Filosofi Sederhana Masyarakat Bali

Berbagai contoh ajaran atau filosofi hidup masyarakat Bali

Ade Kene Ade Keto

Ada yang begini ada yang begitu.

Artinya : Setiap orang adalah berbeda. Mereka memiliki sifat, kepribadian dan tingkah laku yang berbeda. Semua perbedaan itu harus diterima apa adanya sebagai keragaman masyarakat atau budaya.

Rwa Bhineda

Dua yang berbeda

Artinya :  Kehidupan ini tidak lepas dari dualisme, di dunia ini tidak ada yang sempurna dan akan selalu ada pertentangan seperti  baik ada yang buruk, siang dan malam, kekerasan dan kelembutan, pro dan kontra dll.  Ini adalah merupakan hukum alam yang nyaris tidak bisa ditolak.

Yang harus dilakukan bukanlah dengan cara menolaknya dan mengingkarinya tapi justru dengan mengakui dualisme tersebut dan menempatkan perbedaan itu sesuai pada tempatnya masing masing. (Philosphy masyarakat Bali)

Ede Ngaden Awak Bise

Jangan merasa diri pintar

Kalimat di atas adalah penggalan lirik dari sebuah lagu anak anak di daerah Bali. Sepertinya hampir tidak ada orang Bali yang tidak mengenalnya. Syarir lengkapnya adalah sebagai berikut :

Jangan merasa diri pintar.
Depang anake ngadanin
Biarkan orang lain yang menilai
Geginane buke nyampat
Belajar atau bekerja itu seperti  menyapu
anak sai tumbuh luhu
Sampah akan terus datang
ilang luhu ebuk katah
Sampah hilang, debu datang menanti
wyadin ririh enu peplajahan
Walaupun pintar, tetap  masih banyak yang perlu dipelajari.

Desa Kala Patera

Tempat, waktu dan kondisi

Artinya :  Segala sesuatu harus selalu disesuaikan dengan tempat, waktu dan kondisi. “Sesuatu” yang dimaksud bisa berarti sangat luas.  Misalnya contoh mudah adalah cara berbicara, berpakaian, tingkah laku harus disesuaikan dengan tempat, waktu dan kondisi.  Status, jabatan atau gelar kalau digunakan di tempat yang salah tentu akan terasa aneh dan janggal dan masih banyak lagi kasus lainnya. (philosophy masyarakat Bali)

5 thoughts on “Filosofi Sederhana Masyarakat Bali

  1. tulisan yang awal mbah wage perlu tahu dan banyak baca n revieu kalau diBali bukan kasta dan tak ada kasta seperti di India, makane banyain baca mbah, duh waduh. yang ini tambah ngawur , hancur2 dunia kalo guru ilmunya beginian

    😆 Reply: Terima kasih lagi atas kunjungannya. Sampean benar benar pembaca yang kritis dan juga sangat cerdas, masih muda lagi. Kalau seandainya Sampean berhati mulia dan mau buat blog dijamin pasti bermutu dan siMbah mau koq daftar jadi muridnya. Itupun kalau Sampean setuju. SiMbah sudah bosan nih jadi guru abal abal.

    1. Memang apa yg slh dgn tulisan diatas brian? Hmm makasi ya mbhh sudah byk mengutip ttg Bali. pasti rajin dolan2 keBali ya?? 😀

    2. Sama2. mbah menghabiskan masa muda di bali jadi sepertinya sedikit paham tentang budaya Bali. Omong2, namanya siape sih?

  2. selama ini banyak orang menilai.
    diam itu indah,
    diam itu bersahaja.
    dan diam itu punya 2 makna.

    Sebagai manapun buruknya seseorang, kalau itu masih dalam lingkup kerabat, sanak, saudara, bahkan teman akrab, maka mati-matian di bela.
    Walaupun sudah tau itu salah….
    Semua karena gengsi dan tetap ingin eksis menyandang gelar tidak ternoda,
    Adakah waktu dan alam yang akan merajam mereka-mereka ? Adil manakah antara rajam yang dilakukan oleh manusia dengan rajam yang dilakukan oleh alam

    Main game yuk…. ma’af sedang bad mood, karena habis liat sinetron tayang langsung tanpa editan plus sekalian nowel pipi ranum sumringah menahan malu-malu kuciang, dapat persembahan kuncup yang masih imuutt banget.. zzzzzzzz

  3. Sdr Wage,

    Re phYlosophy : Ini ejaan model mana sih ?? Saya bolak balik kamus saya, yang betul adalah PHILOSOPHY. Terjemahannya : filsafat..Kalau tidak percaya, coba cek di kamus.

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s