(ASK) BINGUNG NIH !! : Perlukah Blog Abal2 Ini Memiliki Domain Sendiri?

SOLVED : Topik ditutup

Tanpa hujan tanpa angin dan juga tanpa mimpi basah atau kering, seorang teman baru (kenal baru seminggu) tiba tiba menawarkan suatu ide menarik. Ceritanya beliau yang penggemar dunia spiritual ingin membangun suatu komunitas spiritual di dunia maya. Bahasa mudahnya, Beliau adalah investor merangkap webmaster, punya modal tapi tidak punya tulisan. Sedangkan padepokan ini adalah sebaliknya, modal cuma tulisan dan bualan doang.

Singkat cerita beliau mengajak siMbah untuk mengalihkan blog gratisan ini ke format domain yang lebih resmi (dongengbudaya.wordpress.com menjadi http://www.dongengbudaya.com). Jujur siMbah awam dan bego dalam dalam hal beginian jadinya pusing 7 keliling. Kalau berpikir tentang umur yang sudah semakin uzur sepertinya bagus juga kalau ada yang mau ikut susah susah mengelola blog ini.

Namun agar memenuhi kaidah sebagai suatu padepokan yang demokratis maka sebelum mengambil keputusan, perlu juga mendengar pendapat para sepuh, para cucu, atau rekan lain yang sering minum kopi dan menginap di blog ini.

  • Perlukah blog abal2 ini mempunyai domain sendiri?
  • Apakah ada pengaruhnya bagi pembaca?
  • Apakah blog formal lebih baik dari blog gratisan atau sama saja?

Silakan sampaikan pendapatnya (bagi yang ingin berpendapat). Hal-hal yang tidak jelas nanti akan dijawab langsung oleh Webmasternya. Komentar personal silakan dialamatkan ke: dongengbudaya@gmail.com

CATATAN TAMBAHAN

KHUSUS UNTUK PENGGUNA HP, tolong saran dan laporannya tentang kendala dan performa blog yang ada saat ini, kecepatan akses, blog yang terlalu lebar  sehingga tidak terbaca di HP, video tidak bisa dibuka, gambar terlalu banyak dst. Mungkin ukuran blog harus dibuat lebih kecil? Matur nuwun.

wage rahardjo
Septermber 01/2012.

24 thoughts on “(ASK) BINGUNG NIH !! : Perlukah Blog Abal2 Ini Memiliki Domain Sendiri?”

  1. Mbah,

    Domain sendiri itu yang … bagaimana ? Bisakah si Mbah memberi contoh, misalnya bllog A,B atau C. Tanpa tahu definisinya, dijamin saya … tidak bisa memberi komentar ! )-: Tapi,secara umum, saya dukung si Mbah untuk membuat blog in lebih berbobot/ ampuh !

  2. Silakan sampaikan pendapatnya
    ———————
    sebagai tamu (kurang ajar) skaligus pengemis ilmu/konten disini (juga), si sy ndak peduli ini blog versi formal atau gratisan hosting maupun kosmetiknya (misalnya pada urlnya tanpa ada embel2 wordpress).

    blog formal/hostingnya bayar biasanya scr porsi bandwidth, lebih lancar diloading disaat serentak banyak pengunjung daripada yg gratisan,
    namun sy sendiri biasa menunggu loading yg lambat.
    sebaik2nya Beliau dan si Mbah punya blog yg oke loadingnya…tetap aja internet yg sy pakai justru lambat krn mengandalkan sinyal gprs maupun cdma1x.
    jangankan internet, di kampung sy tinggal….listrikpun masih sering padam tiba2.😳

    dah dapet info dan ilmu, apalagi bisa berkomentar (baca: curhat) disini…
    sy ucapkan makasih banget kpd Mbah dan para Panjenengan disini. _/\_
    maka si sy mendukung aja keputusan si Mbah, blognya mau upgrade/formal atau tetap gratisan. (^_^)v

    1. salam kenal mas O’on

      sedikit perlu saya jelaskan, web yg akan dibangun ini memiliki loading biasa2 saja tapi jika diakses melalui internet indonesia dipastikan akan agak berat, maklum server saya berada di USA.

      terima kasih kepada sesepuh2 yg sudah memberikan respon posistif atas pengembangan blog abal2 ini😀

      salam,
      3913

    2. Kang OOn, di blog abal2 ini berlaku aturan tidak resmi, “Kalau sudah berkomentar dan memberi saran berarti sudah merupakan keluarga, sedangkan tamu adalah mereka yang datang dan membaca tanpa pernah berkomentar”. Jadi Kang Oon sudah dianggap bagian dari blog2, setidaknya oleh siMbah.

      Masih menunggu 4 orang lagi agar mencapai kourum. wakakakkk

    3. Salam Mas Oon….Mas Balanedewa…..Mas Tim A 2…..Mas Nur….sedoyo sederek….

      Mbah Wage yang selalu kratif cerdas….tidak pernah bisa pikun……he he he…..

