Hukum Karma (2): Beragam Versi

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah membahas ngalor ngidul tentang hukum Karma. Karena banyak yang menanyakan maka saya membuat versi lanjutannya. Versi lama silakan dibaca disini.

Berbeda dengan versi satu yang banyak membahas Pengenalan

dan Filosofi Dasar-nya, sedangkan versi II ini membahas tentang Karma dalamberagam versi serta tentang Karma Turunan. Walau memiliki banyak versi, konsep ajaran dasarnya dalah tetap sama yaitu sebab dan akibat, setiap kejadian pasti ada penyebabnya. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

01. Hukum Karma versi Jawa

Hukum Karma versi Jawa-pun secara umum menggunakan analogi asap dan api, jadi ada  akibat pasti ada penyebabnya jadi tidak ada kejadian yang terjadi secara tunggal, ada akibat atau kejadian pasti ada penyebabnya. Salah satu ciri khas dari hukum karma versi Jawa adalah percaya pada karma turunan jadi kehidupan orang tua atau leluhur memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap keturunannya.

Contoh mudah adalah seperti anak seorang pelaku kriminal akan mendapatkan diskriminasi di lingkungannya ataupun di tempat kerja, Si Bapak yang salah tapi Si Anak ikut menderita. Demikian juga kebalikannya untuk perbuatan baik seperti misalnya leluhur keluarga pahlawan Nasional, anak dan keturunannya yang netabene tidak ikut berjuang mendapat berkah.

Dalam percakapan umum, hukum Karma tidak jarang dipahami oleh sejumlah orang secara sempit yaitu  hanya sebatas Hukuman saja, sebatas pengganti kata Dosa jadi untuk kejadian atau malapetaka misterius seperti kematian beruntun dan tidak wajar di satu keluarga untuk beberapa generasi maka sering dikaitakan dengan hukum karma.

Namun secara umum, hukum Karma versi Jawa mengajarkan Kearifan, Nerimo dan berserah diri. Jadi untuk memutus rantai sial atau untuk mencapai kebahagiaan hidup hanya ada satu jalan yaitu selalu memupuk karma baik sebanyak mungkin. Untuk tulisan lengkap dan sangat terperinci tentang hukum karma versi Jawa bisa dilihat di link berikut: Sabdalangit.

02. Hukum Karma versi Bali

Sebagian orang Bali percaya bahwa Hukum Karma bisa ditebus atau dihapuskan. Hal ini tampak jelas dengan adanya upacara Siwa Ratri, yaitu malam penebusan  atau peleburan dosa, puasa sehari penuh dan bergadang semalam suntuk untuk menghapus dosa.

Upacara ini diilhami oleh cerita Lubdaka yaitu seorang pemburu binatang yang suatu hari tersesat dan terpaksa bermalam di hutan. Untuk menghindari dimangsa binatang buas maka pemburu ulung tersebut memilih pohon yang tinggi sebagai tempat berlindung. Untuk menghilangkan rasa kantuk dan tidak terjatuh dari pohon maka  pemburu tersebut memetik daun pohon tersebut satu persatu dan melemparkannya ke tengah telaga satu persatu.

Tidak disangka ternyata malam tersebut adalah merupakan malam  penuh berkah. Bulan mati paling pekat dalam setahun dan waktu beryoga dari Dewa Siwa sang dewa pelebur. Karena ikut bergadang semalam suntuk merenungi dan mengevaluasi perjalanan hidup (siapa saya, apa yang telah saya lakukan selama ini dst) maka dosa pemburu tersebut di masa lalu dihapuskan. Jadi bagi mereka yang ikut ikutan “bergadang” pada malam tersebut maka dipercaya dosa-nya akan terhapuskan.

Tentu saja ini hanyalah sekedar cerita yang sebetulnya tidak lebih dari bahasa kias namun  dipercaya oleh sebagian orang sebagai kebenaran tekstual. Wajar saja karena dimanapun yang namanya manusia (beragama) cendrung sama saja yaitu  akan berjuang mencari jalan termudah untuk mencapai Sorga.

03. Hukum Karma Versi Hindu

Hukum Karma versi Hindu pada dasarnya adalah tidak mengenal konsep dosa turunan, menolak konsep  Takdir, tidak mengenal konsep perintah dan larangan Tuhan. Yang ada adalah konsekuensi dari perbuatan, sebab dan akibat. Hukum karma versi hindu juga mengajarkan bahwa Karma tidak bisa dihapuskan atau dibatalkan dan juga tidak menurun atau diwariskan.  Berikut pembagian Karma versi Hindu :

  1. Karma Berbuah Cepat (Prarabdha Karma). Perbuatan yang hasilnya diterima di kehidupan saat ini. Sehari, sebulan atau puluhan tahun dianggap sama saja. Perbuatan baik atau buruk yang dilakukan di masa muda dan hasilnya dinikmati di masa tua, tetap dianggap sebagai Karma berbuah cepat karena masih dinikmati di saat yang bersangkutan masih hidup.
  2. Karma Berbuah Lambat bergerak kedepan (Kryamana Karma). Perbuatan yang dilakukan hari ini namun hasilnya diterima pada kehidupan yang akan datang.  Penjelasan mudahnya adalah Surga atau Neraka.
  3. Karma Berbuah Lambat bergerak kebelakang (Sancita Karma).  Kejadian yang kita terima hari ini adalah benih dari perbuatan kita di masa lampau. Penjelasan mudahnya adalah Takdir atau Nasib. Takdir di kehidupan sekarang adalah akibat perbuatan masa lalu.

