Target Hidup Cukup 2 Saja : Sehat Dan Banyak Uang

keledai3442Penulis :  Lambang Mahardhika

Target hidup itu sebenarnya gampang2 saja. Ngga perlu ikut2an katanya orang gini gitu. Harus tahu mati sebelum mati. Harus tahu jalannya mati. Harus manunggal dengan gusti. Harus menekan ego dan lain2. Toh semua itu masih konon katanya sahibul hikayat yang bersumber pada mitos yang ada pada kitab2 purba.

Target yang sesungguhnya adalah sehat dan banyak uang. Dengan uang itu bisa membeli sebagian besar harapan dan cita2 kita. Soal ada yang mengatakan bahwa kebahagiaan itu tidak bisa dibeli dengan uang, itu hanya teknis ngelesnya orang2 yang pas2an. Untuk bisa makan itu perlu uang kecuali berharap belas kasihan sanak keluarga tetangga atau hidup di hutan makan daun2 mentah.

Dengan uang, kita bisa berbuat sesuatu yang lebih bermanfaat bagi orang lain. Bisa beramal lebih banyak. Bisa menggaji orang2 pinter untuk mengajari kita. Bisa membuat eksperimen demi kemajuan umat manusia. Bisa menterjemahkan buku2 untuk meningkatkan kecerdasan bangsa.

Sampai di sini biasanya ada lagi yang menyangkal bahwa banyak uang itu bisa membuat lupa diri. Faktanya banyak agamawan, spiritualis, meditator dan orang2 suci yang juga bisa lupa diri. Tidak ada kaitan langsung antara mendalami spiritual dengan perubahan perilaku. Perilaku itu berhubungan dengan genetika. Turunan rampok memiliki probabilitas yang lebih besar untuk menjadi rampok. Itu sudah hukum alam.

Oleh karena itu, carilah uang sebanyak2nya tanpa harus meninggalkan moralitas, simpati dan empati. Raihlah cita2 setinggi langit. Belajarlah sampai ke negeri China. Lupakan belajar mati sebelum mati karena kematian itu akan datang dengan sendirinya dan tidak perlu dipelajari. Dulu pada waktu dilahirkan kita juga tidak pernah belajar lahir.

Penulis : Lambang Mahardhika

Catatan:

………………………………………. 0o O oo……………………………………….

kebahagiaan-972312_673634362664559_2033697905_n

10 thoughts on “Target Hidup Cukup 2 Saja : Sehat Dan Banyak Uang

  1. Dijamin bisa hidup tentram dan bahagia gak, Mbah? 😀

    Gimana kalo sehat dan banyak uang, tapi anaknya yang masih belasan tahun tewas karena kecelakaan?
    Gimana kalo sehat dan banyak uang, tapi istrinya selingkuh sama sopir?
    Gimana kalo sehat dan banyak uang, tapi orang tuanya jadi pelacur?
    Gimana kalo sehat dan banyak uang, tapi dimusuhi banyak orang?
    Gimana kalo sehat dan banyak uang, tapi keluarganya dibantai perampok?

    Uang banyak gak ada gunanya kalau gak dibelanjakan di jalan Tuhan. Badan sehat juga gak ada gunanya kalo gak beramal di jalan Tuhan.

    Jadi, tujuan hidup yang sebenarnya tetap mencari ridha Tuhan. Yaitu, sehat dan banyak uang dalam rangka mencari ridha Tuhan (menjadi seorang khalifah yang bertanggung jawab di atas bumi ini).

    1. Nuwun..
      @ KK kebahagiaan dan ketentraman itu tdk tergantung dari uang tapi dari prilaku cara berfikir dan ada unsur genetika jg, tapi apapun yg terjadi sy pribadi lebih memilih banyak uang.
      anda bertanya:
      Gimana kalo sehat dan banyak uang, tapi anaknya yang masih belasan tahun tewas karena kecelakaan?
      Gimana kalo sehat dan banyak uang, tapi istrinya selingkuh sama sopir?
      Gimana kalo sehat dan banyak uang, tapi orang tuanya jadi pelacur?
      Gimana kalo sehat dan banyak uang, tapi dimusuhi banyak orang?
      Gimana kalo sehat dan banyak uang, tapi keluarganya dibantai perampok?
      ————-
      hal ini bisa terjadi pada siapa sj bukan?
      Saya balik bertanya gimana bila semua yg di atas itu terjadi terhadap orang yg miskin uang? jadi pertanyaanya seprti ini:
      Gimana kalo sehat dan tidak punya uang, dan anaknya yang masih belasan tahun tewas karena kecelakaan?
      Gimana kalo sehat dan tidak punya uang, tapi istrinya selingkuh sama sopir?
      Gimana kalo sehat dan tdk punya uang, tapi orang tuanya jadi pelacur?
      Gimana kalo sehat dantidak punya uang, dan dimusuhi banyak orang?
      Gimana kalo sehat dan tidak punya uang, dan keluarganya dibantai perampok?

      Suwun

      PD.

