Ibadah Buta Pahala

250px-bungaPenulis: Eri Purnomo Sidik. Sering kali dijumpai orang-orang yang sangat rajin dalam beribadah. Mereka sangat sungguh-sungguh dalam pelaksaanaannya, sehingga tak heran membuat kagum orang-orang yang melihatnya. Ada yang lebih membuatku heran dan kagum lagi adalah ketika muncul perbincangan yang seru, yang intinya adalah dia beribadah dengan sungguh-sungguh agar mendapakan pahala yang nantiinya akan masuk surga.

Hal itu hampir dilakukan oleh semua umat beragama, karena memang seperti itulah pelajaran yang didapat dari bapak-bapak, guru-guru mereka. Mereka tidak berani membantah sedikitpun, bahkan ketika logika tidak bisa menerima, dengan doktrin yang kuat dan penghasutan yang lembut bermodalkan pahala semua logika lumpuh mati tak berdaya. Yang ada hanyalah sikap menerima dengan keadaan yang serba terpaksa. Mau menolak ditakuti oleh neraka. Mau membantah katax tidak bisa masuk surga.

Sungguh halus setan dalam menghasut, sehingga banyak ahli ibadah yang terbuai. Mungkin benar adanya jika aku mengatakan : “Menipu ribuan ahli ibadah itu lebih mudah dari pada menipu satu orang yang ahli ilmu.”

Sikap masa bodoh dan ketidak tahuan akan ilmu kemudian dipadu dengan tujuan akhir yang mengebu, sering kali mengarah pada jalan pintas karena disibukkan dengan urusan dunia. Yang menuntun mereka kearah ibadah buta tanpa tahu arah dan tujuan. Misalkan saja ketika orang akan mati dijamin masuk surga ketika dia bisa mengucapkan “Laa illaha illa Allah” “Tidak ada Tuhan kecuali Allah” Sehingga tak jarang kita melihat dimasyarakat jika ada orang yang akan mati kemudian ditalkinkan. Ketika ditanya apa yang dilakukan dan apa tujuannya dan apakah itu berhasil? Jawabnya cukup simple “allahualam bi showam” (tulisannya seperti apa q gak tau pasti yg penting semuanya bisa paham maksutx hehehe) dan hal itu juga sudah dilakukan secara turun temurun sehingga tidak ada yang berani tuk merubah suatu tradisi, lepas dari tradisi itu benar atau salah.

Wah…. klo seperti itu logikaku tidak bisa menerima dan aku tidak mau melakukannya. Menurutku itu adalah hal bodoh dan sia-sia. Kenapa melakukan hal yang tidak jelas hasilnya. Jika betul-betul ingin menuntun orang masuk surga kenapa tidak dilakukan ketika masih sehat dan segar bugar, bukan ketika mendekati ajal.

Tidak hanya itu saja banyak ibadah-ibadah lain yang hanya di iming-imingi dengan pahala dan akhirnya akan masuk surga. Sikap kritiskupun mencuat dan timbul pertanyaan-pertanyaan yang tak satupun orang berani menjawab dengan tegas dan benar. Jika memang ibadah itu hanya untuk mengumpulkan pahala, berapa pahala yang sudah anda kumpulkan ketika melakukan ibadah itu dari kecil sampai sekarang kemudian wujudnya seperti apa?

Jika memang patokan untuk masuk surga adalah pahala, berapa banyak pahala yang harus dikumpulkan untuk masuk surga?

Eri Purnomo Sidik

Catatan dongbud: tulisan ini dicopy dari halaman status Facebook Sdr Sidik. Link: https://www.facebook.com/supartokr

.

Artikel Terkait : https://dongengbudaya.wordpress.com/2011/07/22/ibadah-untuk-apa/

.

