Manusia Pertama Versi Hindu

Menurut kepercayaan agama Abrahamik dikatakan manusia berasal atau dibuat dari tanah dan manusia pertama adalah Adam dan Hawa (Eva). Nah, bagiamana dengan manusia pertama versi Hindu? Cukup menarik untuk ditulis kerena ternyata disebutkan bahwa manusia ternyata juga berasal dari tanah walaupun dengan penjelasan yang sedikit lain.

Berbeda dengan versi Abrahamik yang ditulis sangat menarik dan mudah diingat, lengkap dengan cerita ular, tulang rusuk dan buah apel-nya, manusia pertama versi Hindu ditulis denga sangat membosankan. Tidak ada cerita apapun selain penjelasan monoton. [Keterangan gambar: hanya sekedar ilustrasi dan tidak ada hubungannya dengan isi. sumber: krishna site]

Swayambu Manu

Manusia pertama versi Hindu adalah Swayambu Manu. Ini bukan nama orang, melainkan hanya sebutan atau istilah harfiah berarti “makhluk berpikir yang menjadikan dirinya sendiri”. Kata manusia sendiri diduga diduga adalah turunan dari kata Manu.

Menurut versi hindu, tubuh manusia terbentuk dari 5 unsur alam yang disebut dengan Panca Maha Bhuta dan tanah adalah salah satu unsurnya. Berikut penjelasan lebih lengkap :

  1. Pertiwi (tanah)  atau zat padat
  2. Teja (api) atau panas
  3. Bayu (udara) atau gas
  4. Apah (air) atau zat cair
  5. Akasa (ether) atau sesuatu yang hampa

Namun sedikit berbeda dengan versi penciptaan agama langit, versi Hindu menyebutknya yang tercipta pada awalnya bukanlah tubuh  tapi roh atau spirit (jiva/atman) dan setelah bercampur dengan berbagai sifat dan rasa keakuan menghasilkan badan atau tubuh. Mungkin kalau diibaratkan dengan terciptanya benda atau karya, diawali dari ide, keinginan  atau semangat (spirit) baru diikuti dengan wujud fisik. Adapun urutan  lengkapnya adalah sebagai berikut :

Urutan Terbentuknya Manusia

  1. Munculnya tiga sifat yaitu sifat tenang/terang, aktif dan lambat/gelap
    ( Tri Guna: Sattwam,  Rajas, Tamas)
  2. Munculnya  nurani, akal pikiran dan rasa keakuan
    (Tri Antah Karana: BuddhiManah dan Ahamkara)
  3. Selanjutnya, munculah Sepuluh Indra (Dasendria)
    Sepuluh Indra terdiri dari Panca Buddhi Indria dan Panca Karmendria
  4. Sepuluh indria berkembang  menjadi Panca Tanmatra yaitu 5 benih unsur alam semesta yang sangat halus, tidak berukuran
  5. Lima unsur benih ini kemudian berkembang lagi menjadi 5 unsur alam (Panca Maha Butha) seperti yang disebutkan paling atas yaitu tanah, api, air dll.
  6. Pancamahabhuta menjadi Sadrasa, yaitu enam macam rasa.
  7. Dari semua pencampuran tersebut, timbulah benih makhluk hidup, yaitu Swanita dan Sukla. Pertemuan kedua benih tersebut menyebabkan terjadinya makhluk hidup

Penjelasan yang sangat membosankan bukan? Jujur, kalau membahas tentang terciptanya manusia, saya sangat menyukai cerita Adam dan Hawa/Eva, sangat menarik, indah dan penuh symbol. jadi tidak membosankan. Terlebih lagi untuk anak kecil. ceritanya akan sangat mudah diingat.

OPINI PENUTUP

Diantara beragam versi dari agama tentang manusia, manakah menurut saya paling bagus, lebih baik atau lebih logis? Jawaban menurut saya adalah jelas yaitu tidak ada yang lebih bagus atau lebih baik. Semuanya penjelasan tentang asal usul manusia yang telah ditulis di atas tidak lebih hanya kepercayaan belaka.

