Belajar Toleransi Dari Ayam dan Anjing-ku

anjing-ayam3453Penulis: Yulius Leonarta Tarigan – “Wahai manusia, Belajarlah ilmu kasih, ilmu toleransi, dan ilmu berbagi pada anjing2 dan ayam-ayamku ini..!!” Rasa saling pengertian, kerukunan, saling berbagi, saling asah-asih dan asuh yg seringkali di klaim sebagai buah dari kesadaran budi manusia itu ternyata bukan cuma milik manusia saja.

Kalau manusia pada umumnya hanya peduli pada sesama kelompoknya saja, baik itu kelompoknya yang disebut suku, kelompok bisnis, profesi maupun kelompok yang ngakunya paling berbudi karena seturut dengan perintah tuhannya (kelompok agama). Nah hewan-hewan peliharaanku ini yg jelas-jelas berlainan jenisnya yaitu mahluk yang disebut oleh manusia dgn sebutan anjing dan ayam ini malah bisa saling ASAH-ASIH dan ASUH tanpa saya ajari.

anjing-ayam-2253587-e1377302673697Anjing yang paling besar (si belang) merelakan jatah makannya dinikmati juga oleh 2 ekor anak anjing (si putih dan si coklat) yang bukan anak kandungnya. Bahkan anjing-anjing ini pun merelakan sebagian jatah makannya dinikmati juga oleh beberapa ekor ayam2ku. Mereka makan bersama, tanpa saling sikut apalagi saling sikat atau saling bantai.

Ini foto saya ambil sekitar 2 mingguan yg lalu, tadi nemu tidak sengaja dalam hape. Kita manusia perlu belajar ilmu kesadaran tingkat tinggi ini. Kalau manusia-manusia di Mesir saling sikat, sikut dan saling bantai antar sesamanya karena berebut kue kekuasaan, maka mereka perlu belajar ilmu keikhlasan pada anjing dan ayam2ku ini. Kalau manusia beragama di negeri ini masih saling sikut, sikat dan saling bantai serta saling mengkafir2kan sesamanya seperti kasus ahmadiyah maupun syiah, maka mereka perlu merenungkan foto-foto ini sejenak. Renungkanlah dengan kejujuran hati dan kejernihan pikiran…….

Sungguh, hewan2 ini tidaklah pernah saya sekolahkan. Merekapun tidak beragama, tidak juga belajar etika .namun mereka sungguh punya kesadaran tingkat tuhan itu sendiri untuk berbagi dan makan bersama dgn damai. Walaupun yg mereka makan hanya nasi saja, tanpa lauk atau sayur apapun.

Smoga semua mahluk berbahagia.

Yulius Leonarta Tarigan

anjing-ayam3453
Ilustrasi: sumber unknown

……………………………………………………………

Catatan admin:

  1. Tulisan ini dicopy dari status Facebook Sdr Tarigan. Dicopy tanpa dengan seijin pemiliknya
  2. Artikel sudah melewati proses editing. Editing dilakukan hanya untuk tanda baca dan ejaan, sekedar untuk memenuhi standard EYD saja.
Advertisements

One thought on “Belajar Toleransi Dari Ayam dan Anjing-ku

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s