(Puisi) Tokoh Fiktif Dalam Surga

Penulis : Nurkahuripan

Jeritan histeris yang terdengar
kesegenap penjuru lapisan
langit,
berdampingan dengan rasa
tanpa kata,
direlung jiwa insan tak berjiwa.

Kuburan akal dan kotak angan
menari nari melihat kekosongan
yang menghantui hati dan
pikiran unsur non hidup.

Wahai hidup, aku hanyalah
pangkal dangkal yang selalu
tersangkal oleh akal.
Ketika aku melihat, mengapa
aku tidak melihat, dan ketika
aku mendengar, mengapa tidak
terdengar.
Sedang dihadapku adalah
cermin yang telah pecah.

Gelora benang merah telah
mengikat layang layang yang
selalu terbuai buaian panjang
tokoh fiktif dalam surga.

Apakah beningnya air telah
tercampur oleh hitamnya
lumpur, atau keringnya tanah
telah basah oleh lahar panas.
Semuanya cuma ilustrasi sang
ilustrator yang selalu
berilusi…….

Advertisements

5 thoughts on “(Puisi) Tokoh Fiktif Dalam Surga

  1. Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?, ketika kita menangis?, dan ketika kita membayangkan??
    Itu karena hal terindah di dunia ini TIDAK TERLIHAT…
    Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita. Kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan CINTA.
    Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan. Orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan. Tapi ingatlah, melepaskan BUKAN akhir dari dunia, melainkan awal suatu kehidupan baru.
    Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari dan mereka yang telah mencoba.
    Karena MEREKALAH yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.
    CINTA yang AGUNG adalah ketika kita meneteskan air mata dan MASIH peduli terhadapnya,
    Adalah ketika dia tidak mempedulikan kita dan kita masih menunggunya dengan setia,
    Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kita masih bisa tersenyum sembari berkata “Aku turut berbahagia untukmu”
    Apabila cinta tak berhasil BEBASKANLAH dirimu, biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI.
    Ingatlah, bahwa kita mungkin menemukan cinta dan kehilangannya. tapi ketika cinta itu mati, kita TIDAK perlu mati bersamanya…
    Belimbing memiliki 5 lajur, Durian penuh dengan duri. Ombak tidak pernah berhenti menyapa pantai. Begitulah kehidupan saling mengisi. Jadi…. mengalir saja seperti anak sungai mencari muara. Berkelok untuk sekedar memandang keindahan taman surga ciptaan ilahi dan purnama yg berseri…

