Inti Sari Ajaran Hindu

Apa itu Hindu ?

Hindu adalah bukanlah agama tunggal tapi kumpulan dari beragam kepercayaan yang ada di lembah sungai Shindu. Kata Hindu pertama kali digunakan oleh orang Persia dan kemudian dipopulerkan pada masa penjajahan Inggris.

Konsep Tuhan

Konsep Tuhan menurut versi Hindu mungkin sangat membingungkan bagi sebagian orang.  Tidak seperti agama lain yang memiliki sebutan tunggal untuk nama Tuhan, Hindu adalah sebaliknya, memiliki banyak sebutan untuk tuhan sehingga wajar kalau akhirnya sering digolongkan sebagai polytheisme.

Benarkah hinduisme memuja banyak tuhan? Jawabannya terletak pada konsep tuhan yang relatif longgar pada agama ini, seperti tampak pada kutipan ayat di bawah ini:

एकम् सत् विप्रा: बहुधा वदन्ति
( Ekam Sat Vipraaha Bahudhaa Vadanti )
Rg Weda (Buku I, Gita CLXIV, Bait 46)

“Hanya ada satu Tuhan tetapi para orang bijaksana  menyebut-Nya dengan banyak nama.”

Yo yo yām yām tanum bhaktah śraddhayārcitum icchati,
tasya tasyācalām śraddhām tām eva vidadhāmy aham
(Bhagawadgita, 7:21)

Kepercayaan apapun yang ingin dipeluk seseorang,
Aku perlakukan mereka sama
dan Ku-berikan berkah yang sama.

Sebutan Tuhan untuk Hindu di Indonesia

Masyarakat Hindu Bali sendiri menggunakan kata Hyang Widhi yang diambil dari bahasa Jawa/Bali kuno. Hindu Kaharingan juga memiliki sebutan nama Tuhan tersendiri. Jadi nama atau sebutan (Tuhan) bukanlah hal utama dalam ajaran hinduisme.

Catur Yoga/Marga (empat jalan menujut tuhan)

Mendekatkan diri pada Tuhan bisa dilakukan dengan beragam cara atau dikenal dengan isilah Catur Marga/yoga  yaitu:

  1. Sembahyang (Bhakti marga),
  2. Berprilaku baik (Karma marga),
  3. Ilmu pengetahuan (Jnana marga) dan
  4. Meditasi atau perernungan (Yoga marga).

E yathā mām prapadyante tāms tathaiva bhajāmy aham,
mama vartmānuvartante manusyāh pārtha sarvaśah
(Bhagawadgita, 4:11)

Jalan mana pun yang ditempuh seseorang kepada-Ku, Aku memberinya anugerah setimpal. Semua orang mencari-Ku dengan berbagai jalan, wahai putera Partha.

 .Ajaran Moral

  1. Tri Kaya Parisuda : Berpikir yang benar (Manacika), Berkata yang benar (Wacika) dan berbuat yang benar (Kayika).
  2. Tat Twam Asi: Kamu adalah aku

.

Sad Ripu, enam musuh (setan) yang harus dihindari

Hinduisme tidak mengenal konsep setan, yang ada adalah Sad Ripu yaitu enam  musuh dalam diri yang meliputi:

  1. Nafsu indriya (kama),
  2. Serakah (lobha),
  3. Kemarahan (krodha),
  4. Mabuk (mada),
  5. Angkuh (moha),
  6. Iri hati (matsarya)

.

Sapta Timira, enam jenis mabuk/kegelapan

  1. Mabuk karena keremajaan, usia muda (yowana),
  2. Mabuk karena wajah tampan atau cantik (surupa),
  3. Mabuk karena harta benda (dhana),
  4. Mabuk karena kepintaran,  ilmu pengetahuan atau agama (guna),
  5. Mabuk karena keturunan (kulina),
  6. Mabuk karena minuman keras (sura).

.

Toleransi, Sekte dan Aliran

Toleransi adalah hal mudah pada masyarakat Hindu. Hal ini disebabkan karena Hindu sendiri adalah merupakan kumpulan beragam kepercayaan, jadi dari awal mereka sudah terbiasa dengan perbedaan.  Seperti halnya agama tradisional lainnya, Hindu juga memiliki banyak sekte dan masing masing sekte masih bisa dibagi lagi menjadi beberapa aliran.

Kasta Menurut Hindu

Ajaran Hindu mengenal sistem Varna yaitu pembagian tugas dan tanggung jawab menurut pekerjaannya. Varna ini mengatur tugas  dan tanggung jawab seorang raja atau pemimpin, tugas dan tanggung jawab seorang pedagang, prajurit atau angkatan perang dsb.  Kalau seseorang beralih pekerjaan maka Varnanya juga berubah.

