Swarga Nirakha , Sang Dharani Kharana

Katagori Sastra. Dulu saya adalah penggemar buku sastra. Dari sekian banyak karya sastra yang pernah saya baca,   Gitanjali-nya Rabidtranath Tagore adalah yang paling berkesan bagi saya. Tidak disangka, lewat blog abal-abal ini saya kembali merasakian aroma “gitanjali” lewat komentar seorang rekan bernama Dharani Kharana.  Namun tersasa sedikit janggal rasanya kalau rangkaian kata-kata indah yang beliau tuliskan terposting di topik Obrolan Warung Tuak. 

Untuk pengarsipan komentar, memudahkan pencarian dan juga sekaligus memberikan penghargaan bagi para rekan yang telah susah payah meluangkan waktu merangkai “komentar artikel” maka bersama ini saya merangkum tulisan Sdr Dharani Kharana menjadi satu folder tersendiri. Tentu saja, beliau juga bebas menulis komentarnya di topik mana saja dan halaman ini juga bebas dikomentari oleh rekan lainnya.   Sekali lagi, halaman ini adalah salah satu cara dari blog abal-abal menghargai karya para membernya.

Berikut adalah beberapa dari karya tulis Beliau. Tulisan lainnya akan saya pindahkan di lain kesempatan. Selamat berkarya bagi penulisnya dan selamat membaca bagi yang berniat membaca.

600px-img25

“Swa’Rga Nir’Ra’Kha”

Oleh Adanya Badan Manusia Dapat Menjalani Seluruh Kehidupan

Dengan Adanya Badanlah Dapat Menyikapi Kehidupan,
Badan Guna Melayani Lelaku Kehidupan, Badanlah Jalan Bersikap,
Sikap Sama Dengan Agem,
Agem Menjadi Agema/Agama,
Hanya Badanlah Satu-Satunya Agem Kehidupan Yang Asli Ciptaan Tuhan Sebenar-Benarnya Tuhan

Kebenaran Adalah :

Pengetahuan Hidup Yang Benar Mengarahkan Alur Kehidupan Yang Benar,
Pengetahuan Tidak Benar Mengarahkan Alur Kehidupan Pada Hiruk-Pikuk Kekacauan Kebingungan Rasa-Hati Pun Rasa-Pikiran Tanpa Pengetahuan Yang Benar

Swa’Rga,
Atau Bahasa Ple’Setannya Sorga Adalah :
Swa/Mandiri-Rga/Badan : Mandiri Di Dalam Badan,

Mandiri Memiliki Makna Kebebesan Bersikap Melayani Kehidupan Badan Sendiri Yang Bergantung Pada Alur Hukum Tertinggi Kehidupan Sebab-Akibat,
Sedemikian IA Tersebut Merajai Badan KehidupanNya Sendiri

Oleh Sejatinya Tiada Wujud (Kosong/Embang) Maka IA Mengambil Wujud Pada Seluruh Ciptaanya (Prkreti)

Ketika IA Mulai Mengambil Wujud Maka IA Terwakili Oleh Seluruh Yang Tercipta,
Yang Tiada Wujud Menjadikan Perwujudanya Sebagai Bayangannya,Tiada Wujudnya Ter’WakilKan Pada Seluruh Wujud Ciptaannya

Bayanganya Disebut Kegelapan,Disebut Kegelapan Oleh Seluruh Ciptaanya Berada Dalam Bayangan Hukum Kehidupan Yaitu : Tercipta/Lahir-Hidup/Terpelihara-Lebur/mati,
Kegalapan Dimaksud Sebagai Semu-Tidak Kekal,Tidak Abadi, Oleh Sebab-Terciptalah Seluruh Itu Mengalami Akibat-Kehancuran

Hukum Penciptaan Ada Dalam Bayangan Kegelapan Dihidupi Oleh Maha Penghidup/ ParamaAtman.
Ketahuilah Gelapnya Kehidupan Tak Akan Pernah Hilang
oleh Sebab Tercipta Dalam Bayangan Tuhan,
Seumpama Langit Dan Bumi Yang Berada Dalam Kegelapan Tanpa Matahari,

Cobalah Sadari Ini :

