Pernak pernik kehidupan

Dicopy dari komentar di halaman DIARY

imagesPenulis : Lesungpipi3t –  Ini bermula pada suatu malam ketika semua keinginan saat kecil, saat remaja sudah dalam genggaman, saat dendam-dendam yang menumpuk satu per satu terbalaskan, seakan aku sedang terbang bebas berada jauh di atas. Tinggi. tertawa untuk perayaan kemenangan sempit, lalu sebuah pertanyaan kecil menjatuhkanku ‘lantas apa lagi ?’ termangu, aku sendirian.

Aku tak mengerti, semuanya terlihat seperti tidak berguna, bodoh. Semua bergerak begitu cepat, aku mematung, semakin tak mengerti. Terus menutup diri, sibuk dengan gumaman dan makian penolakan akan hidup, untuk apa ?

Lama aku terdiam, terlalu lama aku tak berbuat apa-apa , hingga aku terbaring lemah tak berdaya, sakit. Kebencian kembali muncul, membuncah menyesaki kepalaku, jantungku berdegub kencang emosiku meledak, marah.. Hei Engkau yang bernama Tuhan, aku menantangmu, ambil nyawaku sekarang! Aku tersungut-sungut geram.. tak ada jawaban. Hanya terdengar lantunan si punguk yang mengajakku ikut bernyanyi.. nguk..ngungunguuk..ngungunguuk.. suasana kembali hening.

Aku paksa tubuh ini berdiri, susah payah aku gerakan kakiku, kaku, ke depan cermin. Aku pandangi wajah ini lama-lama, tulang pipi menyembul, lusuh dan kusam. Sesaat kemudian bayang dalam cermin berganti menjadi sosok yang sangat aku kenal, wajahnya teduh seperti suasana setelah hujan , seseorang yang tegar, tak pernah memperlihatkan air matanya saat mencium keningku dan memelukku dulu, ketika aku terbangun di tengah malam karena mendengar beliau menangis. Tersenyum, senyum yang menyejukan. “berdiri nak, jangan menyerah, kamu anak ibu yang kuat” lalu sosok-sosok lain yang kukenal terbayang silih berganti, aku tersentak seperti tersengat listrik. Aku tidak sendiri, aku tidak sendirian, aku masih memiliki mereka, Keluargaku. Cairan hangat meleleh dari kedua mataku deras, terisak.

Aku mulai membuka diri, karena aku tak bisa sendiri, aku membutuhkan keluarga, saudara, teman, semuanya untuk mengetahui tentang “hidup”, hidup yang sebenarnya. Mulai malam ini aku kumpulkan serpihan-serpihan kekalahan dalam pertarungan kehidupanku, kubangun lagi, berharap menjadi benteng yang lebih kokoh dan siap menghadapi gempuran ego-ego dan nafsu angkara murka jasad diri, esok hari, sepanjang nafas. Aku tidak akan menyerah lagi.

Lesungpipi3t

February 4, 2014 at 18:13
Tulisan ini adalah pindahan dari halaman DIARY

Sumber image/ credit photo : wallword.com

Advertisements

14 thoughts on “Pernak pernik kehidupan

  1. Tulisan di atas dicopy dari halaman DIary. Selain indah, dengan pilihan kata yang tepat dan bercita rasa, tulisan diatas juga nyaris bersih dari kesalahan kata dan tanda baca. Jadi sepertinya sangat pantas untuk diacungi 4 jempol. salam

  2. saat menulis ini saya merasa malu sendiri, sudah terlalu banyak waktu yang terbuang percuma, dan kesempatan yang secara tidak sadar saya lewatkan..

    1. Ahhh… nggak lhah…. kang Lesung masih muda dan masih ada waktu panjang di depan yg masih bisa disongsong. Nanti kalau sudah kepala 4…. hmmm… mulai akan tahu posisi sebenarnya kita ada di mana.
      Nuwun.