      Saya meniru gayanya Mas Oon yth…..ngikut saja maunya para pinter….ikut barisan paling belakang….. dengerin komentar yang bagus … sambil liyer liyer….

      Membangun komunitas spiritual dunia maya ??….waaah….siapa yang mengawali dan siapa yang mau jadi anggota dewan yang terhormat itu……apakah dapat jatah…makan minum kopi rokok gratis disetiap hari atau dapat tunjangan pensiun tidak ?? …ha ha ha…….Nuwun…..

      Reply Wage:
      Siapa yang mengawali?
      Jawab : Tidak penting siapa yang mengawali, yang penting adalah siapa yang mengakhiri.

      Dewan kehormatannya siapa?
      Jawab : Yang nanya langsung jadi dewan kehormatan. Wakakakakkk (komunitas blog abal2 kagak perlu ada dewan2an, nanti dituduh jadi dewan jendral, bisa berabe)

      Dapat Nasi bungkus?
      Jawab : Nanti akan diusahakan menjalin kerjasama dengan organisasi demo bayaran atau oragnisasi politik. wakaakakkkk Salam guyon Kang JS

  3. Salam simbah wage @ ngopi mbah,.enak ni pagi2…
    kalo saran saya,.lanjutkan saja perjuangan simbah bersama teman simbah,..dari sini,mungkin bisa melangkah,menjadi majalah dongeng budaya,.sampai dongeng budaya chennel/tv..
    Untuk bantuan gelar kesetan,ngelap2 kaca,juga angkat2 berat sy siap dipekerjakan sama simbah deh..hhe,.

    1. ASEM !!! Nih anak kocak amat komentarnya. Dongeng budaya channel TV? Wakakkkkk ……. Nanti Nurkahuripan.wordpress mbah akuisisi saja, jadi departemen prosa dan puisi-nya. Setuju?

      Kalau sebatas majalah mungkin masih bisa. Namun cuma beroprasi 3 bulan saja dan akhirnya bangkrut, krut, krut

  4. Wah,.simbah payah,..belum apa2 udah gemeteran langkahnya..huh,..
    Justru tv itu paling cepat utk membom atomkan otak yg nonton,.seperti gledek yg mengampar-amparkan…

    Reply Wage
    Ha..ha..
    Nuwun Kang Nur. Setelah dipikir2 ternyata ada benarnya juga ya, dengan TV sepertinya pesan akan tersampaikan lebih epektip, epextif (duh bingung nulisnya).

    Sedang dipikirkan untuk membuat versi video-nya, khusunya kondisi di negeri orang. Jadi semacam study banding seperti kondisi trotoar di negeri orang, jalur speda,got, sistem penangan bencana dst. Walau bukan TV tapi anggap saja sebagai rintsan awal. Cuma masalahnya sekarang, siMbah belum punya video jadi harus nawarkan ginjal dulu.

  5. hmmm……….
    para sesepuh disini masih lumayan punya Tulisan tapi ga punya modal, lah saya gimana mbah, cuma taunya membaca tokkk….. kagak punya tulisan maupun modal.
    Hasil nungguin recehan di pinggir jalan juga sudah menurun setelah puasa dan lebaran mbah, cukup buat makan (sekampung) dan bayar internet tokk….
    Kalo saya mbah memberi komeng “wat eper lah” mbah….. mau pake gratis, maupun yg “bayar” ga apa apa mbah, sing fenting tetap ada tulisan yg keren yg bisa saya baca tiap bulan. syukur2 bisa jadi majalah seperti yg kang nur ungkapken…

    Salam Tangan Dibawah mbah…..😀

  6. Siapa yang mengawali?
    Jawab : Tidak penting siapa yang mengawali, yang penting adalah siapa yang mengakhiri.
    —————-
    Konon, hidup adalah sebuah perjalanan … Mungkin tanpa tujuan, sebab setelah ‘sampai’ ke satu tujuan, adaaa lagi tujuan2 yg lain. Perjalanan – tanpa tujuan – sejauh seribu mil diawali dengan SATU LANGKAH. Kemudian satu langkah lagi,satu lagi,satu lagi,dst. SEMPRUL, belum dimulai kok mikir siapa yg mengakhiri !

    Saya dukung domain sendiri, asal tujuannya bukan untuk …. menyantet saya ! (-:

  7. oh iya mbah…. tambahan, Kalo pun nanti jadi dibuatkan Domain sendiri, kalo bisa blog ini “ramah” terhadap PC dan ramah terhadap “Mobile/Hape”. Pengguna internet indonesia masih mayoritas Handphone. 😀

    Reply wage:

    1. Re mayoristas pengguna hp : Mbah, saya kira ini point yg penting ! Situs,domain nya bagus tapi nggak bisa diakses banyak orang ya …sayang …

    2. Usul yang sangat bagus. Pengguna Hp mohon memberikan sedikit masukan atau keluhan. Gambar yang terlalu banyak, video tidak bisa dibuka, ukuran layar blog yang terlalu lebar dll. Budayakan mengeluh di blog abal2……..