Saat Tidurnya Matahari Disebut Malam/Gelap,
Sejati Gelap Tidaklah Benar-Benar Lenyap Namun Hanya Larut Ke Dalam Terang Sinar Matahari,
Jika Matahari Beranjak Maka Gelap Pasti Muncul Menguasai,
Itulah Bukti Yang Di Simbolkan Tuhan Agar Manusia Dapat Melogikakan Tuhan,

Itulah Bukti Kebenaran Bahwa Keberadaan/kehidupan Terangkum Dalam Kegelapan,
Dan Sinar Matahari Seumpama Penerang Jalan Kehidupan,

Jika Saat ini Kehidupan Kacau-Balau Oleh Hiruk Pikuk Kegelapan Pengetahuan Adalah Bukti Nyata Kenyataan Pahit Bahwa Belum Adanya Satu Matahari Pun Yang Sedang Bersinar

Jika KesadaranMU Mengetahui Gelapnya Keberadaan Di Kehidupan Ini Oleh Terciptanya Badan,
Maka Penghidup BadanMU Sendiri’Lah Seumpama MatahariMU,

Sadarilah Kebenaran Bahwa Oleh Adanya BadanMUlah Gelapnya Penderitaan Hidup Terangkum Di DalamNya,
Sedemikian Adanya Pengetahuan Yang Benar Guna Mengarahkan KesadaranMU Pada Sinar (Matahari) Penghidup BadanMU Sebagai Satu-Satunya Kebenaran Penerang Kehidupan

Dan KesadaranMU Pulalah Yang Mengetahui Sejati Diri Bukan Badan,
Maka ITU Sang Diri Selalu Menyebut Badan Sebagai Badan’KU,
Diri-Aku,
Aku Adalah DiriMu,
DiriMu Adalah Aku
AKU ADALAH KAMU,
KAMU ADALAH AKU

Kegelapan Tidaklah Semata-Mata Negatif Atau Keburukan,
Sejati Sebab-Akibat
Guna (Tujuan) Terciptanya Wujud Adalah Jalan Berkehidupan,
Pun Oleh Kasih Sayang Tiada Batasnya Juga Mencipta Seluruh Perangkat Penopang Kehidupan/Kemakmuran,

Penderitaan Akan Timbul Bila Tidak Memiliki Cukup Kesadaran Akan GUNA,
Yang Tidak Menyadari Guna Di Sebut NirGUNA,

Nir Guna Oleh Sebab Tanpa/Nir-Api/RA/Pengetahuan -KHA/Kemakmuran
NIR-RA-KHA,
IA Yang Tidak Memiliki Kebenaran Jatuh Kedalam Jurang Gelap Tanpa Pengetahuan Kemakmuran Di Sebut : NIRAKHA/Neraka

Keinginan Baik/Mulia Ada Oleh IA Memiliki Kesadaran Akan Kebenaran

Ketahuilah Bahwa IA Yang Memiliki Sedikit Saja Kesadaran Adalah Jalan Memulai Ketuhanan,
Semakin Dalam/Tinggi Kesadaran Maka Semakin Dekat Pula IA Pada Penghidup Badannya Sendiri,
Yakni Tuhan Penghidup BadanNya Sendiri

Dan Bila Mencapai Kesadaran Sempurna Dalam Ucap-Laku-Pikiran Maka IA Melebur-Satu-Esa Kekuatan Penghidup Badan Yang Terwakili Kekuatan 3 Kekuatan Utama 3 Sakti Kehidupan Sendiri Sebagai Penopang Cita-Cita MuliaNya,
Sedemikian IA Selalu Bersikukuh Hanya Pada Dharmanya Sendiri (Melayani Skenario Hidupnya Sendiri)

Trisakti : Brahma-Wisnu-Siwa Menyatu Menjadi Hyang Guru,
Pengalaman (Pengetahuan) adalah Guru Utama (Karma-Yoga)

Ketahuilah AsalMu,
Asalmu Adalah Wit,
Dari Wit/Asalmu Kamu Hadir ke Dunia,
AsalMu Adalah Atman,
Atman Sebagai Penghidup Badan, Atman Berwujud Pada Brahman/Pencipta

“Atman Aikyam Brahman”

