Surga dan Neraka dalam Beragam Versi

surga

DONGBUD-Wager Mahardika. Surga dan Neraka adalah dua kata yang sudah sangat akrab di telinga hampir semua orang. Sebagai umat beragama  saya yakin anda tentu mempercayainya bukan?

Namun di dunia ini ada beragam kepercayaan dan masing masing memiliki surga dan nerakanya versinya sendiri sendiri. Apa saja versi surga dan neraka yang ada, berikut saya akan berusaha dan mencoba menuliskannya.

Surga dan Neraka versi Kepercayaan lama

Kepercayaan terhadap dunia akhirat, surga dan neraka  bukanlah  merupakan hal baru dan sudah ada sejak jaman batu dan kuda gigit besi. Tidak perlu jauh jauh mencari perbandingan, kepercayaan lokal yang ada di Nusantarapun bisa ditemukan dalam berbagai versi dan isitilah.

Pada bahasa Jawa kuno, bahasa Sunda dan bahasa Bali dikenal istilah Kahyangan, yang merupakan rangkaiankata ka-hyang-an,  yang artinya  “tempat tinggal para Hyang atau leluhur”.  [referensi: wikipedia].  Kemudian  masyarakat Bali, memberikan gambaran lebih lengkap situasi negeri Kahyangan ini dalam berbagai gambar dan lukisan. (Keterangan gambar: lukisan Bali)

Kondisi Surga dan Neraka atau mereka sebut dengan kata Suwarga dan Nerake, dilukiskan dengan cukup menarik. Kuali besar tempat merebus roh bandit dan pembunuh,  para pencuri yang berteduh di bawah pohon berbuah keris yang akan jatuh menancap saat angin bertiup, roh para penjual diri yang dibakar (maaf) kelaminnya dll. Intinya adalah mencoba mengajarkan tentang berbuat baik dan menghindari perbuatan jahat dan merugikan.

Surga dan Neraka versi Kepercayaan Baru

Surga adalah imbalan bagi mereka yang patuh pada perintah Tuhan. Tempat yang indah, damai dan menyenangkan. Singa dan rusa hidup berdampingan, bidadari cantik berpakaian bersih datang memberikan pelayanan. Bukan hanya anak muda, orang tuapun  seperti Mbah pasti akan sangat berminat. [Keterangan gambar: Taman eden karya pelukis Jerman abad 16, Lucas Cranach]

Bagaimana dengan neraka? Tentu saja kebalikannya. Tempat yang sangat panas dan mengerikan. Setan dan hantu berwajah mengerikan berkeliaran.  Hukuman yang setimpal bagi mereka yang tidak mengakui agama Tuhan. Semua orang tentu akan ngeri walau dengan membayangkan sekalipun.

Bagaimana cara memperoleh surga dan mengindari neraka? Jawabannya menurut versi agama hanya satu yaitu ikut bergabung dengan kelompok agama tersebut.  BEDA agama berarti masuk neraka. PRILAKU kadang tidak penting, karena sejelek jeleknya prilaku pemeluknya katanya masih lebih baik dibandingkan prilaku baik tapi  beda agama.

Surga dan neraka adalah suatu tempat. Setelah meninggal maka sifat baik dan buruk seseorang ditimbang. Kalau sifat baiknya 50% + 1 (satu), maka akan masuk surga dan kalau kurang dari  50% berarti ya masuk neraka.  Begitulah kira kira penjelasan mudahnya.

Surga dan Neraka versi Reinkarnasi

Reinkarnasi adalah merupakan kepercayaan terhadap siklus kelahiran. Jadi kehidupan di dunia saat adalah akhirat. Kondisi kita saat ini, senang atau susah adalah ibarat surga dan neraka, yang diakibatkan oleh prilaku seseorang sebelumnya, entah bulan lalu, tahun lalu dan juga berakibat ke kehidupan selanjutnya, entah esok, bulan depan, tahun depan atau dunia akhirat alias kehidupan yang akan datang. Jadi Surga dan Neraka terbentuk akibat 3 kejadian waktu yaitu kejadian sebelumnya, sekarang dan akan datang. (Baca : Mengenal Hukum Karma). Begitulah kira kira penjelasan mudahnya.

Surga dunia, neragka dunia

Ini dia pembahasan yang paling enak dan realistis. Surga dan neraka yang bisa dilihat, didengar, diintip atapun dirasakan sendiri. Sesuai dengan namanya, kedua tempat ini ada didunia alias disekitar kita, jadi tidak perlu menunggu sampai mati untuk melihatnya. Tapi harus sedikit hati hati karen baik Surga ataupun Neraka dunia ini rada susah untuk dibedakan,  memiliki batas atau sekat yang sangat tipis sehingga sering membuat orang salah duga dan  TERTIPU.

