PNL: Tegoklah Kedalam Sebelum Bicara

Penulis: Kang PNL (Permisi Numpang Lewat)

100-wiki

Catatan Admin: Folder Suara Pembaca, menampilkan beragam artikel, tulisan atau opini dari para pembaca atau para rekan di komunitas blog abal2 ini. Awalnya terposting di halaman komentar dan karena dianggap layak muat maka dipindahkan menjadi artikel utama.

Tulisan yang dimuat kali ini adalah karya dari Sdr PNL yang sepertinya cukup menarik untuk dijadikan renungan sekaligus juga tamparan, saran, kritik terhadap blog abal2 karena selama ini masih tetap berkutat membahas tentang topik agama dan keyakinan. Kemana larinya “misi awal” dari blog ini yang sebelumnya pernah ditulis panjang bin lebar DISINI? Ah, saatnya untuk berbenah…….

………………………………………………..

Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih……
Suci lahir dan didalammm bathiinnnn……
Tengoklah ke dalam sebelum bicara………
Singkirkan debu yang masih melekat…….

Syair di atas adalah penggalan lagi dari Bpk Ebiet G Ade, lagu yg cukup mudah untuk dipahami. Seorang ”teroris” mengatas namakan “agama” untuk menyakiti orang lain ….yang lebih buat hatiku ”sedih” bahkan mungkin orang yang “tidak berdosa” dan tidak mengerti apa2 turut menjadi korban. Hmmmm……

Apapun alasan kita, atas nama ”agama” atau atau atas nama ”kejujuran” atau atas nama “kebenaran” jangan sampai memakan banyak korban …walaupun cuman ”korban perasaan“. Masih banyak hal-hal yang kita harus benahi dan kita harus perbaiki yang sifatnya lebih penting dan lebih di prioritaskan yang seharusnya cepat diselesaiakan. Contohnya, korupsi, narcoba, isyu sara” ….yang bisa menghancurkan NKRI…….

Mengapaaaaaaa……haruskah kita mengurus si…..suatu “keyakinan atau budaya” bukankah lebih indah dunia ini jika bunga2 memiliki banyak warna warninya………bukan satu warna………….

jika ada yg keliru…..PNL minta maaf yg sebesar2nya……..salam buat rekan2 semua………

Wassalam …PNL

…….oooOooo………………………………………………………………..

Catatan2 Admin (wager):
Artikel di atas awalnya adalah komentar dari Sdr PNL di topik tentang Hari Valentine dan dipindahkan menjadi artikel terpisah dengan beberapa revisi dan editing (tata) bahasa. Sumber image: unknown


Gambar image: Taj Mahal, sumber wikipedia


Advertisements

48 thoughts on “PNL: Tegoklah Kedalam Sebelum Bicara

  1. …yang seharusnya cepat diselesaiakan. Contohnya, korupsi, narcoba, isyu sara” ….
    —————————————–
    betul, seharusnya si tuhan pun membantu utk mempercepat penyelesaian byk hal2 itu,
    namun kemanakah lolongan..eh..gerangan itu si tuhan. ,,(^_^),,

    akan sulit diketahui jika semenjak awal sebelum menjabat memang telah memiliki rancangan,….korupsi.
    maling tidak perlu lagi scr sembunyi2, tidak hanya ketika ada kesempatan, namun tidak perlu diketahui jika sedang maling.

    sy berminat jadi koruptor,….di departemen agama saja,
    akan lebih mudah, krn kebetulan di negeri ini byk umat beragama yg sptnya tidak keberatan jika mengeluarkan dana demi agama/iman, ya kan salah satu indikasinya adanya depag juga yg didanai dgn pajak. (^_^)v
    oya, apakah scr praktikal setiap partai (politik) telah menjadi spt korporasi?.

  2. sy berminat jadi koruptor,….di departemen agama saja,
    akan lebih mudah, krn kebetulan di negeri ini byk umat beragama yg sptnya tidak keberatan jika mengeluarkan dana demi agama/iman
    ____________________________________________________________________________

    Sumpah jabatan dengan buku suci diatas kepala hanya seperti ritual abal abal dan palsu , supaya terlihat ” waaaah ” dan tidak menyalahai adat kebiasaan , memenuhi persyaratan supaya dinilai sebagai dan seperti manusia beriman ,beragama., ber Tuhan………….

    Sangat benar dan terbukti bahwa beragama tanpa nurani adalah ” mbelgedes ” saja….

    Bernurani tanpa agama hasilnya pasti juga nyata , sebagai manusia yang berbudi luhur atau sifat terpuji dan berpola pikir sehat dan tidak merusak manusia lain…..lingkungan hidup dan masyarakat bebas dari virus angkara murka dan kedholiman…..

  3. Sumpah jabatan..
    ——————-
    wah ampoen deh kalo harus bersumpah (apalagi saat bersumpah disaksikan publik/masyarakat)
    mengundurkan diri saja berkeinginan jabatan itu atau bahkan lebih baik dikatakan pecundang, karena bersumpah spt itu bagaikan akan menambah beban tanggung jawab…terberat.

    gengsi donk..eh..akan sangat memalukan jika telah bersumpah jabatan, malah melanggar sumpah jabatan itu krn sengaja/terpaksa maupun tidak sengaja.

    ntahlah, namun memalukan diri sendiri krn melanggar sumpah jabatan yg pernah dilakukan dan disaksikan publik, malah berkesan horror jika dibandingkan memahami resiko (ato bahkan malah) mampus saat bertugas/menjabat jabatan (walopun jabatan yg tidak mensyaratkan sumpah jabatan). _/\_

  4. @ PNL and All,

    Maturnuwun, mungkin perbedaan di nusantara akan seindah pelangi, jika… andai saja tidak ada RUU porno aksi dan grafy, UU pengaturan agama, tidak ada otonomi daerah yang berlomba2 menjadikan negara berdasarkan syariat, dst.

    Sebagai gantinya harus ada RUU anty kekerasan, UU kebebasan beragama/ tidak beragama, otonomi daerah lebih bersifat yang lokal wisdom.

    Atau pelangi akan menampakkan cahayanya jika :

    1.nusantara kembali ke kakawin sutasoma ‘bhineka tunggal ika’?…
    2.nusantara menunggu kehadiran si satria piningit?…

    Mana yang lebih bijak?…

    Salam laskar pelangi,

    Dewi

  5. Ada yang berkata, Mungkin
    Ada juga yang berbisik, Jangan
    Ada pula berteriak, Lakukan
    Ada sebagian yang menghiba, Tunggu

    Tanah ini pernah punya cerita. Sedih
    Tanah ini menyimpan berita, Ragu
    Tanah ini memuja, Kenangan
    Tanah ini memohon, Tolong

    Rumor, some one like you….
    no doubt, a razor-sharp

  6. dawai dawai tergetar oleh daun gemerisik..
    saling memandang untuk merentang tangan
    melipat kisah
    merubah apapun menjadi benteng keteguhan
    Flying
    fly the secret weapon of faith. stoning without looking back

    save supervisor greatness of true love

  7. salam ….untuk semua
    Jeng @ Dewi……..
    seandainya saya boleh…….. berpendapat ………
    dan seandainya juga saya adalah satrio piningit………..

    otonomi daerah dalam arti seperti sekarang ini saya kurang setuju…………….karena klu otonomi daearah seperti sekarang ini….mending otonomi daerah berdasarkan pulau …..contohnya pulau jawa otonomi penuh….pulau kalimantan otonomi penuh…..pulau sumatera otonomi penuh…..dll saya sangat setuju…..org jawa yg tranmigrasi di minta untuk kembali ke jawa….yg ngak mau pulang …”salahmu dewe”

    mengenai pembiayaan pemerintahannya gimana…… yaaaaa …nyarik sendiri2…….membayar utang negara ….dibagi …seadil2nya. ………………
    MPR/DPR pusat bubar….saja…..suruh pulang kedaerahnya masing2 …kwkwkkwkwkwkw gue lagi ngak bener nich….kkwkwkwkwkw…..namanya juga blog abal2 ..kwkwkwkwk
    wahhh…gue kayaknya ..binggung sendiri nich……

    jeng@ DEWI tanyak aja sama yang lebih ngerti dech……..

    wasallam ….PNL

  8. @ PNL,

    Maturnuwun, menurut hemat saya: menjadi diri sendiri bukan berarti tak bisa modern. Kita bisa lihat contohnya negri jepang, semodern dan semaju itu masih tidak meninggalkan budaya aslinya. Tradisional tapi tetap bisa dinamis, itu kuncinya.