Hidup Di Dalam Badan Di Hidupi Tuan Penghidup Badan,HidupMu lah TuhanMu Maka Puja-Pujilah Tuhan KehidupanMU Dengan Melayani Hidup Menuju TerbaikNYA,
Sedemikian Apapun Yang Dapat Kamu Raih Oleh Usaha TerbaikMU Selalu Di Topang Tuhan Penghidup BadanMU

Ketahuilah Tuhan Bersinar Seumpama Lelaku Matahari,
Kamulah Yang Mengetahui Arah Guna Kekuatan Penghidupnya Sesuai Pelayanan Cita-Cita Mulia HidupMU

Dimanapun PengetahuanMU Maka Disanalah Tuhan’Mu Memenuhi,
Sejati IA Tiada Batas’Berbatasnya Oleh KeberadaanMU,
IA Berbatas Pada Kesadaran BadanMU,

Lakukanlah Terbaikmu Dalam Pemenuhan TuhanMU,
Sedemikian Kamu Sadari Hanya Berhak Pada Laku

Ketahuilah Bahwa Agem Laku KetuhananMU Adalah Badan,
Oleh Itu Hanya Badanlah Satu-Satunya Agem Hidup Yang Asli (Non Tiruan) Buatan Sang Pencipta,
BadanMu AgemMu,
BadanMulah Jalan Menyikapi Kehidupan,

Sebaiknya Lakukanlah Dharmamu Sendiri,
( Lakoni Skenario Hidupmu Sendiri Sebagai Pelayanan Pada Penghidup BadanMU Sendiri )
Sebab Melakoni Dharma Orang Lain Sangat Berbahaya,Berpotensi MenyeretMU Menuju Kahancuran Dharma,
Ke Jurang NiRaKha Terdalam

Lakukanlah DharmaMU Sendiri Walau Buruk Cara Melakoninya Namun
“Mulialah Dharma Mu”

Tidak Ada Tuhan Yang Kedua,
Dan DiriMU Tak Bisa Di Duakan,
Tak Ada Dharma Yang Kedua,
Tak Ada DiriNya Yang Kedua
“Tan Hana Dharma MangRwa”

Hanya Ada Satu Tuhan,
IAlah Tuan Hidup Tuhan Penghidup BadanMU

By: Ray in Maya


Advertisements

12 thoughts on “Swarga Nirakha , Sang Dharani Kharana

  1. Oom Wage,

    Acungan jempol yang di atas itu dari saya. Seperti samudera dengan air dari mana saja yang mengalir kesana …Gak nyambung ya ? (-:

  2. “Becik Ketitik Olo KetoLOL”

    Di Setiap Jaman Di Sepanjang Generasi Kehidupan Manusia Selalu Saja Ada Orang-Orang Yang Mejalani Jalan Kelepasan,
    Bukan Satu Dua Tiga Yang Mampu Mencapai Pada Tingkatan Bahkan Sangat Tinggi,
    Hingga Semesta Pun Dapat Di Saksikan Di Dalam Tubuh Sendiri

    Bahkan Para Pertapa Dan Para Yogin Yang Menjaga Laku Disiplin Ala Malaikat Di Jalani Agar Mencapai Kesadaran Yang Di Maksud,

    Ada Banyak Pencapaian-Pencapaian Luar Biasa Bahkan Tidak Jarang Di Antaranya Di Kenal Sebagai Tuhan Yang Sedang Menyibukan Diri Jalan-Jalan Di Bumi

    Namun Di Dalam Kenyataan Tidaklah Di Setiap Jaman Ini-Itu Dapat Terjadi Revolusi Pengetahuan Kebenaran Sejati,
    Yang Paling Nyata Justru Pengetahuan Kebenaran Sejati Semakin Lama
    Semakin Luntur,
    Samar Tercampur Lumpur Kehidupan Lalu Ditenggelamkan Oleh Kepalsuan

    Kebenaran Hampir Punah Oleh Semakin Pekatnya Kegelapan Membuat Kehidupan Manusia Berada Tanpa Kemakmuran,
    Yang Memiliki Pengetahuan Benar Mendapati Jalan Menjadi Sekaya-Kayanya,
    Yang Hidup Sederhana Merasa Hidup Dengan Rasa Ketertindasan Harus Berlaku Separsah-Parsahnya,
    Bahkan Yang Merasa Kenal Tuhan Malah Jualan Cocot Untuk Makan Anak-Istri