    Telaga firdaus tenang dan tidak merusak pemandangan. begitu juga sorot bening keikhlasan diri. tiada bergolak walau penuh halang rintang, karena telah di patenkan dalam hati. SURGA dan NERAKA tidak akan aku pilih. Dan rahasia hatiku tidak akan terbagi, walaupun apa dan bagaimana terjadi. Siluet jadi penunjuknya.
    kunang-kunang tetap bersinar dan tersenyum, karena bintang fajar tetap akan setia. Walau itu di pagi yang muram ataupun di malam yang semrawut. Keterkejutan tidak bisa dibandingkan dengan ketulusan mutlak. PROMISE
    Dan tidak ada satupun embun yang turun ke bumi dan menempel di daun-daun pinus di dalam hutan cemara yang tidak berkelip dalam gelegar pagi penuh warna….. SURPRISE.
    Suara angin melintasi padang ilalang, dan berbisik lirih :
    (Sandingan pembelajaran yg sedikit terlupa dan kadang-kadang dibutuhkan untuk melengkapi yg sudah didapat dan tergenggam di tangan dengan erat)
    Lakukanlah dengan sungguh-sungguh, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala (Tegas, Teguh, Jelas, Mantab, Sabar)
    “Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?”
    Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu. Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena.
    Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi. Inikah berpuasa yang DIkehendaki ?
    Supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali belenggu dunia, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap urusan dunia, supaya engkau memecah -mecah kelapangan makanmu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!
    ( bisa juga memang benar harus begitu, bisa juga tidak harus sekaku itu, Entahlah)
    (kenapa hanya di saat puasa ? kenapa tidak bisa dilakukan setiap hari ? pusing aku….)
    Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan ALLAH barisan belakangmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan ALLAH akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan penghalang kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. ALLAH akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan “yang memperbaiki tembok yang tembus”, “yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni”. maka engkau akan bersenang-senang karena ALLAH, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milikKU
    Wah….. berat nian berita ini. Perlu penelusuran lengkap. Bisa dijadikan tambahan pembelajaran/tambahan ilmu.
    Di coba digesek dan dilipat-lipat…. Semoga bisa tergambar dengan jelas
    berdetak hati dan pikiran, kala kelambu itu disingkapkan. Resah…. Ragu….. Geram….. Kalut…… Sedih…. dan terakhir Tidak tergambar dengan pasti.
    Papan berjajar, telusuri garis waktu. 2 jari lurus sedikit menekuk kedalam, sedang yang lain menekuk sempurna.
    Adakah mampu pecahkan sebuah koma ??
    Ah KIRA’AM….
    Kenapa juga engkau datang di malam ini. Seharusnya engkau tidur dalam pasung bunda keheningan. Ataukah memang dirimu ingin dikabarkan ?
    KIRA’AM…
    Seandainya saja dirimu datang lebih awal… tentu tidak begitu ceritanya. Dan tentunya secangkir kopi masih mampu membuat mata tetap mendelik hingga pagi…
    KIRA’AM
    Nyata benar, bila senyummu penuh misteri
    Nyata juga kalau wajah malu-malumu masih saja merah jambu, tidak biru ataupun pucat.
    KIRA’AM…. KIRA’AM
    Kapan-kapan tak jitak pakai sepatu bila perlu.
    Rokok tinggal sebatang, dibawa lari tanpa permisi…
    CINTA yang dikatakan SEJATI/MURNI adalah
    CINTA YANG DATANG BUKAN DENGAN NAFSU ATAU KARENA KEINGINAN SESAAT, TETAPI KARENA KEPASRAHAN TOTAL/MUTLAK/PENUH.
    CINTA yang digolongkan sampah adalah
    CINTA YANG DI DALAMNYA TERSELIP DUSTA DAN PENGHINAAN AKAN KEHIDUPAN.
    Sedangkan jawaban terakhir yang keluar dari mulut dan hatiku adalah….
    AKU MENYAYANGI SEMUA, TAPI
    JANGAN BERTANYA CINTA KEPADAKU, TAPI TANYAKANLAH PADA DIRIMU SENDIRI. APAKAH DIRIMU JUGA MASIH MEMILIKI CINTA ? maka SEPERTI ITULAH AKU. TIDAK LEBIH DAN TIDAK KURANG. BEDA SEDIKIT ITU BIASA, BEDA JAUH ITU TERLALU….

  2. ^
    Jempol 2 untuk @ Mas W.
    Puisi Kang Nur emang indah dan kadang juga memuat ramalan (kehiduapan), sedang tanggapan Mas W juga tidak kalah indahnya.

    Ayo, yang suka puisi ataupun yang mau latihan buat puisi silakan gabung. Tawuran puisi lebih sehat dibandingkan tawuiran fisik.

  3. BER AGAMA
    Sungguh, aku tlah merenung panjang agama-agama
    Aku temukan satu akar dengan begitu banyak cabang
    Jangan kau paksa orang memeluk satu CABANG saja
    Karena akan memalingkannya dari akar yang menghunjam
    Seyogyanya biar dia mencari akar itu sendiri
    Akar itu akan menyingkap seluruh keanggunan dan sejuta makna
    Lalu dia akan mengerti
    ……………………….

    Ndherek tepang mbah wage dalem puniko namung wong adhusun ingkang cekak kawruh….

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s