MISS WORLD : Ditolak Ndak Ya?

1323_688771954481549_85478747_nPenulis: Wager Rahardjo

Ajang penyelenggaran  Miss World tahun ini yang rencananya akan digelar di negeri Kurawa telah membuat negeri gonjang ganjing.Perang kata, kutukan dan umpatan antara pihak yang pro dan kontra tidak bisa dihindari. Simbah-pun sebagai salah satu pejabat negeri abal-abal pusing tujuh keliling mengambil sikap, ditolak atau didukung ya?

Di satu sisi, event bertaraf internasional ini adalah merupakan kesempatan bagus sekaligus gratis untuk mempromosikan kondisi negeri yang sedang acak adul. Namun di sisi lain, kontes ini juga bisa jadi akan memicu munculnya akses negatif. Maklum saja, karena lomba ini ada adegan bugilnya alias pamer tubuh cuma dengan bikini yang cuma secuil.  Mata kebanyakan pria hidung belang akan tercurah ke TV. Alamat akan ada bencana alam lagi nih.

  • Lha, ngebahas apa sih Mbah. Kalau tidak menguntungkan ya ditolak aja. Beres khan?

Bukan begitu Nak, masalahnya bukan asal nolak saja. Alasannya juga harus jelas, bukan asal main tolak……

  • Pakai alasan budaya dan adat timur aja Mbah?

Budaya timur yang mana? Timur laut, timur selatan atau timur tengah? Budaya timur itu ada banyak macam dan variannya. Kalau adat timur dijadikan acuan, maka lomaba sejenis seperti pemilihan abang none Jakarta juga harus dilarang, lomba pakian adat juga harus dilarang, lomba pakaian berkerudung berbaju karung juga harus dilarang. Pokoknya segala macam lomba apalagi sampai ada adegan pamer tubuh  harus dilarang. Titik !

  • Lha terus gimana dengan lomba binaraga  yang juga pemer tubuh dan cawat secuil seperti ini? Apakah nanti akan dilarang juga?

binaraga-aa88765

Benar juga ya. Rada susah juga nih. Gimana kalau pakai alasan pelanggaran HAM (click link), melanggar dasar negara atau UU45 (link)  dan sekalian beserta pembukaannya saja ya? Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena ……

  • Stop stop stop !!!  Itu semprul bing ngawur.  Bikin alasan itu yang cerdas dikit dong.  Atau, langsung ke intinya dan tidak usah muter-muter Mbah. Pakai alasan AGAMA saja.

Ha…ha…ha….  Maunya sih dari awal Mbah juga ingin pakai alasan agama , tapi kadang tidak enak juga karena dikit dikit agama, dikit dikit agama….. Apalagi fakta membuktikan bahwa antara agama dan akhlak kadang tidak nyambung. Walau kegairahan kehidupan beragama membludak, pendidikan dan ceramah agama bertebaran namun moral dan akhlak tetap saja payah. Agama menggonggong, korupsi ya jalan terus……

Kembali ke topik,   agama mungkin bisa dijadikan alasan yang jitu, namun masalahnya tetap belum selesai juga. Bagaimana dengan daerah lain yang berbeda agama dan kepercayaan? Masak harus dipukul rata? Bukankah negeri ini bukan negeri agama?

  • Pusing ah Mbah. Kalau agama sudah dibawa ke ranah publik dan UU memang hasilnya amburadul. Gini aja deh. Mbah juga suka melihat wanita cantik ndak? Masih suka intip foto wanita seksi berbikini minim ndak? Kalau Ya, ini namanya munafik. Sudah ah…

ratu-kecantikan

Semprul. Emang benar juga sih. Ngebahas tentang bikini emang bikin pusing dan bikin diMbah tambah munafik.   Jadi gimana ya baiknya? Dongbud perlu mengeluarkan  patwa **) menolak ndak ya?

wage-sign-rahardjo

Sumber image: huffingtonpost.co.uk

Catatan : (** kata patwa tidak ada hubungannya dengan fatwa

Referensi:

Foto peserta Miss World di Bali

ratu-kecantikan-1234768_10200534649387969_1832338014_n

59 thoughts on “MISS WORLD : Ditolak Ndak Ya?”

    1. nggak-lah, yg ada justru perasaan kagum, pingin punya body seindah dan semulus mereka… hmmm, cuma bisa berhayal pingin jadi ratu sejagad walau hanya semalam :mrgreen:…

    2. Syukurilah apa yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu, Wi. Percayalah Tuhan tidak melihat itu, namun melihat ke dalam lubuk hatimu terdalam.

    3. thanks, iya so pastilah saya selalu mensyukuri apa adanya dan bisa mencintai diri sendiri, tetapi nggak pa2 kan, kalau kita memuji keindahan yg orang lain miliki juga ? :)…

      ini seperti negara, right or wrong is my country, tetapi terkadang kita bisa memuji kemajuan negara lain… whe lha kok malah nggladrah, dari diskudi kontes ke obrolan negara…

    4. Baguslah kalo kamu bisa mensyukurinya, tapi banyak juga yang kepingin kayas miss-miss itu, dari sekedar berusaha memutihkan kulitnya dengan bahan-bahan berbahaya hingga melakukan bedah plastik yang sangat beresiko.
      ————-
      tetapi nggak pa2 kan, kalau kita memuji keindahan yg orang lain miliki juga ?
      ————
      Kalo yang dipuji gak besar kepala sih gak apa-apa? Maklum, ada cewek yang punya body bagus, eh begitu dipuji malah langsung dipamer-pamer, bukannya diumpetin biar gak ada cewek lain yang iri.😀

  1. nice posting mbah, tapi sepertinya ada yg harus di edit lagi mbah, tulisan miss wordnya kurang ‘L’ jadi miss world yg artinya miss sedunia, lha kalau cuma miss word kan cuma miss kata2… hehehehe…

    jadi ingat waktu remaja, si saya yg nggak pinter dandan terkadang membeli majalah Gadis, Aneka dsb. seneng sekali rasanya membacanya, ada ruang remaja, ruang dandan, ruang cerpen dsb dan pastinya cover girlnya cantik dan menarik hati.

    btw, salut untuk simbah yg selalu up to date mengangkat artikel dan isu seputar sosial terutama di negri kurawa abal-abal. kalau saya super setuju mbah, jangankan simbah yg cowok, saya aja yg cewek pasti tak akan berkedip kalau lihat wanita cantik… mata ini rasanya seneng lihat yg indah2 ya mbah…

    ah, tak usah di pikirin itu si patwawan atau patwawati, mereka bisanya cuman mengutuk yg tidak sesuai dengan standar moral mereka, mereka kan di bayar untuk itu mbah… qeqeqeqe…

    1. @ Dewi,
      Terima kasih atas koreksinya. Mbah emang bego dan alergi urusan boso inglis. Kesalahan kata sudah diedit beberapa detik sebelum Dewi kirim komentar. Koq bisa konek ya?

