REINKARNASI : Mengapa Manuisa Bertambah Banyak?

Penulis: Wage Rahadjo. Reinkarnasi adalah kepercayaan terhadap kelahiran kembali, kelahiran berulang atau tumibal lahir. Istilah lain adalah Samsara dan Punarbawa. Bagi kebanyakan pembaca yang (sepertinya) sudah akrab dengan konsep Sorga dan Neraka, kepercayaan  tentang reinkarnasi ini sering menjadi bahan olok olak dan tertawaan.

Catatan: artikel ini hanyalah sekedar dogma atau kepercayaan. Jadi artikel ini tidak mengajak Anda untuk percaya tapi mencoba menuliskan keberagaman kepercayaan terhadap akhirat. Intinya menurut saya adalah sama yaitu mencoba mengajak orang untuk berbuat baik attaupun mungkin juga menakut-nakuti orang agar mau berbuat baik.

Konsep dasar tentang reinkarnasi

Kehidupan ini adalah merupakan suatu proses atau siklus. Ibarat bangun bangun dan tidur, proses itu terjadi berulang ulang. Semua kejadian dan kehidupan yang kita alami ada keterkaitan dengan masa lalu (kemarin) dan apa yang sedang kita lakukan saat ini juga akan berkaitan dengan masa depan (esok) Itulah mungkin dasar dari ajaran reinkarnasi. Tidak ada kejadian yang terjadi tanpa sebab. Jadi kepercayaan reinkarnasi menjawab menawarkan konsep alternatif tentang beragam misteri kehidupan yang berkaitan dengan kebahagian dan penderitaan, suka dan duka.

  • Ada anak yang lahir genus dan memiliki segudang bakat namun dilain pihak ada anak yang lahir bego dan otak batu seperti siMbah. Kenapa? Apakah semua ini adalah kebetulan?
  • Ada anak yang lahir dengan wajah jelek dan dari keluarga miskin lagi. dan dilain pihak ada anak yang lahir bukan hanya sehat, ganteng, cantik tapi juga kaya dan jenius.
  • Ada anak yang lahir di keluarga keturunan raja di Inggris, belum lahir sudah terkenal dan dilain pihak ada anak yang lahir dari keluarga gelandangan, bapak tukang copet dan ibu tuna susila. Kenapa ? Takdir atau Nasib?
  • Ada wanita yang karena miskinnya harus bekerja mengadu nasib ke luar negeri. Sebagian sukses namun ada juga yang sial pulang tinggal nama saja. Ada TKI yang diganjar hukuman pacung namun ada juga TKI yang bukan hanya dibebaskan dari hukuman tapi juga dihujani hadiah miliyaran rupiah. Ini bukan cerita karangan tapi benaran terjadi. Kenapa?
  • Ada anak yang lahir di keluarga nabi sehingga si anak mendapat kesempatan luas untuk belajar agama. Dilain kehidupan ada anak yang dilahirkan di pedalaman afrika sehingga otomoatis dididik dengan kepercayaan animisme saja dann tuhannya ya batu hitam mengkilat. Apakah si anak pemuja batu ini adalah calon penghuni abadi dari  neraka?

Kenapa? Apakah hidup ini adalah lotre keberuntungan? Nah, ajaran kepercayaan reinkarnasi memberikan jawaban alternatif. Pada kepercayaan tentang Surga Neraka, misteri kehidupan ini umumnya disebut sebagai takdir,  nasib atau kehendak dari Atas yang tidak boleh digugat atau ditanyakan. Sedangkan kepercayaan reinkarnasi tidak mengenal istilah takdir atau nasib.

  • 🙂 Mbah, apapun penjelasannya, aku tetap saja tidak percaya ! 

Duh Nak, agama itu adalah kepercayaan (belive) bukan logika atau science. Jadi kalau ngomong tentang sains dan logika, kepercayaan pada Surga dan Neraka juga sama saja bukan? Sama-sama hanya sebatas kepercayaan saja. Reinkarnasi itu ibarat cerita Malin Kundang atau dongeng Ramayana yang mencoba mengajarkan seseorang tentang berbuat baik namun dengan cara yang berbada.

  • Kalau kehidupan ini adalah merupakan siklus lahir, kenapa manusia ini terus bertambah banyak, khan harusnya tetap? 

Jawabannya terletak pada perbedaan sudut pandang pada “teori” terbentuknya semesta. Pada kepercayaan agama Abrahamic, bumi atau semesta digambarkan dengan 3 urutan “sekali pakai” yaitu tercipta, berkembang dan kiamat.  Setelah kiamat ya berarti sudah selesai.

