Dunia Segera Kiamat : Homo, Gay dan Lesbian

banci
Sumber image : —

Lesbian, Gay, Bisex, dan Transgender (LGBT) adalah merupakan topik pelik dan menjadi perdebatan sengit di sejumlah negara. Keberadaan mereka bukan saja terlihat semakin banyak tapi juga semakin aktif menunjukkan eksistensinya, baik dalam bentuk demo ataupun parade. Keterangan gambar disamping (sumber unknown) adalah parade akbar kaum LGBT di negara Brazil dengan symbol bendera multi colornya.

Tentu saja, aktivitas mereka membuat banyak orang menjadi gerah. Belakangan ini aksi mereka sepertinya sudah melangkah sangat jauh, tidak lagi hanya sebatas menuntut pengakuan dan persamaan hak saja tapi juga bahkan menuntut pengesahan pernikahan sesama jenis! Waduh gawat Nih!

Jadi bagaimana sebaiknya? Bagi kebanyakan orang  jawabannya mungkin sangat mudah, namun bagi saya ini adalah pertanyaan sulit. Bahkan awalnya, topik ini sebetulnya tidak ingin saya tuliskan, namun karena sudah terlanjur berjanji pada pembaca yang kebetulan request tentang topik ini, maka tulisan topik sulit ini terpaksa dibuat juga.

:mrgreen:  Kesulitannya  apa sih Mbah?

Kesulitan terbesar adalah karena saya adalah pria normal. Normal dalam arti sebenarnya, yaitu sangat senang melihat cewek cantik dan berpakaian seksi, bahkan sering berangan angan memiliki 2, 3 atau 4 istri. Nah, ini artinya normal khan? Jadi ibarat  penggemar berat sepak bola ditanya tentang topik olah raga anggar dan adu pedang, ya pasti bengong dan kelimpungan, atau penganut agama A menulis topik agama B besar kemungkinan akan rusuh. Kalau boleh jujur,  terus terang saya kadang merasa risih atau bahkan (maaf) mual melihat pria kekar berpakaian seksi, tapi wanita cantik berpakaian gagah, ya fine-fine saja. Nah, ini namanya bias bukan?

:mrgreen: Lha, khan tinggal bilang tidak setuju, kemudian kutip beberapa ayat, kemudian lanjut dengan caci maki. Beres khan? Bagi yang setuju dan mendukung berarti juga Homo, hi…hi…

Hus… ini bukan rapat anggota dewan Nak. Kalau cuma bilang setuju atau tidak setuju, anak kecil juga bisa bukan? Masalah yang lebih penting adalah ketidak-setujuan itu diwujudkan dalam bentuk apa? Demo, menentang, teriak teriak sambil guling guling? Menghimbau, mengajak tobat namun menyerahkan urusan pembinaannya pada para pemuka agama yang lagi sibuk dengan urusan politik? Sama aja bo’ong. Atau cukup hanya dengan prihatin, mengelus dada sambil bergumam lirih  “Kiamat sudah dekat Nih!”.

Catatan Umum

Homoseksual adalah budaya barat ?

Tidak bisa dipungkiri bahwa kasus LGBT relatif banyak ditemukan di negara barat. Sejumlah tokoh atau selebratis yang menyebutkan diri secara terang terangan sebagai Gay atau Lesbian umum ditemukan. Belakangan ini aktivitas, parade dan demo menuntut persamaan hak atau bahkan menuntut pernikahan sesama jenis diberitakan secara luas dan lagi lagi terjadi di negeri barat.  Wajar kalau akhirnya Homo dianggap sebagai budaya barat. [Credit photo: guardian.co.uk]

Kondisi ini sebetulnya tidak lain disebabkan karena kondisi masyarakat  dunia barat yang relatif lebih mudah menerima perbedaan dibandingkan dengan budaya negeri lain yang cendrung lebih tertutup dan offensif. Jadi semua itu tidak lebih dari perbedaan budaya sehingga anggapan LGBT adalah produk budaya barat adalah jelas suatu kekeliruan.

Homoseksual dalam catatan peradaban

Homo memiliki sejarah yang sangat tua, sama tuanya dengan peradaban manusia itu sendiri. Sejumlah gambar dan literatur pada kebudayaan Romawi, Yunani Kuno mencatat dengan jelas tentang hal ini. Kemudian untuk catatan paling lengkap bisa ditemukan pada budaya India tua.

Menurut kosa kata Sansekerta, mereka mengenal sejumlah istilah seperti Svairini (lesbian), Kliba (gay),  Napumsa (Intersex),  Kami (Bisexuals),  Shandha (Transgenders) dan Tritiya-prakriti (third sex), auparishtaka (oral sex) dll. Kemudian pada kitab Kama Sutra,  memberikan definisi atau penjelasan yang sangat detail sebagai berikut:

Mereka yang memiliki penampilan yang feminin menunjukkannya dengan pakaian mereka, berbicara, tertawa, perilaku, kelembutan, kurangnya keberanian, kekonyolan, kesabaran, dan kesopanan. (Kama Sutra 2.9.2)

Mereka yang suka pria tetapi menyembunyikan fakta mempertahankan penampilan yang gagah dan mencari nafkah sebagai tukang cukur atau pemijat. (Kama Sutra 2.9.6)

Pada cerita epik kuno yaitu Mahaberata, mencatat tokoh Arjuna dalam penyamarannya memerankan diri sebagai Banci atau wanita. Jadi golongan banci atau pria berpakaian wanita  sudah ada sejak jaman kuda gigit besi.