  2. Tulisan Yg Dasyat Mbah Wage…Memang Serba Salah juga Di Indonesia Ini, Katanya DiGelar DiBali Acara Miss World tsb untuk Menaikan Devisa dan juga Agar Para Turis Datang..!!Tp kok masalah Kenaikan Dollar Nga dipikirkan Mbah, Mrk Bersenang senang diatas Penderitaan Rakyat… , Oh Iya Mhn Maaf Baru Dibalas.. Biasalah Pak Keadaan Saya Still Alive…he.he.he….. SALAM

  3. @ Wager,

    wah iya mbah, mungkin klaresan alias kebetulan :D…

    @ Dumadi and All,

    salam kenal ya pak, kmrn lupa menyapa :)…

    dulu waktu jaman pak Harto kontest2 begini di larang keras, apalagi ada mentri wanitanya ibu mien sugandhi yg terkenal dgn sasakan rambutnya yg super gedhe. mereka menganggap acara ini tidak sesuai dgn adat dan budaya ketimuran… hmmm, timur itu banyak, ada timur tengah, timur laut, timur timor dll…

    skg masyarakat sepertinya sudha terbuka, kecuali ormas2 islam dan fpi aja yg masih getol menyuarakan indoktrinasinya. hadeeehh… apakah mereka lupa ini negara multikultural??…

    acara ini memang ada hubungannya dgn ekonomi, pariwisata dan kenyamanan dsb, karena itulah kontest ini sempat di nilai sbg ajang penghamburan uang negara saja. tetapi apa betul begitu??… ternyata negara tidak ikut2an membiayai, yg membiayai justru pihak swasta atau reklame/ iklan. dari maskapai penerbangan, hotel, katering, tempat pariwisata, busana, perhiasan dsb, juga penjualan tiket di pastikan akan mengeruk keuntungan dari event ini, secara tidak langsung pemerintah malah mendapatkan pemasukan devisa negara :)…

  4. Gini aja deh. Mbah juga suka melihat wanita cantik ndak? Masih suka intip foto wanita seksi berbikini minim ndak? Kalau Ya, ini namanya munafik.
    ———————————————————————————————
    Kalo gak suka intip, gak suka foto wanita seksi berbikini minim, namanya gak normal😀

    Kalo Mbah suka melihat wanita cantik? Masih suka intip foto wanita seksi berbikini minim? Namanya Mbah itu normal, bukan munafik.😀

  5. Yth Ibu Dewi, Salam Kenal juga, kemarin Saya lupa juga loh, Mohon maaf sekali… Itulah Dilematisnya Dan Inilah Negara MU kata pendahulu kita…. kalau Saya Bs keBali Mh Suka2 juga Ngelihatnya, Asal GRATIS,TIS,TIS, he.he…Si Mbah Wage Patut berbangga Hati ya, Bali sangat tersohor sampai Seantero Jagat Raya……MERDEKA

    SALAM

  6. Orang mungkin gak pernah berpikir…memaksakan sesuatu kepercayaan akan berakhir seperti negara pakistan…….orang bukanlah robot, yg terjadi di negara yg sekarang perang itulah pembbrontakan nurani karena kepercayaan mereka sekarang dijadikan hanya untuk memakmurkan sebagian kelompoknya saja, sejak tumbangnya soeharto mereka lagi bergejolak yg berakhir lepasnya timor leste, yah saya berdoa pada gusti supaya presiden yg melepasnya adalah presiden yg menanggung semua penderitaan dan korban yg sudah terlanjur jatuh untuk menjaganya agar tetap berada pada daerah Indonesia, sekarang pun mereka diperas dengan negara asing! mereka berniat melepas maluku, Bali, Irian dengan harapan cita2 negara satu kepercayaan terwujud………sebenarnya buat apa? buat memuluskan kepentingan raja2 mereka…..yg pasti bukan orang asli yg menikmatinya, menyerahkan Irian kepada freeport juga adalah ide untuk menyelamatkan Indonesia dari masuknya kembali Belanda ke Indonesia setelah jepang bertekuk lutut kepada sekutu bukan? ah sudahlah ! satu lagi cita2 membangun serambi…..di aceh dan itu juga kekuatan Indonesia bisa menekan raja yg nun jauh disana itu…….yah bersyukur juga lewat sejarah yg pasukan mereka saat perang menyerbu India dan tertahan disana, hanya sampai pakistan saja tak sampai ke indonesia……pakistan itu adalah negara yg kaya akan permata saat itu sangat kaya, tapi lihatlah sekarang……..hehhehehehe ngelantur, bukan cuma ingin menjadi warga dunia juga agar bisa melihat begitu besar dan indahnya dunia tanpa bumbu ribut agama siapa yg berhak berkuasa………karena Tuhannya kecil makanya takut tidak berkuasa akan mahluk lain yg tidak memujanya dan menyebarkan isu2 siksa kubur neraka yg sangat terlihat kurang cerdasnya ajaran mereka itu………salam katresnan

  7. ;… jangankan simbah yg cowok, saya aja yg cewek pasti tak akan berkedip kalau lihat wanita cantik… mata ini rasanya seneng lihat yg indah2 ya mbah…(Dewi)
    —————————————-
    JDD, Oom Wage, semua,

    Kebetulan saya suka melihat dan punya bunga2, a,l Camellia dan mawar. dan tanaman2 yang indah. Saya juga suka kaktus yang mungkin tidak indah, tapi ‘eksotik’. Wanita cantik sering mengingatkan saya pada , itu tadi, bunga dan tanaman yang cantik…

    JDD,

    Bravo ,artikel yg di kompasiana ! (-:

    1. @ Baldew,

      Maturnuwun kiriman (tulisan) bunganya, terima kasih apresiasi dan sambutan positivenya, saya masih harus banyak belajar menulis :)…

      Konon wanita itu seperti bunga, bukan karena di hisap terus layu, melainkan perawatannya haruslah dengan cinta. di pupuk, di siram tiap hari hingga berbunga, lalu di petik supaya tumbuh kuncupnya lagi.

