Memuji Agama Sendiri, Tai Kucing Rasa Coklat

kucingBagi penggemar olahraga sepakbola sepertinya pasti tahu nama Jose Mourinho. Beliau adalah pelatih sepak bola hebat dan jenius yang sukses menangani berbagai klub besar. Pelatih ini mendapat julukan “The Special One”, gara-gara pada suatu wawancara, sang pelatih tanpa sungkan memuji dirinya sendiri setinggi langit dengan berkata “I’m a special one”. Tidak ayal komentarnya dianggap arogant sehingga mendapat kecaman dan tanggapan negatif oleh banyak kalangan.

Hal yang seepertinya cukup menarik karena kasusnya terjadi di negeri barat yang sering disebut-sebut berbudaya barbar, arogan dan individual. Namun etika dan logika  ternyata sama saja, yaitu memuji diri sendiri tetap dianggap tidak ethis dan harus dihindari, terlepas dari apakah ucaapan Anda benar atau salah.

Bagaimana halnya dengan agama ?

Aneh bin ajaib, tidak seperti memuji diri sendiri yang cendrung dihindari, memuji agama sendiri adalah sebaliknya,  malah saya anggap wajar atau atau suatu keharusan. Hah?! Apa bedanya? Dimana logika berpikir saya?

  • Ha….ha….ha….. Asem Mbah. Beragama bukanlah masalah logika tapi Iman yang kadang ……… buta.

Benar juga ya. Agama adalah iman atau kepercayaan. Disaat saya percaya bahwa memuji agama sendiri adalah wajar maka sayapun akhirnya tidak ubahnya seperti perkumpulan sales kecap yang tugasnya adalah memuji dan menjual kecap sediri,  Dalam kehidupan beragama seakan berlaku rumus : “Beragama itu harus sombong, kalau tidak sombong ya bukan beragama namanya”.

Agama-ku adalah yang paling baik !

Membahas tentang puji memuji agama sendiri, saya merasa sangat cocok dengan pendapat dari Dalai Lama,  yang mengatakan: “Sebagai seorang rahib Buddha, saya merasa bahwa Buddhisme adalah paling baik. Tapi itu tidak berarti bahwa Buddhisme paling baik untuk semua orang. Itu jelas dan pasti. Kalau saya percaya bahwa Buddhisme paling baik bagi setiap orang,  itu konyol !” Sumber: The Art of Happiness, Dalai Lama. “Agamaku paling benar !” Tentu saja, namun pesan simbah katakanlah dengan perbuatan.

Agamaku cinta damai  dan tidak suka kekerasan !

Hah?! Semua agama juga mengaku cinta damai. Namun realitanya kadang sebaliknya. Atas nama Tuhan dan kebenaran yang saya yakini, tidak jarang akhirnya malah menjebak diri saya sendiri. “Agamaku cinta damai !” Ya, benar ! Namun sekali lagi pesan Mbah, katakanlah dengan perbuatan.

OPINI PENUTUP

Bangga dan memuji diri sendiri,  adalah hal yang terasa aneh dan juga lucu. Namun walau aneh, cukup banyak orang yang dengan sadar melakukannya. Memuji diri sendiri atau memuji agama sendiri  adalah wajar dan sah sah saja. Ini namanya “human being natural” jadi sama sekali tidak perlu diperdebatkan.  Memuji agama sendiri sama saja dengan memuji diri sendiri alias aneh bin konyol. Namun bukankah manusia memang senang berprilaku aneh?

  • “Setiap orang atau kelompok butuh pengakuan atau pujian. Kalau pengakuan ini tidak didapat dari orang lain atau sudah didapat tapi dirasa tidak  cukup, maka mereka cendrung melakukan tindakan konyol yaitu  dengan memuji diri sendiri”.  Mbah wage

Sekali lagi tidak salah tentu saja tapi prilaku dan perbuatan hendaknya jangan dilupakan. Pujilah agama sendiri dengan prilaku atau perbuatan, bukan dengan kata kata. Ini adalah merupakan cara memuji diri sendiri yang paling indah.

Artikel lanjutan yang akan dibuat :
Debat agama, berebut pepesan kosong, Tai kambing rasa coklat bagian 2
Mabuk agama, Tai kambing rasa coklat bagian 3

wager.png

Artikel terkait : Apa yang Anda banggakan dalam hidup ?

