Belajar Kasih Sayang dan Kesabaran Dari Nabinya Orang Islam

Kebenaran bisa ditemukan atau dipelajari dari berbagai arah dan sumber. Ajaran tentang prilaku, welas asih, kasih sayang, humanisme atau kesabaran bisa kita temukan pada buku cerita atapun pelajaran agama manapun. Kali ini Dongbud menampilkan sepenggal kisah tentang prilaku dari (nabi) Muhammad SAW.

Saya dan sebagian kecil pembaca blog abal-abal ini mungkin bukan orang Islam, namun untuk urusan “belajar hal baik”, sepertinya tidak ada salahnya untuk belajar berwawasan lebih terbuka dan tidak picik dengan cara menggali dari beragam sumber, tempat, budaya atau agama lain. Apakah cerita ini benar atau tidak, bukanlah hal penting bagi saya. Walaupun ada beberapa poin dari cerita ini yang kurang saya minati yang saya anggap bisa semakin memicu sentimen negatif pada bangsa tertentu (Israel), namun secara umum, cerita atau kisahnya cukup bagus dan bisa diambil hikmahnya.

Tulisan dicopy paste dari halaman komentar yang ditulis oleh rekan Om Pong tanggal 26/03/2013 at 21:39 pada topik tentang agama. Tulisan  dirangkum d folder AGAMA LANGIT. Semoga bermanfaat dan selamat membaca. (Wage Rahadjo)

Konon… Syahdan… Kocap kacarito…

Ketika Rasulullah Muhammad SAW sedang gencar-gencarnya dakwah, tersebutlah seorang nenek yahudi yang buta, tiada jemu-jemunya si nenek mencaci maki Rasulullah secara terang-terangan, dia tidak takut. Padahal pada saat itu kaum muslim sudah berkembang pesat disana dan jadi mayoritas.

Kalau menuruti hati yang panas maka dengan mudahnya Rasulullah memotong lidahnya si nenek buta yang tajam itu atau bahkan membunuhnya… Tapi hal tersebut tidak dilakukan oleh beliau, malahan jika ada waktu luang pada saat jam makan si nenek, beliau menyuapinya dengan menyembunyikan identitasnya.

Ketika Rasulullah mulai sakit dan akhirnya meninggal dunia, sejak saat itu si nenek merasa kehilangan si penyuap yang sabar menyuapinya. Semakin lama si nenek tidak tahan untuk bertanya kepada seseorang didekatnya.., kemanakah perginya orang yang selalu menyuapiku? Dijawab, sudah meninggal.., tercekat dan terharu hati si nenek. Tanya nenek lagi.., siapakah dia? Dijawab, dialah orang yang setiap hari kamu caci maki… Rasulullah, pemimpin kaum muslimin…!

Maka pecahlah tangis penyesalan si nenek…, selama ini sangat susah minta pertolongan orang-orang untuk menyuapinya sedangkan orang yang selalu dicaci maki malahan menawarkan diri untuk selalu menyuapinya… Sambil terisak tangis si nenek kontan mengucapkan kalimat syahadat mengakui dg tulus ikhlas bahwa Muhammad betul-betul utusan Allah karena terkagum-kagum dg kemuliaan hati beliau.

Agama islam katanya agama pembawa kasih sayang untuk seluruh alam (rahmatan lil alamin) demikian harapan yg disandang kaum muslim dan untuk itu perlu tindakan nyata. Rasulullah Muhammad SAW sudah memberi CONTOH NYATA sebuah SURI TAULADAN bagi umatnya bagaimana BERMASYARAKAT yang BENAR sekaligus DAKWAH yang CESPLENG. Kenapa kita umat islam melupakan PELAJARAN yang sangat BERHARGA itu?

Semoga kita semua selalu mendapat petunjukNYA, baik di hati, ucapan maupun tindakan. AMIN

Advertisements