Berbuat Baik Tanpa Sambal Agama

Penulis : Wage Rahardjo

berbuat baik tanpa sambal
Credit photo : ?!! Thank you for image owner.

Dongbud. Di setiap tulisan di blog ini saya  berulang kali menulis tentang pentingnya berfikir positif, pentingnya ber-prilaku atau berbuat baik.  Himbauan yang tentu saja sangat konyol bukan?

=  Lha, apa itu berbuat baik?  Baik bagi seseorang khan belum tentu baik bagi orang lain?

Tepat sekali! Itulah sebabnya tulisan ini saya sebut konyol, bahkan blog inipun secara keseluruhan adalah blog konyol. Saya percaya bahwa untuk kebanyakan kasus, “berbuat baik” adalah mudah dan nyaris tidak perlu ditulis. Justru kalau ditulis malah jadi aneh. Apakah mencuri, memperkosa atau berbuat onar adalah perbuatan baik atau buruk? Kalau anda sudah cukup umur, bisa baca tulis,  mengaku hidup di jaman modern, pegang HP dan bisa akses komputer, saya yakin pasti tahu jawabannya bukan? Tidak perlu volume otak yang besar ataupun mikir sampai kepala keluar asap untuk memahaminya. 

Namun  aktivitas berbuat baik yang seharusnya mudah, sering menjadi tidak mudah. Korupsi atau nyolong uang rakyat contohnya, siapapun pasti tahu itu adalah perbuatan kagak benar, namun dalam kenyataannya, walau salah ya tetap dilakukan juga. Demikian juga dengan kasus lain seperti pornografi, perselingkuhan atau poligami, sampai kapanpun tidak akan pernah tuntas.

= Repot amat sih Mbah. Gunakan saja agama sebagai acuan, beres khan? Agama khan  jelas jelas berasal dari Tuhan jadi pasti SEMPURNA !

Di awal Sampean sendiri khan mengatakan: “Baik bagi seseorang belum tentu baik bagi orang lain”.  Nah, dengan menggunakan argumen yang sama maka jawabannya menjadi: “Agama sempurna bagi seseorang, namun bisa jadi SENTOLOYO bagi orang lain”.

Agama berarti tidak akan lepas dari dogma dan kitab suci bukan? Nah, sekarang coba  Sampean jawab dengan jujur, kalau seandainya blog ini ditulis dengan pendekatan dogma dan artikelnya penuh dengan  potongan ayat kitab  suci  berseliweran, apa Sampean tidak  mual membacanya? Si Mbah yang nulis saja mual, apalagi Sampean yang baca.  Atas dasar itulah maka agama tidak bisa dijadikan patokan tunggal untuk kasus sosial atau hukum, terlebih untuk masyarakat yang majemuk atau minimal untuk blog abal-abal ini. Kalau sekedar sebagai referesni ya itu lain lagi.

Di dunia anak anak, agama adalah indah dan damai namun di dunia orang dewasa, agama  menjadi rumit.  Harus selalu diingat bahwa agama selain mengajarkan baik buruk dalam arti umum seperti tidak mencuri dan tidak membunuh, juga mengajarkan baik buruk dalam arti dogma dan akidah, surga neraka, menyebarkan pengaruh, merekrut anggota baru dan juga kadang merebut kekuasaan. Nah, inilah yang membuat acuan agama menjadi bias.

= Omong kosong Mbah. Tanpa acuan agama, hidup menjadi ngawur dan tanpa arah!
Jawab : Ngawur bagi seseorang, bisa jadi damai  bagi orang lain.
= Jadi kalau bukan agama, apa dong acuan yang digunakan?

Nah, agar tidak semakin membingungkan, saya langsung tuliskan beragam acuan alternatif selain agama yang bisa dipakai sebagai acuan.

  • Binatang dan Alam

Belajar dari alam adalah pelajaran berbuat baik paling mudah dan sudah ada sejak jaman batu dan masih tetap relevan dengan kehidupan sekarang. Belajar dari semut, belajar dari lebah, kmbing, anjing, banjir, gunung meletsu, tsunami dll. Semuanya itu adalah sumber pelajaran paling berharga tentang kebaikan.  Anjing dan kucing yang notabene musuh bebuyutan bisa hidup rukun kalau diajar kasih sayang sejak kecil. Lha, kenapa manusia yang mengaku diri lebih sempurna justru susah diajak tertib dan hidup rukun?