Sumber image: Wikipedia

34 thoughts on “Memuji Agama Sendiri, Tai Kucing Rasa Coklat

  1. Perbuatan, bukan omong : Saya teringat sebuah dongeng dari Aesop , sekitar 600 SM. Kira2 : seekor rubah sedang diburu sekelompok pemburu. Si rubah ketemu seorang petani. Minta tolong pada si petani. Si petani bilang, jangan kuatir, saya akan menolongmu. Sembunyi saja di kolong sana, kata si petani menunjuk pada kolong di bawah tempat tidurnya.
    Tak lama kemudian datanglah sekelompok pemburu. Salah satu dari mereka bertanya pada si petani apakah dia melihat seekor rubah yang sedang mereka buru. Si petani bilang tidak, tapi dengan isyarat jari2nya menunjuk ke arah tempat persembunyian si rubah.

    Manusia, dibanding binatang2 lain ,adalah binatang jalang yang … aneh… Orang sering bilang manusia adalah binatang yang berbudaya, paling tinggi levelnya dibanding binatang2 lain. Tapi, harimau,misalnya, hanya membunuh untuk memepertahankan diri dan wilayahnya. Manusia membunuh bukan hanya itu tapi karena ideologi. Hitler membantai sekitar enam juta orang Yahudi,Polpot membantai sekitar satu juta rakyatnya sendiri, dan paling sedikit setengah juta – sumber2 lain mengatakan jumlah korban sekitar satu sampai dua juta – manusia Indonesia mati sia2 jadi korban pembantaian paska 1965/66 … Saudara2 kita keturunan Tionghoa masih sering jadi bulan2 an massa yang tak bertanggung jawab. Ini terjadi di negara yang mayoritas rakyatnya beragama, negara yang rakyatnya terkenal ramah dan halus lus lus budi baha-hahahaha-sanya.

    Manusia ternyata bisa tidak kalah buas dan jalangnya dengan binatang paling buas.

    Bhinneka Tunggal Ika sering dilupakan begitu saja.

  2. Kang Balane,
    Jujur, saya sangat ingin membuat foder katagori khusus untuk cerita dongeng semacam ini, Sayang saya tidak pintar mendongeng sehingga sampai sekarang folder ini masih kosong melompong. Namun hari ini Kang Balane sepertinya telah mengisi folder kosong tersebut dengan satu cerita menarik.

    Belakangan ini saya merasa, tulisan di blog ini menjadi semakin rumit, kompiketed, panjang dan membosankan. Terima kasih atas ceritanya hari ini. Sederhana dan sarat pesan.

    1. Mbah,

      Motto Si Mbah : abal2. Saya percaya pada kakak atau adik abal2 – mbelgedes. Hidup ini hanya, mengutip Macbeth, mbelgedes, tanpa arti. Kecuali, yang ini kata saya (-: , kalau kita mau mencari atau memberi arti padanya.

      Tahun 1965 : Sekolah di dekat rumah saya hancur , rata dengan tanah. Waktu itu saya masih kecil. Baru … beberapa tahun kemudian saya sadar sekolah itu dirusak massa – yang biasanya tidak bertanggung jawab, karena sekolah itu milik saudara2 kita ethnik Tionghoa .

      Bertahun-tahun, paling tidak dua dekade, saya bersama banyak manusia Indonesia ter …indoktrinasi. a.l bahwa Bung Karno turun ‘tahta’ dengan suka rela, dengan Super Semarnya. Selama itu juga saya tidak tahu berapa jumlah manusia jadi korban sia2 …

      Kevin Rudd, mantan PM Australia,pernah minta maaf pada penduduk asli,Aborijin, karena perlakuan orang2 kulit putih dari Inggris pada mereka .Pemerintah Jerman juga pernah minta maaf pada orang Yahudi karena perlakuan Jerman – Hitler – dulu pada mereka. Mungkin nggak ya pemerintah Indonesia minta maaf pada eks tapol dan keluarga2 mereka ? Saya pernah baca Pak Franz Magnis-Soeseno (SJ) pernah menulis mengenai hal ini.

      Semoga tidak membosankan.

      Salam katresnan apologi

  3. Sepertinya rada susah Nak. kata TERIMA KASIH dan MINTA MAAF, bukanlah merupakah BUDAYA terlebih ditujukan untuk sesama manusia, apalagi manusia minoritas. Di negeri Kurawa yang masyarakat dan pemerintahnya sangat religius ini, terima kasih dan minta maaf hanya layak ditujukan pada tuhan saja.

