Satrio Piningit Bagian II : “Misteri Senjata Trisula Weda”

250px-trisula (2)

Penulis: Wage Rahadjo – Satria Piningit adalah suatu cerita yang tidak lekang oleh panas, tidak lapuk oleh hujan. Cerita berupa ramalan penuh misteri tentang kedatangan sang tokoh penyelamat yang sangat ditunggu-tunggu oleh banyak kalangan. Tentu saja, disaat kondisi negeri yang amburadul sekarang ini siapa sih yang tidak mendambakan kehadirannya?

Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan sebelumnya: “Satria Piningit bagian I, Menyambut Kedatangan Sang Penyelamat“. Jadi bagi pembaca yang tidak paham apa dan siapa Satria Piningit itu silakan selengkapnya di link terkait. Sebelum membahas tentang Trisula Weda, tulisan ini juga dilengkapi dengan sedikit bahasan ramalan lainnya.

Bahasan tentang senjata, siapa yang tidak menggemarinya? Mendengar kata senjata kebanyakan orang akan cendrung akan membayangkan sebagai sesuatu alat yang tajam untuk bela diri atau tusuk perut orang. Namun blog ini berpendapat sedikit berbeda.

Weda

Saya percaya bahwa pembaca pasti sudah tahu bahwa Weda adalah nama kitab suci umat Hindu.  Kenapa harus Weda bukan Alkitab atau Taurat? Jawabannya tentu tidak lepas dari kondisi saat ramalan ini dibuat yaitu di era saat agama Hindu bercokol di tanah Jawa.

Weda artinya PENGETAHUAN.  Jadi senjata paling utama dari Sang Satria Piningit tidak lain adalah pengetahuan. Namun di tulisan ini saya tidak merujuk pada kitab Hindu  tapi tentang MAKNA dari kata Weda yaitu pengetahuan.  Semua hal yang berbasis pengetahuan adalah Weda versi blog ini. Ya, pengetahuan adalah senjata ampuh menuju kemajuan. Siapa yang bisa membantahnya kecuali orang sinting?

Dimana pengetahuan ini bisa ditemukan, dibaca atau dipelajari? Jawabannya tentu ada di sekolah, di buku atau perpuskakaan. Sudahkan negeri ini memiliki perpustakaan yang cukup?  Disaat negeri lain keberadaan perpustakaan adalah tempat wajib yang harus ada di tiap desa di negeri tersebut, sedangkan di negeri ini perpustakaan nyaris seperti hantu yang tidak jelas keberadaannya. Disaat di negeri orang, toko buku bisa ditemukan dengan mudah dan memajang ratusan judul buku dengan beragam desiplin ilmu, di negeri ini buku hanya sebatas bacaan anak sekolahan ataupun kalau ada buku umum, cendrung didominasi oleh buku agama.

Trisula

(Catatan: Tulisan ini telah direvisi tanggal 29 September 2013. Versi baru mengambil referensi dari blog kloso bedah ABR)

250px-trisula

Trisula adalah senjata tajam berujung tiga. Tidak jelas dari mana asal-usul senjata ini berasal. Yang jelas, dalam tradisi Hindu kuno, trisula merupakan senjatanya dewa Siva (Siwa). Jadi pada setiap gambar atau arca dewa ini selalu akan ditemukan lambang trisula di dekatnya. Link google image. Kemudian pada kepercayaan Romawi kuno, trisula digunakan oleh dewa Neptune. Link Wikipedia tentang Trisula

Lepas dari asal-usulnya, yang jelas trisula atau lengkapnya Trisula Weda adalah merupakan senjata dari sang Satria Piningit. Menurut versi saya, Trisula Weda adalah simbol dari tiga kekuatan sbb: (Disarikan dari kitab Pancama Weda)