  • Cerita dongeng, wayang,  film, animasi dll

Contohnya cerita wayang, cerita rakyat seperti Malin Kundang, Bawang merah bawang putih, kancil mencuri mentimun dll. Untuk masyarakat modern, ajaran tentang prilaku sangat mudah diajarkan lewat tokoh komik seperti batman, superman ataupun ataupun doraemon ataupun kisah nyatas seperti riwayat hidup dan perjuangan menuju sukses tokoh tertentu. Kalau mau pakai cerita nabi juga bisa. Itu juga termasuk cerita dongeng jaman kuda gigit besi.

  • Tradisi dan Budaya

Contohnya adalah melestarikan batik, menyanyikan kidung, sinom dan tembang, memepelajari gambelan tradisional, mengenal ragam hias atau berkunjung ke obyek wisata. Mereka yang rajin mempelajari budaya akan cendrung memiliki jiwa lebih halus dan tidak memiliki ruang untuk melakukan tindakan konyol.  Coba Sampean pikir, mana ada orang tawuran sambil menyanyikan kidung atau membaca pupuh? Kagak nyambung bukan?

Mengenal budaya sendiri ataupun mengenal budaya asing adalah sama mulianya. Budaya Indonesia dipelajari oleh warga negera lain dan budaya negera asingpun disukai oleh warga negara kita. Ini bukanlah sesuatu hal yang perlu dikhawatirkan. Budaya atau ajaran tentang kebaikan tidak mengenal batas bangsa.

  • Budi Pekerti

Acuan ini sangat populer digunakan di negera barat atau di dunia pendidikan negara sekuler. Maklum saja karena di sekolah sekolah umum, agama adalah dilarang untuk diajarkan (sebagai mata pelajaran tersendiri)  dan sebagai gantinya diperkenalkan pendidikan budi pekerti.  Budi pekerti adalah pelajaran tentang hati nurani dan mengedepankan sisi humanisme-nya.

Budi pekerti juga bukanlah dogma agama jadi tidak dipastikan akan pernah membahas tentang sorga dan neraka atau bahkan mungkin juga tidak membahas tentang Tuhan. Sekali lagi yang ditekankan adalah sisi humanisme-nya. Pelanggaran tentang Budi pekerti sama sekali tidak akan ada sangsi atau ancaman berupa hukuman fisik, hukum formal ataupun hukum Tuhan,  yang ada adalah hukuman moral seperti dikucilkan dari pergaulan dll.

  • Etika dan Manner

model-4467332Etika dan Manner adalah seperangkat aturan yang tidak resmi atau tidak tertulis tentang berprilaku. Di negari yang tergolong peradabannya sudah maju, atau dalam pergaulan di komunitas tertentu, pelajaran tentang etika dan manner sangatlah penting. Contoh mudah adalah tata cara menggunakan telephone di tempat publik seperti mematikan atau tidak menggunakan nada dering di kendaraan umum, rapat dll. Kemudian tata cara makan di tempat tempat publik, bicara berisik dll, semuanya ada manner-nya.

Pelanggaran terhadap manner dan etika sama sekali tidak akan membuat anda masuk penjara ataupun masuk neraka. Yang paling apes mungkin cuma mendapat teguran dari orang lain atau bahkan dilihatin beramai ramai sambil berkomentar dalam hati “Tahu manner ngak sih?”.

Tata cara makan umumnya lebih dikenal dengan sebutan “table manner”. Makan pakai tangan contohnya (maksudnya pakai tangan tanpa alat spt sendok, garpu atau sumpit) tentu tidak salah, tapi dalam etika pergaulan umum adalah kurang tepat. Jamuan resmi ala Italia ya berarti pakai sendok garpu. Kalau tetap ngotot makan pakai tangan boleh boleh saja cuma sedikit aneh, menjadi tontonan orang atau bahkan bisa bisa masuk youtube.

  • Logika dan Filsafat

Filsafat dan logika adalah ilmu yang sudah sangat tua dan bahkan sama tuanya dengan peradaban manusia. Jauh sebelum agama besar sekarang lahir, filsafat memiliki fungsi penting dalam berprilaku. Tentu saja filsafat yang dimaksud disini bukan filsafat debat kusir ala Nabi Semelekete : “Akulah yang benar serta  kamulah yang salah, agamaku-lah yang benar dan agamamu-lah yang salah dst”.