Bergerak kedepan atau kebelakang hanyalah vesi si Mbah yang tujuannya agar mudah dipahami. Apa itu depan dan apa itu belakang? Ya tidak ada khan? Apa yang kita anggap depan akan segera menjadi belakang.

04. Hukum Karma Versi Buddha

Hukum Karma menurut versi  Buddha  disebut dengan KAMMA, berasal dari bahasa Pali namun artinya adalah sama yaitu Karma (Perbuatan). Kemudian konsep ajarannya pada dasarnya adalah sama saja dengan versi Hindu. Yang membedakannya adalah penjelasan dan istilah yang lebih beragam dan detail.

”Sesuai dengan benih yang ditanam, itulah buah yang akan engkau peroleh. Pelaku kebaikan akan memperoleh kebaikan. Pelaku keburukan akan memperoleh keburukan. Jika engkau menanamkan benih yang baik, maka engkau menikmati buah yang baik “.(Samyutta Nikaya I : 227 ).

Ada 12 macam kamma versi Buddha dan masing masing dibagi menjadi  3 kelompok berdasarkan waktu berbuahnya, berdasarkan kekuatan karma dan berdasarkan fungsinya:

Kamma berdasarkan jangka waktu berbuahnya :

  1. Perbuatan yang dilakukan di kehidupan sekarang dan  hasilnya dipetik di kehidupan sekarang (Ditthadhamma Vedaniya Kamma)
  2. Perbuatan yang dilakukan di kehidupan sekarang, hasilnya dipetik di kehidupan yang akan datang. (Upajja Vedaniya Kamma)
  3. Karma yang berbuah beberapa kali berturut turut. (Aparapara Vedaniya Kamma) Penjelasan mudahnya mungkin seperti orang cicil hutang atau cicil gaji
  4. Kamma yang tidak bisa berbuah lagi, karena jangka waktu berbuah dan kondisi pendukungya sudah habis. (Ahosi Kamma). Ibarat maling jemuran yang di kurung beberapa hari menunggu sidang, saat divonis hukuman 3 cuma hari dan langsung bebas.

Kamma berdasarkan kekuatannya :

  1. Garuka Kamma adalah perbuatan yang akibatnya paling besar atau kuat, misalnya menghilangkan nyawa orang, fitnah yang menyebabkan orang meninggal dll
  2. Asañña Kamma adalah perbuatan yang dilakukan menjelang kematian. Apa yang kita pikirkan disaat sebelum ajal maka dengan kondisi itulah kita akan dilahirkan nanti. Pikiran memiliki kekuatan jadi melatih cara berpikir yang benar adalah sangat penting.
  3. Aciñña Kamma adalah perbuatan yang dilakukan terus menerus yang akhirnya akan menjadi watak atau kebiasaan. Contohnya : Korupsi
  4. Katatta Kamma adalah Kekuatan yang paling ringan atau cetananya ringan.

Kamma berdasarkan Fungsinya :

  1. Janaka Kamma adalah Kamma yang berfungsi untuk mendorong kelahiran suatu makhuk (potensi). Seseorang dilahirkan kedalam keluarga yang miskin atau  di keluarga yang kaya ditentukan oleh Janaka kamma.
  2. Upatahmbaka Kamma adalah Kamma yang fungsinya untuk memperkuat, menambah Janaka Kamma jadi hasilnya bisa menjadi besar (kamma yang searah). Misalnya orang yang aktif di kegiatan sosial dan memberikan sumbangsih besar untuk masyarakat yang awalnya ditakdirkan berumur 60 tahun karena pengaruh karma  baik  maka usianya menjadi lebih penjang. Orang yang sakit namun tetap berjuang gigih untuk sembuh juga digolongkan sebagai melakukan perbuatan baik. Setidaknya mereka telah memberi contoh arti perjuangan hidup bagi keluarga dan orang dekatnya. Bandingkan dengan mereka yang pasrah menunggu nasib.
  3. Upapilaka Kamma adalah Kamma yang mengurangi kekuatan Janaka Kamma yang arahnya berlawanan. Misalnya hukuman pelaku kriminal mendapatkan remisi dan keringanan karena berprilaku baik selama di tahanan.
  4. Upaghataka Kamma adalah Kamma yang berfungsi untuk menghancurkan kekuatan dari Janaka Kamma. Contohnya seorang atlet berprestasi mengalami kecelakaan fatal sehingga akhirnya harus gantung sepatu. Jadi kamma buruk di kejadian atau kehidupan sebelumnya menghancurkan kamma baik di kehidupan sekarang.

