Bom !

“Akhir ahkir ini Mbahmu semakin bingung dengan kondisi negeri Kayangan ini. Semakin acakadul aja. Banjir terus, rusuh terus dan bom bunuh diri terus.  Menghargai orang lain seolah setan asing yang harus ditolak. Diajak tertib susahnya minta ampun. Semua mau menang sendiri” kata Mbahku panjang lebar sampai terengah engah kelelahan.

“Ha…ha…ha… Tumben aku dengar Mbah ngurusin soal begini. Ini khan cerita lama yang sudah ada sejak jaman batu”

“Benar Cu, Mbah rada kurang peduli dengan urusan ginian. Tapi kelakuan anak anak belakangan ini yang suka main petasan, main api dan prajurit prajuritan sangat disayangkan.  Apa tidak dipikir bisa membayakan orang lain? Mereka harus belajar dan lebih serius memikirkan masa depannya!”  kata Mbahku  kebingungan

“Mbah ini semakin ngawur saja !” kataku tidak bisa menahan rasa geli “Bagaimana mungkin diajak mikir masa depan, wong masa kini saja mereka kagak jelas. Lagian siapa yang ngajarin, wong  guru, orang tua dan komunitasnya pada kencing berdiri.  Kalau cuma sebatas himbauan dan omongan doang, aku juga bisa”

“Ya, Sampean benar Cu” kata Mbahku pasrah.

Tiba tiba Mbahku mengepalkan tangannya yang sudah keriput kemudian berseru :  “Kita harus berubah. Mulai dari sekarang ! Mulai dari diri sendiri !” Katanya dengan nada suara mantap dan dengan semangat mulai merayap keluar dari tempurung tempat kami bersembunyi. Walaupun kurang paham maksudnya, aku ikut ikutan mengepalkan tangan kemudian ikut ikutan merayap, mengekornya dari belakang.

Akhirnya setelah susah payah merayap, dilorong kumal dan penuh air comberan bekas proyek korupsi, kamipun sampai di dunia luar. Aku terpana melihat DUNIA LUAR yang luas dan tampak teratur. “Duh, si Darwin rupanya benar. Sebagian  monyet telah berevolusi menjadi lebih modern tapi kita  masih tetap jadi katak dalam tempurung” kataku lirih.

“Ya benar, mereka mungkin sudah sampai di bulan, tapi kita masih sibuk ngurusin selangkangan” kata Mbahku sambil nyengir.

“Hah !? Apa ndak salah nih  Mbah?!  Koq bisa OOT gini?! Apa hubungannya dengan selangkangan? Kita khan lagi membahas tentang Bom” protesku

Mbahku menjawab dengan santai: “Itu juga termasuk BOM nak. Bom yang pura pura ditolak tapi dicari dan dirindukan…….Ha…ha….ha…..”

Dah akupun hanya bisa nyengir.

Salam nyegir
Wage R
26 September 2011

Sumber gambar : wikipedia
Bom bunuh diri

10 thoughts on “Bom !

  1. Salam sejahtera Mbah Wager……..

    Tulisan Mbah diatas bikin hati gregetan…..sindiran dan kritik untuk bangsaku…..negara yang kacau balau karena moral yang merosot atau mundur kebelakang dan yang melaju pesat kedepan adalah korupsi dan ketidak jujuran…..

  2. Pagi pak JS, pagi Mbah, pagi All…

    Huahahahaha… ‘BOM SEX!’… I really like that topic mbah ^_^…

    Ini mengingatkan saya pada ceramah shubuh da`i kondang sejuta umat almarhum K.H Zainuddin MZ waktu saya kecil dulu di radio beliau berkhotbah yang kira2 begini :…

    Jaman penjajahan belanda sangat kejam apalagi penjajahan jepang, Nah, sekarang penjajahan moral. Kalau dulu belanda memakai ‘meriam’ untuk menakhlukkan rakyat, sekarang cukup ‘meriam bellina’ untuk menakhlukkan umat… mohon maaf hadirin dan hadirat yang terhormat, kalau meriam(bom) belanda saya tak sanggung menghadapinya, tapi kalau meriam bellina(simbol bom sex) gue masih sanggup menghadapinya!…

    Dooarr!!… koor riuh gema suara tertawa umat… #$%^&*(?!@#…

    Jaman waktu itu film blue 17 th ke atas yang banyak adegan ranjangnya banyak menyerbu bioskop2 kelas menengah bawah di seluruh indonesia, hal ini ini tentu saja meresahkan para ulama yang tidak ingin para umatnya lebih senang menonton film syuur-syuur semacam itu ^_^…

  3. Salam Kang Wager, Ning Dewi, Cak JS and All.
    Salut …. tulisan yg sangat bermutu kang Wager…. menyinggung dg sangat halus sambil guyonan.
    Nuwun.

  4. Sangkyu, sangkyu, Akhirnya tulisan simbah ini, setelah lama menjomblo akhirnya ada yang ngomentari juga…….

    @ Dewi, si bidadari bertanduk, terima kasih atas tambahannya. Duh. lupa kalau ternyata ada juga istilah (artis) bom sex.

    @ Kang JS awalnya ingin membuat cerita fiksi dengan topik kritik sosial yang serius tapi malah jadinya abal2. Emang bisanya cuma itu.

    @ Kang O-O, emang saya ini penggemar yang halus2.

  5. Mbah Wager,Dewi san,Mas JS,O-O, saudara sekalian,

    Sebenarnya saya ini juga memimpikan … BOM untuk saya ledakkan ! Saya sedang merakit, itu tadi, BOM. Tapi, ini rahasia diantara kita saja …

    Bom saya serupa tapi … tidak sama dengan bom yang sering dipakai untuk bunuh diri dan (bunuh) orang lain. Bom saya ini untuk menggasak : kebodohan,kesewenang-wenangan bin mau menang sendiri, ke-anti Bhinneka Tunggal Ika an, kejorokan (misalnya buang sampah sembarangan ), mental mengkafirkan yg tidak se paham/se agama, diskriminasi pada orang2 gay.lesbian, dan waria.

    Sedang saya rakit bom itu, sebentar lagi saya ledakkan. slumanslumunslamet-slumanslumunslamet-slametsegaliwet

  6. @ Baldew,

    Bravo!!… di tunggu rakitan bomnya :wink:…

    @ O-O, JS, Wage, Baldew, PD, Kang Mo, PNL, Getur, O`on, All,

    Aksi panggung pria penghibur yang menarikan lagu sex bom :D…

    Salam bom-bom car :mrgreen:,

    Dewi

    1. Salam dan hormat saya…….

      BOM yang tidak membunuh tetapi untuk menghidupkan kesadaran dan keadilan……waaah…perlu untuk segera diledakkan……

      B O M…(.B ) udaya…( O ) rang ( M ) emble…..sangat cocok sebagai warga negara blog nya Mbah Wage….ha hha….

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s