Kemudian untuk budaya di Nusantara juga mengenal dan mengakui keberadaan golongan berjenis kelamin ke3 ini, seperti misalnya  di kabupaten Bone, Sulawesi Selatan,  mengenal istilah Bissu. Pada jaman dulu para bissu memiliki peran terhormat yaitu merupakan penasehat kerajaan.  Selengkapnya silahkan disearch sendiri.

Homoseksual pada binatang dan biologi

Manusia berasal dari binatang sejenis kera. Ah, kemungkinan besar ada sebagian pembaca yang akan ngamuk. Tapi kalau saya sebutkan bahwa manusia kadang berkelakuan seperti binatang, mungkin pembaca akan setuju bukan? Entah siapa meniru siapa dan yang jelas prilaku homoseksual pada binatang umumnya bisa ditemukan pada hampir semua jenis binatang. Selengkapnya bisa wikipedia dibaca disini.

Kemudian pada ilmu biologi dikenal istilah kromosom X dan Y, yang (katanya) bertanggung jawab membentuk kharakterisitik sex seseorang. Kemudian masih di seputar dunia biologi juga dikenal istilah Hermaprodite yaitu hewan yang memiliki alat reproduksi ganda. Penjelasan lebih lanjut siMbah kagak paham, jadi kalau Sampean juga sama sama bego silahkan gunakan mesin pencari kata.

Homoseksual dari sudut pandang Agama

Hampir semua agama tradisional umumnya menempatkan kelompok LGBT  pada posisi yang salah, sehingga keberadaan mereka cendrung ditentang dan ditolak. Bagian ini sepertinya sudah sangat jelas sehingga tidak perlu ditulis lagi. [Keterangan gambar: Konservatif Kristen yang sedang melakukan demo menentang Parade Gay di San Fansisco, sumber Wikipedia].

Sekarang pembahasan yang lebih penting adalah bagaimana bentuk penolakan tersebut dilakukan?  Sepertinya ada 2 jenis penolakan yaitu pertama, menolak sebatas ucapan: mengutuk, menvonis masuk neraka, mengajak tobat dst. Penolakan kedua  adalah tidak sebatas hanya omongan saja tapi juga diikuti aksi seperti menangkap, menghukum atau bahkan langsung membunuh, mengeksekusinya atau menggantung pelakunya. [Keterangan gambar: hukuman mati untuk pelaku homo di Iran. Sumber: Wikipedia]

Pada masyarkat yang lebih liberal umumnya kalangan tokoh agama mengambil sikap lebih terbuka dan persuasif yang juga bisa dibagi menjadi dua yaitu: golongan pertama, secara umum mengakui eksistensinya dan tetap memberikan pelayanaan keagamaan, kecuali untuk pernikahan.  Gologan kedua adalah mengakui keberadaannya dan sekaligus bersedia memberkati pernikahannya.

Catatan: di negara sekular, agama dan hukum adalah dua hal yang berbeda. Walau diakui atau diberkati oleh gereja, tapi kalau hukum formal tidak mengakui maka pernikahan menjadi mubazir. Jadi yang ditutut oleh mereka adalah pengakuan hukum. Mungkin ada pembaca yang bingung dan tidak mengerti, apa pentingnya pengakuan dari negara? Jawabannya berkaitan dengan pajak, warisan,  posisi anak angkat dll.

Catatan Personal

Jadi apa kesimpulan siMbah, setuju atau menolak? Sebelum menuju ke arah kesimpulan, masih ada beberapa variabel dan pertimbangan lagi  yang harus saya tulis.

Mencoba Memahami Dualisme Kehidupan.

Secara personal, saya adalah penganut konsep non-dualisme, tapi untuk topik ini, saya akan menggunakan penjelasan yang lebih mudah yaitu dualisme, baik dan buruk. Homo juga manusia, ada yang baik dan ada juga yang tidak baik. Ada Homo rajin bekerja, ada juga yang pemalas. Ada Homo cabul, genit dan  berprilaku menyebalkan namun ada juga yang sopan. Beberapa kali muncul berita heboh yaitu kasus homo yang melakukan kriminal sadis,  tega memutilisasi korbannya sampai puluhan orang, namun dilain pihak “orang religius” yang berprilaku  sadis juga tidak kalah banyaknya.

Mencoba percaya bahwa tidak ada kelahiran yang tidak berguna

Dari literatur yang berumur ribuan tahun juga menyebutkan bahwa profesi seperti tata rias dan potong rambut adalah lahan pekerjaan tradisional mereka dan sampai sekarangpun situasinya tidak banyak berubah. Wanita umumnya selalu ingin tampil cantik namun tidak ingin ingin melihat wanita lain cantik. Wanita umumnya cerewet tapi tidak suka dicereweti. Nah, gap atau celah kosong inilah yang sepertinya diisi oleh kalangan LGBT.  Inilah yang membuat mereka tetap eksis ribuan tahun.   Begitu kira kira menurut penerawangan siMbah.

Bagi kebanyakan pembaca khususnya kaum pria, kehadiran mereka mungkin tidak lebih dari sampah yang tidak berguna, tapi bagi sebagian wanita, jasa mereka sangat dibutuhkan.  Pola pikir pria dan wanita adalah tidak sama dan kadang tidak nyambung. Apa yang dibenci oleh para pria kadang bisa diterima atau ditoleransi oleh para wanita. Salon kecantikan dan tata rias rambut mungkin tidak diperlukan oleh pria tapi wanita membutuhkannya.