  3. Ada pernak-pernik kehidupan
    Ada warna-warni kehidupan
    Ada lika-liku kehidupan
    Semua ada dalam kehidupan

    Semoga mas Pipi3t dan kita semua tetap tabah dan tegar dalam menghadapi ke-ada-an kehidupan 🙂

  4. selamat datang wahai kesatria,
    ceritamu mengharu biru, aku salutt,
    karena kehidupanku tidak sedasyat perjalan hidupmu. aku terpaku.
    Untungnya kamu masih memiliki orang-orang yang ada di sekitarmu dengan cinta.
    Sedangkan diriku tidak berani, walau hanya sekedar melamunkannya/menghayalkannya. hidupku datar tanpa benjolan, sehingga tidak ada satupun yang menorehkan cerita,

    entah di hari nanti…. aku juga belum tau pasti. jempol buatmu

    1. ternyata ada yang tidak terima dengan munculnya postingngan saya di atas, terima kasih atas kirimannya….. bukan aku yang kan menilai, kadar layak atau tidak kiriman yang dikirim kepadaku tersebut….
      ma’af bila ada yang merasa tertusuk… karena tusukan itu bukan untukmu saja…. (satu mana cukup…)

    2. //hidupku datar tanpa benjolan…//
      Wakakakkk…….. dari dulu saya emang suka dengan gaya bahasanya Kang Mukidin. Ada yang suka ada yang tidak. Ah, itu biasa.

      Blog abal2 telah beberapa kali digugat karena postingan yang tidak berkenan di hati sejumlah orang. Tapi…ya itulah benjolan hidup…… salam navi burung.

  5. @ Simbah, PD, Mukidin, Lespi3t, O-O, Senyum, JS, All

    maaf kalau akhir2 ini saya jarang berkunjung ke padhepokan simbah, monitor komputer saya kesemutan lagi, semua tulisan jadi smudge, blurring or mblereng, jadi nggak mood komment, karena pengelihatan hanya 50% saja, apalagi kalau blognya berwarna malah menjadi 30% saja terangnya. acara tulis menulis jadi terganggu dan terkendala, saya juga belum sempet berkunjung ke studio paman dalbo, maybe later.

    oh ya kemarin simbah posting gambar ‘avatar’ ya?… kurang jelas, tapi kayak kelihatan buntutnya di belakang gitu mbah, pasti boneka kartun avatar??…

    nelangsa sekali rasanya kalau si dia sakit dan kesemutan dan nggak mau sembuh-sembuh, rasanya nasibku tambah benjol-benjol 😦

    saya sudah beli ayam, biar di patukin tuh semut2 di komputer tapi semut malah berpesta pora ria nggak mau berkurang… ternyata saya salah beli ayam goreng kentucky, jadi kumakan saja ayamnya :mrgreen:

  6. @ mbah Dewi,
    Duh ceritanya kok mengharu biru..begini begitu jadi seperti mbok rondo kasihan binti melas bin prihatin.. kemana mana error semua kemrosok seperti suara radio tanpa gelombang.. mangkelno ya mbakyu… untung ada hiburan ayam goreng kentuki,.. tentu sama enaknya lo sama ayam goreng kalipornia… tapi menurut saya paling enak ayam goreng kremes mentega pemudi tegar selalu mbakyu..
    Ya sudah selamat menikmati ayam gorengnya….
    http://www.youtube.com/watch?v=wroxu4RlPXQ‎

    1. @ Senyum,

      Makasih kiriman resep ayam gorengnya… sambil berdendang…

      tega(R)nya… tega(R)nya… tega(R)nya… eiittss, itu lagu dangdut ya :mrgreen:

      Mohon doa restunya saja, semoga komputer yang ambegan-nya sudah senin kemis ini masih bisa sabar dan kuat untuk menemani hari-hari saya 🙂 …

      Salam sambil senyum yang di tegar-tegarkan,

      Dewi

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s