Krishna : Anugrah Yang Terlupakan

Renungan Seorang Krishna (Bagian I)

terataiSuara Warga, Penulis : KrishnaBila setiap kata hanya ddasarkan kebenaran pribadi sesungguhnya upahnya hanya perselisihan. Saudaraku bahkan iblis saja tidak akan senang bila dia dianggap salah, apalagi manusia. Bila ada perbedaan pandangan itu hal yg wajar, itulah arti sebuah toleransi……..

Berbahagialah ada derita jadi kau tahu arti kebahagian, berbahagialah ada kburukan karena kau bisa mengetahui kebaikan, berbahagialah krn setiap hal diciptakan 2 sisi bahkan lebih. Kehidupan ini tidak dgunakan u/ mbanding2kan yg satu dgn yg lain, ajaran yg satu dgn yg lain…mencari keburukan yg lain menonjolkan kebaikan pribadi……..bila berlaku sperti itu hanyalah derita upahmu.

Berbuat baik itu susah namun bebuat buruk itu mudah sekali…kapan saja dan dimana saja. Marilah kita menjadi pribadi yg baik, buatlah hidup ini sbagai tantangan..tantangan untuk berbuat baik.

Confusius berkata : “Yang tidak sopan jgn dpikirkan, yang tidak sopan jgn dkatakan, yang tidak baik jgn dilihat,
dan yang tidak baik jgn dlakukan….” rumus baik tuh mudah namun sulit dlakukan.

Komentar di topik Bom Bali. Submitted on 2014/10/30 at 22:39

ooooOoooo

Buah, Pohon dan Agama

Bila firman adalah sebuah pohon……..agama a/ cabangnya, kmudian ajaran a/ rantingnya. dan setiap pohon mhasilkan buah. Buah a/ simbol dari umat. Bila pohon yg baik dan subur maka akan mhasilkan buah yg segar dan baik pula, lalu bagaimana buah yg buruk bisa mbela ia b’asal dari pohon baik?

Buah yg buruk walau mbabarkan dharma atau firman sesungguhnya bukan kebenaran yg dia sampaikan mlainkan hanyalah kmunafikan, bagaimana firman itu baik bila mhasilkan buah yg buruk…renungkan saudaraku….!!!!

Komentar di topik Bom Bali, Submitted on 2014/10/24 at 12:40

ooooOoooo

Benci dan Cinta Yang Membutakan

Rasa cinta atau benci yg mbutalah yang mjadikan kita khilangan akal sehat tanpa mpertanyakan lg kbenaran itu. Kbenaran yg sejati tidak akan pernah pudar masa lalu, kini maupun d masa depan…apabila d satu masa kbenaran itu dragukan artinya itu bukan kbenaran yg sejati.

Banyak pribadi mjadi fanatik atas ksombongannya, bagaimana bisa mahluk yg tak pernah mberi mmiliki hak u/ mminta? bagaimana mungkin tak pernah mncipta tapi mminta hak mmusnahkan? bagaimana bisa seorang awam mjadi hakim diantara saudaranya?

Bila kjahatan dbalas kjahatan, kbencian dbalas kbencian…lalu apa bedanya kita dengan si jahat???

Komentar di topik ISIS, Submitted on 2014/08/31 at 02:46

ooooOoooo

Penderitaan

Dukka atau penderitaan ada banyak ragam. Miskin, sakit, bodoh, putus cinta, trtindas, djajah, dll a/ bagian dari dukha. Namun tkadang kita tidak sadar bahwa dukha tbesar a/ pnyakit hati : benci, syirik, tamak….kita tkena pyakit ini namun tidak myadarinya…miris bukan?namun ini realita!

Dari dunia tcipta sampai saat ini, perang hanyalah meninggalkan penderitaan…., siapapun yg mjadi hakim atas hidup saudaranya a/ tidak benar kcuali Dia yg bisa mberi khidupan.