    Jepang bisa menerima semua kebudayaan di seluruh dunia, kalau kita ingat kembali popularitas Nyimas Inul Daratista, di mana ia di hujat sebagai pencipta goyangan tak bermoral di negaranya sendiri, tetapi di jepang ia malah mendapatkan penghargaan dan apresiasi warganya sebagai pencipta goyangan yang kreatif dan energic, ini menandakan bahwa mereka tak melulu berpikir yang phornography saja.

    Itu salah satu budaya tarian saja, lalu bagaimana dengan ‘agama’?… walau jepang negara maju, tapi saya salut untuk masalah ‘spiritual’ ini mereka lebih menghormati leluhur mereka, walau ada bbrp tempat ibadah gereja, masjid, sinagog dsb, juga aliran2 meditasi yang banyak bertebaran di sana.

    Lalu apa hubungannya dengan ‘otonomi’ daerah?… jika ingin maju namun juga tidak ingin kehilangan ciri khas asli, maka kembali ke jati diri bangsa serta berwawasan global, itu adalah kuncinya. Karena jati diri adalah roh/ spirit bangsa.

    Dan tak perlu mengusir orang jawa atau orang suku lainnya, kita tetap bisa hidup berdampingan yang harmonis, jika kita bisa toleransi, maka toleransi adalah pelangi yang sebenarnya.

    Untuk mengkampanyekan budaya toleransi memang perlu pendekatan yang tidak hanya sekedar ‘lips service’, selama ini kita toleransi kalau untuk/ yang bisa menguntungkan golongan kita sendiri saja, sehingga yang lain merasa menjadi korban dari ketidak adilan. Supaya semuanya bisa merasakan ‘buah’ toleransi, maka perlulah semuanya berperan serta untuk bahu membahu menghidupkan, menjaga dan memelihara toleransi dengan nilai2 persaudaraan/ kekeluargaan yang lebih universal lagi.

    Salam senyum,

    Dewi

  9. salam…..

    jeng@dewi….jenengan memang bener…..jepang …emang bagus …penduduknya dikit pulaunya kecil….negara jepang dulu hanya punya “satu Kaisar” …..tidak seperti di indonesia…..pulaunya gede2 …raja2 nya banyak banget…..budayanya juga bermacam2……apa bisa kita berkonsentrasi …membangan tanpa ada gangguan .

    ingat setelah merdeka …..ada pembrontakan “kahar muzakar” ….pembrontakan “RMS” ……gerakan G30S pki……dll. ini semua …karena mereka juga pengen mendapat kesempatan…..para raja di daerah2 …..pengen statusnya juga diakui seperti jogjakarta……mereka juga pengen menentukan nasib mereka sendiri……lihat …para tranmigrasi walaupun mereka sudah berhasil ….tp mereka tetap mengalami perlakuan yg tidak adil didaerah bahkan di daerah2 para pejabat daerah ….”harus putra daerah”…..kaum pendatang tidak merasakan bahwa arti dari pada Nasionalisme….bahkan secara terang2an …mereka menunjukkan “rasiallisme”.

    saya ngak heran klu di daerah2 sering terjadi ..pertikaian …..karena dalam satu daerah …terdapat beberapa kerajaan ….setelah adanya “Otonomi” mereka salin berebutan …dan terjadilah perang antar suku….

    sekian aja dulu klu dijelaskan semuannya mungkin satu hari ngak akan habis…….

    Wasallam…PNL

    1. @ Kang PNL, sekedar info yang saya tahu, kondisi negeri Jepang jaman dulu tidak jauh beda dengan nusantara yaitu perang melulu. Memang ada satu kaisar, tapi tidak memiliki power dan juga tidak memiliki tentara. Golongan yang memiliki kekuasaan adalah para pemimpin militer alias samurai alias Damiyo. Nah, mereka ini bertindak sebagai “raja kecil” yang berperang saling penggal satu sama lain.

      Jadi intinya, perang antar suku, antar daerah, antar raja atau pemimpin daerah adalah penyakit masyarakat masa lalu. Tapi kalau masih berlanjut sampai sekarang artinya asem bin…..semprul.

  10. @ PNL,

    Maturnuwun, romantis sekali diskusinya ya pak, jadi ingat lagu… ‘indonesia tanah air beta’… di sana tempat lahir beta… di buai abadi nan jaya… indonesia sejak dulu kala, selalu di puja-puja bangsa…

    Untuk menyatukan semua perbedaan itu memang nggak semudah membalikkan telapak tangan, namun untungnya leluhur kita sudah menemukan formulanya yang tepat lewat kakawin sutasoma ‘bhineka tunggal ika’…

    Rwāneka dhātu winuwus Buddha Wiswa,
    Bhinneki rakwa ring apan kêna parwanosên,
    Mangka ng Jinatwa kalawan Syiwatattwa tunggal,
    Tunggal Bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.

    Buddha dan Syiwa merupakan dua hal yang berbeda.
    Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali?
    Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Syiwa adalah
    Walau berbeda tetap satu juga tidak ada kebenaran yang mendua.
    (Kakawin Sutasoma, Pupuh : 139 Sloka: 5)

    Lewat kitab ‘negarakertagama’ itulah yang meneruskan kakawin roh spirit keberanekaragaman karena ia bisa memangku budha, hindu dan ciwa, konon kitab negarakertagama majapahit adalah masa depan indonesia untuk mercusuar dunia.

    https://sabdadewi.wordpress.com/lontar-negarakertagama/

    Tanpa bermaksut rasialis atau menyepelehkan atau menghina, mohon maaf jika komentar saya kali ini agak keterlaluan, ini saya uthak-athik sendiri, menurut saya kitab al-qur`an itu kurang lebih sama halnya dengan kitab negarakertagama, hanya beda histori saja, kalau al-qur`an di percaya sebagai kitab suci yang turun dari langit, maka kitab negarakertagama adalah pepeling dari para winasis/ pujangga di masa lalu. al-qur`an sebenarnya lebih sedikit berbicara masalah spiritual, dan lebih banyak berbicara hablumminannaas atau aturan tata cara bernegara ala syariat islam. Maka di kitab negarakertagamapun sama, ia juga berbicara spiritual bukan hanya satu bahkan yang berbeda-beda tapi tetap satu jua, juga mengatur masyarakatnya dalam berbangsa dan bernegara.

    Karena nusantara berada di iklim tropis dengan keaneragaman budayanya, bukan iklim padang pasir, maka sebenarnya pancasilalah yang bagus sebagai peletak dasar toleransi itu.

