Terciptanya Alam dan Kehidupan versi Hindu

Membaca dan belajar cerita atau hikayat tentang terciptanya bumi,alam atau semesta sangatlah menarik.  Hampir setiap budaya atau negara memiliki cerita versinya masing masing. Dari beragam cerita yang ada versi agama atau tepatnya agama Abraham adalah yang paling umum dipelajari.

Di tulisan kali ini saya mencoba menuliskan cerita terciptanya semesta menurut versi Hindu.  Tulisan ini tidak bermaksud untuk mencari atau membandingkan versi agama mana yang benar atau versi agama mana yang lebih baik, namun hanya sekedar menuliskan keberagamannya saja.

Versi Matsya Purana 2.25-30 :

“Penciptaan diceritakan terjadi setelah Mahapralaya, leburnya alam semesta, kegelapan di mana-mana. Semuanya dalam keadaan tidur. Tidak materi apapun, baik yang bergerak maupun tak bergerak. Lalu Svayambhu, self being, menjelma, yang merupakan bentuk diluar indra. Ia menciptakan air/cairan pertama kali, dan menciptakan bibit penciptaan didalamnya. Bibit itu tumbuh menjadi TELUR EMAS. Lalu Svayambhu memasuki telur itu, dan disebut Visnu karena memasukinya”.

Kata telur emas ini dijadikan dasar alasan oleh sebagian pengikutnya untuk menjelaskan keberadaan bumi dan pelanet lain adalah berbentuk BULAT.

Terbentuknya kehidupan Menurut Nyanyian Veda

Versi paling indah dan jujur sehingga saja jadikan sebagai puisi favorit. Saya sebut jujur karena nyanyian Veda yang disebut dengan Nasadiya Sukta dan terdiri dari tujuh bait ini menyebutkan apa adanya apa yang diketahui dan apa yang tidak diketahui. Berikut isi lengkapnya.

“Pada mulanya tidak ada sesuatu yang ada,
juga tidak ada sesuatu yang tidak ada.
Tidak ada udara, tidak ada langit.
Apakah yang menutupi itu dan di mana itu?
Airkah di sana?
Air yang tak terduga dalamnya?

Waktu itu tidak ada kematian,
tidak pula ada kehidupan.
Tidak ada yang menandakan siang dan malam.
Yang Esa bernafas tanpa nafas
menurut kekuatannya sendiri.
Di luar daripada Ia tidak ada apapun.”

“Pada mulanya kegelapan ditutupi oleh kegelapan itu sendiri.
Semua yang ada ini adalah sesuatu yang tak terbatas
dan tak dapat dibedakan,
yang ada pada waktu itu adalah kekosongan
dan yang tanpa bentuk.

Dengan tenaga panas yang luar biasa
lahirlah kesatuan yang kosong.
Setelah itu timbullah keinginan,
keinginan yang merupakan benih awal dan benih semangat.
Para Rsi setelah bermeditasi dalam hatinya
menemukan dengan kearifannya
hubungan antara yang ada dan yang bukan ada.”

“Sinarnya terentang keluar.
Apakah ia melintang?
Apakah ia di bawah atau di atas?
Beberapa menjadi pencurah benih,
yang lain amat hebat.
Makanan adalah benih rendah,
pemakan adalah benih unggul.

Siapakah yang sungguh-sungguh mengetahui?
Siapakah di dunia ini yang dapat menerangkannya?
Dari manakah kejadian itu,
dan dari manakah timbulnya?
Para Dewa ada setelah kejadian itu.
Lalu, siapakah yang tahu, darimana ia muncul?”

“Dia, yang merupakan awal pertama dari kejadian itu,
dari-Nya kejadian itu muncul
atau mungkin tidak.
Dia yang mengawasi dunia dari surga tertinggi,
sangat mengetahuinya
atau mungkin juga tidak.”

Terciptanya Alam versi kitab Purana

Semesta tercipta, berkembang dan akhirnya kiamat mengikuti siklus alam. Menurut versi Hindu alam atau semesta ini terbentuk tidak cuma sekali tapi berkali kali artinya semesta ini sudah melewati proses kiamat berulang kali.  Siklus ini disebut dengan Kalpa.

