Agama Itu Adalah Diri Kita Sendiri

wanita3342Penulis: Iful Sevenstar.  November 10, 2011 at 9:51am

Tak bisa disanggah perdebatan disana-sini di grup-grup FB adalah perdebatan tentang agama lahiriyah, masing-masing pemeluknya unjuk gigi dengan memegang supporting pendukung kebenaran agamanya seperti kitab-kitab sucinya. Inikah dinamakan agama sebagai pemersatu ummat ? Apakah bukan sebaliknya karena perbedaan persepsi justru agama malah  menjadi pemecah belah ummat ?  Dan sangat tidak bisa kita mengklaim agama kami yang paling benar, dikarenakan suatu alasan hanya satu-satunya dari Tuhan dan bisa menyatukan ummatnya dalam agama tertentu, yang benar itu bila agamanya  bisa mempersatukan seluruh ummat manusia tanpa kecuali dengan fakta yang terlihat nyata. 

AGAMA ITU ADALAH FITRAH ! itulah kebenaran yang tidak bisa disanggah, fitrah itu berarti sudah melekat kepada siapapun tanpa pandang bulu agamanya apa, tanpa melihat dia percaya Tuhan atau tidak. Agama itu adalah diri kita sendiri, bukan suatu bentuk dan kata. Mengexplorasi ke dalam diri kita sendiri adalah perjuangan untuk menjadikan diri kita manusia beragama. Siapa itu Diri kita ? tak lain adalah kesadaran tertinggi kita, diri kita yang lebih tinggi, yang bersemayam dalam jiwa kita.

Memang untuk bergerak ke arah kesadaran itu banyak ranjau-ranjau yang harus dihadapinya, salah satu ranjau terberatnya adalah pikiran kita selama ini sudah turun-temurun puluhan tahun diwajibkan membangun  iman kepada doktrinitas agama buatan para manusia.  Dengan kata lain melawan ranjau fanatisme terhadap ajaran/ kepercayaan/ agama yang tumbuh subur di tengah-tengah masyarakat.

Kini, zaman sudah berubah masalah spiritual pun mengalami loncatan yang dahsyat, sekarang untuk membalikan kesadaran kepada fitrahnya itu sesungguhnya sangat banyak cara dan cepat tidak perlu ritual-ritual dan doa-doa yang memberatkan, karena kini, informasi tentang wilayah ketuhanan yang dulu dianggap tabu diceritakan, sekarang banyak dibuka terutama di dunia maya, tinggal modal open mind saja dan lapang dada saja menerima berita kebenaran dari orang lain yang berbicara apa adanya itu.

Diri kita yang lebih tinggi, sering disebut dengan istilah malaikat, roh kudus, higher spirit adalah nyata, ada, bersemayam dalam diri kita. Bukan dongeng, bukan tahayyul, bukan imajinasi dll. Meskipun anggapan saya ini sering didebat oleh kaum ateis yang menafikkan hal-hal kegaiban, tapi biarlah, tak usah didebat karena pemikiran ateis itu penting untuk memberantas fanatisme dan fundamentalisme.

Karena akhir dari semua perjalanan/ pencarian itu adalah menjadi Diri Sendiri. Diri sendiri yang masih lapar, masih haus, sering ngantuk, masih bernafsu sex dll layaknya manusia biasa. Jadi janganlah terlalu berharap kepada seseorang yang sudah dianggap suci maka perbuatannya akan terbebas pula dari kemaksiatan, ooh tidak ! karena selama masih ada darah mengalir dalam tubuhnya, berarti dia masih membutuhkan uang dari dunia nyata ini, dan untuk mendapatkan nya tentulah harus bekerja, dan ketika bekerja maka sama seperti manusia lain bersinggungan dengan orang lain.

Apakah kita harus melepaskan agama ? hal itu tidak usah dipertanyakan, yang dibutuhkan adalah perjuangan dan pengorbanan untuk menemukan agama fitrah yang orisinil yang sudah melekat dalam dirinya sendiri sejak lahir, maka tinggal sang waktu dan sang ilmu lah yang menentukan arah dan keputusannya. Janganlah  berbangga-bangga dengan agama yang dianutnya karena ketika rasa kebanggaan itu tumbuh dalam dirinya sebenarnya itu adalah ucapan SELAMAT TINGGAL dari Sang Penguasa Alam terhadap dirinya.

3 thoughts on “Agama Itu Adalah Diri Kita Sendiri

  1. Setuja Kang Ipul,

    Agama adalah keteraturan mendasar yang sangat universal dan tak mengkotak-kotak pemikiran sehingga menjadi kerdil tak bisa tumbuh, mandul tak bisa melahirkan gagasan yang fresh dan up to date sesuai kebutuhan jaman, dan beku, keras, susah untuk mencair dan membaur ke dalam pemikiran serta ide-ide manusia lainnya.

    Agama sangat bening bisa dilihat dan dirasakan kehadirannya bagi pemikiran yang telah mampu tenang, tak terus menerus keruh teraduk oleh dualisme duniawi.

    salam damai

     __/\__
    

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s