Filsafat adalah logika jadi logikalah yang dikedepankan. Apakah anda senang kalau dimaki dan di beri kata kata kasar? Kalau tidak berarti orang lain juga sama. Apakah anda senang kalau harta benda kita dijarah orang? Apakah kita senang kalau cara hidup atau kepercayaan kita dihina dan dijelekkan orang? Dengan menggunakan logika maka hampir sebagian besar kasus bisa dijawab dengan relatif mudah.

  • Hukum Formal

Hukum formal adalah acuan baik dan buruk bagian terakhir yang bisa dijadikan sebagai acuan umum. Hukum formal berlaku luas, ketat, keras dan bersifat mengikat dan memaksa. Maju atau mundurnya peradaban suatu negara bisa dilihat dari berfungsi atau gagalnya hukum formal yang berlaku di negara tersebut.

Ketaatan  seseorang menjalankan ibadah atau sembahyang bukanlah jaminan bahwa kondisi negara tersebut adalah tertib dan teratur. Salah satu contoh prilaku yang mudah dilihat adalah dalam hal berlalu lintas. Rajin sembahyang sama sekali tidak menjamin seseorang menjadi taat berlalu lintas demikian juga sebaliknya.

Hati Nurani dan Ilmu Pengetahuan

Berikut ini adalah acuan baik dan buruk versi favorit si Mbah yaitu  acuan Hati Nurani dan Ilmu Pengetahuan. Maaf rada primitif dan kampungan jadi mohon jangan ditiru. Nurani adalah suara hati yang tidak pernah bohong. Pengetahuan  adalah ibarat bunga yang dipetik dan kumpulkan dari  berbagai sumber: orang tua, guru di sekolah,  saudara, tetangga, teman permainan, membaca buku, membaca koran, merenung, bergaul dengan banyak orang di masyarakat, belajar dari alam, belajar dari binatang dll.

Apakah korupsi adalah prilaku baik atau buruk? Silakan gunakan Hati Nurani sebagai acuan. Apakah menebang pohon menggunduli hutan dan membuang sampah sembarangan itu perbuatan baik? Silakan gunakan  Ilmu pengetahuan sebagai jawaban.

=Nurani tiap orang khan berbeda Mbah? Nanti semua orang mengaku Nuraninya paling benar. Malah tambah kacau jadinya?

Melipat selimut saat bangun tidur, mencuci piring setelah makan, mengucapkan terima kasih pada ibu yang telah memasak, menghormati kepercayaan orang apakah merupakan perbuatan baik atau buruk? Dengan menggunakan nurani maka jawabannya dipastikan akan sama karena memang SUMBERNYA adalah sama. Untuk memahami nurani maka  harus dipelajari dan dibiasakan dari kecil. Kalau sudah besar dan jenggotan baru belajar ya jawabannya seperti yang Sampean sampaikan tadi tiap orang merasa diri benar.

Kalau kepedulian pada sesama dan menghargai perbedaan sudah dibiasakan sejak kecil maka nurani akan tumbuh dan bersemi dengan sehat dan normal.

Bunuh orang adalah pasti bertentangan dengan nurani, tapi dengan menggunakan acuan berbeda hasilnya bisa jadi berbeda. Contohnya adalah dengan menggunakan acuan tentara maka bunuh orang bisa jadi benar, dengan acuan intelijen maka penculikan dan pembunuhan aktivis bisa jadi benar. Bunuh orang adalah bertentangan dengan nurani dan juga hukum, tapi dengan menggunakan acuan agama (terlebih lagi versi agama yang sudah dipelintir) maka yang salah bisa jadi benar.

=Lho, agama yang diplintir, maksudnya apa Mbah? Emang  bisa agama diplintir-plintir?

Lha, jelas bisa Nak, terlebih lagi di tangan para politisi. Ambisi politik, uang dan kekuasaan maka agama menjadi komuditas garing untuk diplitir.  Dengan menjual agama memelintir emosi dan keluaguan umat maka dukungan dan sumbangan materi-pun mengalir deras.

OPINI PENUTUP

= Bagaimana sebaiknya, apakah blog ini tidak memberi tempat dan ruang sedikitpun untuk agama?

