi tenang, rasa ke-aku-an manusia bisa dikendalikan, merasa diri kecil tidak berarti di hadapan Pencipta sehingga memacu seseorang untuk berbuat baik, hidup tertib, hidup bersih, rukun sama tetangga dll

Sembahyang adalah ekpresi penyerahan diri

Sembahyang adalah merupakan bentuk penyerahan diri, pengakuan dosa dan kesalahan. Jadi sembahyang menjadi ajang pengingat agar selalu berbuat kebaikan, berbuat hal positif dan juga ajang pengakuan dosa, berjanji tidak akan mengulang dan melakukannya lagi. Dengan berserah diri maka orang yang sembahyang akan merasa dosa terampuni sehingga tidak lagi diliputi rasa berdosa sehingga jiwa menjadi lebih tenang dan percaya diri melanjutkan kehidupan.

Sembahyang adalah untuk diri sendiri

Sembahyang adalah urusan manusia dengan tuhan-nya, sedangkan urusan manusia dengan manusia diukur dengan PRILAKU, bukan dengan sembahyang. Dengan kata lain, sembahyang adalah penting untuk diri sendiri tapi tidak penting bagi orang lain. Kebanyakan orang sepertinya tidak terlalu peduli apakah orang yang dihadapannya adalah orang yang rajin sembahyang atau malas sembahyang. Sepanjang prilakunya sopan, baik hati, tidak rusuh sepertinya sudah cukup. Kebaikan seseorang dilihat dari prilakunya bukan dari seberapa sering mereka sembahyang.

Sembahyang adalah salah satu cara mendekatkan diri pada Sang Pencipta

Untuk bagian ini, mbah lebih condong setuju dengan ajaran Catur Marganya hinduisme:

  1. Mendekatkan diri dengan Tuhan dengan jalan ibadah/sembahyang (Bhakti Marga)
  2. Dengan jalan belajar ilmu pengetahuan (Jnana marga/Jnana yoga)
  3. Dengan jalan aksi/bekerja/berbuat (Karma marga/karma yoga)
  4. Dengan jalan kesadaran/pencarian diri/meditasi (Raja marga/raja yoga)

Jadi sembahyang atau ibadah hanyalah salah satu cara saja dari sekian banyak cara lain yang ada. “Aktivitas apapun yang dilakukan oleh seseorang, kalau disertai dengan kesadaran nurani (consciousness) ya sama mulianya dengan sembahyang”. (wage). Jadi menurut siMbah, makan, tidur, berjalan, cuci piring, menyapa tetangga, semuanya adalah termasuk sembahyang asal dilakukan dengan tujuan baik dan hati tulus.

Om Enstein mungkin jarang sembahyang, tapi dedikasinya pada ilmu pengetahuan memberikan sumbangsih luar biasa pada pengetahuan (ibadah dengan jalan Jnana Marga). Bapak Buddha tidak pernah sembahyang, tapi fokus pada prilaku (ibadah dengan jalan  Karma Marga) dst.

  • :mrgreen: Tapi Mbah, aku tetap tidak setuju dengan isi tulisan ini. Bagiku sembahyang sangat-sangat penting. Dengan sembahyang dijamin dunia akan tenang,

Lha, khan di bagian atas sudah ditulis: Sembahyanglah kalau Sampean anggap wajib= Ibadah atau sembahyanglah kalau Sampean anggap itu adalah perintah Tuhan.

Mbah percaya bahwa “Kalau semua orang mau menghentikan semua aktivitas, meluangkan waktu sejenak untuk sembahyang maka alangkah damainya dunia ini”. Cuma masalahnya kerusuhan biasanya muncul sebelum atau sesudahnya. Seperti halnya korupsi, tidak akan ada orang korupsi saat sembahyang….. Ha…ha….

Wage Rahardjo

Sumber image: news.bbc.co.uk

Advertisements

13 thoughts on “Mengapa Kita Harus Sembahyang atau Ibadah ?

  1. Sangat realistis dan logis…
    Aku suka banget sm tulisan2nya mbah..

    Mbah dah umur berapa sih sebenere?
    Sama edward cullen tuaan sapa mbah?
    Kok mbah bisa pinter sih? Makan apa mbah?
    Mbah terima murid kaga?

    1. Ha..ha..Terima kasih Nak Dina, telah membuat si Mbah tertawa terpingkal pingkal. Sudah lama tidak pernah tertawa selepas ini. Masak dibandingkan dengan Cullen sih? Mbah lahir hari Saniscara, Legi Paing, wuku Kulantir. Tahun kagak tahu jadi umur juga kagak tau.

