Halaman Khusus : Diary Warga

Diary warga abal-abal. Halaman bebas untuk menulis diary.  Bebas dalam arti tidak perlu pusing dengan urusan akun atau password dll.  Nama bisa menggunakan Anonymous, mail bisa dikarang sendiri. 

pakaian-jw

Keterangan Gambar : Siswa, guru, dan karyawan SMKN 2 Yogyakarta setiap hari Kamis Pahing mengenakan pakaian adat Gagrak Mataraman. Credit image untuk akun FB Sdr Keliling Jogjja

Halaman diary ini adalah halaman baru. Untuk file diary lama bisa dibaca di halaman berikut yang telah sekarang telah diambil alih menjadi Tata-Tertib.

466 respons untuk ‘Halaman Khusus : Diary Warga

    1. Selamat Malam kepada Kang Bala(ne)dewa, Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua @ …

      Salam Sejahtra ……

      Ooouuu….. pantes Kang Balane kesulitan…., sampe timbul pertanyaan :
      Dimakan setan kober kah ? )-:

      Ternyata……. Bukan Setan Kober Kang Balane……
      The human being…., Kebijakan yg mendadak….. what’s wrong…??

      Sukses slalu, rahayu…
      Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
      Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

  1. Saya curi dari blog sebelah. Diposting oleh mahluk halus..Bisa di cross check …
    _————-_————++++——————-

    BEBERAPA HAL YANG PENTING DIKETAHUI TENTANG JEPANG

    1. Anak-anak Jepang membersihkan sekolah mereka setiap hari selama seperempat jam dengan para guru, yang menyebabkan munculnya generasi Jepang yang sederhana dan suka pada kebersihan.

    2. Setiap warga negara Jepang yang memiliki anjing harus membawa tas dan tas khusus itu berguna mengambil kotoran piaraan mereka, karena mengatasi kebersihan adalah bagian dari etika orang Jepang.

    3. Pekerja kebersihan di Jepang disebut “insinyur kesehatan” dan mendapatkan gaji setara Rp.50 juta per bulan, dan dalam perekrutannya menjalani tes tertulis dan wawancara.

    4. Jepang tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti di Indonesia. Mereka sering terkena gempa bumi, tetapi itu tidak mencegah Jepang menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ketiga di dunia.

    5. Siswa Jepang dari tahun pertama hingga tahun keenam primer harus belajar etika yang berguna kelak bila mereka berinteraksi dengan orang lain di masyarakat.

    6. Masyarakat Jepang meskipun merupakan salah satu negara dengan pendapatan tertinggi di dunia, tetapi mereka tidak memiliki pembantu. Orang tua bertanggung jawab atas rumah dan anak-anaknya.

    7. Tidak ada tes ujian dari tingkat pertama sampai tingkat ketiga (setara SD kelas 1 sampai SD kelas 3), karena tujuan pendidikan adalah untuk menanamkan konsep dan pembentukan karakter, bukan hanya tes dan indoktrinasi.

    8.Jika Anda pergi ke sebuah restoran prasmanan di Jepang, Anda akan melihat orang-orang yang hanya makan sebanyak yang mereka butuhkan. Setelah selesai makan, tidak tampak limbah apa pun. Tidak ada pula sisa-sisa makanan.

    9.Tingkat keterlambatan kereta di Jepang adalah sekitar 7 detik per tahun ! Mereka menghargai nilai waktu, sangat tepat waktu untuk menit dan detik.

    10. Jika anda bertanya kepada mereka” Apakah arti pelajar ?” Mereka akan menjawab : “Pelajar adalah masa depan Jepang.” — feeling motivated.

    1. Salam Kang Beibe….sedoyo sederek kang minulyo…

      Info diatas sangat menarik dan bikin penasaran….

      Saya pernah bermimpi , bertemu dengan seseorang yang belum pernah saya jumpa ( mungkin Kang ABR atau siapapun / blogger)….Orang nya tampan , kumisnya bisa dipasang dan dilepas…..

      Nuwun

    2. Wah… Mbah Wager ki uprek ae tho
      Mosok nulis jeneng karo email kudu bola bali ehhh

      Ya kang Dreaming
      Dapat salam dr someone yg ada di belakang gedung DPR MPR

      Someone yang pernah dipelototi oleh kang O-O
      Hehehe

      Pripun kabare kang Dreaming
      Mugi sedayanipun sae kemawon
      Ada berita apakah sekarang?
      Ayo diwedar

    3. Someone , siapa ya Kang ??….

      Kabar saya , sami wilujeng Kang , sehat dan sangat sibuk….he he he…

      Soal kabar ,,,,walaaah,,,,,saya rasa banyak yang lebih faham dari pada saya Kang….

    4. aku juga pernah ngimpi kang O-O tapi wajahnya ada 4 ato 5 gitu, aku disuruh milih mana yg asli.
      emang bos yg satu ini hebat punya aji malih rupo hihihihi

  2. Selamat Pagi,

    Salam untuk semua rekan warga abal-abal. Semoga sehat. Selamat untuk semua rekan yang telah atau sedang meraih kesuksesan. Semangat untuk rekan yang sedang berusaha, belajar atau mengejar impian. Tabah untuk rekan yang ditimpa kemalangan. Apapun situasinya ya tetap semangat.

    Blog ini warganya sangat beragam, dari yang tidak jelas sampai yang sangat jelas, dari mahluk halus sampai mahluk kasar. Dari orang biasa sampai orang-orang hebat dengan jabatan penting. Dari garis keras sampai garis lembut,

    Siapapun Beliau atau para warga, yang jelas kita disini berkumpul mencoba membahas hal positif atau setidaknya saling bertukar senyum. Di blog abal-abal ini, sebisa mungkin privasi saya tempatkan menjadi prioritas utama.

    Rahayu

    PS: Salam untuk Kang BB dan Kang Mimpiku

    1. Selamat Pagi kepada Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua @ …

      Salam Sejahtra ……

      Wouw KEREN…., Postingan yang SUPER (Berkualitas) & ELEGAN (Kharismatik), acungan 2 JEMPOL buat SiMBAH WAGER, karena……. Panjenengan Mahir NGOMONG dan NGEMONG (pinjam Istilah Kang Lah Dalaah, Postingan 1 Juni 2013, Saya belum lahir di Blog ini).
      Heheeheeeee……………….

      Semoga menikmati Akhir Pekan dengan ceria….., pun semoga Hari Esok lebih baik dari Hari Ini, pun… KESEHATAN, KESUKSESAN, KESEJAHTRAAN, KEBAHAGIAAN & KEMULIAAN snantiasa bersama Kita….. Aamiin…….

      Sukses slalu, rahayu…
      Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
      Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

  3. Salam rahayu dan selamat pagi….

    Setiap manusia mempunyai harapan dan mimpi masing masing , berusaha dengan semangat tinggi dan tanpa lelah….
    Selamat dan sukses bila hal itu telah tercapai dan jangan berputus asa bila gagal meraih , karena semua ini adalah suatu lakon dan cerita hidup dan pastinya ada sesuatu yang harus lebih diamati , diteliti dan disadari sebagai hikmah dan pelajaran yang sangat penting…
    Dan yang jelas , hidup adalah hal yang luar biasa besar nilai dan fungsi gunanya dan tentunya jangan disia siakan dan membuang waktu untuk hal yang kurang berguna…semua ini demi hidup anak cucu, demi mereka semua , demi hidup selanjutnya dan tentunya kita diwajibkan untuk mewariskan hal hal yang baik dan berguna.

    Bila telah sukses maka janganlah lupa untuk berbuat kebaikan demi manusia yang lain dan bila masih gagal dan gagal lagi maka masih ada harapan di hari selanjutnya….

    Kata orang bijak dan pinisepuh , urip kuwi mung mampir ngombe , urip kudu urap urup , asah asih asuh …urip atau hidup sebagai jiwa yang mengembara untuk memayu hayuning bawono…harus bisa membuktikan dan membenarkan sifat Gusti Kang Moho Agung , sifat Kasih dan Sayang , Adil dan Bijaksana…

  4. …aji malih rupo :

    Satu dewa …menyamar menjadi orang biasa dan minta tameng dan anting2 Karna (Mahabharata). Lha dewa saja menyamar jadi orang biasa, apalagi …manusia biasa … Jangan kaget kalau Oom Wager itu juga …,eh hem, titisan dewa …(-: (-:

  5. dear
    @all special for Mbah Wage.

    history(sejarah) nya sudah ada, paranormalnya sudah ada, pengetahuan sosialnya sudah ada, ilmu hukum masih minim, yg bahas ilmiah masih minim, technology nya masih minim. Yang bahas Tuhan juga udah ada. Yang bahas filsafat sudah ada. Padepokan Abal Abal dibuat semacam Universitas. Yang punya fakultas fakultas yang membahas berbagai bidang ilmu. Padepokan Modern Mbah.

    semuga saran saya bermanfaat.
    aamiin barokallah..

    1. Kang HDosomuko,
      Topik teknologi dan hukum belum belum ada kamar-nya di padepokan ini. Sebisa mungkin topik kepercayaan akan mulai dikurangi sedikit demi sedikit. salam.

  6. Kalau saya lain lagi.
    Bertahun-tahun mencari tahu siapakah gerangan Samurai Pedang dari jepang.
    Firasatku benar, ternyata oh ternyata si mbah sendiri to… sori nggih mbah kebuka wadine njenengan hehe
    Hidup mbah WageR!

    1. Asem, ternyata ada yang nyari simbah selama bertahun tahun. Dikira pendekar pedang. Mana kagak punya pedang lagi. Adanya pentung.

      Please Kang. Dilarang keras main buka-bukaan disini. Cukuplah tahu serba tahu saja. Wakakakkk……

  7. Salam hormat dan selamat pagi…..kepada Mbah Wage dan sedoyo warga budiman dongbud ….

    Hari dan waktu terus berjalan , berbuah kenangan ,ada dampak dan akibat di hari ini dan selanjutnya…..maka kita sudah sewajibnya dan harus untuk berbuat kebaikan , minimal sudah ada niat baik untuk bisa melakukan di waktu akan datang….

    Percaya kepada Tuhan YME , percaya dengan Nabi Rosul atau siapapun sebagai utusan Tuhan maka hal itu diharapkan bisa merubah watak dan perilaku manusia dalam kehidupan sehari hari untuk bisa menjadi manusia berbudi luhur dan bukan menjadi sebaliknya lalu mengakibatkan kehancuran moral , meniadakan nilai kemanusiaan, rasa saling hormat menghormati,kasih sayang dll telah ternoda dan bahkan sudah sirna….