      Konon bunga itu juga lambang seorang wanita (boys don`t cry), bunga mawar, cantik kelopaknya tapi berduri tangkainya, ada bunga tapak dara yang imut tapi berkhasiat menyembuhkan, dsb. Namun ada bunga yg cantik nan elok rupawan, sekalipun ia tumbuh di tempat lumpur, yaitu teratai.

      Bunga di sini adalah lambang perasaan seorang wanita… ia mekar dan berseri… tapi jika kita tak pernah menyiraminya/ memberikan kasih sayang, ia akan layu dan mungkin di makan ulat… maka ia akan cepat mati aka patah hati :wink:…

      Eh ngomong2 tentang bunga, ini ada lagu gandrung banyuwangi yang melankolis tapi sedap sekali… kembang galengan… kaudanan kepanasan… kaidek eman-eman, di petik sopo oyan… hmmm, so sweeettt…

      Salam bunga,

      Dewi

    1. @ KK,

      jangankan umat islam, orang liberalpun belum tentu setuju dengan kontest semacam ini, dalam alam democrazy, perbedaan itu wajar dan sudha semestinya, tetapi yg kontra juga tak bisa memaksakan kehendaknya.

      pernah sy lihat berita di tivi, ada suatu komuniti di perancis yg anty sexysme, anty hedonisme dsb pokonya anty fashion deh. nah suatu kali mereka menggelar demo di depan acara pameran mode sekelas dunia itu, kita tahu juga tak mungkin melarang mereka berdemo, akhirnya, untuk mengamankan acaranya, polisi menambah pasukannya untuk berjaga2 di depan, maksutnya demo di persilahkan tetapi acara exhibition tetap berjalan, karena the show must go on.

      jadi kita bisa cerdas menilai, kita ini ibaratnya di tengah, tidak antipati juga tidak simpati, tetapi empati, bisa netral :)…

    2. @Dewi
      jadi kita bisa cerdas menilai, kita ini ibaratnya di tengah, tidak antipati juga tidak simpati, tetapi empati, bisa netral
      ——————————————————————————————
      Wokkelah… kalau beg… beg.. begitu….😀

      Hmm… Menurut sudut pandang kamu, apa sebenarnya tujuan dari penyelenggaraan acara tersebut?

  8. Nuwun….
    Hehehehehe seru banget klo urusan buka2 dada emang.
    Klo menurut Paman persoalanya sepele sj, Miss world, Miss Universe atau Misunderstanding dll itu akan berjalan lancar di Indonesia dg satu syarat saja ” asal mereka pakai Jilbab ” dan lebih lancar lagi kalo pesertanya pindah agama jadi Muslim.
    Got it?

    Paman Dalbo

    1. Miss world, Miss Universe atau Misunderstanding dll itu akan berjalan lancar di Indonesia dg satu syarat saja ” asal mereka pakai Jilbab ” dan lebih lancar lagi kalo pesertanya pindah agama jadi Muslim.
      ————————————————————————————–
      Belum tentu, Mbah. Lah wong masih menjadi perdebatan kok.😀

    2. @ PD,

      menengok komentar ustad felix, bahwa ini hanya perang pemikiran saja sebenarnya, antara islam dan non islam.

      indonesia dari hari ke hari para wanitanya seperti orang arab saja, mereka suka menggunakan tren hijab/ jilbab hanya untuk menunjukkan identitas sbg seorang muslim yg tidak sama dgn wanita non muslim, akhirnya mereka melupakan budaya asli nusantara…

      saya kok jadi prihatin sekali, menurut saya mereka sudah terjangkit sindrom ‘wanita melayu’, seorang wanita yg terobsesi menjadi orang lain, bukan menjadi dirinya sendiri.

      sebenarnya tidak masalah dgn apa agama yg mereka anut, tetapi seharusnya mereka bisa melebur dan bisa menghargai kode pakaian, misal kalau di pantai ya pakai baju renang, kalau mau kondangan pakai baju dress malam, kalau mau resmi bisa pakai kebaya atau baju adat daerah dsb, begitu kan lebih cantik dan ‘cerdas’… daripada kemanapun dan dimanapun mereka seolah memaksakan diri menutup kepala seperti pengajian siang malam tanpa henti, bahkan untuk menggunakan pakaian adat pengantin jawa saja mereka harus menutup rambutnya… so pathethic… masak sih rambut kepala itu di sama ratakan dengan aurat… sungguh ter-la-lu…

    3. @ Dewi

      ——————————————————————————————
      indonesia dari hari ke hari para wanitanya seperti orang arab saja, mereka suka menggunakan tren hijab/ jilbab hanya untuk menunjukkan identitas sbg seorang muslim yg tidak sama dgn wanita non muslim, akhirnya mereka melupakan budaya asli nusantara…
      —————————————————————————————-
      Budaya asli nusantara yang mana?😀

      O ya, Ustad felix ke mana-mana suka pakai batik. Apa komentarmu tentang hal ini?
      Jika wanita berhijab dengan menggunakan batik, menurutmu baik atau tidak?