    Setelah makan harus terima kasih pada tuhan, padahal yang masak adalah ibu. Minta maaf pada tuhan padahal tiap hari menginjak injak bumi. Bukannya salah, tapi urutan (sepertinya) adalah kurang tepat sehingga esensinya menjadi tanpa makna. Setiap minggu sekali atau setiap hari atau bahkan mungkin setiap hari kita memohon ampun, memohon maaf pada tuhan, karena berkat dosa kita yang tidak ketulungan maka negeri Kurawa diamuk bencana yang juga tidak ketulungan. Tapi kita lupa minta maaf pada alam.

    Jadi mengharap pemerintah minta maaf hanyalah akan menjadi mimpi di negeri Kurawa ini Nak. Jawabannya sekali lagi ada di budaya.

    Apa yang bisa kita atau mbah lakukan sekarang? Haruskan kita demo untuk menuntut pemerintah melakukan hal yang diarasa atau dianggap tidak pernah dilakukan? Haruskan seseorang menuntut pemerintah minta maaf atas perbuatannya yang tidak dianggapnya salah? Sepertinya percuma Nak.

    Mbah sendiri mencoba hidup ralistis saja. Mbah lebih baik nuntut diri sendiri untuk berterima kasih dan juga minta maaf, dimulai dari HAL KECIL. Terima kasih pada petani yang tanam padi dan sayur, terima kasih juga pada pengusaha pembuat supermi sehingga menjadi murah dan mudah didapat. Terima kasih juga pada pengusaha pembuat pastal gigi, karena berkatnyalah mbah bisa sikat gigi palsu mbah. Bayangkan kalau negeri ini tanpa pengusaha?

    Bagaimana dengan minta maaf? Sama saja Nak, dimulai dari hal kecil, minta maaf pada beras dan lauk pauk, kemudian lanjut pada minta maaf pada hal yang lebih besar. Jadi mengharapkan minta maaf pada kasus besar, kalau tidak dibiasakan dari kasus kecil adalah “pohon sirirh berbuah semangka” alias tidak mungkin.

    [tulisan ini sepertinya kagak sesuai dengan topik ya?]

    salam. mk3
    Ps. mbah minta maaf kalau selama ini ada kata yang salah pada Nak Balane dan juga rekan lain.

    1. Mbah,

      Saya juga … minta maaf lahir batin (ndak usah nunggu sampai lebaran ) pada Mbah dan pembaca. Mantra saya hari ini : maap..maap..maap…maap…maap…maap…maap..maap 100,000 x

      Ngomong2, menurut satu rekan saya yang ahli meditasi, mantra saya itu – dan mantra2 yang lain – bisa jadi … meditasi mantra. Ndak jauh berbeda dengan meditasi mantra ‘TM ‘ – transcendental meditation – yang banyak diajarkan di Barat. Bedanya : mantra saya gratis, tapi untuk mendapat mantra dari TM , orang harus … bayar .

      Re tulisan gak sesuai topik : Biar saja, kan blog abal2 …. (-: Jangan lupa motto si Mbah adalah … asal hati senang !

      Salam katresnan maap

      Reply wage:
      Aduh Nak, terima kasih buanyaaak telah diingatkan. Maklum sudah tua, sering lupa….salam mbel :mrgreen: Ps. Komentar Nak Balne sering menginspirasi mbah untuk nulis. Sepertinya topik asli-pendatang akan masuk roadmap tulisan bulan depan.

  4. Re menginspirasi mbah : We lha da la, hidup dan tulisan saya jadi gak … sia2 kalau tulisan mbel saya bisa , eh hem, menginspirasi si mbah. Saya jadi ingat puisi tante Emily Dickinson (1830 – 18 86), yang menginspirasi saya untuk menulis komentar hari ini. Saya sertakan puisi mbel itu berikut terjemahannya (tolong diperbaiki terjemahannya ) Semoga berkenan.

    If I can stop one heart from breaking,

    If I can stop one heart from breaking,
    I shall not live in vain;
    If I can ease one life the aching,
    Or cool one pain,
    Or help one fainting robin
    Unto his nest again,
    I shall not live in vain.

