Meditasi Abal-Abal, Sambil Minum Teh atau Kopi

DONGBUD-Wager Mahardika. “Meditasi adalah praktik relaksasi yang melibatkan pelepasan pikiran dari semua hal yang menarik, membebani, maupun mencemaskan dalam hidup kita sehari-hari. Makna harfiah meditasi adalah kegiatan mengunyah-unyah atau membolak-balik dalam pikiran, memikirkan, merenungkan.” Wikipedia.

=Wow! Mengunyah-unyah dan membolak-balik pikiran? Ajari caranya dong Mbah ? Wakakakkk……..

Weleh, itu khan penjelasan dari wikipedia atau ditulis oleh orang yang sudah paham dengan meditasi. Sedangkan di tulisan ini cuma tulisan abal-abal doang. Maklum saja, ini khan cuma blog abal-abal yang mencoba eksis dan tetap gaya dengan ikut-ikutan membahas topik “meditasi”, walau isinya tidak lebih dari seputar teknik minum teh dan kopi doang.  

= Hah?! Minum kopi ada teknik-nya?

Lha, namanya juga blog abal-abal jadi ya, suka-sukanya yang nulis saja. Ok, agar tidak panjang, langsung dilanjut ke pembahasannya.

Minum teh atau kopi di sore atau pagi hari, apalagi ditemani dengan pisang goreng adalah aktivitas yang sangat menyenangkan. Pikiran melayang, sambil membayangkan masa depan ataupun romantisme masa lalu. Atau kadang sebaliknya menyesali nasib dan mengenang kepahitan hidup.  Sebagian orang mungkin menikmatinya di warung pinggir jalan, sambil ngobrol ngalur ngidul membicarakan banyak hal, gosip, intrik tetangga atau politik. Atau menikmatinya sambil duduk di depan layar TV menyaksikan acara kegemaran.

Cara minum seperti ini tentu saja tidak salah. Sepanjang kopi atau minuman tersebut didapat bukan dengan colongan, ya sah sah saja khan? Tapi tahukah anda bahwa minum juga bisa digunakan sebagai sarana meditasi, spiritaul praktis atau konsentrasi pikiran? Katanya, cara ini umum digunakan oleh para pendeta Zen. Kemudian di beberapa negara mengenal yang namanya “Upacara Minum Teh“.  Olala, minum teh saja ada upacaranya, Tinggal di glek saja bukan? Ternyata saya salah. Berikut ringkasan bebasnya.

Rasakan air kehidupan memasuki raga

Rasakan tahapan demi tahapan, momen demi momen, saat  ketika tangan anda menyentuh gelas, mendekatkannya ke hidung,  mencium aromanya dan kemudian mendekatkan ke bibir lalu meneguknya. Rasakan saat air kehidupan ini mengalir di memasuki tubuh anda, melewati tenggorakan anda dan bersatu dengan raga anda.

Jangan bebani pikiran dengan hal yang tidak perlu

Anda harus menempatkan diri dan pikiran anda pada momen saat tersebut, bukan melayang kesegala arah, bagai layangan putus tali, atau pikiran meloncat kesana kemari mirip  monyet kepanasan. Jangan bebani diri anda dengan banyak pemikiran, kekhawatiran dan kecemasan yang tidak perlu.

Bencana hidup cepat atau lambat pasti akan datang. atau mungkin juga sedang anda hadapi.  Menguatkan mental, mempersiapkan diri adalah jauh lebih baik daripada menghawatirkannya. Berbahagilah bahwa anda masih hidup, walaupun berat setidaknya anda masih bisa menikmati minum teh atau kopi hari itu. Jadi nikmati ketenangan dan kedamaian itu walau cuma beberapa menit.

Nikmati prosesnya

Minum teh adalah suatu proses, bukan hanya disaat minum saja tapi juga momen sebelum dan juga sesudahnya. Rasakan disaat anda mulai memanaskan air, menyiapkan gelas, gula, kopi atau teh. Demikian juga disaat mencuci gelas, mengeringkannya dan menyimpannya kembali.