    Mbah Wage , hormat saya…
    Saya sudah baca artikel di halaman HENING dan ada kesan dan rasa yang telah saya rasakan di pikiran dan hati ….
    Begitulah manusia dengan faham dan kepercayaan masing masing , begitu pula dengan akibat yang akan terjadi atas dasar kepercayaan atau agama diatas bumi ini….

    Kadang ungkapan hati dan rasa tidak bisa diwujudkan melalui lisan atau perkataan , bahasa perkataan dan ilmu ternyata tidak bisa sepenuhnya bisa mengungkapan rasa….
    Nikmatnya makanan , hanya lidah yang mampu merasakan dengan jelas , rasa itu tidak bisa dijelaskan melalui kata kata….

  8. Tuhan Sang Pencipta ….Dia yang wajib kita sembah…
    Sang Pencipta , DIA yang menciptakan diri kita , bumi dan semua isinya …mencipta dan menggelar langit angkasa dengan trilyunan galaksi diluar sana…..itu kepercayaan saya yang tidak bisa dirubah…

    Adakah manusia yang mampu menjelaskan dengan gamblang dan jelas tentang Tuhan , adakah seseorang atau kelompok manusia dengan kepercayaan agamanya bisa menjelaskan dengan gamblang tentang Tuhan ??…. kita semua pasti tahu dan membenarkan bahwa memang sudah ada agama dan kitab diatas bumi ini yang telah menjelaskan apa dan siapa Tuhan….yo wes , ya sudah , begitulah peristiwa dan sejarahnya….

    Apakah penggambaran dan penjelasan itu benar benar sudah benar , maka hal itu terserah kepada yang percaya karena kebenaran sesungguhnya manusia tetaplah kebenaran yang masih memerlukan banyak bukti dan kadang atau bahkan sering kebenaran yang dipercayai masih dilandasi ego , dogma doktrin yang tidak boleh dilanggar….yo wes ,, ya sudah , memang begitu buku petunjuk dan aturan nya….

    Maka saya pribadi telah berucap dan bersaksi , disaksikan oleh Dzat hidup yang telah menciptakan diri saya….bahwa saya telah melepas baju agama yang pernah saya pakai , baju yang pernah saya beli di sebuah toko pakaian dan sekarang saya sedang merajut pakaian saya sendiri ,,,,sesuka benang dan liku rajutan ,, .baju dengan potongan dan model bentuknya sesuai rasa hati saya , tidak apa meskipun terlihat jelek dan nyeleneh di pandangan mereka….pakaian saya sebagai tanda itulah saya , perilaku dan perbuatan yang harus dipertanggung jawabkan , saat ini atau saat nanti ketika saya sudah modar dan berpulang untuk dihadapkan kepada Tuhanku..

    Reply wager : Nuwun selalu Kang Warga Dongbud.

  9. Besok, tanggal 10 Desember, saya akan undur sejenak dari padepokan selama kurang lebih 5 hari. Selama saya tidak ada, blog akan diserahkan ke Kang Pejalan.

    Kebetulan saya berencana akan melakukan expedisi kecil ke daerah dingin. Entahlah seberapa dingin medan yang akan dihadapi. Yeah, mudah2an tidak dingin2 amat.

    Menurut ramalan cuaca, suhu diperkirakan sedikit hangat dibandingkan tahun2 lalu, yaitu cuma berkisar -10 derajat celsius. Tahun-tahun kemarin dilaporkan, suhu nyaris mencapi -20 sampai -30. Jadi kalau tuangkan kopi panas di alam terbuka, langsung jadi es batu hitam.

    Laporan lengkap menyusul.
    (Janji doang. Perjalanan sebelumnya, tidak satupun ada yang ditulis)

    1. Selamat MALAM kepada Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua @ …

      Salam Sejahtra Simbah Wager@
      Wouw keren……. Simbah Wager slalu Energik & Kesehatan yg slalu Prima, contoh yg baik buat Para Kawula Muda, Simbah AWET TUA & SEHAT WAL AFIAT, termasuk ISI DOMPET-nya, terbukti ……. melakukan TOUR of JOURNEY……. Heheheee………

      Smoga Slalu SELAMAT, TETAP SEHAT & CERIA, baik KEDATANGAN-NYA di TEMPAT TUJUAN, pun SEKEMBALI-nya ke INDONESIA (RUMAH)…… Aamiin
      (Titip salam buat Beruang Alaska & Beruang Kota-nya……. heheheee…….)

      Siap Simbah….. Smoga Amanah bisa dilaksanakan dgn sebaik-baik-nya.

      Sukses slalu, rahayu…
      Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
      Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi….

    2. Wakakakkk…
      Asem Koplak, Kang Pejalan. Dompet ya selalu bolong Kang. Ini cuma kebetulan dapat tiket pesawat promo nyaris gratis. Kalau beli harga normal ya, pasti jebol.

      Berhubung gratis maka oleh pihak airline, barang bawaan dibatasi cuma 7 kg doang. Koplak. Sampai sekarang masih pusing nih Kang, ngatur barangnya. Tas ransel, pilih yang paling kecil beratnya udah 1kg. Kamera saja sudah hampir 3 kg. Sialnya baju musim dingin khan tebal2 bin berat.

      Solusinya, ya baju dipakai sebanyak mungkin sampai kayak beruang dan susah nafas, wakakakk…..

    3. Lebih jelas di lihat dari sana..
      Hehehehehehe..
      Sallamin yah Mbah buat makhluk disana..
      Semuga Mbah dan team selamat sehat walafiat..

  10. Simbah sekalian LAPOR ke Interpol, Padepokan Mbelgedez kehilangan WARGA-nya yg bernama Kang CAHYO DC……. Heheheee……. Kemana Beliau yaaa….. Smoga Sehat wal afiat & Sukses.

    Saya lagi menulis,
    Tentang : TIDAK ADA MAKAN SIANG YANG GRATIS, DALAM HIDUP & KEHIDUPAN, PUN DALAM BERBANGSA & BERNEGARA, BENARKAH…??

    Baru 4 Sambungan, tinggal 1 Sambungan lagi, diantaranya KESIMPULAN & EPILOG, paling selesai-nya LUSA, krn dikerjakan-nya pada saat OUT of TIME, dibahas secara HORIZONTAL, pun secara VERTIKAL, Materi-nya antara SKALA & NISKALA, antara Textbook & Empiris-nya, Smoga saja bisa bermanfaat…….

    1. Kang Cahyo, ndak hilang koq Kang, cuma ngumpet lagi semedi dan puasa komentar. Mungkin karena belum ada artikel baru yang menarik dan layak dikomentari. Maklum, belakangan topik dongbud SP melulu sih.

      Kang Cahyo, Kang Jari Sakti, Kang Bala, Kang BlackBB, Kang Dewi eh jeng Dewi dan banyak warga dongbud yang saya perhatikan nyaris jarang nongol di halaman SP.

      Mungkin bulan depan saya akan coba menulis topik lain yang lebih variatif, apalagi dikombinasikan dengan artikel khasnya made in kang Pejalan. Pas deh. salam

      *Tidak sabar nunggu tulisan Akang.

    2. waah, simbah mau mengunjungi kutub utara?… brrrrrrr… pasti dingin…

      hati-hati titi dj ya mbah, awas kena hiportemia, kedinginan beku kulit bisa melepuh.

      ok mbah, jangan lupa oleh-oleh saljunya ya, satu genggam aja.. eh enggak ding, maksutnya oleh-oleh ceritanya 🙂 …

      ttd,

      kang dewi

  11. Sepertinya ada yang berubah dengan komposisi warga dongbud.

    Dulu blog abal-abal ini memiliki beberapa warga atheis tapi mereka sudah lama menghilang. Jujur, saya meresa kehilangan. Apakah nantinya para free thinker juga akan menghilang?

    Saya mencoba mengerti, mengapa belakangan ini, beberapa warga seperti Kang Cahyo, Kang Jari Sakti, Kang JS, Blackbird, Dewi ataupun Kang Balane seolah tiarap.

    Postingan komentar tentang topik2 sosial menghilang. Sayapun kadang merasa terasing sendirian.

    Tampaknya saya sedikit bisa memahami perasaan Kang Pejalan yang juga pernah merasa terasing dan tersisih di padepokan abal-abal ini. Syukurlah ada halaman diary sebagai pelipur lara.

    * status koplak. mungkin sedang frustasi karena ditulis saat bersih2 rumah. Pekerjaan paling menyebalkan apalagi harus geser2 almari dan kulkas. Maklum, tenaga tua.

    1. Sabar mbah, konon tahun 2015 adalah tahun kedamaian, bukan tahun konflik, jadi wajar ribut-ribut atau jual beli pukulan intensitasnya jadi menurun.

      Para pinisepuh yang biasanya berada di garda paling depan jika ada huru hara di padhepokan, sekarang mereka lebih memilih untuk menghindari keramaian, banyak intropeksi ke dalam diri, tetapi tetap menyimak para pemuda-pemuda jenggotan untuk menyuarakan aspirasinya.

      Untuk ramalan sepanjang tahun 2016 bisa di tanyakan di Ki Kusuma di google mbah, gimana suhu kondisi hidup dalam perpolitikan dan sosial di tanah air nantinya, siapa tahu ada badai kita bisa sedia tenda dan payung sebelum banjir dan hujan. Kira-kira begitu uraiannya mbah.

      *Sangking damainya, kang Dewi sampai terlena lupa pernah punya tanduk (?)… mudah2an tidak tumpul karena sudah lama nggak di asah…. xaxaxaxa…

    2. Dewi Si Bidadari Bertanduk,
      Punya tanduk, kalau tidak dipakai ya mubazir. Dari pada dianggurin, lebih baik dijual ke tabib China, digiling dan dipakai obat apa gitu. Mungkin obat kuat kali? Tanduk bidadari, pasti banyak yang minat. wakakakkkkk…..

    3. iya juga ya mbah, resep obatnya boljug (boleh juga) nih, tanduknya bisa di rendam trus airnya bisa di minum, bisa buat campuran ataupun di oplos.

      tapi daripada di jual, mending tak pakai sendiri aja mbah, biar si KD (Kang Dewi) tambah kuat dan lebih perkasa… wakakaaakk…

    4. Salam Hormat kagem Mbah Wage…Semua warga Dongbud yang terhormat ….

      Semoga Blog ini tetap ramai….dan semakin ramai komentar di forum SP….

      Semoga harapan tercapai…….

      Rahayu

    5. Selamat Pagi Kang Siswa Dongbud,
      Nuwun Kang. Tapi saya koq malah berharap blog menjadi sepi dan adem, Topik SP akan saya tutup dengan tulisan pamungkas. Saatnya kembali ke dunia nyata. salam

  12. Di tahun-tahun lalu, desember adalah bulan tersepi untuk padepokan mbelgedez. Warga yang datang, seduh kopi ataupun menginap nyaris bisa dihitung dengan jari.