      —————————————————————————————-
      saya kok jadi prihatin sekali, menurut saya mereka sudah terjangkit sindrom ‘wanita melayu’, seorang wanita yg terobsesi menjadi orang lain, bukan menjadi dirinya sendiri.
      —————————————————————————————-
      Menurut kamu, seorang wanita yg tidak terobsesi menjadi orang lain, dan menjadi dirinya sendiri itu mestinya seperti apa?
      —————————————————————————————-
      sebenarnya tidak masalah dgn apa agama yg mereka anut, tetapi seharusnya mereka bisa melebur dan bisa menghargai kode pakaian, misal kalau di pantai ya pakai baju renang, kalau mau kondangan pakai baju dress malam, kalau mau resmi bisa pakai kebaya atau baju adat daerah dsb, begitu kan lebih cantik dan ‘cerdas’… daripada kemanapun dan dimanapun mereka seolah memaksakan diri menutup kepala seperti pengajian siang malam tanpa henti, bahkan untuk menggunakan pakaian adat pengantin jawa saja mereka harus menutup rambutnya… so pathethic… masak sih rambut kepala itu di sama ratakan dengan aurat… sungguh ter-la-lu…
      —————————————————————————————-
      Selama yang mereka lakukan tidak bertentangan dengan perintah Tuhan mereka, maka yang mereka lakukan itu adalah suatu kebaikan.

  9. Nuwun..
    @ Dewi masalah pakaian memang Arab cuma punya satu model saja yaitu model Pocong, jadi jgn harap akan ada pakaian renang, pakaian resepsi, pakaian kantor dll. bagi mereka pakaian itu ya itu 2 doang, karna daya kreatif seniman2 Fashion Indonesia, di ciptakanlah jilbab2 yg beraneka ragam.

    Paman Dalbo.

    1. …karna daya kreatif seniman2 Fashion Indonesia, di ciptakanlah jilbab2 yg beraneka ragam.
      ————————————————
      keanekaragaman DESAIN jilbab (muslimah) tidak tertutup kemungkinan sebagai PERHIASAN

      namun (konon-katanya) si لله‎ berfirman yaitu QS.24:31 atau dgn kata lain para muslimah JANGAN menampakkan PERHIASAN-nya (di depan publik).

      FYI sy bukanlah siapa2, si sy numpang menyampaikan rasa kagum kpd para perempuan yg berpenampilan (dgn perhiasan) kreatif, inovatif, dsbnya yg tak sekedar menutup bagian tertentu pada tubuh mereka. ,,(^_^),,

      yaaa…sy tak ada alasan agar (ikut2an) protes/menolak pagelaran spt miss world, kecuali jika acara spt itu menggunakan dana/uang negara maka sy mungkin akan mencoba bertanya bagaimanakah (scr transparan) agar BEP/balik modal maupun akankah menghasilkan laba/manfaat lain utk negara. (^_^)v

  10. Haruskah Muslimah Memakai Hitam-Hitam Menyeramkan?

    By: muhammad abduh
    CATEGORY: ADAB
    135829
    Tentang pakaian syuhroh Ibnul Atsir -sebagaimana yang dikutip oleh asy Syaukani dalam Nailul Author juz 2 hal 470- mengatakan,
    الشهرة ظهور الشيء ، والمراد أن ثوبه يشتهر بين الناس لمخالفة لونه لألوان ثيابهم فيرفع الناس إليه أبصارهم ويختال عليهم والتكبر
    “Syuhroh adalah sesuatu yang menonjol. Yang dimaksud dengan pakaian syuhroh adalah pakaian yang menyebabkan pemakai menjadi kondang di tengah-tengah masyarakat disebabkan warna pakaiannya menyelisihi warna pakaian yang umum dipakai masyarakat. Akhirnya banyak orang menatap tajam orang yang memakai pakaian tersebut dan pemakainya sendiri lalu merasa dan bersikap sombong terhadap orang lain”.
    Dalam kutipan di atas terdapat indikator pakaian syuhroh yaitu banyak orang menatap tajam orang yang memakainya. Hal ini menunjukkan bahwa jika suatu jenis pakaian itu kurang umum atau kurang familiar , alias kurang memasyarakat di suatu daerah namun orang-orang di daerah tersebut menganggapnya wajar sehingga tidak ada sorotan mata yang tajam ditujukan kepada orang tersebut maka pakaian itu bukanlah pakaian syuhroh yang tercela.
    Dalam kutipan di atas juga disampaikan dampak buruk dari pakaian syuhroh yaitu menimbulkan perasaan dan sikap sombong orang yang mengenakan terhadap orang-orang di sekelilingnya.
    Perkataan Ibnul Atsir di atas jelas menunjukkan adanya pakaian syuhroh yang tercela gara-gara masalah warna pakaian. Warna pakaian yang nyleneh dengan umumnya warna pakaian di suatu masyarakat dinilai oleh Ibnul Atsir sebagai pakaian syuhroh yang tercela.
    Lantas bagaimana dengan warna hitam yang suka dipakai oleh sebagian muslimah di negeri kita, apakah tergolong termasuk pakaian syuhroh yang tercela?
    Jawaban masalah ini bisa kita jumpai rubrik tanya jawab Majalah As-Sunnah Solo tepatnya pada edisi 5 tahun XIII Sya’ban 1430 atau Agustus 2009 pada halaman kelima dengan judul “Soal Warna Baju”.
    Redaksi Majalah As Sunnah mendapatkan pertanyaan sebagai berikut, “Ana mau menanyakan apa hukum berpakaian bagi seorang muslimah dengan warna pakaian terang. Apakah ada hadits yang menyatakan berpakaian warna gelap disunahkan? Terkait di Indonesia misalnya, yang sudah menjadi hal umum berpakaian berpakaian warna terang. Apakah bisa dijadikan dalil pemborehan yang berbeda dengan muslimah di negara-negara Arab? Mohon penjelasannya. Jazakumullahu khair” Amri, Samarinda +62852483xxxxx
    Berikut ini jawaban redaksi majalah As Sunah atas pertanyaan di atas, “Seorang wanita muslimah boleh memakai pakaian berwarna terang selama tidak menimbulkan fitnah (baca: godaan terhadap lawan jenis, ed) berdasarkan beberapa riwayat dari para wanita salaf [riwayat-riwayat ini bisa dilihat di dalam kitab Jilbab Mar’atil Muslimah, hlm 121-124; karya Syaikh al Albani].
    Namun sepantasnya meninggalkan pakaian berwarna terang yang menarik perhatian atau berwarna-warni yang menarik hati laki-laki. Karena tujuan perintah berjilbab adalah untuk menutupi perhiasan. Kalau jilbab/pakaian itu sendiri dihiasi dengan renda, bros, aksesori, warna-warni yang menarik pandangan orang maka ini bertentangan dengan firman Allah azza wa jalla,
    ولا يبدين زينتهن
    “Dan janganlah para wanita mukminah itu menampakkan perhiasan mereka” (QS an Nur/24:31).
    Ummu Salamah-radhiyallahu ‘anha- berkata,
    لما نزلت: يدنين عليهن من جلابيبهن خرج نساء الأنصار كأن علي رؤوسهن الغربان من الأكسية
    Ketika turun firman Allah (yang artinya), “Hendaknya mereka (wanita-wanita beriman) mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” (QS al Ahzab/33:59) wanita-wanita Anshar keluar seolah-olah pada kepala mereka terdapat burung-burung gagak karena warna (warna hitam-red) kain-kain (mereka). HR Abu Daud no 4101; dishahihkan oleh Syaikh al Albani.
    Hadits ini menunjukkan bahwa wanita-wanita anshar tersebut mengenakan jilbab-jilbab berwarna hitam.
    Oleh karena itulah jika keluar rumah, hendaklah wanita memakai pakaian yang berwarna gelap, tidak menyala dan berwarna-warni agar tidak menarik pandangan orang. [Dan tidak harus berwarna hitam, apalagi di sebagian daerah yang masyarakatnya memandang warna hitam itu menyeramkan]. Wallahu a’lam”.
    Demikian jawaban redaksi majalah As- Sunah namun sebagian kalimat yang ditebalkan itu berasal dari saya pribadi, bukan dari pihak redaksi.
    Jadi di sebagian tempat warna pakaian hitam yang dikenakan oleh seorang muslimah itu bisa jadi menjadi pakaian syuhroh ketika warna hitam di daerah tersebut dinilai adalah warna yang “menyeramkan” sehingga dalam kondisi seperti ini sangat tidak dianjurkan untuk memakai warna hitam.
    Artikel http://www.ustadzaris.com