Bahkan anda bisa menikmati prosenya jauh jauh hari sebelumnya yaitu saat  membeli  teh, atau kopi bubuk, saat membeli gelas atau ketel atau bahkan saat bekerja membanting tulang mendapatkan upah yang kecil. Segelas kopi atau secangkir teh akan lebih bermakna terlebih kalau didapatkan dengan susah payah, jadi tidak ada alasan untuk tidak menikmatinya.

Hiduplah dengan konsentrasi penuh

Saat anda terbangun di pagi hari maka konsentrasi hidup sudah harus dimulai. Bukan hanya saat minum teh saja tapi juga untuk semua aktivitas. Saat mencuci muka, tangan menyentuh air dan mengusapkannya ke wajah, saat urine dikeluakan di kamar kecil, makanan pagi masuk ke dalam tubuh, mencuci piring, tumit diangkat saat berjalan, kaki mengayuh pedal sepeda ke sekolah atau tempat kerja dll.

Hidup adalah persembayangan terus menerus.

= Bagus sih bagus. Tapi omong-omong Mbah sudah mempraktekkannya atau cuma omongan doang? Satu lagi pertanyaan, ini tulisan hasil copy paste khan Mbah? 

Wakakakkk…. tahu aja.

Copyright@dongengbudaya

Refernsi :

  • Kursus singkat tata cara  Upacara Minum Teh
  • Buku “Minum Teh, menjalankan kehidupan”  oleh Visuddhacara

Sumber image : Freegreatpicture.com

7 thoughts on “Meditasi Abal-Abal, Sambil Minum Teh atau Kopi”

  1. Setuju Loh…. Bagus buat Relaxasi didalam kepenatan hidup dllnya,kyaknya bisa kita adaptasikan didalam kehidupan kita sehari2 yach!!!

    🙂 Jawab : Salam Pak Budi, selamat minum kopi

  2. setuju sekali mbah wage, hidup adalah persembahyangan terus menerus.
    terlalu sering memikirkan masa depan dan masa lalu jadi lupa masa kini harus ngapain….

    :)Reply: Tepat! itulah inti tulisan ini. Sambil ngopi, diulang terus agar tidak lupa.

  3. Salam Kang Wage, Salam para pengunjung Padhepokan Mbah Wage.
    Sangat tepat tulisan akang….inilah jenis meditasi yg “membumi”….tidak “ngawang-nguwung” yg bisa menjauhkan diri dari kenyataan di bumi atau model “mengosongkan diri” yg justru bisa membuat pikiran/hati/nurani ikutan jadi kosong (tidak peka). Ini bisa “mengingatkan” para “ikan yg sedang hidup dalam air” tetapi tidak meyadarinya kalau “dia sedang hidup dalam air” sehingga masih “mencari-cari dimanakah adanya air”.
    Sesekali minum teh/kopi di warung K5 ….kita rasakan….mulai dari sang petani yg merawat pohon teh/kopi dg harga jual yg kecil (murah) untuk menghidupi keluarganya….sampai teh/kopi tsb nyampai di warung K5 yang tanpa pelayan dengan harga kecil (murah) diseduhkan untuk kita nikmati. Selanjutnya bisa kita rasakan suasana pengunjungnya yang juga sesama orang kecil yg juga kecil kantongnya….tetapi masih bisa berbagi meskipun hanya uang kecil (receh).
    Sesekali meditasi minum teh/kopi di Cafe-Hotel……kita rasakan dari pemilik modal besar (pemilik perkebunan teh/kopi yg mempekerjakan ribuan buruh kecil dg upah yg juga kecil (ditotal jadi besar) diproses dalam pabrik yg besar dg karyawan yg banyak (perlu modal besar) selanjutnya didistribusikan dg untung yg kecil (tetapi jadi besar krn dikali volume) selanjutnya sampai di Cafe-Hotel dg karyawan ratusan (mulai tukang parkir, satpam, pelayan sampai manager) akhirnya terhidang untuk kita nikmati meskipun harus dg merogoh kocek lebih dalam (harga di hotel bintang 5 jauh lebih mahal, bisa 20 kali lipat harga K5)…tetapi jumlah itu tak seberapa bila dibanding dg kwalitas teh-kopinya (perlu tambahan beaya untuk jaga kwalitas) serta ribuan orang yg ikut menikmati uang yg kita bayarkan… apalagi bila kita rasakan kenyamanan suasananya yg diiringi musik nan lembut dg sejuknya AC ..yg ini juga perlu beaya besar (bayar listrik,teknisi AC, teknisi listrik, bayar pajak, para penyanyi dan pengiringnya).
    Kesimpulan sementara: menebar uang kecil berbagi ke orang kecil hanya sebatas lingkungan kecil sedangkan menebar uang agak besar maka justru berlipat ganda orang yg ikut menikmatinya mulai dari ribuan buruh kecil sampai ke managernya bahkan sampai ke negara-rakyat (lewat pajak yg kita bayarkan lewat kasir cafe-hotel)….rasakan bedanya.. kenikmatannya rasa teh/kopi maupun nikmatnya bisa berbagi.
    Salam Meditasi Ala Minum Teh-Kopi sambil Berbagi.