    Tapi entah kenapa, tahun ini, untuk pertama kalinya kunjungan warga masih tetap ramai.

    Mungkin karena tampilan blog yang semakin semarak sehingga nyaman untuk diakses atau……….. mungkin juga karena para warga yang semakin kaya dan makmur sehingga punya kuota internet yang lebih banyak?

    1. Kalau inyong libur panjang buat jalan2 ke 2 lokasi (wisata ziarah), lokasi pertama di nagrak cibadak krn ada pesan ke sini, ditempat tsb dpt oleh2 lempengan emas tipis spt pesan tertulis, cindra mata ini ada di dalam buah kelapa (aneh kok didalam buah kelapa), lanjut ke lokasi di ujung genteng, info leluhur sih di pasir putih, yg dituju daerah kampung mataram. Haduh krn gk paham lokasi kesasar-sasar, di pasir putih minta petunjuk dulu, dpt petunjuk agar lanjut ke kampung mataram tp ini adanya di CARINGIN KURUNG! jalan lagi menyusuri jalan sambil namya2 ke org di jalan. Akhirnya sampai, waduh gk tahunya lokadinya pegunungan. Sampai di tempat mampir ke rmh juru kunci untuk minta ijin dan ditunjukan dimana lokasi Paringin kurung?
      Diantar lah kami ke lokasi tsb, malam tsb rupanya tempat tsb banyak dikunjungi org yg lg pd ritual mauludan mrk pd inep, banyak aneka macam tujuan mrk ke tempat ini, inyong hanya sowan saja, lagian siapa (ghsib/leluhur) yg disitu yg mrk tahu akan berbeda pendapat dgn inyong, lokasi tsb berupa GUA yg konon katanya gua tsb lorongnya sampai ke kota mane sukabumi.
      Antrian inyong menunggu giliran, mulailah dpt giliran, inyong bc yasinan dsb, selesai inyong sebenarnya mau ambil duit xi3 buat org yg td kesana banyak utang, tapi inyong dilarang leluhur “jangan” banyak org liat, ntar timbul fitnah, akhirnya inyong urungkan niat xi3 inyong hanya ngambil 1 lembar buat cinderamata aja,,, inilah sekilas perjalanan inyong di hari liburan, yg jelas apa yg telah diamanatkan untuk dtg ke sini, inyong udah lsksanakan,,, xi3 salam rahayu

    1. Kang LESUNGPIPIET,

      Luar biasa !!! Kecerdasan merangkai kata yang luar biasa.
      Segera akan mbah pindahkan menjadi halaman tersendiri. Blog abal2 sudah lama tidak ada cerpen atau sastra-nya.

      rahayu

      *jingkrak-jingkrak kegirangan

    2. mohon maaf tulisan ini mungkin gk ada hubungannya dgn judul di atas

      kisah Gatotkaca ini, mengilhami inyong dlm pencarian cerita “satria piningit”.

      dalil-dalil :

      ref. musarar jayabaya bait 161 ” Rumahnya (bhs jawa adedukuh) pindho (spt) Raden Gatotkaca”

      lengkapnya :
      161.
      dunungane ana sikil redi Lawu sisih wetan
      wetane bengawan banyu
      andhedukuh pindha Raden Gatotkaca
      arupa pagupon dara tundha tiga
      kaya manungsa angleledha

      asalnya dari kaki Gunung Lawu sebelah Timur
      sebelah timurnya bengawan
      berumah seperti Raden Gatotkaca
      berupa rumah merpati susun tiga
      seperti manusia yang menggoda

      intinya maksud karya sastra tsb adalah SENJATA (BESI), yaitu KERIS sedangkan Warangkanya di Pusar nya Raden Gatotkaca, semacam petunjuk agar mencari “GOLEKONO GEGAMANE KONGSI KETEMU (cari senjatanya satrio piningit sampai ketemu, sebab nanti ada satrio kembar, sak temah (sehingga) org2 pd heran “kembar”. Ini maksudnya adalah CAHAYA yg ada di PUSAKA tsb itu ada wujudnya, wujudnya ya spt yang memiliki GAMAN tsb (antara cahaya yg ada di dlm pusaka dgn pemiliknya itu kembar bagaikan pinang dibelah dua).

      dlm ajaran nusantara, filosofis keris adlah manunggaling kawula gusti (ada raga/warangka dan isi/besi/nafas/ruh/sukma, yg bersatu) QS AL-HADID (besi) 25 (“hendak mengetahui Allah dan Allah menolongnya” waliyak lam Allahu man suruhu”.
      sedangkan cahaya yg ada di dalam Keris tsb dlm QS AL-Hadid 25 tsb disebut dgn ROSUL HU bil ghoib.

      AL-HADID 25 tidak menyebut ttg JIN/SETAN, org islam wahabi mungkin bisa salah kaprah memahami ttg BESI yg ditempa dgn wujud beraneka ragam sebutan spt keris, pedang, badik dsb.

      cerita Raden Gatotkaca ini lah yg mengilhami ttg pasukan imam mahdi yg berjumlah 313 tsb, pusaka ini bisa memindahkan gunung pun sanggup.
      Intinya pasukan 313 ini bukan manusia spt kita, akan tetapi GATOT KACA MAYUTO-YUTO ,,, malah lebih banyak dari 313

      pusaka tsb diatas nanti yg akan dipakai oleh satria piningit (seorang rosul masih CUCU RASUL) kembarannya untuk bekerja membangun moral-maral bangsa sebaimana diceritakan pada bait ini ASMARANDANA 11 :

      dalil asmarandana 11

      Senjata ecis itu yang bernama Udharati. Dikelak kemudian hari ada Maolana masih cucu Rasul yang mengembara sampai ke P. Jawa membawa ecis tersebut untuk bekerja. Kelak menjadi punden Tanah Jawa.

      ketika umat islam sudah tidak bisa memahami QS AL-HADID 25 maka kiamat pun datang, sebab ajaran keris (ajaran nafas) sudah tidak ada lagi, ibarat bumi pun tandus dan ibarat peraHU pun tidak bermuatan.
      Ketika jaman ini (jaman espeh/mahdi/avatar) jaman pergerakan mengingatkan lagi agar para peraHu bermuatan lagi, hirup pun tidak mblangsak, maka sejahteralah, bahkan bumi pun mengeluarkan harta benda simpanan yg berlimpah ruah tapi cuma sesaat pd waktu si espe/mahdi/avatar ada di sekitar kita. Sesudah dia tidak bersama kita lagi, sepeninggalannya tanah pun gersang lagi, ajaran nafas ditinggal lagi, sbg gambaran keris di jual di pasar loak ….

      dalilnya Dandanggula 7 & 8 :

      Rakyat kecil gembira hatinya. Tidak ada yang sengsara. Murah segalanya. Yang ditanam subur. Jaman itu dinamakan: gandrung-gandrung neng lurung andulu gelung kekendon lukar kawratan, keris parung dolen tukokna campur bawur mring pasar.
      Sudah 2.000 tahun. Angkasa sepi tidak terlihat apapun juga. Sudah hampir tiba waktunya kiamat. Jarang hujan, angin topan yang kerap kali datang. Bagaikan menimpa bumi dari selatan timur datangnya menghancurkan gunung-gunung.

      saat2 ini kita saling mengingatkan kembali agar ajaran Ibrahim/brahma/abraham agar dimunculkan kembali, sehingga bumi pun subur kembali. Gemah ripah spt pada jaman Sulaeman (angin) dan Daud (besi) dan satria piningit pun memegang kuncu BINTANG DAUD yaitu TRISULA VEDA.

      Walahu alam bisawab

      salam

    3. membaca kisah Raden Gatotkaca putra bayu (bayu = angin) asal pring gondani.
      Cakra Puser adlh kekuatan inti daya tahan tubuh manusia yg terbesar.

      hakra Manipura (Chakra Pusar)

      Chakra Manipura terletak pada pusar manusia. Chakra ini merupakan inti kekuatan daya tahan tubuh manusia yang terbesar.

      Cakra Manipura dapat terus berkembang dan aktif jika dialiri energi Spiritual dan energi 4 Unsur Alam Semesta dan energi Shaktiphat dari Chakra Kundalini (Mooladhara).

      Chakra ini memiliki keseimbangan yang baik antara energi Spiritual dan energi 4 Unsur Alam Semesta sehingga chakra ini bersifat sebagai penyeimbang energi pada saluran pencernaan.

    4. Kang LESUNGPIPIET.

      Tanda kutip yg mana Kang?
      Padepokan abal2 bin dengkul ini emang payah. Motor, jemuran, sandal hilang sudah biasa. Nah, sekarang tanda kutippun bisa hilang. Ini artinya sudah parah sekali Kang. Salam

  13. Meskipun saya …berbeda dengan Oom Wager – si Oom suka kopi, saya , teh – tapi saya tetap akan mengacungi jempol untuk si Oom yang juga memuat berita2 dari dalam dan luar negeri – Antara, BBC. Bagi saya, ini …ruarrr binasa … Sambil baca dongbud, baca berita hangat . Bravo, Oom !

    1. Salam Kang BALANEDEWA,

      Tiap orang memiliki opini, kegemaran, hobby, minuman yang berbeda. Walaupun dilahirkan dari ibu yang sama yaitu ibu pertiwi, sama sama makan nasi atau sayur, perbedaan tetap ada. Ah, Akang pasti sudah tahu.

      Demikian juga dengan gaya bahasa. Saya sering nyebut kopi, kopi, kopi bukan berarti saya penggemar kopi. Sumpah saya tidak bisa membedakan mana kopi arabika, kopi sumatra, kilimanjaro, hawai blue corner dll. Tentu saja kerena saya bukan penggemar kopi.

      Saya juga bukan penggemar tuak, walau sering nulis pagi2 mabuk tuak. Jadi semua itu tidak lebih dari gaya bahasa saja. (Sama halnya dengan seseroang yang sering kutip2 ayat, atau berpenampilan religus, semua itu menurut saya cuma gaya bahasa atau fashion saja)

      Jadi saya sehari-hari minumnya apa? Ya kurang lebih sama dengan Akang yaitu teh.

      Di desa saya tinggal sekarang, penduduknya memiliki budaya minum teh. Ada ratusan jenis teh dan toko khusus menjual teh ada berjibum. Demikian juga dengan minuman di vending machine, nyaris didominasi dengan teh dan 100% rasanya …PAHIT. Jadi minuman sehari-hari ya teh.

