Sang Penolong itu Adalah Diri Sendiri

berpikirPenulis: Iful Sevenstar – Yang menolong manusia keluar dari kesulitan hidup adalah dirinya sendiri, banyak contoh yang kita semua pasti alami masing-masing seperti ketika kesulitan keuangan untuk membayar uang SPP anak, maka ada gerakan dalam diri kita untuk berusaha entah meminjam kepada orang lain, bekerja lembur atau secara tiba-tiba mendapatkan hibah dari orang lain. Contoh lain ketika ada problematika keluarga, akan ada gerakan dari dalam diri entah itu mengajak berdamai, menunjuk mediator dll. Contoh lain ketika diri kita terserang sakit, akan ada gerakan dari dalam diri seperti pergi berobat ke dokter, ke tabib dll.

Jadi sebenarnya yag disebut PENOLONG itu tak lain adalah dirinya sendiri juga, sedangkan orang lain yang terkesan sebagai penolong adalah ‘ syariatnya’ atau jalan-jalan untuk mewujudkan titah diri kita sendiri.  Secara sadar maupun tak sadar, percaya ata tidak ternyata di setiap diri manusia itu ada ‘ power’ ada kekuatan yang sangat halus yang sangat berperanan besar dalam menunjang kehidupan kita di muka bumi ini.

Manusia diperintahkankan untuk mengenal diri, hal ini tak lain dan tak bukan untuk dapat me RASA kan adanya kekuatan halus itu. Disebutkan dalam berbagai macam Agama Tuhan Maha mendengar, Tuhan Maha Berbicara, Tuhan Maha Melihat, Tuhan Maha Penolong, Tuhan Maha segala-galanya. Ternyata yang disebut Tuhan itu adalah kata lain dari diri kita yang derajatnya sangat tinggi, dia adalah PRIBADI kita sendiri. Tuhan adalah Kepribadian manusia itu sendiri.

Diri kita yang sangat tinggi itu sering disebut dengan berbagai macam istilah tergantung agama dan aliran kepercayaannya, bisa disebut Roh Kudus, Malaikat, Nur Muhammad, Jibril, Yesus Kristus sang Juru selamat,  The Higher Self, Aku sejati, Diri sejati  dll.  Apalah arti istilah kata-kata itu kalau hanya sekedar menjadi pengetahuan saja, karena istilah-istilah itu bukan untuk difahami tapi untuk DIALAMI sendiri. Setelah dialami dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita bebas menamainya sesuai kehendak kita sendiri.

Orang yang berpikir adalah orang yang sadar bahwa dirinya itu adalah tuhan bagi dirinya juga, maka untuk mewujudkan Tuhan ke alam nyata itulah dirinya akan selalu terus belajar dan berguru kepada dirinya sendiri juga. Itulah yang disebut dalam kitab Alquran ” Setelah sempurna kejadiannya maka kutiupkan RUH Ku, maka tunduklah sekalian alam “. Yang sempurna kejadiannya itu bukanlah ketika dalam kandungan yang mana sang bayi mulai dilengkapi dengan panca inderanya. TAPI yang sempuirna kejadiannya itu adalah sempurna kesadarannya, sempurna ilmunya, sempurna niatnya, sempurna tujuannya. RUH KU itu lah Pribadi manusia yang tertinggi, ketika itu berhasil dinyatakan dalam alam nyata, maka anda akan menjadi seorang DALANG yang mana dunia sudah ada dalam genggamannya.

Agama sebagai Jalan untuk menuju PRIBADI kita yang sangat tinggi itu bukan untuk dipegang dan dijunjung tinggi sebagai symbol keimanan TAPI justru agama itu harus dibuka secara lebar-lebar rahasianya, dikelupas habis kulit-kulitnya, bahkan dengan kata lain harus mampu ‘merobek-robek’ agama yang dianutnya sendiri, inilah yang menjadi BATU SANDUNGAN orang yang berusaha mengenal diri lewat jalur agama. Jadi ternyata bukan agamanya yang salah tapi diri kita yang tidak mampu memaknai/ membuka rahasia agamanya sendiri. Sehingga yang terjadi perjalanan spiritual hanya berputar-putar di lautan agama, seharusnya KELUAR dari lautan itu dan berenang, menyelam ke lautan sesungguhnya, yaitu KEHIDUPAN.  Masalah yang datang bertubi-tubi itu tak lain adalah “Jalan Tuhan” untuk membuka lapisan kesadaran manusia,  kalau hidup dalam lautan agama maka akan memandang masalah yang datang itu sebagai cobaan/ musibah dari Tuhan,  tapi bagi orang yang sudah hidup dalam lautan kehidupan sebenarnya, masalah itu justru ENERGY untuk memperkuat dirinya sendiri agar mempunyai RASA dan keyakinan yang semakin tinggi terhadap dirinya sendiri.