Mencoba Memahami Perasaan Seorang Sahabat

Bagian ini sedikit pribadi namun sepertinya tidak ada salahnya saya tulis disini. Mengingat kembali kejadian di masa kecil, diantara teman permainan saya memiliki teman laki-laki yang berprilaku wanita yang dijuluki siBanci. Tidak ayal si anak menjadi bahan tertawaan dan kadang ejekan. Dalam pergaulan sehari hari, sepertinya nyaris tidak ada yang perlu diwaspadai dari anak tersebut. Alih alih diwaspadai, justru siBanci-lah yang harus selalu waspada karena sering menjadi obyek kejahilan rekan lainnya. Si korban menangis pilu, rekan lain tertawa senang. Dimanakah tempatnya hati nurani? Kagak penting, namanya juga masih anak anak.

Kemudian disaat dewasa, saya kembali memiliki rekan Gay. Sepintas nyaris tidak ada hal aneh pada dirinya.  Pakaiannya juga biasa biasa saja tidak ubahnya dengan pria lainnya, bahkan prilakunyapun secara umum adalah normal, ramah dan sopan atau bahkan mungkin terlalu sopan menurut saya.  Jadi dengan dasar apakah saya harus membencinya?  Kemudian sejumlah film dokumenter di media TV seakan menambah referensi saya bahwa mereka juga adalah manusia yang punya hati dan perasaan.

Wanita yang terjebak pada tubuh pria?

Saya percaya bahwa secara umum, dalam kondisi normal, antara tubuh dan jiwa adalah berjalan seiring yang artinya dalam tubuh pria akan memiliki jiwa pria, begitu juga dengan wanita. Namun kelahiran adalah misteri dan penyimpangan kadang terjadi. Diantara kelahiran normal, ada juga kelahiran yang tidak normal. Normal atau tidak normal yang dimaksud bisa berarti bentuk fisik ataupun non fisik.

Pada budaya dan peradaban Rumawi, manusia setengah wanita setengah pria ini divisualkan dalam bentuk patung atau gambar.  Keterangan gambar: patung jaman Romawi abad 3 SM yang melukiskan wanita bertubuh setengah pria dan setengah wanita yang dalam bahasa Latin-nya dikenal dengan isitilah Hermaphroditus. Sumber image: wikipedia

OPINI PENUTUP

Jadi dari beragam pertimbangan tersebut di atas akhirnya dengan susah payah saya membuat suatu kesimpulan ngawur sebagai berikut:

  1. Pada kasus ini, saya cendrung mengambil posisi NETRAL yang artinya tidak mendukung ataupun menentangnya, membenarkan ataupun menyalahkan. Saya merasa tidak cukup percaya diri untuk mengambil sikap menyalahkan orang lain.
  2. Secara umum, untuk kasus pribadi saya (mungkin) menggunakan agama untuk acuan benar atau salah tapi untuk kasus publik, saya menggunakan acuan Etika dan Hukum Formal. Jadi apapun golongannya, apapun orientasi seksual seseorang, apapun kepercayaannya, semasih berprilaku sopan dan tidak kriminal, maka tidak ada alasan bagi saya untuk menyalahkan. (Baca: Acuan Berbuat Baik)
  3. Dalam batas tertentu, golongan LGBT menurut saya keberadaanya ada baiknya diterima sebagai sebuah kenyataan. Batas tertentu yang dimaksud adalah kembali lagi ke atas yaitu Etika dan hukum formal.
  4. Mereka bukanlah virus menular yang  berkembang semakin banyak, namun memang dari dulu keberadaan mereka sudah banyak. Virus berbahaya yang lebih penting untuk diwaspadai menurut saya adalah VIRUS KEBENCIAN.
  5. Membentuk organisasi atau komunitas adalah sah sah saja atau malah bagus, apalagi organisasinya bersifat sosial atau keagamaan (lihat referensi di bawah). Tapi kalau organisasi untuk melakukan parade artinya sudah aneh, sama anehnya dengan parade pria atau wanita. Ngumpul dengan rekan sesama, segolongan dan senasib dalam batas tertentu adalah bagus tapi kalau keseringan apalagi sampai memisahkan diri dengan masyarakat umum, itu namanya radikal. Apapun yang namanya radikal pasti menakutkan.
  6. Seorang Homo yang bekerja keras di sebuah salon potong rambut jauh lebih mulia menurut saya dibandingkan politisi atau pejabat yang bekerja keras menguras dan menyunat uang rakyat, atau tokoh agama yang bekerja keras mendorong dan membakar umatnya ke arah kebencian.
  7. Mereka yang berjuang hanya untuk kepentingan golongannya saja, kepentingan partai politiknya saja, ya sama juga Homo.

Catatan untuk kasus pernikahan sesama jenis dan oprasi ganti kelamin

Beberapa negara telah mengesahkan undang-undang pernikahan sesama jenis, jadi status pernikahan mereka dianggap sah secara hukum. Di Indonesia UU semacam ini hampir dipastikan TIDAK MUNGKIN pernah ada, jadi apanya yang mau dikomentari? Sedangkan untuk kasus di negeri orang adalah urusan mereka sendiri, masak sih saya harus teriak teriak guling guling menyiksa diri, didengar juga kagak?

Sedangkan oprasi ganti kelamin sepertinya relatif mudah untuk dikomentari, sepanjang si pelakunya senang dan bahagia sepertinya tidak pada tempatnya bagi saya untuk keberatan. Si Pelaku juga bayar biaya oprasi dengan uangnya sendiri, jadi dengan alasan apa saya harus keberatan? Setahu saya, para dokter pasti tidak gegabah dalam melakukan operasi dan dipastikan para pasien sudah melewati berbagai test kejiwaan sehingga dianggap siap secara mental. Contoh image diatas adalah contoh 3  pria yang telah berubah menjadi wanita. Cantik bukan?

