Kitab Suci, Untuk Apa ?

file2334Dongbud. Wager. Dongeng budaya adalah blog agama? Ya, begitulah kira-kira. Agama apa? Agama apa saja yang penting hati senang. Namun tidak seperti blog agama pada umumnya tidak bisa lepas dari kutipan ayat, blog ini mencoba menghindarinya. Kenapa? Alsannnya adalah karena pengunjung di blog ini adalah datang dari beragam latar belakang yang beragam.

Seandainya blog ini, di setiap tulisanya selalu penuh dengan ayat kitab yang berseliweran tidak jelas juntrungnya, dijamin akan membuat pembaca mual. Simbah yang nulis saja mual, apalagi orang yang baca. Lagian pakai kitab suci yang mana? Kitab suci siMbah yang bulukan itu? Tambah mual dong Sampean. Wakakakkkk……

Sssssttt……jujur saja, sebetulnya siMbah ini tidak punya kitab lho. Kitab satu satunya yang dulu dimiliki sudah Mbah  bakar dan abunya saya campur dengan kotoran sapi dijadikan pupuk. Tumbuhan tumbuh subur, bunga mekar mewangi, kumbang dan kupu-kupu pun senang. yeah, dibandingkan dijadikan pajangan di rak buku, dibangga-banggakan bikin kepala besar tidak karuan maka jauh lebih berguna kalau didayagunakan bukan?

  • Ah, jangan gitu dong Mbah, kitab suci khan sangat penting ting, ting….

Penting apanya? Bukankah gara gara kitaab usang ini telah membuat sekelompok orang tega saling cekik dan saling tusuk?

::Yang salah bukan kitabnya Mbah tapi orangnya.

Alasan yang sudah terlalu sering kita dengar, tapi…….. ah, sudahlah.  Yang jelas, blog abal-abal ini mencoba untuk tetap terbuka yaitu dengan menyediakan ruangan khusus untuk folder katagori “Kitab Suci“. Semua hal yang berhubungan dengan kitab ditaruh di folder tersebut. Berhubung filenya lumayan besar maka agar tidak berat saat diakses, kolom komentar tidak disediakan. Sebagai gantinya kolom komentar disediakan di halaman ini.  Jadi bagi pembaca yang ingin berkomentar tentang kita suci, silakan ditulis sepuasnya di halaman ini.

Bagi saya pribadi, sebetulnya lebih senang menyebutnya sebagai buku pustaka (kepustakaan) atau literatur kuno, tanpa embel-embel kata suci. Istilah kitab suci hanya cocok untuk para pendukung atau kelompok penganutnya saja. Buku adalah buku, yang suci adalah prilaku atau amalan (baik).

Menyucikan suatu buku cendrung akan menjadikan buku sebagai berhala semata. Menyepelekan juga mungkin kurang bagus. Yang terbaik (menurut versi saya) adalah  yang wajar-wajar saja. Bagian yang bagus  ya diambil atau ditiru, bagian yang tidak cocok ya diabaikan…..

wager

Sumber image: unknown

Advertisements

34 thoughts on “Kitab Suci, Untuk Apa ?

  1. Nuwu mbah..
    Menurut Paman nih..Kitab suci identik dg Agama.

    Agama = obat
    bisa menyembuhkan yg sakit, itupun kalo cocok, kalo nggak malah bisa sebaliknya .

    Jadi kalu dah sembuh ya gak perlu kontinyu minum obat toh apalagi berlebihan,nanti malah overdosis.