Lha, justru blog ini adalah blog agama yang kaku, ngotot dan dogmatis, harus persis seperti di buku yang ditulis entah oleh siapa tapi agama nurani.  Jadi acuan berbuat baik versi blog ini  dibagi menjadi 2 yaitu :

  1. Acuan Privat, artinya acuan berbuat baik untuk diri sendiri, lingkungan keluarga ataupun komunitas sendiri. Di bagian inilah acuan agama sebaiknya ditempatkan.
  2. Acuan Publik, acuan ini berlaku untuk umum. Di wilayah umum ini, agama kagak perlu dibawa-bawa, tidak perlu dipeluk peluk. Berpelukan cukup dilakukan di wilayah privat. Di wilayah publik yang terpenting adalah esensinya yaitu PRILAKU. Apakah gunanya beragama kalau prilaku malah menjadi amburadul?

Jadi kedua acuan ini, privat dan publik harus ditempatkan pada tempatnya. Pada tatanan masyarakat yang tidak  bisa membedakan acuan privat dengan acuan publik maka akan berpotensi menciptakan kekacauan. Di negeri sendiri bisa jadi saya ngotot mengatakan bahwa acuan privat dan acuan publik harus menggunakan dasar yang sama yaitu agama, tapi bagaimana kalau saya tinggal di negeri orang? Kebaikan haruslah universal jadi bukan dibatasi dengan sekat dogma atau sambal agama.

wage-sign-rahardjo

Credit image : unknown.

34 thoughts on “Berbuat Baik Tanpa Sambal Agama”

  1. wahh…. mantap neh..

    cara berpikir yang selama ini saya cari cari, saya sangat sangat luar biasa setuju.

    tapi ingat mbah, akan ada selalu jawaban yang mengarahkan ke kebuntuan nantinya, misalnya Agama (surga dan neraka), si mbah siap siap aja… hahahaha…

    ehh,,,mbah… gimana caranya agar setiap postingan baru blog ini saya bisa tau..??

    • 🙂Reply wager: Terima kasih atas komentar, dukungan dan juga sarannya. Perbedaan pendapat adalah wajar. Dengan memberi orang lain menang, mungkin bisa menghindari kebuntuan. Tulisan baru bisa diketahui dengan meng-klik LIKE pada icon Facebook atau langganan artikel lewat mail. Cara lebih mudah ya berkunjung tiap awal dan tengah bulan. wage
  2. Setuju Sekali Mbah Wage…..Sdh banyak sekali Org yg berbuat baik tapi ada maksud dibalik itu…
    Spt laki2 yg perduli dgn Janda beranak satu,ealah pertama perduli dengan membantu <eh ternyata ada Udang dibalik Bakwan,pengennya ya Dilayani ROOM SERVICE…he.he.he
    Bagaimana menurut Mbah Wage tentang Hal tsb….Nurani Jg tdk mendasar yg ada NurNgos,ngosan..Prihatin bgt Mbah….
    Salam

    • 🙂Reply wager: Itu namanya bukan nurani Pak tapi naluri. Naluri udang!
  3. Nuwun sewu..mbah..
    Kalau berbuat baik masih harus memakai acuan2 atao dalil2 semelekete..lhah..
    malah kita nggak ada waktu tuk berbuat baik mbah….malah ujung2nya..cuma berdalil2 doang.
    Dan kalupun sdh berbuat baik malah hanya di tujukan hanya pada golonganya sj sehingga timbulah, diskriminasi, rasisme, kecemburuan nah..berbalik jadi nggak baik lagi dong..
    nuwun mbah..
    Dalbo with love

    • 🙂Reply wager: Tepat, itulah kenyataannya Nak Dalbo. Berdebat tentang dalil dalil memang sangat menyenangkan dan yang paling menyenangkan adalah mendebat dalil orang lain.
  4. Salam buat Mbah Wage n para pembaca.
    Suatu patokan yang sangat simple tuk berbuat baik tanpa mengharapkan imbalan abal-abal mbah. Aku sangat senang krn bisa menambah wawasan mbah, tapi aku sedikit bingung dengan tulisan Simbah tentang (versi agama yang sudah dipelintir) daripada tambah bingung dan mempunyai pikiran yang abal-abal, akan lebih baik jika ditanyakan langsung pada simbah.
    Apa yang dimaksud dgn versi agama yang sudah dipelintir?
    Memang ada agama yang dipelintir ?
    Semoga blog abal-abal ini tambah abal-abal dan tambah berjaya.
    Sehingga kita bisa berbuat abal-abal dengan hati senang dan jernih tanpa mengharapkan abal-abal. Heheheeee….😀

    • 😆 Reply Wager: Sdr Suparto. Terima kasih sebesar besarnya atas komentarnya. Anda benar benar orang yang berbudi luhur, mau meluangkan waktu dengan bertanya terlebih dahulu dan tidak asal amuk. Benar benar prilaku yang positif dan langka.

