Agama Universal

Penulis: Iful Sevenstar – Agama universal adalah milik segenap manusia di muka bumi ini tanpa kecuali, apakah agama yang bertebaran sekarang ini seperti Yahudi, Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu dll adalah agama yang universal? ditilik dari pesan dan inti ajaran semua agama itu sebenarnya mengklaim adalah sebagai agama yang universal, tapi kenapa dalam prakteknya terkesan sektarian atau sektoral? tampak nyata dilihat mata telanjang upacara, ritual, syariat sungguh disesuaikan dengan daerah/ wilayahnya masing-masing. Dan tampak nyata pula ternyata masing-masing agama meng klaim sebagai agama yang terbenar dan hanya agama milik nya saja yang direstui Tuhan. Jadi dimanakah letak keuniversalannya?

Apakah Tuhan Sang Pemilik Jagad ini sangat mudah untuk dikotak-kotakan, sesuai keinginan suatu golongan atau bangsa? Apakah benar Tuhan Yang Maha Adil Bijaksana melakukan diskriminasi terhadap suatu golongan atau bangsa? Sungguh pelik bila kita memperbincangkan Tuhan lewat ‘adonan’ masing-masing pemikiran/ pemahaman suatu golongan. Menurut saya, Tuhan itu adalah konsep/ gagasan. Setiap orang tidak diharamkan untuk membedah konsep Tuhan itu menurut apa yang difahaminya. Cuma gagasan tentang Tuhan itu berbeda dengan gagasan tentang sesuatu selain Tuhan. Gagasan Tuhan itu hanya bisa diexplore oleh kekuatan pikiran dan hati nurani kita sendiri. Sehingga saya berani menyimpulkan yang disebut Tuhan itu adalah Pribadi kita sendiri yang tinggi (higher Self). Jadi hal utama dan pertama yang harus dilakukan manusia untuk memeluk agama universal adalah menghampiri/ mendekati sampai akhirnya menyatu dengan Higher Self nya masing-masing. Higher Self itu adalah DIA yang meliputi segala sesuatu di alam semesta yang tak terbatas ini. Higher Self itu adalah AKU yang selalu memberikan pengajaran/ bimbingan tentang apapun yang tidak didapatkan di bumi ini.

Kalau sudah hidup dalam lingkaran yang tak terputus dengan Higher Self nya sendiri maka pikiran dan hati kita akan dibukakan selebar-lebarnya, ternyata sungguh tidak diragukan lagi kebenaran itu memang ada pada diri kita masing-masing. Sudah tidak ada lagi kamus melihat keyakinan ke luar diri kita, benar-benar MUTLAK ke dalam diri kita sendiri. Jadi agama yang tergelar di hadapan kita tentu adanya di luar diri kita, jadi agama sejati yang orisinil itu adalah diri kita sendiri yang sudah hidup dalam lingkaran yang tak terputus dengan higher self nya sendiri. Kalau sudah demikian memang sekilas akan terlihat sebagai orang yang tak beragama, tak bertuhan atau ateis. Itulah konsekwensi logis yang harus diterima dengan lapang dada.

Kalau kita simak ajaran Islam mengatakan dalam suatu hadis “islam akan terpecah ke dalam 73 golongan dan semuanya masuk neraka kecuali yang berpegan teguh pada aku dan para sahabat ku” yang tidak bergolong-golongan itulah yang benar-benar dirinya sudah hidup dalam lingkaran Higher Self nya. Kalau sudah hidup dalam lingkaran Higher self maka para para pendahulu / leluhur kita yang suci, sudah masuk nyata dalam lingkaran tersebut termasuk Nabi dan para sahabat nya. Lingkaran Higher self atau diri kita itu luas tak terbatas sudah meliputi masa lalu, sekarang dan yang akan datang. Inilah yang disebut kekuatan spiritual yang mampu hidup menerobos ruang dan waktu. Berkesadaran multi dimensi atau kesadaran kosmik itu lah yang disebut beragama universal. Potensi dan peralatan untuk menuju universe itu tak lain adalah pikiran dan batin kita sendiri, tentu dengan mengolah, menggali dan berpikir secara terus menerus.