    (Emily Dickinson)

    Andaikan aku bisa mengakhiri satu kepatahan hati,

    Andaikan aku bisa mengakhiri satu kepatahan hati,
    Hidupku tak akan sia-sia;
    Andaikan aku bisa mengurangi nyerinya satu hidup,
    Atau mengurangi satu rasa sakit,
    Atau menolong satu burung robin yang tak berdaya
    Kembali ke sarangnya lagi,
    Hidupku tak akan sia-sia.

    Salam katresnan hidup tak sia2

  5. Salam Mbah Wage yang cerdas dan nyeleneh……

    Tema sanepan Tai Kucing terasa coklat lalu diganti tahi kambing terasa coklat , semoga kucingnya tidak marah atau dendam…he he he waaah….sayang tuuh si kucing , jadi tidak bisa sombong untuk memuji siri sendiri….gantian…si mbeek sekarang yang bisa sombong sedikit….wakwakakakak…..

    Memuji diri sendiri mungkin sifat alami atau naluri,…coba kita lihat foto diri kita bersama teman teman kita , pasti yang sering diamati adalah diri kita sendiri , meskipun wajah kita culun atau mlongo , ndower tidak sangat jauh dari rupa setengah jadi …ha ha ha….meskipun terlihat jauh dari rupawan tetap saja dipandang atau diamati terus , dalam hati mungkin ngedumel mangkel , ternyata wajahku tidak beres…wakakakak……

    Memuji agama sendiri memang bagus dan mungkin HARUS karena memang dan mungkin aturan itu yang harus dipatuhi , agama selain agamanya harus dianggap masih kalah bagus dan kalah benar atau kalah suci bila dibandingkan dengan agamanya……waaah…menyinggung soal agama maka agama apa yang gagah atau agama apa yang paling cantik didunia ini , bagaimana gaya dan action para pemercaya agama dalam memuji agamanya ?? …apakah sama dengan gaya body kontes bina raga yang ototnya seperti akar tanaman atau seperti action dan gaya pemilihan Miss Universe …lenggak lenggok dengan pakai bikini ….cegluuuk….bikin mulut kita ngiler…ha ha ha…..waaah…tambah ngawur tulisan saya ini…..

    Fanatik terhadap agama sendiri sudah sangat jelas tidak menjadikan kita cerdas dan bijaksana , tidak bisa membaca sifat alam atau hukum alam , menjadi bodoh dan menutup diri dari kenyataan yang ada……
    Hukum alam adalah hukum yang sudah diciptakan oleh yang menciptakan alam itu , sifat dan bentuk materi atau fungsi guna disertakan untuk bisa menjaga alam itu sempurna dan stabil dan tidak gampang rusak……

    Jangan kita menganggap agama kita paling cantik atau paling ganteng karena itu bisa merugikan kita sendiri , karena kita seperti menolak keaneka ragaman sebagai sifat alam itu sendiri……jangan menyesal bila selalu menganggap wajah kita paling cantik lalu menyesal ketika bercermin., lalu sadar dan mengaku jujur didepan cermin karena wajah kita ternyata tidak secantik ego kita atau wajah kita bernilai rata rata diantara wajah cantik yang lain…..salam rahayu……

    1. Kang JS yang baik hati,

      Blog selalu diperbaharui dengan harapan menjadi lebih nyeleneh, tampil beda dan abal2. Saya salut dengan Akang, ternyata memperhatikan perubahan kecil seperti ini. Tai kucing saya ganti dengan tai kambing karena terinspirasi dari komentar kang Bala.

      Topik ini adalah topik favorit saya, dibuat berseri 3 tulisan. judul sisanya adalah (mangkrak belum kelar2 sampai sekarang)

      • Mabuk agama, tai kambing rasa coklat (2)
      • Debat agama, berebut pepesan kosong. Tai kambing rasa coklat (3)

      Ngomong-ngomong tentang cerdas, siMbah jelas jauh dari cerdas, iQ cuma dua digit alias tidak sampai 100, di sekolah jadi bahan tertawaan, selalu jadi no 1 dari belakang (benaran lho!), akhirnya kepalang basah, menghibur orang dengan memanfaatkan kekonyolan yang alami dan tidak dibuat buat. wakakakkk….. Terima kasih, orang seperti Akang dan rekan lain membuat saya merasa berguna dalam kenyelenehan…..

      salam tai kambing

      PS: Tulisan Akang tentang Nurani Yang Tersamar ternyata sangat populer. Yang klik view banyak sekali dan bahkan ada yang klik share di facebook ada 3 orang. Entah siapa, hanya bisa bilang terima kasih saja pada yang share.