  11. tidak semua wanita berpakaian sexy itu pelacur, PELACUR itu banyak modelnya, ada pelacur sex komersil bisa cewek, cowok= gigolo, ada pelacur negara= koruptor, wali songo duta agama ngarab tak ubahnya seperti onta berblangkon= pelacur yang mengkhianati budayanya sendiri.

    mana yang lebih nista, wanita nusantara yang berpakaian sexy tapi bisa menempatkan diri atau wanita berjilbab tapi menjadi budak budaya arab seumur hidupnya.

    KK tak lebih seperti keturunan pelacur berjilbab yang memberikan slakangannya untuk onta arab sorbanan. puki mak sialan, kau berikan mental jiwa ragamu untuk mereka, kau bela mereka mati-mati-an, sementara kau lahir dan hidup di bumi ini.

    1. Mana kata-kata saya yang mengatakan semua wanita berpakaian sexy itu pelacur?

      Jika ada orang lain yang mengatakan itu, apakah pantas ucapan kotor tersebut di alamatkan kepada saya? Dimana hati nurani anda?

    2. Para Pecalang di Bali siap angkat senjata untuk mendukung Miss Word. Para ‘blekok’ di Jakarta siap angkat senjata untuk menolak Miss Word. Pemerintah kemana? Oke, baguslah demokrasi semacam ini. Demokrasi asu! TNI terjun langsung saja, gak usah nunggu pemerintah!

  12. KENAPA MUSLIM FANATIK MENENTANG MISS WORLD?

    Ada banyak faktor. Salah satunya adalah faktor “kecemburuan nilai”.

    Muslim fanatik itu cenderung konservatif dalam memandang perempuan, juga relasi antara laki-laki dan perempuan. Dalam konsep mereka, perempuan harus menutup seluruh tubuhnya, dan sebagai konsekwensi, menjadi kurang menarik. Mereka juga berpandangan bahwa laki-laki tidak bisa mendekati atau menyentuh perempuan yang bukan muhrim sembarangan, meskipun cuma sentuhan wajar seperti salaman atau berpelukan. Batasan-batasan ini adalah salah satu prinsip dasar dalam keyakinan mereka.

    Pada saat bersamaan, dalam hati kecilnya, mereka mengakui bahwa ‘modernitas’ itu menarik; penuh gaya, warna dan dinamis. Contohnya, pakaian perempuan modern lebih beraneka warna dan beragam, yang oleh karena itu lebih menarik. Perempuan mana yang tidak suka dandan? Laki-laki mana yang tidak suka melihat perempuan modis?

    Tidak hanya pakaian, begitu juga tata pergaulan dalam peradaban modern. Saya tidak bicara “seks bebas”, “perzinahan”, “narkoba”, “mabuk-mabukan” atau apapun yang oleh muslim fanatik secara keliru sering diasosiasikan dengan “kemodernan”. Saya bicara tata pergaulan modern yang wajar. Di mana laki-laki dan perempuan bisa berkumpul dan bergaul bersama dengan wajar, equal, bersentuhan dengan wajar (salaman, pelukan, dsb). Hal itu sesuatu yang natural dalam bersosialisasi, tetapi “haram” dalam nilai-nilai Islam yang konservatif.

    Di sinilah, pada muslim konservatif, terjadi ‘bentrok pikiran’. Melihat dinamika tata-nilai modern, mereka “pingin kayak begitu”, tapi tidak bisa, karena dibatasi oleh prinsip-prinsip dasar yang mereka yakini. Akhirnya timbul sikap “denial”, sikap menyatakan “tidak suka” terhadap kehidupan modern yang demikian untuk menutupi ketertarikan alamiah tersebut.