Alangkah sayang seribu sayang bila pikiran kita di marjinalkan kemampuannya, disuruh untuk meyakini/ mengamini saja keyakinan yang ada diluar kita, sebutlah agama. Alangkah malangnya hati nurani kita tidak mampu berfungsi sebagai JURU PENGADIL/ Mizan terhadap gejolak yang ada di pikiran kita, hati yang malang itu hati yang sudah dikuasai perasaan ketakutan bila mendobrak kekakuan, ketakutan karena takut dosa melanggar keyakinan di luar dirinya, sebut saja agama. Bahkan menurut saya yang disebut menduakan Tuhan adalah, dirinya sudah tidak meyakini Tuhan yang yang ada dalam dirinya, dirinya sudah meyakini Tuhan yang ada di text book/ kitab suci atau di luar dirinya. Meyakini itu bukanlah slogan atau ucapan semata, meyakini itu adalah praktek dan perjalanan pribadi.

Kesempatan itu tidak datang dua kali apa lagi berkali-kali, kesempatan untuk menyatakan bertuhan dengan bukan sekedar slogan, ucapan, ikut-ikutan, wacana tapi berdasarkan pengalaman pribadi itu adalah hari ini, ketika kita masih bernafas. Seandainya sudah tua renta, cacat, atau meninggal dunia maka kesempatan itu sudah hilang ! dan jiwa yang tidak mengalami kematian akan menangis, percis ketika mimpi buruk kita merasakan sakit/ tertekan tapi tubuh ini tidak berdaya karena tidur (mati) dan hanya bisa terbebas dari sakit/ tertekan itu dikala kita bangun (bangkit) tapi setelah bangun kita lupa lagi (insomania) terhadap kejadian mengerikan tadi malam, lupa karena dunia memang menariknya kembali ke jalan kesesatan, begitulah dengan mati maka jiwa akan kesakitan/ tertekan/ menangis meraung-raung karena tidak tahu harus kemana lagi, sampai jiwa itu dibangkitkan kembali di muka bumi, cuma tidak tahu dalam rentang waktu berapa lama, bisa ratusan tahun, ribuan tahun bahkan jutaan tahun Itulah reinkanasi.

Tak kan ada yang mampu merobah diri kita kecuali diri kita sendiri juga.

April 25 at 10:47am · Latest version by Iful Sevenstar

Sumber image: National Geographic

39 thoughts on “Agama Universal”

  1. Tulisan ke-2 dari penulis favorit saya, Kang Iful Sevenstar. Tulisan beliau akan terbit teratur setiap bulan selama setahun penuh. Isinya atau temanya mungkin sedikit berat, tidak menarik ataupun kontroversial bagi sebagian orang, tapi bagi saya pribadi apa yang beliau tulis sangat natural dan realistis, seakan menggedor atau menampar ego spiritual saya. Entahlah bagi Anda…..[wage]

    Artikel ini sepertinya terlalu indah untuk dirusak walaupun ditulis di bagian komentar. Jadi mohon diimbangi dengan komentar yang juga sejuk dan indah….(maaf kalau moderasi di halaman ini akan “sedikit keras”) Kalau artikel lain, terlebih yang ditulis oleh siWage Rahardjo ya bebas berabal-abal. 12/11/2012

  2. Salam….Agama Universal……aturan alam yang tidak terkalahkan…..tidak pernah bohong dan selalu membuktikan segala yang benar dengan bukti yang nyata……Nuwun

  3. Agama Universal…akan membongkar tipu daya manusia yang begitu ambisi ingin menguasai alam dan menguasai manusia dengan cara yang kotor dan menipu dengan ajaran dan ajakan yang membuat NURANI kelimpungan tidak berdaya…..