Sedangkan pada kepercayaan tentang reinkaranasi, semuanya melalui proses yang berulang. Kiamat bukanlah akhir dari segalanya. Setelah kiamat maka secara perlahan-lahan, melalui proses yang sangat lama akan munculnya bumi baru, kehidupan baru. Jadi kepercayaan reinkarnasi tidak memandang proses kehidupan ini dalam satu siklus putaran bumi “sekali pakai” tapi suatu siklus semeseta.  Jadi dari awal, manusia itu sebetulnya sudah banyak.  Selengkapnya bisa dibaca disini.

  • Apakah orang yang lahir menderita atau cacat saat ini adalah merupakan karma atau akibat dari perbuatan masa lalunya?

Nah, bagian inilah yang paling menarik menurut saya sekaligus merupakan kelemahan dari kepercayaan reinkarnasi. Kepercayaan reinkarnasi ini dengan mudah bisa diselewengkan oleh seseorang dengan memvonis penderitaan, kondisi fisik seseorang disebabkan oleh karma masa lalu ataupun sebaliknya kemewahan duniawi yang kita dapatkan sejak lahir merupakan hasil perbuatan baik dimasa lalu.

OPINI PENUTUP

  1. Reinkarnasi sekali lagi hanyalah sekedar dogma atau kepercayaan belaka.  Ada ataupun tidak, benar ataupun tidak benar bagi saya tidaklah penting. Percaya dongeng reinkarnasi ataupun dongeng sorga dan neraka, tetap saja intinya tetap saja sama yaitu “Kalau ingin  hidup bahagia ya harus  berbuat baik dan bekerja keras.  Kebahagiaan apakah yang bisa didapatkan dengan jalan mudah dan curang?”
  2. Kemana jiwa akan pergi setelah mati? Jiwa akan pergi ke tempat yang seharusnya untuk dituju. Percaya atau tidak sama sekali tidak ada pengaruhnya. Ibarat siklus terjadinya hujan, percaya atau tidak, kalau sudah waktunya hujan akan tetap turun. Memahami mekanisme hujan mungkin penting, namun yang paling utama adalah memanfaatkan air hujan menjadi berkah dan kebahagiaan.

“Reinkarnasi menurut saya tidak lebih dari perbedaan sudut pandang terhadap suatu kejadian. Ibarat sebatang besi yang memerah dan akhirnya habis dimakan karat. Bagi sekelompok orang menganggap proses ini sudah  berhenti atau selesai. Besi sudah “mati” dan tidak akan kembali lagi.  Sedangkan kelompok lain menganggapnya hanya berubah bentuk dan akhirnya suatu saat akan kembali “lahir” dalam wujud yang lain. Wager”

 Theo Wage Raharjo

Catatan:

  1. Tulisan ini hanyalah sekedar dogma alias didebat kagak guna
  2. Tulisan ini mencoba mengenalkan perbedaan. Jadi dengan semakin banyak kita mengenal pendapat atau kepercayaan orang maka pola pikir akan menjadi semakin luas.
  3. Tulisan ini berusaha mencari nilai positif dari suatu pendapat atau ajaran dan berusaha menerjemahkannya ke dalam kehidupan sehari hari. Reinkarnasi mengajarkan seseorang untuk berbuat baik namun dengan cara yang berbeda.

Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Kosmologi_Hindu

13 thoughts on “REINKARNASI : Mengapa Manuisa Bertambah Banyak?”

  1. Salam Mbah Wage…….

    Reinkarnasi sepertinya makanan yang sulit dimakan , kalaupun masuk perut tentunya juga sulit dicerna oleh usus . maka makanan itu ngglundung keluar lagi lalu jatuh ketanah , campur baur dengan kotoran….ha ha ha kasihan tuuh nasib makanan yang namanya reinkarnasi……

    Bagi saya yang hanya berpangkat manusia ndledhek sering merenung dan bertafakur tentang reinkarnasi dan mencoba menjawab apa hubungan lahir kembali dengan keadilan Tuhan . kasih sayang Tuhan , Tuhan yang Maha Pengampun., welas asih dan sifat Tuhan yang baik dan tidak tersbutkan nilai atau kadarnya……..