20 thoughts on “Ibadah Buta Pahala

  1. Kalo terbukti tidak ada surga bagaimana, hanya ada alam untuk istirahat sejenak bagaimana, nanti kalo kebenaran agama lain terbukti seperti reinkarnasi bagaimana…..hehehehhe….saya tidak mengerti ritual itu semua, semua berasal dari kebiasaan orang yg dari jauh……kebiasaan leluhur kita saja yang tidak pernah kita lakukan……..hehehehhe…..memang psikis ketakutan itu paling gampang menyusupi dan menghancurkan kepribadian seseorang……takut miskin juga, saya salut sama panjenengan bukan sisi melawan yg sudah ada tetapi membentuk karakter diri kebenaran sejati…atau kebenaran diri sendiri…itulah yg disebut dengan batara guru oleh leluhur kita…..guru pribadi guru yg tahu kapan kita begini dan begitu guru yg tahu kita akan kemana dan menyimpan memory karma kita, membelokkan kita…….subbanallah ups….kebiasaan lama! Hehehehe

  2. MANTRA DOA BELA NEGARA
    Khususon Sunan Geseng… (ya Gusti Allah yang Maha Kuat dan yang Maha Kokoh)

    Duh Gusti Allah mugi manungso ingkang kagunan niat lan tumindak jahat mugi diparingi katresnan lan dalan ingkang sae maleh, menawi mboten saget2 taksih nerusaken tumindak oloipun, koyok toh mbajak – meretas komputer, taksih nyebul buhul buhul, lan tumindak2 olo sapanungalipun, dumateng kulo lan keluargo ingkang kinasih, dumateng sanak kadang ingkang kulo tresnani, dumateng manungso liyanipun, dumateng bangsa lan negara kulo ingkang kulo bela lan tresnani, mugi sedoyo manungso tumindak olo meniko diparingi piwalesan ingkang sami timbanganipun…
    Menawi olo dumateng komputer, menawi tiang olo meniko kagunan komputer, komputeripun, tangane lan drijine podo geseng gosong sedoyo…
    Menawi olo menyang wadag manungsoipun nggih piwalesanipun wadag manungsoipun geseng gosong sedoyo…
    Menawi olo menyang panguripanipun nggih piwalesanipun panguripanipun geseng gosong sedoyo…
    Menawi olo dumateng bangsa negara nggih piwalesanipun bangsa negaraipun geseng gosong sedoyo…

  3. jika hukum dibalik yang berbuat baik dapat dosa dan akan masuk naraka wah wah gmanatuh?..bagi yg sdh memahami hakekat sdh ga mikirin pahala dosa,..karma..segala punya perjalanan dan tingkat pemahamanpun akan bertingkat level demi level..semua perlu proses. Bg yg masih bingung coba tengok wejangan pakgel2 ketuhanan vedanta,kaskus..baca hayati dan renungkan,semoga tercerahkan..sima wiwaha

  4. Dunia tanpa agama akankah lebih baik?pahala dan surga setau sya sdh membutakan manusia. pada dasarnya mereka itu adalah sama dengan manusia lainnya. Bagi saya agama adalah suatu diskriminasi terbaik dengan upah sorga… Dimana agama menjadi patokan tinggi rendahnya derajat seseorang di masyarakat… Kalau tuhan dan kitabnya jelas menganggap anda kafir..maka jelaslah anda bukan golongan yg dijanjikan surga..otomatis anda tidak sederajat dengan mahluk yg KATANYA..bakal mendapat tempat di surga… kalau memang tuhan yang kata orang pintar agama memang ada,spertinya tuhan memang patut disalahkan atas kehancuran manusia atas nama agama tuhan…tapi anehnya..mereka kok bangga ya mati mempertaruhkan nyawa karena surga yg entah dimana?
    Salam mbah…

    1. Surga seandainya sorga itu isnya orang baik dan suci semua, berbaju putih dan tiap hari dengarin kotbah melulu, weleh sepertinya membosankankan. Masih mendingan sorga dunia…..
      (ketik komentar sambil minum tuak)

      salam juga, Mas Monang86

  5. Salam………salam hormat saya….

    ada yg coment :

    1. ….menipu ribuan ahli ibadah lebih mudah ….ketimbang seorang ahli ilmu…..
      2…..sikap masa bodoh …dan ketidak tahuan akan ilmu ..kemudian dipadu tujuan akhir menggebu
      3…..dijamin masuk surga ketika dia bisa mengucapkan …tidak ada tuhan selain ALLAH
      4…..jika memang patokan untuk masuk surga adalah pahala ..berapa banyak pahala yg harus dikumpulkan.

    ha…ha…ha….