  4. wueei…sorak sorai utk postingnya mas sevenstar..manis dan relistis \(^0^)/
    syaluudd bt mas sevenstar dan simbah,,smg ktulusanny brbagi pncerahn brbuah kbaikn dmasa yad..

    Oiya lupa,,dr ht yg trdlm sy mgucapkn slmat hr pahlawan bt dulur abal2 smua,khususny yg punya page dan simbah,,hari dmn patriot2 nusantara mnyatukn smgat dan harapn utk bebas dr diskriminasi pnjajah dgn mgesampingkn golonganny entah mrk dr agamis nasionalis or komunis..brsatu mwjudkn indonesia baru,yg kayakny saat ini prlu kt tiru hhe

    salam

  5. Semoga dalam tidur kita / mati . kita bisa bertemu dengan sembahan segala Tuhan , sesuatu yang tidak bisa dikatakan apa apa dan hanya berkias sebagai pendatang kedamaian hati , tidak berujud apa apa dan tidak bisa dikatakan apa apa , seperti bilangan O yang diartikan sesuatu yang tidak berhingga….tidak terbayangkan…tidak ternalar…..tidak terjangkau…..bersifat atau bernama dengan jumlah yang tidak terhidung……

    Manusia yang ditempati segala sifat alam seharusnya bisa dan mengerti bahwa ninai baik dan luhur juga ada dalam dirinya lalu kenapa manusia kemudian mencampakan nilai dan energi itu , apakah hanya takut melarat materi dan kemudian susah hidup dan bersedih……mencari pangkat hanya takut dan khawatir tidak dihormati manusia lain…….

    Sifat angka O mungkin bisa dikatakan sebagai Higher self atau kesadaran sempurna , kesadaran yang terkuak dan timbul dan dirasakan melalui dirinya yang sedang hidup dan berinteraksi dengan alam diluar dirinya sebagai tempat bernaung dan berlindung atas sifatnya yang selalu memberi dan seakan kita hanyalah sebagai sosok bayi dalam kandungan Ibu yang selalu dirawat dijaga dan dihidupi ……lalu kenapa kita kemudian berkhianat atas semua itu ????……

  6. ===Akhirnya terbit juga tulisan Dunia Nyata, setelah berjuang “melawan” tulisan alam gaib.. (Waji)===

    Asem nih anak komentarnya. Gaya ngelawaknya cerdas. Ternyata setelah lama menghilang langsung muncul setelah disuguhi tontonan dunia nyata.

    Kalau Kang JS ya kagak usah ditanya. Ini topik favorit beliau, saking semangat langsung 2 komentar. wakakakkkk…. Artikel Kang Iful memang jempolan. Saya langsung kesengsem dan kontrak tulisan untuk satu tahun. Cuma kasihan juga beliaunya, karena disodori kontrak kosong alias kagak ada duitnya……

  7. Salam….

    Uku si setan kober suka dengan artikel diatas….hatiku lerem dan tidak mencak mencak lagi @

    Aku pingin segera pensiun kalau masyarakat sudah pada sadar , ngompori manusia yang sadar nurani bagi kelompok kami sangat berat , bikin gue stress….si gue pingin istirahat di pohon beringin dipinggir kuburan sana….tang kie yu.

  8. Jempol buat Kang Iful.
    Ditunggu Para Pahlawan generasi baru, kalau spt ini semua…. jelaslah Kesatuan kita semakin kuat dan erat…. paling tidak rontoklah salah satu issu terbesar/terberat…. Agama…. sebagai pemecah belah kesatuan bangsa.