      Stsssss….. sebetulnya sih saya sukanya susu, cuma ya harus menahan diri dan rada malu. Udah tua koq masih mimik susu?

      salam

  14. RSS berita di menu kanan saya tampilkan untuk memudahkan memantau berita-berita penting, berita hangat atau hot news.(maaf bagi pengguna HP, menu tidak terlihat agar tidak lemot),

    Berguna bagi saya yang pemalas untuk klik banyak situs, dan syukurlah kalau juga berguna bukan Akang atau rekan lain.

    Menu Berita ini saya tempatkan hanya di halaman khusus saja.

    Selain RSS Berita, dongbud juga memiliki RSS INTIP KOMENTAR. Artinya, komentar di blog lain bisa diintip lewat blog dongbud. Jadi orang ngomongin apa di blog sebelah, tgl komentar dll bisa dipantau lewat blog abal-abal ini.

    Selengkapnya silakan klik LINK. https://dongengbudaya.wordpress.com/link/
    Maaf, filtur ini hanya bisa digunakan untuk pengguna PC saja.

    salam

  15. Salam Rahayu dan selamat pagi Mas Balanedewa , Mbah Wage , Mas Pejalan , Mas Hyaidosomuko …sedoyo sedulur warga dongbud….

    Semoga kebahagiaan dan kebanggaan yang saya rasakan juga bisa menular dan dialami sedoyo Panjenengan….

    Mas Balanedewa ,,,,anak wedok saya yang baru lulus ITS …puji sukur Tuhan , telah diterima kerja di KPPU ( Komisi Pengawasan Persaingan Usaha) Surabaya…..

    Saya rasa ini karena doa Panjenengan warga dongbud…..terima kasih..

    Saya juga berdoa kepada sedoyo warga dongbud ,,, semoga Panjenengan dan putra putri nya menjadi manusia bermanfaat bagi negeri ini…..amin

    Nuwun

    1. Saya juga berdoa kepada Tuhan untuk sedoyo warga dongbud ,,, semoga Panjenengan dan putra putri nya menjadi manusia bermanfaat bagi sesama dan Negeri ini…..Amin

  16. Lagi berkutat membuat coffee roaster.
    100& home made dengan memanfaatkan barang bekas dan kaleng biskuit. Beli kopi bubuk yang sudah jadi serbuk sebetulnya jauh lebih murah, atau cukup nongkrong di starbucks depan rumah…..

    Cuma thema liburan akhir pekan bulan ini adalah kreativitas dan melatih ketrampilan tangan.

  17. Selamat PAGI kepada Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

    I FEEL LOST…..
    Para Rekan, Para Sahabat, Para Sedulur & Para Senior yg tlah lama BELUM BERKUNJUNG LAGI (mem-posting/sekedar absensi) di Blog (Padepokan Mbelgedez) Simbah Wager.
    Mungkinkah ke asyikan menjadi SILENT READER (Hidden Reader), atau ADA ALASAN LAINKAH….?

    Sekedar menghimbau……. Smoga tali silaturahim dgn Blog (Padepokan) Simbah Wager tetap terjalin, berkelanjutan & terjaga.
    Smoga setelah membaca Postingan ini dgn sukarela turun gunung……. please……
    (Empat kali Empat sama dgn Enam Belas, Sempat tdk sempat mohon dibalas……. Heheheee…….)

    Salam dari Saya (dan Simbah Wager), SMOGA PARA PANJENENGAN (Kang TAPAA, Kang Cahyo DC, Kang JS, Kang ABR, Kang Nur, Kang Gentur, Kang Krishna, Kang Bala(ne)dewa, Kang Jari Sakti, Kang PNL, Kang TB, Kang Ontoredjo, Kang Tester, Kang HyaiDosoMuko, Jeng Dewi, Jeng Bluesea99, dan Kang-Kang lain-nya, maaf tdk di sebut satu per-satu ) SEHAT, SEJAHTRA serta AKTIVITASNYA BERJALAN LANCAR & SUKSES….. Aamiin.

    Rahayu…
    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
    Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

    1. Salam Kang Pejalan… 😀

      Saya masih menantikan tulisan Akang berikutnya… 😀

      Ngedeprok sambil menikmati secangkir teh melati suguhan Ning Bluesea99… 😀

    2. SEMUA ADA MASANYA

      Ada masa pertemuan, ada perpisahan
      Ada masa masuk sekolah, ada masa lulus sekolah
      Ada masa gendeng dan ada juga masanya sembuh.

      Semua ada masanya.
      Tidak ada yang abadi, semuanya tidak luput dari perubahan.
      Demikian juga dengan komunitas mbelgedez ini.

      Tidak ada manusia yang memiliki opini yang persis sama. Semakin banyak simbah menulis dan menuangkan opini, semakin tampak jurang pemisahnya. Mungkin ini juga salah satu penyebab bebarapa warga menghilang, mengundurkan diri atau ogah datang lagi.

      Namun sekali lagi, semua ada masanya.
      Saya hanya bisa mengenang keindahan masa lalu.
      Namun kehidupan jalan terus ke arah depan.

      Masa indah harus diciptakan dan dipupuk kembali,
      Bersama rekan dan saudara terdekat di masa sekarang.
      Cepat atau lambat, akhirnya kegembiraan yang dibuat saat ini akan kembali menjadi kenangan indah di masa depan. Siklus yang mungkin akan terus berulang…..

      Kenangan indah harus diciptakan bukan ditunggu…..

      Terkadang muncul segumpal kekhawatiran, apakah Beliau sehat dan baik baik saja?
      Ya, kebahagian terbesar adalah kesehatan. Kesehatan jiwa dan badan.

      Tentu saja, tidak bisa dibantah bahwa saya sangat senang kalau rekan lama berkunjung. Namun yang lebih penting sebetulnya bukan kunjungannya tapi kbahar kesehatannya.

      Setiap tindakan ada alasan.
      Kenapa tidak ngumpul?
      Ya tentu ada alasannya.
      Alasan yang mungkin sangat personal………

      Setinggi-tingginya bangau terbang akhirnya akan kembali ke sarangnya. Itu kalau bangau.
      Serukun apapun keluarga singa, akhirnya harus berpisah dan mandiri di luar padepokan.

    3. Membaca tulisan simbah yg sdg sedih, inyong ikut sedih, barangkali penyebabnya sepi adlh karena kehadiran inyong ini, membuat xxxx dan ????
      Maka inyong juga akan pamit, agar rumah mbah ramai lagi, biar mrk kumpul kembali, mohon maaf kpd keluarga disini, inyong 101 mohon diri, pamit ke kahyangan lagi ,,,, wassalam

    4. Salam Kang RADEN,
      Weleh, bukan salah Akang. Postingan2 Akang justru menarik dan bikin ramai. Apalagi dongengan percakapannya. Namun kalau memutuskan pergi, tetap diantar dengan selamat jalan. Walau Akang pergi, yang jelas masih ada Kang Panci khan?

    5. Kang Panci juga nderek bendorone (Raden Surya) nututi sak tindake pangerane, tulisan2ne panci, nanti kanggo pangeling-eling :
      1. Budak angon (pemegang kunci bintang daud (segi tiga tumpuk (adlh 2 telapak tangannya yg tdpt lafad muhammad di kiri, dan telapak kanan ada lafad Allah, jika keduanya bersatu itu lah yg dimaksud oleh hadist nb saw sbg/dgn gerhana matahari/bulan), dan berjalannya peredarannya bintang daud (segi tiga tumpuk tsb adlh yg dimaksud oleh hadist nabi saw sbg bintang berjalan (musarar jayabaya “sak durunge ono tetenger LINTANG KEMUKUS (ini yg dimaksud hadist nb tsb) berjalan arahnya kidul (selatan) wetan bener, lawase pitung ndino, jumedul betoro Suryo, abebantu manungso jowo sing kelantur-lantur sengsarane (2035 th sengsara))
      2. 2035 th iku adlh klimak peredaran (sillus) perjalanan surya di jagad raya,
      3. siro kabeh sing ati-ati, elis waspodo, waskito wicak sono, sehat, kiat, teguh, rahayu gesang ing arcapada, jaman sdh tua, agar hati2 dalam bertutur kata sebab pusatnya nafsu amarah mudah keluar ibarat lobang ozon terbuka bencana cpt datang

      Wis cukup, Panci pamit marang keluarga besar mbah WageR, siro diro joyo ningrat lebur dening pangastuti (pitutur yg baik akan mengusir bencana (lebur dening pangastuti)

      Salam dongeng budaya
      Panci

  18. salam kang wager, kang pejalan..
    salam semuanya juga..
    selamat pagi selamat mengawali hari senin semua.. 😀

    hehehe.. saya lagi menikmati “deepsleep” kang..
    sekarang hari senin, harus terjaga lagi untuk beraktifitas 😀

    monggo teh hangatnya akang akang 😀

    1. Selamat PAGI kepada Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

      Salam Sejahtra Ning BLUESEA99@
      Matur nuwun suguhan ‘deepsleep-nya,’ serta postingan-nya.
      Smoga Aktivitas Panjenengan berjalan lancar, profitable & membahagiakan.
      Rahayu…..

      Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
      Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

  19. Selamat PAGI kepada Simbah Wager, Para Warga Padepokan Mbelgedez, Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

    Salam Sejahtra Kang BLUESKY999@
    Walau id. ber-Metamorfosa (th. 2016) ttp ENERGI memberi tau siapa Akang sesungguh-nya……. Heheheee…….
    Matur Nuwun Kang….. tlah berkunjung ke Padepokan (Mbelgedez) Simbah Wager, senang rasa-nya Akang (telah) AKTIF kembali.

    Ciri Khas Postingan2 (pun Arrtikel) Akang yg LUGAS & TAKTIS, berbicara ttg KEBENARAN (Truth), bukan PEMBENARAN (Justification), serta KRITIS & MENCERDAS-kan.
    Selamat Ber-Aktifitas, Rahayu…..

    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez…
    Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

    1. rahayu kang Pejalan..

      tulisan mu di atas ada yang saya ambil hikmah nya..
      matur sembah nuwun..

      salah satu angka yang anda maksud ada yg nyrempet dengan mimpi saya..
      tapi semua ini masih samar samar semar..

  20. Dear Mother Earth/Ibu Pertiwi

    It has been an honor for me to walk on your sand at the beach, just so I can glimpse the infinite ocean, and watch the glorious sun set and rise each day. It has been an honor to walk your mountains, hills, and travel by water, air, car, and walking. Thank you for allowing me the freedom to build my house on you, raise my family on you, and play with others on you. Thank you for allowing me the freedom to run naked and roll on the grass with a lover and whisper sweet every things in their ear. Thank you for allowing me the freedom to pitch my tent alone in your wilderness and be among the animals and deep silence. Thank you for allowing the children to play and laugh on you. Thank you for the sky with its clouds, sun, birds, and all its beautiful colors. Thank you for showing me that life has seasons, change, and that its natural. Thank you for the depths of the ocean and how it reminds me of the depth of this soul. Which I long to connect with everyday.

