Satrio Piningit, Ditunggu atau Ditertawakan?

satrio-piningit

Penulis: Wage Rahardjo – Di kalangan masyarakat Jawa, Satrio Piningit (Satria Piningit atau Ratu Adil) adalah nama yang tentu saja tidak asing lagi atau tidak berlebihan kalau disebut  fenomenal, tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh zaman.  Tanda-tanda kemunculan Sang Ratu Adil yang digandang-gandangkan akan menjadikan negeri ini menjadi mercusuar dunia ini sudah sangtat dekat yaitu diawali dengan beragam bencana, kekacauan dan huru hara.

Kita break sejenak untuk memberikan kesempatan pada sebagian pembaca yang linglung, bingung dan garuk garuk kepala kagak ngerti topik: “Ini lagi ngomongin apa sih? Siapa itu Satrio Piningit? Koq heboh sekali?”

Ramalan Jayabaya

Membahas tentang Satria Piningit, mau tidak mau harus diawali dari kisah tentang Jayabaya. Beliau adalah raja Kediri, Jawa Timur 1135-1157 AD, yang sangat terkenal dengan tepat mampu meramal atau memprediksi kedatangan dari balatentara Jepang.  Pada salah satu kitab karangannya yang berjudul “Pralembang Joyobhoyo”,  salah satu baitnya menyebutkan :

  • “Orang Jawa akan diperintah oleh orang kulit putih selama 3 abad dan oleh kerdil kuning untuk masa hidup tanaman jagung sebelum kembalinya Ratu Adil:…..”

Ramalan ini ternyata 99% benar yaitu dengan penjajahan Belanda (orang kulit putih) dan Jepang (orang kerdil berkulit kuning).  Jadi tidak bisa dibantah lagi bahwa Jayabaya adalah seorang raja sekaligus peramal ulung.

Sekarang kita memasuki topik utamanya. Jayabaya meramalkan bahwa Satrio Piningit akan menjadi Pemimpin Besar Nusantara. Sang Kesatria Tersembunyi (Piningit) ini adalah keturunan Raja Majapahit, ia adalah seorang raja cerdas, jujur dan berprilaku lurus atau benar.  Menurut Jayabaya, dalam perjalanan hidup Satrio Piningit, ia selalu mengalami kesengsaraan, selalu dipermalukan, sial, dan “kesapar” (miskin). Oleh karena itu, ia mendapat julukan “Satrio Wiragung” (The Ksatria Agung). Banyak orang Jawa percaya nubuat (ramalan) ini.

Ia akan menegakkan keadilan di Nusantara dan bergelar “Ratu Adil” (bahasa Indonesia: Raja Keadilan, dalam bahasa Jawa, “Ratu” berarti “Raja” atau “Ratu “). Satrio Piningit tidak akan menjabat sebagai Kepala Negara, tidak akan dipilih dari pemilihan tapi memimpin lewat sebuah revolusi besar-besaran. Satrio Piningit tidak hanya akan memerintah Jawa atau Nusantara tapi juga memerintah dunia. Dan yang paling menarik adalah ramalan tentang kedatanganya yang didahului oleh bencana (alam) yang besar.