  9. Nuwun..

    Concretulation..@ sdr Iful, ini lah tulisan yg Paman tunggu2, simple, sekaligus mampu menggedor gedor, hati dan pikiran.
    sdh 4 x Paman baca bolak balik dan Paman suka sekali
    Dlm komentar sebelumnya Paman pernah menulis kan, salah satu kelemahan bangsa kita adalah mudah larut atau ter obsesi ttg hal2 di luar dirinya, baik budaya maupun keyakinan agama, akibatnya bangsa ini menjadi kehilangan arah, lupa akan kesejatian dirinya, tidak tahu dari mana mau kemana? ketika sudah pada suatu tempat bangsa ini merasa hilang, tersesat, lalu mencari solusi dg meng utak atik buku2 peta sebagai rujukan/ penunjuk arah, namun ironisnya malah terjebak dlm sebuah lingkaran yg membingung kan

    Hati yang malang adalah hati yg di landa ketakutan terus menerus, adalah hati yg terlalu lama terintimidasi oleh doktrin2 yg tolol.
    Lalu siapa yg mampu melepaskan diri dari intimidasi doktrin2 itu? jawabanya adalah, diri MU sendiri.

    Iful: Cuma gagasan tentang Tuhan itu berbeda dengan gagasan tentang sesuatu selain Tuhan.
    ______________

    PD: Tiada Tuhan Selain Tuhan,,,,
    Tuhan konsep adalah kesadaran ttg diri sendiri, sehinnga tidak perlu jauh2 musti terbang ke langit ke tujuh untuk ber komunikasi dg Nya, kecuali bagi yg senang dan mampu terbang.
    Tuhan ada di sini didalam Jiwa ini ( Ebiet G Ade)

    Dlm khasanah kejawen ada sebuah ( semacam kesaksian ) yang berkata sbb” Niat Insun anyekseni Insun”

    terjemahan bebas dlm bhs Indonesia kira2 bgn: “aku berniat menyaksikan aku sendiri”
    Maaf kata Insun selama ini belum ada kata yg pas dlm bhs Indonesia sebagai penggantinya, karena Insun menurut Paman adalah sebuah kata konsep ttg kedalaman jati diri yg memang susah untuk di ucapkan begitu saja, kecuali di wujudkan/ di rupakan.

    Izin kan Paman meng otak atik gatuk , Insun = In dan Sun, In= dalam / di dalam/ kedalaman
    Sun= matahari, Surya, Sumber cahaya, Div, Dewa, Bahtara, ilah,
    ( terjemahan abal2) :oops

    Kata sun juga paling enak kalau di pakai untuk yg sedang berpacaran,,,dimana sang Pacar akan merasakan sebuah extace/ high kalau sudah di Sun, oleh sang kekasih.

    Mudah2 an bisa di fahami, dan salam..Sun Sing suwe….

    Asah asih asuh

    PD

  10. @ Iful, WageR, JS, PD, ABR, Waji MB, Budi G, Setan K, Senja, Rijatulfalah, Bois, O`on, Baladewa, All,

    Nurani adalah kunci

    Aku tidak selalu
    Mengetahui jawabnnya…
    Karena jawabannya
    Tidak selalu ada
    Di dalam buku,

    Namun aku mengetahui
    Bahwa jiwaku
    Dapat menemukannya…
    Karena nurani tahu
    Ke mana harus
    Mencari jawaban.

    Aku tidak mengetahui
    Jalan menuju surga…
    Karena aku belum pernah
    Kesana sebelumnya,

    Namun aku mengetahui
    Dengan pasti
    Bahwa nurani adalah jalan,
    Dan ia akan menunjukkan
    Kepadaku… pintu Nirwana…

    Salam nurani universal,

    Dewi

    1. Aku tau jalan ke rumah orang-tuaku,
      karena aku dilahirkan dan dibesarkan disitu.
      Tapi jalan ke surga, siapa yang tau?
      Surga tidak dibangun oleh bapakku, dan tidak juga oleh nuraniku dan jiwaku.

