Diary Seorang Mukidin

250-mukidinSiapa itu Mukidin? Ah, tidak terlalu penting. Dia hanyalah sebuah nama tanpa bentuk yang secara rutin selalu hadir meramaikan blog ini, menuliskan rangkaian kata yang mengalir bebas dan lepas menyisakan sejuta arti dan makna.  Sesuaidengan janji saya saat pertama kali membuat blog, bahwa saya tidak akan mengabaikan atau “membuang” komentar begitu saja.  Maka, bersama ini saya mencoba merangkum dan menyediakan folder khusus untuk tulisan karya rekan Mukidin. Selamat menulis.

Mukidin berterus terang

March 2, 2014 at 16:42

Dear diary,
Engkau coretan tak penting bagi cerita kemarin dan di hari lalu. Kepadamulah aku mungkin bisa membuka diri, bukan kepada yang lain.

Banyak yang menyangka terlalu tinggi, padahal aku tidak pernah bisa menggapai ketinggian itu. Banyak yang menyangka dan membayangkan yang indah-indah, tetapi kenyataannya aku tidak bisa memberikan keindahan.

Banyak orang menafsirkan dengan ragam keelokan paras, sedangkan aku jauh dari kata elok, kalaupun dinilai ukurannya dalam standar nilai, 6 adalah yg tertinggi, bahkan 4 kata orang-orang (di bawah standar keelokan paras).

Banyak orang mengganggap bangga ada di sekitar kehidupanku, kenyataannya sungguh sangat bertolak belakang, kebanyakan mereka malah menggunjing, memang ada 1 atau 3 orang yg masih setia tersenyum tulus tanpa paksaan walau cemooh datang padanya karena kehadiranku di sisinya.

Pernah aku meminta agar yang menfitnahku secara sadar (terang-terangan) juga secara samar (sembunyi) tidak lagi muncul di depanku, tapi hingga detik inipun orang yang benar-benar aku benci tersebut, masih tetap bisa berdiri di muka bumi dengan segala kebejatannya yg masih tetap terjaga (bangsat kau penzina sok suci beserta keluargamu yg telah menjadikan fitnahmu terus berlangsung dan terus kau tujukan kepadaku).

Dan secara sadar dan mengakui sejujurnya, aku bukanlah seperti sangkaanmu. aku orang biasa, yang juga masih punya dendam kesumat

Ma’afkan aku, bila menjadikan dirimu salah menilai,

November 4, 2013 at 12:38

Kemarin sore pukul 16.25 WIB… ada seorang wanita datang menghampiriku, senyumnya aduhai sinis dengan gaya sok suci (emangnya saya tidak tau bagaimana kelakuan bejadmu ?). dengan tipu dayamu, kau racun orang-orang terkasihku dengan guna-guna bangsatmu…

Kau sindir aku dengan gaya jawa blangkonmu ( manis di depan, busuk di belakang. kau katakan bahwa aku tidak akan sanggup melepas guna-guna yang kau tancapkna di tubuh orang-orang terkasihku ???

Ma’af… kau salah memilih musuh. Menurut hikayat dan petuah (bunuh orang yang terang-terangan menebar guna-guna dengan satu hentakan. Dan jangan sisakan satupun ceceran ilmunya, baik yang di tanamkan ke dalam tubuh orang lain ataupun kepada pewaris ilmunya.

Eyang putri pernah bersenandung… ngger.. selama masih bisa engkau mempertahankan gelaran jati perwitomu… janganlah pernah melepas uger-uger eyang buyutmu. karena itulah tulak balak tersadis untuk mengalahkan guna-guna terbejad di jagat ini. Dan suro iini adalah gerbang pembukanya….

November 12, 2013 at 13:12

Setelah beberapa waktu berlalu dengan sedikit cerita miring di sana dan di sini. berhembus liar bagai beliung. seperti remang gelisah hatiku sekarang ini…. Ku baca lirik demi lirik cerita. ku raba sederet demi sederet tingkah polahmu…Dan di hari ini, palu keputusan hatiku tentang keberadaanmu di cerita hari berikutnya dalam kehidupanku, aku lepaskan/ aku rejek/ aku kesampingkan.

Walau hatiku akan terasa sepi, tapi aku yakin bahwa aku akan menemukan yang lain yang benar-benar tulus iklas datang padaku. seperti hari ini dan hari-hari kemarin. masih banyak yang mempersembahkan ketulusan hatinya kepadaku. yang tidak malu bercengkrama tentang banyak hal walau mereka mendengar berita miring tentang aku, tetap saja mereka ikhlas datang dengan senyum mengembang tanpa beban..

Ku lepaskan engkau / ku relakan engkau dengan pilihanmu, Dan seperti permintaanku kepadamu… jangan lagi mencariku. akan percuma saja. karena diriku adalah milik siapa saja yang tulus ikhlas menerimaku tanpa embel-embel rasa malu dengan adanya keberadaanku bersamanya

 18 november 2013

Datang lagi si bejat bangsat itu ke hadapanku, senyumnya masih saja sinis…Mencoba melihat suasana tempatku berkarya dengan membawa beberapa tebaran bau busuk di sana dan di beberapa tempat lainnya…

Dikiranya aku akan patah semangat dengan usaha bejatnya ? wooouuu…. keren bener…..tersenyum diriku menyikapinya…. bukankah telah di rasakan dengan benar. satu kali rasa sakit yang terasakan, maka bukan saja ribuan, tapi hampir semua yang ada.. siap membalasnya. Dan hari ini akan ku coba mematikan kehadiran dan keberadaanmu di memori ingatanku. so…

November 19, 2013 at 12:2

Dirimu berharap dan berusaha, membuat hidupku menjadi sepi dengan menghalang-halangi orang-orang terkasihku berkumpul dengan diriku… hei… hei…hei….

sudah lusinan tahun dan cerita yang menempaku untuk dapat menghalau keinginan-keinginan sepertimu. walakazam…. betapa naifnya harapanmu. ce’illeea…. sungguh terkekeh aku membaca hatimu. woiiyah… betapa lukisan di pikiranmu, membayangkan, aku akan nangis-nangis mengharapkan seseorang menemuiku… zzzz

saranku padamu duhai (wanita jalang, sundel bolong panggilanku padamu) siapkan saja RSJ, kalau bisa di boking dulu.., biar kebagian tempat ketika syarafmu putus dalam menghadapiku yang sudah sangat bebal ini di tempa banyak kejadian.

…………………………………………..

Credit image : www.widewallpapers.me

Kolom Nama, Mail atau Web bisa dikosongkan.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s