    2. @Paman Dalbo

      Duh! Mbah Dalbo gak paham maksud saya. Padahal pada akhir kalimat saya sudah menyatakan tidak mempermasalahkan tetang sehat dan banyak uang, saya justru mendukung hal itu. Namun saya ingin lebih menekankan kalau sehat dan banyak uang bukanlah tujuan utama, melainkan hanya sebagai sarana guna meraih ridha Tuhan. Bukankah uang banyak tidak ada gunanya jika dihadapkan dengan perkara-perkara yang saya tanyakan itu, justru ridha terhadap ketentuan Tuhanlah yang justru dapat menentramkan dan membahagiakan orang yang mengalami kejadian-kejadian seperti itu. Paham maksud saya?

    3. Jujur harus diakui, sayapun sebetulnya kecele membaca komentar Bang KK. Jadi saat membaca balasan komentar dari Paman Dalbo, saya langsung merasa komentar tersebut juga mewakili komentar saya.
      Ha..ha… sepertinya ilmu saya dan Paman cuma sejengkal sehingga gagal total memahami maksud Kang KK.

      Kembali ke isi artikel disebutkan dengan jelas “Dengan uang, kita bisa berbuat sesuatu yang lebih bermanfaat bagi orang lain. Bisa beramal lebih banyak dst……” Nah ini dia. Berarti alangkah nikmatnya kalau punya banyak uang, bisa beramal lebih banyak, bisa pelesiran ke tanah suci belasan kali, bisa nyumbang tempat ibadah, fakir miskin dlll.

      Namun gimana bisa kaya dan makmur kalau kondisi negeri tidak stabil? Kerja aja cuma senin kemis, mau berangkat kerja eh demo dan ada kerusuhan. Ekonomi tersedat dan persaingan kerjapun akan semakin keras cuma demi nasi bungkus…….Lha? Kapan nyumbangnya?

    4. Sekedar tambahan Mbah… 😀
      ========================================================
      Dengan uang, kita bisa berbuat sesuatu yang lebih bermanfaat bagi orang lain. Bisa beramal lebih banyak. Bisa menggaji orang2 pinter untuk mengajari kita. Bisa membuat eksperimen demi kemajuan umat manusia. Bisa menterjemahkan buku2 untuk meningkatkan kecerdasan bangsa.

      Oleh karena itu, carilah uang sebanyak2nya tanpa harus meninggalkan moralitas, simpati dan empati.
      ========================================================
      Semua itu juga tidak ada gunanya jika uang yang didapat dari jalan yang tidak Tuhan ridhai alias tidak sesuai dengan standard kebaikan yang telah Tuhan tetapkan. Maklumlah… standard moralitas, simpati dan empati setiap orang bisa saja berbeda, tergantung dari acuan mana standard itu ditetapkan.

      So… yang terpenting adalah jangan sampai semua kebaikan itu Tuhan anggap hanya sebagai debu yang beterbangan alias tidak ada nilainya sama sekali… Bagi yang percaya adanya Tuhan, nilai ini tentu sangat berarti, namun bagi yang tidak percaya, nilai ini tentu tidak ada gunanya.

  2. sehat dan banyak uang ?
    dgn kata lain ingin tetap (berusaha/bertahan)….hidup 🙄

    (tradisi) kepercayaan bahwa SETELAH mati akan dihidupkan/akan hidup kembali, scr tak lgsg sbg indikasi bahwa manusia (khususnya si pencetus kepercayaan tsb) ingin agar tetap mengalami dan merasakan…hidup. :mrgreen:

  3. Sehat itu anugerah Pak Lambang, tak banyak manusia yang menyadari bahwa sehari itu kita menghisap oksigen rata- rata 500 liter (ADI), itu gratis lho Pak. Dua pohon bisa menghidupi 1 manusia di bumi, seumur hidup. Proses menghasilkan oksigen itu tidak sederhana, dari pemecahan molekul air dengan energi sinar matahari ( Daur Krebs). 500 liter oksigen/ hari, sinar matahari, dan air berlimpah, itu fasilitas penopang “kesehatan” manusia, yang jarang, atau tak pernah dihitung ya Pak? 🙂

    Perputaran uang itu terkait dengan moneter Pak, moneter terkait dengan perputaran barang dan kecepatannya berputar, artinya banyak sedikitnya uang berputar, itu tergantung di negara mana Bapak tinggal. Bukan salah Bunda mengandung, jika ada anak manusia lahir di negara miskin, dan juga negara kaya. Moneter itu di luar urusan fasilitas gratis semesta Pak.

    Jadi, tanpa uang pun manusia sangat bisa berbahagia Pak. Oksigen gratis 500 liter/ hari, air gratis, dan sinar matahari gratis. Tanah pun gratis. Kalau Pak Lambang merasa tidak gratis, coba pindah ke tempat yang masih gratis. Orang kota seringkali sudah lupa, bahwa air dan tanah itu gratis, itu milik Tuhan kok Pak, bukan pengembang 😛

    Salam sehat selalu Pak 🙂

  4. Mas ini gak toleransi banget. Smua orang kan berbeda, apalagi yg hidupnya prihatin. Yang punya duit paspasan juga pengen sukses lho. . .. Kalo solusinya cuma banyak duit, bagi saya susah juga tuh. . .:-)

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s