Tuhan Bukan Pencipta Alam Semesta ?

Baru baru ini dunia seakan gempar dengan pendapat Stephen Hawking yang mengatakan bahwa Tuhan BUKAN pencipta alam semesta. Sebetulnya pernyatan yang menyangkal tentang keberadaan Tuhan bukanlah hal yang luar biasa karena sudah sering terjadi sejak jaman batu. (Baca : apakah Tuhan itu ada?). Situasinya menjadi heboh karena pendapat ini dilontarkan oleh orang yang sangat berpengaruh.

🙂 Siapa sih Stephen Hawking itu Mbah?

Stephen William Hawking  adalah seorang ahli teori fisika paling termasyur di abad ini. Lahir di Oxford, 8 Januari 1942. Dalam kiprah keilmuannya, Hawking terkenal karena sumbangannya di bidang fisika kuantum, jadinya wajar saja kalau pendapatnya memilki gaung yang cukup besar dan dikutip oleh banyak media.

[Keterangan gambar: Sang ilmuwan dengan kursi rodanya tampak sedang disambut oleh sejumlah orang.  sumber image: daily mail.co.uk]

🙂 Mbah, aku penasaran, bagaimana sih detail pendapatnya? Apakah penjelasannya sama dengan debat kusir tentang Tuhan yang  biasa ditemukan pada diskusi jaringan sosial dunia maya?

Mungkin saja. Namun yang jelas, beliau adalah seorang ilmuwan jadi dari awal topik yang dibahas sebetulnya sudah ngawur. Sains dan Tuhan adalah dua bahasan yang terpisah dan tidak bisa dicampur adukkan, Dalam kontek sains, seorang imuwan memang pantang untuk menyebut tentang Tuhan, jadi kalau sang ilmuwan mengatakan “alam semesta ini diciptakan oleh Tuhan” akan menjadi aneh dan janggal.  Tuhan ataupun agama adalah masuk wilayah pribadi. Nah, berhubung sang ilmuwan sedang jualan buku maka mencatut nama Tuhan menjadi sah sah saja dan inilah yang diekspose oleh media.

Penjelasan Stephen Hawking tentang Terbentuknya Semesta

Dalam buku terbarunya yang sangat populer, The Grand Design, sang ilmuwan menulis bahwa hukum gravitasilah yang menciptakan alam beserta isinya. Kemudian di buku A Brief History of Time, Prof Hawking tidak menafikkan kemungkinan turut campurnya Tuhan dalam penciptan dunia. Dia menulis di bukunya tahun 1988, “Jika kita menemukan sebuah teori yang lengkap, maka hal tersebut menjadi kemenangan nalar manusia. Oleh sebab itu, kita akan mengenal Tuhan.”

Selanjutnya beliau mengatakan bahwa alam semesta diatur oleh hukum ilmu pengetahuan. Hukum tersebut mungkin dibuat oleh Tuhan, tetapi Tuhan tidak melakukan intervensi untuk melanggar hukum.

Beberapa agama yang ‘mendukung’ pendapat  Stephen Hawking

🙂 Lho, apa tidak salah Mbah? Bukankah semua agama mengatakan bahwa dunia beserta isinya diciptakan oleh Tuhan?

Berarti Sampean kurang gaul nih! Kalau Sampean berkenalan dengan filosofi timur, khususnya yang berakar dari India maka akan ditemukan cukup banyak agama yang mengajarkan bahwa alam semesta tidak dibuat oleh Tuhan.

Filosofi Buddha contohnya mengatakan bahwa alam semesta tidak dibentuk atau diciptakan oleh Tuhan tapi terbentuk karena hukum alam yang disebut dengan Niyama Dharma. Kemudian pada ajaran agama Hindu sekte Samkya mengatakan bahwa Tuhan tidak ikut campur dalam penciptaan semesta. Mereka percaya bahwa semesta tercipta karena pertemuan antara 2 kekuatan yang disebut dengan istilah Purusha (consiousness/jiwa) dan Prakriti (phenomenal realm of matter/alam) atau semacam Im dan Yang dalam konsep China. Ajaran Hindu secara umum menyebutkan bahwa alam tercipta dan bekerja mengikuti suatu siklus alam yang disebut dengan Kalpa.