  6. Jangan kita menganggap agama kita paling cantik atau paling ganteng karena itu bisa merugikan kita sendiri , karena kita seperti menolak keaneka ragaman sebagai sifat alam itu sendiri……(js)
    ——————
    Mas js,

    Sebenarnya gak ada salahnya menganggap agama kita paling cantik, paling benar. Ya dengan catatan orang lain boleh juga bilang agamanya paling cantik dan paling benar di dunia maupun akherat. Orang lain jangan dilupakan, gitu lho. Dan, jangan digebuki kalau mereka bilang begitu – agama mereka paling cantik dan benar.

    Agama itu sering meniru kecap, atau sebaliknya, NOMOR SATU. Kecap Cap Bango nomor satu. Cap ABC nomor satu. Cap Ikan nomor satu, dst. Fyi, saya selalu pakai kecap ABC.

    Mbah,

    Re IQ : Bukan jaminan. Kan masih ada EQ – Emotional Quotient, dan, konon, SQ – Spiritual Quotient. Menurut saya yang paling penting adalah … eng ing eng ….MQ – Mbel(gedes) Quotient …(-: (-: , paling tidak di blog si Mbah …(-: (-: Re klik view : Mas js itu … pembawa rejeki ! (-:
    Untung ada Mas js ! (-:

    Salam katresnan MQ (-:

  7. Rata rata orang Islam mengatakan bahwa agama lain itu adalah orang orang kafir . . . padahal orang kafir adalah orang yang tidak punya agama . . . bahkan sekarang Islam sempalan menuduh agama Islam lainnya adalah kafir dan najis . . . naudzubillah min zalik . . . padahal sudah diterangkan bila sesama muslim saling bertikai kalau keduanya mati maka masuk neraka. . . . aaaah pusiiiing deh. . .

  8. Rata rata orang Islam mengatakan bahwa agama lain itu adalah orang orang kafir…padahal orang kafir adalah orang yang tidak punya agama
    ———————————-
    ya, dan kafir pun yaitu..
    – yang tidak taat kpd si allah dan para rasul si allah (QS. 3:32)
    – yang mempersekutukan si allah (misalnya dgn alam semesta/apapun). (QS.6:1)
    – yang memahami bahwa konten kitab al quran hanyalah dongengan kuno. (QS.6:25)
    kafir bukan sekedar TIDAK punya agama,
    yang pasti kafir maksudnya TIDAK beragama islam.
    siapapun yang beragama islam (mau tak mau) berkonsekuensi wajib mengimani konten kitab al quran.

    …mati maka masuk neraka…
    —————————–
    scr pribadi, sy kafir yg suka menghina si alloh wts..eh..swt,
    namun apa yg saya pahami* jika siapapun (beragama/bertuhan atau tidak) kalo mati…yo wis mati.
    *maksudnya melalui fisika, kimia dan biologi.

    oya,..misalnya
    sy tak tahu apakah Beliau (kang Mamad/si Muhammad SAW) ketika masih hidup berkesan kontroversial ato tidak, tapi tamat sudah riwayat Beliau (tidak ada surga atau neraka pula bagi Almarhum). ,,(^_^),,

    (numpang bilang) wauw,..
    setiap kali sy mendapatkan wawasan baru dan memahami bagaimana proses detilnya,
    semakin sedap pula kehidupan yg saya alami dan rasakan scr nyata ini.
    walopun saat ini sy tak punya wang (lebih)…tapi tetap aja sedap krn sy bisa memahami juga mengapa sy saat ini tiada wang (lebih). _/\_

  9. Salam simbah wage,poro sepuh&sedulur semua @

    haha,.suwun mbah,,atas komentarnya,..kita komen dimari aja mbah,.disebelah saya gak tahan bacanya,.takut salah saya,..saya belum bisa bilang bahwa saya benar,,saya hanya baru bisa bilang,bahwa Tuhan yg Maha benar…
    Saya belum sampai puncak “makna”,saya baru bisa bicara “kesimpulan”,.. makanya saya belum berani angkat bicara…toh,tiap orang itu kena hukum “hukum”,.yakni hukum dunia dan akhirat,atau hukum terlihat dan tdk terlihat,..walaupun omongan sekecil-pun pasti dikemudian hari timbul reaksi dari hati/alamnya…karna dia cuma ampas dari hatinya…hhe,,
    rahayu,..