    Asah asih asuh

    Paman dalbo

    Reply wage: Pengandaian yang sangat tepat dan bijak Paman. Kita suci atau agama itu ibarat obat yang kalau berlebihan bisa overdosis. Lebih parah lagi kalau tidak merasa diri orverdosis. Salam

  2. KITAB SUCI ? Untuk Apa ?
    ——————–
    maksudnya tu kitab suci, apakah berkonten fiksi/dongengan atau kontennya ndak relevan dgn hasil penelitian/ilmiah (formal, profesional dan modern) ?
    kalo iya,
    yaaaah…boljug, maka kitab suci sekedar sebagai bacaan hiburan atau buang2..eh..mengisi waktu luang aja, Mbah.
    ,,(^_^),,

    Reply wage: Salam Kang O’on. Ha..ha…komentar yang lucu dan menarik. Rada bingung juga menuliskan judul, jadi terpaksa diubah berulang kali. Kitab suci, maksudnya apa? Yeah apa saja pokoknya masih berhubungan dengan kitab suci. Kagak nyambung juga boleh. Khan blog abal2. :mrgreen:

  3. Nuwun mbah..
    Dari sekian panjangnya ayat2 itu..faforit Paman yg ini nih mbah,,

    23.Mereka yang senantiasa melakukan kebajikan dan kebenaran akan memperoleh istri yang cantik dan utama, mereka akan mendapatkan rumah mewah, kelimpahan sandang pangan dan juga harta kekayaan.

    mbah ikutan yuk….

    Asah asih asuh.

    Paman Dalbo

    Reply wage: Wakakakkk, mamang ayat nomor 23 tersebut rada menghibur. Mungkin Sang Penyusun punya cukup sense of humor kali ?

    Tapi masih untung ayatnya tidak berbunyi “…akan memperoleh istri yang cantik dan BANYAK…” Asik tiap hari ganti2 …..maksudnya gantian ditampar istri wakakakkk

    Mau khan Paman?

  4. Ayat 23 : Versi saya, mereka – perempuan – akan mendapat … suami yang banyak dan setia, suami yang muda,sehat, dan ceria.

    Reply wage: ceria dan juga kaya hi..hi…

  5. Ngomong2, Mbah, kitab suci memang sekedar buku kumpulan tulisan. Tapi, ada manusia jenius, kalau bukan malaikat atau Tuhan sendiri – yang bisa memberi … inspirasi orang untuk berbuat …baik pada sesama melalui tulisan dalam kitab itu. Tidak hanya itu. Orang bisa menemukan … makna hidup – apapun artinya – sehingga hidupnya terasa berarti, bukan hanya ‘mati tidak hidup pun enggan …’

    Contohnya, “Hukum yang paling penting adalah memperlakukan sesama manusia sebagaimana kita ingin diperlakukan orang lain.’ Satu lagi,nyaris sama, Jangan ‘menggitukan’ orang lain kalau kita tidak mau ‘digitukan’ orang lain.’ Kira2 : jangan menghina orang kalau kita tidak mau dihina. Jangan memukul orang,kalau kita tidak mau dipukul. Jangan menertawakan orang lain kalau tidak ingin ditertawakan orang – dus lebih aman menertawakan diri sendiri .(semboyan blog ini ).

    1. “Jangan menggitukan orang lain kalau kita tidak mau digutukan” Mantap ! Walau tidak mau digituin tapi masih saja tetap digituin. Asem!! Mbah waktu muda nyari yang begini begitu. Ngomong apaan sih?

  6. Nuwun Mbah..

    Wah ada yg tersinggung samapi kebakaran jenggot nih mbah..ups..sorry, beliau nggak punya jenggot sih..orang namanya perempuan….Emang Sdri Dewi paling agresif ketika soal feminisme di sentil2, tapi Paman rada bingung apa yg membuat Dewi kebakaran jenggot, upss salah lagi..
    kan ayat 23 cuma menyebutkan “…mendapatkan istri yg cantik dan utama ”
    Apa salahnya sih leki2 mendapat istri yg cantik dan utama? itupun kalau berbuat kebajikan dan kebenaran menurut ayat2 itu kan? coba kalau ayat 23 menyebut …” Mendapat istri yg cantik plus tujuh bidadari hhmmmm pasti Dewi nggak cuma kebakaran jenggot saja..uppss salah lagi..

