Diary : Tanpa Judul

wiki-daunSecret for Us

Ada kalanya kita dipaksa untuk tidak memahami akan sebuah peristiwa, dan ada kalanya kita terpaksa juga mengiyakan peristiwa yang lain dan belum tentu pasti akan punya makna bagi kelanjutan hidup kita..

Dunia berputar bagai gasing (kata orang) padahal tidak begitu kenyataannya, gerakannya lembut, selembut belaian tangan kasih ibu mengusap kulit dari atas ke bawah (dikala bayi) sekeras pukulan ayah (diwaktu pelajaran itu dimulai). Menghentak ( coba engkau rasakan, terasakah ?) 

Sentuhan air bermacam – macam karakternya, ada yang tajam, ada yang panas, ada yang dingin, bahkan ada yang menyayat, selebihnya adalah damai. Begitu pula udara. Gerakannya gemulai bagai penari, semua lubang di jelajahi, walau itu kotor atau bersih dia tidak perduli. Dan dia tetap menari. Sikut sana, sikut sini, tendang sana, tendang sini, malah kadang-kadang terlihat enggan bergerak malu – malu dan juga memalukan (badai).

Kadang, sebagai manusia, saya merasa malu dan minder. Separah inikah ? Tertunduk saja tidaklah cukup, bersujudpun belum tentu di iyakan, sedangkan bulu-bulu di sekujur tubuh meremang tegak berdiri karena takjub juga miris.

Adil bagimu (orang ke-1), kadang belum tentu seimbang baginya (orang ke-2), Benar baginya (orang ke-2) belum tentu pas untuk dia (orang ke-3), dan seterusnya, dan seterusnya. Sedangkan aku sendiri sering bertanya dalam hati (adilkah TUHAN? yang engkau sematkan dalam perjalanan rentang cerita hidupku ?)

Rentang waktu seseorang memahami dan memulai sebuah memori adalah batasan seberapa besar keinginan untuk menjadi sesuatu/seseorang dalam bayang.

Ilalang bergoyang rebah tertiup angin lalu berdiri tegak kembali karena dia ingin melanjutkan hidup. Sama halnya dengan jiwa-jiwa penyemangat alam, alam bawah sadar juga alam kenyataan. Riuh saling mengisi dan berbagi. Siang dan malam, tiada pernah tau berguna ataukah tidak.

Seseorang berteriak FREEDOM. Sejatinya banyak yang sekedar berteriak tanpa tau maknanya, sedemikian diriku yang sudah mati di usia yang baru 4 tahun, walau aku sendiri di kala itu belum mengerti apa yang mereka pekikkan ! dan mereka lontarkan sambil menunjuk. (Coba engkau raba, sedasyat apakah goncangan itu ?)

Taukah engkau makna darinya ? tetapi sebelumnya jangan kau hibur dirimu dengan kegombalan yang lain, duduklah dengan manis di pangkuan keheningan, merangkul martabat kesedihan, menyungingkan senyum lugu ke arah mata angin (pilihlah untukmu sesuka hati mata angin yang mana pilihanmu)

Story for Us

continued another time

diaries end in 2012

……………………………………………………………..

Story for Us

Siapakah orangnya yang tidak ingin bahagia ? siapakah juga yang tidak ingin di sayang ? Siapa pula yang tidak ingin berkumpul dengan keluarga besar ?

Tuhan/Gusti Pangeran/Allah/Penguasa Kehidupan dan Kematian memberikan pelajaran berharga tentang regenerasi. Regenerasi manusia, regenerasi hewan, regenerasi tumbuhan, regenerasi penyakit/kuman/virus, regenerasi sel. Dan regenerasi lainnya. Yang kadang – kadang tentunya dijadikan suatu keadaan yang tidak memiliki manfaat apapun (Khususnya untuk manusia).

Pernahkah terucap dari mulut, pernahkah terdengar di telinga, pernahkah terbersih di hati. Siapakah engkau, dari manakah engkau berasal, apa trahmu, bagaimana ibu bapakmu, nenek moyangmu, birukah darahmu, makmurkah hidupmu, juga apa golonganmu.

Kadang pula terbersit pertanyaan, apa yang meski dibanggakan ? Pernah juga terlontar kekesalan diri, untungnya hal itu tidak membekas di sanubari. Kadang terlukis di hening malam, senyum dan cibiran yang terbuat karena sengaja.

“Lihatlah, itu orang tidak diakui oleh leluhurnya. Si Haram Jedah”

Sesuatu yang patut di sukuri karena dengan adanya hal tersebut, perjalanan penuh warna bisa terwujud tanpa harus capek-capek mencari. Tergelar tanpa harus menunggu ada. Sedangkan ayah sendiri tidak bangga akan segala yang ada padanya.

Masih terbersit di remang malam, kidung-kidung tanpa suara membelai daun-daun sawo kecik, mencoba menghibur keheningan.

Bukankah itu suatu keberuntungan, sehingga tidak terbebani oleh apapun ? Entah kalau menurut mereka ? tertawa, ataukah menangis, ataukah mencemooh. Siapa yang berani mengidungkannya ?

The story broke in ghostly silence

………………………………………………………………….

Circumference of Silence

Tirai – tirai malam bergelantungan menghiasi cakrawala. Menyibak kisah-kisah sembunyi yang terbuat dan terselip di antara basa basi terlalu di pagi hari hingga malam menjelang pagi. Cericit burung – burung sawah, menabur gelisah. Akankah fajar di hari ini akan selembut kemarin ? ataukah bulan purnama hari ini masih bisa aku temui untuk sekedar say hello dengan angin semusim penebar wangi damai ?

Jejak-jejak terbuat enggan untuk di hapus, ah sudahlah. Itukan masa lalu. Toh tidak ada daya dan gunanya (celotek si kemuning). Tapi tidak bisa hilang begitu saja (sanggah si kenanga), Andai kata dipersilangkan bagaimanakah hasilnya (Tanya si maja). Potong saja (pinta sritanjung), Jangan, cukup di pilah dan di sisir (saran di suruh). Lebih baiknya kembalikan ke yang berhak saja (desak mayang jambe). Kenapa bingung, biarkan sajalah, toh baunya tidak bisa berubah wangi, walaupun mandi bunga 100 rupa atau 1000 jenis (celetuk kelor).

circumference of silence

Komentar di atas diposting di topik: Hati Nurani Yang Tersamar

…………………………………………………………………

Komentar di atas diposting di topik: Hati Nurani Yang Tersamar

One thought on “Diary : Tanpa Judul”

  1. pelitnya aku

    pelitnya aku pada diriku sendiri
    pelitnya aku yang tak pernah secara sadar mengenal diriku sendiri
    pelitnya aku yang tak pernah sedikitpun meluangkan sunyi untuk bercengkrama dengan diriku sendiri
    pelitnya aku yang selalu sok sibuk memikirkan orang lain

    pelitnya aku😦

Kolom Nama, Mail atau Web bisa dikosongkan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s