    Sebenarnya mereka bukan tidak suka, tetapi iri. Mereka merasa “capek-capek” secara ketat mengamalkan ajaran agama, sementara orang-orang dengan enaknya menikmati hidup dengan bebas dan berwarna. Sekali lagi, mereka cuma iri.

    Rasa iri tersebut terpendam, dan hanya “meluap” pada momentum-momentum tertentu. Misalnya ajang Miss World.

    “Kecemburuan”, itu pangkalnya.

    Sama seperti wong-wong cilik yang teriak-teriak anti kapitalisme. Pada dasarnya bukan soal kapitalisme itu baik apa buruk, tetapi kecemburuan sosial pada kaum “pemilik modal”. Andai wong- wong cilik yang menghujat kapitalisme itu kita kasih per-orang 100 juta, niscaya mereka bakalan diam, anteng. Mereka mulai buka usaha dengan modal yang diberikan, dan menjadi kaum “pemilik modal” yang sebelumnya mereka hujat.

    Pada wong-wong cilik, mereka tidak anti terhadap kepemilikan modal. Mereka cuma tidak mampu menjadi pemilik modal. Pada muslim konservatif, mereka tidak anti terhadap tubuh perempuan. Mereka hanya tidak bisa melihat dan berhubungan dengan perempuan seenaknya, karena faktor larangan agama yang mereka yakini.

    Kalau pada wong-wong cilik tersebut merupakan “kecemburuan sosial”, maka pada muslim konservatif adalah “kecemburuan nilai”.

    Sementara kelompok muslim yang agak moderat, mampu mensintesakan antara modernitas dengan dogma agama. Maka, muncullah, sebagai contoh saja, aneka “jilbab gaul” yang modis dan menarik. Atas jilbab, bawah jeans ketat. Dengan wangi parfum, make-up dan aksesoris cantik, mereka bersosialisasi secara normal.

    Saya tidak memandang sintesa tersebut secara positif. Saya justru memandangnya secara sinis. Fenomena “jilbab gaul” yang beraneka warna dan trendy, itu seperti anda memasang kloset duduk tetapi dalam pemakaiannya tetap jongkok.

    Anda kepingin menaruh sesuatu yang dianggap modern, tetapi tidak bisa meninggalkan “tradisi lama”. Akhirnya wagu: Klosetnya duduk, beraknya jongkok. Gaul, akrab dengan gadget mutakhir, selalu update di jejaring sosial, mengenakan aksesoris trendy, wangi dan sexy, tapi masih berjilbab yang merupakan nilai-nilai agama yang konservatif.

    Kelompok muslim/muslimah yang agak moderat seperti itu, biasanya tidak anti terhadap Miss World. Ini sisi positifnya. Karena mereka telah “melampiaskan” hasrat modernitasnya atau mensintesakan konservatifisme agama dengan modernitas pada gaya keseharian mereka, maka tingkat kecemburuannya terhadap modernitas kecil, bahkan tidak ada.

    Copy paste dari FB Rinaldi Doang
    https://www.facebook.com/photo.php?fbid=514273688641548&set=np.126739966.100000432921323&type=1&ref=notif&notif_t=close_friend_activity&theater

    catatan:
    Paragraf diedit justify oleh mod

  13. Perhiasan wanita menurut pemahaman saya terbagi dua.
    1. Perhiasan yang dapat membangkitkan syahwat lelaki.
    2. Perhiasan yang dapat membuat iri wanita lainnya.

    Tujuan dari penggunakan hijab adalah untuk melindungi dan mempermudah kehidupan pria dan wanita.

    Jadi, hijab yang pantas untuk wanita indonesia adalah. Hijab yang menutup seluruh tubuh dan tidak menampakkan bentuk tubuh, tidak transparan, berwarna lembut dan berhiaskan bordir/motif sederhana yang lumrah (tidak berlebihan/dianggap mewah).

    1. he he he… ngomongin whore/pelacur jadi ingat guyonan khas urbanite… apa iya pelacur itu yg suka pakai baju sexy?… apa iya orang yg berjilbab itu tak bisa menjadi salah satunya?…

      oalah dunyo maneko-neko werno isine… dan yg bikin plang protes itu mungkin hanya lagi sepi job aja, bajunya menjuntai menutupi lantai… tapi apa mereka juga menggunakan helm di slakangannya??… kwkwkwkwk…

  14. @ KK, PD, O`on, Copas, Word, All,

    Terima kasih atas perhatiannya, terutama untuk KK, sepertinya ini hanya perang pemikiran saja. kita tahu di arab sana orang islam, kristen, yahudi semuanya memakai burqah, karena itu pakaian tradisional mereka, dan kita memang patut prihatin karena penetrasi budaya cara berpakaian sampai menjajah busana khas daerah, semisal baju adat pengantin, sanggul dalam jawa itu ada makna filosofinya, tetapi malah terkesan memaksa dan memang di paksakan.

    Tujuan kontes??…

    Kalau menurut saya tujuan mereka cantik dan mulia kok, selain untuk bersenang2, juga untuk beramal dan dalam misi kebudayaan. Jadi tidak benar kalau mereka selalu di kambing hitamkan sebagai perusak moral, penebar kerusuhan dan meresahkan umat beragama dsb.

    kaum muslimin harusnya juga bisa toleransi karena negara ini kan negara plurar, bisa menghargai bukan malah saling menghujat dan menyabotase acara miss sekaliber dunia itu, itu sama saja menunjukkan bahwa umat islam itu picik, bisanya hanya syirik, syirik tanda tak mampu.