    Asah, asih, asuh..

    Paman Dalbo.

    With Garuk2 kepala.

  7. @ Paman Dalbo,

    Paman saya nggak kebakaran jenggot kok, cuman gemes aja :wink:…

    Anyway, ayat 23 itu dari kitab apa ya?… xixixixi… by the way, isi dalam kita itu bukan sekedar permasalahn gender saja, melainkan ada yang lebih besar dari itu, yaitu motif dan tujuan di balik pembuatan kitabnya… entah itu mistik, budaya dan politiknya pada waktu itu… tapi kalau masalah keluhuran budi pekerti, sebenanrya nusantara lebih tua peradabannya dan nggak kalah dalam pepeling/ wewaler dsb jika di bandingkan dengan sebuah kitab bikinan budaya lain. hanya bedanya tanpa tambahan bonus surga dan neraka :D…

    Hmmm, entahlah Paman, kita semua juga nggak ada dalam TKP waktu itu, saya hanya main feelings aja…. kenapa ya kok saya jadi merasa being foolish, simply just by reading that holy books?…. otherwise thay are just a ‘fairy tale’… then, let it be that way, beautiful fairy tale… and nothing`s wrong with it somehow… while I`m just criticise them sometimes… and I hope nothing`s wrong with it too :)…

    Salam dongeng budaya,

    Dewi

  8. @ Mbah Wage, paman Dalbo, Bala(ne)dewa, O`on, Wong iseng, All,

    Selamat pagi semuanya…., terima kasih atas tulisannya… Kitab suci??…. ah, betapa nggak dulu nggak sekarang, betapa ‘Media’ berperan dalam marjinalisasi suara dan stereotip perempuan.

    Kalau sekarang istilahnya media cetak, surat khabar dsb, kalau dulu boro-boro koran, yang ada juga ‘dongeng’ lalu di buatkan buku/ kitab. Tapi andai yang menulis kitab itu perempuan??…. tentu lain isinya, dunia juga nggak sehoror yang di lukiskan para pria… perang atas nama agama dsb… uuuhhh… ngeri deh, belum lagi wanita bisa masuk surga kalau mau di madu… how pathethic!… semua itu akal2an muslihat laki-laki saja yang mungkin gen kromosomnya masih belum berevolusi sepenuhnya menjadi manusia, alias masih ada gen kromosom gorillanya… suka kawin, suka berantem bengis sesama kawannya… demi untuk kepuasan pribadi seperti kekuasaan duniawi dan seisinya.

    Ups sorry! Tapi seperti lagunya pak Basofi soedirman yang judulnya.. “Tidak semua laki-laki”…. xixixixixi…., saya percaya semua lelaki di sini walau abal-abal tapi baik hatinya, karena kecerdasan njenengan semua terasah oleh nurani, bukan oleh dogma agama… bravo!

    Salama happy Monday!

    Dewi

  9. …andai yang menulis kitab itu perempuan??….
    ——————-
    FYI kalo yg si sy tahu sih…
    itu tuh karangan si J.K Rowling yaitu kitab (..eh..apa novel yak?. ) harry potter,..
    saking menariknya…sampai dibuat versi pelemnya
    biarpun fiksi tapi ada adegan koran yg bergambar motion spt file .gif/video..
    dan kayak koran gitu mungkin bisa diproduksi masal juga…walawpun belum dimulai (hingga) saat ini. ,,(^_^),,

    salam “jaka sembung” aka gak nyambung, (^_^)v

    Reply wage: Btw, album foto bergambar jpg motion sudah ada

  10. “Tahukah anda bahwa kitab suci simbah sudah lama simbah bakar dan abunya saya campur dengan kotoran sapi alias dijadikan pupuk untuk tanaman. Tanaman jadi subur, bunga mekar semerbak mewangi, kupu kupu datang dan hatipun jadi senang. Dibandingkan dijadikan pajangan di rak buku, dibangga-banggakan maka jauh lebih berguna kalau didayagunakan bukan?”
    ___________________________________

    lah ini kitabnya PDF, kagak bisa saya bakar mbah…. 😀

    Reply wage: Maksudnya dipindah ke PDF terus bukunya dibakar Praktis dan Aman khan? Kagak perlu ada demo bakar2an kitab lagi.