  4. Tambahan Kang Wage.
    Semoga tulisan saya bisa membuat masyarakat kita lebih pintar dalam perhitungan….maklum selama ini kita hanya pintar…menambah, mengurangi dan mengalikan saja tetapi sangat tidak mengerti “pembagian”…he..he…he.

    Reply : Kang SMP, Matur nuwun atas komentarnya yang selalu berkualitas.

  5. Nuwun sewu mbah Wage, saya setujuuuu skali mbah artikelnya!
    Tambahan: khusus bagi yg perokok,,, rasanya nikmat lg klo ngopi/teh sambil merokok,,,cepet rilexsnya…hehehe

    :mrgreen: Reply wage : Ya, ya benar. mbah ngaku salah karena tidak memasukkan kata rokok. Hidup para perokok ! …selamat bermeditasi…..

  6. Mbah Wage,

    Ada ribuan cara untuk meditasi. Tapi,mungkin, meditasi bukan relaksasi. Konon, dalam meditasi (tubuh) kita rileks, tapi kita tetap awas – aware. Konsentrasi juga hanya satu aspek meditasi. Setelah konsentrasi ada lagi meditasi mindfulness,vipassana – meditasi kesadaran. Kira2, sepertinya kita duduk di pinggir kali, lihat bebek2 atau kerbau2 atau cewek2 mandi,tapi tanpa komentar wah bebeknya lucu,wah ceweknya berhidung pesek,dll. Dan kita tetap sadar sedang duduk di pinggir kali.

    Apa saja bisa dijadikan meditasi. Kalau lagi memotong kayu, ya motong kayu, kalau lagi ambil air (dari sumur) ya ambil air, kata pendeta2 Zen. Motong, membelah kayu (untuk dijadikan kayu bakar) ya konsentrasi pada kayu, jangan mikir yang lain2, misalnya apa kata si Sableng kemarin mengenai ini itu, yang mungkin menyakitkan hati.

    Ngomong2, pakar2 kesehatan, a.l WHO – Organisasi Kesehatan Dunia – selalu mengingatkan merokok itu merugikan kesehatan dan … kantong kita. Merugikan kesehatan yang merokok dan juga yang tidak merokok tapi menghisap asap rokok – secondhand smoking. Saya sudah berhenti merokok pertengahan tahun 1990 – duit untuk rokok saya belikan bakmi atau Bir Bintang ….hehehehe ….

    Salam katresnan meditasi mbel

    Reply wage:
    Stop rokok, pindah ke bir ! Cocok, setuju banget. Sayang, kagak suka bir. rasanya pahit kayak air kencing kuda. mbah pilih wine aja. Karena mahal jadinya minimnya juga jarang-jarang…:mrgreen:

  7. Kesimpulan dari dakha . Meditasi = intinya = kosentrasi pada satu titik = satu titik = misal = minum kopi ya minum kopi = jgn mikir yg lain (mikir masa depan dan masa dahulu) = tetapi mikir saat ini dan momen ini = sambil di nikmati kegiatannya . Bener atau gx mbah

Kolom Nama, Mail atau Web bisa dikosongkan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s