Kutipan beberapa ayat tentang Satrio Piningit

  • Bait 140:  Polahe wong Jowo koyo gabah den interi, endi sing bener endi sing sejati, poro topo podho ora wani, podho wedi ngajarake piwulang adi, salah-salah anemahi pati.Terjemahan: Perilaku orang Jawa seperti butiran-butiran padi diatas nampan yang diputar (bulir-bulir padi yg berlarian kesana-kemari saling bertabrakan), mana yang benar mana yang sejati, para pertapa tidak ada yang berani, semua takut mengajarkan ajaran baik, salah-salah bisa mati.
  • Bait 141: Banjir bandang ono ngendi-endi, gunung njeblug tan anjarwani, tan angimpeni. Gehtinge kepathi-pati marang pandhita kang oleh pati geni, margo wedi kapiyak wadine sopo siro sing sayekti. Terjemahan: Banjir bandang terjadi dimana-mana, gunung meletus tak terduga, tanpa memberi isyarat sebelumnya. Bencinya sangat mendalam terhadap pendeta (orang pintar/waskita) yg menjalani tirakat tingkat tinggi, karena takut terbongkar rahasia siapa dirinya yang sejati(sebenarnya).
  • Bait 159: Selet-selete yen mbhesuk ngancik tutuping Tahun, sinungkalan dhewo wolu, angasto manggalaning ratu, Bakal ono dhewo ngejawantah, apengawak manungsa, apasuryo pindho Bethoro Kresno, awatak Bolodhewo, agegaman Trisulo wedho, jinejer wolak-waliking Zaman, wong nyilih ambhalekake, wong Utang ambhayar , Utang Nyawa bhayar nyowo, Utang wirang nyaur wirang. Terjemahan: Selambat-lambatnya nanti menginjak tutup tahun, (sinungkalan dhewo wolu, angasto manggalaning ratu = dipimpin 8 dewa, menjabat panglimanya raja = bisa berarti tahun sesuai condro sengkolo). Akan ada dewa menjelma kedunia, berbadan manusia, bermuka seperti Bethara Krisna, berwatak Baladewa, bersenjata Trisula Wedha, sejajar dg terbaliknya zaman, orang pinjam akan mengembalikan, orang hutang akan menyahur, Hutang nyawa bayar nyawa, hutang malu nyahur malu
  • Bait 161: Dunungane ono sikil redhi Lawu sisih wetan, wetane bengawan banyu, adhedukuh pindho Radhen Gatotkoco, Arupa pagupon DORO tundho Tigo, KOYO manungsa angleledho. Terjemahan: Tempatnya di kaki gunung Lawu sebelah timur, sebelah timurnya sungai (Bengawan) air, berumah seperti Raden Gatotkaca, berupa rumah merpati bertingkat tiga, seperti manusia yang menggoda.

[Catatan: Semua data diatas sumbernya diambil dan diringkas dari Wikipedia (Eng). Diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan menggunakan google translate. Terjemahan direvisi dan dikoreksi oleh Kang Simpang SmP]. Ringkasan bait-bait lain yang lebih sederhana dan mudah dipahami:

  1. Berparas seperti Batara Kresna
  2. Berwatak seperti Baladewa
  3. Bersenjata trisula wedha
  4. Sebelumnya ada pertanda bintang pari panjang sekali, tepat di arah Selatan menuju Timur, lamanya tujuh malam, hilangnya menjelang pagi sekali bersama munculnya Batara Surya, bebarengan dengan hilangnya kesengsaraan manusia yang berlarut-larut itulah tanda putra Batara Indra sudah nampak datang di bumi untuk membantu orang Jawa.
  5. Asalnya dari kaki Gunung Lawu sebelah Timur, sebelah timurnya bengawan, berumah seperti Raden Gatotkaca, berupa rumah merpati susun tiga, seperti manusia yang menggoda
  6. Banyak orang digigit nyamuk mati, banyak orang digigit semut mati, banyak suara aneh tanpa rupa, pasukan makhluk halus sama-sama berbaris, berebut garis yang benar, tak kelihatan, tak berbentuk, yang memimpin adalah putra Batara Indra, bersenjatakan trisula wedha, para asuhannya menjadi perwira perang, jika berperang tanpa pasukan, sakti mandraguna tanpa azimat
  7. Bergelar pangeran perang, kelihatan berpakaian kurang pantas, namun dapat mengatasi keruwetan orang banyak, yang menyembah arca terlentang, cina ingat suhu-suhunya dan memperoleh perintah, lalu melompat ketakutan
  8. Putra kesayangan almarhum yang bermukim di Gunung Lawu yaitu Kyai Batara Mukti, ya Krisna, ya Herumukti, menguasai seluruh ajaran (ngelmu), memotong tanah Jawa kedua kali, mengerahkan jin dan setan, seluruh makhluk halus berada dibawah perintahnya bersatu padu, membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda, tajamnya tritunggal nan suci, benar, lurus, jujur, didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong
  9. Tiap bulan Sura sambutlah kumara, yang sudah tampak menebus dosa, dihadapan sang Maha Kuasa, masih muda sudah dipanggil orang tua, warisannya Gatotkaca sejuta
  10. Ludahnya ludah api, sabdanya sakti (terbukti), yang membantah pasti mati, orang tua, muda maupun bayi, orang yang tidak berdaya minta apa saja pasti terpenuhi, garis sabdanya tidak akan lama, beruntunglah bagi yang yakin dan percaya serta mentaati sabdanya, tidak mau dihormati orang se tanah Jawa, tetapi hanya memilih beberapa saja
  11. Pandai meramal seperti dewa, dapat mengetahui lahirnya kakek, buyut dan canggah anda, seolah-olah lahir di waktu yang sama, tidak bisa ditipu karena dapat membaca isi hati, bijak, cermat dan sakti, mengerti sebelum sesuatu terjadi, mengetahui leluhur anda, memahami putaran roda zaman Jawa, mengerti garis hidup setiap umat, tidak khawatir tertelan zaman
  12. Oleh sebab itu carilah satria itu, yatim piatu, tak bersanak saudara, sudah lulus weda Jawa, hanya berpedoman trisula, ujung trisulanya sangat tajam, membawa maut atau utang nyawa, yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain, yang di kiri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan
  13. Pantang bila diberi, hati mati dapat terkena kutukan, senang menggoda dan minta secara nista, ketahuilah bahwa itu hanya ujian, jangan dihina, ada keuntungan bagi yang dimintai, artinya dilindungi anda sekeluarga
  14. Di hadapan Begawan, bukan pendeta disebut pendeta, bukan dewa disebut dewa, namun manusia biasa, bukan kekuatan lain, diterangkan jelas bayang-bayang menjadi terang benderang
  15. Jangan heran, jangan bingung, itulah putranya Batara Indra, yang sulung dan masih kuasa mengusir setan, turunnya air brajamusti pecah memercik, hanya satu ini yang dapat memberi petunjuk tentang arti dan makna ramalan saya, tidak bisa ditipu karena dapat masuk ke dalam hati, ada manusia yang bisa bertemu tapi ada manusia yang belum saatnya, jangan iri dan kecewa itu bukan waktu anda
  16. Memakai lambang ratu tanpa mahkota, sebab itu yang menjumpai segeralah menghormati, jangan sampai terputus, menghadaplah dengan patuh, keberuntungan ada di anak cucu
  17. Inilah jalan bagi yang ingat dan waspada pada zaman kalabendu Jawa, jangan melarang dalam menghormati orang berupa dewa, yang menghalangi akan sirna seluruh keluarga, jangan keliru mencari dewa, carilah dewa bersenjata trisula wedha, itulah pemberian dewa
  18. Menyerang tanpa pasukan, bila menang tak menghina yang lain, rakyat bersuka ria karena keadilan Yang Kuasa telah tiba, raja menyembah rakyat, bersenjatakan trisula wedha, para pendeta juga pada memuja, itulah asuhannya Sabdopalon, yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur, segalanya tampak terang benderang, tak ada yang mengeluh kekurangan, itulah tanda zaman kalabendu telah usai, berganti zaman penuh kemuliaan, memperkokoh tatanan jagad raya, semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi

