Berbaik Sangka Tentang Poligami

ilustrasi78776Penulis: Modernprimate

Nuwun sewu :) Kebaikan mendasar yang tertanam di setiap manusia tentunya menyangkut hal-hal apapun yang mendasar pula. Termasuk soal equality antar sesama manusia yang tak pernah membeda-bedakan gender.

Mari sejenak berbaik sangka bahwa semua kitab manapun yang dianggap suci oleh agama dan penganutnya adalah dari Tuhan, yang diyakini Maha Adil, Maha tidak memihak, Maha Pengasih dan Maha Penyayang bagi semua makhluknya.

Seandainya muncul statement-statement tertentu dalam kitab-kitab suci tersebut yang berkesan memihak, meninggikan derajat satu golongan atau kelompok dan merendahkan yang lainnya, cobalah direnungkan sekali lagi, dan berusaha dipahami makna yang mendalam yang terkandung di dalamnya, selain yang hanya sekedar bisa dipahami secara tekstual.

Sebagai contoh, ada satu kitab yang jelas-jelas menampilkan anjuran untuk “mengawini” 4 “istri” sekaligus. Ketika statement kitab ini ditelan mentah-mentah, maka yang terjadi boleh jadi adalah proses pemahaman yang out of topic dari anjuran Tuhan sendiri untuk “mengawini” atau menaklukkan atau me-manage ”4 nafsu” yang ada di setiap individu secara universal sebagai salah satu sarana “kembali pulang” menuju Dia.

Proses penyadaran tentang adanya makna mendasar inilah yang seyogyanya diberikan kepada siapa saja yang belum tahu dan masih punya keinginan untuk mau tahu.

“There’s a sign on the WALL, but SHE wants to be sure….cause You know sometime words have two (or more) meaning”

salam dan salim saking kawulo :)

sign-mo

Catatan Editor:

Mengawini 4 nafsu yang ada dalam diri? Hmmm…..opini yang nyeleneh namun sekaligus manarik. Bagi rekan yang pernah membaca Kitab Gatholoco karya Sdr Damar Shashangka, menyebutkan pendapat yang kurang labih sama yaitu  “menaklukkan lima wanita yang merepresentasikan unsur-unsur halus di dalam diri manusia” antara lain:

  1. Rêtna Dewi Lupitwati (yoni/kundalini),
  2. Mlênuk Gêmbuk (memori),
  3. Dudul Mêndut (kesadaran),
  4. Rara Bawuk (emosi), dan
  5. Dewi Bleweh (pikiran)

Opini tetaplah opini, agama adalah kepercayaan yang sebaiknya tidak perlu dipertentangkan. Yang jelas ajakan untuk berbaik sangka dan berpikir positif yang dilontarkan oleh Kang Modernprimate sepertinya cukup menarik untuk disimak atau direnungkan. [wage]

Image source: UNKONOWN

Advertisements

11 thoughts on “Berbaik Sangka Tentang Poligami

  1. @ Kang MO,

    Conggrotulation for your first post and I can`t wait to read your next thought :)…

    Hmmm, kayak lagunya kangmas Brian Adams aja yang bercerita tentang… when you`re really-really loves a woman… romantis sekali, kalau mencintai wanita, tidak bisa hanya mencitai raganya tetapi juga harus bisa menyelami jiwanya… itu versi baratnya…

    Kalau versi timurnya seperti jawa ada kangmas Gatholoco bahwa tidak lengkap/ kurang tepat kiranya kalau hanya mengawini yoninya wanita saja, tetapi lelaki harus bisa menyelami emosi, pikiran, kesadaran dan memorinya…

    Nah, kalau bagi si wanita bagaimana ya kang?… apakah ia juga bisa mengawini kesemua ego, nafsu, pikiran dan emosi lelaki? :wink:…

    Salam salim,

    Dewi

  2. kang modernprimate wrote:
    Sebagai contoh, ada satu kitab yang jelas-jelas menampilkan anjuran untuk “mengawini” 4 “istri” sekaligus. Ketika statement kitab ini ditelan mentah-mentah, maka yang terjadi boleh jadi adalah proses pemahaman yang out of topic dari anjuran Tuhan sendiri untuk “mengawini” atau menaklukkan atau me-manage ”4 nafsu” yang ada di setiap individu secara universal sebagai salah satu sarana “kembali pulang” menuju Dia.

    hadehh…soal penafsiran ini juga ambigu euuui… :3

    share yaa, sy pernah diwejang sm bapak2 yg cerita bhw ajaran yg diimaninya saat ini adl yg terbaik. “agama sy sebenarnya tidak seperti ini”, katanya.

    >>sy balik tanya, “Bapak dapat kesimpulan demikian drmn”?