    • Tulisan yang membingungkan dan kagak jelas sudah diedit di beberapa bagian (tanda hijau). Dengan perjalanannya dan sejarah agama yang demikian panjang serta jumlah umat yang demikian besar maka plintir memelintir sepertinya tidak bisa dihindari. Kalau tidak ayatnya yang diplintir ya bisa juga tefsirnya. Tujuannya bisa demi politik, uang, mencari dukungan dll. Terima kasih dan semoga sehat.
  5. saya rasa inilah kondisi flat…..satu kondisi yang langka yang tak banyak orang memilikinya…..semua pikiran, kata-kata, dan perbuatan mengalir natural tanpa tendensi eprekethek apapun…..:)

    btw sampean ini apanya Mbah Semar sih Mbah?….hehe

    • Reply wage::mrgreen:
      Mbah cuma manusia biasa Nak sama seperti Sampean,
      Primata modern yang berjalan tegak, tapi kalau ngintip tetangga sebelah lagi mandi, jalannya jadi sedikit membungkuk….salam
  6. Salam Mbah Wage…….

    Ternyata benar dan tidak benar menjadi samar atau disamarkan ketika aturan hidup sudah diambil lagi oleh peraturan yang bukan lagi dari nurani. artinya ……..

    • Catatan Admin : :mrgreen:
      Tulisan ini terlalu indah untuk ditempatkan di kolom komentar dan bersama ini (tanpa ijin terlebih dahulu dari penulisnya) telah dipindahkan menjadi tulisan utama dan akan diterbitkan tanggal 15 Agustus 2012 pk 00:00 atau lebih cepat (menunggu reaksi dari Kang JS) dengan judul : Nurani yang Tersamarkan

      Agar enak dibaca (tidak membuat pembaca ngamuk dan kesurupan) maka bagian akhir dilakukan sedikit editing. Kalau Kang JS alias pemiliknya ngamuk tidak terima maka, tulisan akan dikembalikan lagi ke tempat asalnya. Matur nuwun.

      Salam. Wage

    1. Salam Mbah Wage…….

      Waaah….tidak keberatan kalau sedikit diedit, . .iya…sangat benar…bercerita jujur bisa jadi konyol dan membuat radang di hati……inilah fenomena hidup dalam dunia nyata dan berspiritual.beragama….NURANI memang tidak bisa diinterefensi oleh apapun…..

      Silakan…silakan tulisan mau dijadikan judul atau apapun….dherek kerso Mbah Wage dan yang penting untuk kesadaran dan menghibur ., menghibur diri sekaligus menertawakan….Nuwun

    2. Salam Mbah Wage….oooh….arti nama JS ??….nama itu tahu tahu datang di hati saya ketika saya sedang melamun / merenung…..

      JS artinya Joyo Suprono tapi lebih keren kalau berarti Jarene Setan….wakwakakakakak….

    3. Terima kasih Kang. Tulisan Akang akan terbit beberapa jam lagi. Maunya sih di-schedule tapi sepertinya kelamaan. Biarlah hanya tulsan siMbah saja yang di-schedule sehingga hidup menjadi terasa lebih lama dan nikmat.

      Btw, JS itu artinya apa sih Kang? Juragan Sembako? Jerapah Sinting? Jagoan Sehari? Jarang Senyum ? Atau Jarang Sikat gigi ?

  7. Salam Cak JS, Kang Wage.
    Wah…bagus sekali….. selamat Cak JS…… cacak sudah jadi Author sekarang. Semoga nanti ketularan jadi pemilik blog baru….nanti kita gabung halamannya….jadi luas dan lega…. dan akang bisa langsung menulis dihalaman milik bersama tanpa lewat kiriman komen atau email.
    Salut cak J(ongkok) S(elalu)= selalu merendahkan diri.

  8. Mbah,

    Dari dulu saya amati Mas js ini memang selalu … ampuh ! Mas yang satu ini punya prinsip yang tidak dimiliki … banyak orang di Nusantara – nguwongke uwong, memanusiakan manusia, dan bertindak sesuai hatinurani. Beliau ini termasuk manusia … langka … Untung blog si Mbah kemasukan roh halus, eh Mas js ! hehehehe …

    1. Salam Mbah Wage…Mas ABR…Mas Balanedewa……..terima kasih atas semangat yang sudah diberikan kepada saya / kami….

      Aneh sebenarnya Mbah Wage ini……lha wong tulisan ngawur dan abal abal kok dinilai bagus….nulisnya saja di pagi hari dan sedang liyer liyer ngantuk ingin tidur….tidur kok susah banget…..mungkin stress atau depresi….wakakakak…. …..