      Yang kutau dunia ini fana, suatu saat akan berakhir.
      Aku, suatu saat juga akan mati dan kembali menjadi tanah.
      Tapi surga adalah tempat hidup kekal,
      yang disiapkan oleh Tuhan yang kekal.

      Aku gelisah, akankah aku sampai kesana?
      Tapi Dia yang datang dari surga berkata:” Janganlah gelisah hatimu, . . . . .
      Di rumah bapa-Ku banyak tempat tinggal. . . . Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku. . . . . Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”.

  11. Artikel ini sepertinya terlalu indah untuk dirusak walaupun ditulis di bagian komentar. Jadi mohon diimbangi dengan komentar yang juga sejuk dan indah….(maaf kalau moderasi di halaman ini akan “sedikit keras”) Kalau artikel lain, terlebih yang ditulis oleh siWage Rahardjo ya bebas berabal-abal..
    kok diskriminasi untuk komentarnya

    • Reply wage: Komentar cerdas dan kritis. Setelah dipikir2 sampai kepala terpelintir, kebijakan ini sepertinya tidak bagus dari sisi pendidikannnya di keluarga abal2 ini sehingga diskriminasi dicabut. Terima kasih untuk sdr/i Saya untuk masukannya yang bijak.
  12. @ O`on,

    The question is who are we really are?…

    The question might have a link chain somewhat about ‘who are God really are?’…

    and the answer is… it`s all about universe…

    salam universe🙂 ,

    dewi
    ________________
    reply dr Paman: Salam Jagad Raya,:mrgreen:

    1. . . . , bersembunnyilah manusia dan isterinya itu terhadap Tuhan Allah . . . Tetapi Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Dimanakah engkau?” (Kej.3:8-9).
      “Universe” tidak cukup besar untuk membuat kita tersembunyi terhadap Tuhan Allah yang Maha Besar.

  13. who are God really are?
    ——————
    alam semesta..tidak akan pernah eksis jika tidak ada manusia atau mahluk apapun yg berpotensi/sudi meninjau.
    misalnya..
    – jika seseorang terlahir buta..apakah mungkin Dia dapat menyaksikan scr visual…warna-warni?.
    – bahkan manusia jaman dahulu tidak pernah melihat scr visual bagaimana bentuk setiap atom,..artinya atom saat itu tidak diketahui ada.

    maka spt itulah skdr saran dari si sy kpd yang menyakini adanya tuhan/god,
    agar mau sudi meninjau sebagaimana dahulu… orang2 radikal/ilmuwan mengkonsep/teorikan materi terkecil yaitu atom…hingga ternyata (saat ini) setiap atom dapat terlihat wujudnya (walopun dgn bantuan gad’ged..eh..mikroskop mahal).

    diketahui melalui penelitian/sayen…pula
    matahari/bintang/bola api angkasa walaupun dapat dikatakan sebagai batu bata jagad ageng..
    tapi mereka/bintang2 tidak dapat merasakan sebagaimana manusia dapat merasakan/penasaran mengenai eksistensi alam semesta, artinya manusialah justru wujud sejatinya alam semesta..dan juga kalo mau silahkan saja mengatakan saya/Anda/kita (manusia atau kalo ada mahluk apapun yg setara bahkan lebih baik ) adalah tuhan sebenarnya.
    namun…
    no human/no us = no universe..and..no god. (^_^)v

    beuh orang2 kampung jaman baheula…bagaikan simpel dan santay aja mengatakan..
    “..ora ono opo2..sing ono mung ingsun..”
    nah kalo si ingsun wis ora ono pula?…ya…suwung. _/\_

    mungkin maksudnya agama universal bagaikan menganalisa dan membuktikan kepercayaan…bahkan…keyakinan.
    kalo si sy (ikutan2an) hingga menyakini/mengimani bahwa tuhan yang menciptakan seluruh alam semesta…..?
    walah saya akan repot utk menganalisa, menguji, atau membuktikan keyakinan itu.😳