    –jawabnya : sy simpulkan sendiri (??? 😀 😀 :D…gubrag :D)

    >>sy bilang lg, “tahukah bapak bhw dlm ajaran yg bapak banggakan tsb dlm hal mencari kesimpulan harus dgn musyawarah yg dilakukan oleh 40 pemuka agama yg diakui?kok bapak simpulkan sendiri?sementara udh ada pedoman bhw menyimpulkan sendiri itu adl sesat.berarti kalau bpk beriman pd ajaran bpk sesuai yg tercantum dlm pedoman yg dua, bpk udh dinyatakan sesat. berarti bpk sesat dong?kok mejang sy kan kita sama2 sesat?berarti sesat sama sesat sama2 mau ngaku bener dong?wkwkkk”

    –jawabnya: “bukan mas, sy mempelajari bhw agama sy adl agama damai.agama terindah sekaligus paripurna, penyempurna dr agama2 dibumi”, katanya.

    >>sy bilang lg, “ah masa pak?tidakkah bapak lihat perintah potong leher manusia lain yg tak seazas dlm reliji pd ajaran bpk? atau jgn2 bpk tdk mengakui itu atau menafsirkan lain.wah…berarti bpk mengingkari dong” ?

    –jawab, ” maksudnya potong leher itu potong kejahatan org2 mas, bukan manusianya yg dipotong”

    >> saya, “ah masa? tidakkah bapak jumpai semua tafsir menyebutkan bhw ayat itu bermakna lugas/seperti yg tersirat?wah jgn2 bapak belum pernah belajar ajaran bapak ya”?

    –jawab, ” …….” (゚ヮ゚)

    >>sy, krn kasian lihat si bapak yg mati kutu akhirnya mencoba ngayem2i. “yg penting khan kelakuan kita pak. apapun ajarannya kalo kelakuannya jahat ya tidak baik. sebaliknya pun begitu. kita yakini aja deh yg kita yakini baik buat kita. yg penting kita tdk mengganggu kamtibmas, gitu aja.ok” ?

    akhirnya sibapak ngeloyor pergi.wkkwk.entah apa yg dipikirnya, frustasi krn sy ngeyelan atau gmn, entahlah, hanya hantu tuhan yg tahu d(–)b

    1. (dicomot dan diolah dari komentar Kang Budi)

      Yg penting khan kelakuan (prilaku). Apapun ajarannya kalo kelakuannya jahat ya berarti penjahat. Penjahat harus diberantas ditangkap, disidang dan dibinia, bukan dibiarkan atau malah dipelihara atau malah diternakkan.

      Jangan melanggar hukum atas nama agama, yang membuat negara terkapar…….

      wager

  3. kadang orang berhati bersih yang bisa menafsirkan secara baik itu namanya kaum brahmana, kalo tegas dan tanpa tedeng aling aling apa yg ditulis adalah perintah itulah kaum kesahtria, kalo memanfaatkan ajaran kan boleh….kan memang ada walau dia tahu salah dan benarnya dia menegosiasikan ajaran dia adalah kaum waisya ( pedagang ) kaum sudralah yg menerima ocehan cemohan dan masa bodoh cuma suka menjalani yg ada tanpa komentar…..tidak ada yg rendah dan tinggi derajatnya itu hanya pengelompokan secara sosial……..hehehehehehe
    kaum nego terhadap 4 istri ini yg asyik sekaligus menyulitkannya karena sifatnya yg suka dalam tantangan hidup biasanya enterphneur itu heheheehe…..kalo seorang yg dikatakan pemuka agama yg begitu biasanya dia seorang pedagang kata2 belaka…..hehehehhehehehe, kesetiaan adalah asyik tidak setia adalah tantangan kedua2 adalah kehidupan wehehehehhe……….salam salam
    eh satu ah lagi kebetulan denger pemuka agama di TV bangga sekali atas kecerdasaan atau “kelicikan” cerita abunawas…..weh inilah yg salah mengambil figur pendusta yg cerdik begitulah negara kita tanpa sifat tegas seperti kesahtria, negarawan sejati malah suka seperti dan bahkan bangga menjadi abunawas……ironi memang!
    salam sayang

  4. Berbaik Sangka Tentang POLIGAMI …….iya semoga kita berbaik sangka tentang poligami…… berbaik sangka juga kepada POLIKLINIK…..POL ISI………POLI TIKUS…….dan POL POL an yang lain….he he he……tapi kalau tidur jangan seperti saya….yang kadang masih ( ngom ) POL…..wkwkwk….

  5. Waduh….komen eprekethek saya dijadiken thread….wakakakaka! :hammer:

    Bukannya ga mau banyak ngomong mbah…saya paling males kalo musti debat kusir saling berkutat dengan TAFSIR masing-masing. Bukan apa-apa, ya memang males saja….hahaha!… Karena memang rata-rata masih pada lupa bahwa TAFSIR sendiri memang bersifat sangat subjektif. kalo sudah pasti dan benar2 BENAR namanya bukan TAFSIR…:p

    Komen saya yg mbah Wage jadiin trit ini adalah tafsir saya terhadap statement mbak Dewi di lounge blog mbah ….la wong cuman menafsir saja kok….kan ya sak karepku….ada yang manggut silahken…ada yang melotot ya monggo….ada yang geleng2 malah tak tabuhi supaya joged sekalian…wkwkwkwk

    sekedar masukan asal njeplak saja dari saya….:))
    TAFSIR means COMMENTARY…..yang pasti dan tak ambigu adalah KETETAPAN atau PROVISION….