:mrgreen: Jadi kesimpulannya Mbah setuju dan mendukung homo?

Duh, kenapa Sampean belum paham juga? Bukankah sudah ditulis bahwa siMbah bingung, linglung dan tidak tahu sehingga memilih bersikap netral?  Mereka sudah ada sejak dulu dan akan tetap ada di masa nanti dan ini adalah kenyataan. Jadi alih alih menyalahkan, kenapa tidak belajar  menghargai perbedaan?  Orientasi seksual adalah urusan pribadi yang mubazir untuk didebat, sedangkan yang lebih penting adalah budi pekerti dan pemahaman tentang hukum formal. Bukankah bagian ini  yang kurang atau malah luntur di masyarakat kita?

Referensi:

Catatan: Artikel ini dibuat atas pesanan Sdr Ecco

34 thoughts on “Dunia Segera Kiamat : Homo, Gay dan Lesbian

  1. Saya tidak tahu apakah sikap saya netral atau tidak. Tapi saya melihat bahwa orientasi seksual seseorang, tidak saja ditentukan oleh susunan kromosomnya meski sifat dari susunan kromosom tersebut menentukan jenis kelamin seseorang. Tapi kita juga mesti bisa melihat beberapa kasus tentang kekacauan susunan kromosom sehingga ada seseorang yang ketika lahir diklaim sebagai perempuan, setelah (menuju) usia dewasa muncul perubahan pada organ geniltanya genital-nya. Dalam hal ini, saya berempati pada orang yang berkasus seperti ini. Artinya, ada sesuatu di dalam dirinya yang tak bisa ia tolak.

    Jenis kelamin, menurut psikoanalisa memang menentukan orientasi seksual seseorang. Namun, ada perkara-perkara psikis yang membuat orientasi seksual seseorang dipandang menyimpang dari jenis kelaminnya. Apabila pandangan penyimpangan itu ditengarai sebagai masalah psikis, tentu ada penyembuhan-penyembuhan psikologis bila penyimpangan tersebut dianggap sebagai penyakit. Namun yang jadi masalah, siapa yang mendefinisikan orientasi seksual tersebut, siapa yang punya wewenang untuk menyebut orientasi seseorang menyimpang atau betul?

    Netralitas saya seperti itu. Terlihat ambigu namun saya percaya, bila kehidupan hanya berurusan soal negatif-positif, benar-salah, kiri-kanan, hitam-putih, akan selalu ada pihak-pihak yang tidak didengar suaranya. Bukankah pengabaian adalah awal mula kekerasan?

    :mrgreen: Reply: Terima kasih Nak Olsy. Tambahan info yang sangat bermanfaat.

    1. ternyata masih banyak yang keliru, Mbah.
      Tapi kita juga mustli… = mesti
      menyimpang atau bentul?= betul

      :mrgreen: Fixed. Btw, tumben nih ketemu pembaca yang sangat teliti dan peduli tata bahasa. Jadi ingat orang sifat orang Jepang yang semuanya harus serba perfect, nulis huruf harus sesai pakem, menaruh sandal harus rapi dan ujungnya harus selalu menghadap ke luar dll.

  2. Menarik sekali mbah tulisannya…saya sebagai pihak netral (sama kayak mbah) cuman bisa bersikap netral dan selalu menganggap LGBT juga manusia seperti lainnya, jadi sudah seharusnya kita memanusiakan manusia.
    Terima kasih banyak mbah atas tulisannya,saya tahu ini topik yang lumayan nggak mudah untuk ditulis.
    Salam damai…

    :mrgreen: Reply: Sama-sama. Duh, lega rasanya karena hutang janji siMbah sudah lunas.

  3. hahaha…. semakin wapik wae mbah,,, kerenn,,,
    terus tingkatkan kualitasnya ya,,,
    aku mendukungmu,, i miss U,,,,

    :mrgreen: Reply: Terima kasih atas dukungannya. Mutu dan kualitas selalu diusahakan.

  4. Dua tahun lalu, acara “Top/Bottom” (Q Festival) di TIM – Jakarta,
    sempat menjadi kontroversi karena mengusung tema LGBT.
    Acara ini pun semakin memanas setelah didatangi ormas-ormas.
    – you know who i mean 🙂

    Kebetulan salah satu karya visual saya ikut dipamerkan di sana.
    Tapi untungnya karya saya tidak dibakar oleh para penjilat tuhan.

    Dan yang lebih untungnya lagi, gara-gara kontroversi tersebut,
    saya diinterview oleh salah seorang seniman asal singapore.

    Beberapa bulan setelah interview, karya saya yang lainnya
    jadi ikut dipamerkan di TocaMe Bar, Club Street, Singapore. 🙂

    blog link

    :mrgreen: Reply: Tetap kedepankan hukum formal. Jujung budi pekerti. Selamat berkarya.

  5. saya senang “berjodoh” nemu tulisan-tulisannya mbah.. ToT
    good job mbah.. ^0^
    Tuhan memberkati

    :mrgreen: Reply: Sykurlah kalau cocok dan saya ucapkan selamat datang dan juga selamat pulang ke rumah blog ini. Tuhan memnberkati juga.