    1. @ Nurkahuripan,

      Hallo adimas Nur, njenengan mengingatkan saya pada sosok kang RD, si raja dewa, bukan rahmat darmawan lho :wink:…

      Aura njenengan santun dan bisa melihat visi… Apakah njenengan alumni perguruan islam pengging?…

      Kalau iya, saya sangat antusias sekali untuk membahasnya, semuanya itu demi NKRI, islam dan semua agama2/ ajaran2 lainnya bisa hidup berdampingan maka nusantara akan jaya, kalau selama islam sebagai mayoritas menindas yang minoritas dalam segala sendi, maka selamanya nusantara akan di cengkeram berbagai prahara yang ujungnya seperti halnya bara api dalam sekam…

      Islam lemah abang, hmmm… what a delicious topic, sekalipun ia bertolak belakang dengan karakter ketua dewan wali songo (sunan bonang), tapi ia lebih berhasil mengawal jalannya peradaban islam di bumi jawa selama 500 th dengan mengawinkan antara kedua budayanya/ sinkretis.

      Salam sejarah,

      Dewi

  10. Kang Nur, di topik ini dijamin adem Kang. Judulnya foldernya aja “Renungan tai kambing”, dari awal sudah kagak ada yang minat mengkliknya. salam

  11. Salam mbak dewi @ hallow juga mbak dewi(semoga sehat&bahagia selalu disana),..
    Waduh maaf mbak dewi,saya bukan lulusan perguruan pengging,..
    Hanya saja saya…(hmm,.sepertinya lebih baik kita inbox aja deh mbak dewi),.ah gak usah gak apa2 deh,dsni saja,..hhe,…
    Saya,,sudah pernah memasuki (hampir)semua aliran islam yg ada diindonesia(jawa deng),..berserta semua pelajarannya,kesimpulannya,maknanya,ghaibnya,.sampai2 perbandingannya,..
    Mungkin saya masih jauh untuk “sampai”,..tapi jika untuk membahas,.saya sangat senang sekali jika diikutsertakan,..
    Suwun mbak dewi,..

    Salam simbah wage @
    hahaha,..gak apa2 mbah,.itukan tulisanya aja tai kambing,..siapa yg tau kalau wanginya bunga semerbak..?
    Ketimbang tulisanya bunga melati yg wangi,,tapi baunya prengus ga karuan,..huahuaha,..
    Suwun mbah,.

  12. Ysh. Admin dan sadulur semua, ulas dong kenapa Bangsa Yahudi dilaknat dan harus di perangi oleh bangsa muslim, dengan cara abal-abal tentunya 😀

    abaikan saja ya klo usulnya ga keran 😀

    salam damai semuanya

  13. Salam Nak Lesungpipi3t,
    Usul topik yang menarik. Sepertinya akan mengundah orang untuk membaca dan berkomentar dan asik blog jadi ramai. Cuma sayangnya bukan ramai dengan gelak tawa tapi ramai jual beli pukulan.

  14. Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam….
    Sebuah adagium yang tertulis di salah satu ayat suci pedoman umat Islam, yang alih2 menumbuhkan rasa welas asih dan toleran malahan menumbuhkan arogansi struktural yang ditanamkan sejak kecil yang pada akhirnya berakar kuat di setiap pola pikir Muslim….
    Agama telah gagal menjalankan misinya sebagai Rahmatan lil Alamin, yang ada adalah semangat menonjolkan superioritas dalam beragama

    1. Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam….
      ———————————–
      bagaimana kabarnya itu si allah ,,(^_^),,

      koq si allah ngumpet mulu kagak pernah nongolin wujud riil nYA,
      ntar si sy cabok itu si allah kalo nongol, karena itu si allah TELAH membiarkan para penyembah nYA ada yg saling berantem, arogan maupun saling (narsis) superioritas. (^_^)v

    2. Salam hormat dan selamat siang…….

      he he he….Allah masih saja ngumpet……saya sampai ngakak kalau baca komen Mas Oon……siapa yang tahu ngumpetnya Allah dimana ??……ha hha……saya juga pingin tahu dari jawaban dari para ahli agama…….Nuwun

    3. Komentar Kang O’on emang rada nyeleneh dan bikin dahi berkerut. Bagi yang tidak terbiasa munking akan uring2an atau malah pingsan membacanya. Berhubung dulu saya sudah keseringan pingsan maka sekarang menyikapinya dengan tertawa. Jadi ikutan ngakak aja deh…….