Tak ada dewa penolong
meskipun lidahmu berdoa melolong-lolong
yang ada adalah Tuhan mu terbengong-bengong
Akan ada dewa penolong
ketika dirimu  tidak berbohong
bahwa dirimu ternyata sebagai penolong

sign-iful

July 10, 2012 at 10:15amBy Iful Sevenstar in BEBASKAN BERSUARA (Files)

Advertisements

18 thoughts on “Sang Penolong itu Adalah Diri Sendiri

  1. salam buat pinisepuh semua… sepertinya saya harus setuju sama penulis, intinya adlh perubahan itu bisa terjadi dgn usaha lsg sndiri, pd dasarnya dlm diri kita ada 2 hal : aspek Ketuhanan yg positif dan aspek Kesyaitonan yg negatif, tergantung kita mengejawantahkannya dlm kehidupannya nyata ini, lebih bisa membangun kesadaran dengan cara yg mana????

    1. @ Salam untuk Mas Andree,
      @ Salam untuk Mas Pendawa,

      Terima kasih untuCredit point dan trimakasih wajib ditujukan pada Mas Iful, sang penulisnya.

    1. Weleh, saya juga ndak tahu jawabannya Kang.

      Maklum, karena tulisan di atas bukan saya yg nulis, tapi punya sahabat saya namanya Kang Iful. Nanti saya tanya dulu deh. Atau bersabar dikit karena saya juga berencana membuat tulisan mengenal diri versi abal2nya. salam

    2. Yg dimaksud diri atau diri pribadi adlh dzat (zat dgn dzat berbeda) dzat artinya diri pribadi, cara mengenalnya ya melalui guru mursyid gk bs sms an he3 emangnya spt wahabi cukup bc syahadat udah merasa islam?
      Ibrarat lilin yg mati, jika gk di nyalakan api dari lilin (guru mursyid yg sanadnya berjenjang, dari nabi saw, api lilin nya ditularkan ke sahabat, dari sahabat apinya ditularkan ke tabiit, dari tabiit ditularkan ke tabiin sampai akhir jaman (itu nsmanya jalan sanad) itu proses nya, dan yg blm tahu adlh guru nya muhammad, ini yg misterius… dlm cerita wayang, bima guru mursyid nya adlh begawan durna, spt itu prosesnya

    3. makasih balasannya cepet banget kang, dakha mau mengenal tuhan, mengenal diri sendiri, dan mengenal alam kang. dakha pengen pencerahan. mungkin dakha dituntun kesini oleh gusti allah untuk dapat pencerahan

    4. Salam Kang Dakha,
      Saya juga percaya bahwa kita disini berkumpul tidak lepas dari tuntunan Hyang Kuasa. Ada kekuatan Ilahi yang menuntun dan mempertemukan kita disini.Saya bangga senang dan juga berterima kasih telah dipertemukan dengan orang2 hebat diblog ini. Semoga akang betah. salam

  2. ku jg mau tau tentang tuhan, ajarin om, apa tuhan wujud/partikel/udara ?
    bener jg kata om panci, gurunya muhamad saw sapa ya, aneh ?

  3. om panci ini orang hebat bisa menguasai semua agama. ajarin dong om. klo kita adalah dzat, pasti kalo yg zat buat zat kimia, betul ga om panci, seperti zam asam, dll.

    1. Iqro (baca) bismiROB ika, itu perintah mengenal diri (dzatullah). Hirup teh kudu dilatih kupeurih,
      dituntun ku santun,
      diasuh ku lungguh,
      diasah kunyaah,
      dipiara kurasa

      Selamat pagi Neng

  4. belum paham betul saya bahasa jawa mas hehehe… belum paham betul saya dengan mengenal diri mas hehe. membaca diri yang intinya ya mas, ada fb gx mas ? biar dakha bisa tanya2 langsung sama mas panci dan mas wage

    1. Maaf lebih baik bertanya kpd yg lain saja, Panci hanyalah lilin yg nyala apinya msh redup yg msh berusaha mempertahankan nyala api, dan berusaha agar apinya jgn padam, jd belum siap menularkan api ku kpd lilin2 yg laen

    2. Kang Dakha,
      Artikel mengenal diri sendiri versi dongbud alias versi abal-abal sedang ditulis dan akan diterbitkan di lain hari. Mohon bersabar dan silakan berkunjung di lain waktu. salam

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s