      Makan? Biasalah, tahu tempe dan sayur kangkung. Sekali kali piza, ha..ha…

  2. Salam Mbah Wage yang guuuanteng sekali…….

    Membaca tulisan Mbah Wage…saya jadi ngakak sambil guling guling dilantai…….saya seperti melihat diri saya sendiri di depan kaca…..nongol wajah jelek dan badan saya yang culun…kerempeng seperti keripik….saya manusia mbel atau abal abal…..belum sempurna jadi manusia…….

    Agama yang sedang dipelintir…..ha ha ha apakah agama ada telinga atau tangan dan kaki…kok bisa dipelintir……salam pelintir mulet……

    Reply dari wage : :mrgreen: ….tubuh krempeng seperti kripik, juga ada untungnya….. orang oarang jadi kagak tega melintir. he…

    1. Mbah,

      Sembahyang itu perlu, bagi yang … percaya bahwa sembahyang itu perlu (-: Berjopa-japu – membaca mantera – juga perlu bagi yang percaya pada mantera (-: Oom Buddha itu tidak pernah sembahyang dan TIDAK pernah mengajarkan sembahyang, meminta,memohon pada yang ,konon, maha -hahahaha kuasa supaya dapat ini itu. Kalau mau ‘selamat’ nanti – ke nirwana,tidak lahir lagi, kata Oom yang arif ini, orang harus berusaha SENDIRI, Oom Buddha hanya menunjukkan jalannya. Mau kesana, terserah, mau tidak kesana, ya ndak apa2. Resiko ditanggung penumpang.

      Tapi, mungkin Buddha … BUKAN agama, jadi sembahyang disini ya tidak relevan. Buddha, bukan agama, tapi,mungkin, ‘way of life’ – jalan hidup. Mungkin semacam (ajaran) Konghucu.

      Ngomong2,Konghucu pernah ditanya mengenai kehidupan yad – setelah mati. Beliau menjawab, lha kehidupan SAAT INI, sekarang ini saja saya tidak banyak tahu, bagaimana saya bisa tahu kehidupan yad ?!

      Slumanslumunslametslumanslumunslametslametsegaliwet (-:

      Reply dari wage : :mrgreen:

  3. ngopi darat ntu nyruput kopi yg ditanem, digoreng sangrai, ditumbuk, & diaduk campur aer plus gula di darat, duduk2nya jg di darat, isi obrolannya sangat membumi (ga kebanyakan ngemeng langit yg au ah antah berantah) yg ga bikin lupa daratan mbah….heheh

    kalo lewat internet ini kan kopi langit mbah….semuanya serba di awang2…..buktinya kalo langit lg penuh noise sinyal jadi kembut2 ga bisa akses wallung kopi/blog sampean…..yg saya temui jg mesin kopinya doang, ga kelihatan megal megol penjualnya nya saat ngaduk kopi….wkwkwkwk…..btw…mantap jg sih kopinya simbah di sini….takaran kopi, gula, & aernya pas di mata……ups!……maksudnya di lidah jawa macem saya mbah……:))

    1. Berhubung kata sembahyang tidak disebutkan, cuma ditulis ke gereja, ke mesjid dan ke wihara, maka kesimpulan mbah, mungkin orang tersebut pedagang asongan.

  4. tentang sembahyang ,,, apakah yg mrk lakukan (spt gerakan sembahyang/sholatnya umat islam, kristen, hindu dst) adalah benar2 sholat/sembah hyang? menurut inyong mrk blm tentu benar sembah hyangnya? bgmn mungkin mrk tidak benar, sebab mrk gk tahu apa yg mereka sembah, hanya angan-angan saja, hanya rutinitas saja ….

    inyong ambil contoh ttg arti dari kalimat tauhid (ke esaan) “laa ila hailallah” menurut syekh siti jenar yg pernah inyong dengar, ada 3 arti (1) tidak ada ila melainkan Ilallah (2) tidak ada sesembahan melainkan Allah” (3) tidak ada yg patut disembah kecuali URUSAN Allah”.

    inyong tertarik dgn yg no. 3 “tidak ada yg patut diibadahi kecuali URUSAN Allah”. Agama2 melakukan rutinitas bentuk2/wujud2 ritual sembahyang, belum tahu apa yg dimaksud URUSAN Allah, padahal URUSAN itulah yg patut disembah/diibadahi. Sebagian org menganggap, aktivitas urusannya menjadi urusan tuhan?

    Lalu urusan Tuhan itu yg mana? hidup itulah urusanNya, hidup yg terus menerus (ya hayyu ya qoyyumu) tidak terputus, dari setiap tarikan dan hembusan nafas, ini lah yg dimaksud urusan tuhan, yg dilupakan

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s