Memiliki jiwa dan hati ksetiakawan tidaklah salah, sbaliknya harus diapresiasi…namun pmbelaan yg mbabibuta bukankah hanya mbawa kpd kbodohan…, ada negeri di ujung sana katanya sedang dtindas oleh tetangganya…bgitu jauh negeri itu namun pnderitaannya dekat sekali d hati ini, tapi taukah kau saudara….bukalah pintu rumahmu, bjalanlah dan lihatlah skelilingmu banyak sekali mereka yg tkena gangguan jiwa atau para gelandangan bkeliaran namun tidak ada yg tketuk hatinya tuk mnolong mereka…..dimanakah jiwa sosial itu????? mereka itu saudaramu “satu bangsa,satu bahasa, satu kampung, bahkan satu agama”. Yang bisa kita lakukan hanya mjauhi, mgusir atau bpaling,mnutup mata & hati, mbiarkan sang waktu yg bjalan bsama mereka.

Komentar di topik Catatan dari Israel, Submitted on 2014/08/31 at 02:26

ooooOoooo

Anugrah Yang Terlupakan

Terkadang kita selalu tidak mengindahkan anugerah yang sejati dan hanya mencari sebuah kepalsuan. Mata ini mampu melihat setiap goresan dari keagunganNya namun dianggap hal yg sepele bahkan tidak lebih mahal kacamata / contact lens dpinggir jalan.

Telinga ini dapat mndengar aneka ragam nyanyian jiwa dan alam, namun kalah bernilai dengan iphone yang bisa mmutar lagu2 dunia. Mulut ini dapat mercicipi begitu banyak rasa dunia namun kalah hebat dengan balutan lip stik dan rangkaian behel berjejer di gigi. Otak ini mempunyai daya pikir yg menebus berbagai dimensi, namun lebih dpakai untuk harta n martabat.

Kaki dan tangan ini dapat menapaki stiap jengkal bumi dan mgenggam tiap butiran dari bumi namun tak cukup bharga dbanding spatu kulit buatan Itali atau jam tangan Rolex btabur pmata dan lapis emas.

Bagian lain yang sangat penting yaitu hati nurani, ialah yang menjadikan baik dan buruk, menjadikan kearifan….namun banyak yg hanya mmakai untuk kmunafikan dan fanatik buta. Dan anugerah terbesar yang selalu disepelakan manusia adalah hidup, ia terkadang kalah akan cinta dunia, materi dunia, dan segala hal dunia yang semu dan sementara.

Mengenal Tuhan ukuran dan takarannya adalah keimanan, apakah ia telah mgenal Allah sbagai pribadi atau sosok dunia lain itu adalah sebuah misteri. Namun saat anda merasa mgenal Allah sesungguhnya kau belum mengenalNya, namun saat anda tidak mgenal Allah sebenarnya anda telah mulai mengenalNya….mengapa? karena Allah adalah Allah yg besar, sungguh ajaib dan rencanaNya misteri….

Kenalilah Allah dimulai dari stiap anugerah yg Dia berikan tak kesudahan, segala nikmat dunia hanyalah aksesoris yg hanya digunakan u/ membina, bukankah telah ttulis “gunakan yg palsu u/ mbina yg sejati”

Banyak tertulis dalam kitab2, cara mengenal Allah begitu sederhana : ada 10 perintah Tuhan, delapan kebajikan ‘pa te”, lima kbaikan, 4 jangan, dan yg paling sederhana adalah kasih. Namun kita hanya mendebatkan asesorisnya bukan inti dari iman itu, karna iman tanpa aksi adalah mati….!!!!!

Selamet pagi semua happy weekend, semoga Tuhan mberkati, amen

Komentar di topik FPI, Submitted on 2014/11/09 at 11:50

Penulis : Sdr Krishna
Dipindah dari halaman komentar. Dicopy apa adanya, tanpa editing apapun. Terima kasih pada Sdr penulisnya.

Credit image : wikipedia (?!) thank your for photographer/image owner

2 thoughts on “Krishna : Anugrah Yang Terlupakan

  1. Terimakasih kepada mbah Jenggot mau mruangkan waktu bsedia mbaca tulisan adinda, adinda sangat apresiasi. Namun sungguh si anak ini merasa tidak pantas, karena tulisannya hanyalah sebuah pandangan dari anak yang sedang belajar tentang kebenaran, isinya pun harus dkaji ulang tentang kebenaran itu sendiri. salam sejahtera untuk mbah Jenggot dan semua penunggunya

Nama, mail dan website BOLEH diKOSONGkan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s