Satu Kalpa sama dengan 4.320.000.000 tahun bagi manusia sedangkan bagi Brahma satu Kalpa sama dengan satu hari. Dalam kosmologi Hindu, alam semesta berlangsung selama satu Kalpa dan setelah itu dihancurkan oleh unsur api atau air. Pada saat itu, Brahma istirahat selama satu malam, yang lamanya sepanjang satu hari baginya. Proses itu disebut Pralaya (Katalismik) dan berulang-ulang selama seratus tahun bagi Brahma (311 Triliun tahun bagi manusia) yang merupakan umur Brahma.

Menurut pandangan umat Hindu, alam semesta sedang berada pada tahun ke-51 bagi Brahma atau 155 Triliun tahun telah berlangsung semenjak Brahma lahir. Setelah Brahma melewati usianya yang ke-100, siklus yang baru dimulai lagi dan segala ciptaan yang sudah dimusnahkan diciptakan kembali. Proses ini merupakan siklus abadi yang terus berulang-ulang dan tak akan pernah berhenti.

Masa hidup Brahma dibagi setiap satu siklus Mahayuga. Yuga terdiri dari empat bagian, yang mana dalam setiap bagian merupakan zaman yang memiliki karakter berbeda-beda. Mahayuga memiliki 71 Divisi, dan setiap divisi merupakan 14 Manvantara (1000) tahun. Setiap Mahayuga berlangsung 4.320.000 tahun. Manwantara adalah siklus Manu, leluhur manusia menurut kepercayaan Hindu.

OPINI PENUTUP

Apakah saya percaya dari penjelasan di atas?

Saya akan menjawabnya dengan pertanyaan balik : Apakah hidup saya akan menjadi lebih baik kalau saya percaya atau sebaliknya kalau tidak mempercayainya? Jawabannya adalah jelas, percaya atau tidak tentang semesta, sama sekali tidak berpengaruh terhadap prilaku.

“Bagi saya terbentuknya alam versi agama adalah tidak lebih dari catatan peradaban semata.  Ada yang menuliskannya dalam bentuk cerita, ada juga yang dalam bentuk syair. Berusaha memahami dan menggumi  cara berpikir manusia ribuan tahun lalu yang berusaha membuat dan menuliskan tentang rahasia semesta adalah sangat menarik.”

Kakek moyang saya yakin dan percaya bahwa dunia ini datar seperti tikar.  Anak kecil sekarangpun pasti akan membantahnya dengan mengatakan bahwa dunia ini bulat seperti semangka.  Apakah ini artinya prilaku anak sekarang lebih baik dari prilaku kakek moyang kita dulu? Jawabannya sepertinya jelas.

Namun kalau boleh jujur, dari beragam versi penciptaan yang ada, saya sangat menyukai versi nyanyian Weda (penjelasan pertama, bukan versi Purana). Kenapa? Salah satu alasannya adalah karena penjelasannya JUJUR dengan mengatakan TIDAK TAHU.  Beberapa kalimat seperti “Siapakah yang sungguh-sungguh mengetahui? Siapakah di dunia ini yang dapat menerangkannya?” terlihat sangat indah menurut saya. Hanya sekedar opini.

Link terkait : Manusia pertama versi Hinduisme

.

Disusun oleh:

:: Theo Wage Raharjo

Credit Photo : Free images from acobox.com

Catatan :  Sebagian isi tulisan di blog ini, khususnya untuk topik-topik agama, hanyalah sekedar info saja jadi bukan merupakan keyakinan penulisnya. Mudah mudahan lewat tulisan ini bisa membuat kita menjadi semakin bijak bahwa disamping apa yang kita percayai dan kita anggap benar, masih ada kepercayaan lain yang juga dipercayai dan dianggap benar oleh kelompok lain.

Advertisements

One thought on “Terciptanya Alam dan Kehidupan versi Hindu

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s