Evolusi Peradaban, Dari Zaman Batu sampai Kepala Batu

Tulisan iseng yang tidak terlalu penting, dibuat sekedar untuk bernostaliga saat masa sekolah dulu. 

Peradaban memiliki sejarah yang panjang dan tidak terbentuk seketika “simsalabim” begitu saja. Semua itu tidak lepas dari suatu proses alias evolusi yaitu diawali dari yang sederhana sampai yang rumit, ya bahasa, tulisan, budaya, sistem sosial, tata negara  dan juga agama atau kepercayaan.  Apakah tulisan ini berarti berusaha membantah penjelasan dari kitab suci tentang sejarah manusia yang dianggap sudah berbudaya dan berbahasa sejak dari awal? Ah, kurang tahulah, yang jelas tulisan ini bukan membahas tentang agama. Kalau mau berdebat tentang masalah ini ya silakan berdebat dengan departemen pendidikan.

Mudah mudahan lewat tulisan ini saya dan mungkin juga Anda bisa mendapatkan pelajaran bahwa peradaban  akan menjadi sangat indah kalau dimanfaatkan menuju arah kebaikan.  (Keterangan gambar: Ahu Tongariki, pulau Esther)

ZAMAN BATU

Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang. Zaman batu ini diperiodisasi lagi menjadi 4 zaman, antara lain:

 Zaman Batu Tua  (Palaeolitic)

Alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya, periode ini disebut masa food gathering (mengumpulkan makanan), manusianya masih hidup secara nomaden (berpindah-pindah) dan belum tahu bercocok tanam. Alat-alat yang dihasilkan antara lain: kapak genggam/perimbas (golongan chopper/pemotong), Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa dan Flakes dari batu Chalcedon (untuk mengupas makanan). Link: Palaeolitic

Zaman Batu Tengah (Mesolithic)

Nomaden dan masih melakukan food gathering (mengumpulkan makanan). Tiga bagian penting kebudayaan Mesolithikum: Pebble Culture (kebudayaan kapak), Bone Culture (kebudayaan alat tulang) dan Flakes Culture (kebudayaan alat serpih)

Alat-alat yang dihasilkan nyaris sama dengan zaman palaeolithikum yakni masih merupakan alat-alat batu kasar.  Alat-alat zaman mesolithikum antara lain: Kapak genggam (Pebble), Kapak pendek (hache Courte) Pipisan (batu-batu penggiling) dan kapak-kapak dari batu kali yang dibelah, Ujung mata panah, pipisan, kapak persegi dan alat-alat dari tulang. Link Wikipedia : Mesolithikum

Zaman Batu Muda  (Neolithic)

Ciri utama pada zaman batu Muda adalah alat-alat batu buatan manusia sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Alat-alat yang dihasilkan antara lain: kapak persegi, kapak batu, perhiasan dari batu, pakaian dari kulit kayu dan tembikar.

Keterangan gambar : Berbagai peralatan  batu zaman  Neolitic , berumur sekitar 2700-1800BC ditemukan di Essex, Inggris. Sumber gambar: Encyclopedia Britania Kids.

Zaman Batu Besar (Megalithic)

Hasil kebudayaan Megalithikum, antara lain: Menhir, tugu batu, Dolmen, meja batu tempat meletakkan sesaji untuk upacara pemujaan, Sarchopagus, keranda atau peti mati yang dapat dibuka-tutup, Punden berundak,  tempat pemujaan bertingkat dan Arca atau patung batu. Link Wikipedia tentang kebudayaan zaman Megalith.  Keterangan gambar, Stonehenge Inggris.

Sedikit perlu dicatat bahwa urutan tiap zaman diatas sama sekali tidak menunjukkan urutan tahun atau dengan kata lain, perkembangan zaman tiap wilayah atau negara adalah tidak sama. Di saat teknik pengolahan logam (zaman besi) sudah ditemukan, di sebagian wilayah masih berperadaban zaman batu. Bahkan puncak peradaban zaman batu besar (Megalith) terjadi pada saat zaman besi.

Foto berikut memperlihatkan aktivitas Masyarakat Nias yang masih  melestarikan kebudayaan megalitikum. Padahal saat itu, zaman batu sudah lama berakhir. Mungkin ini adalah satu satunya image terbaik yang pernah ada tentang aktivitas peradaban masa lalu.

Tambahan Image

ZAMAN LOGAM

Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat-alat dari batu. Orang sudah mengenal teknik melebur logam, mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkan. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam, yaitu dengan cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin yang disebut a cire perdue. Periode ini juga disebut masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan.

Zaman Perunggu

Pada zaman perunggu ini manusia sudah mampu membuat berbagai peralatan perunggu. Perunggu adalah campuran tembaga dengan unsur kimia lain, biasanya dengan timah, walaupun bisa juga dengan unsur-unsur lain seperti fosfor, mangan, alumunium, atau silikon.