    1. hehehe.. sib deh mbah
      btw saya ini ga homo loh mbah tapi penyuka sesama jenis.. maksudnya sama2 dari jenis manusianya tapi beda gender; ya iyalah saya ogah kawin sama kambing hehe.. (penting ga sih) ^^”

      :mrgreen: Reply: He..he…jadi ingat sate kambing

    2. saya jg penyuka sesama jenis,,,
      maksudnya jenis yg montok2,,,
      hahaha,,, 😄

      :mrgreen: Reply: Duh, nih si anak nakal datang lagi dan tanpa ba bi bu langsung nyebut kesukaannya. Tapi btw, siMbah juga suka yang montok tuh!

  6. ‘…hatinurani itu meski dibakar
    tidak bisa menjadi abu.
    Hatinurani senantiasa bisa bersemi
    meski sudah ditebang putus di batang. ‘ (Rendra)

    Mbah,

    Mohon …berbeda pendapat. Saya tidak se netral si Mbah. Meskipun bukan dari golongan LGBT tapi saya selalu … membela kaum ini. Lho ? Karena saya lihat banyak orang lupa bahwa mereka ini juga … manusia, seperti anda dan saya. Mereka,kaum LGBT, sering di …tindas,di kuya2. Saya selalu membela mereka, dengan cara saya, a.l dengan menulis di blog seperti di blog si Mbah ini..

    Saya punya lumayan banyak teman dari golongan L dan G. Bagi saya teman dulu,teman nomor satu, orientasi seksual mereka kemudian bin bukan urusan saya.Saya juga yakin bahwa orang2 LGBT itu ya karena memang begitu … Alam menghendaki begitu … Kalau ada organisasi atau orang yg bilang gay dan lesbian itu bisa … disembuhkan – bisa di’normal’kan, itu … BOHONG.

    Ada kondisi yg lain,yg meskipun tidak mirip tapi bisa djadikan bahan perbandingan. Kidal, dan bulai. Orang yg lahir kidal ya seumur hidup akan tetap kidal. Satu tetanggan saya bulai, putihnya minta ampun,jadi seperti setan putih, padahal ortunya HITAM MANIS seperti saya (-: . Apa lalu kita mendiskriminasikan orang2 yg kidal dan bulai ?? Kalau ada yg bilang kekidalan dan kebulaian itu bisa diobati,dijadikan normal lagi, ya ini bohong lagi …

    Kepercayaan saya : katresnan,Nresnani.mengasihi orang lain dan mahluk yang lain. LGBT itu sekali lagi kan ya manusia seperti anda dan saya, mau dihormati,mau dikasihi,mau baha-hahahaha-gia,dll.

    Ngomong2,dalam Mahabharata versi INDIA – aslinya – Srikandi itu juga termasuk T – transgender..Bhisma yg tak terkalahkan itu – tak ada SATU pun dari Pandawa yg bisa mengalahkannya – … mengalah karena dia tidak mau melawan seorang T, Srikandi yg titisan Amba.(Beda dengan versi Jawa, dalam versi ini Srikandi itu isteri Arjuna.)

    Perikemanusiaan yang adil dan beradab DAN Bhinneka Tunggal Ika : Semoga ini tidak dilupakan dalam kehidupan sehari-hari,termasuk ketika kita harus … menyatakan sikap kita kepada manusia LGBT. Salut pada si Mbah yang berani menulis mengenai topik yang tidak … umum ini.

    Salam katresnan LGBT

    Reply dari wage : :mrgreen: Perbedaan pendapat itu hal biasa dan tidak perlu dimasalahkan. Antara saudara kandung saja kadang bisa berbeda pendapat apalagi kalau besar di lingkungan, pendidikan yang berbeda jadi pengalaman dan perjalanan hidup akan lebih berbeda lagi.

  7. Salam Mbah Wage….Mas Balanedewa…..

    Tulisan artikel Mbah Wage menurut saya seperti pertanyaan dan masalah yang tidak bisa dijawab dengan sembarangan , karena kondisi LGBT menurut saya mungkin kasus yang sudah ada sejak jaman dulu.dan itu juga produk yang memang tidak ditarik atau sengaja tidak ditarik dari peredaran karena hukum alam menentukan dan menciptakan itu ….
    Banyak kemungkinan yang bisa terjadi diatas bumi seperti kondisi LGBT dan semua ini memang sudah kehendak hukum alam atau faktor alam itu sendiri dan hal ini menjadi perbincangan yang mungkin serius karena bagi sebagian besar manusia dan dianggap suatu yang tidak normal dan SALAH ,

    OPINI PENUTUP Mbah Wage bagi saya adalah suatu bukti bahwa Mbah Wage memang seorang Mbah yang duduk ditengah dan dikerumuni para cucunya yang banyak model jenis , Mbah Wage yang berpikiran , bersifat , bertindak bijak dan adil terhadap semua cucu dan permasalahannya…..

    Gay , homo , lesbi , banci dan lain lain apakah dianggap salah oleh kaum masyarakat normal ?? lalu apakah kita yang normal bisa merubah status kejiwaan mereka …..kita bahkan tidak menolong , tidak lagi menghormati , malah mengejek , menghina dan lebih gila dan jeleknya kita , mereka kita gunakan sebagai sarana pemuas nafsu kita dan ini adalah kasus dan peristiwa nyata….ha ha ha saya ingat kembali di jaman dulu di Surabaya , wuuuih .suiiiit suiiit ooh ooh cantiknya WARIA . wanita pria yang ginuk ginuk menjajakan dirinya….ha ha ha dasar saya ini memang bajingan sex dan ternyata saya juga sangat tidak waras , suka dan tertarik pria cantik…wakakakakak….sangat malu kalau mengingat ini……