  11. kitab “itu” jd suci karena sering dicuci,

    seperti kitab pnya mbah.e sy, yg bhasanya aneh tur komplit amat, pkek bhsa sanskerta,jawa,sunda,indonesia dan arab, nyatu jd satu di atas benih sendiri,

    Reply wage: Matur nuwun Ki, sudah mampir

  12. kitab “itu” jd suci, karena sering dicuci, orang hidup jangan takut mati,
    hidup yg tidak pernah lahir ataupun mati, jelma kiai bayi yg tdk dilahirkan.

  13. kita suci di ibaratkan, sm halnya dng tulisan resep obat dr dokter,
    misal: dlm resep dtulis obat sakit kepala = bodrex,
    logikanya kalo pngen smbuh sakitnya, kn resep obt trsbut hrus dicari? dn dtebus di apotik. yg pasti jg obtnya gk gratis..,
    nggak cuman dbaca bodrex bodrex smpe ribuan x,

    tp kbnyakan skg ini kitab suci hnya jd bacaan aja, smpe modar ge kagak bakalan nyambung kesono,

    1. Nuwun Sewu..
      @ sdr/i Lantjing..betul sekali…supaya sembuh harus di mimik obatnya..sesuai dosisnya.
      pesan Paman nih…tlg kl dah sembuh jangan terus menerus minum obatnya ya…entar .overdoses jadinya maah lebih sewot…

      Asah asih asuh.
      PD.

    2. @ Rekan Lantjing, selamat datang di blog abal-abal. Saya suka sekali dengan contoh pengandaian yang dibuat. “Kitab suci dibaca ribuan kali sampai modar juga tidak bakalan nyambung kesono” Wakakakkkkk

  14. 18.61 Tuhan Yang Maha Esa bersemayam di dalam hati semua orang, wahai Arjuna, dan Beliau mengarahkan pengembaraan semua makhluk hidup, yang duduk seolah-olah pada sebuah mesin terbuat dari tenaga material.

    6.29 Seorang yogi yang sejati melihat Aku bersemayam di dalam semua makhluk hidup, dan dia juga melihat setiap makhluk hidup di dalam diri-Ku. Memang, orang yang sudah insaf akan dirinya melihat Aku, Tuhan Yang Maha Esa yang sama di mana-mana.
    ================================================
    Saya : Tuhan, Dewa ada … di DALAM HATI setiap orang, BUKAN di atas. bawah sana. Apalagi di satu tempat/ negara. Melihat orang lain dalam Tuhan, dan Tuhan dalam setiap orang.

    Yg di atas adalah kutipan favorit saya.
    ———————————————————————————
    Dengan jalan apapun seseorang menyerahkan diri kepada-Ku,
    Aku menganugerahi mereka sesuai dengan penyerahan dirinya itu.
    Semua orang menempuh jalan-Ku dengan berbagai cara, wahai putera Prtha. (Favorit Admin)
    ————————————————————–
    Saya : Ampuhnya Krishna. yang adalah juga (titisan) Dewa sendiri. Krishna tidak menuntut supaya orang menyembah dia dengan cara ini itu SAJA.
    =======================================================
    11.10-11 Dalam bentuk semesta itu, Arjuna melihat mulut-mulut yang tidak terhingga, mata yang tidak terhingga, dan wahyu-wahyu ajaib yang tidak terhingga. Bentuk tersebut dihiasi dengan banyak perhiasan rohani dan membawa banyak senjata rohani yang diangkat. Beliau memakai kalung rangkaian bunga dan perhiasan rohani, dan banyak jenis minyak wangi rohani dioleskan pada seluruh badan-Nya. Semuanya ajaib, bercahaya, tidak terbatas dan tersebar kemana-mana.
    ————————————————————————–
    Saya : He he he Arjuna lah SATU2 nya orang yang pernah melihat wujud Dewa Wisnu, Tuhan. Nampaknya tidak ada (banyak) orang/nabi yg bisa melihat Dewa Wisnu/Tuhan.