Namun dalam perkembangan selanjutnya, ego manusia, konfirmasi asing kebodohan / keangkuhan  tokoh agama, sistem Varna berubah menjadi Kasta. Kedudukan seseorang yang awalnya diatur menurut pekerjaan berubah menjadi status sosial yang menurun dari orang tua ke anaknya dan status sosial tertinggi tentu saja dipegang oleh para pemimpin agama.

Seperti halnya dengan manusia, agama juga tidak ada yang sempurna dan itu adalah kenyataan. Selengkapnya tentang kebodohnan kasta bisa dibaca disini.

5 thoughts on “Inti Sari Ajaran Hindu

  1. tuhan adalah……. pencipta keajaiban meliputi :planet planet beserta isinya yang jelas jelas berpihak dan memberi keuntungan pada mahluk hidup di bumi. Contoh adanya tuhan ciptakan matahari. adanya tuhan ciptakan rotasi bumi yang membuat siklus adanya siang malam dan rotasi bumi yang mengitari matahari yang berguna untuk perubahan iklim itulah ciptaan tuhan……perlu di ketahui tidaklah mungkin alam menyusun pelanet dan mengatur pergerakan pelanet sedemikian rupa dan alam membuat bumi beserta mahluk beserta isinya dengan tatanan yang menguntungkan mahluk bumi tan pa adanya tuhan. dan siapapun nama tuhan hendak lah dengan sebutan tertinggi….contoh ….gusti tuhan…. raja tuhan…..terserah anda. yangpenting nama yang anda sebut untuk menyembah tuhan dan meminta petunjuk agar anda dapat pertolongan bukanlah sebutan yang hina…….yang dimak sudkan tuhan meliputi: serba tahu, serba bisa, kekal, yang jelas dia mempunyai tatanan hidup yang baik yang di peruntukkan untuk kita jalani……..maka berbuatlah yang baik maka kebaikan yang kita dapat dari tuhan………perlu di ingat: bila kita jalani hidup dengan sex bebas, pembunuhan bebas, cinta bebas yaitu tanpa pandang bulu contoh mencintai sesama jenis mencintai anak2 mencintai saudara mencintai binatang yang saya maksudkan disini adalah cinta yang sampai berhubungan badan atau melakukan sex. bila di lakukan oleh umat manusia maka dunia akan kiamat atau akan hancur tatanan kehidupannya yang baik. tuhan akan marah. apa bila hal yang buruk di lakukan oleh umat manusia. dan ketahuilah bila kebebasan, dan perbuatan jahat manusia di lakukan maka tidak lah lebih sifat manusia yang melakukan itu dari binatang. maka berbuatlah baik kepada umat manusia dan hendaknya saling membantu dan saling menyayangi dan gunakan lah akal untuk kebaikan yang kekal maka tuhan akan memberimu kebaikan setelah kematian…..dan percayalah masih ada roh setelah tubuh mu yang mati itu …..maka pahamilah siklus kehidupan manusia untuk kebaikan hidup dan setelah mati mu….karma yang mengadilimu

    • 😆 Reply: Bung Fajar, terima kasih atas tambahannya yang mantap dan OK. Salam
  2. siapa bilang islam akarnya hindu? orang india kuno saja tidak menamakan agama mereka hindu, malah menurut saya hindu itu yang akarnya dari ajaran tauhid ibrahim atau brahmanisme yang diserap kaum indo arya hindustan kuno menjadi kaum brahmana namun diplintir dengan konsep karma dan reikarnasi agar bisa mengukuhkan sistem kasta, nah sistem kasta itu sendiri barulah adalah akar dari semua akar ajaran hindustan ajaran rasis bangsa indo arya hindustan kuno. semua agama2 hindustan kuno harus di sensor dengan ajaran kasta ini dengan diserap atau disingkirkan dengan kekerasan, bahkan sistem kasta ini sekarang masih berlaku dan masih menjadi polemik di india sendiri

  3. brahma duduk dgn dibelakangnya nampak 3 pondasi sama seperti didalam ka’bah ,terdapat 3 pondasi membentuk tangga namun terpotong..
    Apakah ini makna ibrahim itu benar benar brahma’brahma itu adalah ibrahim….hihhhhhh

  4. Saya lebih suka menyebut ajaran yg tersurat di Hindu itu sebagai manual book nya alam semesta,, karena kepercayaan apapun yg ada saat ini pernah tersirat disana, apa yg dulu ada dan apa yg sekarang ada hanyalah pengulangan dengan cara yg berbeda sesuai dengan pola pikir itu sendiri dan jamannya sendiri…maaf jika ngga nyambung…..

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s