  1. Jnana (Knowladge = Pengetahuan)
    Jalan pengetahuan atau knowladge, yang dalam hal ini berarti pendidikan. Jadi ujung senjata pertama dari trusula adalah pendidikan. Kemajuan suatu negara ataupun kebahagian kunci utama adalah pengetahuan (knowladge). Pengetahuan didapatkan dari pendidikan baik melalui sekolah ataupun pendidikan di keluarga/masyarakat. Tanpa dasar pendidikan yang kuat maka maka kemajuan adalah suatu hal yang mustahil. Kemajuan tidak bisa dicapai dengan ilmu sihir namun harus dengan ilmu sains, ekonomi dan ilmu terapan lainnya.
  2. Karma  (Practice = Kerja / Perbuatan)
    Practice artinya kurang lebih praktek atau karya (nyata) bukan omongan atau berteori.  Bahasa yang lebih mudah adalah perbuatan  (karma=perbuatan). Perbuatan harus sesuai dengan ucapan, janji harus diikuti dengan realisasi, sedikit kerja banyak kerja, jangan berteori melulu, hafal kitab dan dogma penting namun perbuatan jauh lebih penting  dst.
  3. Raja (Atitude = Prilaku) 
    Artinya kurang lebih prilaku,  mencakup etika berbahasa, tingkah laku, tata krama dll.  Kebaikan, pengetahuan atau kedewasaan seseorang umumnya dinilai dari prilaku atau Atitude-nya. Menemukan orang pintar atau berilmu tinggi tidaklah susah. Menemukan golongan pekerja keras juga tidaklah susah. Namun menemukan orang pintar, pekerja keras dan sekaligus berprilaku baik tidaklah mudah.  Walau langka, orang semacam ini harus ditemukan khususnya untuk jabatan seorang pemimpin atau wakil rakyat. Negeri akan hancur kalau para pejabat dan politikus berprilaku urakan, ekonomi akan kacau kalau pedagang mengabaikan etika berbisnis, masyarakat akan rusuh kalau sopan santun hidup bertetangga diabaikan.

Sudahkan negeri ini memiliki 3 hal tersebut? Jawabannya bisa dilihat dengan mudah dari prilaku para pejabat di negeri ini. Prilaku yang memuakkan, komentar para pejabat atau pemimpin yang  asal bunyi, kata-kata manis yang kadang tidak singkron dengan perbuatan, tokoh agama yang kesandung kasus korupsi ataupun tertangkap basah umbar syahwat adalah contoh mudah yang menunjukkan bahwa pentingnya berpikir sebelum berkata dan berbuat sesuai dengan perkataan. Semua itu harus dibentuk dengan dasar pendidikan atau pengetahuan (weda). Itulah makna dibalik simbol Trisula Weda versi blog abal-abal ini.

wage-sign-rahardjo

Credit photo : pingram.me

Bacaan tambahan:

Advertisements

208 thoughts on “Satrio Piningit Bagian II : “Misteri Senjata Trisula Weda”

  1. Jika gue SP palsu sdh berani memburu,menantang dan mengobrak abrik kerajaan jin bangsat….dan kalian semua tidak berdaya sdktpun dan tdk ada perlawanan dan serangan kpd SP palsu….coba gimana jika gue beneran SP asli…..alamat kehancuran kalian kan….????
    Yg palsu saja kalian sdh tdk berkutik…gmn aslinya….mikir…mikir…loe kan punya otak dan ekor….gunakan tu otak dan ekor utk mikir…!!!

  2. Salam Mbah WageR……
    Ada beberapa Pasien yg lupa Minum Obat, atau Minumnya tidak sesuai aturan, padahal masih dalam Tahap Rehabilitasi……

    1. Ente duluan yg minum obatnya biar gak stres dan bisa kuat ikutan baca di blok ini…
      Ente jadi dokter bangsa jin bangsat itu,utk mengobati penyakit kronis mereka yg licik,rakus ,tamak dan serakah….