    Btw,Mbah, terjemahan Tuhan Yang Maha Esa menurut saya kurang …pas. Dewa,lebih cocok.

    Tapi, Tuhan/Dewa ternyata …pernah turun ke dunia dalam bentuk …. manusia (Kresna) ! (-:

    slumanslumunslametslumanslumunslamet ,om mani peme hung om mani peme hung,sadhusadhusadhu

    PS : Bhagawad Gita adalah dialog antara Arjuna dan Krishna/Kresna . Dialog ini terjadi saat perang besar antara Kurawa dan Pandawa hampir mulai. Arjuna merasa sedih karena dia harus berperang melawan orang2 yg dia cintai dan hormati – Drona,Bhisma,dll. Oh ya, B Gita adalah juga kitab suci orang2 Hare Krishna yg dilarang di Indonesia itu.

  15. Saya mau komplain lagi nih mbah.. tentng sarasmauccya. tampaknya ada kesalahan pada Sarasamuscaya 1. setahu saya terjemahan sarasmuscaya sloka satu adalah sebagai berikut:

    Anaku kamung Janamejaya, salwirning warawah, yawat makapadarthang caturwarga, sawataranya, sakopanyasanya, hana juga ya ngke, sangksepanya, ikang hana ngke, ya ika hana ing len sangkeriki, ikang tan hana ngke, tan hana ika ring len sang keriki. (Sloka 1)

    Artinya: Anaknda Janamejaya, segala ajaran tentang Catur Warga (Dharma, Artha , Kama , Moksa) baikpun sumber, maupun uraian arti atau tafsirnya , ada terdapat disini; singkatnya, segala yang terdapat disini akan terdapat dalam sastra lain;yang tidak terdapat disini tidak akan terdapat pada sastra lain dari sastra ini (tentang catur warga).

    1. @ Sdr Mertamupu,

      Senang Anda mau berkunjung dan berkomentar lagi di blog abal2 ini. Anda benar, ada kesalahan terjemahan pada sloka tersebut dan akan segera diperbaiki. Terima kasih banyak atas pemberitahuannya. Jangan segan melakukan keluhan kalau ditemukan ada kesalahan.

      salam
      wager

    2. Mau nanya lagi nih mbah.. Kitab sarasamuccaya yang dipublis di blog ini, nama penterjemahnya siapa, tahun terbit dan juga nama penerbitnya. soalnya mau dijadikan referensi novel.

      Sloka-sloka yang ada pada sarasamuccaya tersebut mudah dipahami. Tidak bertele-tele. sehingga saya mengutip dari sloka – sloka pada tersebut.

    3. @ Sdr Mertamupu,
      Punapi kabar-e? Mogi becik tur rahajeng.

      Senang Anda berkunjung lagi. Cuma sayang beribu sayang, saya tidak bisa membantu apapun. Sloka Sarasamuscaya yang dimuat di blog ini adalah kiriman seorang teman, yang sekarang orangnya hilang entah dimana. Apakah sumbernya hasil copas dari internet atau disalin dari buku, saya tidak tahu. Jadi nama penerjemah/penyusun, tahun terbitan dll adalah UNKNOWN.

      Dulu saya pernah memiliki naskahnya tapi dalam bentuk stensilan. Penyusunya adalah orang Jawa (maaf lupa nama). Terjemahannya kurang lebih sama dengan di blog ini. Versi buku juga punya tapi bahasanya kaku dan payah menurut saya (mungkin juga saya yang payah?!).