    *. Orang bodoh ….mudah dikalahkan orang pinter ……
    *. Orang pinter……dikalahkan …..orang yang tekun …..orang tekun yang bagaimana …yach tekun didalam mengerjakan sesuatu

    orang yang merasa dirinya pintar…selalu …. meng atas namakan ..” logika”…untuk menutupi ” kemalasannya”… atau kebodohannya.

    logika yang benar …..lakukan sesuatu itu terlebih dahulu …..jika anda `ingin memahami nya….jika anda tidak melakukannnya …kemudian anda mencoba untuk memahaminya …..sesungguhnya anda tidak mengetahui apa2……kwkwkwkwk

    apakah anda mengira …orang yang tekun melakukan ibadah …adalah orang2 yang bodoh dan tolol …….hehehe….ketika hal itu terbetik di hati anda ….maka sesungguhnya … kebodohan itu menunjuk ke diri ..anda sendiri.

    apakah anda pernah berpikir …..bagaimana orang islam ” bisa ” tekun beribadah …..bisa melakukan disiplin ibadah selama bertahun2…dan bisa tepat waktu ibadah ….dan bisa mengumandangkan Adzan.. tepat waktu ….selama bertahun tahun ………kalau anda mengira “bahwa itu dilakukan oleh orang tersebut dan oleh karena pahala” …..sesungguhnya ….perkiraan kita melesett jauuhhh….semua ketekunan dan kedisiplinan didalam beribadah bagi umat islam ….karena ada campur tangan ” ALLAH SWT “…..orang yang tekun beribadah tahu bahwa yg menggerakkan dirinya adalah ALLAH SWT ….kalau dia tahu ….apa mungkin dia berharap surga ….hmmm…..tentu dia sangat malu ……yg diharapkan adalah ridho NYA.

    semoga sedikit penjelasan ini ….kita semua bisa memahami ….

    1. Salam mas pnl on…
      saya cuma mau cerita dari sudut pandang saya yang pas pas an….

      Orang tekun saja tapi kalau tidak pintar, dan akal serta logika tidak dipakai akan sangat mudah dikalahkan oleh orang yang tidak pintar tapi pandai dalam memakai akal dan logikanya serta melihat kesempatan… disamping itu juga definisi dari pintar itu luas mas…tergantung dilihat dari sudut pandang yang mana…

      seperti contoh di negeri dongeng di pinggiran planet mars…. Banyak orang2 nya yang mengaku pintar,paling benar dan paling tinggi dari golongan lain karena merasa suatu umat yang dipilih dan akan mendapat nikmat setelah mati.

      Hasilny?? Orang yg seperti itu yang suka memaksakan kehendak dan keyakinan dan bersedia mandi darah demi nikmat surgawi… Bagi sebagian orang mungkin sangat menentang perbuatan tersebut… Tapi kita tidak bisa menyangkal,yang demikian itu tertulis di kitab mereka… Kalau sdh sperti ini.. Pertanyaannya adalah yg mana yang harus didahulukan, iman yg tekun kah? Atau logika dan akal pikiran? atau kalau dipakai dua duanya, sebatas mana akal dan logika itu dipakai? Sedangkan akal dan logika itu merupakan hal yang paling tinggi yg ada pada manusia…

      Sedangkan untuk orang yang yang suka beribadah bukanlah orang yang bodoh dan tolol, tapi mereka adalah orang yang sedang mencari dan menciptakan ketenangan jiwa..tak ada yang salah dengan itu… Menghabisi nyawa sesama dan mendiskriminasikan sesama hanya karena agama dan tuhan dan parahnya menggangap itu sebagai ibadah… Itu yang salah..kemana otak nya dipakai?modal iman dan tekun saja saya rasa masih kurang mas….

      Maff ni mas bro..agak terasa mengganjal ni..

      “orang yang tekun beribadah tahu bahwa yg menggerakkan dirinya adalah ALLAH SWT ….kalau dia tahu ….apa mungkin dia berharap surga ….hmmm…..tentu dia sangat malu ……yg diharapkan adalah ridho NYA.”

      Kalo tdk berharap surga, trs pahalanya untuk apa y? setau saya apapun itu yang menyangkut ibadah ada ukuran pahalnya.Kalaupun yang diharap hanya ridho Nya,trs untuk apa ridhoNya itu?