    Reinkarnasi mungkin sebagai suatu dogma faham dan juga menerjang dogma faham yang lain.. .ha ha ha ..dan karena masalah ini memang membingungkan lalu dipelajari oleh manusia yang sedang bingung maka sudah pasti manusia ini menjadi tambah bingung kliyengan dan jatuh nggeblag terjengkang bila dipaksakan menjawab atau dipaksa mempercayai……he he he Tuhan mungkin juga tersenyum ketika melihat bingungnya manusia….waaah…tambah nggladrah omongan saya ini……

    Suatu pertanyaan yang mendasar kepada saya ketika gendeng saya sudah datang dan berpikir soal reinkarnasi ini….he he
    Contoh soal yang harus saya jawab, misalkan manusia sudah terlanjur banyak dosa dan kemudian dia meninggal maka bagaimana manusia itu terampuni dengan dasar percaya bahwa Tuhan bersifat Maha Pengampun. ??….

    Ketika manusia berdoa dan meminta kepada Tuhan dan doa itu belum terwujud atau belum dikabulkan lalu dia mati maka kapan doa itu dikabulkan ?? ..hal itu perlu ditafakuri untuk mengingat dan meyakini bahwa Tuhan adalah maha menerima dan mengabulkan doa manusia…..

    Ketika saya terkena ajaran dogma dan doktrin maka saya diharuskan untuk percaya dengan apa yang sudah diajarkan dalam kitab , maka saya percaya dengan dogma dan doktrin itu maka saya menyimpulkan bahwa semua faham adalah benar karena itu memang dikehendaki begitu oleh Tuhan dan kepercayaan saya yang berdasar dogma juga mengatakan bahwa semua yang terjadi dialam semesta ini adalah takdir dan tidak lepas dari pengawasan dan kekuatan NYA…….

    Dosa maka tempatnya adalah di neraka dan pahala tempatnya dalam surga lalu yang membuat saya bingung sampai sekarang adalah yang ini….Tuhan adalah MAHA PENCIPTA , mencipta karena sifat yang tidak mungkin dikhianati Tuhan sendiri…..Maka saya mencoba mengiaskan bahwa Tuhan bersifat sebagai seorfang IBU , sang Ibu ketika tahu dirinya mengandung maka si Ibu pasti merasa sangat berbahagia maka sikap atau perbuatan ibu dalam sehari hari selalu sangat berhati hati jangan sampai keguguran…..
    Si Ibu secara naluri dan nurani pasti sudah sangat sayang dan cinta kepada si calon bayi meskipun belum mengetahui bentuk atau jenis kelaminnya , apakah hidung pesek atau bibir dower . tampan atau lucu seperti wajah tuyul bagi si ibu tidak ambil pusing dan bahkan tidak terpikirkan karena semua itu terbungkus dan kalah karena rasa kasih sayang cinta dan berbahagia…..
    Ketika bayi lahir maka rasa bahagia dan cinta makin bertambah., si jabang bayi yang belum pernah berbuat kebaikan kepada si Ibu telah mendapatkan suatu perbuatan sangat baik dan sangat banyak dari si Ibu , si bayi yang dipelihara dan dijaga seakan akan Ibu seperti pembantu bagi si bayi ….
    Pertanyaan yang mendasar bagi kita semua dan tentu kita bisa menjawab 100 % benar , mungkinkah kita akan menyengsarakan atau membunuh anaknya itu …jawabannya pasti tidak mungkin ….bagaimana mungkin ibu akan tega dan mendholimi dan berbuat jahat kepada anaknya , lha wong anaknya besar atau dibesarkan dengan rasa kasih dan cinta., apakah si ibu mungkin dan mampu berbuat jahat dengan dasar cinta dan kasih yang sudah banyak dilimpahkan sebelumnya , maka menurut naluri dan nurani si Ibu pasti TIDAK MUNGKIN….

    Ketika saya mencoba melepas dogma dan doktrin maka saya menduga atau bermohon kepada Allah semoga Neraka itu tidak ada bila neraka ada tsemoga kosong tanpa penghuni karena menurut saya Allah adalah seperti Ibu yang tidak akan mungkin mendholimi dan menyiksa anaknya sendiri .. karena seorang Ibu tidak akan bisa melawan nuraninya untuk berbuat jahat kepada darah dagingnya sendiri……..

    Maka ketika anak kita salah kepada kita maka bagaimana cara kita menghukum dan bagaimana cara anak kita untuk bisa menebus kesalahannya terhadap kita lalu bolehkah saya menjawab dengan nurani saya bahwa proses menebus dosa itu saya beri sanepan reinkarnasi , suatu kurun waktu dan perjalanan yang harus ditempuh untuk membuat kita yang sebagai orang tua untuk bisa memberi maaf kepada anak kita sendiri……..