    Untuk saat ini hanya pulau ‘bali’ yang bisa merealisasikan kitab leluhur tsb dengan indah dan makmurnya, bukan karena semuanya tertib memakai pakaian adat hindu-jawa, melainkan semua perbedaan telah di terimanya, baik secara spiritual, sosial, dsb. Di bali orang mau bersembahyang atau atheis tidak ada larangan, orang mau melukis ketelanjangan, mereka tetep bisa merangkulnya sbg seni, orang mau minum alkohol itu juga hak asasi. Mereka bisa memadukan antara kesenangan duniawi dan spiritualisme keTuhanan. Dan mereka bisa cerdas bisa membedakan mana kesenangan yang bersifat kriminal atau yang bersifat urusan pribadi, mana yang bisa membahayakan lingkungan berbangsa atau hanya kepuasan individu.

    Bandingkan dengan pulau jawa yang katanya lebih maju, menggelar lukisan telanjang saja, bisa2 di obrak-abrik sama ormasnya… padahal dalam hal kemajuan, pluraritas adalah barometer toleransi.

    Belum lagi pulau saudara kita yang di aceh, yang sekarang lebih bangga menjadi ‘serambi mekka’ sehingga yang datang kesitu haruslah wajib memakai jilbab bagi wanita, tragisnya bukan hanya di area masjid saja, melainkan seluruh jengkal tanahnya. kalau jilbab menjadi persoalan, apakah mereka tidak bisa membedakan mana itu rambut mana itu aurat?…

    Mohon maaf pak PNL, ini hanya kritik untuk para ‘raja2 nusantara’ dan ‘para wakil rakyat’ yang sudah keblinger, yang tidak mengindahkan petuah leluhurnya, mereka lebih senang menjadi hamba budaya orang asing… kalau mereka tidak segera bercermin untuk kembali ke jati diri bangsa, maka rakyatnya akan semakin tak terkendali seperti kehilangan arah namun bangga di atas kepongahan dan ketidak tahuan mereka.

    Jika kita hanya silent atau sukanya malah eker2an, tidak sempat mengontrol kinerja pemimpinnya, bukan tidak mungkin korupsi dan skandal lainnya akan semakin merajalela…

    Semoga kita bisa lebih cerdas dan bijaksana, dan bukan termasuk rakyat yang kehilangan arah tsb.

    Salam rahayu,

    Dewi

  11. salam ……..
    jeng @dewi……terima kasih semoga diskusi ini bisa jadi manfaat…….

    “otonomi pulau” bukan berarti indonesia raya bubarrrrrr………..hanya ganti nama menjadi ” RIS” seperti yg dulu …….saya yakin pada saat indonesia menjadi ( RIS) ……memiliki tujuan baik …dikarenakan hasil musyawarah…belum mencapai mufakat……dikarenakan kodisi indonesia ….masih belum kondusif merdeka ….dan masih ada penjajah yg siap memecah belah persatuan …maka …harus kembali lagi ke asal ( RI ),…..kemudian di cetuskan ” sumpah pemuda” agar komitmen menjadi lebih mantap……untuk melawan penjajah secara “semesta” saya kira sekitar2 inilah …kejadiannya …ini menurut insting abal2 saya

    maaf ini cuman khayalan saya Jeng@Dewi …..kwkwkkwkwwk

    bagi kita org jawa…..pembangunan yg ada di jawa …yang kelihatannya lebih mentereng…..dari pada di wilayah …luar pulau jawa…..”tidak Lebih baik” dari pada ..kondisi lingkungan ..yg seperti di “papua” yang masih asri dan masih perawan.

    tanah jawa ini menurut pandangan saya ….terutama di kota2 besarnya …..sudah tidak nyaman dan tidak layak …untuk di jadikan tempat tinggal…..karena sudah penuh dengan polusi dan kebisingan …….hmmm

    akan tetapi bagi saudara2 kita yang berada di wilayah pulau lain…………hal ini dianggap “ketimpangan dan ketidak adilan “…..coba… apakah kita bisa membayangkan akibat…. perbedaan “pandangan”……..bagi raja2 di daerah hal tersebut di jadikan ” isu sara” untuk menanamkan kebencian terhadap satu “ras ” ..yaitu …..”orang jawa”……dan bahkan saya yakin dan sangat yakin …isu sara ini sudah masuk ke “senayan” alias gedung DPR/MPR……

    indonesi kedepan ….klu ..reformasi tidak …diawasi dan tidak ada niat memperbaiki …..maka jangan heran klu indonesi kedepan ….tidak lebih baikkkk…dari jaman soekarno dan soeharto….
    bahkan lebih buruk…dan lebih mengerikan……hmmm

    indonesia klu mau liat dalamnya secara cepat dan mudah…………lihatlah di senayan di gedung DPR/MPR…….semua kebusukan ….semua korupsi….semuaaaaaanya…..bibitnya dari situ.

    dsar ..otak gue …emang abal-abal…kwkwkwkw

    sekian dulu yaaaa…jeng @dewi ….khayalan abal-abal ini kita sambung lagi.

    Wasalam …PNL

  12. @ PNL,

    Sugeng enjang, maturnuwun, nggih ini juga mengingatkan kita kembali pada manuver politik pak Amien Rais, pada waktu era reformasi bergulir, beliau melontarkan ide, bagaimana seandainya negara republik indonesia ini sistemnya di rubah menjadi ‘negara federal’?…

    Idenya baik juga untuk mengentas permasalahan kompleks di indonesia, jika federal, maka semua provinsi akan mandiri seperti memiliki sistem kenegaraan tersendiri tetapi tetep menjadi satu dengan negara indonesia sebagai induk babonnya…

    Pada waktu itu yang saya baca perkembangannya di koran maupun di TV, statement pak Amien ini malah di hujat, bahkan lawan politiknyapun menyerangnya habis2an karena di anggap memecah belah persatuan indonesia… padahal kan nggak seperti itu… bahwa menjadi negara federalpun masih bisa bersatu… USI= united state indonesia.

    Kayak negara amerika serikat (federal), yang terdiri dari bbrp negara bagian, tapi tetep dalam satu naungan USA= united state amerika/ negara persatuan amerika. justru dengan sistem seperti itu negara tsb bisa besar, makmur dan lebih mandiri.

    Atau kita bisa ‘mengawinkan’ keduanya, ini seperti sistem negara finlandia, yang berbentuk kepresidenan dan juga kekaisaran /raja. Di mana dalam wilayah negara/ politik mereka memilih seorang presiden, dan untuk urusan kerajaan, mereka mewakilkannya pada seorang perdana mentri. Perannya juga di bagi, masing2 untuk perdana mentri mengawasi persoalan2 dalam negri (ini bukan berarti nggak ada mentri dalam negri), sedang tugas seorang presiden adalah utusan untuk acara2 keliling dunia. kebetulan saat ini baik yang sbg presiden ataupun perdana mentrinya, semuanya di jabat oleh wanita. Dan terbukti kestabilitasan negaranya solid, ekonominya juga termasuk yang terkuat di dunia.

    Kembali ke nusantara, apapun ide itu kita harus think positif, sepanjang market ide itu logik maka tidak ada alasan pasar rakyat untuk menolaknya.

    Kita mungkin bisa belajar dari berbagai macam negara yang sukses dan berhasil, namun sebaik2nya pembelajaran adalah kita seharusnya bisa belajar dari kegagalan negara kita sendiri, negara ini sudah pernah menjaid RIS namun kandas, negara ini pernah akan di jadikan negara berazaskan islam namun tak pernah berhasil. Menjadi negara kesatuan republik namun sayang pemimpinnya diktaktor selama 32 th, meninggalkan luka dan trauma, hingga banyak provinsi2 yang ingin melepaskan diri dari negara kesatuan indonesia, karena terkesan jika pemerintah indonesia hanya menjajah rakyatnya, hanya setor pajak ke pusat saja. lalu skg menjadi negara reformasi, tapi hanya berganti kulitnya saja, isinya tetep sama, tetep di isi oleh orang2 lama tetapi hanya berganti baju saja, bukan ‘roh/ spirit’ nya yang di reformasi.