Penjelasan lebih lengkap dan lebih jelas,  seperti 10 Jenis Kamma baik dan 10 Jenis Kamma buruk dan masih banyak lagi istilah lainnya, jujur si Mbah tidak paham.  Tulisan di atas tidak lebih dari copy paste jadi tidak ubahnya seperti burung beo atau tong kosong nyaring bunyinya.

PENUTUP DAN KESIMPULAN

:)Jadi kesimpulannya apa Mbah, manakah  yang benar dari dari difinisi  Hukum Karma atau dengan kata lain dosa turunan itu ada atau tidak ? Jawab yang jelas dan tegas Mbah !

Pertanyaan ini sebaiknya dihindari karena tidak akan menyelesaikan masalah. Lagi pula untuk apa?  Hukum Karma hanyalah SEKEDAR ISITLAH, sekedar ajaran, sekedar kepercayaan. Kepercayaan yang dipercaya ataupun tidak dipercaya sama sekali tidak berpengaruh langsung ke prilaku.

Percaya hukum karma ataupun TIDAK PERCAYA sekalipun, intinya tetap saja harus berbuat baik. Berbuat baik untuk kehidupan masa depan yang lebih baik.  Masa depan yang harus  didapat dengan usaha dan kerja keras. Adakah hasil baik yang bisa didapat dengan cara mudah?

Catatan: Tulisan ini khusus didedikasikan untuk seorang sahabat saya Bpk Budi Surya Dumadi, yang saat ini sedang berjuang melawan rasa sakit. Semoga kuat dan tabah Pak!

Link terkait : Hukum Karma Bagian I : Mengenal Konsep Hukum Karma

Referensi :

Advertisements

5 thoughts on “Hukum Karma (2): Beragam Versi

  1. Menarik Mbah. Saya mengartikan karma sebagai surga/neraka kecil, dimana kalau kita berbuat kebaikan kita akan mendapatkan surga kecil nantinya, sampai suatu saat kita siap untuk masuk surga yang sesungguhnya. Tapi ini hanya pemikiran awam saja, Mbah menyajikannya dengan sangat terperinci, dan ini yang menjadi tambahan buat saya, arigatou gozaimasu.

    ☆ :)Reply: Terima kasih sama sama. Setelah ditahan tahan akhirnya tulisan ini saya publish. Rada tidak enak juga karena membahas topik yang sama dua kali. Syukur kalau akhirnya dibilang menarik.

  2. apakah setiap perbuatan maupun tingkah laku kita itu ada karmanya ….???? dan bagaimana pula caranya agar kita tidak kena karma.

    Reply: 😆 Sdr/i Kika. Karma itu artinya bukan kutukan atau hukuman tapi balasan atau reaksi, ibarat berbuat baik dapat balasan baik, berbuat jahat dapat balasan jahat.

  3. Assalam wr wb..

    Ijin nambahin mbah, sekedar trik tentang kiat mengakali rasa susah, kali aja ada yg lagi sengsara.hhehee

    Triknya mudah aja, bila kita sedang susah, sadari aja kesengsaraan tsb adalah penebusan dari karma buruk yg dilakukannya di masa lalu. Tidak dia ya bapaknya. Tidak bapaknya ya nenek”nya. Tidak nenek”nya ya bapaknya nenek”nya, begitu seterusnya. Saya jamin penderitaannya akan dilalui dgn ikhlas dan tabah. Sebaliknya bila sedang bahagiapun demikian.

    Trik ini mengajarkan rasa ‘berkaca’. Apapun yg dirasakan adl karena kita sendiri.

    Tapi ini hanya skedar trik lho mbah, yg kebenulan cocok dgn sy. Mungkin saudara” disini ada yg cocok dgn trik ini silahkan dicoba, lumayan utk melatih diri nerimo dan menjalani penderitaan dgn indah penuh penghayatan. Bukankah, setidaknya buat sy, apapun yg kita alami dan dijalani dgn penghayatan akan lebih bermakna?

    Yg tdk cocok ya udah..jgn cemberut. Bukankah selera masing” org berbeda? Cocok atau tdk itu relatif. Suka atau tdk jg relatif. Semua yg ada pun relatif, karena masing” kita punya sudut pandang sendiri. Yg penting tdk maksa, iya too?hhehe..

    Demikian moga bermanfaat,
    wassalam wr wb..solawat dan salam smg senantiasa terlimpah kpd pribadi” yg berhati penuh rohman rohim berusaha membuka belenggu pemahaman kerdil doktrin agama penyebab keterpurukan bangsa melalui tulisan” disini. Sy syalud, anda semua rela meluangkan waktu, menulis pemahaman baik dgn tak berharap imbalan, alias cap nuhun alias tdk ada duitnya.

    Sekali lg syaluuud buat mbah wager dkk yg pinter ngomong dan ngemong.hhe

    Wassalam wr wb lg..hhe

    [lahdalah]

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s