    Thank you for the fruit, all the different fruits and vegetables. Thank you for feeding all of us and not judging any of us. Thank you for allowing us the freedom to be ourselves on you. Thank you for the variety of tree’s, plant’s, animals. So many varieties of life you nurture freely and lovingly. Thank you for not judging us, when we judge and take from you. We don’t mean it, we are lost in our minds and we are scared to change, love, and wake up. We want to please each other so much but we fail to acknowledge our own love and beauty first. We are a selfish lot. We don’t care to nurture ourselves, change, and go with the flow. We don’t want to look at you sometimes and appreciate you because it reminds us that we are scared to look at ourselves.

    We are so sorry for taking advantage of you. Creating wars on you. Competing, comparing, taking, stealing, killing, murdering, and hating on you. We are. We are just flat out scared to look at you Mother. You continue to show us unconditional love and forgiveness. And yet, we don’t learn. We drill for oil, but we don’t look to the sun for life and energy. We are greedy and want more. As your children we are sorry. We are scared, frightened, and tormented by a story of the past, of guilt, of shame, of many things. We are scared to wake up. We are selfish beyond belief’s. Our beliefs are selfish, imposed, and and our stories continue to create death and destruction and yet we fail to understand that we are life itself. We are sorry our our theology has excluded the feminine. You are all. Forgive us for this. The feminine is life, is creation itself, and without it, none of us would be here. It is through the feminine that life is given. May we come to learn to respect it again. May we value, respect, and appreciate the feminine in each of us.

    We the world, we your children, we your family, whether we know it or not, need you now more then ever. It must be tiring. Because you are our Mother. You have nurtured, loved us, cared for us, and we don’t care. We want more, more, more, and we live in a world of quicker service and yet we are more distant than ever. I write this to honor the feminine, and to say we are sorry for taking you for granted. Not loving you, not listening to you, not caring for you, not praying for you, and not loving you. For you keep showing up and we keep hiding, running, and playing war on you. We will learn, or we will lose you. Thank you. As we wake up to the heart, we will wake up to the feminine, the divine, the real, and understand receptivity, unconditional love, forgiveness, and real peace. Right now we are children who have forgotten to be childlike and listen and respect and value the divine feminine called you- Mother Earth. We are thankful and so sorry for our actions. I know you forgive us, but know we are asking to be forgiven as well, for we acknowledge our wrongs.

    Today I will lay down on your grass, and allow you to love me. There I will be reminded that I am safe, cared for, and loved.

    Love you Great Mother

  21. Selamat SORE kepada
    @Oom Wager;
    @Para Warga Padepokan Mbelgedez;
    Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

    Salam Kagem Oom WAGER@
    Sebagai Tindakan Pre-emtif (krn masih samar), KEMUNGKINAN (relatif) akan CUTI, bisa pendek, bisa panjang, tergantung Tarikan, Situasi & Kondisi-nya.
    Karena TIDAK PASTI, entahlah…….
    Sbg antisipasi, krn Saya pernah berjanji ttg ARTIKEL, paling tdk menyumbangkan 2 (dua) Artikel lagi, yg sudah jadi & sedang di Re-check berjudul :

    CATATAN KAKI :
    NUTUS, NETES & NITIS, dalam Perspektif Kemanfaatan serta Keselamatan Diri secara Vertikal & Horizontal dalam Hidup & Kehidupan.
    Termasuk ke dalam KATEGORI manakah Anda, jika sedang MEMPELAJARI dan atau telah MENGUASAI “ILMU” SPIRITUAL….?

    Smoga Oom Wager berkenan & bisa bermafaat

    Rahayu Sagung Dumadi,
    Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,
    Majulahdanjayalahnusantaramerahputihibupertiwi…..

  22. Salam Rahayu Kang Wage…

    Mohon maaf sebelumnya bila pertanyaan saya kurang berkenan….

    Gambar kanan atas / Jesus dikerumuni binatang …di halaman Satrio piningit terinspirasi dari apa ??…

    Visual / mimpi telah dialami kerabat/ anak saya …Jesus di hutan dan dikerumuni banyak hewan/ jinak dan ganas…..

    Suwun bila Kang Wage mau bagi cerita…..

    Salam

    1. Salam Kang,
      Itu cuma sekedar ilustrasi gambar semata. Tidak ada arti arti, maksud atau inspirasi apaun selain ilustrasi.

      Sosok atau model pada gambar tersebut, saya lebih suka menyebutnya sebagai (model) pria berambut panjang. Mungkin juga mirip Yesus, menyerupai, meniru, copy, Yesus KW dst. Entahlah…..

      Kalau modelnya rambutnya dipotong, digunduli atau dipotong pendek diplintir ikal kecil-kecil akan menjadi mirip Buddha. Kalau kepala ditutup dengan mahkota wayang arjuna akan menjadi mirip Arjuna, kalau dikasih kumis palsu tebal, sayap dan aksesoris lainnya akan menjadi mirip Gatotkaca. Kalau mahkota dan sayap dibuang, tinggal kumis doang akan menjadi mirip Pak Raden……

      Salam

  23. Sosok atau model pada gambar tersebut, saya lebih suka menyebutnya sebagai (model) pria berambut panjang. Mungkin juga mirip Yesus, menyerupai, meniru, copy, Yesus KW dst. Entahlah…..(Wager)
    ——————————–
    Nek saya, mengapa tidak …(mirip) Yudas saja ? Lha, nek ndak ‘dikhianati’ Yudas , Yesus kan ndak jadi …disalib ?? Nek ndak disalib, yang menebus dosa manusia siapa ?? (-: Soal ini kan, seperti Mahabharata, sudah diatur dari sono nya …(-:
    Eh, pria berambut panjang : seperti …’Pak Gondrong’ dari Pasar Atom yang ampuh itu ?? Yang suka menyolder sana sini …(-:

    http://www.ndaknyambungblas.com …(-:

    slumanslumunslametslumanslumunslamet-slametsegaliwet (-:

  24. Hi all! Salam cinta… 😀

    Aku Seorang Pemimpin

    Ya, begitulah kenyataannya… Sungguh tidak mudah menjadi seorang pemimpin yang dituntut untuk bisa memakmurkan rakyatnya menjadi lebih kuat dan berjaya. Sungguh tidak mudah bagi diriku yang mendambakan kedamaian ini bergelut dalam kerasnya persaingan. Kulihat suku lain tampak kian berjaya, bahkan memiliki timbunan sumber daya yang melimpah, yang dijaga ketat dengan pertahan yang begitu kuatnya. Haruskah aku terus mempertahankan egoku dengan tidak ikut ikutan seperti mereka, yang dengan kejamnya menghancurkan suku-suku yang lemah dan kemudian merampas hasil sumber daya mereka? Bahkan… mereka yang kejam itu pun sudah berkali-kali merampas apa yang kami miliki. Padahal… semua itu kami kumpulkan dengan penuh perjuangan dan kesabaran, detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, dan seterusnya… Tapi apa lacur, sungguh mereka para agresor serakah yang tak pernah puas dengan segala yang dimilikinya, terus saja menindas kami dengan mengerahkan kekuatannya, merampas hak kami yang sudah kami kumpulkan dengan susah payah, bahkan hingga tak tersisa. Sekali lagi aku bertanya pada diriku sendiri… haruskan aku tetap diam ketika suku yang kupimpin diperlakukan begitu rupa… hanya demi mempertahankan egoku yang begitu mencintai kedamaian? Tidak!!! Aku tidak boleh diam. Sungguh aku telah salah memilih… padahal sejatinya aku ini adalah seorang pemimpin yang dituntut untuk bisa memakmurkan rakyatnya. Benar… tidak salah lagi. Itulah pilihan yang seharus aku ambil… yang seharusnya sudah kulakukan sejak dulu. Sebab, aku ini cuma seorang kepala suku dalam sebuah permainan, yang mana pada permainan tersebut memang telah dibuat aturan yang mengharuskan pemain untuk menjadi agresor tangguh, dengan kemampuan bertahan dan menyerang yang mumpuni. Ya, begitulah dunia permainan… ketika aku memutuskan untuk bermain… maka aku harus mengikuti aturan main. Sebab jika tidak, aku tak mungkin bisa menikmatinya. Alhamdulillah… kini sudah di TH 9, dengan peringkat tertinggi baru sampai liga champion. Maklumlah, aku berjuang seorang diri, murni tanpa sogokan… juga tak punya sekutu lantaran tak sepaham. Kini aku benar-benar bisa menikmati permainan ini, salut jika ada pemain yang selevel namun mempunyai strategi bertahan yang tak bisa kutembus, dan juga salut kepada pemain selevel namun mampu meratakan baseku. Inti dari permaian ini adalah kemampuan strategi dalam menyerang dan bertahan.
    Dalam renungan… aku mendambakan dunia dalam keadaan damai… tidak ada perang sama sekali, bahkan kejahatan pun sirna dari muka bumi. Semua manusia hidup bahagia dengan penuh cinta dan kasih sayang, bahkan kepada semua makhluk ciptaan Tuhan. Setiap insan berlomba-lomba dalam kebaikan, guna meraih ridha dari-Nya. Tapi apa mau dikata… kehidupan ini pun sebuah permainan… yang mempunyai aturan main untuk ditaati. Sayangnya… tidak semua orang mau menyadari, bahkan membuat aturan main sendiri. Akibatnya… hati pun menjadi gundah gulana… tak bisa menikmati… hingga akhirnya rasa bosan pun menghampiri… bahkan sampai ada yang memilih mati… Sungguh menjadi pemimpin diri sendiri itu tidaklah mudah, apalagi menjadi pemimpin rumah tangga. Bukan hanya bertanggung jawab untuk dirinya sendiri, namun juga harus bertanggung jawab untuk keluarganya. Sungguh… sungguh teramat berat jika tanpa pertolongan Tuhan. Namun anehnya, kenapa justru ada yang begitu berambisi untuk bisa memimpin banyak orang. Apa dia itu sudah benar-benar mampu memimpin dirinya sendiri? Menjaga lisan dari berkata dusta misalnya, dan masih banyak lagi… Jika ia gemar berdusta, bagaimana mungkin Tuhan mau menolongnya? Memimpin diri dan keluarga saja sudah begitu sulitnya jika tanpa pertolongan Tuhan, apalagi memimpin banyak orang, bagaimana dia akan mempertanggung jawabkan semua itu.
    Sebenarnya bukan hanya menjadi pemimpin saja yang sulit, namun memilih pemimpin pun ternyata tidak semudah mencoblos kertas. Karena itulah, tahun ini aku memilih golput. Sebab, aku merasa tidak pantas untuk memilih pemimpin… Hati nuraniku berkata, yang pantas itu hanya para ulama yang nuraninya bersih dan sudah dikenal banyak orang, mereka itulah orang-orang yang telah dikaruniakan kemampuan untuk bisa membedakan mana calon pemimpin yang baik dan yang tidak. Terus terang, aku tidak mengerti. Kenapa orang seperti aku yang masih bergelimang dosa dipercaya untuk memilih, dan bagaimana jika aku salah memilih? Sungguh aku takut dimintai pertanggungjawaban lantaran belum bisa membedakan antara emas dan kuningan tapi sudah sok berani memilih. Karena itulah kini aku berlepas diri dari cara pemilihan yang keliru, dan selamanya tidak mau terlibat dalam urusan memilih pemimpin. Sebab jika aku sampai mengabaikan semua itu, sungguh aku ini pantas dihukum lantaran kesoktahuanku. Dan apa yang kutulis ini bukanlah untuk diperdebatkan, melainkan hanya sebagai bahan renungan untuk mereka yang benar-benar mendambakan seorang pemimpin yang adil.