    Senyatanya Keadaan Semakin Lama Merekam Kesan Kental Orang Yang Menjalani Jalan Kelepasan Dan Ketuhanan Harus Hidup Dalam Keterbatasan Matery,Sehari-Hari Terpaksa Sibuk Menjaga Kedamaian Hati Demi Kelepasan Pribadi,
    Sehingga Tanpa Sadar Manusia Semakin Menjauh Dari Jalan Kesejatian Oleh Tidak Ingin Berada Dalam Keterbatasan Matery

    Keadaan Seperti ini Semakin Lama Menimbulkan Kesan Miring,Seakan Orang Yang Menjalani Ketuhanan Di Anggap Sebagai Orang Yang Sedang Kalah Oleh Kehidupan Sendiri,
    Di Anggap Sedang Prustasi Kemudian Berbulat Tekad Melarikan Diri Dari Hiruk-Pikuk Keramaian Hidup Menjalani Spiritual,
    Kemudian Kenyataan Itu Di Gunakan Agen Kegelapan Dengan Memberi Label Pelaku Spiritual Sebagai Praktek Sihir Dukun Mistik,
    Sejati Bukan

    Saya Tidak Sedang Menyatakan Laku-Laku Mulia Mereka Yang Berjuang Hidup Di Jalan Kemuliaan Kelepasan Tidak Ada Guna,
    Bukan Itu Maksud Sejati Yang Hendak Saya Kemukakan,
    Maksud Sejati Lebih Kepada Mencoba Mengurai Sumber Keadaan Seperti ini-Itu Tetap Berlangsung Hingga Detik Saat Ini

    “TANPA KEINGINAN BUKANLAH YANG TERTINGGI”

    Kosong-penuh
    Penuh-kosong

    Ini Semata Sebab-Akibat,
    Seluruh Akibat Ada Oleh Sebab Kehidupan,
    Bukan Salah-Benar,
    Adalah Pilihan Berdiri Menentu Arah Sebagai

    Tuhan Dalam Pengetahuan/Wed Di Sebut Brahman,
    Pelaku Jalan Kelepasan Di Sebut Brahmin, Brahmana,
    Sehingga Dapat Dikatakan Ketuhanan Adalah Jalan Kelepasan Melebur,ESA,Brahman,
    Menyatu Kesadaran Brahman

    Pula Di Dalam Wed/Pengetahuan Disebut Seorang Brahmin Adalah IA Yang Dapat Menjalani Dua Kali Kehidupan Dalam Satu Kehidupan

    Dalam Hal Ini Dapat Di Urai Sbb :

    Manusia Lahir Dalam Bentuk,Penuh,
    Sehingga Yang Menjadi Maksud Menjalani Kehidupan Utama Adalah Dari “Penuh” Menjadi “Kosong”
    Melebur Keberadaan

    Menjadi Kosong Adalah Berada Di Alam Tiada Bentuk,Atau Menjalani Kematian Selagi Hidup,
    Disinilah Kedamaian Selalu Menemani Keseharian Para Yogin Brahmin Atau Pertapa,
    Dan Extasi Kenikmatan Luar Biasa Yang Di Jalani Pencapaiannya Tidak Dapat Di Tukar Dengan Janji-Janji Kehidupan Matery Berupa Apapun

    (Di Ketahui Satu Kehidupan)

    Namun Sesungguhnya Tidak Berhenti Di Situ Saja Oleh Sebab Dua Kehidupan Harus Dijalaninya Dalam Satu Kehidupan,
    Dan Hanya Jika IA Berkehendaklah Baru Dapat Kembali Lagi Melebur Ke Dalam Keramaian Hiruk-Pikik Kehidupan,

    Yang Berarti Pula Harus Melepas Lagi Kedamaian Diri Sejati Itu Oleh Panggilan Kemuliaan,
    Sehingga Keputusan Turun Kembali Dipastikan Terlaksana Guna Melebur Diri Kembali Di Keramaian,
    Namun Tetap Pada Kukuh Menjaga Kedamaian Sang Diri

    Begitulah Oleh Teramat Sulit Keputusan Melepas Kedamaian Diri Yang Harus Di Tanggalkan Kecuali Oleh Hentakan Spiritual Tertinggi