Beragam cerita tentang penciptaan adalah merupakan cara orang jaman dulu untuk mengungkap dan menjelasakan tentang semesta dan kehidupan. Kepercayaan bukanlah sains jadi membahas tentang logis atau tidak logis sepertinya tidak pada tempatnya.

wage-sign-rahardjo

7 thoughts on “Manusia Pertama Versi Hindu”

  1. Saya pikir, tidak pada tempatnya kita mengajukan pertanyaan yang menuntut jawaban apresiatif tentang riwayat penciptaan manusia oleh setiap agama. Bila memang agama dapat dianggap berguna, dia tidak bisa diapresiasi sebagaimana penikmat lukisan ekspresionisme menilai lukisan Eropa sebelum Da Vinci, Carravagio dll. yang masih belajar membuat perspektif untuk membangun efek tigamatra pada bidang senirupa duamatra. Saya dengan sungguh-sungguh berkata bahwa nilai-nilai antar-agama diapresiasi dengan cara demikian, boro-boro mengemukakan nilai kebaikan dan solidaritas sosial yang ada di dalamnya, malah mematikan kemanusiaan itu sendiri.

    Bagi saya, lebih menarik menyimak, misalnya, riwayat filologis, penciptaan manusia menurut Perjanjian Lama dan al-Quran untuk memperkaya pangalaman-pengalaman kemanusiaan. Maksud saya, kita perlu membuka selubung penutup mata untuk sesuatu yang kita liyankan, sesuatu yang kita kesampingkan untuk melihat bahwa kita tidak hidup sendirian di muka bumi ini. Hinduisme, Yudaisme dan Islam punya konteks tertentu dalam mengabarkan riwayat penciptaan manusia. Konteks tersebut –konteks yang membuatnya saling berlainan dan ada kalanya pula berdialektika seperti yang kita temui pada Perjanjian Lama, Kitab Kejadian, dengan al-Quran– adalah kekayaan peradaban yang membuat kita menjadi tidak punya alasan untuk baku bunuh dan saling maki-cela.

    Bila segala pendefinisian yang bersifat teologis tentang riwayat penciptaan manusia justru mengancam kehidupan manusia, definisi itulah yang bermasalah. Bukan pihak lain yang berlainan. Cara membangun dan menyusun definisi itulah yang keliru lantaran kerap abai membaca konteks atas keberbedaannya.

    Hanya para pemberani dan orang jujurlah yang bersedia membaca dan menulis-ulang berbagai riwayat penciptaan manusia menurut agama-agama yang saling berlainan atau saling berdialektika. Toh, ketika banyak orang memilih baku-bunuh gara-gara agama dan definisi tuhan, di tengah pertarungan itu, suara kaum miskin terabaikan.

    :mrgreen: Reply: Terima kasih Nak Olsy atas tambahannya.

  2. Apa manfaat membahas asal usul manuasia pertama ? Yang paling penting dari
    manfaat beragama adalah dapat mengikis 3 kekotoran batin yang menyebabkan begitu banyak penderitaan, yaitu keserakahan, kebencian dan kebodohan akan kebenaran.

    1. @ Sdri Sri Rejeki,

      Terima kasih atas komentarnya. Tulisan ini hanyalah sekedar penambah wawasan bahwa setiap agama atau kepercayaan memiliki versi tersendiri tentang manusia pertamanya. Jadi intinya adalah mencoba menuliskan keberagaman.

      Anda benar, membahas tentang manusia pertama memang tidak ada untungnya, terlebih lagi bahasan dogmatis. Namun bagi sebagian orang khususnya penggemar dogma adalah sebaliknya dan karena itulah cerita Adam dan Ave dengan ular dan buah apelnya sangat digemari.

      Kebanyakan orang menggermari cerita atau donggeng dan blog ini mencoba meramaikannya sebagai sarana untuk berkumpul doang.

      salam

  3. Agama hindu mungkin membosan kan bagi yg tidak mengerti…karna itu lah kenyataan diagama hindu…kalau dongeng dari awal
    Dan habis..begitu menyenang kan dan menarik..namanya jg Donggeng jadi mudah di ingat….itu bedanya fakta dan fiktif salam damai.

Kolom Nama, Mail atau Web bisa dikosongkan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s