Tuhan Maha Liberal

warna-warniPenulis: Iful Sevenstar – Tuhan adalah Maha Liberal, sangat terbukti dan nyata tanpa harus menganalisa dan explorasi yang mendalam tinggal lihat saja dan perhatikan di sekeliling kita. Kita saksikan manusia dibiarkan begitu saja, dari segi keyakinan dibiarkanlah manusia itu mau beragama ataupun tidak, terserah! Dibiarkannya mau percaya sama Tuhan atau tidak, terserah! Dibiarkannya manusia mau berbuat baik   maupun buruk, terserah! Dibiarkannya alam mau menimbulkan bencana dan tidak, terserah! Dibiarkannya suatu negara mau maju atau terbelakang, terserah !. Dan banyak lagi contoh TERSERAH lainnya.

Agama adalah tidak ada beda dengan pendidikan moral, yang bertujuan mengajak pemeluknya untuk tidak hidup semrawut, tidak kacau, untuk  menjadikan masyarakat yang aman, damai dan rukun. Dengan kata lain untuk tidak bisa hidup seenaknya sendiri, Nah apakah ini melanggar kodrat dengan kemahaliberalannya Tuhan ? Kebebasan atau liberalisasi Tuhan itu ada di pola pikir atau pikirannya manusia itu sendiri. Pemikiran yang bebas itu adalah pemikiran yang melangit dan membumi, tidak dihalangi oleh teori, doktrin, dalil, syariat dan hukum-hukum agama dan lainnya. Pemikiran bebas hanya dibatasi oleh kemampuan dirinya sendiri atau kekuatan akal dan batinnya sendiri. Dengan kata lain pemikiran bebas adalah pemikiran yang bersumber dari dirinya sendiri, pendapat orang lain hanyalah sebagai pembanding saja. Apakah hal ini dianggap sebagai penentangan terhadap agama dan kitab suci, yang kadung di klaim sebagai jalan kebenaran ? Oh, tentu tidak ! karena agama dan kitab suci itu tercipta dari pemikiran dan suara batin seorang manusia yang sudah mencapai kebebasan. Dengan kata lain agama dan kitab suci itu adalah buah karya manusia yang sudah mengenal dirinya dengan sempurna. Teladan mengikuti Nabi, Rasul dan kitab suci itu bukanlah mengikuti syariat dan hukum-hukum yang dikeluarkannya TAPI mengikuti bagaimana bisa mengikuti perjalanan sang nabi dalam menemukan kebenaran dalam dirinya sendiri. Tentu, karena Nabi dan Rasul itu berbeda keturunan dan bangsa dengan kita maka perjalanan spiritualnya dipastikan tidak lah percis sama tapi hakikatnya dan tujuannya adalah sama.

Sungguh tidak elok dan primitif, bila kita yang hidup di peradaban informasi, teknologi yang tinggi ini masih menggunakan pola pikir yang sempit, yang terdoktrin, yang terpenjara oleh hukum-hukum dan teori-teori agama. Tubuh kita terpenjara dengan syariat-syariat yang sebenarnya hanya sebuah symbolisasi saja.Tapi kenapa seolah-olah kita terhipnotis luar biasa oleh semua itu ? itu karena hukum alam, hukum sebab akibat artinya kita hanya meyakini sesuatu yang sudah ada tanpa dipelajari ke dalam diri dalam waktu yang lama maka akibatnya kita dihadapkan oleh suasana yang serba dogmatis dan ritualitas. Tidak sadar bahwa kita sudah terjebak dalam kerajaan simbolisasi kehidupan atau hidup dalam sandiwara saja.  Para penemu benda atau filsafat atau seniman yang dua abad kebelakang ini lahir dari Barat, karena mereka sudah mengalami kebabasan berpikir dan sudah merasakan adanya kekuatan batin yang membimbing dalam dirinya. Sebutlah Sir Issac Newton, Galileo Galilei, Albert Einstein, Archimedes, Hawkings, Peter Jobs, Mahatma Gandhi, Bunda Teresa, Bung Karno, Muhammad Ikbal, Paus Johannes Paulus dll. Mereka para orang besar itu adalah pribadi-pribadi yang sudah mengalami kemerdekaan berpikir dan pencerahan batin yang luar biasa. Apakah kebebasan berpikir itu haruslah kita menjadi orang besar seperti mereka ? oh, tidak ! minimal kita bisa membebaskan diri kita sendiri dan menjadi pemimpin bagi diri kita sendiri. Tak akan bisa memimpin orang lain sebelum kita berhasil memimpin diri kita sendiri, makanya kita tidak usah heran melihat para pejabat dan anggota parlemen di negeri ini yang tingkah lakunya seperti anak kecil, jadilah mereka para tersangka korupsi, pelawak, jadilah mereka itu sekedar badut-badut politik layaknya selebritis murahan yang sama sekali tidak bisa diambil teladannya.