  8. Nuwun sewu..
    Mbah klo dah pake domain sendiri nanti paman mau komen2 tetep gratis kan????
    saran Paman coba, dua2nya di bandingkan dg sistim analisa S.W.O.T, ( Strength, Weakens, Opportunity , Threat ) ( Kekuatan, Kelemahan, Kesempatan, Ancaman)

    Pesan sponsor: Apapun Domainya yg penting Happy…

    Paman Dalbo

    Reply wage:
    Terima kasih Paman. Saran yang sangat bagus.

    1. Jeng Bunga yang baik,

      SiMbah bogo dalam hal beginian, sehingga perlu pertimbangan. Sebagai orang yang dituakan di pedepokan ini mbah khan harus mengikuti kaidah musyawarah jadi tidak asal memutuskan sendiri.

      Ibarat orang desa diajak pindah ke kota yang bersih, dijanjikan tinggal di apartement, mbah sih harus tanya ke warga dulu sebelum memutuskan, siapa tahu ada yang punya usul dan pertimbangan lain. Itulah gunanya ada banyak kepala. .

      Walau akhirnya mbah juga yang akan memutuskan, tapi rasanya ada unsur kekeluargaannya kalau ada sisi dengar pendapatnya. Walau abal2 tapi tetap ingin memberi contoh padepokan yang baik. Begitulah kira2 yang ada di kepala mbah.

  9. @ O`on,

    Nice to see you here bro…

    @ Modernprimate, Waji Man, Wong iseng,

    Nice to see you too…

    @ TimAbal2,

    Nice to see you and met kenal…

    @ Mbah Wage,

    Very nice mbah, Walau saya tidak begitu banyak tentang teknologi atau server, saya ucapkan Selamat ya mbah atas visi dan misinya, walaupun masih berupa ide dan wacana, saya mendukung embah, seperti mas Nurkahuripan, sayapun mau membantu embah, saya bantu2 di belakang layar aja jadi seksi dapur, alias bagian konsumsi… xixixixi…

    Mbah nanya bagaimana kalau seandainya punya domain sendiri?… ya bagus mbah, ntar mbah bisa creat something yang orang lain tidak punya/ tidak bisa ciptakan. Saya yakin mbah pasti bisa atau harus bisa… pokoknya wot eper heppen, jangan menggadaikan ginjal mbah, tapi kalau embah masih merasa cucu si cullen, donor darah sekali-sekali juga nggak pa-pa, biar tambah sehat…

    Tapi bagus juga masukan paman Dalbo di jadikan pertimbangan mbah, hati-hati lan tetep eling lan waspada… tapi tetep think positive, dan sebaiknya dalam join adventure ini si embah dan si penanam modal harus ketemu dulu untuk kencan eh kopi darat untuk membicarakan langkah2 kongkrit kedepannya, meminjam istilah pakpo JS sebagai dewan nanti akan di tinjau ‘repelita’ pembangunan abal2nya tiap 5 th sekali… eh kelamaan, nanti jadinya akan ada pemilu abal2 dong… he he he…

    Ya pokoknya, apapun keputusan embah, saya tetep mendukung embah… hidup embah! Hidup tim abal2!…

    Salam warga abal2,

    Dewi

  10. perlu mbah.. biar praktis, langsung redirect aja dari dongengbudaya.wordpress.com ke dongengbudaya.com..
    jadi ibarat kantor, ga usah pindah tempat.. ga usah pindah perabotan satu per satu..
    tapi cukup ganti plang kantor tersebut, dari wordpress ke (dot)com..
    blog saya juga sebelumnya angoraspace.blogspot.com jadi angoraspace.com tanpa pindahan konten.. cuma ganti nama..🙂

    1. Salam Mbah Wage, Salam Kang Bayu Angora dan poro sedulur.
      Betul mbah… kata kang Bayu… tinggal redirect… langsung ganti plang…. kenapa harus nambah “juru masak”? … sehingga mungkin akan beda “aroma dan rasanya”. kalau juru masak banyak sih sebenarnya tak masalah asal jelas si pembuat resep/juru masaknya.
      Hmmm…. firasatku kok …waswasweswos…yaa…. maap.

    1. Rama, terima kasih atas kesediaannya membantu. Tapi walau susah tetap akan pilih pakai Wiki, karena berharap dikoreksi dan diedit oleh rekan lain. Sedang kalau pakai wordpress, jadi terasa sama dengan blog.

Kolom Nama, Mail atau Web bisa dikosongkan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s