    Oleh Maha Sempurnanya Alur Kebijaksanaan Semesta Sedemikian Di Sisi Inilah Penguasa Alam Makro Menjalankan Fungsi Utama Menanam Karma Kegelapan Jaman Ke Tubuh Sang Diri Untuk MemaksaNya Kembali Turun Ke Alam Keberadaan Guna Menjalani Kehidupan Yang Kedua

    (Diketahui Kehidupan Kedua)

    Inilah Yang Dimaksud Panggilan Alam Memegang Peran Utamanya,
    Untuk Menyeret Sang Diri Yang Sudah Asik Menikmati Rasa Kedamaian Kelepasan,

    Kesempurnaan Kebijaksanaan Semesta Bekerja Sangat Teliti Bahwa Hanya Dengan Panggilan Alam (Epos Makrokosmos Guna Kepastian Di Belahan Bumi Mana Tempat Lahir Sang Diri) Inilah Dapat Menyeret Kembali Sang Diri Yang Sisa-Sisa Hidupnya Hanya Menunggu Waktu Pulang Ke Rumah Asal

    Sedemikian Mau Tak Suka Harus Mau Turun Kembali Ke Dalam Hiruk Pikuk Kehidupan,
    Dengan Ke’Welas Asihan (Sedikit Terpaksa) Meninggalkan NikmatNya Kedamaian Tiada-Tara Hasil Susah Payah Sang Diri Menggapai Alam Kelepasan Penderitaan Rasa-Pikiran

    Dan Keputusan Ini Tidaklah Mudah,
    Butuh Waktu Panjang Dan Negosiasi Intensif Hingga Sang Diri Menyatakan Persetujuan,
    Bahwasanya Melepas Keterikatan Di Kehidupan Pertama
    Saja Menjalani Banyak Pengorbanan,
    Mengorbankan Waktu,
    Tenaga Bahkan Matery Hingga Menemukan Seseorang Yang Mau Mewarisi Keterikatan Pengetahuan Alam Dewa Maupun Sakti Yang Pernah Dimiliki Sang Diri

    Mulai Efect Scziso Alam Tiada Bertuan Pun Kekuatan Dewa Bahkan Keinginan Terkecil Sekalipun Harus Tiada,
    Jadilah IA Orang Bodoh Seakan Papah Tanpa Apa-Apa Dan Hanya Bisa Senyam-Senyum Menghadapi Bahaya Kematian Dan Atau Serangan Yang Setiap Saat Mengintai,
    Oleh Itulah Kelir Yang Berkesan Di Diri Kehidupannya Hanya Kesan Lugu,Culun Dan Sedikit Tidak Cerdas Oleh Tiada Keinginan

    Di Kehidupan Kedua
    Semua Keadaan Yang Dijalani Timbul Oleh Bersikukuh Mempertahankan Kedamaian Di Hati,
    Senyum Di Bibir Sejati Ungkapan Lips Service Dari Menahan Kesakitan Bertubi-Tubi Oleh Kasarnya Gesekan Energy Alam Kehidupan Yang Sedang Di Jajalnya Kembali,
    Begitulah Sejati Bila Berkehendak Peleburan Yang Di Maksud Dapat Menjadi

    Sedemikian Sejatinya Amat-Teramat Sulit Menurunkan Seseorang Dari Alam Kedamaian,
    Oleh Harus Melepas Kedamaian Microcosmos Kembali Menjalani Peleburan Hiruk Pikuk Alam Macrosmos Hingga Mencapai Kedamaian Sama Selaras Yang Di JalaniNya Di Microcosmos

    Jika Gagal Maka Gagal Pulalah Seluruh Yang Sudah Dilakukan Dan Mengulang Berulang-Ulang Menjalani Kelahiran-Kematian di Alam Kehidupan Hingga Waktu TerbukaNya Kembali Kesempatan Ke “JALAN-KELEPASAN”
    Dan Kesempatan Seperti Itu Tidaklah Mudah Oleh Sebab Terlahir Ke Alam Kegelapan Menjalani Lupa

    “Itulah Kebenaran Sejatinya”