    Menurut saya, cepat atau lambat ya kembali ke pangkuan ibu pertiwi, mungkin ini sudah jalannya (takdirnya) nusantara mengalami berbagai macam tempaan dan cobaan untuk di kemudian hari agar semakin kuat menghadapi tantangan. Nusantara sudah pernah mencapai puncak gemilangnya pada era majapahit hingga ke semananjung seluruh asia tenggara. lalu datanglah ‘godaan’ masuk dan setelah rajanya di kuasai, rakyatnya pun ikut2an terlena, lebih memilih budaya orang asing sbg patokan dan pijakannya. Maka yang terlena itupun seharusnya tersadar kembali, sudah tertidur selama 500 th, sudahlah cukup mengakhiri mimpinya, untuk selanjutnya bergerak, hidup, melek demi nusantara.

    Namun ini bukan berarti jawa terkesan menjajah nusantara, bukankah dalam ‘bhineka tunggal ika’ sudah di letakkan fondasi utamanya, berbeda2 namun tetep satu jua…

    Salam nusantara,

    Dewi

  13. salam….

    Jeng @dewi …saya rasa anda …sekarang sudah bisa merasakan….bagaimana carut marutnya kondisi sekarang……..”presiden” hanya sebagai simbol…..yg berperan penuh adalah ” senayan” dan ini memang dikondisikan sedemikian rupa…karena kecerdikan mereka….bagi yg hatinya melek ….pasti bisa merasakan….

    langkah demi langkah….harus lebih berhati-hati….karena bukti menunjukkan …..90% pengemis yg ada di ibukota …dan yg berada di bawah kolong jembatan…..adalah “orang jawa'” tp kenyataan “orang jawa” malah difitnah ….”menguasai dan menjajah ” nusantara……orang jawa ” ditransmigrasikan ” untuk dijadikan budak secara “halus” setelah berhasil …..”tanahnya dijarah ” dan diperlakukan tidak adil……oleh saudaranya sendiri ….yang nota bandnya…..mereka telah menghianati “sumpah Pemuda” yg di ikrarkan oleh para pendahulu kita…..hmmmmmm

    “jawa” harus bisa keluar dan bangkit dari keadaan tersebut…..dan harus bisa menentukan nasibnya sendiri…..karena mereka bukanlah bangsa pengemis …mereka punya tanah air …mereka harus punya masa depan ….” Bangkitlah wahai2 saudaraku ….mari kita perbaiki negeri kita …dengan moto ” Jawa dwipa pasti makmur tentrem lan raharjo”…..mari kita bangkit dan memberikan contoh yang baik buat saudara2 kita daerah2 lain….agar mereka sadar….bahwa kita tidak pernah punya niat “menjajah” saudara2 kita di daerah2 lain…..

    wahh…kayak mimpi rasanya…..saya lupa klu blog ini adalah blog abal-abal…hmmm otak gue emang abal-abal….kwkwkkwkwkk……..comentnya yaaa pasti abal-abal….kwkwkwkkw

    demikian dulu yaaa…Jeng@Dewi …..bila ada waktu bisa kita sambung lagi…..sugeng Enjang …

    Wasallam…PNL

  14. @ PNL,

    Maturnuwun, Nah, kalau sudah bicara jawa dwipa, maka ‘kemandirian’ sistim religi sangatlah penting ketika butuh merasa bangga menjadi dan memiliki Indonesia. Membutuhkan pembalikan paradigma bahwa agama2 asli lokal Nusanrtara digebyah uyah sebagai bagian dari Hindu alias hasil sebaran dari India.

    Sesungguhnya memang tidak mudah, Tetapi wacana tersebut perlu digulirkan demi ‘menantang’ agar lebih meng-Indonesia. Ketika semua warga bangsa punya kebanggaan itu maka upaya ‘melahirkan’ nusantara nasional akan berjalan mulus.

    Hanya saja butuh suatu upaya ‘pembebasan’ mindset Indonesia dari kooptasi asing ‘India-Arab-Barat/modern) sehingga ada tumbuh ‘kedaulatan Spirituil’ dimana akan menyatakan Indonesia adalah tamansari dunia. Tak ada lagi ‘impian’ ingin mati di tanah suci atau moksa di Himalaya dan Menyucikan diri di Sungai Gangga, misalnya.

    Salam dwipa nations,

    Dewi

  15. Salam Pada Semuanya.

    Mari Kita Renungkan.
    ———————————
    Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih……
    Buat apa telanjang? tentu maksudnya adalah kiasan “menanggalkan berbagai atribut yg kita pakai yaitu atribut agama, kepercayaan, keyakinan, pangkat kedudukan, gelar, stempel baik atau buruk, suku/ras bahkan bangsa, harta kekayaan. Benar-benar bersih tanpa atribut. Apakah bisa?? Mungkin Bisa, meskipun sangat-sangat sulit. Silahkan amati, masih bisakah kita tetap telanjang menanggalkan berbagai atribut bila menyaksikan orang yg sama atributnya dg kita mendapat perlakuan buruk/semena-mena atau atribut dibakar/dihina dll?
    Suci lahir dan didalammm bathiinnnn……
    Suci bisa diartikan sebagai bersih, bersih lahir(luar) dan batin(dalam). Bersih dari semua niatan (maksud tertentu)….. mampukah benar-benar bersih tanpa ada sekelebat maksud tertentu dalam hati? yang ini, pasti jauh lebih sulit lagi.
    Tengoklah ke dalam sebelum bicara………
    Menengok kedalam sebelum bicara….. ini juga lebih sulit lagi… karena kehendak mau bicara tentunya ada maksud/ tujuan apa yg ingin kita capai (efek / dampak terhadap orang/massa yg kita ajak bicara). Berbicara tanpa tujuan/maksud tertentu, tentunya ya persis orang sinting yg lagi “ndleming”
    Singkirkan debu yang masih melekat…….
    Bait yg ini lebih tidak masuk diakal, mana mungkin bisa bersih dari debu meski hanya sedetik. Mau bukti? Lihatlah pada sinar matahari yg menerobos lewat celah sempit masuk ke dalam ruangan tertutup rapat….. lihat…. pendar-pendar debu yg sangat halus yg nampak pada berkas sinar.
    ——————————–
    Hal tersebut diatas artinya adalah tak mungkin kita bisa benar-benar bersih.
    Jadi…. anggap saja bersih paling tidak sudah sebersih-bersihnya menurut kemampuan kita.
    So…Artinya?…… TOLERANSI terhadap ketidak mampuan, kekurangan diri kita… TOLERANSI terhadap kekurangan dan ketidakmampuan orang lain diluar kita…. jas kiip heepiiii.