  3. Semua manusia akan melalui proses masing masing seperti tahap ke tahap, kejadian ke kejadian, langkah ke langkah agar bisa mendapatkan semuanya berbahagia dan beruntung bagi yang lupa/ngelupa kan kewajiban tetapi masih menikmati kebahagian dr SANG MAHA KUASA.
    salam persaudaraan dr arya jenar

  4. Kulonuwun Kang Wage. Mohon ijin komentar.
    Ini ulasan yang bernalar tentang Trisula Weda. Karena para leluhur kita juga kaya dengan istilah kias, tidak tekstual. Kupasan tentang tiga kriteria Karma-Jnana-Raja sungguh mirip dengan kriteria kepempimpinan modern, yaitu, Skill-Knowledge-Attitude.
    Itu kriteria pokok seorang pemimpin ideal.

    Kerinduan tehadap sosok Satria Piningit (SP) maupun Ratu Adil, akan semakin kuat, ketika rakyat menghadapi situasi yang jauh dari ideal : “Tata tentrem kerta raharja”. Kekacauan, ketidakstabilan, ketidakadilan, akan mempersatukan rakyat kepada suatu mimpi yang sama, yaitu menyambut datangnya Satria Piningit yang memenuhi kriteria ideal tersebut.

    Menurut “penerawangan” saya, setiap zaman membutuhkan SP yang sesuai untuk kondisi zamannya. Namun demikian, secara prinsip, kriterianya tetap sama dan berlaku di zaman apapun, yaitu Skill- Knowledge-Attitude.

    Begitu kira2 menurut saya yang awam ini.
    Semoga Hyang mBaurekso berkenan 🙂

    1. Salam kang Wager….
      Topik sang Ratu adil sejati sudah muncul ..sdh ditutup ya kang…???
      Apakah bener2 dia sdh muncul sehingga topiknya sdh ditutup komentarnya…?

      Nuwun.

  5. Mas mas dan mbak mbak saya nulis 4 Kitab yang terdiri dari Kitab Induk Trisula Weda, Teologi lintas Agama guna mewujudkan Agama Cinta. Tiga Kitab turunan 1. Siapakah Aku, Pencarian Jati Diri Guna Meraih Cinta Sejati, Kedamaian Dan Mustajabnya Do’a. 2. Sang Maha Dewa Trisula, Perjalanan Satrio Piningit Dalam Membangun Dunia Menjadi Sebuah Kerajaan Cinta. Judul??? Kajian Sains Dan Teologis Dalam Menyingkap Rahasia Di Balik Penciptaan Alam Semesta. Semuanya akan terbit akhir 2017…..

  6. Mas mas dan mbak mbak saya nulis 4 Kitab yang terdiri dari Kitab Induk Trisula Weda, Teologi Lintas Agama Untuk Mewujudkan Agama Cinta. Tiga Kitab turunan 1. Siapakah Aku, Pencarian Jati Diri Guna Meraih Cinta Sejati, Kedamaian Dan Mustajabnya Do’a. 2. Sang Maha Dewa Trisula, Perjalanan Satrio Piningit Dalam Membangun Dunia Menjadi Sebuah Kerajaan Cinta. Judul??? Kajian Sains Dan Teologis Dalam Menyingkap Rahasia Di Balik Penciptaan Alam Semesta. Semuanya akan terbit akhir 2017…..

  7. Bisa ditambahkan, semar sudah ada sebelum alam semesta diciptakan. Semar dapat menembus dimensi alam kubur.
    Hidup nya kembali penerus trah Mataram Kuno berserta pasukan ghaib. Terjalinnya kembali hubungan dengan beberapa trah kerajaan sahabat. Siapakah tokoh dibalik Gunung Slamet dan Gunung Semeru. Perihal ramalan eyang R.Ng.Ranggawarsita, UWS, tak perlu di kupas, karena aku sendiri yang akan menebus dosa itu. Jangan coba” membuka pintu gerbang ghaib penyimpanan harta, segera dikembalikan, rajah pembalik telah aktif, harta itu milik rakyat bukan untuk konsumsi pribadi.

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s