Tolak Pornografi, Serius Nih?

gambar-mesumWage R. “Pornografi adalah racun bagi masyarakat sehingga harus diberantas atau ditolak”. Sepertinya hampir semua setuju. Namun masalahnya bagaimana caranya dan juga seriuskah kita untuk memberantasnya? Masih segar dalam ingatan saya saat  dukungan besar besaran bagai air bah saat pembentukan UU Anti Pornografi yang akhirnya SUKSES dan disahkan saat  Sidang Paripurna DPR pada 30 Oktober 2008.

“Horeee, mulai detik ini pornografi telah musnah dan tidak lagi memiliki tempat di negeri ini!!”

Hmmmmm……. ini ceritanya lagi ngelawak nih? Menurut pendapat saya, memberantas pornografi perlu keseriusan, konistensi ataupun “kerelaan” banyak pihak. Maksudnya? Mudah-mudahan cerita di bawah ini bisa menjelaskan.

Hina Jokowi lewat Facebook, tukang tusuk sate ditangkap polisi

Hah?! Hanya gara-gara menghina lewat kicauan di media sosial bisa masuk neraka? Dasar Jokowi lebay, mentang-mentang sudah jadi presiden, beraninya cuma pada tukang sate. Dukungan-pun untuk tukang satepun mengalir, bahkan para pejabat dan petinggi partai ikut memberikan dukungan suara.

Banyak orang terpaku pada kasus penghinaannya dan mengabaikan kasus lain yang juga menyertainya, yaitu pornografi. Ya, benar. Ada unsur pornografi dalam kasus tersebut. Menurut sumber dari pihak penggugat atau pelapor dan info dari pihak kepolisian, penghinaan dilakukan dengan mengunggah foto porno yang sudah diedit pada bagian wajah dengan foto presiden.

Seberapa porno sih foto editannya? Masih menurut sumber tersebut, foto porno yang diunggah “sangat vulgar” yaitu orang yang (maaf) sedang bersetubuh, berhubungan sex, memperlihatkan alat kelamin secara jelas dengan gaya doggy style”.  (Maaf, tulisannya seronok. Maklum, khan sedang membahas topik porno)

Unggah gambar porno, kalau menurut UU Pornografi sih jelas salah. Jangankan di negeri dongeng, di negeri sekuler yang super mesum sekalipun, unggah foto porno di dunia maya lewat “situs biasa” seperti facebook jelas pelanggaran. Hampir semua orang di negeri sekuler pasti tahu batasannya, terlebih lagi untuk foto porno katagori xxx yaitu menampilkan orang yang (sekali lagi maaf) sedang bersenggama.

Penghinaan atau Pornografi, mana lebih penting?

Di topik ini sudah jelas saya tidak tertarik dengan urusan penghinaan, tapi lebih tertarik dengan unsur pornografinya. Maklum, otak mesum sih. Dari beragam opini yang muncul, menurut analisis saya yang sok tahu, sepertinya ada sebagian besar orang atau bahkan media sepertinya lebih tertarik dengan kasus penghinaannya. Maklum, karena ada bumbu politiknya. Sebagian kecil orang termasuk para elit politik sepertinya gagal memahami dan memisahkan antara kasus pornografi dan pencemaran nama baik.

Sebatas yang saya tahu, pencemaran nama baik adalah kasus delik aduan, diproses secara hukum kalau ada yang mengadukan. Sedangkan pornografi, walau tidak ada yang mengadu, kalau ditemukan pelanggaran ya ditangkap. Kasus pencemaran nama baik otomatis akan gugur kalau pihak tergugat mencabut tuntutan atau memaafkan pelaku. Sedangkan kasus pornografi itu seperti UU lalulintas atau Korupsi, tidak akan berhenti walau pelakunya minta maaf.  Namun kadang serba susah juga karena negeri ini bukanlah negeri sekuler yang sangat kejam dalam hal hukum, apalagi pelakunya adalah “rakyat kecil”.

Hah?! Unggah gambar porno adalah biasa ?

Untuk kasus tukang sate di atas, banyak pihak dan pejabat yang membelanya.  Salah satunya yang cukup menarik adalah komentar mantan menteri agama yang mengatakan bahwa :  Unggah gambar porno adalah biasa.

“……media sosial adalah tempat untuk setiap orang berekspresi dan menyatakan pendapat. …… tindakan MA yang diduga mengunggah gambar pornografi sekaligus menghina orang lain adalah tindakan biasa. Harusnya, kata dia, kebebasan itu tidak dihalang-halangi. (Sumber  Kompas.com)

Hah?! Apa saya tidak salah baca? Atau mungkin rekan wartawan yang salah kutip? Entahlah, yang jelas saya tidak peduli. Lha, saya khan penggemar berat pornografi, jadi kalau berita tersebut benar dan unggah foto porno dianggap biasa, ya jelas saya ikut senang. Asiiik, berarti mulai sekarang saya juga bisa unggah foto porno dengan bebas……

Advertisements

2 thoughts on “Tolak Pornografi, Serius Nih?

  1. Itulah upah bila pembenaran djadikan kebenaran, nilai kbenarannya pun dhilangkan hanya demi tujuan. Ini sih baru upload video, saudaraku di sisi bumi sana sedang terjadi dan akan terus terjadi pembunuhan, pmerkosaan, penjarahan dan segala macam knistaan demi sebuah pmbenaran.

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s