    Bagaimana menjadi diri sendiri??…

    Kunci untuk menjadi diri sendiri adalah wanita itu memiliki otoritas untuk tubuh dan dirinya sendiri, bukan di kendalikan oleh paham budaya luar, apalagi budaya yg telah dengan jelas2 menggerus peradaban leluhurnya…

    Ada baiknya kita harus bisa mendidik dan memberi contoh generasi kita yg lebih universal yg tidak mono agama/ budaya saja, selama ini kita di didik untuk selalu ‘berseragam’ sejak kecil, kalau pas kebetulan masuk pendidikan islam, maka sejak kecil hingga dewasa harus selalu berjilbab, maka itu sama saja tidak mendidik nurani karena sebenarnya ia mengandung unsur ‘rasis’ dimana kita tidak terbiasa melihat ‘perbedaan’ sejak kecil, seperti warna kulit, model rambut, dsb, sejak kecil mereka selalu di cekok`i semuanya harus di tutupi dan di seragamkan…

    1. @Dewi

      Itu kan menurut pemahaman kamu, karenanyalah kamu tidak keberatan! Tapi, apa sama pemahaman kamu dengan pemahaman orang lain. Jika kamu kekeh mengatakan pemahaman kamu itu benar, ya terserah kamu. Namun begitu, kamu tidak boleh memaksakan pemahaman kamu itu kepada orang lain. Jika demikian apa bedanya kamu dengan mereka yang kamu anggap memaksa.

      Bagaimana jika mereka juga mengatakan, Dewi harusnya bisa toleransi karena negara ini kan negara plurar, bisa menghargai bukan malah saling menghujat dan mendukung acara miss sekaliber dunia itu, itu sama saja menunjukkan bahwa Dewi itu picik, bisanya hanya syirik, syirik tanda tak mampu.😀

    2. jadi selama ini siapa sebenarnya yg suka memaksakan kehendak?…

      yg memaksa pemahaman ideology timur tengah itu kan jelas dari komentar anda yg sedikit2 mencantumkan ayat kitab plus di tambah anda mendukung ormas islam yg anty kontest ini.

      anda mengcopy paste komentar saya trus di ubah seenak udele dewe, anda memang tidak berniat untuk berdiskusi secara gentle dan dewasa.

      konsep yg saya tuliskan itu sangat sederhana, tepo sliro sejak kecil seperti dalam hal busana, warna kulit, model rambut dsb. kalau anda tidak bisa menemukan hal itu di kitab suci anda, maka sudah saatnya anda berkaca pada hati, anda ini hidup di nusantara, mengapa memaksakan pemahaman timur tengah?…

    3. Silakan dibaca lagi semua komentar saya!😀

      Setelah mengkaji, menilai, dan mempertimbangkan dengan penuh seksama. Dengan ini saya pribadi menyatakan menolak MISS WORLD lantaran hanya mengguntungkan segelintir orang dan bertentangan dengan pancasila. Terbukti sangat berpotensi memecah belah persatuan, melanggar HAM, dan UUD 45.
      ——————————————————————————————
      anda mengcopy paste komentar saya trus di ubah seenak udele dewe, anda memang tidak berniat untuk berdiskusi secara gentle dan dewasa.
      ——————————————————————————————
      Terserah kamulah, Wi! Terbukti kamu aja tidak senang dengan kata-kata kamu sendiri, bagaimana dengan mereka (kaum muslimin). Kata-kata “kaum muslimin” pada komentarmu sebelumnya jelas terkesan menyamaratakan, dengan demikian mereka yang tidak tau apa-apa telah kau hinakan pula. Terbukti kamu memang tidak mampu untuk menghormati keyakinan orang lain, malah terkesan memaksakan kehendak kamu pribadi. Kamu bicara soal rasis, tapi dirimu sendiri pengamal rasisme. Kamu itu bicara soal budi perkerti, tepo seliro, merasa paling paham soal budaya, seakan paling mencintai nusantara. Tapi pada kenyataannya tidaklah demikian.

    4. Apakah pancasila itu rasis?… rwa bhineda… berbeda-beda tetap satu.

      Bagaimana anda bisa menilai bahwa ajaran itu tidak rasis kalau semua harus di seragamkan?… dan kalau tidak sejalan/ berpakaian seperti budaya mereka akan di cap sesat, setan, kafir, neraka?… siapakah ajaran yang selalu merasa paling benar di muka bumi ini?…

    5. @Dewi
      Apakah pancasila itu rasis?… rwa bhineda… berbeda-beda tetap satu.
      —————————————————————————————–
      Saya gak bilang pancasila itu rasis😀
      —————————————————————————————–
      Bagaimana anda bisa menilai bahwa ajaran itu tidak rasis kalau semua harus di seragamkan?
      —————————————————————————————-
      Apakah diseragamkan = rasis?
      Kalo gitu, pancasila menurut pemikiranmu rasis dong, karena telah menyeragamkan orang untuk bla… bla… bla…😀
      Lagi pula, Jika emang gak boleh diseragamkan. Itu sama aja kamu menyetujui para perampok, pemerkosa, dan para penjahat lainnya untuk diberikan kebebasan dalam melakukan aksinya . Kan mereka gak boleh diseragamkan harus menjadi orang baik😀
      —————————————————————————————-
      siapakah ajaran yang selalu merasa paling benar di muka bumi ini?…
      —————————————————————————————-
      Tentu saja ajaran kamu. Itu buktinya, kudu gini kudu gitu, kalo gak cocok sama ego kamu lantas kamu menilainya salah.😀

    6. ngomogin ego, egonya siapa sih yg selama ini berkembang dgn pongahnya?… acara miss world ini baru pertama kalinya di adakan di indonesia, itupun di kecam dan di ancam terutama oleh ormas islam yg akan menebarkan kecoak di hotel acara itu berlangsung?…

      sementara pancasila hanya mengingatkan kita untuk tahu diri, ingat mereka itu hidup di negara plural, pro kontra itu biasa, tapi kalau sampai berencana akan menyabotase itu, maka akan kentara sekali siapakah yg lebih picik??…

      anda bicara perampok, pemerkosa dsb… saya udha hafal dengan paham pemikiran kitab anda, di mana perempuan akan tetep di persalahkan jika ada kasus kriminal di atas, dalam hati anda mungkin ada nurani, tetapi tidak di berdaya hidupkan akhirnya mandul komentarnya, hanya sekedar resist, menyangkal dan menolak tanpa ada pencerahan.