    Dan Sadari Eling Bahwa Tidaklah Patut Bersorak Sorai,Mengejek,
    Menghina Bahkan Membenci Mencaci-Maki JALAN Seseorang Kecuali Dalam GUNA,
    Sebab-Akibat IA Yang Memusuhi Akan Dimusuhi,IA Yang Menghujat Akan Dihujat,
    Semua Itu Hukum Keberadaan

    Tidak Apa-Apa Juga Bila Itu Oleh Sebab-Berakibat Sebegitulah Jalan Pemenuhan Ada Di Diri Sendiri-Sendiri,
    Dan Selalunya Pada Eling Terbaik Menjadi

    Ketahuilah Bahwa ada Tiga Sakti Alam Kelepasan,
    Seumpama Tiga Jalan Pencerahan,
    Tri Suluh Atman

    Pencapaian Kelepasan Di Alam Bhur Adalah Lepas Dari Lupa,
    Ada Dalam Kecerahan Kesadaran Badan Mencapai Kedamaian Oleh Kelepasan Di Swaha Level Ketiga Tertinggi Alam Bhur,
    Melepas Ikatan Bhuta Namun Masih Di Bawah Pengaruh Kekuasaan Alam Para Dewa

    Pencapaian Kelepasan Di Alam Bwah Menjalani Kedamaian Lepas Dari Ikatan Alam Para Dewa Mencapai Alam Swaha Level Ketiga Tertinggi Alam Bwah Dengan Memotong Akar Pohon Kalpa Berdiri Di Alam SwarRga

    Sedemikian SwahaDiri Di SwahaRga Berada Dalam Getaran Energy Alam SwahAng,Alam Tidak-Bertuan,Alam Tak Berujung Bertepi Penuh Jebakan Rasa-Pikiran

    Kelepasan Di Alam Cahaya Swaha Menjalani Kedamaian Nirwana,
    Namun Masih Tetap Mengendarai Kehidupan Berada Di Atas Kereta Kencana Badan,
    Sambil Santai Menunggu Ketentuan Waktu Penyelesaian Kehidupan Di Badan Wadag,
    Pulang Ke Rumah Asal

    Begitulah Disebut Alam Nirwana Tiada Alam Namun Masih Tersebut Alam Oleh Ikatan Badan WadagH

    Di Atas Nirwana Adalah Tempatnya Mesin Genset Kehidupan,
    Suara Mesin Ini Tidak Senyaman Di Alam Nirwana

    Di Atasnya Lagi….!!!
    Sudahlah Cukup Sekian Saja hehheeee…

    -> Swaha/Alam Kehidupan Brahman Hidup Melebur Esa Cahaya Kehidupan
    -> Bwaha/Alam Kehidupan Para Ksatria Pejuang Kemakmuran Hidup Melebur Menyatu Alam Para Dewa-Dewi
    -> Bhur/Alam Kegelapan Tanpa Pengetahuan Kemakmuran Bergantung Welas-Asih Setitik-Sinar Pencerahan Sang Matahari

    Jika Di Bagi Dalam Tingkatan Akan Menjadi Lima Alam + Dua

    Tri Sakti Terdiri Dari :

    1) Bhur/Bhuta/Gelap
    2) Bwah/Dewa
    3) Swaha

    0) Alam Keempat Adalah Alam Tak Bertuan Pikiran (Ki Dalang Kehidupan)

    3) Nirwana Alam Kelima
    2) Alam Keenam Adalah Genset Penghidup Badan
    1) HYang Ketujuh Mengetahui Seluruhnya

    (Yang Satu Lagi Pembaca)

    Kesemua Proses Itu Berawal Mula Dalam Pergulatan Alam Micro
    Hyang Keseluruhan ITU Sebagai Tujuh-An,
    Sedemikianlah Pemenuhan Jaman Dapat Di Ketahui

    Oleh Kehendak Kebijaksnaan Semesta Alam Kehidupan Yang Sejati Di Maksud Berkehidupan Guna Terbaik,
    Disinilah Panggilan Alam Berlaku Dari Kosong Kembali Menjalani Kula-Dharma,Kosong-Penuh,

    “Melayani Dharma Dalam Swadharma”

    Di Fase Inilah Pertualangan Melayani Seluruh Ini-Itu Pergulatan Melepas Segala Ikatan Wujud Kehidupan “KEDUA” Di Mulai Di Alam Macro Sedemikian Terlantun Dalam Canting Nyanyian Cahaya Kehidupan Dari Kosong-Penuh