    1. Selamat pagi dan salam untuk Bang Bois,
      Tulisan renungan yang super menarik. Langsung dicopy dan difile menjadi artikel tersendiri. LINK

      Salam dan selamat pagi juga untuk semua rekan warga dongbud.

  25. “Why should I wish to see God better than this day?
    I see something of God each hour of the twenty-four, and each moment then,
    In the faces of men and women I see God, and in my own face in the glass;
    I find letters from God dropped in the street, and every one is signed by God’s name,
    And I leave them where they are,
    for I know that others will punctually come forever and ever.”

    ― Walt Whitman, Leaves of Grass
    =====================================================
    Hari ini adalah hari terbaik untuk melihat wajah Tuhan. Aku melihat sesuatu mengenai Tuhan setiap jam dari dua puluh empat jam, di wajah2 laki2 dan wanita2 aku melihat Tuhan, dan di wajahku di kaca ;
    Aku mendapat surat2 dari Tuhan yang ditebarkan di jalan, setiap surat ditandatangani dengan nama Tuhan,
    Dan aku tinggalkan mereka di jalan itu,
    karena aku tahu surat2 yang lain akan datang tepat waktu, sepanjang segala abad …

    Ini pemahaman saya mengenai puisi Pakde Walt Whitman. Ngomong2 dulu saya kuliah jurusan ekonomi …lemah,sekarang banting setir, kuliah di universitas Dongbud jurusan …mbelgedes (-;

    Oh ya, saya kadang …mangkel,gemes sama orang / bangsa Jepang . Lho ? Mereka , sepertinya, ndak kenal Tuhan, tapi kok jadi …makmur meski ndak punya sumber2 alam . Dan, dari foto2 dan cerita teman2 yang ke sana, Jepang itu …bersihnya minta ampun ! Kereta api , bus juga bersih, jarang ada sampah …Bandingkan dengan …negara mana ?? Apa kah kebersihan itu …Tuhan nya bangsa Jepang ?? (Mosok bangsa yang berTuhan ndak bisa menjaga kebersihan ?? Mungkin kah dulu Tuhan lupa bilang sama para nabi untuk selalu menjaga kebersihan ? )

    Mobil seken saya buatan Jepang, jam tangan saya buatan Jepang, HP saya Sony buatan Jepang . Cuma laptop saya yang bukan buatan Jepang. Kapan ya, saya bisa pakai yang buatan …Nusantara ?

    slumanslumunslametslumanslumunslamet – zen ing tawang (-:

    NB : Tulisan tanpa ujung pangkal, mungkin akibat kebanyakan minum bir Bintang kemarin …

  26. #CeritaRakyat

    Kisah Sunan Panggung dan Suluk Malang Sumirang

    Cuaca cerah, langit bertabur bintang sepanjang mata mengarah, rembulanpun sedang berada dalam puncaknya, purnama sempurna. Angin laut berhembus halus menerpa lembut seorang lelaki yang duduk diam di atas pasir pantai, Tegal Utara. Lelaki itu hampir menginjak usia ke-40 Tahun, kulitnya sawo matang, mempunyai wajah yang tampan dan cerah, secerah langit malam ini. Ia memakai udeng, surjan, dan celana hitam, pakaian khas rakyat Jawa pada umumnya. Dialah Drajat, yang lebih di kenal masyarakat sebagai Sunan Panggung. Ia sedang berada dalam masa pengasingan dari dewan wali karena telah dinilai gagal sebagai pengawas yang dikirim Demak Bintoro ke Pengging, untuk menghentikan sepak terjang Syekh Siti Djenar dan Adipati Pengging, bukannya menghentikan, tapi Sunan Panggung malah menentang Dewan Wali dan mengikuti ajaran Syekh Siti Djenar. Membuat ia harus dihukum dengan diasingkan.
    Sudah malam ke-7 ia tafakur di pantai ini, mencari petunjuk Tuhan, tentang kesejatian. Hampir tengah malam ketika rembulan sampai pada ubun-ubun kepala, dari langit muncul cahaya putih keemasan, serupa bintang jatuh, melesat dengan cepat menerpa Sunan Panggung, tubuhnya sekejap bercahaya. Sang Sunan membuka mata, ia tersenyum lalu berdiri mengangkat tangannya, mengucap syukur dan berdoa. Dari kedua telapak tangannya, muncul cahaya yang bermanifesti menjadi seekor anjing hitam dan anjing merah. Itulah wujud nafsu ‘luwamah’ dan ‘amarah’ yang sudah beliau keluarkan dari tubuh wadagnya. Anjing hitam diberi nama ‘Iman’ dan anjing merah diberi nama ‘Tauhid’. Kemanapun Sunan Panggung pergi, kedua anjing tersebut selalu mengikutinya, duduk di belakang ketika Sang Sunan sedang sholat atau membaca Al-Qur’an. Tingkah laku yang terkesan nganeh-nganehi itu segera menjadi bahan pembicaraan orang banyak, membuat Kesultanan Demak Bintoro kembali gempar. Dewan Wali segera berembug, untuk menjatuhkan hukuman kepada Sunan Panggung karena telah dinilai sesat, mengajarkan ilmu sejati dengan meninggalkan syariat dan menjalankan sholat dhaim yaitu sholat di dalam bathin. Keputusan Dewan Wali sudah bulat, Sunan Panggung dijatuhi hukuman mati.

    Utusan dari Demak Bintoro segera dikirim untuk menjemput Sunan Panggung. Setelah sampai di Tegal, Sunan Bonang mengutarakan maksudnya bahwa Dewan telah memutuskan membawa Sunan Panggung ke Demak untuk menjalani hukuman mati, yaitu dengan cara dibakar dalam Tumangan (api unggun). Sunan Panggung tidaklah gentar sekalipun karena semua itu adalah kehendak Tuhan. Sunan mengajukan syarat agar ada yang memanggul kedua anjingnya karena anjingnya sedang sakit. Permintaan itu disanggupi Sunan Bonang yang semakin tidak mengerti tingkah Sunan Panggung. Berangkatlah rombongan itu menuju Kesultanan Demak Bintoro.
    Tahun 1452 disaksikan oleh Sultan Demak Bintoro, Dewan Wali, abdi dalem dan lapisan masyarakat Demak Bintoro. Sunan Panggung dieksekusi. Kobaran api menyala-nyala dalam tumpukan kayu yang menggunung. Sebelum masuk kedalam kobaran api itu, Sunan Panggung meminta restu kepada Sultan Demak untuk disediakan nasi tumpeng. Permintaan itu dikabulkan, akan tetapi setelah nasi tumpeng diberikan, Sunan Panggung melemparkannya kedalam api yang menjilat-jilat udara, serta merta kedua anjing piaraannya memburu masuk kedalam Tumangan tersebut. Ajaib! Kobaran api yang membara tersebut padam seketika, dan kedua anjing tersebut keluar dari tumpukan kayu tanpa terbakar sama sekali. Seluruh yang hadir menjadi terkesima dan masygul. Ditengah kemasygulan itu, Sultan Demak berkata “Duh ta kakang, sampun nyumerepi ing keh lampah elok, nanging maksih kirang utamine lamun mboten andhika pribadi kang umanjing agni, kirang antepipun dene among asusilih kirik lan tarumpah karo” (Duh kakang, sudah kami saksikan peristiwa yang masygul, akan tetapi masih belum sempurna kalau bukan kakang sendiri yang masuk kedalam kobaran api, kurang meyakinkan jika hanya diganti oleh anjing dan nasi tumpeng saja)
    Dengan tenang Sunan Panggung berkata “Duh Sultan sampun kuatir, manira pribadi kang umanjing latu” (Duh Paduka Sultan jangan khawatir, saya sendiri akan masuk kedalam bara api) Sambil menunggu kembali api dinyalakan Sunan Panggung menulis sebuah pedoman agar ilmu yang sudah ia peroleh dari Tuhan dalam perjalanan hidupnya dapat berguna bagi masyarakat banyak. Setelah api kembali berkobar, segera Sunan Panggung masuk kedalam Tumangan tersebut diikuti kedua anjingnya. Setelah api padam, musnahlah jasad Sunan Panggung dan kedua anjingnya. Meninggalkan sebuah suluk (pedoman) yang belakangan dikenal dengan nama Suluk Malang Sumirang. Maksud dari suluk tersebut adalah suatu peringatan kepada manusia agar jangan terburu-buru mengambil keputusan terhadap seseorang yang nampaknya menyalahi segala hukum (Malang Sumirang) dan tidak menurut syariat sebagai kafir dan kufur. Sebab bisa jadi orang tersebut pada hakekatnya lebih berdekatan dengan Tuhan. Tuhanlah Yang Maha tahu tentang kadar keimanan dan ketauhidan makhluknya.

    Begitulah sepenggal kisah Syekh Abdulrahman yang lebih dikenal sebagai Sunan Panggung, Sunan Drajat, Sunan Geseng maupun Mbah Panggung. Makam atau petilasannya ada di Kelurahan Panggung, Kota Tegal. Yang dikenal sebagai Kawasan Keputihan dan daerah Pamali bagi pentas seni wayang. Konon kabarnya Sunan Panggung sangat tidak menyukai Wayang. Sudah bertahun-tahun pada malam-malam tertentu makamnya dipenuhi peziarah yang ‘ngalab berkah’, bukan hanya dari kalangan masyarakat biasa tapi juga kalangan penjabat dari dalam maupun luar kota.