  15. @ KK and All,

    Makanya, kalau punya ayat itu yg sejagat isinya, jangan hanya ayat kursi saja yg di baca :mrgreen:…

    Sekarang begini lho, daripada eker2an, indonesia nggak bisa maju2, harusnya kita bisa membangun optimisme untuk generasi, nah, semangat ini yg bisa kita tularkan juga pada peserta miss world, apa yg bisa di petik dari alam dan sosial masyarakat indonesia, terutama kontestan dari indonesia harus harus ‘PD’ maksutnya bangga punya jati diri…

    Jati diri inilah yg saya rasa masih kurang gregetnya, kalau kita sering melihat acara miss world atau miss universe, para peserta dari luar negri itu tak sungkan menggunakan bahasa daerahnya ke jenjang internasional, bahkan pihak panitia juga menyediakan jasa penerjemah bagi yg tidak bisa berbhs inggris/ internasional, bahkan walaupun ada yg bisa, mereka tetep menggunakan bahasa ibu mereka, karena ini adalah kesempatan mereka untuk saling memperkenalkan budayanya.

    Bandingkan dengan peserta indonesia selama ini yg nggak PD pakai bhs indonesia, itu karena, kalau menurut saya panitianya yg ‘salah kaprah’ yg mengharuskan pesertanya harus bisa bhs inggris, it`s ok lah, tapi itu kan nggak mutlak, dan yg lebih menggelikan, sktr 2 th indonesia mengirimkan duta miss worldnya yg sama sekali nggak bisa berbahasa indonesia!

    Juga ‘heboh’ pengiriman seornag duta miss universe bbrp th lalu yg membuat sewot semua peserta putri indonesia, bukan masalah iri, tetapi yg di kirim agak ‘telmi’, cantik hanya fisiknya tetapi waktu di kasih pertanyaan sering nggak nyambung, alhasil, dalam sesi pemotretan dan pengenalan diri saja ia salah menyebut indonesia sbg desa bukan negara!

    Dari sini sebenarnya kita bisa menilai, bahwa kontes ini lebih dari hanya sekedar lenggak-lengok di atas catwalk, tapi juga behaviour dan brain, konon kecerdasan itu juga bisa di nilai dari tata bicara, tatapan mata yg tidak memandang rendah lawan bicaranya dsb. Nah, ini sebenarnya juga bisa menjadi masukan bagi panita indonesia yg akan mengirimkan duta2nya, di mana warna kulit, ras, suku, keyakinan dsb semuanya akan terlibas jika seseornag itu memiliki jati diri yg kuat, bangga menjadi indonesia itu yg terpenting.

    1. kalau punya ayat itu yg sejagat isinya
      ——————————–
      banyak isi kalo kagak sempurna, begimana dong?. ,,(^_^),,

      ..mensintesakan konservatifisme agama dengan modernitas..
      ———————————————
      modernitas dapat berarti yang available (maupun dari) SAAT INI dan juga biasanya berkesan (masih nor akan) TIDAK sempurna.

      nah, siapapun yang MEMILIH dan MENYAKINI scr penuh suatu pedoman/juklak/konten kitab YANG SEMPURNA (misal spt tercantum pada QS.14:52) maka mengapa jika MALAH mensintesakan dgn modernitas (baca: malah membutuhkan yg tak sempurna) ?.

      warning, sains/iptek masih & mungkin akan tetap menghasilkan yang tak sempurna, maka bertobatlah dan sebaiknya hindari iptek maupun hasilnya (misal hindari menggunakan produk gad’ged..eh..tilpun pintar..eh..apalah istilahnya, dsbnya). he3.

      ..enaknya menikmati hidup dengan bebas dan berwarna.
      ———————————————————
      memang sungguh sedap terasa, karena si sy blo’on maka malah memilih yg tak sempurna. (^_^)v

    2. @ Hammer,

      ngomongin ‘whore’ jadi ingat judul teater ratna sarumapaet ‘jamilah dan sang presiden’…. indonesia terllau banyak scandal human trafficking yg melibatkan oknum penggedenya….

      http://www.ratnasarumpaet.com/home/666-krisis-2013-lebih-buruk-dari-1998.html#.Uis4Jc9XYqg.facebook

      @ O`on,

      thanks, ‘sempurna’ menurut nietzsche dalam ulasan human trop human, bahwa kebenaran adalah penemuan kata manusia yg bisa di gunakan untuk kepentingan diriya serta kelompoknya.

      you were right, satu2nya hal di dunia ini yg tak bisa berubah adalah perubahan itu sendiri, kita harus bergerak dimamis selaras dengan alam, tidak kaku, apalagi sok sempurna.

      @ All,

      akhirnya acara miss world jaid di gelar di indonesia, di tayangkan langsung oleh 186 negara dan di tonton 2 milyar lebih penduduk dunia, semoga indoesnia bisa menjaid tuan rumah yg baik dan ramah :)…

  16. salam kenal mbah….duhhh saya juga jadi bingung mbah…(harap dibantu ya mbah dan mbak dan mas dan bang)….lha katanya miss world ga sesuai dengan budaya timur? lha seinget saya waktu aku kecil dulu mbah-mbah putriku itu pakai kemben jarik batik itu kemana-mana je…pasar ato ke tetangga…bukan hanya mbah-mbah putri tapi ibu-ibu yang masih seger juga banyak…belom kalo di kali…wow banyak cewek dari balita sampai mbah-mbah yang cuci baju ato mandi…lha itu berarti apa ya?

    1. Salam kenal juga Sdr/i Xixie,
      Di pelajaran sejarah ada istilah Mataram kuno, Mataram baru. Di dunia numismatik ada istilah uang kuno, uang baru. Nah, budaya timur juga sama saja, ada timur lama ada timur baru. Budaya pakai kamben jarik batik itu adalah termasuk budaya timur kuno. Begitulah kira2 jawaban yang bisa mbah berikan. Jawaban lainnya ya seperti yang ditulis di atas, yaitu ada timur laut, timur selatan, timur timor dan timur tengah. salam

Kolom Nama, Mail atau Web bisa dikosongkan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s