    Masalahnya di sini, untuk semua kitab yang dianggap suci, sampai saat ini belum pernah ada yang berani memahaminya menggunakan penyebutan PROVISION….yang ada hanyalah tofsar tafsir yang nilainya tak lebih hanyalah sebuah komentar.
    Selama masih bertitel TAFSIR maka maknanya akan selamanya ambigu, karena secara logis, banyaknya KOMENTAR terhadap sebuah statement adalah sebanyak kepala yang sedang membacanya.

    salam dan salim nggo simbah dan sesepuh semua…..:)

    1. Komentar dijadikan tread. Ini sudah merupakan ciri khas blog abal2. Semua orang berhak nulis. Masak sih simbah terus yang jadi dalang? Nanti digosipin diktakator dong……

    2. @ Kang Mo,

      Lha pertanyaan saya kok belum di jawab?… tak tunggu lho :)…

      Sesungguhya tak ada itu tulisan yang eprekethek, yang ada adalah pertanyaan dan jawaban yang eprekthek :mrgreen:…

      @ Klepon,

      Jangan lupa kita harus berbaik sangka pula pada motif polkadot :mrgreen:…

      @ Wager,

      Ciri khas abal-abal, biar diktaktor atau otoriter yang penting tetap bisa bikin senyum mengembang atau tertawa riang karena hati senang bukan kepalang :D…

      Salam eprekethek,

      Dewi

  6. Selamat Pagi kepada Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua @ …

    Salam Sejahtra ……

    Break beberapa hari ini…., salah satunya adalah….. jalan-jalan membuka File-nya Dongbud (dimana Saya belum lahir), yg menarik diantaranya Artikel : BERBAIK SANGKA TENTANG POLIGAMI by Kang Modernprimate, pun….. comment2-nya dari Orang Top Markotop di Blog Dongbud ini….. Heheheee…..

    Perkataan BERBAIK SANGKA bahaya-nya….. seringkali dipakai ALAT (KEDOK) oleh KAUM OPORTUNIS, OKNUM , dll, disamping konotasi-nya PERMISIF, Saya cenderung (sebagai Diksi)….. Judul-nya JUSTIFIKASI KENAPA BERPOLIGAMI…??

    Karena Habit & Lifestyle Saya adalah pre-emtif, jika diterjemahkan adalah Kehati-hatian, waspada, berfikir logis & konsekuensi dari pilihan hidup (action), mentok2-nya GARIS HIDUP (setelah berikhtiar dgn cerdas & full optimal).

    Yang berpoligami pasti dilakukan DENGAN SADAR….. (jika tidak sadar berarti PINGSAN donk…)
    Substansi dari JUSTIFIKASI itu ada 2, yakni : NAFSU yg bicara, ataukah GARIS HIDUP yg harus dijalani…??

    Baik NAFSU, pun GARIS HIDUP, tidak begitu saja (SUBYEKTIF), tetapi bisa di jelaskan dengan konkrit, ada Parameter2 -nya, baik secara Kecerdasan INTELEKTUALITAS, Kecerdasan SPIRITUALITAS, pun Kecerdasan RELIGI, karena BERPOLIGAMI dalam praktek-nya itu bicara Skala (Fisik) & Niskala (Non Fisik).

    The other….. jika “membaca” comment-nya Simbah Wager, yang menarik adalah……. tidak kelihatan STATEMENT Simbah SETUJU (dgn Catatan)….., pun TIDAK SETUJU (dgn Catatan)…….
    Why……?? Heheeheeeeee………………

    Sukses slalu, rahayu…
    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
    Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

    1. Salam Kang Pejalan,

      Waduh, ternyata baru kali ini ada sahabat yang secara jeli mampu mengamati, menganalisis dan juga “menggugat” arah pergerakan saya yang abu-abu alias tidak jelas arahnya antara setuju atau tidak setuju. Jempol Kang.

      Poligami, semua orang sepertinya sudah punya opini sendiri-sendiri. Saya hanya menyediakan sepetak ruangan untuk mendiskusikannya. Jadi apa opini saya, sepertinya tidak penting dan juga toh tidak ada yang nanya. Wakakakkk……

      Di hampir semua tulisan di blog ini juga sebetulnya saya nyaris tidak menulis opini namun sekedar melemparkan ide diskusi saja. Banyak topik yang saya tidak kuasai, hanya sekedar permainan kata-kata, ditarik kesana kemari tanpa ada kesimpulan alias tanpa jelas juntrungnya.

      Lha, namanya juga blog abal-abal. wakakakkkk…..

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s