    1. Ayahku telah meninggal dunia tujuh belas tahun yang lalu, tapi sampai kini aku melihat matahari tetap ada terbit di timur dan terbenam di barat.
      Sejak jaman adam telah berjuta-juta manusia lahir dan mati, tapi sampai kini aku masih melihat ada bulan dan bintang di langit malam.
      Ada banyak orang yang terlahir cacat buta, dan ada banyak juga menjadi buta karena kecelakaan dan karena penyakit, tapi aku masih melihat birunya langit dan putihnya awan.
      Tanyakanlah para ahli, alam semesta ini ternyata telah ada (eksis) jauh sebelum manusia ada.
      Aku tertanya, apakah Tuhan memang benar ada ? Mengapa aku mempertanyakan itu, dan siapa yang suruh aku memikirkan hal itu. Ini menunjukkan bahwa Tuhan memang ada. (Akan dilanjutkan lagi)

    2. . . . ,”bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap Tuhan Allah . . . . Tetapi Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya:”Dimanakah engkau?” (Kej. 3:8-9)

    3. Kej. maksudnya adalah kitab Kejadian (Genesis), yaitu kitab pertama dari kitab-kitab Torah (Taurat). Kitab ini juga sebagai kitab pertama dalam Alkitab.

  14. kok diskriminasi untuk komentarnya
    Reply wage: Komentar cerdas dan kritis. Setelah dipikir2 sampai kepala terpelintir, kebijakan ini sepertinya tidak bagus dari sisi pendidikannnya di keluarga abal2 ini sehingga diskriminasi dicabut. Terima kasih untuk sdr/i Saya untuk masukannya yang bijak.
    ————————————————————
    Oom Wage ini teryata bisa juga tidak … mutu, bisa juga tidak …fair )-: Kalau tulisan yg ada takut di … rusak , weh, maunya diapakan ? Siapa itu yg sering bilang emas meskipun dibakar,digosok ya tetap saja emas ? Tulisan biar saja dikritik , mosok mau dipuja-puja saja, emangnya yang nulis dewa ?

  15. @ Kang MBALELONO,
    Ha…ha..ha…jempol untuk AKang.
    SiMbah bukan “bisa juga tidak mutu” tapi emang tidak……… mutu. dan juga …….setoloyo, sering bingung dan mudah ubah keputusan.

    Menempatkan tulisan orang atau tulisan pinjaman rada membuat siMbah linglung dan bingung mencari format yang tepat dan enak khususnya bagi sang penulisnya (bukan untuk siMbah). Ibarat barang pinjaman, siMbah mencoba untuk merawat dan menjaganya jadi sepertinya wajar kalau mendapat fasilitas sedikit lebih. Namun yang jelas fasilitas yang sama tidak ada untuk tulisan sendiri. Itulah filosofi menertawakan diri sendiri yang mencoba dikembangkan di blog abal2 ini.

    Namun yang jelas fasilitas sudah dicabut jadi tidak perlu diperpanjang lagi. Simbah tidak mau melarikan diri seperti maling jemuran, jadi kebijakan yang keliru tidak “diumpetin” tapi tetap ditampilkan hanya ditambahkan dengan tanda coret artinya masih terbaca tapi tidak berlaku lagi.

    @ ALL
    Gud morning

  16. singkatnya, agar Mas Iful 7Bintang ga ngacir dari padepokan ini ya mbah..?? karena komeng abal abal…??

    hehehee….. tenang saja mbah, mas Iful kan emang dari sononya sudah abal abal…. hahahaaa…. peace mas Iful…😀

    Salam tulisan Abal Abal dan komeng abal abal en santri Abal abal

    “Abal abal = apapun menurutmu untuk mengartikannya”

  17. Salam…..salut dengan komentar yang isinya penuh dengan kritik , sanepan kias yang mungkin tidak terbaca oleh pemikiran logika umum..he he he seperti cerita apa adanya , tetapi menurut saya yang bodoh bukan begitu maksudnya…terima kasih….