    Suluknya dapat dibaca di https://alangalangkumitir.wordpress.com/2008/08/10/suluk-malang-sumirang/

  27. #aksarabudaya

    Waktu kecil, usia 10 tahun saya pernah mengalami sakit kepala parah disertai demam yang tinggi, dipuncak rasa sakitnya saya sampai muntah-muntah hingga keluar cairan kuning dari perut saya. Hari ke-7 di RSUD orang tua saya memutuskan untuk membawa saya pulang karena tidak menunjukan adanya kesembuhan pada sakit saya. Malam itu, 28 April 1997 usia saya tepat 10 Tahun, Bapak dan Ibu duduk di sebelah saya yang terbaring lemah, sambil mengusap-usap rambut saya ibu berucap “Gus, kamu minta apa, nanti ibu berikan, tapi kamu harus sembuh”
    Lalu entah ada dorongan apa tiba-tiba saya menjawab “Bagus pengen *tapih buat alas tidur bu, di taburi kembang, terus Bagus pengen minum teh pakai gula aren bu, sekarang”
    Bapak dan Ibu saya saling memandang heran mendengar permintaan itu, tanpa bertanya balik beliau segera menyiapkannya. Kain tapih dibentangkan diatas kasur, lalu di taburi kembang setaman, setelah saya meminum segelas teh dengan gula aren, saya meminta orang tua saya mematikan lampu dan meninggalkan saya sendiri di kamar. Saya rebah ditempat tidur yang dialasi tapih dan taburan kembang setaman, ada perasaan sejuk yang menjalari tubuh saya. Sekejap tubuh saya menjadi ringan, ada perasaan yang sangat damai yang tidak pernah saya dapatkan lagi hingga sekarang. Sayapun masuk kedunia mimpi yang isinya tidak bisa saya ceritakan. Besok paginya keluarga mengadakan syukuran atas kesembuhan sakit saya.
    Ada sedikit penjelasan yang baru saya dapatkan dari peristiwa aneh tersebut, tapih bermotif parang yang berupa garis-garis diagonal merupakan penyatuan wujud garis horizontal dan garis vertikal sekaligus (paradoks). Ini adalah wujud kehadiran sesuatu yang transenden. Paradoks berarti mengandung laki-laki dan perempuan, hidup dan mati, sakit dan sembuh, langit dan bumi dan semua pasangan oposisi keberadaan yang dikenal dalam budaya Jawa. Tapih bermotif kawung bermakna pola empat, penyatuan empat arah mata angin semesta. Menyatukan empat pasangan yang berlawanan berarti menciptakan kondisi yang paradoks juga yang mengandung daya-daya yang saling bertentangan. Motif naga, simbol bumi, burung atau sayap (lar) simbol langit. Dengan demikian penggunaan tapih sebagai alas tidur merupakan permintaan kehadiran daya-daya paradoks yang membuat sakit menjadi sembuh, kekeringan menjadi hujan, tidak berkuasa menjadi berkuasa.
    Kembang setaman yang saya ketahui itu terdiri dari berbagai kembang tujuh jenis. Bilangan tujuh adalah bilangan sakral yang berarti tingkat bumi dan tingkat langit yang disatukan sehingga menghadirkan daya-daya hidup yang transenden. Daya-daya ini memberikan selamet. Selamet berarti subur, sembuh, hidup, sehat, tumbuh, makmur, bahagia.
    Air teh dan gula aren sama artinya dengan bubur merah-putih yang berarti air merah dan gula kuning-putih adalah simbol-simbol kosmik. Merah adalah simbol manusia yang berada diantara langit dan bumi. Putih simbol langit. Penyediaan dua simbol dalam satu kesatuan berarti menyatukan manusia dan langit dalam bentuk air teh dan gula aren.
    Inilah cara tradisional jawa. Pengobatan secara spiritual bukan berarti budaya Jawa tidak mengenal obat-obatan. Obat-obatan tradisional Jawa itu kaya. Tapi jika pengobatan tidak bisa menyembuhkan makan di tempuh dengan spiritual, yakni menggunakan daya-daya transenden. Daya-daya paradoks. Inilah jalan Jawa.

    Cerita ini hanya berbagi pengetahuan, tidak bermaksud menyombongkan diri atau bermaksud menyinggung kepercayaan lainnya. Salam hangat. Rahayu wibawa mukti.

  28. Sahabatku, orang tuaku Kang JS,

    Mohon izin memasang fotonya di halaman depan. Foto yang sangat berkesan dan penuh makna bagi saya. Foto pemberian adik yang saya simpan dengan rapi.

    Kenapa tidak pasang foto saya sendiri?
    Alasannya karena saya sangat peduli dengan penampilan atau keindahan, saya mencoba untuk selektif memilih foto. Jadi kalau pasang foto saya sendiri, hampir dipastikan tampilan blog akan menjadi rusak dan kehilangan keindahannya. Wajah saya tidak cukup tua untuk ditampilkan, tidak ada wibawanya dan juga rambut kurang lebat.

    Jadi penampakan kang JS menurut saya adalah yg paling pas dan ideal dijadikan “model” di blog ini.

    Berharap kang JS berkenan atau tidak keberatan

    salam

    #pasang dulu baru, izin belakangan

    1. Salam dan hormat saya kepada Mas Wage….

      Nggeh…saya memang yang memohon untuk di tempelkan …
      Saya sengaja melakukan itu untuk hasrat Bang RP dan saya ada maksud yang lain dan salah satunya adalah …bahwa saya hanyalah orang biasa ddan sudah cukup umur …sudah umur 57 …

      Terima kasih banyak Mas Wage…semoga Njenengan selalu sehat dan damai…..Amin

    2. Saya yang ketinggalan …zaman ! Lha , komen yang ber-tubi2, yang laris manis kan dari topik yang selalu hangat , SP. Jadi, yang di atas itu saya …baru lihat pagi ini. Tapi, dugaan saya tidak meleset, itu pasti Oom JS , ya antara lain karena gondrong rambutnya …

      Kang JS memang kelihatan …berwibawa, bikin orang yang mau macem2 …segan … (-; Sudah lama saya pengin …nyambangi tokoh …misterius ini, tapi …nasib saya belum baik, belum bisa, belum kesampaian …)-:
      Semoga Kang JS selalu sehat, tetap giat berusaha dengan bisnis nya …Dari jauh saya kirimi aji2 …sukses …

      slumanslumunslamet-slumanslumunslamet – zen _ ingtawang

  29. Salam Damai Rahayu Mas Wage Raharjo….Mas Balanedewa…Mas Hyai…Mas Pejalan …sedoyo warga Dong Bud.

    Ini kolom haalaman khusus diary warga….he he he…halaman untuk menulis dan menyampaikan hal pribadi dan tidak membahas soal lain , menyampaikan pengalaman hidup yang sangat berharga dan tidak bisa lupa dan juga menulis hal kadang sontoloyo , menjengkelkan…..biasalah manusia/kita,,,,kadang jatuh sesaat ketika berjalan sangat jauh…he he he terlalu lelah

  30. Salam dan hormat saya Mas Wage R…

    He he he…tentang gambar foto …itu sebenarnya hal yang tidak terlalu penting , bermohon kepada Njenengan supaya ditempelkan karena hanya ingin memenuhi hasrat Bang RP…karena permintaan yang sepertinya sangat urgen dan mendesak…seperti kalimat wasiat….ha ha ha….

  31. Salam Mas Balanedewa….suwun doanya , semoga Njenengan juga selalu sehat dan damai….hati hati dengan balung tuwo , juga tentang makan dan hal lain he he he,,,,kita sebagai manusia yang mulai orok sampai beruban tentunya ingin umur panjang , sehat dan bisa mendampingi anak cucu kelak….

    Saya manusia biasa dan juga tidak biasa karena beberapa hal dan hanya beberapa kerabat saja yang tahu dan mengerti , percaya sepenuhnya……

    Semangat bekerja di umur 57 ini tetapl tidak pudar , semangat yang harus saya bakar agar selalu hidup karena ada beberapa hal yang belum terwujud dan sangat perlu di uji kelayakan sebelum saya berikan kepada masyarakat atau negeri ini….

    Bertemu dan mengenal saya….he he he….bisa saja terjadi disuatu saat dan entah kapan dan dimana , saya hanyalah pribadi yang cengengesan dan suka guyon….tapi juga sangat suka dan pemerhati ketika harus serius dan membahas hal yang penting…..

    1. Mas Js,

      Jangan seneng… mirang2 ke wong kepala 5 ! Saya punya kenalan yg masih gesit di usia 85 + th. Adalagi yg masih kerja di usia 75 an ! Tapi, tidak sedikit teman kepala 5 dan kepala 6 yg sudah digasak stroke dan penyakit.. jantung…

      Menurut.. pengamatan saya yg sering meleset, njenengan masih suka… membakar duit ( baca: ngrokok) Weh… Apa karena ngrokok ini njur njenengan… dadi berwibawa dan.. sekti ?? (-; ( Sudah nyaris 30 tahun saya berhenti membakar rupiah)

      Moga2 sebelum saya mampus, kita bisa temon… Sukur2 bisa mampir Kediri, lihat burung puyuh HyaiDosomuko.

      slumanslumunslamet_slumanslumunslamet-zen..ingtawang (-:

  32. Salam Mas Wage Raharjo….

    Silakan saja bila ingin menempelkan lagi….
    Soal isu dan dugaan bahwa foto bisa dijadikan media untuk ini dan itu…nggeh…diabaikan saja meskipun dan nyatanya foto memang bisa dijadikan media….

    Salam rahayu…
    Selamat beraktivitas

    Nuwun

    1. Salan Kang JS,

      Nuwun Kang. Fotonya saya pindah ke halaman about us. Itu adalah kamar pribadinya dongbud. Sepertinya di halaman tersebut lebih tepat. Kalau dipasang di pintu masuk seolah memaksa semua orang harus melihatnya, lagian orang usil juga banyak.

      Seperti janji saya sebelumnya, nanti foto saya juga akan dipasang disana sehingga Kang JS tidak merasa kesepian.

      Saya berharap, mudah2an foto Akang bisa hidup abadi bersama blog dongbud.

      Salam

  33. Sallam Mbah Wage
    Mbah BalaneDewa
    Mbah JS
    Pak Pejalan
    Pak ABR
    Bude Antigone
    Mbak Dewi
    Mbak Bluesea99
    Kang Lesungpipit
    Mas Bois
    Kang Mumpung Sepi
    Mbah RP
    dan semua warga Padepokan Maya Dongeng Budaya

    Usaha telur burung puyuh alhamdulillah kemarin sudah panen 59 eggtray dapat uang Rp 1.200.060.-. masih belum dapat ganti pakan perhari butuh pakan 60 – 70 kg pakan jadi Comfeed, 1 karung Comfeed 50 kg harganya Rp 271.500,- sudah di subsidi Pemerintah. Sementara perhari masih bertelur 10 – 11 eggtray dari 3000 ekor burung puyuh, 1 eggtray = 90 butir telur. Harga perbutir telur Rp 225,-.