    Pernahkah Mbah Wage melihat ayam jantan yang hanya kawin dengan sandal jepit ??….ayam tetanggaku memang aneh atau memang ayam gendeng , mungkin katarak , tidak mau kawin dengan sesama ayam , mungkin tidak asyiik , harus mbohongi dulu dan juga kejar kejar dulu , kalau sedang kawin dengan sandal jepit maka banyak para istri tetangga dan anak anak tertawa cekakaan melihat si ayam jago …usrek , menindih , ndekemi sandal jepit……wawakakakak , kasus aneh lalu apakah ayam itu salah ??….wooow… tentu tidak salah , lha wong itu binatang kok !!!…..jawaban yang tepat !!…..
    Kalau kasus ini terjadi kepada manusia apakah salah ??…contoh kasus pria main sex dengan boneka wanita cantik ..hhaaah !!….iya memang itu ada …lho ???….ha ha ha ha……

    Memang sangat benar bahwa kita harus melangkah hidup dengan nurani dan agama sebagi perabot pelengkap , dengan itu kita bisa mengimbangi ketika logika pikir atau nafsu sedang mempengaruhi langkah hidup kita ……
    Secara nurani saya katakan bahwa para LGBT tidak merasa atau berkemauan memilih hidup menjadi seperti itu dan kita pun sebenarnya sama , kita menjadi wanita atau pria juga bukan kehendak kita lalu kalau begitu kehendak siapa ??…..orang tua kita juga tidak bisa melukis atau memahat wajah dan bentuk kita, semua terjadi dialam rahim dan tanpa sepengatuan orang tua kita……

    Dalam kasus ini memang sudah ruwet dan mbulet bila dogma doktrin dan hukuman sudah ditimpakan kepada para penyandang kelainan sex , mereka seperti hidup bukan dalam komunitasnya atau alam pikir dan naluri hidup dan jiwanya , mereka menganggap bukan jiwanya yang salah tapi bentuk phisik dhohirnya yang salah tempat dan hanya badan dan phisik yang bisa diukrek untuk dirubah , dioperasi , di hilangkan atau ditambah dan lain lain dan menjadi sangat ribet , sebenarnya hidup mereka sangat tersiksa dan mereka berharap kita semua yang normal mau mengerti dan memahami masalah dirinya dan bukan hanya menghukum , menyalahkan atau bahkan menghina dan sebenarnya mereka tidak mau atau berkehendak seperti itu …..semoga kita bisa bijak dan adil dengan mencoba dan merenungkan bila saja kita mengalami seperti mereka itu ….lalu apakah kita akan tetap bersikap tidak adil dan tidak iba trenyuh atas penderitaan mereka .??…..

    Saya pribadi juga tidak menemukan jawaban bagaimana menyikapi para LGBT….memang ruwet dan mbulet….karena kita bukan mereka dan pola pikir dan jiwa kita bukan seperti mereka dan sudah sangat jelas bahwa keyakinan kita yang beragama dan ber Tuhan HARUS PERCAYA bahwa mereka juga CIPTAAN Tuhan dan hidup mereka tidak sia sia di hadapan Tuhan karena Tuhan masih saja memberi mereka hidup dan rejeki….,semoga ini menjadi renungan supaya kita bisa menjadi manusia yang bijak , adil , welas asih dan berguna bagi manusia lain….nuwun…..

  8. Terima kasih kang JS atas tanggapannya yang sepertinya membutuhkan waktu lama untuk menuliskannya.

    Kang JS benar, tulisan ini adalah yang paling susah yang prnah saya buat. Nyaris tidak ada celah untuk guyonan sehingga membuat siMbah kelelahan. Sehabis nulis topik ini, berhari hari siMbah “lemes”. Seandainya komentar Akang dimuat lebih awal, sepertinya siMbah tidak perlu susah susah membuat tulisan sentoloyo semacam ini tapi cukup copy paste komentarnya Akang.

    Sepertinya cukup banyak orang yang memiliki pendapat sama namun hanya tidak tahu cara menuliskannya dengan lengkap dan mudah mudahan tulisan saya, Kang JS, kang Bala dan rekan lain di atas bisa mewakili pendapat sebagian orang, pendapat yang tidak hanya sekedar menyalahkan saja. wage

  9. Mas js,Mbah,saudara sekalian,

    Perlakuan kita terhadap para LGBT mencerminkan siapa diri kita … Semua orang kan sama kedudukannya di depan hukum, Tuhan, maupun … alam. Bagaimana kita memperlakukan orang lain – termasuk LGBT = bagaimana kita ingin diperlakukan oleh orang lain.

  10. Pasal 1
    Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka
    dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan.
    (Deklarasi hak-hak asasi manusia universil.PBB)

  11. Nuwun mbah..
    sorry rada telat respon tulisan ini..
    mbah masih ada satu jenis lagi yg belum di sebutkan
    disini ” perempuan bukan laki2 juga bukan , banci juga bukan, lesbian juga bukan, bi sex juga buan”

    Lhoh apa tu…?

    Jwb: ” Tuhan “..ha..ha..ha..katanya orang2 sih…

    Paman Dalbo with nyengir..

  12. Oom Wager, saudara sekalian,

    Nih saya bikin si Oom …pusing lagi ! Sebelum Amerika meng- iya – kan pernikahan sejenis, Irlandia baru2 ini juga pada prinsipnya …menyetujui. Pada hal mayoritas penduduk Irlandia itu …KATHOLIK …

    Ketika saya baca lagi tulisan si Oom, si Oom lupa menyebut WAROK PONOROGO. Mereka juga tidak boleh menikah dengan lain jenis …

    Kebetulan teman2 saya dari …berbagai jenis. Yang ‘gay’ – saya kok ndak sreg dengan istilah homo – juga lumayan banyak. Saya juga kenal tokoh gay dari Surabaya ,Dede Oetomo. Mas Dede ini punya gelar PhD dari Cornell University, Amerika, yang sudah terkenal di seluruh dunia dan akherat itu.