  18. @ WageR, JS, PD, ABR, Bala(ne)dewa, Blackbirdguerilla, Anonymous, All,

    Keberuntungan besar bisa bertemu dengan rekan dengan rasa persaudara yang sangat mendalam dan perhatian. Padepokan adalah tempat kita berkumpul di dunia maya, saling berbagi asah, asih dan asuh, untuk itu kita bisa berusaha saling menjaga jangan sampai dirusak oleh orang iri dan orang yang jiwanya………kesepian namun kurang ajar.

    Salam prihatin,

    Dewi

  19. Salah sejahtera buat semuanya..

    Alangkah malangnya hati nurani kita tidak mampu berfungsi sebagai JURU PENGADIL/ Mizan terhadap gejolak yang ada di pikiran kita, hati yang malang itu hati yang sudah dikuasai perasaan ketakutan bila mendobrak kekakuan, ketakutan karena takut dosa melanggar keyakinan di luar dirinya
    ___________________________________________________

    apakah hati nurani bisa dikuasai hal yg di sebutkan di atas ? jika hati nurani lah yg akan menuntun(membimbing) kehidupan manusia.. maaf saya bingung😦

  20. salam sejahtera buat semuanya..

    Atau mungkin yang dimaksudkan akal(pikiran) yg dikuasai ?
    saya masih terngiang kata2 kang PNL
    “akal dan bibir …..itu bisa bekerja sama …..akan tetapi ……hati adalah independent…karena bibir terkadang tidak mampu atau tidak kuasa mengatakan isi hati yg benar…….”

    salam

  21. Agama telah kehilangan “Akar Sejati” nya…seperti yang sering didengungkan antara lain seperti “Rahmatan lil Alamin”….
    Agama telah menjadi komoditas politik dan ekonomi yang telah mencabut nilai2 Humanisme dan Kemerdekaan..
    Sudah saatnya kita melakukan re-definisi tentang arti ‘Agama’ itu sendiri
    Saya angkat topi untuk sdr. Iful Sevenstar yang berani ‘mendobrak’ kemapanan Agama secara ‘mainstream’…..

  22. So sweet…terima kasih sudah mau menjaga nilai 2 kebudayaan yg lahir dari kebesaran Nuswantara nagari….si naga air yg menggeliat lincahnya menari2 melihat kita masih mau dan mampu menjaga sucinya cahaya tatapan Nuswantara ini…..Anda malaikat penjaga….saya yakin anda yg kangen atas rasa yg besar ini adalah seorang yg selaras alam raya Nuswantara ini…..salam asah asih asuh….Terima kasih kawan

    Blackbirdguerrilla

    1. Kata ‘agama’ dalam bahasa Indonesia (kalau tidak salah) berasal dari bahasa Sansekerta. Pemahaman orang mengenai definisi agama bisa juga berbeda-beda. Anda mau mendirikan ‘agama’ baru? Menurut anda apa definisi agama?

  23. saya tambahin dikit ya… manusia yg sdh menemukan kesadaran akan ‘higher-self’ didlm dirinya pada saat masa nya dibumi ini sudah habis, akan melanjutkan perjalanan berikutnya ke dimensi yg lebih tinggi. sebaliknya, manusia yg kesadarannya masih bergantung pada pahala & dosa, bisa saja lahir dibumi yg sama atau didimensi padat mana saja tdk hrs dibumi ( karena jagad raya ini luas) sesuai dgn hutang karma masing2, baik ataupun buruk. maka lampauilah karma baik & buruk, berjalan lah diatas nya. maka disitulah manusia mencapai kesempurnaan (nirvana) bkn sorga. karna sorga neraka hanyalah konsep.

Kolom Nama, Mail atau Web bisa dikosongkan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s