Kemudian penjelasan dari kitab Veda malah lebih menarik lagi menulis dengan JUJUR dan mengatakan TIDAK TAHU!  “Siapakah yang sungguh-sungguh mengetahui? Siapakah di dunia ini yang dapat menerangkannya? Dari manakah kejadian itu, dan dari manakah timbulnya? …dst”.  Selengkapnya bisa dibaca  disini

OPINI PENUTUP

Pendapat dan opini saya relatif sederhana.  Ibarat komputer yang saya pakai menuliskan blog ini, siapakah penciptanya, bagaimana cara kerjanya dst bagi saya tidaklah penting karena yang terpenting adalah merawat dan memanfaatkannya. Kemudian media blog yang dipakai menulis blog ini, siapa penciptanya, siapa yang membuat scipt-nya sama sekali tidak penting. Yang terpenting adalah “berterima kasih” dengan jalan memanfaatkannya untuk kebaikan.

Terlepas dari apapun pendapatnya tentang Tuhan, beliau tetaplah seorang ilmuwan yang notabene manusia juga. Manusia yang tidak luput dari kelebihan dan kekurangan.  Yang jelas beliau telah memberikan sumbangsih yang LUAR BIASA besar pada ilmu pengetahuan. Sedangkan saya sendiri, apa sumbangsih saya pada masyarakat atau komunitas? Haruskah saya berkata kotor pada Sttphen Hawking dengan berkata: “profesor tolol,  calon penghuni neraka !”


Credit photo : Stephen Hawking. AP/Dave Einsel
http://id.wikipedia.org/wiki/Mitos_penciptaan

7 thoughts on “Tuhan Bukan Pencipta Alam Semesta ?”

  1. Jangan Sampai kita menganut hal yg seperti itu!! Serem bgt membacanya ya??Akan tetapi kiranya Kita sebagai Umat beragama Bijak dalam menelaahnya… Lakum Dinukum Walliyaddin,Kali aja bene Kalimatnya Kayak gitu,Untukku Agamaku,untukmu Agamamu!!

    🙂 Jawab : Serem kenapa Pak Budi? Menurut saya koq biasa biasa saja ya? Ada yang percaya ada yang tidak percaya, ada yang suka ada juga yang tidak suka. Nah yang serem itu adalah kalau sudah main rusuh, saling cakar dan saling bacok. Salam. Wage R

  2. Atheisme : Di Nusantara mayoritas penduduknya beragama. Dan taat sekali beragamanya. Tapi Nusantara tidak bebas dari korupsi dan kekerasan. Beragama/berTuhan, ini kan urusan orang dengan Tuhannya atau dengan … alam, bukan dengan orang lain ?!
    Ada Deklarasi Hak2 Asasi Manusia dari PBB yg sudah diratifikasi – di iya kan – oleh banyak negara anggotanya, nah ini perlu di …patuhi. Tuhan dulu lupa bikin deklarasi hak2 asasi manusia ini …

    Reply wage ::mrgreen: Kesimpulan awalnya, agama dan prilaku adalah tidak ada hubungannya. Bukankah begutu Mas Bala?

  3. Salam Mas Wage …..hormat saya……..

    Saya akan selalu ingat atas pesan Njenengan….tertawa …mentertawai diri kita sendiri…….
    Ha ha ha….saya tertawa dulu…untuk mencari atau merasakan hati supaya berbahagia riang…….

    Tentang Tuhan dan apa saja yang sedang diciptakan ??…..apakah alam semesta ini diciptakan Tuhan…..waaah…bagaimana bisa menjawab itu …lha wong mencari atau mempelajari apa yang sudah ada saja belum juga selesai…..menemukan ini …lalu dipelajari…dan mak bedunduk muncul dan menemukan hal yang lain lagi…….belum selesai muncul materi yang lain dan ilmu pengetahuan yang lain lagi…….
    Bumi ini hanya seperti dan sebesar 1 biji pasir dipantai bila dibandingkan dengan luasnya jagad raya ini …..sudah begitu banyak ilmu se abrek abrek di bumi ini yang sudah direntas manusia…juga masih banyak ilmu lain yang mungkin masih mlungker dn tersembunyi dan belum bangun diketemukan……

    Belum lagi dunia yang nun disana yang jaraknya jutaan tahun cahaya dan kalau dijumlah nolnya maka calculator yang kita beli dipinggir jalan tidak bisa menampilkan angkanya karena segmen matriiknya kurang banyak……….