    Di Amerika saja masih banyak yang …menentang kaum gay ini – bagian dari LGBT- apalagi di bagian dunia lain, termasuk Indonesia. Tapi,di Amerika juga masih banyak yang percaya dunia diciptakan dalam enam hari dan tidak tahu menahu soal …evolusi. Amerika negara yang pernah mengirim pesawat ke bulan dan plenet Mars, dalam banyak hal agak …terbelakang dibanding negara2 maju lainnya.

    Dunia tidak akan …kiamat hanya karena pernikahan sejenis. Tuhan pun tidak akan marah. Yang marah biasanya …oknum2 yang ,konon, lebih tahu daipada Allah …(-:

    slumanslumunslametslumanslumunslamet-slametsegaliwet (-:
    ——————————————————————————————–
    http://www.bbc.co !m/indonesia/dunia/2015/06/150626_dunia_amerika_pernikahan_sejenis

    1. Kang Balane,
      Ribut2 di media sosial tentang LGBT dan marak juga ditulis di sejumlah blog, ternyata blog abal2 sudah membahasnya 3 tahun yang lalu. Saya senang karena ternyata Kang Balane masih mengingatnya.

  13. Belum lama ini saya …terdampar di Phuket,Thailand, dengan lebih dari selusin teman (-: Sempat menonton ‘kabaret’ yang dipentaskan oleh …orang2 yang tergolong LGBT. Wuah, cantik2 ! (-: Hebat !

    Oh ya, Steve Jobs, CEO, big boss Apple itu juga sudah terang2 an mengaku sebagai …gay. Dia bangga sebagai gay. Yang ..anti gay sebaiknya jangan pakai produk …Apple ?! (-:

    Memanusiakan manusia, nguwongke uwong yuk !

  14. om.. om… boleh kritik yaaa… jangan marah yaa… jangan sakit hati yaaa…
    si om ini kok dari dulu suka ngiklankan homo ya dg alesan memanusiakan manusia. jangan jangan si om ini hombreng atau temennya si dewa yg hombreng? mana ada dewa hombreng? dewa kok hombreng hihihihi
    plis dong deh om, jangan ngajari kita sesat melebihi binatang. pejantan saja kalo sedang musim kawin dan cium aroma betina pasti bilang haruuuummmm………..! kalo cium aroma sesama pejantan dia bilang haraaaammmm……..! mangkanya, adakah binatang hombreng? main anggar? ga ada tuh om!
    namanya si om sih bagus tapi isi tulisannya kok jelek amir ya om. prihatin deh jadinya

    1. ‘…hatinurani itu meski dibakar
      tidak bisa menjadi abu.
      Hatinurani senantiasa bisa bersemi
      meski sudah ditebang putus di batang. ‘ (WS Rendra)
      —————————————————————————-
      Sdr Prihatin,

      Saya termasuk …orang tua di blog ini. Dan saya tidak marah dikritik. Di dunia ini tidak ada yang sempurna. Tuhan saja yang katanya …sempurna harus minta bantuan manusia untuk …menyampaikan firman2 Nya. Melalui nabi2, misalnya. Kitab2 Tuhan kan ya dicetak oleh manusia. Tuhan …tidak bisa kan menjatuhkan kitabNya dari langit ?? *)

      Orang yang bertangan kidal , orang yang lahir bulai, mereka tidak …minta lahir kidal atau bulai. Mengutip sumber2 yang bisa dipercaya orang2 LGBT kan ya …tidak minta lahir begitu ?!

      Sdr Prihatin ini kalau dulu belajar …biologi pasti tahu yang namanya (hewan) HERMAPHRODITE. Hewan2 ini punya jenis kelamin ganda. Hewan homo ? Ada, dan banyak.

      Manusia, secara biologis adalah juga …hewan. Simpanse itu ndak banyak beda jauh dari manusia, dari sudut DNA, biologi.

      Orang2 LGBT itu kan ya juga …manusia yang dari sononya …begitu Seperti orang yang bertangan kidal atau orang bulai , di apa2 kan mereka tetap akan kidal dan bulai.

      Saya ini seperti mas js, selalu mendengar dan bertindak sesuai nurani saya. Kitab2 yang konon suci itu mungkin bilang orang2 yang tidak ‘umum’ , nyleneh, atau tidak mau menggubris firman Tuhan dalam kitab2 itu boleh di …gebuki atau malah dibunuh….Kalau saya …ndak begitu.

      Orang2 Syiah, Ahmadiyah,atheis, beragama nyleneh bikinan sendiri,seperti kaum LGBT adalah juga manusia yang punya hak yang sama di depan hukum , seperti anda dan saya . Pengungsi2 Suriah itu,misalnya, akan saya bantu dan bela sebisa saya. Apakah saya harus menjadi orang Suriah dulu untuk membantu / membela mereka ? Apakah saya harus menjadi orang Syiah atau Ahmadiyah atau atheis untuk membantu / membela orang2 itu ? Ini untuk menjawab pertanyaan Sdr Prihatin apakah saya termasuk homo.

      Saya tahu dari dulu tulisan saya jelek. Kalau saya bisa menulis bagus, mungkin saya akan membuat blog sendiri, atau menulis di majalah Tempo, misalnya.