    Mohon maaf bila saya menulis sangat panjang dan bila saja tulisan ini berakibat dosa maka sayalah yang menanggung dosa itu….bukan Mbah Wage atau tamu pengunjung blog abal abal ini. , saya menulis ini hanya dasar karena saya sangat percaya bahwa Allah adalah Maha Pemberi Ampun atas dosa dan salah mahluk……..salam reinkarnasi….

    .

  2. Kang JS yang budiman,

    Senang sekali rasanya kalau tulisan tidak laku ini akhirnya ada yang berkomentar. Akang benar bahwa reinkarnasi adalah ibarat makanan yang sulit untuk dimakan, walau masuk perut akhirnya akan keluar lagi. Lha, mau apa lagi, namanya juga dogma ya susah untuk dimakan. Mungkin bukan makanan kali tapi media untuk mengeluarkan makanan jadi semacam obat muntah? Entahlah….

    Dogma reinkarnasi emang membingungkan dan lebih membingungkan lagi karena ditulis ulang oleh siMbah yang juga bingung jadi pembacapun kebingungan. Walaupun tulisan sudah direvisi ulang hari ini, tetap saja akan membuat pembaca bingung. Mohon dimaklumi, namanya juga blog abal2.

    Reinkarnasi ada ataupun tidak, tuhan penyanyang ataupun pemarah (sempurl bin kualat), intinya tetap saja harus berbuat kebaikan. Berbuat baik bukan karena anjuran/ dijanjikan imbalan atau takut dosa tapi berbuat baik karena ingin berbauat baik alias tidak ingin mengingkari nurani.

    salam kagak percaya

  3. Mas js, Mbah,

    Reinkarnasi : Percaya atau tidak percaya, tidak jadi soal. Mungkin, nanti kita akan tahu sendiri setelah kita … mati nanti )-: Re Tuhan maha penyayang : Eh hem, bagi orang Buddha Tuhan tidak begitu … relevan. Tuhan,mungkin juga tidak seperti yang dibayangkan orang – mengirim tsunami,membuat gempa,meletuskan gunung2, menyuruh pengikut2 Nya menggasak liyan – yang tidak percaya kepadaNya bin murtadin,dll. Mungkin,mungkin lho, nama lain dari Tuhan adalah welas asih, kasih sayang, kepedulian pada sesama hidup – manusia,binatang, setan kober,kuntilanak,dll. Mungkin juga Tuhan tidak begitu … peduli orang percaya pada Nya atau tidak … Mungkin, seperti kata si Mbah, Tuhan lebih senang melihat pengikutNya berbuat kebaikan pada sesama.

    Salam katresnan abal-abal (-:

    1. Salam Mbah Wage ….Mas Balanedewa…….Mas ABR

      Memang benar dan pasti sangat benar bahwa Tuhan senang melihat semua mahluk berbuat kebaikan dan kebenaran , bila saja semua manusia jaman dulu selalu berbuat baik dan benar maka agama mungkin tidak perlu turun ke bumi , sebenarnya sangat benar bahwa agama sebenarnya bahasa nurani yang sedang ditulis ….

      Saya ingat sanepan para manusia jadul yang berbudi budiman yang mengatakan papan tanpo tulis atau tulis tanpo papan….itu yang saya katakan sebagai gaung suara Tuhan yang tidak bisa hilang dalam nurani manusia sampai kapanpun….

      Jaman dan waktu terus melaju kedepan dan membuahkan banyak sejarah dan bermacam ria teori dan anggapan soal ilmu agama dan soal Tuhan , tetapi sepertinya semua tidak bisa untuk seiring dan sejalan , waaah ..memang mbingungke…….

      Beragama tanpa nurani sepertinya bukan sebagai manusia penyembah Tuhan tetapi seperti penyembah ego nya sendiri , bernurani tanpa agama sepertinya masih dianggap tidak benar dan manusia seperti ini tidak mendapat tempat yang leluasa di masyarakat negeri ini……

      Aaaaah….kasihan manusia yang bernurani dan beragama yang tidak jelas meskipun sudah berbuat kebaikan dan penuh damai , mutiara tetapi dianggap dan dinilai hanya seperti pecahan kaca , atau seperti emas dan terbungkus tanah lumpur…..