Disalin dari link komentar narasumber Kang Tapaa : link

APAKAH ANDA PERCAYA ?

Setelah membaca penjelasan dan bait-bait ramalan di atas, pertanyaan menarik yang muncul kemudian adalah “Bagamana tanggapan Anda? Apakah Anda percaya terhadap ramalan tentang kehadiran Satrio Piningit?” Jawabannya tentu saja ada 2 yaitu antara kelompok yang percaya dan tidak percaya (maaf, kelompok tengah, ragu-ragu, antara percaya dan tidak, diabaikan dulu)

Bagi mereka yang tidak percaya sepertinya sudah sangat jelas. Tidak percaya ya tidak percaya. Wajar khan? Ngapain percaya pada mitos atau ramalan kagak jelas semacam itu?” Setiap orang bebas untuk percaya dan juga sebaliknya bebas untuk tidak percaya.

“Aku tidak percaya mitos semacam itu Mbah, tapi aku mutlak percaya pada Messiah”. Itu sih sama saja alias cuma “beda tongkrongan” doang.  Orang Buddha percaya pada ramalan kedatangan    Maitreya, orang Hindu percaya pada ramalan kedatangan Kalki Avatar dst adalah sama saja. Semua agama pada dasarnya memiliki kepercayaan atau ramalan tentang kehadirian “Super Hero atau Sang Penyelamat” di masa depan.

  • Percaya,  terus ngapa-in?

Nah, sekarang bagi kelompok yang percaya. Lalu apa? Apakah kepercayaan cukup hanya diteriakkan dengan kata “aku pecaya!!” .  Nah, itulah POINT terpenting dari tulisan yang hendak saya sampaikan. [iklan Dongengbudaya: Topik mudah dibuat susah, topik susah tambah susah]. 