      Jadi tambah kurang paham saya yg dijelaskan mas bro pnl on
      Mf mas..maklum,saya termasuk orang kafir dan sesat

      (capek ni ngetik lewat hp..klo ada yg slah ketik, mhon ampunan nya ya)

    2. mnurutku mngkn awalnya adl perintah dan ancaman..tp onone trisno soko kulino kan??..lama2 kita cinta sama Allah..trus apasih yg gk dilakuin utk “orang” yg dicintai??..yah apa2 yg diperintahkan dikerjakan yg dilarang dijauhi..kjta ibadah ibarat makan..kita yg butuh..Allah mah nggak butuh ibadah kita..ibaratnya kalo mnurutku surga n pahala itu bonus..yg penting kita mencintai apa yg kt kerjakan tulus ikhlas krn ridho(relanya Allah) yah kira2 gitulah..klo gk paham yauda teserah..

  6. salam ….mas monang86 ….

    yang tangkap dari coment anda ….adalah
    1. …anda sangat yakin …dan sangat mendewakan akal……( boleh2 aja…)
    2. …anda mencampur adukkan …antara orang tekun beribadah ..dengan org yg suka memaksakan kehendak ( ..terjadi kontra…hehehe)
    3….klu tidak berharap surga …terus pahalanya untuk apa….( goods )

    orang yang cerdas ….tidak akan keliru mendifinisikan atau memahami sesuatu ….artinya ….orang yang anda anggap cerdas tetapi keliru dalam memahami…..” apakah anda masih mempercayai kecerdasannya ????”

    orang tekun beribadah …..selalu mendapat perlakuan lebih ….dari tuhannya……tp tidak semua orang bisa mengetahui dan memahaminya……

    1…..dalam sehari dia disapa tuhan minimal 5 kali ….yaitu pada saat menjelang waktu sholat ..dalam 5 waktu…….apakah anda bisa merasakan gimana rasanya klu tuhan menyapa….
    2. …jika dia tertidur….maka tuhannya akan membangunkannya dengan cara yang lembut ….untuk melaksanakan sholat…dan mencukupi segala keperluannya
    3…..hatinya terjaga….dan diberi cahaya tuhannya….cahaya yg tidak bisa tertandingi oleh cahaya apapun…..apa kegunaannya ….hmmm….cahaya itu bisa membuat hati kita lebih hidup dan lebih menakjubkan…..dibandingkan panca indra kita……..apakah mungkin hati yg terjaga ….dapat menimbulkan kerusakan dimuka bumi atau mampu menumpahkan darah……setahu saya hati yg teduh …jgn khan membunuh manusia …membunuh semut & nyamuk pun dia tak mampu………….

    1. bagaimana mungkin jika yang melakukan tuhan ….kita berharap mendapatkan pahala….jika tuhan yang menjanjikan pahala….itu hak tuhan ….gitu aja repott …mas bro

    klu tidak berharap surga …terus pahalanya untuk apa……biarin aja….katanya anak saya …kalau saldo tabungan tidak diinget-inget …tahu2 numpuk banyak …hehehe….klu diinget2 ..habis dibelanjakan …hehehehe…..

    makasih …..cukupyaaa…klu belum …pikir aja sendiri …okey…..salam mas bro

    1. Rasanya tdk ada kalimat saya yang mendewakan akal mas bro pnl on…

      Yang mana yang mencampur aduk kan ibadah dan memaksakan kehendak???

      Keliru bukan artinya salah mas bro.. Manusia mempunyai sudut pandang,pola pikir yang berbeda dalam memahami sesuatu..tergantung dari daya nalar dan pengalaman hidup masing2 individu….

      Jadi kalau keliru,ya wajar…mslah percaya atau tidak…ya..kenapa tidak??? Masih ada kemungkinan untuk diperbaiki kan mas bro? Jaman sekarang yang salah bisa jadi benar,yg benar bisa jadi salah…tergantung kita yang berfikir mau benar tapi salah,atau mau salah tapi benar..

      Maksudnya apa ya??bingung sendiri…hahahah…. Udah mas bro,maaf sebelumnya y… Kalau cara berfikir saya agak kurang cerdas…..tidak ada maksud untuk menghina atau merendahkan….

      Salam damai …

  7. pagi ini saya membaca koran lokal…
    di sana tertulis. semakin pandai seorang memahami agama, semakin terbukalah celah untuk bisa menebus dosa.
    Alamaaakkk…
    akankah terjadi sebuah pembalikan ?
    dosa besar berubah jadi makruh, dosa kecil berubah jadi sunah, sedangkan tidak berdosa sama sekali menjadi haram…
    puuuaaayyyaahhhh polll…
    pa lagi sekarang buanyak plagiat…. aduuuuhhhiiiiiaaa

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s