  16. wah, membaca sabda dewi, teringat sebuah tulisan di gerbang tinatar diskotik, saya coba angkat di sini, ndak papa kan… ! Ini catatan tersebut… !
    ========================================
    Berita ini mungkin saja ngawur, seperti halnya sebuah abal-abal dalam pikiran ruwet. jadi mari kita telan bersama-sama. Intermeso kelas sluku-sluku batok (dengkul)
    =====================================================
    PANDUM JAYA DININGRAT
    semakin hari, semakin banyak orang yang berbondong-bondong mengutarakan bahwa layak menjadi seorang pemimpin. mengangkat diri, bahwa apa yang di gagas adalah baik dan benar serta membawa kebaikan untuk semua orang. Mereka mengangkat diri mereka setinggi langit untuk dapat dipilih menjadi pemimpin mereka. Seakan takut bila dia tidak akan di pilih oleh orang**, merasa kawatir bila bakul nasi di rumah akan kosong bila gagal duduk sebagai pemimpin. praktek tendang sana, tendang sini, sikut**an saling jegal sekaligus pemberangusan kesempatan untuk bersosialisasi, bermartabat, berteman, bergembira sebagai manusia, dan juga beranak pinak. Segala upaya di kerahkan asal tujuan tercapai. hitam jadi putih. putih jadi abu** dan yang merah makin menyala. sadar diri ??? memang masih ada tapi kadarnya tipis….. sedikit hal yang pernah di ucapkan eyang kakung ( embah ) di kala malam semakin larut.
    Cucuku…… ingatlah dalam relung hatimu, walau engkau nanti bukanlah pemimpin bangsamu, tapi engkau adalah pemimpin keluargamu.
    Seorang PEMIMPIN itu adalah GEDIBAL ( keset ).
    ** pemimpin harus bisa merasakan beban yang paling hina dari orang yang benar** papa ( tidak berpunya ). mampu menjadi tempat sampah tanpa merasa risih untuk bersentuhan dengan mereka yang rela berjalan jauh dan terseok karena beban hidup. Tidak akan menangis dlm menjalani kesulitan hidup walau orang** terkasih harus jauh dari kita. walau di caci dan di maki, tersenyumlah. laksanakan kewajibanmu dengan hati ikhlas walau engkau sendiri tidak merasakan nikmatnya sebutir nasi ataupun hangatnya umbi**an. Rumahmu bukanlah istana megah, tapi padang luas terbentang sampai batas cakrawala beratapkan kunang** kemakmuran berselendangkan rembulan dan matahari.
    Seorang PEMIMPIN itu adalah AIR, API, ANGIN, BUMI, dan juga CAHAYA
    ** Pemimpin itu harus mampu melewati segala rintangan tanpa merasa terbebani oleh halangan tersebut. mampu memberikan kehangatan dan penerangan di kegelapan pikiran yang lagi susah. bergeraklah dengan lembut dan bersahaja hingga setiap orang yang engkau lewati akan merasakan kesegaran dan janganlah menonjolkan amarah walau kehancuran ada di depan mata. curahkanlah segala yang engkau bisa lakukan tanpa harus berpikir dua atau 100 kali dalam melaksanakan kewajibanmu walau sekitarmu mencibirmu atau memanfaatkanmu.
    Seorang PEMIMPIN adalah PENJAGA
    ** Pemimpin itu memiliki naluri selembut awan, sekokoh gunung dan karang, seperti gelombang di lautan dan juga angin. ringankanlah kakimu, berjalanlah ikuti hatimu, resapilah sekelilingmu, duduklah bersama mereka walau mereka tidak mengenalimu, berbaurlah. jangan jauhkan jarakmu dengan mereka, karena engkau adalah mereka, mereka adalah engkau. rangkullah mereka dengan lembut, bukan karena rasa takut ataupun karena segan tetapi karena memang kamu adalah bagian darinya juga.
    bunga telah di keluarkan dari dalam tanah yang gersang, bunganya mirip bunga bangkai tetapi harum baunya. bunga itu memiliki 7 warna dan dapat berubah setiap harinya.

    * Pemimpin itu GEDIBAL
    * Pemimpin itu AIR, API, ANGIN, BUMI dan juga CAHAYA
    * Pemimpin itu adalah penjaga
    sekarang lanjutannya adalah
    * * Pemimpin itu adalah ANAK, ISTRI/SUAMI dan juga ORANG TUA
    Siapa bilang kalau jadi pemimpin itu harus sudah dewasa dalam berpikir, kalaupun iya, lebih tepatnya adalah bijaksana dan tegas. Pemimpin itu harus seperti anak kecil yang tidak memiliki keinginan berlebih dan hanya sebatas apa yang telah menjadi haknya sekaligus mampu memberikan kebutuhan secara adil dan merata sesuai dengan kemampuan masing** dan juga mampu menjadi pengayon, menjadi sandaran, memiliki cinta yang tak lekang waktu.
    ** Pemimpin itu tidak kenal takut akan kehilangan, kelaparan dan juga tegas dalam bersikap. berani mengatakan kebenaran walau itu pahit, berani bilang salah kalau memang salah, berani menjadi dirinya sendiri, tidak mengekor, tidak menokohkan orang lain, dan membaur dengan rakyat, tanpa pengawalan. Pemimpin itu tidak pernah tidur, selalu berkeliling kemanapun bukan karena keinginannya tetapi karena memang harus berada di sana untuk beberapa waktu. Tidak hanya bisa berkata ikut berbela sungkawa jika ada musibah, tidak hanya bisa berkata ikut bersuka cita bila ada keberhasilan, tetapi memang ikut dan merasakan secara langsung apa yang terjadi disana. Inilah PEMIMPIN NGAWULO RAKYAT.
    ** Pemimpin itu bagaikan pedang dan tombak, dia merupakan kepanjangan tangan dari badannya. siapa badannya ( ya rakyak ). berani memberikan yg terbaik untuk kepentingan bersama, di manapun dia berada mampu memberikan manfaat bagi orang sekitarnya, walaupun itu di pandang oleh sebagian orang sebagai perbuatan hina, tidak pernah berpikir untuk memiliki angan** muluk harus begini, harus begitu, dia di sebut dengan PEMIMPIN LARANGAN
    Pada dasarnya Pemimpin dalam PANDUM JAYA DININGRAT ini merujuk kepada PEMIMPIN LARANGAN. apa dan bagaimana PEMIMPIN LARANGAN itu? akan terjabar dalan catatan berikutnya di TATA NEGARA KERTA RAHARJA …

    Bagaimana juga tata negara kerta raharja ? it slowly, surely shine. mungkin ada yang bisa bantu. seingatku, sebagian sudah ada di kloso bedah, bukan begitu kang 0-0

    1. Aaahhhhh….. leganya…. ada buah semanis madu baru dikeluarkan dari kulkas…. mak nyooossshh…. jian suueeeger.
      Salam Kang….. Terima Kasih….. Sangat Tepat….. pemimpin memang seperti itu, bagi yg sudah berkeluarga dan berputra tentu sudah merasakannya. Kita (para bapak) akan jadi sopir nganterin warga (anak-istri) kemanapun, jadi kuli angkut belanjaan istri (rakyat) akan jadi satpam/ bodyguard di depan rumah, jadi anak kecil yg nemenin anak-anak kalau lagi main…. pasti kita mengalah (pura-pura kalah) bila bertanding lawan anak-anak dan sanggup jadi korban tertembak bila main perang-perangan…. asal warga(anak) kita senang…. tapi bisa berubah jadi harimau galak menggeram bila norma kebaikan yg telah kita tetapkan sengaja dilanggar oleh warga (anak-istri) kita.
      Itulah pemimpin keluarga.
      Suwun.

    2. ========================================
      Berita ini mungkin saja ngawur, seperti halnya sebuah abal-abal dalam pikiran ruwet. jadi mari kita telan bersama-sama. Intermeso kelas sluku-sluku batok (dengkul)
      =====================================================
      Berbicara tentang wilayah, seperti halnya sebuah rumah yang kita diami.
      Ada yang kinclong, ada yang doyong, dan ada juga yang melompong
      Di sana ada beberapa kepentingan, baik itu yang bersifat individu maupun bersifat kelompok.
      Merabanya kepentingannya, seperti membaca kabar yang tertulis di atas air. Intrik, solusi, pemenuhan dan pencapaiannya kadang membutuhkan jalinan dan tenunan rapat sekaligus sedikit longgar. Tetapi itu semua juga kembali lagi kepada penghuninya. . seperti apakah harapan dan usahanya ? ada yang bisa menambahi, monggo, dengan senang hati, mari berbagi pemikiran.