      Saya ndak tahu apa Sdr Prihatin termasuk orang yang …mendengarkan hati nurani sendiri.

      Oh ya, Dongbud adalah blog …SESAT. Jangan terlalu serius membacanya. Hati2 lho, nanti bisa tersesat sampai …neraka (-:

      Terima kasih atas kritik Sdr Prihatin. Semoga dewa2, Allah,Tuhan selalu bersama Anda.

      *) Mengutip seorang penulis Dongbud

  15. Refresh otak cara si Mbah Wage dgan membahas topik selain agama tapi masih nyinggung2 soal agama.

    *menurutku
    ” jadilah pria yang kodratnya mencintai seorang wanita, jadilah wanita yang kodratnya mencintai seorang pria ”

    Hanya sesederhana itu sebenernya. Kaum homosex ataupun bisex mereka lahir dari ketiadaan dan akan kembali ketiada. Tuhan tidak lelaki ataupun perempuan karena Tuhan pemilik MULTIUNIVERSE bukan UNIVERSE lagi (karena di alam ini trnyata ada yg ghaib ada beberapa zat yang tak bisa dijangkau mata manusia. Dan seluruh MULTIUNIVERSE itu adalah Tuhan yang Maha Akbar. Alam semesta seluas ini hanya ada dalam genggaman Tuhan. Tuhan tidak menggenggam seperti manusia menggenggam.)

    **homosex itu sangat menular apalagi kita terkena patah hati hebat dan kebetulan kita terjun di dunia mereka pasti dengan mudah mereka mempengaruhi. Dan anehnya lagi kebanyakan di antara mereka adala orang2 rupawan cantik ataupun ganteng. Aku punya adik sepupu yg ganteng putih bersih cling. Tapi sayang dia ngondek apa ini efek dari tayangan TV yg menyebarkan virus itu. Acara Tv ahir2 ini semacam menghalalkan cowok alay jijay cetar ngondel..yuuuk cuss cyiin. Om ku tidak di goda anak yg bandel suka mabuk nge trak di jalanan minta motor balap ato apalah. Tapi ujiannya berupa anak lelaki yang ganteng tapi ngondek. Katanya dia lebih pusing malahan. Sampai anak nya di hajar karena malu sampai kontak lensanya yg warna warni itu di hancurin sama Om ku. Tapi yah itu Mami nya sprti mendukung anak nya yg trkena kejahilan zaman. na’udzubillah.
    (saya juga bukan manusia suci tapi ngeri saja melihat hal yg tdak berjalan sesuai kodratnya..dunia ohh dunia dengan segala kembangannya).
    Pasti ada al hikmah di dalam ini semua.
    Temukanlah.

  16. Sementara itu, di Indonesia dalam buku Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa, Edisi II, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, tahun 1983 (PPDGJ II) dan (PPDGJ III) 1993, pada point F66 meyebutkan bahwa orientasi seksual (homoseksual, heteroseksual, biseksual) BUKAN gangguan kejiwaan. (huruf besar saya,B)

    “Di situ jelas tertulis bahwa orientasi seksual tidak termasuk gangguan jiwa atau penyimpangan. Tapi, bisa disebut gangguan jiwa jika bersifat ego distonik atau seseorang merasa terganggu dengan orientasi seksualnya sehingga timbul konflik psikis,” kata dr.Andri, Sp.KJ dari RS.Omni Alam Sutra ketika dihubungi Kompas.com (29/1/16).

    (sumber ; http://www.kompas.com)

  17. lebih mudah menyembuhkan anak yang suka ngetrek, mabuk-mabukan, dan narkoba (hal ini masih bisa diisolasi/karantina).

    LGBT ini serba susah, dibiarin salah, dikasarin salah, dikarantina salah, dibaurkan juga salah…
    semoga Tuhan memberi jalan terbaik bagi mereka.
    karena dalam kitab suci, LGBT hanya bisa hilang/reda ketika kena azab…

  18. ‘Hati nurani itu meski dibakar, tidak bisa menjadi abu. Hati nurani senantiasa bersemi meski sudah ditebang putus di batang…’ [ Wahyu Sulaiman Rendra )

    LGBT dan Tuhan : Mereka , kaum LGBT , adalah ciptaan …dewa2, ciptaan Tuhan. Dus, kalau kita menghina,melecehkan, berbuat se wenang2 terhadap mereka, berarti kita menghina dewa2, menghina Tuhan sendiri …
    Kasihilah sesama mu seperti dikau mengasihi dirimu sendiri, kata …siapa itu ya ?? Dan, Islam adalah rahmatan lil alamin, juga terhadap kaum LGBT , yang sering menjadi korban orang2 yang , katanya, pengikut Tuhan …

    Saya tidak yakin Tuhan (akan) memeberi azab pada kaum ini… Apa Tuhan kurang …kerjaan ?? Apa Tuhan tidak mengasihi umatNya sendiri ??

  19. Kalau saya bergaul dengan orang Jepang, apakah saya akan ketularan menjadi (berkulit) kuning dan bermata sipit ?? Kalau saya bergaul dengan orang Yahudi, apakah saya akan menjadi brilian, kaya dan pelit ? Kalau saya bekerja di kebun binatang, bergaul dengan monyet, harimau, onta, dll, apakah saya akan menjadi seperti …mereka ? Coba …kita tanya rumput yang bergoyang …

    ===============================================

    http://health.kompas.com/read/2016/02/09/190000923/Orientasi.Seksual.LGBT.Menular.atau.Tidak.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktkwp

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s