      Saya juga bingung sendiri dengan tulisan saya , beragama sebenarnya untuk ‘ MELEK NURANI ” dan manusia yang bernurani tetapi ” TIDAK MELEK AGAMA “. maka mana yang benar dan harus dipilih ??…saya masih saja bingung dengan pertanyaan saya sendiri……wakwakakakak…..
      Mungkin bagi manusia yang bernurani dan beragama tidak jelas merasakan bahwa Tuhan selalu ada dalam diri dan nuraninya dan menyembah atau percaya kepada Tuhan dengan cara sesuka kata nuraninya dan bagi manusia seperti ini memeluk agama apa saja tidak menjadi problem dan tidak mengakibatkan masalah , tidak akan mengolok olok atau menyalahkan agama lain karena tujuan mencapai kesadaran dan nurani sudah diperoleh sebelumnya…..ha ha ha lalu saya jadi ingat bahwa sebelum ada agama atau kitab para manusia jadul yang sangat terhormat itu telah dididik oleh nuraninya dan juga alam sekitarnya…….

      Wes Mbah Wage , saya bingung kalau mikir soal ini , bingung dengan pertanyaan dan jawaban saya sendiri , bagaimana menghadapi hidup dan menjalankan dirinya di masyarakat , terserah bagi yang sudah merasa beragama dan sudah bernurani , semua ada nilai dan karma masing masing …..salam bingung dipagi hari….

  4. Kang JS, kang Bala dan rekan lain,

    Dogma agama emang bikin sinting. Kalau tidak siSaya yang sinting ya siAnda-lah yang sinting akibat ulah siSaya yang main sruduk karena dogma. Kemana larinya hati nurani, menghargai orang lain? Kagak tahu……

    Dogma agama emang bikin sakit kepala dan gara gara dogma juga manusia tidak segan baku pukul dan adu tusuk. Penyebabnya salah satunya adalah karena tidak terbiasa dengan perbedaan. Blog ini mencoba untuk membiasakan perbedaan jadi apa yang ditulis di topik ini tidak lebih dari sekedar memberikan gambaran “Ngapain sih mereka percaya dengan dogma sesat gituan?”

    Tulisan ini tidak jauh beda dengan topik tentang Atheis, bukan mengajarkan agar pembaca menjadi Atheis tapi bagaimana hidup harmonis dengan kelompok orang yang berkepercayaan sesat.

    Di bagian penutup siMbah nulis “Kemana jiwa pergi setelah mati?” Ya kemana aja ketempat yang seharusnya. Topik ini bukanlah topik favorit siMbah sehingga tidak dimasukkan katagori Tulisan Utama, tapi dimasukkan ke folder katagori agama aSING, semakin dibaca tambah puSING

    Komentar dan tulisan sebagain besar rekan disini sudah bagus yaitu lebih fokus ke NURANI, jadi tulisan komentar siMbah ini lebih banyak ditujukan ke rekan lain yang mungkin belum akrab dengan tulisan di blog abal-abal ini.

    wage

  5. Punya pandangan lain gapapa yah mbah….bisa buat nambah2in bahan kontroversi….

    Sebelum manusia lahir di dunia, semua jasadnya disempurnakan bentuknya dialam sebelumnya yaitu alam rahim, walaupun di alam rahim semua jasadnya tidak dibutuhkan karena yg dibutuhkan hanya tali plasenta….kenapa jasad disempurnakan di alam rahim, karena untuk persiapan hidup di kehidupan selanjutnya yaitu alam dunia yg dimana yg berguna adalah jasad manusia bukan tali plasenta lagi….kalo di alam rahim jasadnya tidak disempurnakan di alam berikutnya hidupnya akan sengsara…toh kenyataannya benar ketika kita lahir di dunia hal pertama kali yg diputus adalah tali plasenta yg merupakan satu2nya sumber kehidupan di alam rahim….dan yg dipakai sehari2 adalah panca indera yg ada pada jasadnya yg selama di alam rahim tidak ada gunanya….

    Nah sekarang kita dialam dunia…apakah ada alam selanjutnya….ibarat kita di rahim alam dunia, apa kira2 yg disempurnakan di alam dunia ini yg mungkin bermanfaat untuk mengarungi kehidupan setelah kelahiran berikutnya di alam berikutnya…apa hal pertama kali yg terputus atau kita tinggalkan ketika memasuki atau terlahir dialam berikutnya….apa kira2 ketika di dunia ini seperti tidak ada manfaatnya tapi itu adalah hal utama yg dibutuhkan di kehidupan selanjutnya, yg kira2 menyebabkan kehidupan selanjutnya hidup kita sengsara karena dunia ini adalah tempat menyempurnakannya…..silakan dijawab sendiri2 menurut keyakinan masing2😀

    1. Salam Mas SP……..

      Tali plasenta …mungkin itu tali penghubung ketika penguasa alam sedang memelihara dan menyempurnakan jasad….akal…pola pikir…jasad sijabang bayi untuk persiapan di alam terbuka……..