    3. Duuhhh…. maap…. kayaknya salah orang…. maklum… teropongnya sudah agak kabur.
      Sependapat kang Fruit table…. wilayah (areal) seperti rumah dg halaman yg kita tinggali secara bersama-sama dg sejumlah orang yg masing-masing punya wilayah pribadi dan ada wilayah yg dimiliki bersama yg disebut wilayah publik.

    4. Salam Kang Fruit Table…. hmmm… ini kang Getur…. correct? Apa kabar kang?
      ————————————————————————————-
      Apalah arti sebuah nama. tapi memang begitulah…. kabarnya masih trengginas (Tresno Nguri gaunge nasib alias masih urip). salam kang.

    5. Hehehe….. syukurlah… akang sangat jarang komen setahun ini….. “solah bowo” agak beda… biasanya tanda jadi “kepolo”…. wakkkkk
      Getok Tular= Tutur Tinular… kalau kang Getur tentunya akan menularkan ilmu yg manfaat buat hajat hidup orang banyak… tuull kang.
      Ditunggu “Wedaran Pitutur” lanjutannya kang.
      Suwun.

    6. kalau kang Getur tentunya akan menularkan ilmu yg manfaat buat hajat hidup orang banyak… tuull kang.
      ————————————————————-
      ilmu apa to kang… q bisanya ya cuman sekedar tau ja, tidak lebih. banyak dari rekan-rekan yang lebih mumpuni. saya hanya sekedar nambahin dikit-dikit saja sebagai pelengkap.
      o ya… tentang konflik horisontalnya. q acung jempol buat akang. pa lagi kalau water kanon modifnya selain buat pembubar masalah bisa juga di jadikan sumber biogas murah bagi warga. itung-itung sebagi pesaing pertamina. sejak indonesia masih berbenah sampai indonesia go publik, kok masih nunggu kiriman dari luar ya. sampai-sampai garam saja perlu di gelontor dari manca juga. mungkin laut kita sudah tidak asin lagi ya kang. Alhamdulillah aja deh… akhirnya indonesia punya laut tawar terluas di bumi ni.. zzzz.

    7. Pagi Kang Getur dan Para Saudara semuanya.
      Wehhh… ide yg sangat bagus kang…. biogas yg terjadi bisa pula berfungsi sebagai pendorong tinja water cannonnya sehingga tak perlu menggunakan pompa.
      Masalah tentang berbagai kebutuhan pokok yg diimport dari luar negri…. hhh… itulah yg memprihatinkan….. otak para pelaku ekonomi (pengusaha yg juga adalah bangsa sendiri + pemerintah) sudah benar-benar otak duit…… tak peduli dg nasib para petani garam.
      Terima kasih tambahan idenya kang.

    8. Waduh, rupanya padepokan abal2 ini sedang mendapat kunjungan beberapa tamu penting nih! Selamat datang Kang Fruit, Kang Getur dll. Semoga betah dan bersedia membagi sedikit ilmunya. salam

    9. Salam kang Wager….. betul kang….. kayaknya… komen kang Getur tentang “Pandum Jaya Diningrat” patut diunggah jadi halaman tersendiri.
      Suwun.

    10. Waduh, rupanya padepokan abal2 ini sedang mendapat kunjungan beberapa tamu penting nih! Selamat datang Kang Fruit, Kang Getur dll. Semoga betah dan bersedia membagi sedikit ilmunya. salam
      —————————————————————–
      Kang wage ni ada-ada saja. tamu penting apaan. saya juga sama dengan yang lain. rakyat kebanyakan. apa yang saya sampaikan tidak lebih hanya sepengal-sepenggal saja kang, itupun banyak yang hasil copas dari tempat lain. Tentang ilmu, saya cuma bisa nambah-nambahi saja kang. ya sekedar ikut urun rembuk saja kang. kalau memang saya pernah bersinggungan dengan hal tersebut mungkin masih bisa mensheringkannya buat rekan-rekan semua. tapi ya tu tadi. mudah-mudahan cocok.

  17. Salam Pada Semuanya.
    Wahh… tak terbayangkan bagaimana seandainya…. kaki kanan depan maunya melangkah ki kanan sedangkan kaki kiri depan inginnya melangkah ke kiri serta kaki belakang kiri maunya melangkah mundur ke kiri (menurut kaki kiri belakang, dia jalan ke depan)….. telinga gerak-gerak sendiri… mata kanan dan mata kiri gerak sendiri kekanan kiri tak sinkron alias “keero”…. perut keroncongan kosong tak bisa diisi… karena mulut ogah mengunyah…… mata ogah melihat/mencari lokasi rerumputan…. kaki mau tak mau diajak jalan menuju rumput… pasti tak lama lagi badan mati.. kaki ikut mati… mata mati….semuanya mati.

  18. Emmmbbeeeekkkkk……. Hei para saudaraku…… Para kambing senusantara….
    tak peduli congekan apa tidak, tak peduli kambing gimbal (gibas) atau tidak peduli kambing hitam atau putih atau belang dimanapun anda berada.
    Ingak-ingak….. leluhur kita… young wedus java, young kambing selebes dan young-young kambing senusantara telah berikrar menyatakan sumpah setia untuk mempersatukan para kambing senusantara… agar kita tak bisa lagi diadu antar sesama kambing.
    Leluhur Kita telah bersumpah yaitu:
    1. Kami putra dan putri Kambing Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
    2. Kami putra dan putri kambing Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Kambing Indonesia.
    3. Kami putra dan putri Kambing Indonesia, menjunjung bahasa persatuan Kambing, bahasa Kambing Indonesia.
    Salam eemmmbbeeeekkkkkk.

  19. Eeeemmbbiiikkkkk…… eh..salah.. itu bahasa kambing madure ..eh …madura… eemmbbeeeekkkkkk… nah… ini bahasa nasional kambing Indonesia.
    Salam Eeemmbbeeeekkkkk dari kambing di madura buat para saudaraku kambing se Indonesia.
    Sakalangkung gih… eh…. maksud saya… Terima kasih buat Kang Kambing Congek van Java… hmmm…. kok masih keliatan perbedaan ya…. hmmm… apa mungkin lebih baik dihapus saja istilah java, selebes, borneo, papua dll… diganti dg nomor …. 01 kambing yg ada di propinsi 01 (paling ujung barat Indonesia), 02 untuk kambing yg ada di propinsi 02 untuk pengganti Sumut… demikian seterusnya berurutan sampai propinsi paling timur, demikian pula nama kabupaten/kodya diganti menjadi nomor tertentu berurutan dibelakang nomor propinsi…. Kodya Medan Sumut jadi 02.01. … demikian pula nama kecamatan dan kelurahan….semua diganti dg nomor saja.
    Demikian pula nama para kambing…. juga ganti dg nomor saja… saya kambing nomor 01.01.02.01.02 dst seperti nomor identitas KTP kambing Nasional.
    Salam melamun dan mengembeek nasional.

  20. Salam sejahtera dan damai……..

    Ikut menyimak tentang ilmu pemimpin……semoga di tahun 2014 Negara NKRI akan dipimpin oleh seseorang yang benar benar pemimpin sejati…..Amin….

  21. “Semoga 100 tahun lagi di kampungku berdiri sebuah perpustakaan desa dan kemudian diikuti oleh kampung-kampung lainnya di seluruh negeri”. …..