      Siang tadi saya lihat .. kok tidak ada komen saya , ternyata di pungli sama mbah Wage…he he…….lalu saya ingat ingat , apa ya isi tulisan saya itu.., tidak ingat semua…..itu tandanya tulisan saya memang …ngawur abal abal dan mbelgedes…..

  9. ada yang tertinggal satu pertanyaan di benak saya mbah. dan saya sudah dapat jawabannya,
    Q: Tentang, KENAPA berbuat baik harus pakai Agama….??
    A: Karena dengan Agama, semua kebaikan kita bisa di hitung, persis seperti matematika. Berbuat baik ANU, dapat sekian, menjalankan ibadah ANU, dapat sekian.

    hmmm……

  10. Itulah yang dikatakan sebagai budhi…..cah bagus, tanpa ikatan agama atau apapun ya sebenarnya disini akan timbul mangan ora mangan asal kumpul yang sejati….sejati disini adalah kita tidak kekurangan apa2 lagi hanya melatih diri, olah diri dalam berkumpul.
    kertha bhumi

    1. Hehehe…😀
      Selamat Datang di Blog Abal-Abal kang Tomy, maap simbah Wager sedang berhalangan menyambut kedatangan akang…. sekali maap, saya mewakili beliau untuk menyambut dan menghaturkan rasa terima kasih atas kedatangan dan wedarannya…. mudah-mudahan tidak mengecewakan akang.
      Nuwun.

  11. begitulah ajaran luhur berbunyi…..surga neraka adalah ciptaan manusia untuk mengatur manusia kiri dan kanan…..ajaran luhur kita lebih dengan bila tidak ingin di cubit janganlah mencubit………..hukum alam yang universal bukan…….hukum yg sangat mendekati kebenaran sejati……..tinggal seorang guru hidup datang dan menjelaskannya itulah arti kesempurnaan itulah arti satrio piningit…………sejati.

  12. artikel ini membutuhkan kecerdasan (kejujuran hati) untuk memahaminya. sayang, gara2 dosis agama yang terlalu tinggi banyak orang kehilangan kecerdasan dan kejujurannya.

  13. Mencari jawaban kebenaran mungkin tidak harus keluar beaya besar …tidak harus ritual ini itu….harus percaya dengan ini itu….tidak boleh begini begitu dan seabreg aturan yang mbingungke….

    Mencari Tuhan cukuplah dengan ..>>>>jujur..welas asih…suka bederma dono weweh ilmu atau materi…..tanya diri dan nurani / taffakur tentang Tuhan dan kebenaran…maka Tuhan pasti ” mijil ” dari tempat piningitnya…… …

    1. Sdr Jefri,
      Selamat bergabung di blog abal-abal, tempat berkumpul manusia kagak waras yang suka senyum2 sendiri. Silakan seduh kopi sendiri, srumput sendiri dan senyum sendiri……salam

    1. Ya benar. Menurut simbah agama tdk lebih seperti sambal. Ada sambal terasi, sambal tomat, sambal udang dll. Sambal adalah pelengkap, kalau dimakan kebanyakan bisa uring2an.

      Di suatu negeri tertentu, penduduknya yang menganggap sambal sangat penting, tidak bisa hidup tanpa sambal dan tiap hari berebut sabal, Sedangkan di negeri lain penduduknya malah tdk kenal sambal karena cabe dan rempah2 tdk tumbuh di negeri mereka.

      demikianlah sekilas info pagi tentang sambal.

    1. terima kasih info sambalnya @ Simbah… kebetulan saya pernah nyicipin ‘wasabi’ (bukan cabe tapi pedas)… rasanya bukan main sedikit saja menyeruak ke hidung sampai ke ubun-ubun, tapi anehnya hanya bertahan beberapa detik saja… lumayan bagus buat terapi kesehatan terutama pernafasan🙂

      @ Om Baldew,

      sengak atau sengau… hayyaaaaa… ini kayak si ban ^_*… nakaaaaall:mrgreen:

Kolom Nama, Mail atau Web bisa dikosongkan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s