Salah satu kebudayaan yang dikenal paling banyak menciptakan peralatan perunggu berukuran besar adalah Kebudayaan Dongson-Tonkin, Cina (sekarang menjadi negeri Vietnam) dimana mereka mampu  mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3 : 10 sehingga diperoleh logam yang lebih keras.

Alat-alat perunggu pada zaman ini antara lain : kapak corong,  bejana dan arca perunggu. Sedangkan untuk di Indonesia, peninggalan zaman perunggu yang paling populer mungkin adalah genderang perang dari  kebudayaan Dong Son, seperti yang tampak pada gambar di atas.  Link lengkap tentang kebudayaan perunggu bisa dilihat di Wikipedia : Bronze Age

Zaman Besi

Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. Alat-alat besi yang dihasilkan antara lain:  mata kapak bertungkai kayu,  mata pisau, mata sabit,  cangkul, alat alat pertanian dan beragam senjata atau peralatan perang seperti pedang, keris dll.  Link Wikipedia : Iron Age.

PENUTUP

Zaman modern =  pola pikir modern ?

Peradaban jaman batu telah berlalu berganti ke zaman modern.  Tapi bagaimana dengan pola pikir? Sepertinya pola pikir manusia nyaris jalan ditempat atau bahkan tidak berlebihan kalau dikatakan bergerak kebelakang. Kerusuhan dan kekerasan bernuansa etnis dan agama, tidak bisa menghargai perbedaan, intoleransi adalah beberapa contohnya.  Kemajuan zaman ternyata tidak diikuti dengan kemajuan pola pikir.

Di negara tertentu masyarakatnya berpacu mengejar prestasi dan karier, sedangkan di masyarakat negara lain masih berkutat dengan urusan huru hara kerusahan agama.  Batasan antara urusan privat dan publik campur aduk membuat masalah bangsa menjadi semakin kusut. Masyarakat negara lain sibuk menemukan, menciptakan  dan menjual teknologi, sedangakan di belahan dunia lain sibuk berebut untuk membeli. Ya jelas saja, kapan majunya?

Zaman batu ternyata belum berakhir namun hanya berubah bentuk.  Kekerasan berlatar agama semakin membatu, korupsi semakin membatu, kemacetan membatu, pola pikir membatu dst. Ha…ha…. postingan yang sama sekali tidak penting.

Advertisements

13 thoughts on “Evolusi Peradaban, Dari Zaman Batu sampai Kepala Batu

  1. Komentar tidak penting pula. Menunggu tanggal 15 rasanya seperti PNS yang kridit sana-kridit sini menunggu tanggal gajian. Meski peradaban terus berevolusi, apa yang terjadi hari ini saya pikir lantaran apa yang sudah terjadi pada masa lalu, bukan Mbah? Misalnya gerakan antiperang menjadi sangat mengemuka karena ada beberapa orang yang mencintai John Lennon dan juga peduli pada nasib korban. Di Indonesia ada KPK karena pada suatu masa korupsi sangat mudah bagi kelompok tertentu. Tapi bukan berarti setalah ada John Lennon perang berhenti, setelah ada KPK korupsi teratasi. Artinya, yang tidak penting mungkin penting bila dilihat dari sisi lain. Kalau bertemu orang yang tampangnya jelek, mungkin harus dilihat dari sisi yang lain.

    😆 Reply: Sdr Olsy, Komentar yang sangat cerdas. Kalau dipikir pikir sepertinya sih peradaban sama sekali tidak berevolusi. Teknologi bisa jadi semakin canggih tapi peradaban sepertinya tetap jalan di tempat atau malah melangkah mundur. Contohnya ya perang tadi. salam

    1. Tumben ada anak baik hati bilang terima kasih. Topik ini paling banyak di klik lewat search engine, tapi paling sedikit dikomentari. Silakan dicopas sesukanya.

  2. Salam Mbah Wage………

    Mbah , saya ingin bicara jujur…menulis dan memberi komentar untuk menertawakan diri sendiri ternyata tidak gampang , meskipun ini blog berstempel ” Negeri Abal Abal Mbelgedes ” ternyata untuk masuk menjadi warga negara di negeri ini memerlukan persyaratan yang agak khusus…harus nyeleneh…sedikit melawan arus sungai atau angin ….hmmmm atau mau sedikit melawan EGO kita sendiri….gebukan dengan diri sendiri….ha ha…..

    Zaman batu dan pola pikir kepala batu ….ha ha . saya tertawa cengingisan sendiri bila manusia sudah hiruk pikuk soal urusan agama dan hura hura soal ” selangkangan “.eeh…maaf…huru hara…….wakwakakakak……

    Jaman batu dulu mungkin manusia masih makan hewan dan pohon.atau buah dan.di jaman besi ini mungkin manusia tidak makan hewan atau tumbuhan tapi makan hasil bumi yang lain…adat makan sudah berubah….makan tembaga . besi , emas dan lain lain….apa itu yaa arti pikiran batu ??….makan sudah ngawur….karena manusia sudah seperti robot besi tanpa program nurani…he he he…..Nuwun…..