  22. salammm……

    salam….. buat semua ….

    Selamat datang dan selamat bergabung…..di blog ..abal-abal……kwkwkkwkw

    maaf saya pengen ketawa dulu ….ketawa….terbahak -bahak………hahahaha…hahahhaa…hahahaha…hahahhaa

    soal nya ada yg lucu cu cu cu banget……..hahahaa…ahhahahaha…hahahhaaa……

    saya tertawa dgn komen” apa mukin dihapus aja Kang kambing congeekk van Java “”……hahahaha…hahahaha……haaahahahahha…….

    kalau kambing 2 disenayan …..mungkin saja mau……hahahahahaha …hahahaha…hahahahaha

    di blog abal-abal …ini…orang2nya kelihatannya sich emang bodoh2 ………………………………. “tapi hatinya melek “…..hahahahahahahahahahahahha…hahahahahah

    profesor …doktor……master……sarjana……….semua ijazah bisa dibeli….wkwkwkwkwkkwkwkww………bisa dibeli……..hahahahahahahaa… hahahahha…hahahahhaha…….

    terimakasih …..

    Wasallam …PNL

  23. Salam Sejahtera akang Warga Indonesia.
    Amiieenn.
    Salam Mbah Sempurul…. lhoh…kelamaen mbah… sekarangpun bisa mbah… modalnya tak mahal kok… tak sampai 5 juta.. buat beli komputer dan bayar 220 rb tiap bln ke telkom untuk langganan internet… maka cendela dunia sudah tersedia di tiap desa seluruh pelosok negri.
    Tentunya tiap Kades/Lurah bisa mengusahakannya…. kalau tak bisa… mending lengser saja.
    Mmmmm…. mungkin …. minat baca masyarakat kita yg kurang…. maap.

    1. Benar juga Kang. Cuma saya koq lebih suka kalau dimuai dari yang manual dan primitif ya? Akses internet perlu kecerdasan emosional dan juga tanggung jawab, kalau ndak ya nanti cuma dipakai untuk game dan main facebook doang.

      Internet adalah gudang ilmu dan juga gudang…….setan. Masih banyak rekan kita yang tidak bisa memilih sumber info dan akhirnya nyasar ke site tidak jelas dan abal2, mudah tertipu oleh foto atau gambar rekayasa photoshop. Apalagi kalau sudah menyangkut issue agama maka rekayasa semakin mudah memakan korban.

      Jadi untuk asas manfaat, saya masih lebih percaya pada perpustakaan dengan menyediakan beragam buku cara bercocok tanam, beternak, memulai wiraswasta kecil, makanan sehat, ensklopedia negara lain etc.

      Di negara maju seperti Jepang yang teknologinya sudah melesat jauh, sampai saat ini perpustakaan masih tetap ramai pengunjung dan toko buku bertebaran di banyak tempat dan selalu penuh sesak. Jadi kalau negeri mereka maju, ya wajar saja.

  24. Salam dari kaum sapi buat kambing se Indonesia.
    Kami ikut prihatin….. semoga tak ada ruang buat usaha memecah belah dan mengadu sesama kaum anda…. terasa kegetiran dan kekhawatiran terungkap dari komen anda.
    Kami masih bersyukur…. karena secara natural kami sulit diadu sesama sapi…. kecuali adu lari… kalau cuma diadu lari….. tak apalah…. idep-idep …olah raga…mooooo.

  25. @ Kagem poro pinisepuh yang saya hormati dan saya cintai,

    Terima kasih atas semua komment dan responsnya yang berwarna-warni…

    Cita2 menjadi negara yang seperti jawa dwipa, bukan berarti menjawakan semua indonesia, namun jawa bisa menginspirasikan kepada semuanya bahwa nusantara akan besar jika budaya jawa tetap menjadi jawa, batak kembali ke bataknya, sunda tetap bangga dengan sundanya, begitu juga dengan suku2 lainnya, seperti dayak, ambon, papua, madura, badui, dsb, dst.

    Budaya adalah roh/ spirit jati diri, jika kestabilan budaya kita solid maka akan merambah ke sektor lainnya, seperti ekonomi, ketahanan, kenyamanan, dsb, baru kita akan siap menuju indonesia mercusuar dunia, sebagai tamansarinya dunia…

    Kita bisa merangkai kedamaian lewat bunga, maka dalam hal builth in spiritual, kita bisa saling bergandangan tangan (merangkai/ menjembatani perbedaan) dengan keaneragaman budaya yang kita miliki :).

    Salam nusantara dwipa,

    Dewi

    1. Salam Ning Dewi, Kang PNL, Warga Indonesia.
      Dipersilahkan mampir ke klosobedah untuk bersama kita pelajari peristiwa konflik peperangan etnis di Rwanda dan pembantaian etnis Bosnia pasca keruntuhan negara federasi Yugoslavia…. agar tak terjadi kondisi tersebut di negara kita.
      http://leadershipprincipal.wordpress.com/2013/02/21/membedah-masalah-konflik-kekerasan-horisontal-dan-solusinya/
      halaman tsb baru saja saya update.
      Mohon maap…. karena sudah jadi tugas saya untuk menjaga keutuhan NKRI.
      Salam.

  26. Salam …..

    kang @ O-O……bagus banget kang…..saya suka dgn teori …. penyajiannya dgn metodenya yg bagus…. mudah saya mengerti……..kayaknya ini punyaknya litbang….atau lemhanas…. kebetulan saya pernah belajar planologi……

    kang @O-O jgn kuatir sama saya..yaaaa….Ortu gue…..juga dulu Prajurit…SK nya Jogjakarta…pengalamannya …..”bintang grilya” ….dan ( RMS ..Kahar mujakar …pembebasan irian ) dan terakhir “ganyang Malaysia” ……..mantan pasukan khusus “soekarno” dan pernah diadili oleh pengadilan militer “rezim soeharto” tp babe gue bebas …karena gak terbukti ……bersalah

    saya berjanji dalam hati…..saya tidak ingin apa yg sudah cicapai oleh para pendahulu termasuk babe gue…akan menjadi berantakan …karena ulah beberapa “oknum”….apalagi oleh oknum2 yg ada di gedung ” senayan”……hehehhe…

    untuk ulasan dan pembahasan sajian Kang @ O-O …..kita sambung klu ada waktu dan kesempatan…yg baik…..

    Thanks…….

    Wasallam ….PNL

  27. Salam hormat dan selamat pagi Mas PNL….Mas ABR………

    Saya merasakan bahwa Njenengan ber 2 seperti buah pinang yang terbelah 2 ….sama sama mempunyai semangat juang untuk membela dan menjaga tanah air…..sebagai putra bangsa yang baik dan sebagai putra dari orang terdahulu / leluhur yang terhormat ….putra dari para pahlawan…….

    Seperti yang perna disinggung oleh Mas PNL , Mas ABR atau JDD bahwa sangat dikuatirkan NKRI akan terpecah dan menjadi negara serikat atau otonomi daerah …apakah otonomi wilayah kota , propinsi atau kepulauan……

    Saya menduga bahwa NKRI akan menjadi beberapa negara bagian seperti Amerika Serikat dan proses ini mungkin akan dikumandangkan diatas tahun 2015 ….kenapa bisa terjadi seperti itu …..mungkin dengan cara seperti itu kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat dan daerah tidak lagi terfokus seperti saat sekarang ini dimana kesejahteraan dan keadilan dalam banyak aspek dan bidang seperti dan hanya dimonopoli atau bahkan dikorupsi oleh orang orang pusat yang amat sangat dan getol hidup berpartai dan bernaung bergerombol di senayan ….berpartai yang manfaat dan tugasnya tidak dirasakan langsung oleh rakyat kecil …tidak untuk kesejahteraan rakyat secara langsung dan berpartai hanya mengumpulkan suara demi menduduki kursi presiden dan kursi DPR…….