🙂 Bingung, nih.  Contohnya apa sih Mbah?

Lha. masak sih sampean tidak tahu? Itu lho, kenikmatan sesaat yang sering  diintip  dan dimimpikan oleh banyak orang. Surga yang dilarang, diharamkan tapi tetap dicari. Disidak, ditertibkan, bahkan telah dibuatkan UU  segala tapi tetap saja kagak kelar kelar. Sorga sesaat yang sering membuat para petugas lingkungan uring uringan karena tidak dapat bagian (dapatnya nangkap doang, wakakakk! ). Walaupun surga semu  ya tetap saja namanya surga.

Kemudian ada juga contoh lain,  Surga semu  yang ternyata adalah Neraka, berumur singkat yang dalam sekejap membuat banyak orang terkapar kehilangan nyawa. Lha, masak Mbah harus tulis contoh lagi?

Surga di bawah telapak kaki Ibu

Ini adalah merupakan surga paling indah dan paling riil menurut Mbah. Tidak bisa dipungkiri bahwa tokoh IBU atau wanita menempati posisi yang sangat terhormat menurut filosfi Nusantara. (Note : Bagian ini ditambahkan setelah ada pertanyaan dari  pembaca berninisial Dablo. Terima kasih)

Tanaman padi contohnya, merupakan tanaman yang sangat vital pada masa lalu dan sepertinya sangat tepat kalau dipersonifikasikan dengan nama wanita yaitu Dewi Sri atau Dewi Uma menurut kepercayaan lama. Jadi orang jaman dulu telah mengajarkan cara menghargai wanita  dengan cara yang unik. Emang manusia bisa hidup makan enak tanpa wanita beras?

🙂 Lha apa hubungannya dengan Sorga? Khan tidak semua orang  jaman dulu makan Nasi?

Sebentar, penjelasannya belum selesai. Dimanakah tempat tanaman padi itu tumbuh? Jawabannya adalah mudah bukan? Padi tumbuh di tanah alias bumi alias  IBU PERTIWI.  Dimanakah tanaman sagu, jagung, ketela atau rumput untuk pakan ternak itu tumbuh?  Jawabannya adalah sama saja. Jadi Ibu Pertiwi  adalah Surga !

🙂 Mbah, aku belum paham?

Duh, masak belum paham juga? Cobalah Sampean periksa apa yang ada di bawah kaki Ibumu? Jawabannya mungkin sandal ya? Tapi cobalah periksa ada apa di bawah sandal. Jawabannya adalah debu alias tanah alias BUMI. Nah  sekarang jawabannya menjadi mudah bukan? Jadi surga itu tidak berada di bawah buku atau lipatan kitab suci, tidak berada di  atas langit yang harus dipandang dengan menengadah bikin leher terkilir, tapi berada di bawah atau KERENDAHAN HATI  alias bumi.

Oh, My God, jadi leluhur kita jaman dulu ternyata sangat cerdas  dalam mengajarkan sesuatu bukan? Kemudian untuk daerah Bali, ekspresi kekaguman atau keterkejutan tidak dinyatakan dengan menyebut nama Tuhan tapi nama IBU,  “Oh, Meme Ratu”.  Meme artinya Ibu dan Ratu artinya  orang yang berkuasa. Begitulah filosofi orang primitif tentang Surga yaitu selalu menggunakan kata  IBU.

☆ “Jadi kesimpulannya, pribahasa “Sorga di bawah telapak kaki ibu” adalah merupakan cara cerdas orang jaman dulu untuk MENGHORMATI wanita dan ALAM, dalam satu paket sekaligus”. Original idea by Mbah Wage.

Nah, sekarang mungkin sampean ingin tahu, dimanakah Neraka itu berada? Ya tentu anda tidak akan susah menjawabnya. Kalau dulu ada Dewi Sri, sekarang ada Bapak Sri, kalau dulu ada Ibu Pertiwi, sekarang ada Bapak Pertiwi. Ibu pake kumis adalah Neraka. Eh, Ndak nyambung  ya ?

Surga dan Neraka versi Syech Siti Jenar

Menurut Syehk Siti Jenar,  Surga dan Neraka terdiri dari dua wujud yang terjadinya dari keadaan “Anal Jannatun wa Nara katannalil al anna“.  Wujud mahluk itu dari kejadian surga dan neraka.  Adanya surga sekarang ini berdasar pada kejadian di dunia.  Surga yang luhur terletak pada perasaan hati yang senang.