    1. Kang JS, terima kasih atas kejujurannya,

      Sepertinya saya sudah menemukan jawabannya kenapa blog ini penghuninya jarang. Kebanyakan orang masih berpikir normal jadi rada sulit berkomentar di blog sinting, abal-abal dan melawan arus.

      “Ikan hidup berenang melawan arus, ikan mati terseret arus”. Tapi manusia bukanlah ikan tapi mahluk berbudaya dan beradab yang berjalan tegak. Harus tegar, kuat dan kepala batu. Hidup melawan arus adalah manusia sempurl, asem dan abal-abal.

      salam nyeleneh

  3. ” Negeri Abal Abal Mbelgedes ” ternyata untuk masuk menjadi warga negara di negeri ini memerlukan persyaratan yang agak khusus…harus nyeleneh…sedikit melawan arus sungai atau angin ….hmmmm atau mau sedikit melawan EGO kita sendiri….gebukan dengan diri sendiri….ha ha…..(js)
    ==================================
    Mas js,

    Seniman itu sering melihat hal2 yang tidak terlihat mata orang yang …bukan seniman. Baru setelah ditunjukkan oleh si seniman orang lain bisa melihat hal2 yang tadinya tidak terlihat itu. Seniman biasanya juga sering … berpikir, dan ini sering tidak disukai … pemerintah yang otoriter. Mengapa ? Karena sulit memerintah kalau rakyatnya bisa berpikir. Sementara pemimpin agama juga tidak mengharapkan pengikut2nya berpikir – kritis, dengan alasan yg nyaris sama.

    Seniman2 juga sering tidak manut grubyuk – tidak mengikuti arus, mereka malah sering melawan tradisi, dus nyleneh – dalam penampilan, berpakaian, maupun ucapan – kata2. Seniman sering dilihat sebagai juru bicara (hati nurani) rakyat. (Alm) WS Rendra,si Burung Merak,pernah masuk penjara di zaman orba. Apa pemerintah takut akan di … gulingkan oleh seorang penyair ? (-: Yang jelas Suharto waktu itu juga … takut pada kata2 seorang urakan – nyleneh.

    Seni juga diajarkan di sekolah2. Seni, menurut saya, tidak kalah pentingnya dengan matematika dan bahasa.

    Paman Dalbo, Salam VB (-:

  4. wauw..cukup panjang timelinenya mengenai zamannya manusia…ada

    FYI, tapi kemana ajah dan lagi ngapain…si sy
    koq DARI zaman batu tua HINGGA tahun 1984..TIDAK PERNAH sy alami..apalagi terasa.

    ya kalo berdasarkan penelitian sih,
    kan saat itu, TUBUH FISIK (badan) sy BELUM dibuat oleh ortu sy
    maka…
    pada saat nanti tubuh fisik sy ini rusak total (baca: sy dah mampus)
    bagaimana caranya yah.. agar sy dapat mengalami hidup pada zaman yg tetap kontinyu timelinenya..
    maupun AGAR TIDAK bertentangan dgn suatu konon-katanya bahwa setelah mampus.. akan mengalami kehidupan dimanapun..lah
    (misalnya akan masuk surga atau neraka).

    dgn adanya khas setiap zaman, scr tak langsung sbg bukti dan fakta bahwa manusialah yg mengusahakan jawaban atas pertanyaan dan kebutuhan solusinya, yaitu (kebutuhan) ilmu pengetahuan dan teknologi.
    jadi,.. tidak ada agama yg ajaran/konten kitab sucinya…sempurna bagi seluruh manusia dan hingga manusia punah.
    KECUALI jika agama itu adalah (pure) sains…yg tentu saja kitabnya sangat tebal kalo ditulis/print pada kertas dan.. bbrp kontennya akan ada yg harus direvisi.

    eniwey skdr contoh lain.. jika akan berinvestasi,
    pada kenyataannya, apakah kita akan cenderung mengandalkan kepercayaan/keyakinan (saja),.. ataukah akan cenderung mengandalkan celah/peluang/kemungkinan berdasarkan sains.

    toh, sy belum pernah dan TIDAK percaya kpd konsultan finansial (jika ada) yg berkata:..
    “berinvestasi di perusahaan Kami tidak akan rugi, namun akan selalu berprofit lebih besar dari bunga deposito bank, karena DIJAMIN oleh TUHAN sang pencipta dan pemelihara alam semesta”.
    (^_^)v

    Reply wage: salam selalu Kang.

    1. Waqkakakkk….pertanyaannya menarik. Zaman edan itu sepertinya kagak ada, yang ada adalah manusia edan. Nah ini kagak mengenal zaman. Di zaman apapun pasti ada. Ciri-cirinya biasanya ngumpul di tempat atau blog abal-abal…..

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s