Kepercayaan hendaknya disertai dengan tindakan positif bukan kepercayaan pasif yang hanya diteriakkan ataupun pasif menunggu pasrah (kedatangan sang tokoh). Menunggu? menunggu sampai kapan?  Bukan hal aneh sepertinya kalau dalam situasi menunggu tanpa kepastian ini sering dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang memanfaatkannya untuk kepentingan politik dan kekuasaan.

Menunggu sambil baca buku!  Benar ! Nah, inilah inti dan pesan utama dari tulisan ini yaitu kepercayaan itu haruslah bernilai positif. Menunggu sambil belajar atau baca buku, jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan bengong menunggu. Berikut adalah lanjutannya :

  1. Percaya dengan cara membersihkan pekarangan dan lingkungan, belajar tidak buang sampah sembarangan dll
    Hah?!?! Apa hubungannya? Ya, jelas ada. Pemimpin datang pasti disambut. Apa Sampean tidak malu saat Sang Tokoh pujaan kita datang, disambut dengan sampah berserakan? Kalaupun Satrio Piningit batal datang, setidaknya lingkungan jadi bersih bukan? Nah, inilah namanya kepercayaan yang positif versi dongbud.
  2. Percaya dengan cara belajar hidup tertib, antri, tertib administrasi, tertib berlalu lintas dll
    Ini mutlak diperlukan. Mungkinkah negara bisa maju apalagi jadi mercu suar dunia segala kalau rakyatnya tidak bisa hidup tertib? Hidup tertib harus dibiasakan sejak dini bukan datangnya mendadak begitu Satria Piningit muncul,
  3. Percaya dengan cara belajar beragam ilmu pengetahuan, ilmu sains, alamiah dasar, ekonomi, budaya, berkebun, ilmu masak atau ilmu apa saja yang bermanfaat.
    Tujuannya ya agar pikiran berkembang dan logika tetap waras sehingga tidak mudah ditipu dengan cerita hoax. Nah, bagian ini juga tidak kalah pentingnya. Negara tidak akan bisa maju dengan klenik atau ilmu kebal,  jalan aspal tidak bisa mulus dengan baca kitab. Tentu saja, pendidikan agama penting, namun ilmu sains jangan dilupakan. Landasan dasar dari kemajuan suatu negara adalah kuatnya pondasi pendidikan. Tidak ada satupun negara maju dengan sistem pendidikan yang amburadul.

Opini Penutup

Kesimpulannya sepertinya sama tidak jauh beda dengan kesimpulan di topik-topik  lainnya.

Yang terpenting bukanlah apa yang saya percayai, tapi sejauh mana kepercayaan itu bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar atau minimal memberikan manfaat bagi diri sendiri. Kalau cuma sebatas jawab “Aku percaya” atau sebaliknya “Aku tidak percaya” ya hanya akan menjadi debat kusir…..

Demikianlah sekilas tulisan tentang Satrio Piningit bagian 1 ini. Tulisan lain untuk topik yang sama bisa dibaca di katagori : Seri Satria Piningit. Kalau ada yang salah dan tidak berkenan, mohon dimaafkan.

[end]

Copyright@dongengbudaya
Copyright@wagerahardjo

Gambar hanya sekedar ilustrasi
Sumber image : krishna.com

Referensi  :


| Go to Top | Halaman Depan | Tulis Komentar |


634 thoughts on “Satrio Piningit, Ditunggu atau Ditertawakan?

    1. org menafsirkan ramalan uga wangsit silihwangi, beragam versi terutama masalah GUNUNG
      maksud sy GUNUNG HALIMUN ,,, GUNUNG = simbol SEGI TIGA dan HALIMUN = kabut tebal menyelimuti SEGI TIGA tsb ,,,,
      Jika ada yg MINTA TOLONG di GUNUNG HALIMUN ,,, kalimat MENOLONG ini juga disebut2 di hadis nb saw ,,, wajib MENOLONG imam mahdi ,,, nah kenapa ada kalimat MENOLONG ?