    Panggilan Alam (Kehendak Bebas alam Makro) Menjadi Sebab Seseorang Yang Sudah Mencapai Kekosongan Harus Turun Kembali Melepas Kedamaian Yang Susah Payah Di RaihNya Di Kehidupan Terdahulu,

    Maka Segenap Kekuatan Dan Kekukuhan Hati Mempertahankan Kedamaian Di Diri Sang Diri Inilah Kesejatian Memiliki Pengaruh (Langsung) Pemenuhan Kedamaian Kehidupan Makrocosmos,
    Dengan Patrun Brahma Cantih,
    Kemakmuran Membawa Kedamaian

    Nahhhhh….Sampai Disini Berdoalah Siang Malam 24 Jam Tiada Henti Tak Boleh Tidur,Jangan Lupa Bawa Bekal Tiker Bantal Selimut kopi,Pisang Goreng,Ubi-Bakar, Kembang Sebelas Macem Dan Air Minum,
    Qeeeqeeeeqeeee
    (*Joke)

    Berdoalah Agar Sang Diri Ini Tetap Kuat Bertahan Menjaga Kedamaian Hati Guna Selaras Pada Cita-Cita Kemuliaan Makro Cosmos,Jika Gagal Maka Gagal Pulalah Seluruh Bangunan
    Causa-Prima Cita-Cita Mulia Kehidupan

    Di Fase Inilah Becik Ketitik Sang Olo Menunjuk Diri Ketoro Bukan Pada Sejati
    Qeeqeeeqeeee

    Begitulah Kebenaran Sejati Bekerja,
    Dan Sang Tuan ITU Hanya Melayani GELORA Nyanyian Canting Atman Ghita,
    Ini Ya Begini – Itu Ya Begitu,ini – Itu Ya Bgini Bgitu
    Qeeeqeeeqeeeeqqeee

    Ketahuilah Bahwa Bila Hanya Pengetahuan Terbaik Pada AKU Bersisa Di Dalam Akasic-Record Rekaman-Ingatan Kemuliaan Kebenaran Sejati,
    Selebihnya Hanyalah Residu Kegelapan Seumpama Debu Cosmosich
    Heh

    Damai Di Hati,
    Damai Di Dunia

    By : Ray in Maya

    1. beras harus dbeli pake duit. Dan beli beras kewarung pake uang ringgit,kata simak warung,wöngedan duit apaan ikih? ..biar djelaskan juga simak gamau tau .bisa teriak maling?djamin anda disangka maling beneran,digebugi masa,untung jika anda tidak dibakar.

    2. Menurut Penuturan Pak tani untuk Urusan beras tinggal ngambil di di lumbung,
      Bagaimana lumbung itu bisa berisi Padi hanya pak Tani dan tuhanya Yang Tau

  3. salam selalu hormat kang,
    kemarin rasa kangen yg teramat sangat menekan sanubari, kemarin sudah ku buka page ini pun tak kuasa ku menahan kantuk untuk membacanya, siangnya di sela rutinitasku aku membuka dan membacanya…..rasa kangen ini berasal dari sana….Saya pribadi mengucapkan Maaf yg belum tersampaikan, apa yg terjadi adalah kebodohanku saja……semoga kang membaca tulisanku. Terima kasih dan rasa hormat terhadap kakang atas semua ini…..itu yg belum tersampaikan dari terakhir kita bertemu.
    sekali lagi terima kasih dongeng budaya atas webnya yg cantik. karenamu aku tahu kakangku mau menulisnya disini karena kakang ku tahu….blog ini kesukaanku. hehehehe salam kertha bhumi.

    blackbird

    1. Kadang bisa saja kita menyerah terhadap Indonesia ini, tetapi web wage rahardjo memberikan nafas2 yg hampir hilang, semoga Indonesia bangkit dari komanya…..salam kang Terima kasih telah selalu menulis karena tulisan ini selalu di tunggu.

    2. Duh, saya merasa senang sekali blog abal-abal ini diapresiasi sedemikian baik olek Akang. Bukan hanya tulisan saja kang, nanti saya juga akan hadir di depan pintu rumah Akang. Benar lho.

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s