Syehk Siti Jenar meyakini bahwa untuk mengetahui surga dan neraka itu tidak perlu menunggu hari kiamat, di dunia seseorang sudah bisa merasakan keadaan alam kubur, siksa neraka atau kenikmatan surga. di dalam Qalbu itulah seseorang dapat merasakan siksa kubur, surga dan neraka.

Surga dan Neraka Menurut Atheis

🙂 Lha, Mbah ini aneh aneh saja. Bukankah Atheis tidak percaya pada Tuhan yang juga berarti tidak percaya pada sorga dan neraka?

Benar Nak. Atheis tidak percaya pada Tuhan tapi percaya pada kebahagiaan. Mereka  tidak percaya dengan dunia akhirat tapi mereka percaya pada masa depan. Mereka membesarkan anak dan keturunannya dengan bekal ilmu yang cukup demi masa depan yang lebih baik. Ini juga sama saja artinya dengan Surga, tentu saja menurut versi atheis.

Surga dan Neraka menurut John Lennon

Ha…ha…semakin ngawur saja tulisan ini.  Yang jelas lewat lagunya yang sangat tekenal yaitu Imagine, John Lennon mengajak penggemarnya untuk membayangkan apa yang terjadi kalau surga dan neraka itu tidak ada?

KESIMPULAN

  1. Surga dan Neraka adalah suatu KEPERCAYAAN semata.  Apakah kita percaya atupun tidak, bukanlah yang yang penting.
  2. Ketika mati, seseorang tidak akan membawa agama dan kepercayaan tapi membawa amal dan perbuatannya.
  3. Kemana jiwa akan pergi setelah mati? Jiwa akan pergi ke tempat yang seharusnya untuk dituju. Percaya atau tidak sama sekali tidak ada pengaruhnya.  Apakah jutaan orang kakek moyang kita sekarang semuanya mendekam di neraka hanya gara gara tidak percaya atau tidak tahu tentang ajaran surga?
  4. Surga itu ada ataupun tidak, percaya ataupun tidak percaya, semua orang hendaknya tetap harus berbuat KEBAIKAN. Dengan berbuat baik maka jiwa menjadi TENTRAM.

Ditulis oleh

15 Agustus 2011

Advertisements

27 thoughts on “Surga dan Neraka dalam Beragam Versi

  1. Sendy setuju banget dengan kesimpulan yang Pak Theo rangkai
    tetap berbuat baik dan jangan dendam adalah salah satu kunci menuju kebahagiaan

    salam hangat selalu, ya Pak
    ,, (^_^) ,,

    Reply wager : Sdri Sendy, salam ketemu kembali.

  2. baik, benar, cocok, sesuai ….teruskan ……………lanjutkan …semua manusia sedang mencari ………………yang haus dahaga akan mendapatkan mata air yang terus memancarkan airnya bagi semua yang memerlukan ……………..tanpa pamrih ……………

    Reply wager : Sdr/i Bubi, terima kasih atas kunjungan dan dukungannya.

  3. Nuwun sewu..
    Mbah..dalam kepercayaan baru sebenarnya juga meminjam istilah dari KarmaPhala, di mana kata Phala di rubah menjadi Pahala yg artinya hadiah.
    oh ya mbah nanya lagi, lagi2 nanya…kalo istilah “Surga di telapak kaki ibu” bisa di ulaskan mbah tolong.

    Dalbo with mringis…

    Reply wager : Sudah ditambahkan, walau cuma sedikit. Makasih telah diingatkan. Tulisan juga di edit ulang agar lebih simple. Tentang Pahala, Mbah jujur tidak tahu karena bukan akhli bahasa. Juga rada bingung hubungannya dengan Piala, yang mengingatkan Mbah pada Silala. Itu lho nama anak tetangga Mbah yang bahenol.

    1. Maksudnya Pahanya Lala mbah????

      Reply wager : Duh, Sampean telah membuat puasa dan semedi Mbah bulan ini jadi batal. Mbah khan tidak kuat kalau urusan PH, apalagi ditambah sambal tomat. (Maksudnya paha ayam goreng)

    2. Nuwun sewu..
      Mantab..tab.tab…mbah ulasan ttg Sorga dibawah telapak kaki Ibu..
      Matur nuwun mbah…bagi2 lho sambal tomatnya..

      Dalbo with love.