      Sebab BUDAK ANGON itu hanya bisa membuka PINTU SAJA, pintu apa? GUA di dalam SEGI TIGA tsb ,,, kenapa URANG SUNDA yg dipanggil2 ??? sebab kalimat SUNDA itu merujuk org yg paham akan jati dirinya ,,,, hampir2 petunjuk2 dari Uga Wangsit Silihwangi dan juga Hadist Nabi SAW serba misterius dan penuh dengan simbol2 sulit dipahami ,,,, tapi jika merujuk waktu yg kian dekat di akhir jaman ini yg sekarang sudah tahun 2016, sptnya ada manusia yg bisa menterjemahkan dan menelusuri dan mustahil jika di tahun yang terus merangkak belum juga ada titik terangnya ,,,, lalu bagaimana caranya menyelamatkan dunia ini? sedangkan manusianya masih penuh berlumuran ego masing2 ,,, kayaknya lebih baik alam bekerja saja untuk menyingkirkan sampah2 yang berserakan, sebab yg namanya sampah itu susah di perbaiki lagi, ulah manusia itu sendiri yg telah merusak alam ini, sebagai hukum alam atau hukum sebab akibat atau sunatullah itu sesungguhnya yg terjadi

    2. Jika yg menolong sudah muncul, maka SEGI TIGA tsb akan kawin ,,,, menjadi simbol BINTANG DAUD. Bintang Daud mempunyai 7 pintu yg tertutup kabut, jika pintu yg 3 dan ke7 yg dilalui maka akan gugur sbg pahlawan sabilillah, dan pintu mana yg seharusnya dilaluinya? pintu yg ke-4 yg seharusnya engkau masuk ,,,, jika cahaya terang benderang itu terbuka lekas lah masuk ,,,
      ada 7 jalan menuju 7 masjid ,,, sbgmn dijelaskan pada musarar jayabaya ttg bintang tsb “sak durunge ono LINTANG KEMUKUS, 7 hari dst ,,,, “, masjid mana itu yg dimaksud? masjid di dalam dada manusia yg beriman ,,,, tujukan 7 masjid tesb ,,,, ada pd kalimat BISMILLAH
      1. BA
      2. SIM
      3. MIM

      ALIF
      LAM
      LAM
      HA

      itu masjid yg engkau akan lalui untuk menolong dunia dan menghidupkan org mati yaitu ALIF

      Salam abal-abal, mohon diri, krn udah cape ngetik terus

    3. nambah satu lagi ketikan

      lalu apakah ada org yg tidak mengerti, tapi bisa cerita ttg Bintang Daud yaitu 7 pintu tsb?
      ya, ada ,,,, video di bawah ini, gk paham tapi sok paham ha3

  1. ramalan hanya tinggal ramalan
    mitos akan terus menjadi mitos slama ada yg ngomporin
    tuhan ada kalau ada yg mo nyebut
    sejarah tak kan hilang kalo masi ada yg inget2
    maka dari itu hidup hanya tinggal njalanin aja..
    jadi penyair ya jadi penyairlah
    jadi pertapa ya jadi pertapalah
    jadi piningit ya jadi piningitlah
    hidup hanya sebentar kenapa senang bertengkar dlm sangkar?
    andai kau tahu diluar sana b.e.r.t.a.b.u.r.a.n gelimang cahaya yg teramat terang didalam keabadian..
    kau hanya bisa diam

  2. Gimana bila ada yg siap menunjukan keberadaan ksatria piningit ? Gimana bila ada orang yg sanggup mengangkat sebuah kerajaan,dimana ksatria piningit ada di dalamnya ?

  3. bisa ya bisa bukan ttg tafsir air pd srh Hud 7 (dan Huwa al-lazii kholaqos (dan Huwa yg menciptakan) langit & bumi dlm 6 masa dan singga sananya di atas air.), jd jika air yg pnl maksud adlh air laut.
    Tp proses kejadian makhluk berdaging asalnya ya dari air tp bukan air laut tapi AIR MANI.
    Ktk engkau msh dlm keadaan kondisi berbentuk air mani, langit dan bumi msh bersatu (blm pisah) lalu dlm tahap 6 masa, air mani jd daging, tulang, lalu jd tubuh lengkap dgn kuping, mata, kelamin dsb,,, lalu langit dan bumi (nafas naik (langit) turun (bumi) berpisah ,,, di dlm langit dan bumi itulah Huwa berada!!! (AKU tiupkan ruh Ku) tp knp org kafir msh sj gk mengenal rob /tuhan mrk? tp knp setelah tumbuh jadi manusia mlh melawan Huwa?
    Engkau mlh lebih mengenal air laut yg kotor ketimbang mengenal doremon eh maksud imyong diri sendiri engkau?