      Jagad kecil dan jagad besar telah dipertunjukkan oleh Sang Penguasa alam semesta…..alam kandungan dan alam dunia…..2 hal yang sebagai bentuk kasih sayang Tuhan……

      Tali plasenta model apa kira kira yang terhubung ketika manusia sedang hidup dalam dunia yang terbuka ( alam semesta ) dan persiapan apa yang seharusnya dipersiapkan oleh manusia dialam dunia ketika jasad…pola pikir…akal…nurani sudah terbentuk dan berfungsi sempurna. untuk menuju alam kematian tubuh phisiknya……….

      Apa yang harus didapatkan si manusia ketika akan beralih pindah tempat kealam …
      seterusnya ( alam baqa )…..maka sepertinya juga akan tidak terjawab.oleh simanusia karena tidak ada pengetahuan dan kemampuan untuk hal itu…seperti tidak bisa menjawabnya si bayi tentang bagaimana alam dunia itu.ketika si bayi dalam kandungan karena fungsi organ tubuh si bayi masih dalam proses pembelajaran………

      Semoga tali plasenta yang menghubungkan kita dengan alam semesta adalah tali plasenta yang kuat….bersih…sehat….dan sepertinya tali plasenta ini berjumlah dan ermodel banyak ….. hati…akal…nurani berkewajiban memilih tali plasenta yang sempurna sehingga kita bisa hidup sempurna dialam selanjutnya……

      Maaf atas kias tulisan diatas….tulisan yang ngawur dan abal abal saja…..dan mungkin dipercaya oleh sedikit manusia…..Nuwun…..

    2. Wah mantabs uraiannya kang JS…kalo saya yg punya blog kayaknya tulisan kang JS layak tayang dengan judul Tali Plasenta atau Tali kehidupan….inilah yang dinamakan ilmu hikmah….ilmu yg didapat dari hasil bertafakur, membaca atau iqro’ alam sekitarnya dan pengalaman hidup yg tidak akan kita dapat dari bangku sekolahan….ditunggu uraian2 lainnya kang…

      maaf mbah wage itu opini saya pribadi…mungkin ada yang mau nambahkan atau menyangga sumonggo…

    3. @ Sang Pemimpi,
      Usul yang bagus. Nanti pasti akan diterbitkan. Berhubung jadwal terbit untuk tahun ini cukup padat maka tulisan di atas mungkin akan diterbitkan tahun depan.

    4. Nuwun mbah..
      Nambahi sedikit…
      SP: apa kira2 yg disempurnakan di alam dunia ini yg mungkin bermanfaat untuk mengarungi kehidupan setelah kelahiran berikutnya di alam berikutnya…
      ——————————————————————————————————-
      PD: Tidak ada siapapun yg menyempurnakan hidup ini selain kita sendiri, dg apa? dg cara berfikir, budhi pekerti, dan tingkah laku kita masing2…

      SP:apa hal pertama kali yg terputus atau kita tinggalkan ketika memasuki atau terlahir dialam berikutnya
      ——————————————————————————————————-
      PD: Nampaknya yg terputus adalah Jati diri kita, kita sudah lupa bahkan tidak mau mengenal diri sendiri, kita lebih teropsesi dg kehebatan2, kesucian2, ke wah2 an orang lain, sehingga kita menciptakan mental Image bahwa kita ini kecil tidak ada apa2nya di banding mereka,

      Untuk hal2 ttg plasenta bisa di kaji lewat konsep Kakang kawah adi ari ari sedulur papat kalimo pancer, namun ini hanya alternative saja.

      Asah asih asuh
      PD

  6. reinkernasi ada dan memang ada…….
    sehingga, kapan, seseorg (anak) manusia memepercayai adanya kebenaran dibumi, sbg bagian dr alam semesta……………
    reinkernasi, equivalensi drpd kehendak sunnah-NYA, sbg analogi thd seluruh fenomena, sbg anugerah spembuka seluruh yg tertutup, terlipat, dan tertangguhkan…………
    bahkan, reinkernasi sbg delt force atas pilihan tdh kekasih-2 -NYA, lbh drpd itu, shg lah seluruh doktrin ter buka karena cahaya-NYA………

Kolom Nama, Mail atau Web bisa dikosongkan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s