  15. Go Kamane Allah,
    Dzat kang Ilang Rusak Ragane Kabeh,
    Labete Tan Kena Keri,
    Dzat kang Tanpa Kumpulan Kahanane Ora Ana,
    Ya Ingsun Sejatine Ora Ana Apa-Apa.

    – Panembahan Senapati –

    ‘Aku’ dan ‘Ada’ tak hanya dikukuhkan oleh Descartes. Dibelahan lain dunia pada abad yang sama, pendiri dinasti Mataram Islam mengukuhkannya dalam bait-bait syair IBU JENDRA.
    Substansi yang sejati adalah keseluruhan Dzat yang membentuk semesta, demikian dituturkan. Semesta yang terus berevolusi menuju kesempurnaan. Dan wahana dari kesempurnaan semesta mewujud dalam diri manusia, pan ingsun dzat Allah kang jumeneng pusering jagad angingkut sakehing arupa warna, karut dening aku kabeh.
    Tanpa adanya Dzat yang berkumpul tidak akan pernah terbentuk suatu ‘kesadaran’, hanyalah awang-uwung, kosong belaka.
    Manusialah, subyek, pusat pemaknaan, yang mempunyai kemampuan wruh ing anane dhewe, yang mampu berkata : Aku…Ada.
    Jadi ‘ada’ adalah subyektif, kesadaran yang melahirkan angan-angan dan pemikiran, yang memunculkan kata-kata dan bahasa sebagai penanda.
    Namun bahasa tak pernah mampu secara utuh menggambarkan konsep yang diekspresikannya.
    Urip tan kena kinaya ngapa, menjadi ungkapan kearifan leluhur nusantara, bahwa tiada finalitas definisi, karena dalam subyektifitas, makna menjadi plural.
    Dan dengan kerendahhatian terhadap pluralitas makna, para leluhur menggunakan metaphor, sanepan-sanepan seperti : galihing kangkung, tipaking kontul mabur, oyoting bayu bajra, gigiring punglu. Demi menghadirkan ‘Yang Lain’ yang dengan tulus disapa sebagai ’Liyan’. Merayakan segala ‘kemungkinan’ dimana hidup menjadi penuh harapan.
    Salah satu harapan, tertulis dalam bait-bait berikut :

    Sejatining manungsa saka wiji pinilih,
    kang coplok saka nggantangan,
    cumlorot marang jaman lega dadi,
    kinurung dening biru,kinupeng dening budheng,
    cleng cumleng cleleng amleng rasanira kalawan dhewe.

    Bahwasanya secara fitrah manusia selalu sama satu dengan lainnya. Makhluk pinilih yang mempunyai rasa pangrasa yang sama. Insan yang merasakan sedih, kecewa, lapar, dahaga, gembira, bahagia.
    Fitrah yang coba dirampas menggunakan dogma dan senjata iman. Sehingga sedihmu bukanlah sedihku, murtadmu hidayahku dan boleh jadi Allahmu Iblisku.
    IBU JENDRA menjadi bentuk perlawanan Jawa terhadap hegemoni pemikiran (agama) Timur Tengah yang dikampanyekan para Wali dan dilegitimasi menjadi Kerajaan Bintoro. Pemikiran yang sejatinya meringkus hidup dengan menciptakan menara gading pencapaian manusia sekaligus menafikan pencapaian manusia lain.
    Pembelaan Jawa tergurat jelas dalam syair-syair selanjutnya :

    Allah aku suci, aku bunyi suci,
    Teka geg arane jisim, mani kang jumeneng neng dana rasa
    Sak mosike para nabi para wali dadi angen-angenku kabeh.

    Wong Agung Ngeksiganda tak hendak tunduk, paneteg panatagama senyatanya sebuah revolusi kultur, kini agama tak lagi di atas segalanya, kembali kepada fitrahnya sebagai ageming aji, agama Rasul, agama Rasa, ialah ISLAM SEJATI.

    1. Tulisan Mas Tommyarjunanto memang selalu OK dan berbobot. Sebagai rasa terima kasih (walau tampaknya Mas Tommy tidak butuh), nanti tulisan di atas akan saya pindah menjadi artikel tersendiri.