Kebenaran itu ada dalam hati kita masing-masing, kita jangan buru-buru menilai orang dengan perkataan orang yang terkesan keblinger, bodoh, nekat, sok tahu karena mendengar atau melihat pendapatnya yang bersumber dari pemikirannya sendiri. Karena untuk mencapai kebenaran murni itu tentulah diawali dengan berbagai macam kesalahan demi kesalahan, itu mengikuti hukum alam tapi dengan adanya sikap berani dan percaya diri dalam berpendapat itu sudah menjadi bukti bahwa dirinya sudah ada di rel yang benar. Karena otak dan hati itu pun perlu berevolusi selaras dengan berjalannya waktu, Evolusi diri itu akan berlangsung terus menerus tanpa bisa dihalangi oleh kematian sekalipun. Ketika hidup di dunia sebagai manusia inilah sebenarnya kesempatan emas untuk mempercepat evolusi diri untuk bisa mengetahui dan merasakan sendiri kebenaran. Tak ada cara lain kita harus menyelaraskan diri dengan sifat Liberalnya Tuhan, menjadikan manusia yang bebas-sebebasnya untuk berpikir.

sign-iful

December 7, 2011 at 9:21am · Latest version by Iful Sevenstar

Advertisements

10 thoughts on “Tuhan Maha Liberal

  1. Salam good night selamet malem….

    Menulis sambil ngantuk dan ditemani setan tuyul begajul , juga jin dan jun….

    Agama ada karena hasil dari pola pikir dan hati sipelaku atau sipencari kebenaran di jaman nya , manusia itu lalu diangkat derajatnya menjadi Rosul atau Nabi, lha kapan diangkatnya dan oleh siapa , atau diangkat oleh dirinya sendiri….

    Karena beda pola pikir , beda perilaku , beda keadaan tempat dan masyarakatnya maka Nabi dan Rosul itu banyak , berbeda dalam ajaran dan ajakan , beda buku beda isinya …..waaaah misal para pengikut agama itu tahu siapa sebenarnya Rosulnya dan ternyata isi kitabnya tidak relevan dan tidak sesuai lagi dengan jaman sekarang dan juga ditemukan bahwa isi kitab ternyata tidak sama dengan hukum alam lalu dan terus bagaimana nasib para penganut.???

    Misal…dalam kitab dipercaya bahwa bumi itu dihamparkan , artinya bumi itu datar , terus ada lagi bahwa matahari mengelilingi bumi , terus ada lagi bahwa bintang dianggap lebih kecil dari bumi sehingga bintang dimungkinkan berjatuhan di bumi , terus ada lagi bahwa jarak bintang lebih dekat dari jarak bulan ., terus dan terus…..walaaah kok seperti mempermalukan Tuhan karena wahyunya salah ….aaah jangan jangan Rosul atau Nabi itu yang salah dan artinya itu bukan wahyu tapi hanya sebagai analisa dan pola pikir dirinya ketika melihat dan mengawasi langit atau alam semesta….wes embuh embuh , bingung cmpur mangkel jengkel……

    1. Agama ada karena hasil dari pola pikir dan hati sipelaku atau sipencari kebenaran di jaman nya , manusia itu lalu diangkat derajatnya menjadi Rosul atau Nabi, lha kapan diangkatnya dan oleh siapa , atau diangkat oleh dirinya sendiri….

      Lho, yang mengangkat ya …dirinya sendiri.! Lalu, lama kelamaan, orang lain – teman-teman, orang-orang yang bisa disogok untuk percaya,dll. Kemudian, yang tidak mau percaya dipukuli, dibakar, atau dihukum mati.SEJARAH mencatat ini.

      Pemimpin – pemimpin agama sering tidak menggalakkan para pengikut mereka untuk …berpikir kritis. Lha, nanti ajaran mereka tidak laku !