      Teply wager : Ok, sama sama<

  4. Mbah Wage ini benar2 jago ya……

    Reply wager : Weleh Pak Budi menghina nih, masak sih saya disebut ayam jago. Tapi masih untung tidak disebut jago pupuk kandang

  5. Salam hormat….nderek nyimak lan ngangsu kaweruh…….nuwun…..

    Reply wager: Matur nuwun Mas JS, silakan di diingatkan kalau ada yang salah.

  6. Mbah,

    Bapak saya meninggal ketika saya baru klas satu SMP. Kami keluarga besar, ada sebelas anak, cukup untuk bikin kesebelasan. Setelah bapak meninggal, ibu saya yang …. menghidupi,membesarkan kami semua ( tujuh orang, karena empat kakak sudah mandiri ). Padahal ibu saya nyaris buta huruf ! … Hebatnya seorang ibu, apalagi … ibu saya ! ^-^ Surga dan neraka ada di bumi ini, sekarang ini juga …

  7. Mbah,

    Surga dan neraka : Ibu saya yang hebat itu sekarang sudah … menyusul bapak saya . Kapan-kapan, kalau tiba waktunya saya akan ber …. reuni dengan mereka… Sementara ini, mereka masih bersama saya di kepala saya, dan di dinding – photo mereka. Nggak nyambung ya ? Biar saja asal hati saya senang mengenang ibu dan bapak saya ^-^

  8. Maaf,Mbah,

    Komentar di atas seharusnya masuk di WALL – comments,chat. Salah kamar, salah masuk, mohon dipindah ke tempat semestinya – WALL. Sang kyu (-:

    1. Kang Bala,
      Komentar hanya bisa diedit (text) ubah tanggal dan nama. Kalau dipindah tidak bisa, terlebih lagi untuk koment yang ada gravatarnya. Jadi terpaksa kang Bala posting ulang, nanti Mbah ubah tanggal dan jamnya serta postingan di topik ini dihapus. wage

  9. Numpang garuk2 kepala lagi yg lagi gatel kepenuhan ketombe otak…..:P

    Tentang surga yang berada di bawah telapak kaki ibu…. 🙂

    Kayanya bener2 ada di bawah telapak kaki para ibu dan ga perlu terlalu njlimet melihatnya. Surga/kebahagiaan tersebut tak tampak karena memang terinjak kaki saat sang ibu diam. Bisa dirasakan saat si ibu berjalan/bekerja tanpa pamrih. “Jejak2” yang ditinggalkan adalah pengabdian ikhlas tanpa sedikitpun berharap imbal balik yang sangat bisa dirasakan terutama bagi anak2 beliau. Mulai mata melek di pagi hari sampai menjelang tidur, sebanyak waktu di sisa hidupnya didedikasikan penuh bagi keluarganya.

    Ketika surga itu bisa diartikan sebagai kebahagiaan, maka adalah tidak bersyukur namanya kalau kita sebagai anak2 beliau tak mengakui adanya surga di sepanjang “bekas tapak kaki” beliau berjalan.

    maaf, beranalogi out of box lagi boleh ya mbah….hehe

    1. Salam Mas Modern……

      Ibu bagai ujud Tuhan yang tampak diatas bumi…..sabdanya sakti…..sosok yang harus kita junjung sangat tinggi melebihi hormat kita kepada Rosul / Nabi….nuwun

    2. @ Kang MO (modern). Indah Kang, seperti biasanya……
      @ Kang JS, saya dari dulu tidak punya Rosul, tidak kenal Nabi, namun berkat komentar Akang kali ini, akhirnya saya memiliki Rosul dan Nabi. Ternyata saya sudah memilikinya dari dulu, cuma tidak saya sadari. Bodohnya aku *sambil toplok jidat* Terima kasih Kang.

  10. Ibu bagai ujud Tuhan yang tampak diatas bumi…..sabdanya sakti…..sosok yang harus kita junjung sangat tinggi melebihi hormat kita kepada Rosul / Nabi….nuwun (js)
    ——————————
    Ibu : Ya, itu ibu kita sendiri. Wanita2 lain – yang bukan sanak kadang kita – adalah … ibu2 anak2 mereka juga. Ibu2 ini muncul dalam berbagai sosok : penjual jajanan keliling, yang punya warung sebelah, mbaknya, ibu rumah tangga, dan ibu2 PSK ! Orang2 yang suka melecehkan mereka SEMUA ini, kepalanya perlu diperiksa …, agamanya – apa saja – perlu dipertanyakan …

    1. Nuwun sewu ..
      Kang Bala cuma mau nambahi sdikit saja, jangan lupa Ibu yg selalu membesarkan kita yaitu ” Ibu Pretiwi” jangan sampai beliau di buat sakit hati terus menerus kalau kita mau selamat.