      Harapannya, semoga pembaca lain mendapatkan alternatif variasi tulisan yang beragam, jadi tidak tulisan abal2 terus…….

      wage.

  16. @Wage
    saya kira anda pun memuji diri anda sendiri, bukankah keyakinan anda adalah agama versi anda sendiri, beda dengan orang kebanyakan adalah mereka berkelompok dan anda hanya sendiri. ya ngga?

  17. Tolong dimasukkan dalam postingan blog ini, karena ini akan menjadi bahan diskusi.

    “Kenapa Tidak Memilih Beragama?” : Sebuah Pertanyaan Abal-Abal.

    Blog ini menurut saya, cetak tebal: hanya menurut saya, merupakan sebuah “surga” prematur yang menjadi pelarian mereka yang sudah sangat kecewa dengan agama bahkan hingga antipati terhadapnya.

    Ini hanya menurut saya, menurut kadar akal saya, bila ada yang tidak setuju maka itu pendapat anda dan hak saya pula jugalah untuk berpendapat sebagaimana anda.

    Saya sebagai orang beragama, tapi tidak mewakili orang beragama, melihat blog ini biasa saja, karena hal seperti ini sudah ada dari ini, ini tidak lebih dari sebuah siklus saja. jadi biasa saja.

    Hanya saja yang menjadi menarik bagi saya adalah sebuah pertanyaan yang saya tulis menjadi judul tulisan ini: “Kenapa Tidak Memilih Beragama?” mungkin ada segudang jawaban yang akan menembaki pertanyaan ini hingga babak belur, hehehe. Tidak mengapa. Itu juga sudah biasa.

    Tapi mari kita berpikir agak lebih jauh dari itu karena agama menurut saya terlalu rendah untuk untuk dipikirkan, karena itu bisa saja dibuat oleh manusia sendiri.

    katakanlah anda tidak beragama karena anggap saja anda tidak nyaman dengannya maka apakah ketika anda tidak nyaman dengan sesuatu anda akan melepaskannya?

    Kita ambil contoh diri kita sendiri sebagai manusia, apakah orang lain mengecewakan anda? kalau iya maka apakah anda memilih akan meninggalkannya?

    Atau sebaliknya anda mengecewakan orang lain maka apakah anda akan meninggalkan diri anda? entah itu dengan bunuh diri atau apalah?

    anggap saja agama itu bentuknya adalah manusia dan ia ada pada orang tua anda, istri anda atau anak anda maka apakah anda akan meninggalkan mereka? karena sebagaimana yang kita tahu, manusia hanyalah kendaraan dari ide!

    Terima kasih.

  18. Intinya kalau saya jadi anda katakanlah yang tidak bergama, saya lebih baik memilih memperbaiki agama daripada tidak beragama sekalipun agama hanyalah dongengan belaka, sebab sejauh ini dongeng mampu memberikan pendidikan tentang nilai-nilai kebaikan dibandingkan saya mengkhotbahi orang lain tentang kebaikan yang kadang saya sendiri tidak melakukannya dan orang lainpun belum tentu pula tertarik mendengarkannya apalagi melaksanakannya.

    salam

  19. Salam Ya Salam.

    Dahulu saya sempat terkena guncangan dogma, berbagai macam agama telah ku baca. Timbul pertanyaan pertanyaan pada otak ini. Apa agama ku ? Apakah aku musryik ? Apakah aku murtad ?
    Banyak orang menganggapku gila di waktu itu. Pertayaan terlintas di benak ku. Siapakah yang menciptakan agama agama ? Apakah aku menciptakan agama baru ? Apakah manusia yang menciptakan ? Ataukah mahklukNya, baik yang mulia atau yang hina ? Setelah muncul pertanyaan ini . Saya bila di tanya. Apa agamu ? Saya jawab, saya tidak punya, karena saya bukan yang membuat agama. Berlanjut lagi kebiasaan saya tentang membaca berbagai agama, dan selalu menemukan agama yang sama. Di manapun saya membaca agama agama, baik islam, budha, hindu, jawa dll. selalu saja ada agama itu, hingga saya menemukan pada Al Qur’an jawab yang tepat bagi diri saya terhadap Tuhan saya dan terhadap mereka. Dan ketika saya di tanya, apa agamu ? Saya jawab. “Cukuplah Dia Yang Maha Mengetahui.”

    Jadi apakah Al-Qur’an itu ?

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s