    Prof Stephen Hawking dan ilmu teorinya juga hasil dari hukum alam atau ilmu dari bumi ini……Beliau hanya seper sekian puluh atau ratusan juta dari besarnya 1 biji pasir itu…..tidak memenuhi syarat untuk bisa menjawab apakah Tuhan itu ADA……apakah semua ini adalah DIA yang mencipta.??…….

    Karena disini adalah ruang bebas untuk menulis dan tulisan ini hanya atau semoga dianggap sebagai catatan diary dari individu dan anggap saja sebagai tulisan yang harus dibuang ditempat sampah ….maka saya akan menulis.untuk bisa tertawa ha ha ha atau wkwkwkw atas dugaan bahwa saya adalah pribadi pandai ternyata saya adalah sangat goblog…..dalam menjawab tentang Tuhan maka TIDAK ADA sosok atau ajaran atau pengetahuan yang bisa menjawab dengan sebenar benarnya BENAR tentang TUHAN…..ha ha ha kalau saya sedang memikir ini maka mata saya langsur liyer liyer ngantuk…ingin bobo……..salam penciptaan alam semesta……..

    Reply dari wage ::mrgreen: Sama sama Mas JS. Ingat pesan saya boleh boleh saja yang penting bukan ingat orangnya khan? Saya cowok lho? He..he…Menertawakan diri sendiri akan membuat diri bahagia tapa merugikan orang lain. Kebahagian berasal dari sumber yang sama. Jadi pesan intinya sebetulnya adalah ingatlah pada sumber Kebahagian.

    .

    1. waaah…..salah nulis…..bukan tentang Tuhan itu ada dan tidak ada tetapi tentang apakah Tuhan yang menciptakan alam semesta…..tapi dipikir pikir dan ditimbang timbang….waaah tetap saja maksudnya bahwa 2 hal kalimat pertanyaan mbulet itu tetap saja mbulet dan membuat manusia klepek klepek. meres isi kelapa eeh kepala……….

      Aaaah….ikutan pendapat orang lain saja…..tidak bikin pusing….tidak eker ekeran dan tidak debat kusir……aman dan tidak dianggap orang nyeleneh bin soak dan masih bisa bebas tertawa ha ha ha.atau…hi hi hi…….salam alam semesta……

      Reply dari wage ::mrgreen:

  4. belum selesai muncul MATERI yang lain dan ilmu pengetahuan yang lain lagi……
    ——————————————–
    walaupun begitu, apakah kita bisa setuju bahwa (materi) fundamentalnya (hingga saat ini yg telah diuji) adalah elektron?
    mengapa?
    sy rasa om JS sebagai diantara yg paham bahwa sejak listrik diketahui manusia,..
    maka MANFAAT listrik mengakibatkan perubahan besar pada peradaban (tentu saja pola pikir) manusia.

    maksudnya ketika atom terlihat ‘bulat’, bulatan yg terlihat itu ternyata krn gerakan/orbit elektron, dstnya proton dibongkar diketahuilah quark, bahkan nongol juga si higgs boson (bergosip: partikel tuhan), namun terdapat persamaan pada berbagai proses “menelanjangi” itu yaitu (wujud) elektron.

    maka ketika si prof. jeroen van den brink…dkk, mencoba membelah elektron, diketahuilah salah satu spiritual ala saat ini yaitu charge, spin, dan orbital atau wujud elektron bagaikan krn tritunggal.

    btw, ya silahkan aja kalo ada yg mau mencocok2in dgn konten pada suatu agama 😛

    FYI bagi si sy sbg konsumen produk audio (misalnya spiker aktif)..pastilah sy sangat suka dgn kualitas berkonektor/jack XLR (sama2 sbg tritunggal..walaupun cuma buat atu/mono spiker doank).

  5. Ya wajar kalau pak hawking dan teman-temannya tdk percaya Tuhan, karena tidak pernah merasakan kehadiran dan kekuasaan Tuhan. Jadi ya ga papa, suka-suka dia hehehe.

  6. Tuhan telah mati, Ia tak lagi menyapa kita. Ia tinggal sejarah keselamatan, sejarah penebusan, dongeng cinta pada awal masa manusia.
    Ia hanya bisa dikenang, dirindukan, namun tak pernah hidup di hati

Kolom Nama, Mail atau Web bisa dikosongkan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s