    Dan rencananya subsidi Pemerintah untuk pakan akan di cabut per hari Sabtu besok ini.

    Pingang punggung bahu pegal linu.

    KAMI PENJUAL KERINGAT
    BUKAN PENJUAL AYAT
    KAMI MAU MOBIL MEWAH
    KAMI MAU BERSUSAH PAYAH
    KARENA KAMI SADAR
    KAMI BUKAN USTADZ BESAR

    hehehe..

    1. Salam Mas Hyai Dosomuko…..

      Perjuangan dengan keringat dan darah…..perjuangan para Pahlawan kita di jaman dulu

      Perjuangan dijaman sekarang….mempertahankan memelihara kehidupan dan kemerdekaan….

      Perjuangan untuk isi perut juga begitu sulit dan harus tahan banting , ulet , tekun ,,pantang menyerah….dan yang lebih sulit adalah kejujuran dan berani merugi…..suatu saat pasti akan menemukan jalan dan cara lalu sukses…..

      Semoga sukses…..AMIN

      Nuwun

    2. Selamat MALAM dan SALAM kepada
      @Oom Wager (EMPU-nya Blog);
      @Para Pinisepuh;
      @Para Winasis-Waskita;
      @Para Warga Padepokan Mbelgedez;
      Para Alumni dan Para Sedulur Semua@

      Salam Sejahtra Kang HyaiDosoMuko@
      Saya turut senang atas produk pertama-nya Usaha Peternakan Panjenengan, smoga segera mencapai Break Even Point (BEP) & Profitable….. Aamiin YRA

      Input Saya coba beli PAKAN-nya dari Perkumpulan Peternak Puyuh di sekitar KOTA Panjenengan yg memproduksi bersama atau Produk lain dgn TETAP KANDUNGAN-NYA SAMA dgn Produk yg ber-merk, tetapi harga-nya lebih murah sktr 30% dari Produk yg ber-merk.
      Good Luck ‘n God bless u …….

      Rahayu Sagung Dumadi,
      Jayadanjayalahblogdongbudpadepokanmbelgedez,
      Majulahdanjayalahnusantaraibupertiwimerahputihnkri

  34. Berangkat kerja sejauh 1 km. naik sepeda sampai di terminal.. Bawa barang dan peralatan tukang seberat 16 kg dalam ransel besar. Asem.

    Perjalanan dgn leteta 40 meni t, nyampai terminal tujuan, naik sepeda lagi sekauh dua kilo. Asem asem asem, sepedanya bukan pakai moror tapi …… sepeda gayung.

    Koplak ndak? Tapi itulah namanya kerja. Sewa mobil, sewa tukang sih bisa, cuma pengeluaran jadi membengkak alias tekor.

    Kalau keuntungan sudah jelas, berhutang tdk masalah, namun dalam kondisi miskin dana atau pas pasan, berhemat dan menyingirkan malu sera gengai jauh lebih berguna.

    Dalam kehidupan keluarga atau negara juga sama. Negara miskin, berlagak super power ya tekor……

    salam

    1. Masih untung ada sepeda gayuh om, coba kalo ngesot, kire kire kapan sampai nye, wkwkwk …
      Oh, kalo yang ntu sich namanye SUPER POWER abal abal om, huahahahaha

  35. Bhinneka Tunggal Ika, jangan lupa …

    Indonesia Juni 16, 2008

    Di luar sel kantor Kepolisian Daerah Jakarta Raya itu sebuah statemen dimaklumkan pada pertengahan Juni yang panas: ”SBY Pengecut!”

    Yang membacakannya Abu Bakar Ba’asyir, disebut sebagai ”Amir” Majelis Mujahidin Indonesia, yang pernah dihukum karena terlibat aksi terorisme. Yang bikin statemen Rizieq Shihab, Ketua Front Pembela Islam, yang sedang dalam tahanan polisi dan hari itu dikunjungi sang Amir.

    Dari kejadian itu jelas: mencerca Presiden dapat dilakukan dengan gampang. Suara itu tak membuat kedua orang itu ditangkap, dijebloskan ke dalam sel pengap, atau dipancung.

    Sebab ini bukan Arab Saudi, wahai Saudara Shihab dan Ba’asyir! Ini bukan Turki abad ke-17, bukan pula Jawa zaman Amangkurat! Ini Indonesia tahun 2007.

    Di tanah air ini, seperti Saudara alami sendiri, seorang tahanan boleh dikunjungi ramai-ramai, dipotret, didampingi pembela, tak dianggap bersalah sebelum hakim tertinggi memutuskan, dapat kesempatan membuat maklumat, bahkan mengecam Kepala Negara.

    Di negeri ini proses keadilan secara formal dilakukan dengan hati-hati—karena para polisi, jaksa, dan hakim diharuskan berendah hati dan beradab. Berendah hati: mereka secara bersama atau masing-masing tak boleh meletakkan diri sebagai yang mahatahu dan mahaadil. Beradab: karena dengan kerendahan hati itu, orang yang tertuduh tetap diakui haknya untuk membela diri; ia bukan hewan untuk korban.

    Keadilan adalah hal yang mulia, Saudara Shihab dan Ba’asyir, sebab itu pelik. Ia tak bisa digampangkan. Ia tak bisa diserahkan mutlak kepada hakim, jaksa, polisi—juga tak bisa digantungkan kepada kadi, majelis ulama, Ketua FPI, atau amir yang mana pun. Keadilan yang sebenarnya tak di tangan manusia.

    Itulah yang tersirat dalam iman. Kita percaya kepada Tuhan: kita percaya kepada yang tak alang kepalang jauhnya di atas kita. Ia Yang Maha Sempurna yang kita ingin dekati tapi tak dapat kita capai dan samai. Dengan kata lain, iman adalah kerinduan yang mengakui keterbatasan diri. Iman membentuk, dan dibentuk, sebuah etika kedaifan.

    Di negeri dengan 220 juta orang ini, dengan perbedaan yang tak tepermanai di 17 ribu pulau ini, tak ada sikap yang lebih tepat ketimbang bertolak dari kesadaran bahwa kita daif. Kemampuan kita untuk membuat 220 juta orang tanpa konflik sangat terbatas. Maka amat penting untuk punya cara terbaik mengelola sengketa.

    Harus diakui (dan pengakuan ini penting), tak jarang kita gagal. Saya baca sebuah siaran pers yang beredar pada Jumat kemarin, yang disusun oleh orang-orang Indonesia yang prihatin: ”… ternyata, sejarah Indonesia tidak bebas dari konflik dengan kekerasan. Sejarah kita menyaksikan pemberontakan Darul Islam sejak Indonesia berdiri sampai dengan pertengahan 1960-an. Sejarah kita menanggungkan pembantaian 1965, kekerasan Mei 1998, konflik antargolongan di Poso dan Maluku, tindakan bersenjata di Aceh dan Papua, sampai dengan pembunuhan atas pejuang hak asasi manusia, Munir.”

    Ingatkah, Saudara Ba’asyir dan Saudara Shihab, semua itu? Ingatkah Saudara berapa besar korban yang jatuh dan kerusakan yang berlanjut karena kita menyelesaikan sengketa dengan benci, kekerasan, dan sikap memandang diri paling benar? Saudara berdua orang Indonesia, seperti saya. Saya mengimbau agar Saudara juga memahami Indonesia kita: sebuah rahmat yang disebut ”bhineka-tunggal-ika”. Saya mengimbau agar Saudara juga merawat rahmat itu.

    Merawat sebuah keanekaragaman yang tak tepermanai sama halnya dengan meniscayakan sebuah sistem yang selalu terbuka bagi tiap usaha yang berbeda untuk memperbaiki keadaan. Indonesia yang rumit ini tak mungkin berilusi ada sebuah sistem yang sempurna. Sistem yang merasa diri sempurna—dengan mengklaim diri sebagai buatan Tuhan—akan tertutup bagi koreksi, sementara kita tahu, di Indonesia kita tak hidup di surga yang tak perlu dikoreksi.

    Itulah yang menyebabkan demokrasi penting dan Pancasila dirumuskan.

    Demokrasi mengakui kedaifan manusia tapi juga hak-hak asasinya—dan itulah yang membuat Saudara tak dipancung karena mengecam Kepala Negara.

    Dan Pancasila, Saudara, yang bukan wahyu dari langit, adalah buah sejarah dan geografi tanah air ini—di mana perbedaan diakui, karena kebhinekaan itu takdir kita, tapi di mana kerja bersama diperlukan.

    Pada 1 Juni 1945, Bung Karno memakai istilah yang dipetik dari tradisi lokal, ”gotong-royong”. Kata itu kini telah terlalu sering dipakai dan disalahgunakan, tapi sebenarnya ada yang menarik yang dikatakan Bung Karno: ”gotong-royong” itu ”paham yang dinamis,” lebih dinamis ketimbang ”kekeluargaan”.

    Artinya, ”gotong-royong” mengandung kemungkinan berubah-ubah cara dan prosesnya, dan pesertanya tak harus tetap dari mereka yang satu ikatan primordial, ikatan ”kekeluargaan”. Sebab, ada tujuan yang universal, yang bisa mengimbau hati dan pikiran siapa saja—”yang kaya dan yang tidak kaya,” kata Bung Karno, ”yang Islam dan yang Kristen”, ”yang bukan Indonesia tulen dengan yang peranakan yang menjadi bangsa Indonesia.”

    ”Gotong-royong” itu juga berangkat dari kerendahan hati dan sikap beradab, sebagaimana halnya demokrasi. Itu sebabnya, bahkan dengan membawa nama Tuhan—atau justru karena membawa nama Tuhan—siapa pun, juga Saudara Ba’asyir dan Saudara Shihab, tak boleh mengutamakan yang disebut Bung Karno sebagai ”egoisme-agama.”

    Bung Karno tak selamanya benar. Tapi tanpa Bung Karno pun kita tahu, tanah air ini akan jadi tempat yang mengerikan jika ”egoisme” itu dikobarkan. Pesan 1 Juni 1945 itu patut didengarkan kembali: ”Hendaknya negara Indonesia ialah negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya dengan cara leluasa.”

    Dengan begitulah Indonesia punya arti bagi sesama, Saudara Shihab dan Ba’asyir. Ataukah bagi Saudara ia tak punya arti apa-apa?

    ~ Majalah Tempo Edisi. 17/XXXVII/16 – 22 Juni,2008

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.