      Tepa slira, tidak mencubit kalau tidak mau dicubit. Kalau ajaran A mengatakan yang tidak oercaya NABI Y adalah utusan Tuhan yang terakhir boleh diihajar sampai (setengah) mati, nah orang yang bisa sedikt berpikir akan mempertanyakan apakah ajaran ini dilandasi cinta kasih atau tidak,Benar atau salah.

      Hanya karena kitab suci mengatakan ini adalah A, ya harus kita teliti betul tidaknya. Alam memberi kita otak dan penalaran bukan untuk disia-siakan.

  2. Sedulur sedoyo,
    Sakmeniko sampun dientosi mbah… mampir ngombe dateng istanaipun mbah… monggo loh disekecakaken… dolananipun kathah… yen taksih remen dolanan catur ing istanaipun mbah sampun disediaaken loh… dinten meniko sampun dientosi mbah… monggo monggo… sampun isin isin nggih monggo pinarak… sampun dibika gerbangipun lan penyambutanipun… kangge dayoh dayoh terhormat…

    1. Sedulur,
      Hanya ingin ngothak athik gathuk tentang hidup ini memang spt mampir ngombe.
      Dalam bait jangka Jayabaya, mengatakan sing nyembah reco ndaplang… artinya yang menyembah keduniawian atau kebendaan atau kekayaan bakal tersungkur…

      Logika mampir ngombe di bumi yang indah dengan penuh keseimbangan, imbang yin dan yang, imbang manusia dan jin… imbang kasat mata dan tak kasat mata… dst dst, mengisyratkan simpati pada Pangeran Setan sang penguasa alam PANAS atau biasa disebut NERAKA sudah ingin mengambil HAKnya.
      Dalam aturan keseimbangan BELIAU menyediakan dari alamnya berbagai kebutuhan untuk hidup manusia seperti energi dan KEKAYAAN. Apapun BENDA MULIA (emas perak perunggu platinum dlsb) tentu adalah milik dari ALAM PANAS MENYALA NYALA… pemilik sejati kekayaan manusia beruba benda mulia adalah Pangeran Setan tentunya.

      Logikanya, yang menyembah jabatan kekayaan dlsb sama saja menyembah mbah Setan… sang penguasa ISTANA alam panas itu… ya logika gampangnya lagi… sudah sewajarnya bila gunung gunung pada mulai gencar mengeluarkan lava panasnya, karena mbah Setan ingin mengambil kagunane yang DIPINJAMKAN kepada MANUSIA yang ternyata manusia menggunakannya sudah melampaui batas atau tidak seimbang, ya terpaksa demi keseimbangan alam mbah Setan menginstruksikan pengambilan kembali ASETnya dari manusia yang salah menggunakan pinjamannya, seharusnya untuk kesejahteraan manusia, eh manusia lupa menggunakannya dengan baik benar jujur dan adil, malah serakah saling sikut dan sudah lupa pada sang Penciptanya…..

      Jadi ya wajar saja kalau ada kejadian gempa bumi dan wajar karena mbah Setan mengutus rakyatnya untuk menjadi DEBT COLLECTOR mengambil semua kepunyaan mbah Setan yang DISEMBAH MANUSIA itu agar manusia kembali menuju jalan yang benar dan kembali ke keseimbangan alam….. monggo mbah Setan dilanjut aksinya dan yang spektakuler ditunggu loh mbah….. 🙂

  3. Sedulur,
    Yen taksih bingung pripun angkutan jemputanipun… lah niku mbah kok jowo sanget… mbah sampun nyediaake fasilitas lengkap sisan.. jemputan setunggil setunggil nggih saget… rombongan nggih saget,… santai kemawon nuww… klas VIP loh… muach muach…

    1. Kulonuwun,
      Duh mbah Setan kok ngundang kulo sisan nggih mampir dateng griyanipun wonten NERAKA… hmmmm… pengeeennnn…. mau ke HELL dulu ya teman… ojo meri nggih… mbah Setan sampun nenggo kulo loh… pamit rumiyen… pareeeennggg 🙂

    2. Walah mbah kok jowo sanget, diundang mbah badhe diparingi film toh kulo… maturnuwun sanget mbah… pareng rumiyen mbah.. sungkem… wah kados mekaten loh filmipun… 🙂

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s