Bekerja Di Luar Negeri : Harus Siap Dimaki dan Diperkosa ?!

images (143.2)Penulis : Wager – Baru-baru ini beredar berita yang cukup menarik perhatian yaitu seorang warga Indonesia yang bekerja di kapal pesiar ditangkap polisi Amerika karena mencoba melakukan pemerkosaan pada penumpangnya. Berita yang sebetulnya “biasa-biasa” bukan? Lagi pula cuma sebatas mencoba (memperkosa) artinya belum “dapat” khan? Namun masalahnya menjadi lain karena kasusnya terjadi di negeri orang.

Kenapa memperkosa? 

Umumnya kasus perkosaan disebabkan karena alasan “lemah syahwat” seperti tidak tahan karena melihat rok mini, tidak tahan karena melihat celana ketat, tidak tahan karena habis nonton video porno dan sejenisnya. Namun kali ini alasannya sama sekali berbeda……..


Kompas.com-……..Budi mengatakan Ketut mengaku sadar melakukan tindakan itu semata-mata karena tidak bisa menerima pernyataan yang kasar sekali. Ia sudah mencoba menghilangkan ingatan tentang hal itu dengan merokok dan bermain game, tetapi ingatan saat dimarahi itu selalu kembali. “Ia merasa tersinggung sekali harga dirinya, hingga akhirnya melakukan tindakan itu,” lanjutnya.

Agen Khusus FBI David Nunez, dalam laporan pemeriksaan yang dikutip sejumlah media lokal di Florida, mengatakan, wanita itu meneriakkan kata-kata “wait a minute son of a bitch,” ketika Pujayasa mengetuk pintu kamarnya. “Pujayasa mengatakan pernyataan son of a bitch itu merupakan penghinaan terhadap dirinya dan keluarga,” ……………..

http://internasional.kompas.com


Catatan: Tulisan ini bukan bukan bermaksud  menyalahkan atau membela pelaku ataupun korban tapi hanyalah sekedar memberikan gambaran kecil tentang perbedaan budaya.  Kasus di atas anggaplah sekedar ilustrasi saja.

Hati hati memaki dan dimaki

Mencoba berkaca ke diri sendiri, pertama kali menerima umpatan dan caci maki yang membuat kuping terasa meleleh, tenggorokan tercekik karena kaget luar biasa. Maklum, seumur umur tidak pernah dicaci sedahasiat itu.  Jadi kalau ada orang yang gelap mata dan menebas si pemaki ya kadang saya mencoba untuk memahaminya.

Umpatan dan cacian memang tidak boleh dibiarkan dan harus direspon. Namun khusus untuk uruasan pekerjaan, responnya kadang “serba salah”.  Dalam urusan pekerjaan, terlebih lagi untuk bidang jasa atau service, bos adalah raja kecil sedangkan pelanggan adalah raja besar. Jadi untuk sebagian besar kasus, pelanggan tidak boleh dibantah.

Tidak adil memang, tapi itulah namanya dunia kerja, keras dan kadang tidak adil, terlebih lagi bagi mereka yang bekerja di negeri orang  karena membentak, memaki atau berbicara keras kadang adalah bagian dari budaya (kerja) mereka. Tanpa memahami perbedaan budaya ini bisa terkaget kaget. Kalau tidak siap ya bisa pingsan.

Sedangkan kalau kasusnya adalah membetak sambil menampar atau melakukan kekerasan fisik, itu sudah termasuk “kelainan jiwa” dan harus diproses lewat jalur hukum. Apapun alasannya, memukul, menampar dst adalah kriminal dan kasusnya menjadi runyam. Saya percaya hukun di negeri barat atau negara negara maju di Asia, umumnya ketat dalam urusan kekerasan fisik tanpa memandang ras atau bangsa. Jangankan kekerasan terhadap manusia, terhadap binatangpun mereka ketat. Maaf, saya kurang tahu untuk negara lain seperti kawasan Arabia.

“Makanya jangan mau kerja di luar negeri, jangan mau jadi buruh, ciptakan lapangan kerja sendiri dong”, kata saya waktu masih muda. Tapi sampai rambut putih, tetap saja masih jadi buruh…….

Hati hati memperkosa dan diperkosa

Dimaki memang tidak enak, namun dengan alasan apapun, melakukan tindak kekerasan, memukul, menampar ataupun memaki tetap saja salah, terlebih untuk kasus di negeri orang yang umumnya aturan hukumnya jauh lebih ketat. Mohon hati hati ketika memperkosa di negeri orang……….

  • Asem mbah !! Tulisan sentoloyo. Harusnya himbaunnya adalah “Jangan memperkosa”, bukan “Hati-hati memperkosa di negeri orang”. Emang di negeri sendiri boleh memperkosa gitu?

Lha, bukankah di negeri ini memperkosa adalah bebas? Apa Sampean tidak nyadar telah menjadi korban perkosaan? Diperkosa pejabat, diperkasa politisi, diperkosa partai politik, diperkosa undang-undang?

  • Dasar blog abal-abal…….

Wagerrr

———————————
Credit image : dailymail.co.uk

3 thoughts on “Bekerja Di Luar Negeri : Harus Siap Dimaki dan Diperkosa ?!

  1. kwkwkw…..wkkwkw…….kwkwkwkwk……

    hanya sebagian kecil rakyat indonesia …yang sadar ……bahwa banyaaaakk hak2ya …..diperkosaaaa ….oleh segelintirrr orangg…..yang nota bandnya……dulu ikut berjuang ngak bapak moyangnya untuk memperebutkan kemerdekaan indonesia……….kwkwkkwkw….kwkwkwk…

    hmmmm……hidup ini musti harusss hati-hati …….yang muda yang tua …..harus hati2…poro sesepuh …poro pini sepuh haruss hati-hati……….karena didunia ini ….ada setan bermuka dan berlagak seperti dewa…….kwkwkw……kwwkwkw……padahal ….harta yang disumbangkan atau diberikan atau yang dibagibagikan ….adalah hasil rampokan atau hasil dari menipu orang dgn cara yang culasss….kwkwk…..kwkwkwkw……

    capekkkk decchhhhh……..

  2. jiahahaha… tulisan yang fresh and good mbah, khas super abal-abal…

    praktek jajah menjajah (bukan jajah miharja), memang sudah lama bercokol di negri ini, dan bangsa ini terlalu lama di jajah, sekarang penjajah sudah angkat kaki, tapi mengapa kita masih belum bisa merdeka?…. itu karena kita masih dijajah oleh bangsa kita sendiri…

    bangsa yang telah lama terjajah akhirnya menjajah bangsanya sendiri… maka dari itu juga, berhati-hatilah menjajah dan dijajah.

    waspadalah 2x… penjajahan ada bukan hanya karena ada niat sang pelaku, tetapi penjajahan ada karena kita juga memberinya kesempatan.

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s