    1. aduh salah masuk mbah Wager, tukang seduh kopy dan paste (yg banyak pahalanya) bisakah tulisan ku di atas dipindah ke hal org gila? inyong salah masuk kamar

    2. Buka lah mata dan hatimu, dimana rob mu tinggal? di langit dan di bumi,,, hong wilaheng (dgn nama Allahu dzat yg mh meliputi) awigna (singgasananya di dlm kata) mastuhu namo side

    3. Namo side (si itu matahari dan de itu bulan) agar disingkapkan penerangan cahaya surya dlm keadaan tertutup bulan (gerhana) agar makhluk bumi mendapat pencerahan…

    4. Kang Panci,
      Memindahkan komentar pada blog wordpress adalah tidak bisa. Tidak ada filtur, menu atau tools-nya. Yang bisa adalah hapus atau edit saja.

      Kadang saya mengakali dengan posting ulang namun dgn mengintip dan membajak mail komentar. Cuma….. saya merasa tidak enak karena harus membajak nama dan mail warga. Disamping itu, kalau komentar yang mau “dipindah” berisi banyak reply, kerjaan jadi banyak….

      Untuk kasus yang sama ke depan (kalau ada), komentar yang salah kamar jangan direply tapi diposting ulang saja di halaman yg dianggap benar.

      salam

  4. @ Kang Herucaraka ….bagus juga comentnya…detail ….makasih Kang …

    yang jelas waktu setelah saya di konfirmasi ….waktu itu diri saya persis seperti …film holiwood ….judul ….midnigth spesial ( 2016 )….seluruh mata …muka dan diri saya bersinar terang …dan saya tersenyum ….sama terangnya dgn yg datang mengconfirmasi …setelah melihat diri saya sama …dgn dirinya ….beliau meninggalkan saya …itu artinya comfirmasi cukup dan berhasil ….tanpa alat ataupun ucapan atau tanda pengenal .

    karena saya bukan ali baba …yg hanya meneriakkan ………………..sasammm buka pintu …..lalu pintu gua terbuka …dan saya bisa mengambil hartanya …hahahha…

    ada kemungkinan saya bisa pindah ke dimensinya ….lihat saja film ..tsb …midnigth spesial ..2016 ….di layar kaca 21.

    semoga semuanya cepat beres …dan segera dimulai ….penyelamatan ….

    ….pnl

    1. itu tulisan Panci, mengggunakan nama laen Herucakra
      (heru=air, cakra = bunder= air mani ,,,, air mani ini = ratu amisan ,,, air mani ini lah yg disebut dengan satria piningit juga, asal usul engkau doremon)

    2. doremon itu bisa juga disebut spt al-mahdi/surya budha maitreya/avatar/mesias/SP nya Jepang xi3 ,,,, punya kantong ajaib, yg isinya akan dibagi2kan untuk orang banyak ,,,

  5. Salam damai Kang Wage ….semoga selalu sehat..

    Ini halaman tentang SP..mohon ijin ikut komentar Kang.
    Semakin tampak dan terang .calon calon SP di banyak tempat / bumi ini.. menurut berita yang saya dengar di masyarakat atau baca di google…xixixixi

    Semoga diri kita , ego atau nafsu tidak berkobar besar karena pengalaman gaib dalam berspiritual …
    Pencerahan penyesatan mungkin beda tipis akibat penglihatan visual pengalaman gaib , mimpi dll,,maka kita harus waspada dan sangat super berhati hati , kita yang harus mengetahui dan mampu mengukur kemampuan diri , siapa kita dan telah sumbangsih apa ketika sedang berbaur di masyarakat luas….

    Semoga semuanya damai dan bahagia….

    1. Salam Kang Pokemon, semoga sehat juga.
      Duh, sepertinya saya juga harus membuat tulisan dengan topik bahasan pokemon nih. Seperti saran seorang rekan “Satrio Pokemon sudah muncul !”

    2. ndak tahu sudah berapa atau puluhan orang yg batal jadi SP.
      bagi yg batal jadi SP, mana bisa damai dan bahagia? yg ada hanya rasa sedih dan sesal krn terlalu bersemangat dan pede, mungkin juga sakit hati dan dendam nunggu lain waktu tampil lagi hiks hiks

    3. SP harus ditunggu atau ditertawakan?
      lebih baik tertawakan saja krn terbukti semua calon SP batal jadi dg cara terpaksa ataupun dipaksa.

  6. Betul betul betul
    Ini halaman SP
    Sudah benar bila berkomentar HANYA SEPUTAR SP
    Bukan yang lain

    Persetan dengan yang lain
    Karena yang lain adalah SETAN

    Karena SP adalah MANUSIA SETENGAH DEWA

    Yg lain setengah setan atau setan beneran

    Salam WallKuwalik

Kolom Nama, Mail atau Web bisa dikosongkan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s