Pesan kakek-ku tentang Perdamaian

KATAGORI : CERITA UNTUK ANAK
Kawanku, menurut pesan ajaran Kakek moyangku mengatakan bahwa katanya:

“Negeri ini akan damai kalau semua orang memiliki satu keyakinan yang sama”.

Ngawur. Satu keyakinan yang sama? Berarti satu agama atau negeri agama?  Apa tidak salah Nih?  Seperti biasa, setiap menghadapi masalah, akupun  MEMBIASAKAN  DIRI untuk bertanya dan berdiskusi dengan saudara atau orang tua dan kebetulan yang ada dirumah saat itu adalah IBU  (maaf kakek dan nenek moyoangku telah lama tiada). Jawaban dari ibuku ternyata cukup mencengangkan.

 “Kamu bodoh, Nak,  Keyakinan tidak boleh diterjemahkan sempit, pikiran tidak boleh picik nanti bisa meleduk dan merepotkan orang banyak.”Negeri ini akan damai kalau semua orang memiliki keyakinan yang sama, yaitu satu  keyakinan untuk HIDUP RUKUN dan damai satu sama lain”

Duh, leganya. Ternyata kakekku moyangku tidak salah khan? Akulah ternyata yang bodoh. Keyakinan tidak selalu berarti agama, agama juga bukan selalu berarti kebaikan atau kedamaian. Buktinya? Ya banyak.  Tanpa Nurani dan mengabaikan PRILAKU maka agama menjadi tidak lebih dari penjara Dogma yang akan menebar kengerian.

Aku juga  tersadar bahwa kakek moyangku ternyata tidak beragama. Atheis? Bukan kawan. Mohon jangan negatif  dan mudah menuduh orang.  Jaman dulu  mana ada yang namanya  agama,  adanya cuma berbuat baik pada tetangga, pada saudara, hidup rukun dengan alam dan yang sejenisnya. Beda dengan sekarang kawan. Kerukunan menjadi barang langka padahal semua orang bergama. Agama mungkin cuma hanya hiasan atau kebanggaan saja. Maklum saja, emang apa lagi yang bisa dibanggakan selain agama?  Negeri ini akan aman, damai, maju, sejahtera kalau menjadi NEGARA AGAMA!  Itulah (mungkin) keyakinan seabagian kecil oang di jaman sekarang.

:mrgreen: Cerita sampah kagak mutu Mbah

Lha apa Sampean tidak baca keterangan di atas? Cerita ini adalah khan untuk anak-anak Nak.

salam
Theo Wage Raharjo

Credit Photo : Old Nauruan people, taken in 1914 by Augustin Erdland source Wikimedia license Public Domain

5 thoughts on “Pesan kakek-ku tentang Perdamaian

  1. ijin share yo mbah…heeee

    :mrgreen: Reply: Silakan. Duh, senangnya. Akhirnya ada juga pembaca baik hati yang nulis komentar di tulisan ini.

  2. Nggih mbah,.itu benar adanya(simbah peneng terus deh,.xixixi)..
    sebenarnya umat2 beragama pun harus satu kesatuan rasa, dengan para nabi2nya..jadi yg diikuti adlh langkah dari awal sang nabi,.bukan pelajaran telah sempurnanya dia menjadi seorng nabi..

    Btw,Simbah mana(nengok ke blkang),. kok gada si,..

  3. Mbah ada disini lho !!!! (sambil teriak dari atas pohon) Lagi belajar manjat pohon nih, persiapan untuk antisipasi banjir.

    “….yg diikuti adlh langkah dari awal sang nabi,.bukan pelajaran telah sempurnanya dia menjadi seorng nabi.”. Yang ini komentar mantap, layak dikasi jempol.

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s