      Salinan yang dimuat di blog ini sudah mengalami (sedikit) proses editing oleh team dongbud sehingga lebih enak untuk dibaca. Sub-judul ditambah untuk memudahkan pencarian atau mempelajari. Dengan kata lain, kitab yang dimuat diblog ini sudah tidak asli lagi. Jadi kalau mau dijadikan referensi apalagi berupa buku yeah…resiko ditanggung sendiri.

      Agar informasinya tidak abal2 maka saya sarankan menghubungi pakarnya. Rekomendasi saya adalah menghubungi Bapak Ronnie dari STAHN-TP Palangkaraya. http://rid755.wordpress.com/

      salam

  16. kitab suci?, saya kok bingung kenapa orang2 bilang buku itu kitab suci?, coba aja ditaruh di WC, apa masih pantes dibilang suci?..kalo saya lebih suka orang yg baca buku itu yg dibilang suci, bukan bukunya,.

  17. kalo saya lebih cocok “yg suci itu perbuatan orgnya setelah dia mendapat penjelasan (pencerahan) selesai membaca buku (kitab suci) nyah ituuuu”

    gkkgkgkk salam abal-abal ^_^

  18. Kitab sarasamuscaya kalau tidak salah diperuntukkan untuk calon “pandita” atau pendeta yang akan menempuh “pasraman” (pendidikan untuk pendeta), jadi kalau ada sloka2 yang tampaknya berupaya menjauhkan sang calon siswa kerohaniaan ini dari godaan ketertarikan terhadap lawan jenis, maka ini wajar saja, karena kitab ini specific untuk calon pendeta, yang nantinya diharapkan dalam masa pendidikan-nya (brahmacari-ashram) mematuhi aturan2 ashram salahsatu-ya adalah hidup selibat (tidak melakukan kontak atau hubungan dengan lawan jenis)..

    :mrgreen: Reply dongbud: Terima kasih atas tambahannya.

  19. sarasamuscaya adalah bagian dari weda (ilmu pengetahuan kebenaran), weda adalah kitab suci agama hindu (bukan hanya hindu bali), jika ada yg menganggap kitab suci agama lain.. silahkan saja.. karena ilmu pengetahuan memang diturunkan tuhan untuk setiap ciptaannya untuk mencapai tujuannya.. salam sejahtera

    1. kitab suci..kitab yang suci, dan akan selalu tetap suci. Ayat ayat Tuhan yme dimanapun berada akan tetap suci,tertulis di sebuah buku,baju,batu atau bahkan air..apakah kitab suci itu. Jika buku isinya gambar porno namanya “buku porno”, jika buku isinya tentang olahraga maka itu ” buku olahraga”, jadi buku /kitab bisa disebut suci karena didalamnya tertulis ” Ayat ayat Tuhan yme yg suci “…pernahkah anda sekolah? Punya buku apa? Buku matematika pasti isinya tentang “pelajaran matematika” ..sangat simple?? Hanya setan dan iblis yang “muak” terhadap kitab suci!!

    2. Sebagian (besar/kecil) orang Islam muak terhadap kitab suci orang Yahudi, sebagian orang Yahudi muak dengan kitab suci orang Kristen, Kristen muak terhadap kitab suci orang India dst.

    3. kata siapa ah itu hanya prasangka hati anda saja pak wagerr..apakah anda sudah pernah membaca “kitab suci”..? Aneh..

    4. Kitab suci dgn kitab kertas apakah sama mbah? Kitab suci itu ada di dlm hati, yg bicara spt itu (ada di dlm hati itu qur’an) “huwa qur’anun majiid” nah hu itu qur’an yg mulia, (bhs sansekerta hu itu atma, qolbu yg paling dalam, org jawa bilang gusti (bagus ing ati) ya gustimu ) hu itu hidup, bisa bicara dan kita bisa mendengar, itulah kitabullah yg sebenarnya xi3

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s