      @Kang Js Salam..
      Ngomong2 soal Sabda Ibu, sy teringat Ibu ku,.” Ibuku beragama Islam tapi beliau tdk fanatik, bahkan mungkin tidak mengerti banyak ttg agamanya, entah beliau sekedar ikut2an atau itu pilihanya sy tdk pernah bertanya dan mempermasalahkan,..anyway…
      setiap kali sy hendak melakukan hal2 yg sy anggap penting dan besar sy selalu minta “Pangestu” padanya, dan inilah do’a2/ mantara yg selalu di ucapkan Ibu buat ku dg PDnya..dg aksen Jawa ngoko.”….Sluman slumun slamet, setan ora doyan demit ora ndulit” dan ibu selalu perpesan agar “Gemi setiti, ngati ati”
      dan kenyataanya selama saya melanglang buana memang tidk pernah diganggu setan jin, dajal , bekasa’an,. dan kroni2nyal, namun ironisnya justru yg mengganggu perjalanan saya malah bangsa ” Manungsia” yg mereka juga beragama.

      Paman Dalbo.

  11. Salim dari saya juga kang JS……kata kaum padang pasir Rosul adalah utusan Tuhan…..cocok dengan statemen njenengan…..semua Ibu adalah “kepanjangan tangan Tuhan” bagi anak2 dan keluarga beliau……hehe

    @Kang Baldew, sarujuk sanget kang…..:)….toast…….cepluek!

  12. namun ironisnya justru yg mengganggu perjalanan saya malah bangsa ” Manungsia” yg mereka juga beragama.(PD)
    ——————————
    Man, Paman (-:

    Mayoritas bangsa(t) pengganggu kententraman orang kan bukan setan kober, demit atau sebangsa(t)nya, Bangsa(t) yang sering mengganggu adalah, itu tadi, manusia … Enam juta orang di Eropa, satu juta di Kamboja, dan paling tidak setengah juta di Nusantara DIBANTAI oleh Hitler, Polpot, dan … siapa ? Bukan oleh setan kober atau demit … Ini dicatat sejarah lho. Terima kasih atas tambahan Ibu Pertiwi, Paman.

    Kang Mo(dernprimate),

    Terima kasih atas sarujuknya. Eh, di blog abal2 banyak mahluk … halus yang seia sekata …(-:

  13. Neraka itu adanya dia alam yg rendah yaitu matahari,dan surga ada di alam yg tinggi yaitu yg jauh dan semakin jauh dari matahari atau bintang,sabda nabi sulaiman alam nyata dan alam ghaib itu hakikatnya adalah:”Satu’. Bagaimana cara menghindarai dari Neraka/matahari? Adalah pertama Sholat krn turunan dari kata sholat memiliki arti “membakar”dan sisanya adalah berdo’a,jdi intinya dari pada kita dibakar di matahari mendingan kita membakar diri guna mengaktifkan gaya penahanan,supaya tdk dikuasai oleh gaya gravitasi neraka atau matahari itu,dan membakar diri dengan sholat tdk akan terasa menyakitkan krn inti membakar diri dengan sholat yaitu tujuan utamanya mengaktifkan gaya penahanan diri itu,dengan cara hanya menyembah kepada Tuhan yg “satu”, inilah dasar hukumnya(ilmu tauhid sejati)bilamana semakin kepada dirinya sendiri sebut saja ketitik pusat massa maka dia akan semakin ringan kepada lingkunganya atau semakin lemah pengaruh gravitasi lingkungan kepada dirinya, jabaran yg lain:”bilamana semakin kuat iman seseorg kepada “satu”arah keyakinan maka akan semakin lemah pengaruh godaan lingkungan pada dirinya” inilah hakikat kenapa kita harus menyembah hanya pada Tuhan yg “satu”! Implentasinya kita bisa lepas dari Neraka dan bisa pergi ke Surga sesuai dengan kuanta amal atau pahala atau energi kebaikan kita,aminnnn

  14. Kakek moyang kita masuk neraka mbah? Gara2 dia blm tau agama samawi gtu mbah? Tuhan ga gitu mbah Tuhan maha pengasih lagi maha penyayang, Tuhan prnah berfirman di kitab ane
    mreka tetep di dihitung sesuai amal perbuatanya,sesuai ajaran yg mereka tahu,kalo mnrt ane semua agama itu pada awalnya bener mbah,entah hindu,budha,kejawen lah.. tp smakin ksini kitab2 yg asli dirubah untuk menyesuaikan kehendak mereka,cuma satu yg masih asli dari dlu sampe sekarang mbah.. Mbah tau jawabanya..

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s