    Dengan Otonomi daerah , wilayah , propinsi , atau kepulauan mungkin sebagai cara yang mungkin terpaksa atau paling bijaksana dan adil dan dimungkinkan berhasil dengan baik bila saja dipegang oleh putra daerah terbaik dan dipilih langsung oleh rakyatnya , para pemimpin daerah yang benar benar mencintai rakyat dan bumi tempat lahirnya ….berupaya semaksimal mungkin membangun dan mensejahterakan daerah dan rakyatnya …..

    Saya hanyalah rakyat kecil yang tidak sangat mengerti politik atau faham ilmu pemimpin , rakyat kecil yang merasakan bahwa kehidupan dan cara mengatur kehidupan oleh para pemimpin dipusat sana sudah tidak beres , tidak karuan , tidak manusiawi, tidak adil…..
    Mohon maaf bila saya mengatakan mereka atau para pemimpin pusat atau senayan saat ini hanya seperti benalu yang hidup subur di pohon tua yang masih sangat kuat dan amat besar……benalu benalu itu yang harus segera ditebas dengan parang yang ujung dan sisi pisaunya harus sangat tajam…….Nuwun…..

  28. Apakah kita masih percaya dengan ramalan para leluhur yaitu tentang SP / Satria Piningit……
    Apakah SP adalah sosok dan hanya 1 orang manusia….ataukah SP adalah sistim pemerintahan…….sekumpulan dari para manusia yang sangat faham dalam bidang masing , sangat pandai dan cerdas ….para manusia pecinta rakyat dan pecinta Tuhan….sebagai hamba Tuhan yang sangat patuh mempertahankan dan menjaga amanah dalam hidup……bertugan mengatur banyak manusia / rakyat dan negaranya menuju rasa dan keadaan damai , sejahtera , rukun , adil dan makmur…….semoga saja Tuhan YME berkenan dan merestui NKRI menjadi mercusuar dunia…..AMIN….

  29. Salam Kang PNL, Cak JS, Ning Dewi, Simbah Wager dan Para Saudaraku Semua.
    Kang PNL, terima kasih tanggapan akang dan salam hormat buat ayahanda…. betul, yg kita khawatirkan bersama adalah para oportunis yg kebetulan terpilih mewakili rakyat kita.
    Cak JS, hehehe…. semoga cacak tetep teguh-rahayu menghadapi cuaca perekonomian yg lagi “ngalor-ngidul”. Semua warga secara individu memang rakyat kecil cak, yg bikin besar adalah perannya….. peran yg bisa mempengaruhi hajat-hidup orang banyak, bila perannya/lakon sudah selesai…. ya kembali jadi rakyat kecil. Tembang “Lir ilir” itu adalah pengingat bagi para warga yg sedang berperan besar/ punya pengaruh besar, kalangan luas… agar berbuat sesuatu untuk kebaikan bersama demi kesejahteraan banyak warga… mumpung belum purna-wira/pensiun. Tentang SP…. hmmmm…. seyogyanya… kita anggap beliau sudah hadir ditengah kita dan selalu berbuat kebaikan untuk orang banyak…. wujudnya/identitas individunya…. tak perlu kita memusingkannya untuk mencarinya, hal ini untuk mencegah kultus individu… mungkin saja beliau punya ide tentang sistem pemerintahan… sebuah hasil karya pemikiran seseorang yg tak diketahui identitasnya (anonim) yg mungkin saja diselipkan dalam pemikiran kita…. sehingga kita yg merasa punya idea padahal sesungguhnya itu ide SP…. aahhh… mbuhh.
    Salam Sejahtera.

  30. Salam…..

    Kang @ ABR…..terima kasih ,….salam Hormat dan salam Sejahtera juga buat seluruh keluarga besar kang @ABR……..

    Saya suka dengan …komen nya Kang@ABR…….kayaknya “njenengan ” punya insting yang bagus…dan bijaksana…..hehehehe.

    sekali lagi terima kasih,…….

    Wasallam …PNL

  31. Salam Kang PNL, Cak JS, Ning Dewi, Simbah Semprul dan Para Saudaraku Semua.
    Kang PNL…. Terima Kasih Kembali …. hmm… akang juga punya yg serupa… hehehe.
    Cak JS…. bagaimana kalau produk hasil karya cacak (foto + spec + harga + no rek) dikirim ke sini atau ke klosobedah buat ditayangkan ?
    Mbah Semprul….. benar juga…. internet merupakan cendela dunia…. baik dunia terang maupun dunia gelap… agar para warga tak ngelongok ke cendela kegelapan… perlu orang yg diserahi tugas operasional ….. hmm… kayak model warnet tapi dg kuota tertentu gratis (misal < 20 mnt) bila lebih harus bayar kurangnya.
    Salam Sejahtera.

    1. Salam Mas ABR….terima kasih dengan niat baik Njenengan untuk JS……

      Untuk saat ini saya seperti orang yang baru sembuh dari sakit…..masih perlu waktu untuk benar benar sembuh …..ternyata banyak dari anggota JS hanya sebegitu saja….ingin duit besar tapi tanpa belajar dengan sungguh sungguh……ketika order sepi banyak yang berjalan tidak jujur , serobot pelanggan…ha hha…..ketika ketahuan dan ditegur malah keluar dan ikut orang lain…walah walah….malah merentas jiplak hasil karya JS dan dibeayai majikan baru…….

      Sekarang saya agak “nglokroh “…..sedikit hilang semangat….tempat kerja dipasar tidak mampu saya beli….pulang saja kerumah dan kerja mulai nol dan dengan cara
      baru…teknik baru….kerja sendiri tanpa rekanan…..untungnya masih ada orang baik yang mau menerima beberapa item hasil karya kerja JS dan saya mendapat royalti dari hasil penjualan barang……biarlah untuk sementara waktu JS harus puasa dan menerima keadaan dengan ikhlas apa adanya……butuh beberapa bulan lagi untuk bangkit kembali……

      Untuk server arsip meskipun sudah 80 % rampung dan tinggal membuat software perintahnya …he he sama nasibnya….mungkin Gusti Allah belum berkenan atas itu……
      Sekarang saya mempersiapkan alat bantu pengapian untuk mobil yang memakai platina …ditambah rangkaian buffer power sehingga platina tidak perlu ganti lagi….istilahnya ini adalah alat seperti CDI…..semoga akhir bulan atau awal bulan April sudah siap dipasarkan….10 tahun yang lalu saya sudah bikin dan apesnya ditelikung patner kerja dan apesnya dia alat itu tidak tahan lama karena over head dan pasti mati dalam 1 bulan…..sekarang ada teknik baru dan safetynya sudah kami siapkan dan tidak mungkin bisa dijiplak…….

      Mohon doanya supaya tahun ini JS benar benar bisa besar meskipun kerja sendiri dan tentunya atas bantuan dari Mister X ……pasti akan saya berikan kabar kepada Mas ABR atau siapapun bila JS benar benar sembuh dari sakitnya………Nuwun…..

    2. Salam Cak JS…. duuhh… ikut prihatin cak. Semoga cepet sehat kembali, Amiieenn.
      Cak… jangan “nglokro” berkepanjangan…. cepet habis barat badan dan makin cepet tua. Jadikan luka di batin sebagai pelecut semangat untuk membuktikan bahwa tanpa bantuan anggota… JS tetap eksis dan mampu berbuat lebih baik lagi.
      Suwun Cak.

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s