Studi Banding : Fakir miskin dan anak telantar di negara maju

images (2)Penulis: Wage Rahardo – Tulisan bagian 2 untuk topik fakir miskin. Tulisan lama bisa dibaca disini: Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara siapa?

Kemiskinan adalah masalah sentral yang dihadapi oleh hampir semua negara. Di negeri yang tergolong maju sekalipun orang miskin, gelandangan juga “umum” ditemukan. Mereka tinggal atau tidur di sembarang tempat, sudut terminal, emper toko, bawah jembatan atau membuat tenda di sudut taman kota. 

Sekarang yang menjadi pertanyaan menarik, apa yang pemerintah mereka lakukan terhadap golongan miskin tersebut? Apakah pemerintahnya akan memberikan mereka makan dan tunjangan hidup atau bahasa mudahnya: pemerintah akan memelihara mereka?  Jawaban singkatnya adalah TIDAK ! Walaupun pemerintah mereka punya uang dan dana, yang jelas tidak ada kebijakan untuk merumahkan (memberi rumah) pada pada orang miskin.

Mereka tetap harus berjuang menghidupi diri sendiri baik dengan jalan menjadi pemulung, mengumpulkan kardus dan kaleng bekas atau makan dengan mengais sampah sisa restoran. Mereka akan tetap hidup luntang lantung dijalanan dan menunggu ajal mati beku di musim dingin. Nah, pada saat inilah merupakan tugas pemerintah yaitu menguburkannya. Duh sadis amat !!!

Apakah itu artinya pemerintah mereka sama sekali tidak peduli atau tidak punya undang-undang yang mengatur tentang fakir miskin dan anak terlantar seperti di negara kita? Tentu saja ada, namun sekali lagi, yang jelas (umumnya) tidak ada bantuan materi atau uang tunai tapi bantuan fasilitas dan kemudahan.  Contohnya adalah fasilitas dan bantuan khusus untuk mencari pekerjaan,  pinjaman alamat dan jaminan dari dinas sosial saat melamar pekerjaan dll.  Catatan: tanpa alamat jelas, pekerjaan umumnya relatif susah didapatkan.  Sedangkan untuk bantuan makanan, pakaian bekas dll umumnya diberikan oleh lembaga swasta atau organisasi keagamaan.

Jadi golongan miskin, di negara manapun kondisinya adalah sama saja. Perbedaannya mungkin terletak pada  keseriusan pemerintahnya mengurangi jumlah penduduk miskin baru, misalnya dengan menstabilkan pertumbuhan ekonomi, memperbaiki infrastuktur dan regulasi sehingga merangsang dunia usaha yang nantinya akan menciptakan lapangan kerja baru.

Bagaimana dengan anak terlantar?

Anak terlanar tanpa orang tua yang hidup dijalanan umumnya hampir tidak akan ditemukan di negara maju. Jangankan anak terlantar, binatang peliharaan yang terlantarpun nyaris tidak ada. Sepertinya dalam kasus ini, hukum tentang perlindungan anak (dan juga perlindungan binatang) berfungsi dengan sangat baik. Anak terlantar tanpa orang tua, anak korban kekerasan keluarga dll biasanya akan menjadi tanggungan negara, mendapat fasilitas pendidikan, tempat tinggal, sandang pangan dll. Namun yang jelas, fasilitas yang sama tidak berlaku untuk orang dewasa.

Minim atau nyaris tidak adanya anak terlantar di negara maju sepertinya disebabkan oleh pola pikir mereka yang sedikit berbeda. Umumnya untuk pasangan yang merasa finansialnya tidak cukup cendrung memilih tidak akan memiliki anak atau bahkan tidak menikah. Jadi inilah sebabnya kita tidak akan mungkin menemukan keluarga gelandangan di negara maju.

Di negeri yang ekonominya tidak stabil, timpang (kaya miskin), salah urus dan sibuk rebutan jabatan, maka kaum fakir miskin akan terus terpinggirkan. 

Wager

10 thoughts on “Studi Banding : Fakir miskin dan anak telantar di negara maju”

  1. ma’af…
    memang negara tempat di mana kita tinggali sekarang lagi blang dan terbelakang dalam segala hal… mudah-mudahan segera, jelang pemilu ni.. para wakil rakyat yang sedang gelar nama di pinggir jalan di tempat keramaian… memang benar-benar wakil, bukan hanya karena lagi butuh kerja dan kembaliin modal.. banyak orang sudah bosan. begitu juga aku. bagaimana dengan kamu ?

    mari kita melanjutkan hari juga mimpi, mimpi anak-anak indonesia,

    1. Menyia-nyiakan anak yatim fakir miskin adalah perbuatan yang sangat nista memalukan manusia dalam derita… dewa waktu cronus (saturnus) mulai menyapa waktunya membalikkan fakta… membuat api menyala dimana-mana… sapa menyeringai yang berbuat hina dina… pada manusia sombong tak terkira….

  2. Topik yang menarik Kang Wager.
    Sebenarnya aturan dasar negara kita lebih baik yaitu Pasal 34 UUD45 ayat 1: Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.
    Cuma… mungkin karena bangsa kita suka plesetan…. mungkin berubah makna fakir-miskin dipelihara oleh negara … itu artinya bahwa fakir miskin harus tetap eksis/ada karena dipelihara… hhh.

  3. Tiga komentar yang di atas @ Maybee, So dan Maaf, bahasanya puitis sekali. Banyak orang yang berjiwa nyeni dan halus bermukin di blog abal2 ini. Magluk alus-pun juga banyak.

    @kang ABR, kalau bikin aturan, uu dan tata tertib memang tidak usah ditanya, pasti jagoan. Walau akhirnya cuma jadi macan kertas,,,,,,

  4. Memang memprihatinkan…. dusta bermuka dua tlah jadi budaya, buruk rupa cermin dibelah dua tlah jadi rahasia bersama,
    Tata tentrem kerta raharjo hanya isapan jempol belaka,
    Raharjo adalah sejahtera namun tlah jadi hak eksklusif milik orang kaya nan serakah lupa pada si fakir miskin anak terlantar terpinggirkan bahkan terbuang…
    Raharjo hanyalah barang eksklusif menjadi celotehan saja yang disetir segelintir orang untuk kepentingan pribadi dan golongan….
    Raharjo telah musnah lenyap menguap di tatanan kehidupan yang dipaksakan oleh kearoganan jiwa yang berkuasa, selalu curiga pada si fakir miskin….
    Raharjo hanya isapan jempol belaka, jadi ungkapan tak bermakna, ungkapan yang membosankan untuk didengar bagi si fakir miskin…
    Raharjo yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia hanya sebatas teori saja ternyata… banyak orang pintar TEORI.. prakteknya? hmmm NOLLLLL termasuk salah sijining ISUN yang nulis ini…. wkwkwkwkwk

    http://www.youtube.com/watch?v=_YcrAtxLzaU‎

    1. Lha, saya itu rahadjo Kang, bukan raharjo. Ada huruf Dnya alias dodol. wakakakkkk……

      ////prakteknya? hmmm NOLLLLL termasuk salah sijining ISUN yang nulis ////
      Maksudnya @kangSENYUM mungkin yang nulis blog?! yeah, cocoklah…..

      Ambillah kalau bermanfaat………

    2. Wakkkkkk…..
      O-O masuk kategori juga… malah double lagi… nol-nol… alias kosong melompong… hehe… mirip blognya kloso bolong-bolong…. wakkk.

Kolom Nama, Mail atau Web bisa dikosongkan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s